Anda di halaman 1dari 3

WOC DIABETES MELITUS

Diabetes Melitus adalah penyakit gangguan metabolik menahun akibat pankreas tidak memproduksi cukup insulin atau tubuh tidak
dapat menggunakan insulin yang diproduksi secara efektif. Insulin adalah hormon yang mengatur keseimbangan kadar gula darah.
Akibat kurangnya insulin terjadi peningkatan konsentrasi glukosa di dalam darah (hiperglikemia). (Kemenkes, 2014)

Genetik Infeksi Malnutrisi Malnutrisi Penyakit Penyakit


Obesitas Obat-obatan
Virus Protein Karbohidrat pankreas Hormonal

Jumlah Toksin Kerusakan


Kerusakan Kerusakan Merangsang
Reseptor terhadap sel Pankreas
Pankreas Pankreas Sekresi Sel-
Insulin beta
Sel Beta
Hiperaktif dan
Rusak
Penghancuran Kerja insulin Fungsi sel-sel menurun
sel-sel beta Fungsi sel Beta menurun
kurang efektif

DM TIPE I DM TIPE II DM TIPE Lainnya DM TIPE Lainnya

Jumlah reseptor insulin menurun

Defisiensi insulin

Gangguan Metabolisme Karbohidrat, Protein, Lemak

Produksi glukosa meningkat Pemecahan Katabolisme meningkat Pemecahan Protein meningkat Lipofisis meningkat

Hiperglikemi Asam amino meningkat Kehilangan nitrogen Asam lemak meningkat

Glikogenesis Gliserol meningkat Ketoagenesis

Kehilangan cairan
Glukosa darah Glukosa sel turun Glukosoria Ketoanemia

Penebalan membran Nutrisel turun Diaresis osmotik Hipotensi Ketoasidosis


dasar vaskuler
Sel lapar Poliuria polidipsi Shock
Ketonuria Pernafasan
Kesiapan Meningkatkan Nutrisi (D.0026)

Shock pernafasan

Disfungsi endotel Disfungsi endotel Oksigen ke otak turun kusmauli


mikrovaskuler makrovaskuler & nafas bau
Kematian aseton
Mikro angiopati
Aterosklerosis
Neiropati Retinopati Netropati Pola nafas
perifer Oklusi Tidak efektif
Katarak GFR (D.0005)
Kondisi syaraf PJK Mikroangiospati Peny pemb darah otak
kesemutan GGK
MCI Penyakit pemb darah kapiler Stroke
Risiko Ketidakseimbangan Ulkus
Resiko cidera
cairan
(D.0136)
(D.0036)
Gangguan integritas kulit
(D.0129)

Gangguan citra tubuh


(D.0056)

