Anda di halaman 1dari 9

MAKALAH MIKROBIOLOGI

BAKTERI YANG MENGGANGU KEHAMILAN


KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR.................................................................................................

DAFTAR ISI...............................................................................................................

BAB 1 PENDAHULUAN..............................................................................................

1.1 Latar belakang........................................................................................


1.2 Rumusan masalah..................................................................................
1.3 Tujuan penelitian...................................................................................
1.4 Manfaat penelitian...............................................................................

BAB II PEMBAHASAN...............................................................................................

2.1 Pengertian Bakteri listeria....................................................................

2.2 Gejala-gejala........................................................................................

2.3 Penyebab............................................................................................

2.4 Cara pencegahan................................................................................

2.5 Faktor resiko Listeria..........................................................................

2.6 Pengobatan Listeria.............................................................................

BAB III PENUTUP....................................................................................................

3.1 Kesimpulan........................................................................................

3.2 Daftar Pustaka.....................................................................................


BAB 1

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

BAB 2

PEMBAHASAN

2.1 Pengertian
Infeksi listeria atau listeriosis merupakan penyakit infeksi yang disebabkan oleh bakteri Listeria
Monocytogenes . Listeria monocytogenes adalah suatu bakteri yang dapat menyebabkan infeksi
serius dan fatal pada ibu hamil, bayi, anak-anak, orang sakit dan lanjut usia, serta orang dengan
sistem kekebalan tubuh yang lemah. Orang sehat juga dapat terinfeksi bakteri Listeria, dengan gejala
jangka pendek yang muncul seperti demam tinggi, sakit kepala parah, pegal, mual, sakit perut dan
diare. Listeriosis merupakan nama penyakit yang disebabkan oleh bakteri L. monocytogenes.

Infeksi Listeria dapat menyebabkan keguguran pada perempuan hamil”, ujar dr. Subuh.

L. monocytogenes merupakan salah satu penyebab penyakit yang serius dengan tingkat
kematian sekitar 20-30 persen. Tingkat kematian di antara bayi yang baru lahir yang
terinfeksi L. monocytogenes adalah 25-50 persen.

Di Spanyol, kasus listeriosis pada manusia jarang terjadi, sekitar 1 kasus per 100.000
penduduk. Tahun 1981 di Kanada, pernah terjadi wabah listeriosis yang menyebabkan
kematian beberapa domba akibat memakan kubis yang terkontaminasi L. monocytogenes.
Dua tahun kemudian, lebih kurang 14 orang meninggal dunia dari sejumlah 49 orang yang
dirawat di rumah sakit di Massachusetts dengan gejala klinis berupa septikemia dan
meningitis karena mengkonsumsi susu pasteurisasi yang terkontaminasi. Tahun 1985, terjadi
wabah listeriosis di Los Angeles dan California. Dilaporkan sejumlah 29 orang meninggal
akibat mengkonsumsi keju yang terkontaminasi. Selanjutnya, antara tahun 1991-2002 di
Eropa juga pernah dilaporkan 19 kasus listeriosis invasif. Kasus Listeriosis juga dilaporkan 9
negara lainnya  dengan  total  wabah  listeriosis  sebanyak  526 kasus. Sejak    tahun 1998,
Perancis telah mengembangkan sistem untuk melaksanakan kegiatan monitoring listeriosis
pada manusia dan dilakukan investigasi pada sumber foodborne listeriosis.

2.1 Gejala Listeriosis

Gejala Listeriosis dapat muncul kapan saja antara 3-70 hari pasca infeksi bakteri Listeria,
rata-rata biasanya sekitar 21 hari. Gejala umumnya, yaitu demam, nyeri otot, disertai mual
atau diare (kurang umum). Jika infeksi menyebar ke sistem saraf pusat (SSP), gejala dapat
mencakup sakit kepala, kaku pada leher, bingung, kehilangan keseimbangan, dan terkadang
mengalami kejang.

