Anda di halaman 1dari 10

Ruang KIA/KB

3.7.1 Program di Ruang Pelayanan KIA-KB


Program pokok KIA-KB adalah:
1. Kesehatan Ibu dan Anak (KIA)
2. Keluarga Berencana (KB)
3. Kesehatan Reproduksi (Kespro)

3.7.1.1 Lintas Sektor


Program lintas sektor KIA-KB antara lain:
1. Posyandu
Pada UPTD Puskesmas Pare, terdapat dua jenis posyandu yaitu posyandu balita
dengan sasaran anak yang umurnya dibawah lima tahun, dan posyandu lansia yang
sasarannya masyarakat yang lanjut usia. Dalam posyandu balita terdapat pos
penimbangan, pos imunisasi, pos KB desa, pos kesehatan dan lain-lain.
2. Penjaringan Kesehatan
- Ibu hamil resiko tinggi
- Ibu nifas resiko tinggi
- Anak tidak imunisasi
- Anak tidak ditimbang
Penjaringan kesehatan pada UPTD Puskesmas Pare dilakukan oleh kader pada
masing-masing desa. Kader memberikan laporan kepada Puskesmas apabila menemukan
kasus, selanjutnya dari pihak Puskesmas melakukan pemeriksaan dan kunjungan ke rumah.
Pemantauan dilakukan untuk melihat perkembangan yang terjadi. Untuk anak, biasanya
pemantauan dilakukan pada saat posyandu tiap bulan.
3. Penyuluhan Kesehatan Reproduksi
Penyuluhan kesehatan reproduksi biasanya dilakukan di SMP, SMA, dan PKK
secara rutin dengan sasaran siswa-siswi sekolah menengah pertama, dan sekolah
menengah atas, serta ibu-ibu PKK.
4. Penyuluhan Caten (Calon Penganten)
Penyuluhan caten merupakan kerja sama antara Puskesmas dengan KUA (Kantor
Urusan Agama). Sasaran dalam penyuluhan ini adalah para calon pengantin yang
mendaftarkan diri di KUA. Isi penyuluhan mengenai persiapan kehamilan, masa
subur, KB, dan lain-lain.
Caten juga diberikan pengetahuan tentang suntikan TT, dimana Suntikan TT bisa
dilakukan di puskesmas, diberikan 5 kali, pada bulan ke-0 yaitu suntikan pertama (TT
1), TT 2 diberikan 4 minggu setelah TT 1 untuk kekebalan selama 3 tahun, TT 3
diberikan 6 bulan atau lebih setelah TT 2 untuk kekebalan selama 5 tahun, satu tahun
kemudian TT 4 untuk 10 tahun, dan setahun kemudian TT 5 untuk kekebalan selama
25 tahun.
5. Kelas Ibu
Kelas ibu dilakukan di puskesmas, bekerja sama dengan desa. Peserta minimal 10
ibu hamil. Kelas ibu dilakukan selama 4 kali pertemuan dengan penyuluhan-
penyuluhan, senam hamil, dan persiapan melahirkan.
6. Rujukan.
3.7.1.2 Lintas Program
1. Manajemen Terpadu Balita Sakit (MTBS)
Merupakan kerjasama antara KIA dengan Gizi, promosi kesehatan, dan lain-lain.
Manajemen Terpadu Balita Sakit (MTBS) atau Integrated Management of Childhood
Illness (IMCI) adalah suatu pendekatan yang terintegrasi/terpadu dalam tatalaksana
balita sakit dengan fokus kepada kesehatan anak usia 0-59 bulan (balita) secara
menyeluruh. Untuk bayi yang berusia 0-2 bulan dipakai penilaian dan klasifikasi bayi
muda Manajemen Terpadu Bayi Muda (MTBM) yang merupakan bagian dari MTBS.
2. Upaya Kesehatan Sekolah (UKS)
Merupakan kerjasama antara KIA dengan promosi kesehatan, pengobatan, kesehatan
reproduksi, dan lain-lain.
3. Posyandu
Merupakan kerjasama antara KIA-KB dengan gizi, promosi kesehatan, dan lain-lain.

