Anda di halaman 1dari 42

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

“KONFIGURASI ELEKTRON”

MATA PELAJARAN : KIMIA


KELAS / SEMESTER : X/ Ganjil
MATERI POKOK : STRUKTUR ATOM
PENYUSUN : YUNI WANDA LESTARI
SEKOLAH : SMA NEGERI 7 PONTIANAK
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

Nama Sekolah : SMA NEGERI 7 PONTIANAK

Mata Pelajaran : Kimia

Kelas / Semester : X/ Ganjil

Materi Pokok : Struktur Atom

Sub Materi : Konfigurasi Elektron

Alokasi Waktu : 2 x 45 menit

A. Kompetensi Inti

KI 1 KI 2
(SIKAP SPIRITUAL) (SIKAP SOSIAL)
1. Menghayati dan mengamalkan ajaran 2. Menunjukkan perilaku jujur, disiplin,
agama yang dianutnya. tanggung jawab, peduli (gotong royong,
kerjasama, toleran, damai), santun,
responsif dan pro-aktif dan
menunjukkan sikap sebagai bagian dari
solusi atas berbagai permasalahan
dalam berinteraksi secara efektif
dengan lingkungan sosial dan alam
serta dalam menempatkan diri sebagai
cerminan bangsa dalam pergaulan
dunia.
KI 3 KI 4
(PENGETAHUAN) (KETERAMPILAN)
3. Memahami,menerapkan,menganalisis 4. Mengolah, menalar, dan menyaji dalam
pengetahuan faktual, konseptual, ranah konkrit dan ranah abstrak terkait
prosedural berdasarkan rasa ingin tahunya dengan pengembangan dari yang
tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, dipelajarinya di sekolah secara mandiri,
budaya, dan humaniora dengan wawasan dan mampu menggunakan metode
kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, sesuai kaidah keilmuan.
dan peradaban terkait penyebab fenomena
dan kejadian, serta menerap-kan
pengetahuan prosedural pada bidang
kajian yang spesifik sesuai dengan bakat
dan minatnya untuk memecahkan masalah.
B. Kompetensi Dasar dan IPK

Kompetensi Dasar IPK


3.3 Menjelaskan konfigurasi elektron dan 3.3.1 Meembedakan konfigurasi elektron
pola konfigurasi elektron terluar untuk berdasarkan prinsip Aufbau, kaidah Hund
setiap golongan dalam tabel periodik. dan larangan Pauli.

C. Tujuan Pembelajaran
Melalui model pembelajaran Cooperative tipe TPS (Think, Pair, and Share),
peserta didik diharapkan dapat menentukan konfigurasi elektron berdasarkan prinsip
Aufbau, Hund dan larangan Pauli, dan peserta didik dapat memiliki sikap disiplin,
religius, sopan santun, kerja sama, bertanggung jawab dan percaya diri selama
pembelajaran berlangsung serta menumbuhkan keterampilan berkomunikasi yang
baik saat mempresentasikan hasil diskusi

D. Materi Pembelajaran
1. Pengetahuan Faktual :
Patikel penyusun atom adalah proton, elektron dan neutron.
Nomor atom, nomor massa.
Elektron terdiri kulit , sub kulit.
2. Pengetahuan Konseptual :
Prinsip Aufbau ,Aturan Hund dan Larangan Pauli
3. Pengetahuan Prosedural :
Cara menentukan letak unsur dalam suatu tabel periodik.
E. Metode Pembelajaran
Pendekatan : Saintific
Model : Cooperative tipe TPS (Think,Pair,and Share)
Metode : Diskusi kelompok, tanya jawab dan penugasan.
F. Media Pembelajaran
Media/Alat : LKPD, papan tulis, dan LCD
G. Sumber Belajar
1. Buku Kimia SMA Kelas X
2. Bahan Ajar
H. Langkah-langkah pembelajaran

Kegiatan Pembelajaran HOTS/4C/ Alokas Pengukuran Fase


Karakter/ i penilaian Pembelajaran
Literasi Waktu
Pendahuluan
 Pendidik memberi salam dan 15 Lembar Fase 1 :
berdoa sebelum Karakter : menit Observasi Menyampaikan
pembelajaran dimulai.  Religius ( Peer and tujuan dan
 Pendidik mengecek  Literasi Self memotivasi peserta
kehadiran peserta didik, serta (Komunikasi) Assesment ) didik
menyapa peserta didik  Rasa ingin
 Pendidik menyampaikan tahu Berpikir (Think)
apersepsi kepada peserta
didik dengan mengajukan
pertanyaan-pertanyaan materi
sebelumnya :
“kalian sudah mempelajari
tentang teori mekanika
kuantum kan? “kalian sudah
mempelajari tentang bilangan
kuantum, coba sebutkan apa
saja jenis-jenis bilangan
kuantum?”
“hari ini kita akan belajar
mengenai konfigurasi
elektron.Bagaimana sudah
siap untuk belajar materi
ini?”
“tentunya harus siap ya.”
 Pendidik memberi motivasi
belajar secara kontekstual
sesuai manfaat dan aplikasi
materi ajar dalam
pembelajaran.
Seperti :
“manfaat yang akan kita
peroleh jika kita memahami
dan mengerti tentang
konfigurasi elektron serta
penentuan letak unsurnya
yaitu kita akan lebih mudah
untuk mengetahui letaknya
dalam tabel periodik dan
tentunya kita akan
mengetahui sifat-sifat
unsurnya.”
 Pendidik menjelaskan tujuan
pembelajaran atau
kompetensi dasar yang akan
dicapai.
1. Peserta didik dapat
mengetahui
penulisan konfigurasi
elektron berdasarkan
prinsip Aufbau,
aturan Hund dan
larangan Pauli.

