Anda di halaman 1dari 38

KERANGKA KURIKULUM

SEKOLAH PASCASARJANA
UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA

Universitas Pendidikan Indonesia


Jl. Dr. Setiabudhi No. 229 Bandung 40154 Jawa Barat - Indonesia
Telp. 022-2013163 Fax. 022-2013651

FPMIPA on   
© 2013 Fakultas Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam - UPI
Jl. Dr. Setiabudhi No. 229 Bandung 40154 Jawa Barat - Indonesia
Telp/Fax: +62-22-2001108
Email: fpmipa@upi.edu
Developed by Invinity Technologies

RASIONAL

Akhir-akhir ini, minat, kebutuhan, dan apresiasi masyarakat terhadap pendidikan tinggi semakin meningkat dan berkembang.
Kecenderungan ini diindikasikan dengan  semakin banyak dan beragamnya peminat dan peserta pendidikan di Universitas
Pendidikan Indonesia (UPI), khususnya  peminat dan peserta pendidikan pada tingkat Sekolah Pascasarjana (SPs).

Di pihak lain, perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni (Ipteks) dan tuntutan kehidupan global meniscayakan SPs,
sebagai gerbang mutu di UPI, untuk memiliki lulusan yang benar-benar bermutu. Tuntutan akan lulusan yang bermutu ini
meniscayakan SPs untuk selalu berupaya meningkatkan kualitas layanan pendidikannya. Kesuksesan SPs dalam
menyelenggarakan layanan pendidikan dan menghasilkan lulusan  yang bermutu ini akan menentukan keberadaan  dalam
komunitas pendidikan tinggi di Indonesia dan mancanegara.
Perkembangan sistem regulasi pendidikan tinggi juga menuntut SPs  untuk melakukan penyesuaian-penyesuaian. Diterbitkannya
Kerangka Kualifikasi Nasional (KKNI) oleh Pemerintah akhir-akhir ini, misalnya, memberikan rambu-rambu tentang kualifikasi dan
gradasi kompetensi lulusan yang dengan sendirinya menuntut SPs untuk melakukan penyesuaian-penyesuaian. Kebijakan dan
program Direktorat  Jendral Pendidikan Tinggi Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Ditjen Dikti Kemendikbud) yang salah
satunya berupa upaya meningkatkan produktivitas perguruan tinggi (PT) dalam menghasilkan karya ilmiah juga perlu mendapat
respons dan upaya serius dari SPs.

Seiring dengan kecenderungan-kecenderungan di atas, sejumlah permasalahan internal masih teridentifikasi. Permasalahan
tersebut di antaranya adalah rata-rata waktu penyelesaian studi yang belum memenuhi target Rencana Strategis (renstra) UPI—5
semester untuk S2, dan 7 semester untuk S3; penjenjangan kurikulum S1, S2, dan S3 yang belum begitu jelas perbedaan dan
kontinuitasnya; penugasan dosen yang belum terkoordinasikan dengan baik; serta latar belakang dan kualifikasi akademik
mahasiswa yang mendaftar dan diterima di SPs yang beragam sehingga memerlukan perlakuan yang beragam pula.

Kecenderungan-kecenderungan yang terjadi baik secara internal maupun eksternal sebagaimana dideskripsikan di atas
meniscayakan SPs untuk melakukan upaya-upaya pembenahan program yang signifikan, termasuk di antaranya mengintegrasikan
kurikulum dan sistem akademik program pendidikan S1, S2, dan S3  bagi program-program studi yang linier. Selain itu, kurikulum
SPs yang berlaku terakhir ini  adalah Kurikulum 2006  yang hingga dengan tahun 2012 sudah diberlakukan selama tujuh tahun.
Dengan periode implementasi selama itu, secara periodik kurikulum SPs ini  juga sudah saatnya untuk direviu dan direvisi.

Responsif terhadap berbagai tuntutan dan perkembangan sebagaimana dideskripsikan di atas, Kurikulum SPs UPI 2013 sudah
dirancang secara integrative dengan mempertimbangkan berbagai tuntutan baik yang berkembang secara internal maupun
eksternal. Dengan demikian, Kurikulum SPs UPI 2013 ini diharapkan lebih mendukung terjaminnya kualitas penyelenggaraan
layanan akademik terhadap mahasiswa sehingga menghasilkan lulusan yang berkualitas.

VISI DAN MISI

Visi

Visi SPs  adalah “Memperluas Pengakuan Internasional dalam Penyelenggaraan Pendidikan Pascasarjana Bidang Ilmu
Kependidikan dan Pendidikan Disiplin Ilmu Menuju Kepeloporan dan Keunggulan UPI Tahun 2020”.

Misi
Untuk mewujudkan visi tersebut, SPs merumuskan misinya sebagai berikut.

Menyelenggarakan pendidikan magister dan doktor yang bermutu untuk menghasilkan lulusan yang menguasai konsep dan
wawasan yang luas di bidangnya, mandiri, berkepribadian, dan berdaya saing tinggi pada tingkat nasional dan internasional.
 Menyelenggarakan penelitian yang bermutu dan produktif yang berorientasi pada publikasi ilmiah nasional dan
internasional.
 Menyelenggarakan pengabdian kepada masyarakat berbasis penelitian yang dapat memberikan kontribusi nyata bagi
kemajuan masyarakat.
 Memperluas jejaring dengan masyarakat ilmiah nasional dan
 Menyelenggarakan manajemen yang mendukung terciptanya lingkungan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada
masyarakat yang bermutu dan bertaraf internasional.
STRUKTUR KURIKULUM

Kurikulum program pendidikan S2 dan S3 terdiri atas dua kelompok mata kuliah, yakni Mata Kuliah Landasan Keahlian (MKLK)
dan Mata Kuliah Keahlian (MKK). MKLK adalah kelompok mata kuliah dasar yang melandasi pengembangan cara berpikir dan
kerja ilmiah. Yang termasuk ke dalam MKLK adalah mata kuliah Metodologi Penelitian dan Statistika Terapan. MKK adalah
kelompok mata kuliah bidang keahlian yang terutama terfokus pada pengembangan kemampuan kepakaran mahasiswa dalam
bidang tertentu. MKK ini terdiri atas MKK SPs yang wajib diikuti oleh semua mahasiswa, MKK Prodi yang wajib diikuti oleh semua
mahasiswa pada prodi yang bersangkutan, dan MKK Pilihan yang dapat dipilih oleh mahasiswa sesuai dengan fokus keahlian dan
keminatannya. Terdapat perbedaan penekanan antara MKK untuk program pendidikan dalam bidang terapan dan program
pendidikan dalam bidang keilmuan. MKK untuk program pendidikan dalam bidang terapan terdiri atas kajian-kajian materi yang
lebih terkait dengan pengetahuan aplikatif di lapangan, sementara MKK untuk program pendidikan dalam bidang keilmuan terdiri
atas kajian-kajian materi aplikatif dan teoretis secara seimbang. Penyelesaian akhir studi dilakukan melalui penulisan tesis (S2)
dan disertasi (S3). Selain itu, mahasiswa yang berlatar belakang pendidikan tidak sebidang (yang dianggap belum memenuhi
standar mutu input) dipersyaratkan untuk mengikuti aanvullen setara 12 sks pada prodi yang bersangkutan atau prodi lain yang
relevan.

