Anda di halaman 1dari 12

SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP) COVID-19 PADA LANSIA

DISUSUN
Oleh

KELOMPOK VIII

UNIVERSITAS NEGERI GORONTALO


FAKULTAS OLAHRAGA DAN KESEHATAN
PROGRAM STUDI SARJANA KEPERAWATAN
2020

1
SATUAN ACARA PENYULUHAN
Pokok Bahasan : Covid-19
Sub pokok bahasan : a. Pengertian Covid-19
b. Tanda dan gejala
c. Cara penyebaran
d. Cara melindungi Lansia dari Covid-19
Hari/Tanggal :
Waktu :
Tempat :
Sasaran : Lansia

A. Latar Belakang
World Health Organization (WHO) menjelaskan Corona virus adalah
penyakit menular yang disebabkan oleh jenis coronavirus yang baru ditemukan.
Ini merupakan virus baru dan penyakit yang sebelumnya tidak dikenal sebelum
terjadi di Wuhan, Tiongkok, bulan Desember 2019. Beberapa jenis coronavirus
diketahui menyebababkan infeksi saluran nafas pada manusia mulai dari batuk
pilek hingga yang lebih serius seperti Middle East Respiratory
Syndrome (MERS) dan Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS).
Coronavirus adalah keluarga besar virus yang menyebabkan penyakit mulai
dari gejala ringan sampai berat. Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) adalah
penyakit jenis baru yang belum pernah diidentifikasi sebelumnya pada manusia.
Virus penyebab COVID-19 ini dinamakan Sars-CoV-2. Virus corona adalah
zoonosis (ditularkan antara hewan dan manusia) (Kemenkes, 2020). Penelitian
menyebutkan bahwa SARS ditransmisikan dari kucing luwak (civet cats) ke
manusia dan MERS dari unta ke manusia. Adapun hewan yang menjadi sumber
penularan covid-19 ini masih belum diketahui.
Pada 31 Desember 2019, WHO China Country Office melaporkan kasus
pneumonia yang tidak diketahui etiologinya di Kota Wuhan, Provinsi Hubei,

2
Cina. Pada tanggal 7 Januari 2020, Cina mengidentifikasi pneumonia yang tidak
diketahui etiologinya tersebut sebagai jenis baru coronavirus (coronavirus
disease, COVID-19). Pada tanggal 30 Januari 2020 WHO telah menetapkan
sebagai Kedaruratan Kesehatan Masyarakat Yang Meresahkan Dunia/ Public
Health Emergency of International Concern (KKMMD/PHEIC).
Data WHO mencatat mulai Tanggal 23 Maret 2020 sebanyak 187 terinfeksi
virus tersebut, 294.110 orang terkena virus dan 12.944 meninggal dan angka
kematian paling banyak terjadi pada penderita COVID-19 yang berusia 80 tahun
ke atas dengan persentase mencapai lebih dari 22%.. DI indonesia sendiri kasus
terkena covid-19 ini mencapai 10.843 orang pada tanggal 2 Mei 2020. Diantara
kasus tersebut, sudah ada petugas kesehatan yang dilaporkan terinfeksi bahkan
sampai meninggal dunia.
Dari data yang terkumpul, serangan jenis baru virus corona yang kemudian
disebut sebagai 2019-nCoV diketahui lebih banyak menyerang orang-orang
dengan usia tua. Mengutip Quartz (31/1/2020), sebuah data yang ada di Inggris
dan China, disebutkan 41 kematian yang terjadi akibat virus ini, 39 di antaranya
terjadi pada usia pasien di atas 50 tahun.Sebagian besar dari korban-korban itu
adalah lansia. Mengutip pernyataan Presiden Institusi Tinggi Kesehatan Italia,
Silvio Brusaferro, dari The Guardian, rata-rata korban jiwa virus Corona di Italia
adalah penduduk dengan usia 80,3 tahun. Selain itu, mereka memiliki rekam
medis yang buruk mulai dari darah tinggi, penyakit jantung, hingga kanker.
Sederhananya, lansia adalah kelompok penduduk paling rentan dengan virus
Corona.
Seiring bertambahnya usia seseorang, tubuh akan mengalami berbagai
penurunan akibat proses penuaan. Mulai dari menurunnya produksi hormon,
kekenyalan kulit, massa otot, kepadatan tulang, hingga kekuatan dan fungsi
organ-organ tubuh. Kemudian, sistem imun sebagai pelindung tubuh pun tidak
dapat bekerja dengan maksimal layaknya saat masih muda. Akibatnya, sulit bagi