Kegiatan Inti
 Menginformasikan 60 Fase 2 : Menyajikan
pengertian konfigurasi  Literasi menit Informasi
elektron dan menjelaskan (informasi)
materi konfigurasi elektron.
 Pendidik meminta peserta Fase3:
didik untuk berkelompok Mengorganisasi
yang terdiri dari 2 orang dan peserta didik dalam
melakukan diskusi. kelompok
 Pendidik membagi Lembar
Kerja Peserta Didik (LKPD) Berpasangan (Pair)
yang berupa gambar dan data  Karakter :
terkait penulisan konfigurasi rasa ingin
elektron berdasarkan Prinsip tahu, saling
Aufbau , aturan Hund , dan menghargai,
larangan Pauli. tanggung
 Peserta didik mengamati jawab
gambar yang disajikan
dalam Lembar Kerja Peserta  Berpikir kritis
Didik (LKPD) yaitu gmbar (HOTS)
berupa:  Komunikasi
diagram tingkat energi  Literasi
orbital serta penulisan dalam
bentuk deret (prinsip aufbau)
diagram orbital berdasarkan
konfigurasi elektron (aturan
Hund)
diagram orbital pada
konfigurasi elektron serta
data bilangan kuantum
(larangan Pauli)
 Berdasarkan gambar yang
diamati, kemungkinan
peserta didik akan
mengajukan pertanyaan,
seperti :
“bagaimana cara penulisan
konfigurasi elektron
berdasarkan diagram tingkat
energi orbital?”
“bagaimana prinsip Aufbau  Berpikir kritis
dalam konfigurasi elektron?” (HOTS)
“ bagaimana aturan Hund  Komunikasi
dalam konfiurasi elektron?”  Literasi
“bagaimana larangan Pauli
dalam konfigurasi elektron?” Fase 4 :
Membimbing
 Pendidik membimbing kelompok bekerja
kelompok-kelompok belajar dan belajar
pada saat peserta didik
mengerjakan tugas

Peserta didik menganalisis


gambar yang disajikan dalam
Lembar Kerja Peserta Didik
(LKPD)
 Berpikir kritis
Prinsip Aufbau
(HOTS)
 Mengidentifikasi diagram
 Komunikasi
tingkat energi orbital yang
 Literasi
terendah sampai tertinggi
 Menganalisis cara
penulisan konfigurasi
elektron dari gambar yang
diberikan
 Mencari penjelasan
prinsip aufbau dari
berbagai literatur
Aturan Hund
 Menganalisis diagram
orbital dari konfigurasi
elektron
 Menganalisis hubungan
konfigurasi elektron
dengan diagram orbital
 Mencari pengertian
mengenai aturan Hund
dari berbagai sumber
Larangan Pauli
 Mengidentifikasi ada
tidaknya elektron yang
memiliki bilangan
kuantum sama
berdasarkan konfigurasi
elektron pada diagram
orbital
 Mencari materi larangan
Pauli dari berbagai sumber

1. Peserta didik
mendiskusikan hasil
 Percaya diri
analisis yang diperoleh
 Komunikasi
terkait cara penulisan
konfigurasi elektron
berdasarkan tingkat
energi orbital dan
diagram orbital, serta ada
tidaknya kesamaan
bilangan kuantum dalam
konfigurasi elektron dan
diagram orbital.
2. Peserta didik
menyimpulkan cara
penulisan konfigurasi
elektron berdasarkan
prinsip Aufbau, aturan
Hund, serta larangan Fase 5 : Evaluasi
Pauli. Berbagi (Share)
 Pendidik memanggil
perwakilan kelompok untuk
mengkomunikasikan hasil
diskusi.

Peserta didik yang terpilih


difasilitasi untuk
mempresentasikan hasil diskusi
kelompoknya sedangkan siswa
dari kelompok lain diberi
kesempatan untuk memberikan
komentar dan tanggapan dengan
bahasa yang baik dan santun.

 Pendidik memberikan
penguatan terhadap hasil
diskusi peserta didik agar
lebih mengerti.

Penutup
 Pendidik memberikan 15 Fase 6 :
apresiasi kepada kelompok menit Memberikan
yang mempresentasikan Penghargaan
hasil diskusi terbaik.
 Pendidik memberikan umpan
balik dengan mengajukan  Berpikir kritis
pertanyaan untuk mengulas (HOTS)
pengetahuan peserta didik  Percaya Diri
tentang materi yang telah  Religious
dipelajari.

 Pendidik memberikan
kesempatan kepada peserta
didik untuk bertanya tentang
materi yang belum
dimengerti.
 Pendidik menginformasikan
rencana kegiatan
pembelajaran untuk
pertemuan berikutnya yaitu:
“pada pembelajaran
selanjutnya kita akan
mempelajari hubungan
konfigurasi elektron dengan
penentuan letak unsur dalam
tabel periodik, peserta didik
diminta untuk membaca
materinya terlebih dahulu.
 Pendidik menutup pelajaran
dengan mengucap salam.

I. PENILAIAN HASIL BELAJAR

Jenis/Teknik penilaian
No Aspek Teknik Bentuk Instrumen
1. Sikap Observasi Lembar Observasi
2. Pengetahuan Tes Tertulis Soal Pilihan ganda dan Essay
3. Keterampilan Observasi Lembar Observasi Keterampilan
J. Remedial dan Pengayaan
 Remedial
Peserta didik yang nilainya belum mencapai ketuntasan belajar diberikan
pembelajaran ulang dan mengerjakan kembali soal-soal.
 Pengayaan
Peserta didik yang nilainya sudah mencapai ketuntasan belajar diberikan latihan soal
dengan level yang lebih tinggi dan materi yang lebih mendalam.