Sesuai dengan jenjang dan variasi jenis program pendidikan, struktur kurikulum dan beban studi untuk masing-masing program
pendidikan dirancang sebagai berikut.

Struktur Kurikulum Program Pendidikan Magister (S2)


Struktur Kurikulum Program Pendidikan Magister (S2) dalam Bidang Terapan

Struktur kurikulum program pendidikan magister dalam bidang terapan terdiri atas kelompok MKLK dan MKK, di
samping aanvullen bagi yang berlatar belakang pendidikan tidak sebidang, sebagaimana tertera pada tabel berikut.

TABEL 1
STRUKTUR KURIKULUM DAN BEBAN STUDI
PROGRAM PENDIDIKAN MAGISTER (S2) DALAM BIDANG TERAPAN

Kelompok Mata Kuliah Beban Studi (Sks)

Berasal dari Prodi S1 Berasal dari Prodi S1


Sebidang Tidak Sebidang

Kurikulum Prasyarat

Aanvullen – 12

Kurikulum Inti:

Mata Kuliah Landasan Keahlian (MKLK) 6 6


Mata kuliah Keahlian (MKK) SPs 4 4

Mata Kuliah Keahlian  (MKK) Prodi 12-15 12-15

Kurikulum Pilihan

Mata kuliah Keahlian (MKK) Khusus masing-masing siswa 8-11 8-11

Tesis 6 6

Jumlah 36-42 48-54

(Termasuk aanvullen)

Keterangan:

 Mahasiswa yang S1-nya tidak sebidang (yang dianggap belum memenuhi standar mutu input) wajib
mengikuti dan lulus aanvullen.
 Penentuan jurusan/prodi S1 yang dianggap sebidang atau tidak sebidang dilakukan oleh prodi yang
bersangkutan.
 Bobot kegiatan aanvullen setara dengan 12 sks.
 Kegiatan aanvullen diselenggarakan selama 1 semester atau setara dengan itu selama masa perkuliahan
pada  Prodi yang bersangkutan, namun diutamakan pada semester-semester awal.
 Perbandingan antara Kurikulum Inti dan Kurikulum Pilihan S2 adalah sekitar 60%:40%.
 Total sks yang harus diperoleh mahasiswa adalah antara 36–42 sks di luar aanvullen atau 48-54 sks
termasuk aanvullen.
 Jumlah sks yang disediakan untuk MKK Pilihan minimal 2 kali lipat dari jumlah sks yang harus diambil oleh
mahasiswa pada kelompok mata kuliah tersebut.
 Dengan persetujuan PA dan Kaprodi, MKK Pilihan dapat diambil dari prodi lain atau bahkan dari perguruan
tinggi lain.
 Tesis dapat dikontrak pada semester ganjil dan genap.

Struktur Kurikulum Program Pendidikan Magister (S2) dalam Bidang Keilmuan

Struktur kurikulum program pendidikan magister dalam bidang keilmuan  juga terdiri atas kelompok MKLK dan MKK
serta aanvullen bagi yang berlatar belakang pendidikan tidak sebidang, namun dengan proporsi bobot yang berbeda sebagaimana
tertera pada tabel berikut.

TABEL 2
STRUKTUR KURIKULUM DAN BEBAN STUDI
PROGRAM PENDIDIKAN MAGISTER (S2) DALAM BIDANG KEILMUAN

Kelompok Mata Kuliah Beban Studi (Sks)

Berasal dari Prodi S1 Berasal dari Prodi S1


Sebidang Tidak Sebidang

Kurikulum Prasyarat:
–   Aanvullen – 12

Kurikulum Inti:

–          Mata Kuliah Landasan Keahlian (MKLK) 6 6

–          Mata kuliah Keahlian (MKK) SPs 4 4

–          Mata Kuliah Keahlian  (MKK) Prodi 12-15 12-15

Kurikulum Pilihan

–          Mata kuliah Keahlian (MKK) Khusus masing-masing siswa 6-9 6-9

–          Tesis 8 8

Jumlah 36-42 48-54

(Termasuk matrikulasi)
Keterangan:

Sama dengan pada Tabel 1. 

Struktur Kurikulum Program Pendidikan Doktor (S3)

Beban studi pada program doktor adalah 42-45 sks bagi yang sudah mengambil MKK SPs pada program S2 atau antara 46-49 sks
bagi yang belum mengambil MKK SPs pada program S3. Bagi yang berlatar belakang pendidikan tidak sebidang wajib
mengambil aanvullen setara 12 sks. Rincian untuk masing-masing program sebagai berikut.

Struktur Kurikulum Program Pendidikan Doktor (S3) dalam Bidang Terapan

Secara struktur, kurikulum untuk program pendidikan Doktor dalam bidang terapan tertentu juga sama dengan struktur kurikulum
untuk program pendidikan magister. Namun, yang berbeda adalah beban studi serta kedalaman dan kompleksitas perkuliahannya.

Visi SPs UPI


Mendapat pengakuan yang lebih luas di tingkat internasional dalam penyelenggaraan pendidikan pascasarjana bidang ilmu
kependidikan dan pendidikan disiplin ilmu menuju kepeloporan dan keunggulan UPI tahun 2020

Misi SPs UPI


1. Menyelenggarakan pendidikan magister dan doktor yang bermutu untuk menghasilkan lulusan yang menguasai konsep dan
wawasan yang luas di bidangnya, mandiri, berkepribadian, dan berdaya saing tinggi pada tingkat nasional dan internasional.
2. Menyelenggarakan penelitian yang bermutu dan produktif yang berorientasi pada publikasi ilmiah nasional dan
internasional.
3. Menyelenggarakan pengabdian kepada masyarakat berbasis penelitian yang dapat memberikan kontribusi nyata bagi
kemajuan masyarakat.
4. Memperluas jejaring dengan masyarakat ilmiah nasional.
5. Menyelenggarakan manajemen yang mendukung terciptanya lingkungan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada
masyarakat yang bermutu dan bertaraf internasional.
Fungsi
Sekolah Pascasarjana adalah unit pelaksana akademik yang berfungsi menyelenggarakan dan/atau mengoordinasikan program
pendidikan magister, program doktor, program magister terapan, program doktor terapan, dan program lain sesuai dengan
kewenangannya.

