Anda di halaman 1dari 4

KASUS ARITMIA

Jelaskan:
1. Deskripsi EKG dari nomor 1-7
2. Diagnosis EKG nomor 1-7
KASUS PERDARAHAN SALURAN CERNA
1. Tn. A, 55 tahun, riwayat sirosis hati sejak 5 tahun, datang ke Unit Gawat Darurat RS YARSI
karena muntah darah sejak 1 hari disertai BAB berwarna hitam sejak 2 minggu yang lalu.
Hasil pemeriksaan gastroskopi menunjukkan varises esophagus.
Jelaskan:
1. Patofisiologi terjadinya perdarahan
2. Tatalaksana

2. Tn. B, 50 tahun, mengeluh BAB berwarna hitam sejak 1 minggu. Pasien memiliki riwayat
penyakit radang sendi dan sering mengkonsumsi obat natrium diklofenak untuk mengatasi
nyerinya. Tekanan darah 90/60 mmHg, nadi 110 x/menit, akral dingin. Pemeriksaan fisik
pada jantung dan paru dalam batas normal, tapi terdapat nyeri tekan di epigastrium,
meskipun tidak ada hepatosplenomegali. Pasien tidak ada riwayat hepatitis kronik
sebelumnya.
Jelaskan:
1. Patofisiologi terjadinya perdarahan
2. Tatalaksana

KASUS INTOKSIKASI
1. Tn. A, 25 tahun dibawa oleh keluarganya ke UGD karena didapatkan tidak sadarkan diri.
Pada pemeriksaan didapatkan TD 80/50 mmHg, frekuensi nadi 128x/menit, frekuensi nafas
16x/menit. Pada mulutnya tercium bau obat pemusnah serangga. Hasil laboratorium glukosa
darah sewaktu 112 mg/dL, natrium 137 mEq/L (normal 135-145 mEq/L) dan kalium 3,6
mEq/L (normal 3,5-5,5 mEq/L).
Jelaskan:
1. Mekanisme intoksikasi organoposfat
2. Tatalaksana intoksikasi organoposfat

2. Tn. B, 24 tahun, dibawa keluarganya ke UGD RS YARSI dalam keadaan tidak sadar.
Tekanan darah 60/palpasi, nadi 120 x/menit, frekuensi nafas 28x/menit, pupil miosis dan
akral dingin. Pada tangannya terlihat luka-luka bekas jarum suntik (needle track).
Jelaskan:
1. Mekanisme intoksikasi opiat
2. Tatalaksana intoksikasi opiat