Mengetahui, Pontianak, Agustus 2019

Guru Pamong Mahasiswa PPL


Ummi Yuni Isnita,S.Hut Yuni Wanda Lestari
NIP.19780619 200501 2 010

Dosen Pembimbing

……………………………….
NIP.

LAMPIRAN

Instrument Penilaian / Lembar Observasi

(Peer Assasmen)

Nama penilaian :

Nama yang dinilai :


Petunjuk : Berilah tanda cek (√) pada kolom skor sesuai sikap tanggung jawab yang
ditampilkan oleh peserta didik, dengan kriteria sebagai berikut :

4 = selalu, apabila selalu melakukan sesuai pernyataan

3 = sering, apabila sering melakukan sesuai pernyataan dan kadang-kadang tidak melakukan.

2 = kadang-kadang, apabila kadang-kadang melakukan dan sering tidak melakukan.

1 = tidak pernah, apabila tidak pernah melakukan.

No Sikap Pernyataan Skor penilaian


4 3 2 1
1. Disiplin 1. Masuk kelas tepat waktu.
2. Mempersiapkan materi yang akan
di diskusikan.
3. Menaati aturan cara presentasi
diskusi kelompok.

2. Berani 1. Berani presentasi di depan kelas.


2. Berani memberikan kritik.
3. Berani menyampaikan pendapat
4. Berani mengajukan pertanyaan.

3. Tanggung jawab 1.  Mengerjakan tugas yang telah di


bagikan saat sesi diskusi
4. Percaya diri 1. Berpendapat atau melakukan kegiatan
tanpa ragu-ragu.
2. Mampu membuat keputusan
dengan cepat.
3. Tidak canggung dalam bertindak

6 Rasa ingin tahu 1. Antusias dalam mencari informasi


5. terkait materi pembelajaran
2. Antusias dalam menjawab
pertanyaan
6. Kritis 1. Memberikan solusi untuk setiap
masalah
2. Menyanggah pernyataan jika ada
yang salah
7. Literasi 1. Mencari literatur untuk
memecahkan masalah
2. Membaca buku dan sumber yang
relevan untuk menjawab
pertanyaan
8. Saling menghargai 1. Mendengarkan pendapat teman
dengan baik
2. Memberi kesempatan teman untuk
berbicara

LAMPIRAN

INSTRUMEN PENILAIAN PSIKOMOTORIK

Nama / Kelompok : …………………………../………………

Kelas : ………………

Berilah tanda ceklis ( ) pada kolom skor sesuai dengan kriterian penilian

Skor
No Aspek yang dinilai
0 1 2 3
1 Membuka dan menutup presentasi
2 Penggunaan bahasa
3 Ketepatan intonasi dan kejelasan artikulasi
Kemampuan mempertahankan dan menanggapi
4
pertanyaan atau sanggahan
5 Kesesuaian jawaban dengan soal
Jumlah skor

Nilai

Skor yang diperoleh


Nilai = × 100
Skor maksimal
RUBRIK PENILAIAN PSIKOMOTORIK

Kriteria Penilaian (Skor)


Aspek yang
No 3 2 1 0
dinilai
(Sangat baik ) (Baik) (Cukup Baik) (Kurang Baik)
Membuka dan Membuka atau
Membuka dan Membuka dan Tidak membuka
menutup presentasi menutup
1 menutup menutup presentasi dan menutup
dengan kurang baik presentasi saja
presentasi dengan baik presentasi
(terbata-bata) dengan baik
Bahasa yang Bahasa yang Bahasa yang Bahasa yang
Penggunaan
2 digunakan sangat digunakan cukup digunakan agak digunakan tidak
bahasa
mudah dipahami mudah dipahami sulit dipahami bisa dipahami
Penyampaian
Penyampaian
Penyampaian materi materi disajikan
Penyampaian materi materi disajikan
Ketepatan disajikan dengan dengan intonasi
disajikan dengan dengan intonasi
intonasi dan intonasi yang agak yang kurang
3 intonasi yang tepat yang tidak tepat
kejelasan tepat dan tepat dan
dan artikulasi/lafal dan
artikulasi artikulasi/lafal yang artikulasi/lafal
yang jelas artikulasi/lafal
agak jelas yang kurang
yangtidak jelas
jelas
Kemampuan Kurang mampu
mempertahankan Mampu mempertahanka
Mampu
dan menanggapi mempertahankan dan n dan Tidak mampu
mempertahankan dan
pertanyaan atau menanggapi menanggapi mempertahankan
4 menanggapi
sanggahan pertanyaan/sanggaha pertanyaan atau dan menanggapi
pertanyaan/sanggaha
n dengan arif dan sanggahan pertanyaan
n dengan baik
bijaksana dengan cukup
baik
Kesesuaian Jawaban sesuai Jawaban kurang Jawaban tidak Tidak dapat
jawaban dengan dengan soal yang sesuai dengan soal sesuai dengan menjawab soal
5
soal ditanyakan yang ditanyakan soal yang
ditanyakan

MATERI
A. KOMPETENSI INTIINTI (KI)
KOMPETENSI

KI 1 : Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya.


