Anda di halaman 1dari 4

NAMA : NI LUH MANIK SUGIANTINI

NIM : 1903511096
KELAS :B

1. Adaptasi adalah salah satu ciri dari makhluk hidup dalam menyesuaikan diri terhadap
kondisi sekitarnya (lingkungannya). Tujuan dari adaptasi ini adalah untuk
mempertahankan keberlangsungan hidupnya. Dalam artian, apabila suatu oraganisme
dapat beradaptasi dengan baik dalam suatu lingkungan, maka ia akan tetap hidup dan
berkembang biak. Namun, apabila organisme tersebut tidak dapat beradaptasi dengan baik,
maka sudah dapat dipastikan akan mati dan mengalami kepunahan.

2. A. Pengertian tumbuhan hidrofit (tumbuhan air) adalah tumbuhan yang sudah


menyesuaikan diri untuk hidup pada lingkungan perairan, baik itu terbenam seluruhnya,
atau terbenam sebagian. Hidrofit (tumbuhan air) ini mempunyai ketergantungan hidup
pada air, tidak sekadar tanah yg becek serta kadang – kadang kering. Meskipun istilah
hidrofit itu sendiri sering dipakai juga untuk jenis tumbuhan yang dapat beradaptasi
dengan kondisi becek. Ciri-ciri tumbuhan hidrofit ini antara lain memiliki kutikula tipis
untuk mencegah kehilangan air; memiliki stomata yang terbuka pada kebanyakan waktu
karena adanya air yg melimpah; memiliki daun yg rata berfungsi untuk mengapung
dipermukaan air; memiliki akar yang kecil, karena air dapat langsung tersebar ke daun;
dan memiliki akar ringan berfungsi mengambil oksigen dari dalam. Contoh tumbuhan
hidrofit antara lain tumbuhan paku air yang merupakan anggota bangsa Salviniales,
Ceropteris thalictroides; beberapa tumbuhan lumut (seperti Riccia dan Ricciocarpus).

B. Pengertian tumbuhan xerofit adalah jenis tumbuhan yang telah bisa beradaptasi dengan
lingkungan kering, sehingga tumbuhan ini bisa hidup di cuaca yg sangat panas dan kering,
meskipun hanya memiliki sedikit air. Ciri-cirinya, antara lain: mempunyai lapisan
permukaan tubuh (permukaan daun) yang telah dilapisi oleh lapisan lilin, dan lapisan lilin
ini sangat berfungsi untuk mengurangi penguapan air. Selain itu daunya berbentuk duri yg
memiliki fungsi untuk mengurangi penguapan air juga. Akar tumbuhan xerofit ini pun
sangat panjang yang berfungsi untuk mencari air didalam tanah. Bagian batangnya
mengandung cadangan air yang banyak. Beberapa contoh tumbuhan xerofit antara lain:
Lili gurun, kaktus, lidah buaya, pohon kurma, setawar, aloevera, dan juga senseveria.
C. Pengertian tumbuhan mesofit ialah jenis tumbuhan yang dapat hidup didaerah yang
tidak terlalu kering dan juga tidak terlalu basah. Beberapa contoh tumbuhan mesofit ini
bisa dengan mudah ditemui, seperti tumbuhan mangga, tumbuhan pisang, tumbuhan
pepaya, tumbuhan rambutan, tumbuhan dikotil dan tumbuhan monokotil lainnya.

3. A. Cekaman Panas. Panas berlebihan dapat mengganggu dan akhirnya membunuh suatu
tumbuhan dengan cara mendenaturasi enzim-enzimnya dan merusak metabolismenya
dalam berbagai cara. Salah satu fungsi transpirasi adalah pendinginan melalui penguapan.
Pada hari yang panas, misalnya temperature daun berkisar 3°C sampai 10°C di bawah
suhu sekitar. Tentunya, cuaca panas dan kering juga cenderung menyebabkan kekurangan
air pada banyak tumbuhan; penutupan stomata sebagai respon terhadap cekaman ini akan
menghemat air, namun mengorbankan pendinginan melalui penguapan tersebut. Sebagian
besar tumbuhan memiliki respon cadangan yang memungkinkan mereka untuk bertahan
hidup dalam cekaman panas Di atas suatu temperature tertentu- sekitar 40°C pada
sebagian besar tumbuhan yang menempati daerah empat musim, sel-sel tumbuhan mulai
mensintesis suatu protein khusus dalam jumlah yang cukup banyak yang disebut protein
kejut panas (heatshock protein). Protein kejut panas ini kemungkinan mengapit enzim
serta protein lain dan membantu mencegah denaturasi.

