Anda di halaman 1dari 5

Habitat Bakteri

Mayandi Daratamia (118250009), Ainan Azka (118250062), Muhammad Akram


(118250077). Lampung Selatan, Senin 10 Februari 2020 pukul 18:27 WIB
Institut Teknologi Sumatera

Bakteri hidup pada berbagai habitat. Bakteri ditemukan dimana-mana misalnya di tanah,
air ,dan udara. Selain itu bakteri juga berhabitat di lingkungan laut, permukaan daun, dan
bahkan dapat ditemukan dalam organisme hidup. Diperkirakan jumlah sel mikroorganisme
yang mendiami bumi ini adalah 5×1030. Bakteri dapat ditemukan dalam tubuh manusia,
terutama di saluran pencernaan yang jumlah sel adalah 10 kali lebih banyak dari jumlah sel-
sel tubuh manusia. Oleh karena itu, kolonisasi bakteri mempengaruhi tubuh manusia.
Ada berbagai jenis bakteri yang mampu daerah menghabitasi dari saluran pencernaan
manusia, terutama usus, seperti bakteri asam laktat dan kelompok Enterobacter. Contoh
bakteri yang biasa ditemukan adalah Lactobacillus acidophilus. Selain itu, ada juga kelompok
lain bakteri, yaitu probiotik, menguntungkan karena mendukung kesehatan dan bahkan dapat
mencegah pembentukan kanker usus besar.
Selain saluran pencernaan, bakteri juga dapat ditemukan pada permukaan kulit, mata, mulut,
dan kaki manusia. Kaki manusia di mulut dan ada sekelompok bakteri yang dikenal sebagai
metilotrof, sekelompok bakteri yang mampu menggunakan senyawa karbon tunggal untuk
mendukung pertumbuhannya. Di rongga mulut, bakteri ini menggunakan dimetil sulfida
senyawa yang berperan dalam menyebabkan bau mulut manusia.
 Pengaruh lingkungan terhadap bakteri
1. Suhu
Suhu berperan penting dalam mengatur jalannya reaksi metabolisme bagi semua
makhluk hidup. Khusus untuk bakteri, suhu lingkungan lebih tinggi dari suhu yang
dapat ditoleransi akan menyebabkan denaturasi protein dan komponen penting
lainnya dari sel bakteri sehingga sel akan mati. Berdasarkan kisaran suhu kegiatan,
bakteri dibagi menjadi 4 kelompok : Bakteri Psikrofil, yaitu bakteri yang hidup di
suhu daerah antara 0 ° – 30 ° C, dengan suhu optimum 15 ° C. Mesofil bakteri, bakteri
yaitu yang hidup di daerah suhu antara 15 ° – 55 ° C, dengan suhu optimum 25 ° – 40
° C. Termofil bakteri, bakteri yang dapat hidup di daerah suhu tinggi antara 40 ° – 75
° C, suhu optimum 50-65 ° C
Bakteri Hipertermofil, yaitu bakteri yang hidup pada kisaran suhu 65-114 ° C, dengan
suhu optimum 88 ° C.
2. Kelembaban relatif
Secara umum, bakteri memerlukan kelembaban relatif (relative humidity, RH) yang
cukup tinggi, sekitar 85%. Kelembaban relatif dapat didefinisikan sebagai kandungan
air yang terkandung di udara. Pengurangan kadar air dari aktivitas metabolik
protoplasma menyebabkan berhenti, misalnya, pada pembekuan dan pengeringan.
Sebagai contoh, bakteri Escherichia coli akan menurunkan daya tahan dan elastisitas
dinding sel mereka ketika RH lingkungan kurang dari 84%.
3. Cahaya
Cahaya adalah salah satu faktor yang mempengaruhi pertumbuhan bakteri. Secara
umum, bakteri dan mikroorganisme lainnya dapat hidup dengan baik di paparan
cahaya normal. Namun, paparan cahaya dengan intensitas ultraviolet (UV) tinggi
dapat berakibat fatal bagi pertumbuhan bakteri. Teknik menggunakan sinar UV, sinar-
x, dan sinar gamma untuk mensterilkan bakteri lingkungan dan mikroorganisme
lainnya teknik iradiasi diketahui bahwa telah berkembang sejak awal abad ke-20.
4. Radiasi
Radiasi pada kekuatan tertentu dapat menyebabkan kelainan dan bahkan dapat
mematikan bagi organisme hidup, terutama bakteri. Misalnya pada manusia, radiasi
dapat menyebabkan penyakit akut hati, katarak, hipertensi, dan bahkan kanker.
Namun, ada kelompok tertentu bakteri yang dapat bertahan hidup paparan radiasi
yang sangat tinggi, bahkan ratusan kali lebih besar dari resistansi radiasi tehadap
manusia, yaitu Deinococcaceae.

 Jenis-Jenis Bakteri
1. organisme multiselluler
2. Prokariota (tidak ada nukleus dari membran sel)
3. Umumnya tidak memiliki klorofil
4. Memiliki ukuran tubuh yang bervariasi antara 0,12 s / d ratusan mikron umumnya
memiliki ukuran rata-rata 1 s / d 5 mikron.
5. Memiliki bentuk tubuh yang beragam
6. Hidup bebas atau parasit
7. Hidup di lingkungan yang ekstrim seperti sumber air panas, kawah atau gambut
tidak mengandung dinding sel peptidoglikan
8. Hidup kosmopolitan di berbagai lingkungan yang mengandung dinding sel
peptidoglikan

 Pengelompokkan Kingdom Monera


No Kelompok Habitat Contoh Spesies
1 Archabacteria
a. Metanogenik Sedimen, Methanobacterium
danau,rawa
dan usus
b. Halofilik hewan. Halobacterium
Perairan
dengan
c. Termofilik salinitas (kadar Sulfobolus dan
garam) tinggi. Thermoplasma
Tanah asam
dan sumber air
panas.
2 Eubacteria
a. Proteobacteria
1. Bakteri ungu (Purple Sedimen Chromatium
bacteria) danau,danau
dan lumpur
2. Kemoautotrof Simbiosis pada Rhizobium
akar tanaman

3. Kemoheterotrof Di dalam Salmonella


organ.
a. Bakteri gram positif Parasit pada Bacillus
organ.
b. Cyanobacyeria Danau, laut, Anabaena
sungai.
c. Spirochetes Perairan. Treponema
pallidium dan
Leptospiru
d. Chlamydias Parasit pada Chlamydia
organisme
lain.
DAFTAR PUSTAKA
Gurupendidikan.com.(1 Agustus 2019). Jenis, Habitat, Pengertian Bakteri Beserta
Bakteri Penyebab Penyakit. Diakses pada 10 Februari 2020, dari
https://www.gurupendidikan.co.id/jenis-habitat-pengertian-bakteri-beserta-bakteri-penyebab-
penyakit/.
Aryulina, Diah, dkk. 2004. Biologi SMA dan MA. Jakarta : Erlangga.
Firmansyah, Rikky. 2004. Mudah dan Aktif Belajar Biologi. Jakarta : PT. Setia Purna.