KI 2 : Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur,disiplin,santun,peduli
(gotong royong,kerjasama, toleran,damai),bertanggung jawab, responsive, dan
pro-aktif, dalam berinteraksi secara efektif sesuai dengan perkembangan anak di
lingkungan, keluarga, sekolah, masyarakat, dan lingkungan alam sekitar, bangsa,
negara, kawasan regional, dan kawasan internasional.
Kedua kompetensi tersebut (KI 1 dan KI 2) dicapai melalui pembelajaran tidak
langsung (indirect teaching), yaitu keteladanan, pembiasaan, dan budaya sekolah
dengan memperhatikan karakteristik mata pelajaran serta kebutuhan dan kondisi
peserta didik.
KI 3 : Memahami, menerapkan, menganalisis dan mengevaluasi pengetahuan
faktual, konseptual, prosedural, dan metakognitif pada tingkat teknis, spesifik,
detil, dan kompleks berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan,
teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan,
kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian,
serta menerapkan pengetahuan pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan
bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah
KI 4 : Menunjukkan keterampilan menalar, mengolah, dan menyaji secara
efektif, kreatif,produktif, kritis, mandiri, kolaboratif, komunikatif, dan solutif
dalam ranah konkret dan abstrak terkait dengan pengembangan dari yang
dipelajarinya di sekolah, serta mampu menggunakan metoda sesuai dengan kaidah
keilmuan.
B. KOMPETENSI DASAR DAN INDIKATOR

Kompetensi Dasar IPK


3.3 Menjelaskan konfigurasi elektron dan 3.3.1 Meembedakan konfigurasi elektron
pola konfigurasi elektron terluar untuk berdasarkan prinsip Aufbau, kaidah Hund
setiap golongan dalam tabel periodik. dan larangan Pauli.

C. URAIAN MATERI

Konfigurasi Elektron dan Diagram Orbital


Orbital adalah bagian dari subkulit atom, sebagai daerah yang paling mungkin ditempati
elektron. Dalam penyusunan diagram orbital, sebuah elektron disimbolkan dengan anak panah
menghadap ke atas atau menghadap ke bawah. Anak panah yang menghadap ke atas biasanya
melambangkan elektron dengan spin +½, sedangkan anak panah menghadap ke bawah
melambangkan elektron dengan spin -½. Untuk menandai distribusi orbital dalam atom, anak
panah ini diletakkan pada garis horizontal, dalam lingkaran, atau dalam kotak.

Diagram orbital digunakan untuk memudahkan penentuan bilangan kuantum magnetik


dan bilangan kuantum spin. Adapun bilangan kuantum utama dan azimut dapat ditentukan
dengan mudah hanya dengan melihat konfigurasi elektronnya.

Dalam penulisan konfigurasi elektron dan diagram orbital perlu berlandaskan pada tiga
prinsip utama yaitu prinsip aufbau, aturan Hund dan larangan Pauli.

A. Asas Aufbau
Asas Aufbau menyatakan bahwa :“Pengisian elektron dimulai dari subkulit yang
berenergi paling rendah dilanjutkan pada subkulit yang lebih tinggi energinya”. Dalam setiap sub
kulit mempunyai batasan elektron yang dapat diisikan yakni :

Subkulit s maksimal berisi 2 elektron


Subkulit p maksimal berisi 6 elektron
Subkulit d maksimal berisi 10 elektron
Subkulit f maksimal berisi 14 elektron

Berdasarkan ketentuan tersebut maka urutan pengisian (kofigurasi) elektron mengikuti tanda
panah pada gambar berikut!

Berdasarkan diagram di atas dapat disusun urutan konfigurasi elektron sebagai berikut :

1s2 2s2 2p6 3s2 3p6 4s2 3d10 4p6 5s2 …. dan seterusnya

Keterangan :
Jumlah elektron yang ditulis dalam konfigurasi elektron merupakan jumlah elektron
maksimal dari subkulit tersebut kecuali pada bagian terakhirnya yang ditulis adalah elektron
sisanya. Perhatikan contoh di bawah ini :

Jumlah elektron Sc adalah 21 elekron kemudian elektron-elektron tersebut kita isikan


dalam konfigurasi elektron berdasarkan prinsip aufbau di atas. Coba kalian perhatikan, ternyata
tidak selalu kulit yang lebih rendah ditulis terlebih dahulu (4s ditulis dahulu dari 3d). Hal ini
karena semakin besar nomor kulitnya maka selisih energi dengan kulit di atasnya semakin kecil
sementara jumlah sub kulitnya semakin banyak sehingga terjadi tumpang tindih urutan energi
sub kulitnya. Untuk mempermudah penilisan tingkatenerginya digunakan prinsip aufbau di atas.
Untuk keteraturan penulisan, 3d boleh ditulis terlebih dahulu dari 4s namun pengisian
elektronnya tetap mengacu pada prinsip aufbau. hal ini terkesan remeh tapi penting..... jadi bila
kalian disuruh menuliskan bilangan kuantum dari elektron terakhir dari Sc maka elektron
tersebut terletak pada sub kulit 3d bukan 4s, walau dalam penulisan terakhir sendiri adalah sub
kulit 4s.....cirinya pada sub kulit 3d tidak terisi penuh elektron sedangkan sub kulit 4s nya terisi
penuh.

Penulisan konfigurasi elektron dapat disingkat dengan penulisan atom dari golongan gas
mulia yaitu : He (2 elektron), Ne (10 elektron), Ar (18 elektron), Kr (36 elektron), Xe (54
elektron) dan Rn ( 86 elektron). Hal ini karena pada konfigurasi elektron gas mulia setiap sub
kulitnya terisi elektron secara penuh.