3.7.2 Tugas Petugas KIA-KB Puskesmas Pare


1. Menyusun rencana kerja pelayanan KIA-KB berdasarkan data program.
2. Melaksanakan ANC (Ante Natal Care), INC (Intra Natal Care), PNC (Post Natal
Care), neonatus, pelayanan KB, penyuluhan KIA-KB dan koordinasi lintas
program sesuai prosedur/SOP.
3. Melaksanakan asuhan kebidanan.
4. Melaksanakan pelayanan kebidanan sesuai standar prosedur operasional, SPM,
Standar Pelayanan Publik (SPP) tata kerja dan kebijakan yang telah ditetapkan
oleh kepala puskesmas.
5. Melakukan pencatatan pada rekam medik dengan baik, lengkap serta dapat
dipertanggungjawabkan termasuk memberi kode diagnosa menurut ICD X.
6. Melakukan pencatatan dan pelaporan serta visualisasi data kegiatan KIA-KB
sebagai bahan informasi dan pertanggungjawaban kepada kepala puskesmas.
7. Melaksanakan evaluasi kegiatan kebidanan dan melaporkan pelaksanaan kegiatan
kebidanan secara berkala kepada penanggung jawab.
8. Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh kepala puskesmas.

3.7.3 SOP Ruang KIA-KB


a. KIA
1. Pelayanan ANC
2. Persalinan normal
3. Episiotomi
4. Pelayanan kesehatan ibu nifas
5. Penanganan perdarahan ante partum
6. Penanganan gawat janin
7. Penanganan gawat darurat bayi baru lahir
8. Pelayanan pemeriksaan bayi, balita, dan anak pra sekolah sehat dan sakit
9. Pencegahan infeksi
10. Pencatatan dan pelaporan pelayanan KIA
11. Pengelolaan BHP medis ruang KIA
12. Pemakaian inkubator, infant warmer.

b. KB
1. Pelayanan pap smear
2. Pelayanan IVA
3. Pelayanan PPIA (Pencegahan penularan HIV dari Ibu ke anak)
4. Pelayanan KB (Kondom, pil, suntik, IUD, dan implan)
5. Pencatatan dan pelaporan pelayanan KB
6. Pengelolaan BHP medis ruang KB
7. Pelayanan KTP (Kekerasan Terhadap Perempuan).

3.7.4 Kegiatan KIA-KB


3.7.4.1 Pelayanan Kesehatan Ibu
a. Kegiatan di dalam gedung
- Pemeriksaan antenatal (ANC terpadu), natal, dan post natal
- Pelaksanaan kelas ibu (ibu hamil dan ibu balita)
- Perawatan nifas
- Penyuluhan
- Rujukan
- Bimbingan (konseling) gizi
- Pelayanan penangan vaginitis
- Melaksanakan deteksi dini kanker leher rahim (IVA) dan payudara (sarari)
- Pemberian surat keterangan kematian.
b. Kegiatan di luar gedung
- Pelayanan ante natal pada ibu hamil
- Pelayanan nifas normal
- Pelayanan ibu menyusui
- Melaksanakan deteksi dini kanker leher rahim dan payudara
- Pelaksanaan kelas ibu (ibu hamil dan balita).