Tujuan

1. Menghasilkan Magister dan Doktor dalam ilmu pendidikan, pendidikan disiplin ilmu, dan ilmu lainnya yang menguasai
konsep dan memiliki wawasan yang luas dalam bidangnya serta memiliki kepribadian dan daya saing yang dapat
ditampilkan pada tingkat nasional maupun internasional.
2. Menghasilkan karya-karya penelitian yang bermutu dan dipublikasikan nasional maupun internasional.
3. Menghasilkan karya-karya pengabdian kepada masyarakat yang memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat.
4. Meningkatkan kapasitas program dan reputasi akademik di tingkat nasional dan internasional.
5. Meningkatkan kapasitas manajemen dan sumber daya yang mendukung lingkungan pendidikan, penelitian, dan pengabdian
kepada masyarakat yang bermutu.
Sekolah Pascasarjana adalah unit pelaksana akademik yang berfungsi menyelenggarakan dan/atau mengoordinasikan program
pendidikan magister, program doktor, program magister terapan, program doktor terapan, dan program lain sesuai dengan
kewenangannya.

Tujuan

1. Menghasilkan Magister dan Doktor dalam ilmu pendidikan, pendidikan disiplin ilmu, dan ilmu lainnya yang menguasai
konsep dan memiliki wawasan yang luas dalam bidangnya serta memiliki kepribadian dan daya saing yang dapat
ditampilkan pada tingkat nasional maupun internasional.
2. Menghasilkan karya-karya penelitian yang bermutu dan dipublikasikan nasional maupun internasional.
3. Menghasilkan karya-karya pengabdian kepada masyarakat yang memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat.
4. Meningkatkan kapasitas program dan reputasi akademik di tingkat nasional dan internasional.
5. Meningkatkan kapasitas manajemen dan sumber daya yang mendukung lingkungan pendidikan, penelitian, dan pengabdian
kepada masyarakat yang bermutu.
Sekolah Pascasarjana (SPs) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) merupakan salah satu SPs tertua di Indonesia dengan
komitmen yang kuat terhadap mutu. Sejarahnya bermula pada tahun 1968 dengan dibukanya Lembaga Pendidikan Post
Doktoral (LPPD) yang kemudian berubah menjadi Sekolah Pasca Sarjana (1977-1982), Fakultas Pascasarjana (1983
-1990), Program Pascasarjana (1991-2005), dan tahun 2006 sampai sekarang  kembali menjadi Sekolah Pascasarjana. SPs
UPI menyelenggarakan Program Magister dan Program Doktor (S3) Pendidikan dan Non-Pendidikan.

Pimpinan Sekolah Pascasarjana UPI :

 Prof. Dr. Sikun Pribadi, M.A. (1968-1981)


 Prof. Dr. Achmad Sanusi, S.H., M.PA. (1982-1992)
 Prof. Dr. Moh. Djawad Dahlan (1993-1996)
 Prof. Dr. Abdul Azis Wahab, M.A. (1996-2003)
 Prof. Dr. Asmawi Zainul, M.Ed. (2003-2007)
 Prof. Furqon, Ph.D (2007-2010)
 Prof. Fuad Abdul Hamied, Ph.D (2010-2011)
 Prof. Dr. Didi Suryadi, M.Ed. (2011-2015)
 Prof . H. Yaya S. Kusumah, M.Sc., Ph.D (2015-2019)
 Prof. Dr. Syihabuddin, M.Pd.(2019 –  )