3
orang lanjut usia atau lansia untuk melawan berbagai macam bakteri atau virus
penyebab penyakit, termasuk terinfeksi virus corona COVID-19.
Tanda dan gejala umum infeksi COVID-19 antara lain gejala gangguan
pernapasan akut seperti demam, batuk dan sesak napas. Masa inkubasi rata-rata
5-6 hari dengan masa inkubasi terpanjang 14 hari. Pada kasus COVID-19 yang
berat dapat menyebabkan pneumonia, sindrom pernapasan akut, gagal ginjal, dan
bahkan kematian. Tanda-tanda dan gejala klinis yang dilaporkan pada sebagian
besar kasus adalah demam, dengan beberapa kasus mengalami kesulitan
bernapas, dan hasil rontgen menunjukkan infiltrat pneumonia luas di kedua paru.
Berdasarkan Bukti ilmiah, COVID-19 dapat menular dari manusia ke manusia
percikan batuk/bersin (droplet), tidak melalui udara. Orang yang paling berisiko
tertular penyakit ini adalah orang yang kontak erat dengan pasien COVID-19
termaksuk yang merawat pasien COVID-19. Rekomendasi standar untuk
mencegah penyebaran infeksi adalah melalui cuci tangan secara teratur,
menerapkan etika batuk dan bersin, menghindari kontak secara langsung dengan
ternak dan hewan liar serta menghindari kontak dekat dengan siapa pun yang
menunjukkan gejala penyakit pernapasan seperti batuk dan bersin. Selain itu,
menerapkan Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI) saat berada di fasilitas
kesehatan terutama unit gawat darurat.
B. Tujuan
1. Tujuan Umum
Setelah diadakan penyuluhan tentang Covid-19 pada lansia dan keluarga
diharapkan mereka mengetahui apa itu Covid-19 dan bagaimana cara
pencegahannya
2. Tujuan Khusus
a Untuk mengetahui pengertian Covid-19
b Untuk mengetahui tanda dan gejala covid-19
c Untuk mengetahui cara penyebaran
d Untuk mengetahui bagaimana cara melindungi lansia dari covid-19

4
C. Metode
a Penyuluhan melalui media sosial
D. Media
a Poster/Video
b Media social
E. Setting Tempat
Sosial Media (Facebook, Whatsapp, Instagram, Twitter)
F. Pergorganisasian
1. Pembagian tugas
a. Penyaji :
b. Notulen :
c. Moderator :
d. Fasilitator :
2. Peran fungsi
a. Penyaji : Berperan dalam menyajikan materi promkes
yang
akan diberikan
b. Notulen : Berperan untuk mencatat pertanyaan
yang di sampaikan oleh peserta promkes
c. Moderator : Berperan dalam mengatur jalannya kegiatan dari
awal hingga kegiatan selesai
d. Fasilitator : Berperan dalam memfasilitasi kegiatan
yang dilakukan
G. Pelaksanaan Kegiatan
Kegiatan Penyuluhan dilakukan menggunakan Aspek Kognitif (DARING) :
1. Dalam memaksimalkan kontribusi dalam upaya penanggulangan wabah
Covid-19 maka, setiap kelompok melakukan edukasi online/daring terkait
cara melindungi lansia dari wabah covid-19 melalui berbagai media sosial

5
yang dimiliki khususnya grup-grup yang dimiliki, beranda story dan
sebagainya untuk menggencarkan kampanye Covid-19 dengan menggunakan
sumber yang terpercaya dan dibuat secara kreatif.
2. Bisa dalam bentuk gambar atau pun video dan dibuat semenarik mungkin
dengan memperhatikan nilai edukasi.
3. Mendokumentasikan tugas tersebut dengan melampirkan bukti melakukan
edukasi berupa bahan edukasi serta bukti chat atau video.
H. Kriteria Evaluasi
1. Evaluasi Struktur :
a. Kesiapan Materi
b. Kesiapan SAP
c. Kesiapan Media : Poster/Video
2. Evaluasi Hasil :
Evaluasi hasil meliputi isi dari SAP dan Media yang dibuat semenarik
mungkin dengan sumber terpercaya dan dapat dipahami tentang COVID-19
yang berhubungan dengan cara melindungi lansia dari wabah covid-19.

