Anda di halaman 1dari 4

Nama : Deka Chandra Heryana

Kelas : XI•TKR

Mapel : PCPTKR

Hari/Tanggal : Rabu, 6 Mei 2020

Materi : Sistem Kemudi & Power Steering

Cara Memeriksa, Menyetel dan Merawat Kemudi Mobil


Hidrolik dan konvensial
Kemudi berfungsi untuk membelokkan roda-roda depan mobil sehingga arah jalan mobil sesuai
dengan yang diinginkan pengemudi. Karena kemudi selalu digunakan maka kemudi harus dapat
dicapai dengan mudah tanpa mengakibatkan kelelahan. Untuk itu kemudi harus ringan di dalam
mengggerakkannya. Agar kemudi ringan untuk digerakkan maka perubahan dari arah gerak
kemudi ke roda-roda depan diubah oleh roda kemudi.

Ada bermacam-macam konstruksi roda gigi kemudi, yaitu:

1. Model rack dan pinion.


2. Model peluru.
3. Model screw dan nut.
4. Model screw pin.
5. Model worm dan sector.

Pada roda gigi kemudi, gerak putar dari roda kemudi yang diteruskan ke batang kemudi diubah
menjadi gerak memanjang atau gerak lurus. Gerak lurus tersebut diteruskan ke roda-roda depan
melalui sambungan-sambungan kemudi. Sambungan kemudi ada dua macam, yaitu:

 Model aksel rigid

Model aksel rigid terdiri atas lengan pit man, tuas penyambung, dan lengan knuckle.

 Model suspensi bebas.

Model suspensi bebas terdiri atas lengan knuckle, tuas penyam¬bung, tabung penyetel,
lengan idler, dan lengan pitman.
Pemeriksaan, penyetelan, dan perawatan:

1. Dongkrak bagian depan mobil dan pasang penyangga di bagian yang aman. Kemudian
ganjal roda-roda belakang.
2. Periksa pemasangan pen pengunci pada joint, pengerasan klem tuas penyambung (tie
rod), dan batang lainnya pada sambungan kemudi.
3. Karet penutup pada gigi kemudi jenis rack dan pinion jika rusak harus segera diganti
untuk mencegah masuknya air dan kotoran yang dapat merusakkan gigi kemudi.
4. Beri pelumasan pada sambungan-sambungan kemudi yang dilengkapi dengan nipel
sesuai dengan ketentuan pada buku pedoman servisnya. Nipel yang tersumbat harus
diganti.
5. Buka baut pada lubang pengisi pelumas.
6. Periksa batas permukaannya dengan batang pengukur. Jika terlalu rendah tambahlah
dengan pelumas khusus untuk transmisi. Jika permukaan pelumas terlalu tinggi maka
kurangilah dengan menggunakan karet penghisap.
7. Periksa kebebasan kemudi dengan menggerakkan roda kemudi ke kiri dan ke kanan.
Perhatikan saat lengan pitman mulai bergerak.
8. Setel dengan obeng baut penyetelnya sesuai dengan yang dikehendaki. Penyetelan
dilakukan pada posisi roda depan lurus.
9. Setel posisi roda kemudi. Posisi roda kemudi yang tepat sesuai dengan tanda-tanda yang
ada dan roda berada pada posisi lurus ke depan. Jika tidak, lepas roda kemudi dan pasang
kembali dengan menempatkan alur-alur yang ada pada lubang roda kemudi.
10. Lepas poros utama (batang kemudi). Periksa hal-hal berikut:

 Keadaan poros utama. Mungkin bengkok.


 Kolom utama batang kemudi dari kemungkinan bengkok.
 Pelumasan yang diperlukan pada bagian poros utama dan kolom batang kemudi.

Penguat Kemudi
Untuk memperingan pengemudi dalam memutar roda kemudi sekarang ini banyak sekali mobil-
mobil yang dilengkapi dengan penguat kemudi atau power steering. Penguat kemudi ada
bermacam-macam, antara lain sistem hidrolik dan sistem elektronik. Penguat kemudi sistem
hidrolik terdiri atas sebuah pompa minyak, beberapa saluran minyak, dan tabung penampung
minyak. Di samping memperingan pengemudi, penguat kemudi tersebut menambah kenyamanan
mengemudi karena kejutan-kejutan jalan, ketidak-stabilan, getaran, dan gangguan lainnya tidak
akan sampai ke tangan pengemudi.