Struktur Kurikulum

1. Struktur Kurikulum program Sarjana dan Diploma tersusun sebagai berikut :


a. Mata Kuliah Umum (MKU) adalah kelompok mata kuliah yang ditujukan untuk mengembangkan aspek kepribadian
mahasiswa sebagai individu dan warga masyarakat;
b. Mata Kuliah Keahlian (MKK) adalah kelompok mata kuliah yang ditujukan untuk mengembangkan kemampuan
mahasiswa dalam penguasaan keahlian bidang studi/bidang ilmu terkait;
c. MKK dapat terdiri atas MKK Fakultas dan MKK Program Studi;
d. MKK Program Studi ada yang bersifat wajib dan ada yang bersifat pilihan;
e. Mata Kuliah Perluasan dan Pendalaman (MKPP) adalah mata kuliah pilihan yang diambil dari prodi sendiri yang
ditujukan untuk memperluas atau memperdalam penguasaan materi;
f. Mata Kuliah Kemampuan Tambahan (MKKT) adalah mata kuliah pilihan yang disediakan oleh suatu prodi yang dapat
diambil oleh mahasiswa dari luar program studi tersebut untuk menambah kemampuan dalam bidang lain;
g. Mata Kuliah Pilihan Bebas (MK Pilihan Bebas) adalah mata kuliah yang diambil dari program studi lain dan
mahasiswa bebas menentukan mata kuliah pililiannya;
h. Mata Kuliah Profesi (MKP) adalah kelompok mata kuliah pada Program Studi Tenaga Kependidikan yang bertujuan
untuk mengembangkan kemampuan Profesi, dan terdiri atas kelompok Mata Kuliah Dasar Profesi (MKDP), dan Mata
Kuliah Keahlian Profesi (MKKP);
i. Mata Kuliah Konsentrasi Akademik Kependidikan (MK Konsentrasi Akademik Kependidikan) adalah kelompok mata
kuliah yang bertujuan untuk mengembangkan suatu keahlian tertentu dalam Program Studi Kependidikan Nonguru;
j. Mata Kuliah Konsentrasi Akademik Nonkependidikan (MK Konsentrasi Akademik Nonkependidikan) adalah kelompok
mata kuliah yang bertujuan untuk mengembangkan suatu keahlian tertentu dalam Program Studi Nonkependidikan;
k. Mata Kuliah Konsentrasi Akademik (Kependidikan Nonguru dan Non Kependidikan) dapat terdiri atas Mata Kuliah
Dasar Akademik (MKDA), Mata Kuliah Keahlian Akademik (MKKA) dan Mata Kuliah Latihan Akademik (MKLA);
l. Skripsi adalah tugas akhir (karya tulis) yang ditujukan untuk mengembangkan kemampuan mahasiswa program S1
dalam menyusun karya ilmiah sebagai muara dari keseluruhan pengalaman belajarnya, didasarkan atas hasil
penelitian lapangan, dan ditulis dengan tata cara penulisan karya ilmiah.
2. Struktur Kurikulum Sekolah Pascasarjana tersusun sebagai berikut:
a. Sesuai dengan sifat program S2 dan S3 sebagai studi lanjut yang mengembangkan. keahlian dalam bidang studi
tertentu, struktur kurikulum tidak memiliki kelompok Mata Kuliah Umum (MKU), tetapi semua mata kuliah merupakan
Mata Kuliah Keahlian (MKK);
b. MKK terdiri atas dua kelompok yaitu kelompok Mata Kuliah Landasan Keahlian (MKLK) dan kelompok Mata Kuliah
Keahlian Utama (MKKU);
c. Mata Kuliah Landasan Keahlian (MKLK) adalah kelompok mata kuliah yang ditujukan untuk mengembangkan
kemampuan mahasiswa dalam landasan keahlian berkenaan dengan bidang studi/bidang ilmu;
d. Mata Kuliah Keahlian Utama (MKKU) adalah kelompok mata kuliah yang ditujukan untuk mengembangkan
kemampuan mahasiswa dalam keahlian utama berkenaan dengan bidang studi/bidang ilmu;
e. Tesis (Program S2) atau Disertasi (Program S3) adalah tugas akhir yang ditujukan untuk mengembangkan
kemampuan mahasiswa menyusun karya ilmiah sebagai muara dari keseluruhan pengalaman belajarnya, didasarkan
atas hasil penelitian lapangan, dan ditulis dengan tata cara penulisan karya ilmiah.
3. Setiap program studi wajib menyediakan MKKT bagi mahasiswa dari program studi lain.
4. Dalam MKKP dimungkinkan ada kegiatan praktikum di sekolah atau luar sekolah yang dikelola oleh program studi masing
masing.
5. Program Studi Kependidikan dan Non Kependidikan dapat menyediakan lebih dari satu konsentrasi akademik.
6. Pengembangan kurikulum program Sarjana dan Diploma berdasarkan pada ketentuan sebagai berikut:
a. bobot sks tiap mata kuliah 2 4 sks, skripsi 6 sks, dan dalam hal khusus dimungkinkan sampai lebih dari 6 sks bila ada
ketentuan secara nasional;
b. MKK tiap program studi wajib memuat mata kuliah Bahasa Inggris (2 sks);
c. program studi yang memerlukan mata kuliah Pendidikan Kesenian dan atau mata kuliah Kewirausahaan dapat
memasukkannya dalam MKK Program Studi masing-masing sebesar 2 sks.
7. Pengembangan Kurikulum Sekolah Pascasarjana (S2 dan S3) berdasarkan pada ketentuan sebagai berikut :
a. bobot sks untuk tiap mata kuliah minimal 2 sks dan maksimal 4 sks, kecuali tesis (8 sks) dan disertasi (15 sks);
b. MKLK dapat memuat mata kuliah wajib dan mata kuliah pilihan sesuai dengan keperluan program studi.
c. MKKU terdiri atas MKKU wajib dan MKKU pilihan (dapat pilihan bebas atau pilihan paket/konsentrasi);
d. program magister (S2) yang memerlukan latihan, memasukkan mata kuliah tersebut ke dalam MKKU;
e. kurikulum program Doktor (S3) dapat mencanturnkan mata kuliah prasyarat (aanvullen) bagi mahasiswa S3 lintas
bidang (lulusan S2 tidak sejenis), yang tercantum pada Kurikulum S2 Program Studi yang bersangkutan atau
program studi lain di lingkungan SPs UPI.
8. Jumlah sks Program S1 berkisar antara 144-150 sks dengan komponen sebagai berikut :
a. Mata Kuliah Umum (MKU) dengan jumlah sks sebanyak 14 sks, terdiri atas :
1. Pendidikan Agama (2 sks)
2. Pendidikan Kewarganegaraan (2 sks)
3. Pendidikan Bahasa Indonesia (2 sks)
4. Pendidikan Lingkungan Sosial, Budaya, dan Teknologi (PLSBT) (2 sks)
5. Seminar Pendidikan Agama (2 sks)
6. Pendidikan Jasmani dan Olahraga (2 sks)
7. Kuliah Kerja Nyata (2 sks)
b. Mata Kuliah Keahlian (MKK) Program Studi Kependidikan dengan jumlah sks berkisar antara 100-106 sks, terdiri atas
:
1. MKK Fakultas (6-12 sks)
2. MKK Program Studi (72-78 sks)
3. MKK Pilihan dapat merupakan :
4. MK Pilihan Bebas, MKPP, MKKT atau MK Konsentrasi Akademik Kependidikan (16-18 sks)
c. MKP Program Kependidikan guru dengan jumlah sks sebanyak 30 sks, terdiri atas :
1. MKDP untuk Kependidikan Guru (16 sks)
a. Landasan Pendidikan (2 sks)
b. Perkembangan Peseta Didik (2 sks)
c. Bimbingan dan Konseling (3 sks)
d. Pengembangan Kepribadian Guru (2 sks)
e. Komunikasi Pendidikan (2 sks)
f. Kurikulum dan Pembelajaran (3 sks)
g. Pengelolaan Pendidikan (2 sks)
2. MKKP Bidang Studi Teoretik untuk Program Studi Kependidikan Guru (14 sks)
a. Belajar dan Pembelajaran Bidang Studi (2 sks)
b. Evaluasi Pembelajaran Bidang Studi (2 sks)
c. Perencanaan Pembelajaran Bidang Studi (2 sks)
d. Media Pembelajaran Bidang Studi (3 sks)
e. Pembelajaran Mikro Bidang Studi (2 sks)
f. Metode Penelitian Pendidikan Bidang Studi (3 sks)
3. MKLP Bidang Studi untuk Program Studi Kependidikan Guru (4 sks)
a. Program Latihan Profesi (PLP) (4 sks)
d. MKP Program Kependidikan Nonguru diatur sesuai program yang bersangkutan.
e. MKK Program Studi Non Kependidikan dengan jumlah sks berkisar antara 110-116 sks,terdiri atas:
1. MKK Fakultas (6 -12 sks)
2. MKK Program Studi (86-92 sks)
3. MK Pilihan Bebas, MKPP, dan atau MKKT (16-18 sks)
f. MK Konsentrasi Akademik Program Studi Non Kependidikan dengan jumlah sks berkisar antara 20-26 sks, terdiri
atas :
1. MKDA (6-8 sks)
2. MKKA (10-16 sks)
3. MKLA (2-4 sks)
9. Jumlah sks Program D3 keseluruhan berkisar antara 112-120 sks dengan komponen sebagai berikut:
a. MKU dengan jumlah sks sebanyak 10 sks, terdiri atas :
1. Pendidikan Agama (2 sks)
2. Pendidikan Kewarganegaraan (2 sks)
3. Pendidikan Bahasa Indonesia (2 sks)
4. Pendidikan Lingkungan Sosial, Budaya, dan Teknologi (PLSBT) (2 sks)
5. Pendidikan Jasmani dan Olahraga (2 sks)
b. MKK dengan jumlah sks berkisar antara 102-110 sks, terdiri atas :
1. MKK Fakultas (6-12 sks)
2. MKK Program Studi (88-96 sks)
3. MKK Pilihan (8-16 sks)
10. Jumlah sks Program D2 PGTK dan D2 PGSD keseluruhan berkisar antara 76-80 sks dengan komponen sebagai berikut :
a. MKU dengan jumlah sks sebanyak 8 sks, terdiri atas :
1. Pendidikan Agama (2 sks)
2. endidikan Kewarganegaraan (2 sks)
3. Pendidikan Bahasa Indonesia (2 sks)
4. Pendidikan Jasmani dan Olahraga (2 sks)
b. MKK (dapat memuat MKK wajib dan MKK pilihan) jumlah sks berkisar antara 46-50 sks
c. MKP dengan jumlah sks sebanyak 22 sks, terdiri atas :
1. MKDP (10 sks)
a. Landasan Pendidikan (2 sks)
b. Perkembangan Peserta Didik (2 sks)
c. Pengelolaan Pendidikan (2 sks)
d. Kurikulum dan Pembelajaran (2 sks)
e. Bimbingan dan Konseling (2 sks)
2. MKKP (ke-SD-an dan ke-TK-an) (12 sks)
a. Belajar dan Pembelajaran SD/TK (3 sks)
b. Evaluasi Pembelajaran SD/TK (3 sks)
c. Perencanaan Pembelajaran SD/TK (2 sks)
d. Pembelajaran Mikro SD/TK (4 sks)
11. Jumlah sks Program S2 keseluruhan berkisar antara 48-50 sks, dengan komponen sebagai berikut :
a. MKLK dengan sks berjumlah 10 sks, memuat mata kuliah wajib dan mata kuliah pilihan (dalam Program Studi
bersangkutan)
b. MKKU dengan sks berkisar antara 30-32 sks, terdiri atas :
1. MKKU Wajib
2. MKKU Pilihan (dapat berupa paket pilihan keahlian dan pilihan tidak terstruktur)
c. Tesis (sesuai dengan paket pilihan keahlian) 8 sks
12. Jumlah sks Program S3 keseluruhan berkisar antara 48-50 sks, dengan komponen sebagai berikut:
a. MKLK dengan sks berkisar antara 10-12 sks, memuat mata kuliah wajib dan mata kuliah pilihan (dalam Program
Studi bersangkutan)
b. MKKU dengan sks berkisar antara 23-25 sks, terdiri atas :
1. MKKU Wajib
2. MKKU Pilihan (dapat berupa paket pilihan keahlian dan pilihan tidak terstruktur
c. Disertasi (sesuai dengan paket pilihan keahlian) 15 sks