Skema yang digunakan untuk memudahkan penyingkatan sebagai berikut :

Contoh penyingkatan konfigurasi elektron :

Konfigurasi elektron dalam atom selain diungkapkan dengan diagram curah hujan, seringkali
diungkapkan dalam diagram orbital. Ungkapan yang kedua akan bermanfaat dalam menentukan
bentuk molekul dan teori hibridisasi.
Yang harus diperhatikan dalam pembuatan diagram orbital :
1. Orbital-orbital dilambangkan dengan kotak
2. Elektron dilambangkan sebagai tanda panah dalam kotak
3. Banyaknya kotak ditentukan berdasarkan bilangan kuantum magnetik, yaitu:
4. Untuk orbital-orbital yang berenergi sama dilambangkan dengan sekelompok kotak yang
bersisian, sedangkan orbital dengan tingkat energi berbeda digambarkan dengan kotak yang
terpisah.
5. Satu kotak orbital berisi 2 elektron, satu tanda panah mengarah ke atas dan satu lagi mengarah
ke bawah. Pengisan elektron dalam kotak-kotak orbital menggunakan aturan Hund.

B. Asas Hund

Friedrich Hund (1927), seorang ahli fisika dari Jerman mengemukakan aturan pengisian
elektron pada orbital yaitu :
“orbital-orbital dengan energi yang sama, masing-masing diisi lebih dulu oleh satu elektron arah
(spin) yang sama dahulu kemudian elektron akan memasuki orbital-orbital secara urut dengan
arah (spin) berlawanan atau dengan kata lain dalam subkulit yang sama semua orbital masing-
masing terisi satu elektron terlebih dengan arah panah yang sama kemudian sisa elektronnya
baru diisikan sebagai elektron pasangannya dengan arah panah sebaliknya”.
Coba perhatikan contoh diagram elektron di bawah ini, khususnya pada bagian akhirnya :

Pada pengisian diagram orbital unsur S pada konfigurasi 3p4, 3 elektron diisikan terlebih dahulu
dengan gambar tanda panah ke atas baru sisanya 1 elektron digambar dengan tanda panah ke
bawah.
C. Asas larangan Pauli 
Pauli mengemukakan hipotesisnya yang menyatakan bahwa dalam satu atom tidak
mungkin dua elektron mempunyai keempat bilangan kuantum sama. Misal, 2 elektron akan
menempati subkulit 1s. Tiga bilangan kuantum pertama akan mempunyai nilai yang sama (n = 1,
l = 0, m = 0). Untuk itu bilangan kuantum yang terakhir, yaitu bilangan kuantum spin(s) harus
mempunyai nilai berbeda ( + 1/2 atau -1/2 ).

Dengan kata lain, setiap orbital maksimal hanya dapat terisi 2 elektron dengan arah spin
berlawanan. Sebagai contoh, pengisian elektron pada orbital 1s digambarkan sebagai berikut.

Mengapa pada satu orbital hanya dapat ditempati maksimal oleh dua elektron? Karena jika
ada elektron ketiga, maka elektron tersebut pasti akan mempunyai spin yang sama dengan salah
satu elektron yang terdahulu dan itu akan melanggar asas larangan Pauli dengan demikian tidak
dibenarkan. Jumlah elektron maksimal untuk tiap subkulit sama dengan dua kali dari jumlah
orbitalnya.

 orbital s maksimal 2 elektron


 orbital p maksimal 6 elektron
 orbital d maksimal 10 elektron, dan
 orbital f maksimal 14 elektron.

DAFTAR PUSTAKA

Utami, Budi, dkk, 2009. Kimia Untuk SMA /MA Kelas X Program Ilmu Alam, Jakarta: Penerbit
Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional.

Purba, Michael, 2006, Kimia Untuk SMA Kelas XI, Jakarta; Penerbit Erlangga
Lembar Soal Post-Test
Konfigurasi Elektron
Nama :
Kelas :
Hari/Tanggal:

Jawablah pertanyaan dibawah ini dengan benar dan jelas!


1. Tentukan konfigurasi elektron unsur-unsur berikut berdasarkan prinsip Aufbau.
a. 11Na
b. 15P
c. 26Fe
2. Tentukan diagram orbital untuk unsur-unsur berikut berdasarkan prinsip aturan Hund.

a. 7N 
b. 9F
c. 24 Cr
3. Tentukan bilangan kuantum dan diagram orbital yang dimiliki oleh atom-atom berikut.

a. 19K
b. 20Ca
KISI-KISI SOAL POST-TEST
Kompetensi Inti 3 :
Memahami ,menerapkan, menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, prosedural berdasarkan rasa ingintahunya tentang ilmu
pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait
penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan
minatnya untuk memecahkan masalah.

Indikator Indikator Nomor


Jenjang Butir Soal Kunci Jawaban Skor Nilai
Pencapaian Soal Soal
3.3.1 Membedakan
1. Tentukan konfigurasi elektron
konfigurasi elektron Siswa dapat
menentukan unsur-unsur berikut
berdasarkan prinsip a. 11Na : 1s1 2s2 2p6 3s1 1
konfigurasi C2 berdasarkan prinsip Aufbau. b. 15P : 1s1 2s2 2p6 3s2 3p3 1
Aufbau, aturan Hund electron 1 (Bobot
a. 11Na c. 26Fe : 1s1 2s2 2p6 3s2 3p6 4s2 3p6 1
berdasarkan 2)
dan larangan Pauli b. 15P
prinsip
c. 26Fe
Aufbau
3.3.2
30
Menghubungkan Siswa dapat 2 C2 2. Tentukan diagram orbital 7
2 2 3
N = 1s  2s  2p  diagram orbitalnya
konfigurasi elektron menentukan (Bobot yaitu: 1
untuk unsur-unsur berikut
diagram 2) 1
elektron dengan letak orbital berdasarkan prinsip aturan
unsur dalam sistem menurut Hund.
aturan Hund
periodik unsur a. 7N  2. 9F = 1s2 2s2 2p5
1
b. 9F
c. 24Cr