Kekurangan dari penguat kemudi sistem hidrolik ini adalah apabila motor tidak dihidupkan maka
penguat kemudi tidak bekerja. Pada penguat kemudi sistem elektronik hal ini tidak terjadi karena
penguat kemudi tidak terpengaruh oleh kerja motor. Penguat kemudi sistem elektronik tidak
memanfaatkan tenaga motor untuk menggerakkan komponennya. Oleh karena itu penguat
kemudi sistem elektronik tidak mengurangi daya motor sehingga juga akan menghemat
pemakaian bahan bakar. Keuntungan lain dari penguat kemudi sistem elektronik adalah
perawatannya lebih mudah karena tidak terjadi kebocoran minyak dan tidak memerlukan tali
sabuk seperti pada penguat kemudi sistem hidrolik.

Sirkuit aliran zat cair pada penguat kemudi hidrolik Keterangan gambar:
A = Reservoir, berfungsi menampung fluida
B = Pipa-pipa dan sldng fleksible, berfungsi untuk memindahkan fluids pada sirkuit aliran
hidrolik
C = Pompa (pump), yang bekerjanya diputar oleh engine (motor) ber¬fungsi untuk
memompakan fluida dari reservoir ke katup pe¬ngontrol (control valve) dengan tekanan tertentu.
D = Katup pengontrol (Control Valve), yang dapat mengatur atau merubah arah aliran fluida,
tekanan aliran fluida, pada, aliran
sistern hidrolik.
E = Silinder tenaga (power cylinder), meneruskan kerja fluida pada sistem hidrolik dan merubah
tenaga hidrolik kembaii menjadi tenaga mekanik pada sistem steering.
F = Katup pengembali (Relief valve), berfungsi mencegah tekanan fluida yang berlebihan dalam
sistem hidrolik.

Pemeriksaan dan perawatan penguat kemudi hidrolik:

1. Hidupkan motor dan kemudian putar roda kemudi ke kiri dan ke kanan beberapa kali.
Matikan motor dan periksa ketinggian minyak penguat kemudi. Kalau ketinggiannya
berkurang maka tambahkan minyak sampai batas maksimumnya.
2. Bersihkan semua rembesan saluran minyaknya dan periksalah apakah ada tetesan atau
rembesan minyak dari saluran-saluran minyak, sambungan dan tabung penampung
minyak.
3. Hidupkan lagi motor, putar roda kemudi ke kanan dan ke kiri kemudian matikan motor.
4. Periksa sekali lagi apakah terdapat kebocoran pada saluran dan tabung penampung
minyak. Bila terdapat kebocoran maka segera perbaiki atau ganti komponennya dengan
yang baru.
5. Periksa apakah ada gelembung-gelembung udara pada tabung penampung minyak. Jika
ada gelembung-gelembung udara pada tabung maka akan mengganggu kerja sistem
penguat kemudi seperti halnya pada sistem rem hidrolik.
6. Untuk membuang udara yang terjebak di dalam sistem penguat kemudi lakukan cara
berikut:
o Dongkrak bagian depan mobil dan kemudian pasang penyangga di bagian yang
aman.
o Putar roda kemudi sampai habis ke kanan dan ke kiri.
o Apabila minyak di dalam tabung penampung berkurang maka tambahkan minyak
sampai batas maksimum. Kerjakan secara berulang-ulang sampai gelembung-
gelembung udara pada sistem penguat kemudi hilang.
o Turunkan mobil dari penyangga/dongkrak pelan-pelan. Periksa sekali lagi jumlah
minyak pada tabung penampung. Jika berkurang, tambahlah secukupnya.
7. Periksa kondisi tali penggerak pompa. Tali yang retak atau aus sekali harus diganti. Jika
tali penggerak pompa penguat kemudi kendor, setel lagi kekencangannya.