B. Cekaman Air

- Respon terhadap Cekaman Kelebihan Air

Dampak genangan air adalah menurunkan pertukaran gas antara tanah dan udara yang
mengakibatkan menurunnya ketersediaan O2 bagi akar, menghambat pasokan O2 bagi
akar dan mikroorganisme (mendorong udara keluar dari pori tanah maupun menghambat
laju difusi). Genangan berpengaruh terhadap proses fisiologis dan biokimiawi antara lain
respirasi, permeabilitas akar, penyerapan air dan hara, penyematan N. Genangan
menyebabkan kematian akar di kedalaman tertentu dan hal ini akan memacu pembentukan
akar adventif pada bagian di dekat permukaan tanah pada tanaman yang tahan genangan.
Kematian akar menjadi penyebab kekahatan N dan cekaman kekeringan fisiologis (Staff
Lab Ilmu Tanaman, 2008).

-Respon Terhadap Cekaman Kekeringan

Cekaman kekeringan pada tanaman disebabkan oleh kekurangan suplai air di daerah
perakaran dan permintaan air yang berlebihan oleh daun dalam kondisi laju
evapotranspirasi melebihi laju absorbsi air oleh akar tanaman. Serapan air oleh akar
tanaman dipengaruhi oleh laju transpirasi, sistem perakaran, dan ketersediaan air tanah
(Lakitan, 1996). Kekurangan air akan mengganggu aktifitas fisiologis maupun morfologis,
sehingga mengakibatkan terhentinya pertumbuhan. Defisiensi air yang terus menerus akan
menyebabkan perubahan irreversibel (tidak dapat balik) dan pada gilirannya tanaman akan
mati (Haryati, 2008). Respon tanaman yang mengalami cekaman kekeringan mencakup
perubahan ditingkat seluler dan molekuler seperti perubahan pada pertumbuhan tanaman,
volume sel menjadi lebih kecil, penurunan luas daun, daun menjadi tebal, adanya rambut
pada daun, peningakatan ratio akar-tajuk, sensitivitas stomata, penurunan laju fotosintesis,
perubahan metabolisme karbon dan nitrogen, perubahan produksi aktivitas enzim dan
hormon, serta perubahan ekspresi (Sinaga, 2008). Tumbuhan merespon kekurangan air
dengan mengurangi laju transpirasi untuk penghematan air. Terjadinya kekurangan air
pada daun akan menyebabkan sel-sel penjaga kehilangan turgornya. Suatu mekanisme
control tunggal yang memperlambat transpirasi dengan cara menutup stomata.
Kekurangan air juga merangsang peningkatan sintesis dan pembebasan asam absisat dari
sel-sel mesofil daun. Hormon ini membantu mempertahankan stomata tetap tertutup
dengan cara bekerja pada membrane sel penjaga. Daun juga berespon terhadap kekurangan
air dengan cara lain. Karena pembesaran sel adalah suatu proses yang tergantung pada
turgor, maka kekurangan air akan menghambat pertumbuhan daun muda. Respon ini
meminimumkan kehilangan air melalui transpirasi dengan cara memperlambat
peningkatan luas permukaan daun. Ketika daun dari kebanyakan rumput dan kebanyakan
tumbuhan lain layu akibat kekurangan air, mereka akan menggulung menjadi suatu bentuk
yang dapat mengurangi transpirasi dengan cara memaparkan sedikit saja permukaan daun
ke matahari (Campbell, 2003).

Kedalaman perakaran sangat berpengaruh terhadap jumlah air yang diserap. Pada
umumnya tanaman dengan pengairan yang baik mempunyai sistem perakaran yang lebih
panjang daripada tanaman yang tumbuh pada tempat yang kering. Rendahnya kadar air
tanah akan menurunkan perpanjangan akar, kedalaman penetrasi dan diameter akar
(Haryati, 2006). Hasil penelitian Nour dan Weibel tahun 1978 menunjukkan bahwa
kultivarkultivar sorghum yang lebih tahan terhadap kekeringan, mempunyai perkaran yang
lebih banyak, volume akar lebih besar dan nisbah akar tajuk lebih tinggi daripada lini-lini
yang rentan kekeringan (Goldsworthy dan Fisher, dalam Haryati, 2006).
Senyawa biokimia yang dihasilkan tanaman sebagai respon terhadap kekeringan dan
berperan dalam penyesuaian osmotik bervariasi, antara lain gula-gula, asam amino, dan
senyawa terlarut yang kompatibel. Senyawa osmotik yang banyak dipelajari pada toleransi
tanaman terhadap kekeringan antara lain prolin, asam absisik, protein dehidrin, total gula,
pati, sorbitol, vitamin C, asam organik, aspargin, glisin-betain, serta superoksida
dismutase dan K+ yang bertujuan untuk menurunkan potensial osmotik sel tanpa
membatasi fungsi enzim (Sinaga, 2008).