3. 24Cr = (Ar) 30
3d4 4s2 (aturan Hund)

a. 19K = (Ar) 4s1

n = 4, = 0, m = 0, dan s = + ½
3. Tentukan bilangan kuantum dan
40
Siswa dapat diagram orbital yang dimiliki oleh atom-
menentukan 1
C2 atom berikut. b. 20Ca= (Ar) 4s2
diagram 1
3 (Bobot
orbital dan 1
2) a. 19K n = 4, l = 0, m = 0, dan s = - ½ 
bilangan 1
kuantum b. 20Ca

TOTAL NILAI 100

PEDOMAN PENSKORAN
Jumlah skor
Nilai= x 100
Skor maksimal
No Nilai Peserta Didik Kategori
.
1. 83-100 Tuntas
2. Kurang dari 83 Tidak Tuntas
REMEDIAL
A. Materi Remedial

Dalam penulisan konfigurasi elektron dan diagram orbital perlu berlandaskan pada
tiga prinsip utama yaitu prinsip aufbau, aturan Hund dan larangan Pauli.
Asas Aufbau menyatakan bahwa :“Pengisian elektron dimulai dari subkulit yang
berenergi paling rendah dilanjutkan pada subkulit yang lebih tinggi energinya”. Dalam setiap
sub kulit mempunyai batasan elektron yang dapat diisikan yakni :
Subkulit s maksimal berisi 2 elektron
Subkulit p maksimal berisi 6 elektron
Subkulit d maksimal berisi 10 elektron
Subkulit f maksimal berisi 14 elektron
Asas Hund untuk menyatakan distribusi elektron-elektron pada orbital-orbital dalam
suatu subkulit, konfigurasi elektron dapat dituliskan dalam bentuk diagram orbital. Dua
elektron yang menghuni satu orbital dilambangkan dengan dua anak panah yang berlawanan
arah. Jika orbital hanya mengandung satu elektron, anak panah dituliskan mengarah ke atas.

Asas larangan Pauli, dengan adanya larangan Pauli ini, maka elektron yang dapat
menempati suatu subkulit terbatas hanya dua kali dari jumlah orbitalnya. Jumlah maksimum
elektron adalah sebagai berikut :
 
Soal Remedial
Konfigurasi Elektron
Nama :
Kelas :
Hari/Tanggal :
Jawablah pertanyaan di bawah ini dengan benar dan jelas!
1. Jelaskan beberapa istilah berikut ini !
    a. Prinsip Aufbau
    b. Kaidah Hund
    c. Asas larangan Pauli
2. Terdapat beberapa unsur dibawah ini :
 6C
 8O

 15P
 13Al

 16S

Berdasarkan data di atas tentukan unsur manakah yang memiliki diagram electron valensi
berikut !

?? ? ? ?

n
s np
KISI-KISI SOAL POST-TEST
Kompetensi Inti 3 :
Memahami ,menerapkan, menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, prosedural berdasarkan rasa ingintahunya tentang ilmu
pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait
penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan
minatnya untuk memecahkan masalah.

Indikator Indikator Nomor


Jenjang Butir Soal Kunci Jawaban Skor Nilai
Pencapaian Soal Soal
Asas Aufbau menyatakan
bahwa :“Pengisian elektron dimulai
dari subkulit yang berenergi paling
3.3.1 Membedakan rendah dilanjutkan pada subkulit
yang lebih tinggi energinya”
konfigurasi elektron
Asas Hund untuk menyatakan
berdasarkan prinsip
Siswa dapat distribusi elektron-elektron pada
1. Jelaskan beberapa istilah berikut ini ! orbital-orbital dalam suatu subkulit,
Aufbau, aturan Hund menjelaskan C2
1
    a. Prinsip Aufbau konfigurasi elektron dapat dituliskan
prinsip 1 60
dan larangan Pauli 1 (Bobot     b. Kaidah Hund dalam bentuk diagram orbital. Dua
Aufbau, hund 1
2)     c. Asas larangan Pauli elektron yang menghuni satu orbital
dan larangan dilambangkan dengan dua anak
3.3.2 Menghubungkan
pauli. panah yang berlawanan arah.
konfigurasi elektron Asas larangan Pauli, dengan adanya
elektron dengan letak larangan Pauli ini, maka elektron
yang dapat menempati suatu subkulit
unsur dalam sistem terbatas hanya dua kali dari jumlah
periodik unsur orbitalnya.

Siswa dapat C2 2. Terdapat beberapa unsur dibawah ini : Konfigurasi elektron Karbon
2 2 2 2
menentukan (Bobot 6C : 1s   2s 2p   1
1
?
? ? ?
1
2 2
s p 1

Konfigurasi elektron Oksigen 1


 6C 2 2 4
8O : 1s   2s 2p  
 8O
40
 15P ? ?
 13Al ? ? ?  ?
 16S

2 2
Berdasarkan data di atas tentukan unsur
diagram s p
manakah yang memiliki diagram electron
electron valensi berikut !
valensi suatu 2) Konfigurasi elektron Posfor
2 3
15P : [Ne] 3s 3p  
unsur ?? ? ? ?
?
n ? ? ?  ?
s np
3 3
s p

Konfigurasi elektron Alumunium


2 1
13Al : [Ne] 3s 3p  

?
? ?  

3 3
s p
Konfigurasi elektron Neon
2 4
16Ne : [Ne] 3s 3p  

? ?
? ? ? ?

