Anda di halaman 1dari 5

Nama : Annisa Nur Fadilah

NIM : 1001486

Prodi : Pendidikan IPS (A)

Tugas Resume PKN BAB 3

POLITIK DAN STRATEGI


A. Hakekat Negara
Politik adalah suatu rangkaian asas (prinsip), keadaanan, cara, dan alat yang digunakan untuk
mencapai cita-cita atau tujuan tertentu. Politik secara umum menyangkut proses penentuan tujuan
negara dan cara melaksanakannya. Pelaksanaan tujuan itu memerlukan kebijakan-kebijakan umum
(public policies) yang menyangkut pengaturan, pembagian, atau alokasi sumber-sumber yang ada.

1. Pengertian Negara
Menurut George Jellinek :
Negara adalah organisasi kekuasaan dari sekelompok manusia yang telah berkediaman di
wilayah tertentu.
2. Sifat-sifat Negara
- Memaksa
- Monopoli
- Mencakup Semua
3. Unsur-unsur Pembentuk Negara
- Rakyat
- Wilayah
- Pemerintah Yang Berdaulat
- Pengakuan dari Negara Lain
4. Asal Mula Terjadinya Negara
a. Secara Faktual : cara mengetahui asal mula melalui fakta nyata yang dapat di ketahui
lewat sejarah terjadinya negara tersebut. Cara faktual dapat di golongkan :
1) Occupatie (Kependudukan)
2) Cessi (Penyerahan)
3) Accesie (Penaikan)
4) Fusi (Peleburan)
5) Proklamasi
6) Innovation (Pembentukan Baru)
7) Anexatie (Pencaplokan/ Penguasaan)
b. Secara Teoritis :
1) Teori Ketuhanan
2) Teori Kekuasaan
3) Teori Perjanjian Masyarakat (Kontrak Sosial)
4) Teori Hukum Alam.
c. Berdasarkan Proses Pertumbuhan
Berdasarkan cara ini, asal mula terjadinya negara dibedakan melalui dua proses,
yaitu:
1) Secara Primer
2) Secara Sekunder
5. Tujuan dan Fungsi Negara
Tujuan Negara
Ada beberapa teori tentang tujan negara yaitu :
a) Teori Kekuasaan
Menurut Shang Yang, tujuan negara adalah memperoleh kekuasaan yang
sebesar-besarnya dengan cara menjadikan rakyatnya miskin, lemah, dan bodoh.
b) Teori Perdamaian Dunia
Menurut Dante Allegieri, tujuan negara adalah untuk menciptakan
perdamaian dunia, yang dapat dicapai apabila seluruh negara berada dalam
sauatu kerajaan dunia (Imperium).
c) Teori Jaminan Hak dan Kebebasan
Immanuel Kant dan Kranenburg, keduanya menganjurkan agar hak dan
kebebasan warga negara terjamin, di dalam negara harus di bentuk peraturan
atau undang-undang.
Fungsi Negara
Secara umum fungsi negara adalah melaksanakan penertiban, mengusahakan,
kesejahteraan, pertahanan, menegakkan keadadilan.
a. Menurut G.A Jacobsen dan M.H Lipman, ada tiga fungsi negara yaitu :
1) Fungsi Esensial
2) Fungsi Jasa
3) Fungsi Perniagaan
b. R.M Mac Iver, berpendapat bahwa fungsi negara adalah :
1) Memelihara Ketertiban dalam batas-batas wilayah negara
2) Konservasi (penyelamatan) dan perkembangan
c. Van Vollenhoven
Empat fungsi negara atau catur praga :
1) Fungsi Menyelanggarakan pemerintahan (bestuur)
2) Fungsi mengadili (Rechtspark)
3) Fungsi membuat peraturan (Regeling)
4) Fungsi ketertiban dan keamanan (politie)
d. John Locke
Membagi fungsi negara menjadi tiga :
1) Legislatif (Membuat Undang-undang)
2) Eksekutif (membuat peraturan dan mengadili)
3) Federatif (mengurus urusan luar negeri, perang dan damai)
e. Montesquei
Membagi fungsi negara menjadi tiga yaitu :
1) Fungsi Legislatif (membuat undang-undang)
2) Fungsi eksekutif (Melaksanakan undang-undang)
3) Fungsi Yudikatif (mengawasi dan mengadili agar setiap peraturan di taati)

B. Hakekat Konstitusi
1. Konstitusi
a. Pengertian konstitusi
Dalam arti luas konstitusi berarti keseluruhan dari ketentuan-ketentuan dasar
atau hukum dasar (droit constitunelle). Dalam pengertian sempit (terbatas), konstitusi
berarti piagam dasar atau undang-undang dasar (loi constitunelle), yaitu suatu
dokumen lengkap mengenai peraturan-peraturan dasar negara.
b. Macam-macam Konstitusi