3.7.4.2 Pelayanan Kesehatan Anak


a. Kegiatan di dalam gedung
- Pelaksanaan kegiatan neonatal, bayi, anak balita, dan anak prasekolah.
- Pemantauan tumbuh kembang anak (SDIDTK)
- Imunisasi
- MTBM dan MTBS
- Konseling kesehatan anak
- Rujukan
b. Kegiatan di luar gedung
- Kunjungan rumah (KN)
- Imunisasi rutin sesuai program pemerintah (posyandu)
- Pemantauan tumbuh kembang bayi, anak balita, dan anak prasekolah/SDIDTK
(Posyandu, TK, PAUD)
- Konseling dan penyuluhan (posyandu, kunjungan rumah)
3.7.4.3 Pelayanan Kesehatan Remaja
a. Pelayanan di dalam gedung
- KIE
- Pelayanan medis
- Konseling
- Rujukan
b. Pelayanan di luar gedung
- Skreening remaja yang sekolah yang tidak sekolah
- KIE untuk remaja yang sekolah dan tidak sekolah
- Konseling untuk remaja yang sekolah dan tidak sekolah.

3.7.4.4 Pelayanan Keluarga Berencana (KB)


a. Pelayanan di dalam gedung
- Pelayanan dan konseling KB
- Pelayanan KB kafetaria (IUD, implant, suntik, pil, dan kondom)
- Pelayanan efek samping dan komplikasi
- Penyuluhan
- Pelananan dan konseling pada calon pengantin wanita, masa pra hamil, dan masa
antara dua kehamilan
- Pelayanan PPIA
- Pelayanan IVA dan pap smear
- Rujukan
b. Pelayanan di luar gedung
- Konseling dan penyuluhan (posyandu dan kunjungan ke rumah)
- Pelayanan KB dengan tim KB Keliling (TKKB)
- Pelayanan dengan momen khusus (contoh Safar TNI KB Kes)
- Pendataan sasaran KB (4T, unmetneed, keluarga miskin). 4T : terlalu muda,
terlalu tua, terlalu sering, terlalu dekat. Unmetneed: calon akseptor yang menjadi
sasaran KB tetapi belum mengikuti KB.
- Pelayanan dan konseling pada calon pengantin wanita, masa pra hamil, dan masa
antara dua kehamilan.

3.7.5 Pencatatan dan Pelaporan


- Pencatatan
1. Upaya Pelayanan Kesehatan Ibu
- Buku KIA
- Register Kohort Ibu
- Register Kohort Ibu Sakit
- ANC Terpadu
- Primary Care
2. Upaya Pelayanan Kesehatan Anak
- Kartu anak
- Formulir MTBM dan MTBS
- Buku KIA
- DDTK (Deteksi Dini Tumbuh Kembang)
- SDIDTK (Stimulasi Deteksi Intervensi Dini Tumbuh Kembang)
- Register Kohort Bayi
- Register Kohort Anak Balita
- Register kohort anak prasekolah
- Imunisasi
3. Upaya Pelayanan Keluarga Berenccana
- Registrasi harian KB
- Registrasi Kohort KB
- Buku Kunjungan Rawat Jalan
- Kartu Peserta KB (K1)
- Kartu Status Peserta KB (K4)
- Rujukan

3.7 5 Pelaporan
1. Upaya Pelayanan Kesehatan Ibu
a. LB3 KIA (Ibu)
- Laporan K1 : Kunjungan pertama ibu hamil
- Laporan K4 : Kunjungan ibu hamil menjelang melahirkan
- Laporan ibu hamil resiko tinggi
- Ibu bersalin dan ibu nifas

b. PWS KIA
Pemantauan Wilayah Setempat Kesehatan Ibu dan Anak (PWS KIA) adalah alat
manajemen untuk melakukan pemantauan program KIA disuatu wilayah kerja secara
terus menerus, agar dapat dilakukan tindak lanjut yang cepat dan tepat. Program KIA
(Ibu) yang dimaksud meliputi pelayanan ibu hamil, ibu bersalin, ibu nifas, ibu dengan
komplikasi kebidanan.
c. Laporan Kematian Ibu
d. Laporan penggunaan buku KIA
e. Laporan pelaksanaan kelas Ibu Hamil
f. Laporan P4K