3 3
s p
TOTAL NILAI 100

PEDOMAN PENSKORAN
Jumlah skor
Nilai= x 100
Skor maksimal
No Nilai Peserta Didik Kategori
.
1. 83-100 Tuntas
2. Kurang dari 83 Tidak Tuntas
PENGAYAAN

A. Materi

Penulisan konfigurasi elektron dapat ditulis dengan cara penyingkatan, yaitu dengan
menggunakan konfigurasi elektron gas mulia yang terdekat. Konfigurasi elektron gas mulia
dapat dilihat pada tabel 1.4.

Tabel 1.4 Konfigurasi elektron gas mulia

Gas Mulia Konfigurasi Elektron


2 He 1s2
10Ne 1s2   2s2   2p6 
18Ar 1s2   2s2   2p6  3s2  3p6
36Kr 1s2   2s2   2p6  3s2  3p6  4s2  3d10  4p6 
54Xe 1s2   2s2   2p6  3s2  3p6  4s2  3d10  4p6  5s2  4d10  5p6 
86Rn 1s2   2s2   2p6  3s2  3p6  4s2  3d10  4p6  5s2  4d10  5p6  6s2  4f14  5d10 6p6 

Penulisan konfigurasi diatas adalah berdasarkan urutan tingkat energi sesuai dengan aturan
Aufbau. Cara lain untuk penulisan konfigurasi elektron adalah berdasarkan pada kulit,
dimana subkulit – subkulit dari kulit yang sama dikumpulkan sesudah itu baru subkulit dari
kulit berikutnya.

Berikut ini contoh penulisan konfigurasi elektron dengan cara menyingkat, dengan
menggunakan konfigurasi gas mulia.
                  a.      12Mg : [Ne] 3s2
                  b.      26Fe  : [Ar] 4s2  3d6
                  c .     56I     : [Kr] 5s2  4d10  5p5 atau [Kr] 4d10 5s2  5p5

Kestabilan Subkulit d yang Terisi Penuh atau Setengah Penuh


         
         Terdapat beberapa penyimpangan pengisian elektron berdasarkan asas aufbau dengan
yang ditemukan berdasarkan percobaan. Contohnya, yaitu konfigurasi elektron kromium
(Z=24) dan tembaga (Z=29). Konfigurasi elektron Cr dan Cu berdasarkan asas aufbau adalah
sebagai berikut.
            Cr (Z=24)        : [Ar]  3d4   4s2 
            Cu (Z=29)       : [Ar]  3d9    4s2  
 
 
Konfigurasi elektron Cr dan Cu berdasarkan percobaan adalah sebagi berikut.
            Cr (Z=24)        : [Ar]  3d5   4s1
            
Cu (Z=29)       : [Ar]  3d10   4s1 

       
Sebagaimana dapat diperiksa, konfigurasi dengan dua subkulit terakhir d4 s2  atau d9s2,
cenderung berubah menjadi menjadi  d5 s1 atau d10 s1. Ternyata, subkulit d yang terisis penuh
(d10) atau setengah penuh(d5) lebih stabil

B. Soal Pengayaan
1. Tuliskan konfigurasi beberapa unsur berikut ini, kemudian tentukan jumlah elektron
pada masing-masing kulit atomnya!
   a. K (Z = 19)
   b. Se (Z = 34)
2. Tuliskan konfigurasi elektron dari ion-ion berikut dan tentukan keempat bilangan
kuantum untuk elektron terakhir dari atom.
a. Fe3+ (Z = 26)
b. Cr3+ (Z = 24)
c. O2- (Z = 8)
d. Br– (Z = 35)
Lembar Kerja Peserta
Didik
Konfigurasi Elektron
Kelompok : .........................
Nama Anggota : 1. .......................
2. ........................

Kompetensi Dasar IPK


3.3 Menjelaskan konfigurasi elektron dan 3.3.1 Meembedakan konfigurasi elektron
pola konfigurasi elektron terluar untuk berdasarkan prinsip Aufbau, kaidah Hund
setiap golongan dalam tabel periodik. dan larangan Pauli.
1. Prinsip Aufbau
Aufbau artinya membangun.Menurut prinsip Aufbau elektron di dalam suatu atom
berada dalam kondisi yang stabil bila berada dalam orbital atom dengan tingkat energi
terendah. Oleh karena itu, pengisian elektron dimulai dari orbital dengan tingkat energi
terendah ke tingkat energi tertinggi.
Berdasarkan jumlah energi yang dimiliki setiap orbital, urutan pengisian orbital oleh
elektron berdasarkan aturan Aufbau dapat digambarkan dengan diagram disamping.
Berdasarkan diagram tersebut, dapat disusun konfigurasi elektron dengan urutan sebagai
berikut:
1s, 2s, 2p, 3s, 3p, 4s, 3d, 4p, 5s, 4d, 5p, 6s, 4f, 5d, 6p, 7s, 5f, 6d, 7p, 6f, 7d
Penulisan konfigurasi elektron dapat disingkat berdasarkan konfigurasi elektron
gas mulia (VIIIA). Caranya adalah dengan menuliskan lambang unsur gas mulia di dalam
kurung yang sesuai dengan nomor atomnya kemudian diikuti konfigurasi sisanya.
Berikut adalah konfigurasi elektron gas mulia:
2He = 1s2
10 Ne = 1s2 2s2 2p6
18 Ar = 1s2 2s2 2p63s23p6
36 Kr = 1s2 2s2 2p63s23p64s23d10 4p6
54 Xe = 1s2 2s2 2p63s23p64s23d104p65s24d104p6
86 Rn = 1s2 2s2 2p63s23p64s23d104p65s24d105p64f14 5d10 6p6