DAFTAR PUSTAKA

Baradero, 2014. Klien Gangguan Endokrin. Jakarta: EGC


Kemenkes, 2014. Situasi dan Analisa Diabetes. Pusat Data dan Informasi Kementerian Kesehatan RI : Jakarta
PPNI, 2017. Standar Diagnosa Keperawatan Indonesia . Jakarta : Persatuan Persatuan Nasional Indonesia.
PPNI, 2017. StandarIntervensi Keperawatan Indonesia . Jakarta : Persatuan Persatuan Nasional Indonesia.
Kategori : lingkungan Kategori : fisiologis Kategori : fisiologis
Kategori : lingkungan Kategori : fisiologis Kategori : fisiologis
Subkategori : keamanan dan Subkategori : Subkategori :
Subkategori : keamanan dan Subkategori : nutrisi/ Subkategori : nutrisi/
proteksi Integritas Ego aktivitas/istirahat
proteksi cairan cairan
Gangguan integritas Gangguan Citra Tubuh Pola nafas tidak efektif
Risiko Jatuh Risiko Ketidakseimbangan
kulit/jaringan (D.0056) (D.0005) Kesiapan
(D.0129) (D. 0143) cairan (D.0036) Meningkatkan Nutrisi
(D.0026)
SLKI : SLKI : SLKI : SLKI :
Integritas Kulit dan Tingkat jatuh (L.14138) Citra tubuh Pola nafas (L.01004) SLKI : SLKI :
Jaringan (L.14125) (Menurun) (L.09067) (Meningkat) Keseimbangan cairan Status nutrisi
(Meningkat)  Jatuh dari tempat tidur (Meningkat)  Dipsnea (Meningkat) (L.03030)
 Kerusakan lapisan kulit Menurun  Verbalisasi Menurun  Asupan cairan (Membaik
Menurun perasaan negatif  Penggunaan otot Meningkat  Porsi makanan
 Jatuh saat berdiri
 Nyeri Menurun bantu nafas  Haluran urin yang dihabiskan
Menurun  Verbalisasi Menurun Meningkat Meningkat
Menurun
 Perdarahan kekhawatiran  Pernafasan  Edema  Berat badan
 Jatuh saat duduk Menurun Membaik
Menurun pada reaksi cuping hidung
 Kemerahan orang lain Menurun  Asupan makanan  Frekuensi
Menurun Meningkat makan
Menurun Menurun  Frekuensi nafas
 Hematoma  Jatuh saat berjalan  Verbalisasi Membaik Membaik
Menurun kekhawatiran SIKI :  Serum albumin
Menurun gaya hidup Manajemen cairan Meningkat
SIKI :  Jatuh saat di kamar mandi Menurun SIKI : 1. Monitor status shidrasi
Perawatan Luka Menurun Manajemen jalan (frekuensi nadi, akral, SIKI :
SIKI : nafas kelembapan mukosa, Edukasi nutrisi
1. Monitor karakteristik luka SIKI : Promosi citra tubuh 1. Monitor pola nafas turgor kulit, tekanan
1. Periksa status gizi,
2. Monitor tanda-tanda Pencegahan Jatuh 1. Identifikasi (frekuensi, darah)
program diet
infeksi 1.1 Identifikasi faktor risiko jatuh harapan citra tubuh kedalaman, usaha 2. Monitor hasil
3. Lepaskan balutan dan berdasarkan tahap nafas) pemeriksaan 2. Jelaskan pada
(gangguan keseimbangan,
plester secara perlahan perkembangan laboratorium pasien dan
defisit kognitif, hipotensi, 2. Monitor bunyi
4. Bersihkan dengan nacl 2. Identifikasi 3. Monitor status keluarga makanan
ortostatik) nafas (gurgling,
5. Berikan salep yang sesuai budaya, agama, hemodinamik (MAP) yang harus
1.2 Hitung risiko jatuh dengan wheezing, ronchi
ke kulit/lesi jenis kelamin, dan 4. Catat intake output dan dihindari, jenis
kering)
6. Pertahankan teknik steril menggunakan skala (fall umur terkait citra makanan yang
3. Posisikan posisi balance cairan
7. Pasang balutan sesuai jenis morse scale) tubuh dibutuhkan pasien
3. Diskusikan semifowler atau 5. Berikan asupan cairan,
luka 1.3 Pastikan roda tempat tidur fowler sesuai kebutuhan 3. Ajarkan diet sesuai
perubahan tubuh
8. Jelaskan tanda dan gejala terkunci 4. Berikan oksigen, 6. Berikan cairan program
dan fungsinya
infeksi 1.4 Pasang handrail tempat tidur jika perlu intravena, jika perlu 4. Jelaskan hal-hal
4. Diskusikan
9. Anjurkan mengkonsumsi 1.5 Atur tempat tidur mekanis 7. Kolaborasi pemberian yang dilakukan
persepsi pasien
makanan tinggi protein dan pada posisi terendah diuretik, jika perlu sebelum
dan keluarga
kalori memberikan
1.6 Anjurkan memanggil perawat tentang perubahan
10.Kolaborasi pemberian makan
jika membutuhkan bantuan citra tubuh
antibiotik, jika perlu