Anda di halaman 1dari 3

Nama : Deka Chandra Heryana

Kelas : XI•TKR
Mapel : PKKR

1)RELAY 4 KAKI

adalah relay yg mempunyai 4 terminal yaitu 30,85,86, dan 87


30 untuk sumber arus
85 dan 86 sebagai pembuat magnet
87 sebagai beban

cara mengeceknya
85 dan 86 dialiri arus
seharusnya ada bunyi tek atau terminal 30 dan 87 jika di cek dngn multitester ada hubungan

2)FLASHER 2 KAKI DAN 4 KAKI

A.FLASHER 2 KAKI:
Cara pasangnya Plug n Plung alias PNP, hanya saja sebagian type ada yg berkaki 3…
Kalo pada flasher standar hanya ada 2 kaki yang bertuliskan kode L dan B …
L ( lampu ) terhubung ke saklar sein
B ( Batery ) ke positif kontak..

Maka kaki yang satunya pada flasher mobil yang berkode huruf E ( Earth ) tinggal di
sambung ke massa (ground)

Keuntungan flasher mobil ini… kedipan sein tidak bergantung pada watt bohlam sein.
Di jejali watt berapapun.. sein akan tetap berkedip.

Seiring berkembangnya tehnologi.. Kini sudah banyak beredar Flasher khusus buat LED..

B.FLASHER 3 KAKI:
Ada yang berkaki 2 seperti flasher standar, dan ada yang berkaki 3 seperti flasher mobil.
Cara pasangnya pun sama.

Jika di bongkar… Flasher LED ini berisi rangkaian elektronik.


Bukan lagi berujud kumparan seperti flasher standar. Dan pastinya memiliki bobot yang
lebih ringan.
Kelebihan flasher LED ini biasanya terdapat potensio mini sebagai pengatur timing kedipan.
Kelemahan’nya, part ini mudah rusak jika terkena air.

Rangkaian flasher LED inilah yang kemudian berkembang menjadi rangkaian Hazard dan
Strobo…
( patuhi peraturan ya terhadap pemakaian hazard dan strobo )

Hazard di gunakan HANYA pada saat kendaraan berhenti ( dalam masalah )


Sedang strobo HANYA di gunakan oleh kendaraan Polisi, Ambulance atau mobil Jenazah .
3) PEMERIKSAAN SAKLAR/KUNCI KONTAK

A. PEMERIKSAAN SAKLAR (Switch)


1) Periksa sambungan antar terminal yang ada switch (atau konektor switch) dengan
menggunakan multimeter (skala ohmmeter x 1Ω) untuk menentukan benar atau baik
tidaknya sambungan.
2) Tanda “0 0” menunjukkan terminal yang memiliki hubungan (kontinuitas) yaitu
sirkuit/rangkaian tertutup pada posisi switch yang ditunjukkan (yang bersangkutan).
3) Jika terdapat sambungan yang kurang baik atau tidak ada hubungan (kontinuitas),
perbaiki atau ganti (bila perlu) switch tersebut.

Catatan:
a) Warna kabel pada switch (konektor switch) setiap merek sepeda motor kemungkinan
berbeda, lihat buku manual yang bersangkutan untuk lebih jelasnya.
b) Bentuk switch setiap merek sepeda motor kemungkinan berbeda, lihat buku manual yang
bersangkutan untuk lebih jelasnya.
c) Tabel berikut ini adalah contoh pemeriksaan switch (saklar) pada sepeda motor Honda
Supra PGM-FI

B.PEMERIKSAAN KUNCI KONTAK

1.Periksa dengan bantuan lampu peringatan bahwa koil pengapian berfungsi dengan benar.
Dengan kunci kontak menyala, sambungkan salah satu ujung kabel lampu ke tanah dan
ujung lainnya ke terminal yang tidak berpasangan. Jika lampu hanya menyala saat terminal
disentuh, ini berarti ada putus kawat pada belitan utama. Pasang kembali koil penyalaan.

2.Periksa isolasi kabel tegangan rendah di distributor penyalaan. Hubungkan lampu uji ke
ground dan terminal tegangan rendah pada distributor. Dalam hal ketika kunci kontak
menyala, lampu hanya menyala ketika kontak terbuka, sirkuit tegangan rendah beroperasi.
Jika tidak menyala ketika kontak terbuka, lepaskan kabel dari terminal distributor dan
sambungkan lampu uji antara rumahan dan ujung kabel penghubung. Jika lampu menyala,
maka sirkuit hanya bekerja sampai ke distributor pengapian, dan distributor itu sendiri rusak.
Biasanya, penyebab kerusakan tersebut adalah penutupan pelat kapasitor atau kegagalan
fungsi dengan tuas pemutus bergerak dan kabelnya ke rumahan. Hilangkan penutupan.

3.Periksa sensor jarak pada distributor dan sakelar. Lepaskan kabel dari koil dari terminal
No. 1 sakelar dari koil, dan sambungkan ujung kawat ke lampu tes. Hubungkan kontak lain
dari lampu ke terminal "+ B" dari koil. Nyalakan kunci kontak dan periksa poros engkol
dengan starter. Jika lampu berkedip, sirkuit tegangan rendah OK, tetapi jika tidak, ganti
sakelar atau sensor jarak.

4.Periksa kapasitor. Lepaskan kabel kapasitor dari terminal input ke distributor dan
sambungkan melalui lampu ke terminal "+" pada baterai. Jika lampu menyala, itu berarti
kapasitor rusak dan perlu diganti.

5.Lepaskan tutup distributor, lepaskan kabel pusat dari tutup dan bawa ujungnya ke pelat
pembawa saat ini dari penggeser, tetapi tidak lebih dekat dari pada jarak 3 mm. Nyalakan
kunci kontak. Jika percikan muncul, slider harus diganti.
6.Secara terus menerus melakukan serangkaian tindakan pencegahan untuk kelancaran
sistem penyalaan. Bersihkan tutup distributor secara berkala dari kemungkinan kontaminasi.
Berikan klip kontak yang andal dalam tip dan colokan. Jika perlu, kencangkan kabel dengan
mur.