Sekolah Pasca Sarjana


 
SPs UPI bertujuan menyiapkan para mahasiswa Program Magister (S2) dan Doktor (S3) untuk menjadi ilmuwan, tenaga
kependidikan dan tenaga profesional lainnya yang memiliki kemampuan sebagai peneliti, perencana, pengembang, pemikir, dan
praktisi  yang memiliki (a) wawasan yang luas dan kepedulian yang tinggi terhadap pendidikan dengan segala aspeknya; (b)
penguasaan yang mendalam dalam bidang ilmu yang menjadi keahliannya; (c) kemampuan meneliti, mengembangkan,
merencanakan, dan mengelola pendidikan serta menyebarluaskan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang pendidikan dan
bidang-bidang lainnya.
Lulusan SPs UPI diharapkan menampilkan diri sebagai pribadi yang memiliki integritas yang tinggi, terbuka dan tanggap terhadap
kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi serta  perkembangan masyarakat, mampu mengembangkan ilmu khususnya disiplin
ilmu pendidikan dan pendidikan disiplin ilmu dan disiplin ilmu lainnya, serta secara terus menerus memotivasi diri sebagai ilmuwan.
Profil tersebut dicapai dan dikembangkan melalui serangkaian proses pendidikan yang dilandasi komitmen pada mutu dan
relevansi dalam bentuk perkuliahan, diskusi, seminar, penelitian dan penulisan tesis/disertasi.
Status Akreditasi
Berdasarkan hasil akreditasi Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) pada tahun 2002 untuk program Doktor (S3)
dan tahun 2005 untuk program Magister (S2), semua Program Studi S2 dan S3 mendapatkan status akreditasi A (Unggulan),
kecuali Program S2 Pendidikan Bahasa Jepang dan Program S3 Pendidikan IPS.  Beberapa Program Studi untuk tahun 2008
sudah dilakukan evaluasi diri dan visitasi oleh Asesor BAN PT tinggal menunggu hasilnya.
Program Studi dan Konsentrasi
Saat ini SPs UPI memiliki 20 Program Studi S2 dengan 46 konsentrasi dan 11 Program Studi S3 dengan 24 konsentrasi. Pada
Program S3, pemilihan bidang konsentrasi bersifat fleksibel dan bergantung pada minat mahasiswa, yang dipenuhi melalui mata
kuliah kajian mandiri dan penulisan disertasi dalam bidang konsentrasi yang bersangkutan.
Program Magister (S2)  Pendidikan Ilmu Pengetahuan (IPA) memiliki enam   konsentrasi : 1. Pendidikan IPA SD; 2. Pendidikan
Fisika Sekolah Lanjutan; 3. Pendidikan Kimia Sekolah Lanjutan; 4. Pendidikan Biologi Sekolah Lanjutan; 5. Pendidikan
Lingkungan; dan 6. Pendidikan Ilmu Kebumian dan Antariksa. Program Doktor (S3) tidak memiliki konsentrasi secara eksplisit,
namun minat mahasiswa disalurkan melalui mata kuliah kajian mandiri dan penulisan Disertasi.
Program Studi Pendidikan IPA SPs UPI bertujuan menjadi pusat terkemuka dalam menyiapkan tenaga ahli Pendidikan IPA melalui
penelitian, pengembangan dan penyebarluasan teori-teori dan prinsip-prinsip pendidikan IPA, sebagai wahana untuk
meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia yang memiliki literasi sains dan teknologi. Program studi ini   akan
dikembangkan menjadi pelopor pembaharuan pendidikan IPA.
Lulusan program studi S2 mempunyai kemampuan akademik maupun profesional dalam Pendidikan IPA, sebagai guru bina,  serta
selalu berusaha mengembangkan profesionalismenya melalui kegiatan penelitian sesuai dengan bidang konsentrasinya.
Lulusan program S3  sebagai ilmuwan Pendidikan IPA mempunyai kemampuan mengkaji, menemukan dan mengembangkan
teori-teori dan prinsip-prinsip Pendidikan IPA yang inovatif dan mampu memberikan sumbangan untuk pengembangan pendidikan
IPA di Indonesia.

 FPMIPA
Dekan:
Siti Fatimah, M.Si., Ph.D.
Tugas Pokok dan Fungsi
FPMIPA merupakan unsur pelaksana akademik yang bertugas mengkoordinasikan pelaksanaan kegiatan akademik bidang MIPA
dan pendidikan MIPA dalam rangka menyiapkan guru MIPA dan ilmuwan bidang MIPA yang mempunyai daya saing tinggi dalam
era globalisasi.
Fungsi FPMIPA meliputi: perencanaan, pelaksanaan, dan pengkoordinasian bidang tridarma perguruan tinggi serta kerjasama di
bidang MIPA dan pendidikan MIPA, termasuk didalamnya sebagai penyelenggara monitoring dan evaluasi kegiatan akademik dan
non-akademik, serta penjaminan mutu. 
Visi dan Misi
Untuk kurun waktu 2016-2020, FPMIPA memiliki visi: “Pelopor dan unggul dalam pendidikan MIPA dan Ilmu MIPA”.
Pelopor berarti FPMIPA lembaga yang memiliki inisiatif dan kreatif didalam melakukan inovasi dibidang pendidikan MIPA dan ilmu
MIPA, dan  unggul berarti FPMIPA lembaga yang  kompetitif dan responsif, serta selalu  meningkatkan kualitas  (continous quality
improvement). Dalam mengembangkan program pendidikan dan nonpendidikan FPMIPA menggunakan prinsip cross fertilization,
resources sharing, dan education as value dengan dilandasi moto UPI edukatif, ilmiah, dan religius, sehingga lulusan FPMIPA
diharapkan memiliki daya saing global dan berakhlak mulia.
Dalam rangka mewujudkan visi di atas, ditetapkan misi sebagai berikut:

a. menyelenggarakan pendidikan untuk menyiapkan tenaga pendidik MIPA dan ilmuwan MIPA profesional yang berdaya saing
global;
b. mengembangkan penelitian di bidang pendidikan MIPA dan ilmu MIPA untuk menjadi landasan dalam proses pendidikan
dan pengabdian kepada masyarakat;
c. menyelenggarakan layanan pengabdian kepada masyarakat berbasis hasil penelitian pendidikan MIPA dan ilmu MIPA;
d. menyelenggarakan internasionalisasi pendidikan melalui pengembangan dan pengokohan jejaring serta kemitraan pada
tingkat nasional, regional, dan internasional.

Tujuan FPMIPA  adalah:

a. menghasilkan ilmuwan, pendidik, tenaga kependidikan, serta tenaga profesional lain pada bidang MIPA yang profesional
yang berdaya saing global;
b. meningkatnya produktifitas hasil-hasil penelitian di bidang pendidikan MIPA dan ilmu MIPA untuk menjadi landasan dalam
proses pendidikan dan pengabdian kepada masyarakat;
c. meningkatnya produktifitas hasil-hasil pengabdian kepada masyarakat berbasis riset di bidang pendidikan MIPA dan ilmu
MIPA yang dapat  mendukung pengembangan kehidupan, ekonomi, sosial, budaya, dan pendidikan;
d. tercapainya internasionalisasi pendidikan melalui pengembangan dan pengokohan jejaring serta kemitraan pada tingkat
nasional, regional, dan internasional.

Departemen Pendidikan Fisika


Departemen ini memiliki dua Program Studi yaitu: Program Studi Pendidikan Fisika dan Program Studi Fisika (non kependidikan).
Lulusan Program Studi Pendidikan Fisika bergelar Sarjana Pendidikan (S.Pd.), dan lulusan Program Studi Fisika bergelar Sarjana
Sains (S.Si.). Satu Keistimewaan pada Departemen ini adalah dimilikinya seperangkat alat teropong bintang berstandar
internasional untuk praktikum mahasiswa, dosen, guru, dan siswa sekolah. Bahkan alat ini telah dimanfaatkan oleh masyarakat
luas ketika ada gerhana matahari yang langka terjadi.
Proses Belajar Mengajar
Dewasa ini FPMIPA melaksanakan Kurikulum 2006 yang lebih ramping dan fleksibel dengan beban sekitar 146 sks, termasuk di
dalamnya 12 sks Mata Kuliah Keahlian Fakultas (MKK Fakultas).
Dosen
Pada tahun 2008 FPMIPA memiliki dosen sebanyak 199 orang yang terdiri atas 51 orang doktor (7 orang diantaranya guru besar),
136 dosen berpendidikan magister, dan selebihnya berpendidikan sarjana. Pada tahun 2009 sebanyak 24 orang dosen sedang
menyelesaikan program doctor dan 12 orang sedang menyelesaikan program magister.
Fasilitas
1. Ruang Kuliah dan Seminar
Gedung FPMIPA dilengkapi dengan 14 ruang kuliah berbagai ukuran yaitu: 2 ruang berkapasitas 150 orang mahasisw, 1 ruang
berkapasitas 100 mahasiswa, 6 ruang berkapasitas 60 mahasiswa, dan 5 ruang berkapasitas 30 mahasiswa.Untuk melayani
kegiatan ilmiah seperti seminar dan workshop, FPMIPA mememiliki Auditorium berstandar internasional dan berkapasitas 300
orang. Sejumlah seminar tingkat nasional dan internasional telah diselenggarakan di gedung Auditorium ini.
2. Laboratorium
Departemen-Departemen di FPMIPA dilengkapi dengan sarana-sarana Laboratorium berstandar internasional yang dapat
dipergunakan selain ntuk kegiatan praktikum mahasiswa juga dimanfaatkan untuk kepentingan penelitian mahasiswa dan dosen .
Laboratorium-laboratorium yang terdapat di FPMIPA, adalah :

Departemen Pendidikan Matematika:


- Laboratorium Komputer
- Lab Pembelajaran

Departemen Pendidikan Fisika:


- Laboratorium Fisika Dasar
- Laboratorium Fisika Lanjutan
- Laboratorium Elektronika
- Laboratorium Ilmu Pengetahuan Bumi dan Antariksa (IPBA)

Departemen Pendidikan Biologi:


- Laboratorium Biologi Struktur dan Perkembangan
- Laboratorium Fisiologi
- Laboratorium Keanekaragaman dan Klasifikasi
- Laboratorium Mikrobiologi
- Laboratorium Ekologi, Laboratorium Genetika
- Kebun Botani

Departemen pendidikan Kimia:


- Laboratorium Kimia Dasar dan Analitik
- Laboratorium Kimia Organik dan Biokimia
- Laboratorium Kimia Instrumentasi
- Laboratorium Kimia Fisik dan Kimia Anorganik
- Laboratorium Penelitian

Program Studi Ilmu Komputer dan Pendidikan Ilmu Komputer


- Laboratorium Hardware
- Laboratorium Basis Data
- Laboratorium Struktur Data
- Laboratorium Numerik
- Laboratorium Multimedia

Laboratorium di tingkat Fakultas:


- Laboratorium pengajaran sekolah dasar dan menengah
- Workshop
- Kurikulatorium
- Unit produksi pembelajaran berbasis ICT
(Information Communication Technology)
- LAN (Local Area Network) terpasang di setiap ruangan di gedung FPMIPA.
Memungkinkan setiap civitas akademika FPMIPA berkomunikasi secara global
melalui internet.