6
LAMPIRAN MATERI
COVID-19
CARA MELINDUNGI LANSIA SELAMA WABAH COVID-19

A. Covid-19
WHO menjelaskan corona virus menjadi bagian dari keluarga besar
virus yang menyebabkan penyakit yang terjadi pada hewan ataupun manusia. 
Manusia yang terjangkit virus tersebut akan menunjukkan tanda-tanda
penyakit infeksi saluran pernapasan mulai dari flu sampai yang lebih serius,
seperti Middle East Respiratory Syndrome (MERS) dan Severe Acute
Respiratory Syndrome (SARS) atau sindrom pernapasan akut berat.
Coronavirus sendiri jenis baru yang ditemukan manusia sejak muncul di
Wuhan, China pada Desember 2019, dan diberi nama Severe Acute
Respiratory Syndrome Coronavirus 2 (SARS-COV2). Sehingga, penyakit ini
disebut dengan Coronavirus Disease-2019 (Covid-19)
Ciri-ciri virus Corona pada gejala awal mirip flu sehingga kerap
diremehkan pasien. Namun, berbeda dengan flu biasa, infeksi virus Corona
atau COVID-19 berjalan cepat, apalagi pada pasien dengan masalah kesehatan
sebelumnya, batuk , demam ( suhu >380 C ) sesak napas dan ngilu di seluruh
tubuh, kakit tenggorokan letih. Infeksi virus Corona atau COVID-19
disebabkan oleh coronavirus, yaitu kelompok virus yang menginfeksi sistem
pernapasan. Pada sebagian besar kasus, coronavirus hanya menyebabkan
infeksi pernapasan ringan sampai sedang, seperti flu. Akan tetapi, virus ini
juga bisa menyebabkan infeksi pernapasan berat, seperti pneumonia, Middle-
East Resp iratory Syndrome (MERS), dan Severe Acute Respiratory
Syndrome (SARS). Cara penularan virus tersebut yaitu antara lain:
Melalui droplets (cairan/liur yang keluar saat batuk dan bersin tanpa menutup
mulut, bahkan berbicara). Melalui sentuhan atau jabat tangan orang yang
terinfeksi, menyentuh permukaan atau benda yang terdapat virus, kemudian
menyentuh hidung, mata, atau mulut. COVID-19 ditularkan melalui kontak

7
dekat dan droplet, bukan melalui transmisi udara. Orang-orang yang paling
berisiko terinfeksi adalah mereka yang berhubungan dekat dengan pasien
COVID-19 atau yang merawat pasien COVID-19. Tindakan pencegahan dan
mitigasi merupakan kunci penerapan di pelayanan kesehatan an masyarakat.
Langkah-langkah pencegahan yang paling efektif di masyarakat meliputi:
1. melakukan kebersihan tangan menggunakan hand sanitizer jika tangan
tidak terlihat kotor atau cuci tangan dengan sabun jika tangan terlihat
kotor
2. menghindari menyentuh mata, hidung dan mulut;
3. terapkan etika batuk atau bersin dengan menutup hidung dan mulut
dengan lengan atas bagian dalam atau tisu, lalu buanglah tisu ke tempat
sampah;
4. pakailah masker medis jika memiliki gejala pernapasan dan melakukan
kebersihan tangan setelah membuang masker;
5. menjaga jarak (minimal 1 m) dari orang yang mengalami gejala
gangguan pernapasan.
Saat ini masih belum ada pngobatan atau vaksin untuk COVID-19 , Namun
sebagian besar gejala dapat ditangani.
B. Cara Melindungi Lansia Dari Covid-19
a. Tidak melakukan perjalanan atau bepergian
Cara melindungi lansia dari penularan virus corona adalah dengan
tidak melakukan perjalanan sementara waktu. Sebab, dalam perjalanan,
seseorang akan lebih mudah terpapar virus maupun bakteri apalagi jika
berada di tengah kerumunan orang. Terlebih jika orang lansia bepergian
dengan transportasi umum dan menginap di hotel yang tidak terjamin
kebersihannya dengan benar maka dapat meningkatkan risiko terinfeksi
virus corona COVID-19.

8
b. Tunda waktu pemeriksaan rutin kesehatan
Orang lansia berisiko lebih besar mengalami masalah kesehatan
tertentu. Maka dari itu, mereka rutin melakukan pemeriksaan rutin
kesehatan ke dokter. Akan tetapi, di tengah wabah virus corona yang
melanda, sebaiknya tunda waktu pemeriksaan rutin kesehatan sementara
waktu. Kunjungan ke rumah sakit atau klinik justru dapat memperbesar
risiko penularan virus dan bakteri, termasuk paparan virus COVID-19.
Sebagai solusinya, orang lansia bisa menggunakan metode telemedicine
sebagai alternatif konsultasi dengan dokter secara online. Orang lansia
boleh menemui dokter di rumah sakit bila kondisi kesehatannya sangat
mendesak.
c. Gunakan peralatan pribadi yang berbedaa dari anggota keluarga lainnya
Umumnya, orang lansia tinggal satu rumah dengan anak atau cucunya
yang masih muda. Nah, untuk melindungi lansia dari penularan berbagai
macam virus penyebab penyakit, termasuk virus corona COVID-19,
sebaiknya orang lansia tidak menggunakan peralatan pribadi yang sama
dengan anggota keluarga lainnya. Misalnya, peralatan makan (gelas, botol
minum, sendok, piring, garpu) serta peralatan mandi (sikat gigi, handuk,
gayung). Jika memungkinkan, gunakan ruangan tersendiri untuk
memisahkan orang lanjut usia dari anggota keluarga yang masih muda dan
sehat.
d. Manfaatkan telepon atau fitur Video Call di Ponsel
Biasanya nenek atau kakek ingin berkunjung menemui anak dan cucu
tercintanya. Namun, di tengah pandemi virus corona, sebaiknya tunda
pertemuan ini. Memang sangat sulit bagi orangtua lansia untuk menjauhkan
diri dari interaksi sosial karena dapat menyebabkan isolasi sosial sehingga
memengaruhi imunitas tubuh dan kesehatan mental mereka. Sebagai
solusinya, anak atau cucu yang lebih muda dapat menebus rasa rindu
dengan mengatur pertemuan virtual, baik melalui telepon atau fitur video