“Bagi mereka yang memiliki sistem kekebalan yang lemah, bakteri Listeria dapat menyerang
sistem saraf pusat dan menyebabkan meningitis atau infeksi otak”, tutur dr. Subuh.

Pada wanita hamil yang terinfeksi, muncul gejala seperti flu ringan. Namun, infeksi selama
kehamilan dapat menyebabkan keguguran, infeksi pada bayi yang baru lahir, atau bayi lahir
mati. Gejala juga biasanya muncul pada bayi baru lahir di minggu pertama kehidupan, tetapi
juga dapat terjadi di kemudian hari. Gejala pada bayi baru lahir sering tidak terlihat, namun
dapat berupa tanda seperti lekas marah, demam, dan tidak mau makan.

Bumil yang tak sengaja mengonsumsi makanan yang terkontaminasi, biasanya akan
merasakan beberapa gejala sekitar 3 hari sampai lebih kurang dua bulan setelahnya. Gejala
listeriosis sangat umum dan tidak khas, dapat berupa:

 Sakit kepala
 Demam
 Mual dan muntah
 Nyeri otot
 Sakit tenggorokan
 Diare

Sebagian bumil bahkan mungkin tidak merasakan gejala apapun, hingga akhirnya mengalami
gangguan kehamilan, atau masalah pada bayi setelah lahir. Namun jika listeriosis sudah
menyerang sistem saraf, bisa menyebabkan kaku leher, disorientasi, bahkan kejang.
Gejalanya yang tidak khas membuat penyakit ini perlu dipastikan melalui tes darah. Jika
ditemukan adanya infeksi Listeria, dokter dapat memberikan antibiotik dengan jenis dan
dosis yang disesuaikan untuk listeriosis pada kehamilan.

2.3 Penyebab Bakteri Listeria

Listeria disebabkan oleh infeksi bakteri Listeria monocytogenes yang hidup di air, tanah, dan
kotoran hewan. Bakteri ini bisa menginfeksi manusia melalui berbagai cara, seperti:

 Konsumsi sayuran mentah yang berasal dari tanah yang terkontaminasi bakteri.
 Konsumsi susu yang tidak di pasteurisasi atau makanan yang dibuat dari susu tanpa
pasteurisasi.
 Konsumsi daging hewan yang tercemar bakteri.
 Produk makanan kemasan yang terkontaminasi setelah proses produksi.
 Pada bayi yang masih berada dalam kandungan, bisa tertular dari ibu yang terinfeksi
bakteri

2.4 Pencegahan Bakteri Listeria

Berikut adalah beberapa langkah yang bisa bumil lakukan untuk mencegah listeriosis:

Menyimpan dan menyiapkan bahan makanan

 Pastikan kulkas diatur pada suhu minimal 4 derajat Celcius untuk menyimpan bahan
makanan. Ingat untuk membersihkan kulkas secara teratur.
 Selalu cuci sayur dan buah dengan air mengalir. Bilas hingga bersih sebelum
dikonsumsi atau dimasak. Sebisa mungkin kupas seluruh buah dan sayuran sebelum
dikonsumsi.
 Periksa kembali tanggal kedaluarsa pada kemasan makanan.
 Cuci tangan setiap kali selesai menyiapkan atau memasak daging olahan.
 Makanan matang yang disimpan di kulkas perlu dipanaskan lagi secara menyeluruh,
karena Listeria dapat tetap hidup dalam suhu dingin di kulkas. Listeria dapat
mengontaminasi makanan yang telah dimasak, juga pada saat makanan disimpan.
 Spons untuk mencuci perlu dibersihkan dan diganti secara teratur ya, Bu. Sebaiknya
dicuci menggunakan air hangat agar tidak menjadi sarang bakteri.
 Cuci pula peralatan masak lain, seperti pisau dan alas pemotong yang telah digunakan
untuk memotong daging, sebelum menggunakannya untuk mengolah makanan lain.
 Pastikan kematangan masakan, sebab bakteri penyebab listeriosis akan mati minimal
pada suhu 75 derajat Celcius. Bila perlu, gunakan bantuan termometer masakan untuk
memastikan.