LATIHAN

Perhatikan urutan pengisian elektron pada gambar berikut

1. Orbital manakah yang akan lebih dahulu ditempati elektron ?


a. 2s atau 1s ? 1s
b. 2s atau 2p ? ___
c. 2p atau 3s ? ___
d. 4s atau 3d ? ___
e. 6s atau 4f ? ___

2. Orbital apa yang akan ditempati elektron setelah orbital :


a. 3s ? ___
b. 3d ? ___
c. 5p ? ___
d. 5f ? ___
e. 6p ? ___

3. Tulislah konfigurasi elektron unsur-unsur berikut.


a. 7N ………………………………………………………………………………
b. 10Ne ………………………………………………………………………………
c. 11Na ………………………………………………………………………………
d. 19K ……………………………………………………………………………….
e. 21Sc ………………………………………………………………………………

Setelah menjawab pertanyaan di atas, maka dapat diketahui bahwa dalam


penulisan konfigurasi elektron menurut prinsip Aufbau
adalah : ...............................................................................................................
.............. ..............................................................................................................
...............
….........................................................................................................................
.............................................................................................................................
B. Aturan Hund
Konfigurasi elektron dapat ditulis dalam bentuk diagram orbital. Perhatikan
gambar berikut :

Aturan Hund disusun berdasarkan data spektroskopi atom. Aturan ini menyatakan
sebagai berikut :
a. Pengisian elektron ke dalam orbital-orbital yang tingkat energinya sama, misalnya
ketiga orbital-p atau kelima orbital-d. Oleh karena itu, elektron-elektron tidak
berpasangan sebelum semua orbital dihuni.
b. Elektron-elektron yang menghuni orbital-orbital dengan tingkat energi sama, misalnya
orbital pz, px, py. Oleh karena itu, energi paling rendah dicapai jika spin elektron searah.
Setiap sub kulit kecuali sub kulit s tersusun atas beberapa orbital dengan energi
setingkat sehingga bisa terjadi kemungkinan elektron akan menempati mana saja.
Berdasarkan pengamatan spektrum, diketahui bahwa keadaan yang paling rendah
energinya (paling stabil) bila elektron – elektron tersebut tersebar ke semua orbital dengan
arah spin yang sejajar (spin sama), selanjutnya orbital diisi dengan elektron berikutnya
dengan arah spin yang berlawanan. Aturan inilah yang dikenal dengan Aturan Hund.

LATIHAN

1. Tentukan apakah pengisian elektron-elektron berikut ini telah sesuai dengan kaidah hund
atau belum.
a.
↑↓ ............................

1s 2s 2
p
b. ↑↓ ↑ ↑ ↑ ............................

1s 2s 2
p
c.
↑↓ ↑↓ ↑ ............................
2. Gambarkan diagram orbital elektron terakhir dari atom – atom dengan konfigurasi
elektron1sberikut: 2s 2
a. 6C = [He] 2s2 2p2 p

2 2
2 1
b. 21Scs = [Ar] 4s 3d p

4 3
c. 15Ps = [Ne] 3s2 3p3 d

3 3
s p
2 14
d. 82Pb = [Xe] 6s 4f

6 4
s f

5 6
d p

Berdasarkan pernyataan diatas, dalam penulisan konfigurasi elektron menurut


aturan Hund dinyatakan
bahwa : ..............................................................................................................
............... .............................................................................................................
................
….........................................................................................................................
.............................................................................................................................
C. Asas Larangan Pauli
Larangan Pauli menyatakan bahwa “di dalam suatu atom tidak boleh terdapat dua
elektron dengan empat bilangan kuantum yang sama.” Orbital yang sama akan menempati
bilangan kuantum n, l, dan m yang sama. Dengan demikian yang bisa membedakan hanya
bilangan kuantum spin (s) dengan nilai (+ ½ dan – ½ ). Jadi, setiap orbital hanya dapat
berisi 2 elektron dengan arah spin yang berlawanan.Dengan adanya larangan pauli, maka
elektron yang dapat menempati suatu subkulit terbatas hanya dua kali dari jumlah
orbitalnya sehingga jumlah maksimum elektron dalam sub kulit adalah :
 Subkulit s terdiri dari 1 orbital, dapat ditempati oleh maksimum 2 elektron
 Subkulit p terdiri dari 3 orbital, dapat ditempati oleh maksimum 6 elektron
 Subkulit d terdiri dari 5 orbital, dapat ditempati oleh maksimum 10 elektron
 Subkulit f terdiri dari 7 orbital, dapat ditempati oleh maksimum 14 elektron
Periksalah bilangan kuantum setiap elektron dalam orbital 2s2, adakah dua elektron
yang mempunyai ke 4 bilangan kuantum sama?

↑↓

n=2
n=2 n=2
n=2
l=0
l=0 l=0
l=0
m=0
m=0 m=0
m=0
s=+
s=+ s=
s= --

LATIHAN

1. Apakah kedua elektron dengan set bilangan kuantum berikut menempati orbital yang
sama?
a. n=1, l=0, m=0, s=+1/2
n=1, l=0, m=0, s=-1/2

b. n=2, l=1, m=0, s=+1/2


n=2, l=1, m=+1, s=-1/2
c. n=2, l=1, m=0, s=+1/2
n=3, l=1, m=0, s=-1/2

2. Tentukanlah keempat bilangan kuantum yang mungkin pada kulit terluar berikut ini:
a. K = [Ar] 4s1
19

……………………………………………………………………………………………………………………………

b. Fe = [Ar] 4s2 3d6


26

…………………………………………………………………………………….

Buatlah kesimpulan dari pernyataan dari larangan Pauli berdasarkan jawaban


soal di
atas! ....................................................................................................................
......... ...................................................................................................................
..........