2. Upaya Kesehatan Anak


a. Laporan penggunaan buku KIA
b. Laporan Kematian bayi dan anak balita
c. PWS KIA (anak)
PWS KIA (anak) terdiri dari:
 PWS KIA 1 : untuk bayi
 PWS KIA 2 : untuk balita
d. LB3 KIA
- Bayi baru lahir
- Bayi baru lahir dengan komplikasi
- Balita resiko tinggi
e. Laporan Imunisasi
Kegiatan Imunisasi dapat dilakukan di:
- Puskesmas : Imunisasi Campak, Imunisasi BCG, Imunisasi Polio.
- Posyandu : Imunisasi DPT, imunisasi Polio.
f. Laporan Kegiatan Kesehatan Remaja
g. Kunjungan Rawat Jalan

3. Unit Pelayanan Keluarga Berencana


a. LB3 USUB (Laporan Bulanan Usia Subur)
b. LB3 KB
- Laporan Akseptor KB aktif
- Laporan Akseptor KB baru
- Laporan Akseptor DO
- Laporan Prevention of Mother To Child Transmission (PMTCT) Ibu Hamil,
dimana setiap ibu hamil wajib tes HIV.
c. PWS KB
Pemantauan Wilayah Setempat (PWS) KB adalah alat manajemen program KB untuk
memantau cakupan pelayanan KB serta kejadian komplikasi dan kegagalan KB
disuatu wilayah secara terus menerus. PWS KB berperan dalam pendataan.
Pengawasan (Controlling) Kegiatan pengawasan adalah kegiatan yang bertujuan
untuk memantau cakupan dan kualitas pelayanan KB pada setiap fasilitas pelayanan
di wilayah kerja.
d. Laporan PPIA
Cakupan Ibu hamil ANC yang mendapat konseling PPIA (upaya pencegahan
penularan HIV dari ibu ke anak).
e. Kunjungan rawat Jalan.
6 Alur Pelayanan

Mulai

Pelanggan Datang

Loket

Emergensi Anak/Imunisasi Bumil KB Rujukan/Intern


BP Umum Gigi BP
Umum

Laboratorium Pemeriksaan Rujukan Intern

-Gigi
--Gizi
-Kesling

Unit Rujukan
Pelayanan Obat

Selesai

Gambar 6. Alur Pelayanan Ruang Pelayanan KIA

Pasien yang datang ke poli KIA-KB merupakan pasien emergensi, pasien


anak/imunisasi, ibu hamil, Keluarga Berencana (KB), dan rujukan intern baik dari
ruang pelayanan umum maupun ruang pelayanan gigi. Setelah dilakukan
pemeriksaan, pasien dapat dirujuk intern yaitu:
1. Ruang Pengobatan Gigi
Pada pemeriksaan ibu hamil di UPTD Puskesmas Pare, setiap pasien wajib
memeriksakan giginya ke ruang pelayanan gigi minimal 1 kali.
2. Gizi
Rujukan interm ke unit konsultasi gizi biasanya dilakukan apabila pasien anak ataupun
ibu hamil memiliki masalah pada kesehatan gizinya.
3. Kesehatan Lingkungan
Rujukan intern ke kesehatan lingkungan diperuntukan untuk pasien baik anak ataupun ibu
hamil yang mengalami masalah seperti masalah kulit dan diare yang berhubungan dengan
kebersihan lingkungan.

Untuk membantu dalam penegakan diagnosa dan mempermudah dalam pemeriksaan,


biasanya diperlukan kerjasama dengan laboratorium. Ibu hamil biasanya melakukan
pemeriksaan Hb, protein, reduksi urin, dan lain sebagainya di laboratorium. Selain itu, pasien
anak juga dapat melalukan pemeriksaan laboratorium seperti TB dan pemeriksaan trombosit.
Seteleh proses pemeriksaan selesai, pasien dapat menukarkan resep obat di unit pelayanan
obat. Pasien dapat dirujuk apabila masalah yang dialami pasien tidak dapat ditangani di
Puskesmas.