Memilih makanan

 Hindari konsumsi makanan mentah atau susu yang belum melalui proses pasteurisasi,
termasuk produk olahan susu, seperti keju, es krim, dan yoghurt. Ibu dapat
memeriksanya pada label kemasan.
 Jika Ibu suka makan buah segar, seperti melon, sebaiknya makan yang baru dipotong.
Hindari yang sudah didiamkan dalam suhu ruangan lebih dari 4 jam. Pastikan juga
buah sudah dibersihkan sebelumnya.
 Hindari makan daging olahan seperti sosis, kecuali jika dimasak sendiri, agar yakin
telah diolah dengan baik.
 Hindari konsumsi sea food atau boga bahari yang diolah dengan pengasapan.
 Meskipun salad adalah makanan favorit bumil, tetapi sebaiknya hindari salad telur,
salad tuna, dan salad boga bahari yang dijual.

Selama kehamilan, sebaiknya hindari makanan berbahaya bagi ibu hamil, termasuk makanan
mentah atau tidak diolah hingga matang. Hal ini dapat mencegah berbagai penyakit
berbahaya, termasuk listeriosis. Jika ibu hamil khawatir mengalami gejala-gejala listeriosis
setelah mengonsumsi makanan tertentu, sebaiknya segera periksa ke dokter kandungan untuk
mendapatkan penanganan yang tepat.

Terakhir diperbarui: 25 April 2018

2.5 Faktor resiko bakteri listeria

Seperti yang sudah dikatakan sebelumnya, listeria tidak berbahaya bila menginfeksi orang
dengan kekebalan tubuh yang baik, tetapi berisiko menimbulkan masalah terhadap:

 Wanita hamil dan bayi yang dikandungnya.


 Seseorang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah, seperti:
o Individu yang berusia 60 tahun ke atas.
o Penderita AIDS.
o Pasien yang sedang menjalani kemoterapi.
o Penderita diabetes atau penyakit ginjal.
o Individu yang sedang mengonsumsi obat penurun daya tahan tubuh, misalnya
kortikosteroid, seperti penderita rheumatoid arthritis atau seseorang pasca
menerima donor organ.
2.6 Pengobatan Bakteri Listeria

Pengobatan listeria tergantung kepada tingkat keparahan gejala. Pada kebanyakan kasus,
penderita listeria dengan gejala ringan tidak memerlukan pengobatan dan dapat sembuh
dengan sendirinya. Namun pada kasus infeksi yang menunjukkan gejala parah, dokter akan
meresepkan antibiotik.
Pada ibu hamil, pemberian antibiotik bisa mencegah bayi terkena infeksi. Bayi baru lahir
yang terinfeksi listeria juga bisa diberikan antibiotik.

Selain itu , perubahan gaya hidup dan pengobatan rumahan yang mungkin dapat membantu
mengatasi listeriosis adalah:

 Beri tahu dokter semua obat yang Anda minum (termasuk obat resep dan produk
herbal)
 Hubungi dokter jika masih memiliki gejala-gejala setelah minum semua antibiotik
 Masaklah produk hewani misalnya telur, daging, dan unggas sampai matang
 Cuci buah-buahan dan sayur-sayuran sebelum makan
 Cuci tangan dan peralatan dapur dengan air panas bersabun setelah makan, terutama
setelah menyentuh daging mentah dan makanan olahan
BAB 3

PENUTUP

3.1 Kesimpulan

Listeria adalah infeksi bakteri akibat keracunan makanan. Infeksi ini tidak berbahaya pada individu
yang sehat, namun bisa berbahaya pada wanita hamil, lansia, dan orang yang sistem kekebalan
tubuhnya lemah. Orang sehat juga dapat terinfeksi bakteri Listeria, dengan gejala jangka pendek
yang muncul seperti demam tinggi, sakit kepala parah, pegal, mual, sakit perut dan diare. Listeriosis
merupakan nama penyakit yang disebabkan oleh bakteri L. monocytogenes.

3.2 Daftar Pustaka