Pada tahun 2009 FPMIPA sedang mengembangkan Bengkel Kerja danLaboratorium Alat Bantu pembelajaran. Pengembangan
fasilitas ini ibantu oleh Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi (DIKTI). Beberapa peralatan laboratorium yang ada di FPMIPA
diantaranya adalah : High Performance Liquid Chromatography (HPLC), Atomic Absorption Spectrophometer (AAS), UV/VIS
Spectrophotometer, Gas Chromatography-Mass Spectroscopy (GC-MS),FTIR Spectroscopy, Electrophoresis Set, Gel drayer,
Micro centrifuge, PCR, Freeze dyer, Microphotograph unit, Computer-Controlled Difractometer, Computer Controlled Micro
Movement Stages (3 Axis), Nitrogen Dye Laser System untuk penelitian dalam bidang optik non-linear dan perilaku gelombang
sinar laser, serta Teleskop untuk menyaksikan kejadian alam yang langka, seperti posisi Mars yang terjadi pada bulan Agustus
2003.
Kegiatan Penelitian
Payung penelitian menjadi jangkar bagi penelitian dosen dan penelitian mahasiswa (skripsi dan tugas akhir), antara lain pedagogi
materi subyek MIIPA, pengembangan kreativitas dan kemampuan berpikir tingkat tinggi (higher order thingking) melalui
pembelajaran matematika dan sains, pembelajaran MIPA berbasis ICT, pembelajaran MIPA berbasis hands-on. Untuk
meningkatkan kualitas dan produktivitas penelitian baik dikalangan dosen maupun mahasiswa,setiap Departemen berupaya
mendorong para dosennya untuk senantiasa meningkatkan wawasan tentang penelitian dan penyusunan proposal yang tersusun
selanjutnya diajukan/dipersaingkan untuk memperoleh dana tertentu, seperti dari hibah kompetitif DIKTI, seperti Hibah Bersaing,
Penelitian Fundamental, Hibah Kompetensi, RAPID, Program Insentif Ristek, dll. Untuk menjamin adanya keberlanjutan
pengembangan ilmu, setiap kelompok peneliti selalu berusaha mengembangankan bidang kajiannya secara konsesten dan
berkaitan dengan bidang keahliannya. Selain berkonsentrasi pada bidang pendidikan MIPA, sejumlah dosen juga melakukan
penelitian dalam bidang MIPA murni dan dan aplikasi bidang ilmu MIPA. Setiap hasil penelitian, baik dalam bidang pendidikan
maupun ilmu murni, berusaha didiseminasikan melalui berbagai kegiatan seperti seminar, konfensi, serta jurnal ilmiah dalam dan
luar negeri. Desiminasi juga dilakukan melalui kegiatan  pengabdian pada masyrakat.
Kegiatan Kemahasiswaan
Kegiatan kemahasiswaan di FPMIPA diwadahi dalam organisasi BEM Departemen. Kegiatan kemahasiswaan di FPMIPA menitik
beratkan pada dua aspek kegiatan. Pengembangan keorganisasian dan kegiatan sosial dan pengembangan potensi akademik
mahasiswa. Kegiatan, organisasi dan sosial meliputi pengembagnan kepemimpinan, pengabdian pada masyarakat dll.
Keberhasilan kegiatan pengembangan potensi akademik mahasiswa meliputi kegiatan program kreativitas mahasiswa (PKM)
penelitia dan karya tulis, kegiatan seminar dll. Dalam tiga tahun terakhir, sederetan prestasi akademik dan non akademik telah
diraih para mahasiswa FPMIPA. Beberapa diantaranya adalah:

1. Juara 3 International Scientific Olympiad on Mathematics diraih oleh Enjun Junaeti mahasiswa Departemen Pendidikan
Matematika
2. Peserta Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (2 kelompok dari Departemen Pendidikan Kimia)
3. Medali Perunggu PON cabang pencak silat (atasnama Febriani dari Departemen Pendidikan Matematika)
4. Semifinalis Olimpiade Sains Nasional tingkat Perguruan Tingggi Indonesia, OSN-PTI (Ari Hardian dan Isman Kurniawan dari
Departemen Pendidikan Kimia).
5. Juara 1 Lomba Prestasi Ilmiah Nasional dalam rangka Program Pertamina sehati tahun 2007 di Jakarta dari Departemen
Pendidikan Matematika.
6. Juara I Lomba Penulisan Paper Tingkat Nasional Program Pertamina Sehati tahun 2007 di Jakarta dengan Judul Biore
moval Logam Mercuri Menggunakan Mikroorganisme (Suatu Kajian Terhadap Lumpur Lapindo) Nandang Heryanto,
Pendidikan Matematika
7. Juara I Lomba Presentasi Ilmiah Tingkat Nasional Program Pertamina Sehati tahun 2007 di Jakarta dengan Judul Tape
Ketan sebagai Energi Alternatif Masa Depan Nandang Heryanto, Pendidikan Matematika
8. Medali perunggu Olimpiade Matematika tingkat Internasional di Teheran 2005 dari Departemen Pendidikan Matematika,

Kerjasama

 Kerjasama dengan DIKTI


Untuk meningkatkan hubungan antara perguruan tinggi dengan sekolah, mulai pada tahun 2005 FPMIPA UPI diberi
kepercayaan oleh DIKTI untuk menyelenggarakan pelatihan School Univercity Partnership yang diikuti sejumlah Perguruan
Tinggi dari Jawa dan Sumatra. Melalui kegiatan tersebut, FPMIPA UPI berupaya untuk melakukan sharing pengalaman
khususnya yang berkaitan dengan upaya peningkatan keprofesionalan guru melalui lesson study. Lesson Study ini
dipandang sangat penting, karena melalui kegiatan tersebut selain dapa menjadi sarana untuk membantu guru
meningkatkan keprofesionalannya, juga bermanfaat untuk memperoleh umpan balik dari lapangan yang dapat dijadikan
masukan guna memperbaiki kualitas perkuliahan. Dalam upaya pengadaan guru MIPA untuk daerah terpencil, pada tahun
206 FPMIPA diberi kepercayaan menyelenggrakan program S-1 MIPA untuk 50 mahasiswa dari beberapa kabupaten di
NTT dan NTB. Pada tahun 2007 tugas tersebut dilanjutkan lagi untuk 50 mahasiswa baru lainnya.
 Kerjasama dengan JICA
FPMIPA telah menjalin kerjasama dengan JICA (Japan International Cooperation Agency) melalui Project for Development
of Science and Mathematics Teaching for Primary and Secondary Education in Indonesia selama 5 tahun (1998-2003).
Proyek kerjasama teknis JICA ini disebut proyek IMSTEP dan melibatkan 3 institusi yaitu FPMIPA UPI, FMIPA UNY, dan
FMIPA UM. Melalui kerjasama teknis JICA, FPMIPA melakukan pengembangan, pembenahan, dan peningkatan kualitas
pendidikan MIPA baik pada tingkat LPTK maupun sekolah. Program kerjasama teknis JICA ini diperpanjang selama dua
tahun dari tahun 2003 sampai dengan tahun 2005 dengan nama proyek Follow-up Program IMSTEP-JICA. Program Follow-
up IMSTEP JICA lebih menekankan pada kegiatan kolaborasi antara FPMIPA UPI dengan sekolah-sekolah. Melalui
kegiatan kolaborasi ini, guru bersama dosen melakukan pengembangan model-model pembelajaran MIPA yang inovatif
berbasis hands-on activity, daily life, dan local materials untuk meningkatkan kualitas pembelajaran MIPA di sekolah
menengah. Model-model pembelajaran yang telah dikembangkan secara diujicoba dibeberapa sekolah menengah dalam
bentuk piloting. Walupun kerjasama follow-up IMSTEP-JICA telah berakhir pada bulan September 2005, akan tetapi karena
dinilai berhasil dengan baik, maka pada saat itu telah disepakatisuatu program kerjasama baru selama dua tahun setengah
kedepan (tahun 2006 sampai tahun 2008) dengan focus perhatian pada peningkatan keprofesionalan guru MIPA SMP dan
MTs. Program tersebut dilaksanakan di Kabupaten Sumedang. Program kerjasama lanjutan yang didukung oleh DIKTI dan
PMPTK disebut sebagai Program SISTTEMS. Program tersebut diimplementasikan melalui kerjasama anta UPI, JICA, dan
Pemda Kabupaten Sumedang. Melalui program tersebut, FPMIPA UPI bersama JICA membantu para guru MIPA SMP
meningkatkan kemampuan profesionalnya melalui Lesson Study berbasis MGMP dan Lesson Study berbasis sekolah.
 Kerjasama dengan Dinas Pendidikan Kota/Kabupaten
Dalam rangka peningkatan profesionalisme guru MIPA, FPMIPA UPI telah melaksanakan workshop/pelatihan Pengelolaan
Pembelajaran MIPA sekolah berbasis kompetensi. Kegiatan lain yang dilaksanakan adalah Lesson Study. Melalui kegiatan
tersebut guru-guru dan dosen saling belajar melalui observasi pembelajaran dan diskusi pasca pembelajaran. Kerjasama
serupa dilakukan dengan Sampoerna Foundation untuk tahun 2008/2009.