9
call, dengan orangtua lansia. Dengan ini, mereka tidak merasa kesepian
yang dapat memengaruhi kondisi pikiran dan kesehatannya.
e. Mengajarkan kebersihan pada pengasuh lansia
Cara lainnya adalah dengan mengajarkan kebersihan pada pengasuh
lansia. Ya, biasanya orangtua lansia ditemani atau dirawat oleh pengasuh
lansia. Pengasuh lansia merupakan orang yang profesional dan
berpengalaman dalam memberikan perawatan yang tepat bagi orang lansia
dengan memberikan obat-obatan tepat waktu dan membantu kebutuhan
lainnya. Oleh sebab itu, penting bagi para pengasuh lansia untuk senantiasa
menjaga kebersihan pada situasi seperti ini. Pastikan mereka mencuci
tangan dengan benar sebelum menyiapkan kebutuhan bagi orang lansia.
Selain itu, ingatkan pengasuh lansia untuk rutin membersihkan permukaan
benda di rumah, terutama peralatan atau barang yang sering digunakan
lansia, seperti kursi roda atau alat bantu jalan lainnya.
f. Sering mencuci tangan
melindungi lansia dari penularan virus corona yang tak kalah penting
adalah sering mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir selama
minimal 20 detik. Lakukan cuci tangan sebelum atau sesudah makan,
setelah menggunakan toilet, dan sesaat setelah menyentuh permukaan
benda yang sering disentuh oleh orang banyak.
g. Hindari menyentuh mata, hidung, dan mulut sampai tangan sudah besih
Tips melindungi lansia dari penularan virus corona lainnya adalah
dengan senantiasa mengingatkan ibu/ayah/kakek/nenek di rumah untuk
tidak menyentuh mata, hidung, dan mulut, hingga tangan sudah dalam
kondisi bersih sempurna. Pasalnya, orang lansia mungkin menyentuh benda
apa pun yang berada di sekitarnya setiap saat. Tanpa disadari, permukaan
benda-benda tersebut dapat berisiko meningkatkan penyebaran virus di
tangannya. Saat tangan menyentuh mata, hidung, dan mulut, maka virus
dapat masuk ke dalam tubuh sehingga membuat lansia rentan jatuh sakit.

10
C. Tips Physical Distancing Pada Lansia
Physical distancing dapat menyebabkan perasaan kesepian, bahkan
dalam keadaan normal. Faktanya, 43 persen orang dewasa berusia 60 tahun ke
atas melaporkan bahwa mereka merasa kesepian jika tidak memiliki kegiatan
dan berinteraksi dengan orang lain. Terlebih rasa ketakutan akan penyakit
baru tanpa pengobatan atau vaksin yang terbukti seperti pandemi virus corona
ini semakin membuat lansia tertekan. Depresi, kecemasan, dan kesedihan
adalah emosi yang sangat umum dalam situasi seperti ini. Oleh karena itu,
lakukan hal berikut untuk mencegah kecemasan yang berlebihan:
a. Menghindari berita sejenak
b. Mengonsumsi makanan yang sehat
c. Membuat rutinitas baru
d. Melakukan video call ataupun hanya telepon biasa untuk berkomunikasi
e. Berolahraga
f. Mendalami hobi
g. Meditasi

11
DAFTAR PUSTAKA
WHO. 2020. Materi komunikasi Risiko COVID-19 Untuk Fasilitas Pelayanan
Kesehatan
Kemenkes Republik Indonesia. 2020. Pedoman Kesiapan Menghadapi Infeksi Novel
Coronavirus (2019-NCOV)

12