1) Konstitusi Fleksibel
2) Konstitusi rigid (tegas/kaku)

c. Hubungan Falsafah Negara dengan Konstitusi


Dasar Filsafat Konstitusi
a) Isi Konstitusi
b) Diktum Konstitusi
c) Cara mengubah konstitusi

d. Perbandingan Konstitusi antar negara


Berikut perbandingan UUD 1945 dengan konstitusi negara iberal dan sosial komunis.
1) Salah satu Konstitusi RI, UUD ‘45
(a) Kepala negara adalah seorang presiden (pasal 6)
(b) Menggunakan sistem pemerintahan presidensial (pasal 4 dan 17)
(c) Menerapkan sistem pembagian kekuasaan
(d) Kekuasaan aksekutif di pegang seorang presiden, dibantu satu wakil
presiden dan para mentri (pasal 17)
(e) Kekuasaan legislatif dipegang oleh DPR bersama-sama dengan presiden
(pasal 5:1 dan 20)
(f) Kekuasaan yudikatif dipegang leh sebuah Mahkamah Agung dan
Mahkamah konstitusi (pasal 24)
(g) UUD 1945 telah diamandemen sebanyak 4 kali sampai dengan tahun
2002.
2) Konstitusi Negara Liberal (konstitusi Amerika Serikat)
(a) Kepala negara adalah seorang presiden (article II section I)
(b) Menggunakan sistem pemerintahan presidensial (article II)
(c) Menerapkan sistem pemisah kekuasaan
(d) Kekuasaan eksekutif dipegang oleh seorang presiden untuk masa jabatan
4 tahun (article II section I)
(e) Kekuasaan legislatif dipegang oleh komgres. House of refresentatives
dan senat (erticle I section I)
(f) Kekuasaan yudikatif dipegang oelh sebuah mahkamah agung (article III)
(g) Telah diamandemen 24 kali sampai dengan 1964.
3) Konstitusi Negara Sosial Komunis
Pemerintah Uni Soviet bersandar pada konstitusi Stalin, yang mempunyai ciri
khas:
(a) Paham yang dianut adalah Marxisme Leninisme dalam bentuk
pemerintahan Republik sosial (chapter I article I)
(b) Lembaga negara yang menyelenggarakan pemerintahan (chapter III art.
30) adalah : Soviet ertinggi yang terdiri dari MPR, perwakilan rakyat,
perwakilan republik-republik negara bagian. Presidium Soviet Tertinggi
(c) Mentri-mentri bertanggung jawab kepada Presidium Soviet Tertinggi.
(d) Hanya terdapat satu partai politik.
C. Undang-undang Dasar 1945 dan Amandemen
1. UNDANG-UNDANG DASAR 1945

Pengertian

Undang-undang Dasar adalah naskah yang memaparkan rangka dan tugas-tugas


pokok dari badan-badan pemerintahan suatu negara dan menentukan pokok-pokok cara
kerja badan tersebut.

2. Sifat dan Kedudukan UUD 1945

Suatu UUD bisa disebut fleksibel atau rigid dilihat dari cara perubahannya dan
mudah-tidaknya mengikuti perkembangan zaman. Namun setelah adanya aturan
perubahan berdasarkan Tap MPR No.I/MPR/1983 Jo Tap MPR No.IV/MPR/1983 dan
UU No.5 tahun 1985 tentang referendum, maka sifat UUD 1945 tidak lagi fleksibel.

3. Hubungan Pembukaan dengan Batang Tubuh UUD 1945

Dalam pembukaan terkandung 4 pokok pikiran (yaitu, persatuan, Keadialan,


Sosial, Kedaulatan Rakyat, Ketuhanana Yang Maha Esa) yang di jabarkan dalam batang
tubuh UUD’45 dengan demikian pembukaan dan batang tubuh UUD’45 saling berkaitan.

4. Dinamika Pelaksanaan UUD 1945


a. Periode 1945-1949 berlaku UUD 1945
b. Periode 1949-1950 berlaku konstitusi RIS
c. Periode 1950-1959 berlaku UUD sementara 1950
d. Periode 1959-1999 berlaku UUD 1945 (sebelum di amandemen)
e. Periode 1999- sekarang berlaku UUD 1945 hasil amandemen.
5. Amandemen
Amandemen berasal dari bahasa inggris amandement yang artinya perubahan atau
mengubah.
6. Sosialisasi dan Pelaksanaan UUD 1945.
Agar pemahaman warga negara terhadap UUD 1945 yang telah di amandemen perlu
adanya sosialisasi. Sosialisasi dilakukan melalui pendidikan (masuk dalam materi
perkuliahan/pembelajaran) juga melalui media masa (cetak dan elektronik) berbagai
seminar dan diskusi.

● Sistem pemerintahan Negara :


1) Negara Indonesia adalah Negara Hukum (pasal 1 ayat 3)
2) Kedaulatan berada di tangan rakyat dan dilaksanakan menurut UUD
(pasal 1 ayat 2)
3) Pemerintahan Berdasarkan atas Sistem Konstitusi (hukum dasar)
4) Presiden adalah pemegang kekuasaan pemerintahan menurut UUD.
Meskipun presiden adalah pemimpin eksekutif namun dalam
mengerjakan tugasnya tidak absolut.
5) Presiden tidak bertanggung jawab kepada DPR (sistem presidensial)
6) Mentri Negara adalah pembantu Presiden.

● Kelembagaan Negara

1) Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR)


2) Presiden dan Wakil Presiden
3) Badan Pemeriksa Keuangan (BPK)
4) Mahkamah Agung, Mahkamah Konstitusi, dan Komisi Yudisial
(Kekuasaan Kehakiman).