 Ormawa
Organisasi Mahasiswa Tingkat Universitas

1. Majelis Permusyawaratan Mahasiswa Republik Mahaiswa Universitas Pendidikan Indonesia


2. Dewan Perwakilan Mahasiswa Republik Mahaiswa Universitas Pendidikan Indonesia
3. Badan Eksekutif Mahasiswa Republik Mahaiswa Universitas Pendidikan Indonesia

Organisasi Mahasiswa Tingkat Fakultas

1. Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Mahasiswa Fakultas Ilmu Pendidikan


2. Senat Mahasiswa Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial
3. Keluarga Mahasiswa Fakultas Pendidikan Bahasa dan Sastra
4. Fakultas Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
5. Keluarga Mahasiswa Fakultas Pendidikan Teknologi dan Kejuruan
6. Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Mahasiswa Fakultas Pendidikan Ekonomi dan Bisnis
7. Senat Mahasiswa Fakultas Pendidikan Seni dan Desain
8. Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Badan Eksekutif Mahasiswa/Himpunan Mahasiswa Fakultas Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FPMIPA)

1. Badan Eksekutif Mahasiswa/Himpunan Mahasiswa - Pendidikan Matematika dan Matematika


2. Badan Eksekutif Mahasiswa/Himpunan Mahasiswa - Pendidikan Fisika
3. Badan Eksekutif Mahasiswa/Himpunan Mahasiswa - Pendidikan Biologi
4. Badan Eksekutif Mahasiswa/Himpunan Mahasiswa - Pendidikan Kimia
5. Badan Eksekutif Mahasiswa/Himpunan Mahasiswa - Pendidikan Ilmu Komputer
6. Badan Eksekutif Mahasiswa/Himpunan Mahasiswa - Pendidikan IPA (International Program on Science Education/IPSE)

Organisasi Kemahasiswaan
Sebagai sarana untuk mewadahi kegiatan berorganisasi, UPI menyediakan organisasi mahasiswa sebagai berikut:

 Di Tingkat Universitas disebut Presiden KM UPI dan Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM/MPM), yang bertugas
mengkoordinasikan seluruh kegiatan mahasiswa untuk semua fakultas.
 Disamping itu di tingkat Universitas juga ada Unit Kegiatan Kemahasiswaan (UKM), yaitu unit yang menghimpun mahasiswa
dari berbagai fakultas yang mewakili perhatian pada bidang yang sama. Unit kegiatan mahasiswa ini meliputi kegiatan olah
raga kegiatan kesenian dan kegiatan khusus Menwa, Pramuka, Pencinta Alam dan sebagainya.
 Di tingkat Fakultas ada Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dan Senat Mahasiswa (SM). BPM adalah lembaga legislatif
mahasiswa sedangakan Senat Mahasiswa fakultas adalah lembaga eksekutif mahasiswa di tingkat Fakultas.
 Di tingkat Jurusan ada Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ). HMJ adalah pembantu SM dalam melaksanakan tugasnya

Sekolah Pasca Sarjana


 
SPs UPI bertujuan menyiapkan para mahasiswa Program Magister (S2) dan Doktor (S3) untuk menjadi ilmuwan, tenaga
kependidikan dan tenaga profesional lainnya yang memiliki kemampuan sebagai peneliti, perencana, pengembang, pemikir, dan
praktisi  yang memiliki (a) wawasan yang luas dan kepedulian yang tinggi terhadap pendidikan dengan segala aspeknya; (b)
penguasaan yang mendalam dalam bidang ilmu yang menjadi keahliannya; (c) kemampuan meneliti, mengembangkan,
merencanakan, dan mengelola pendidikan serta menyebarluaskan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang pendidikan dan
bidang-bidang lainnya.
Lulusan SPs UPI diharapkan menampilkan diri sebagai pribadi yang memiliki integritas yang tinggi, terbuka dan tanggap terhadap
kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi serta  perkembangan masyarakat, mampu mengembangkan ilmu khususnya disiplin
ilmu pendidikan dan pendidikan disiplin ilmu dan disiplin ilmu lainnya, serta secara terus menerus memotivasi diri sebagai ilmuwan.
Profil tersebut dicapai dan dikembangkan melalui serangkaian proses pendidikan yang dilandasi komitmen pada mutu dan
relevansi dalam bentuk perkuliahan, diskusi, seminar, penelitian dan penulisan tesis/disertasi.
Status Akreditasi
Berdasarkan hasil akreditasi Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) pada tahun 2002 untuk program Doktor (S3)
dan tahun 2005 untuk program Magister (S2), semua Program Studi S2 dan S3 mendapatkan status akreditasi A (Unggulan),
kecuali Program S2 Pendidikan Bahasa Jepang dan Program S3 Pendidikan IPS.  Beberapa Program Studi untuk tahun 2008
sudah dilakukan evaluasi diri dan visitasi oleh Asesor BAN PT tinggal menunggu hasilnya.
Program Studi dan Konsentrasi
Saat ini SPs UPI memiliki 20 Program Studi S2 dengan 46 konsentrasi dan 11 Program Studi S3 dengan 24 konsentrasi. Pada
Program S3, pemilihan bidang konsentrasi bersifat fleksibel dan bergantung pada minat mahasiswa, yang dipenuhi melalui mata
kuliah kajian mandiri dan penulisan disertasi dalam bidang konsentrasi yang bersangkutan.
Program Magister (S2)  Pendidikan Ilmu Pengetahuan (IPA) memiliki enam   konsentrasi : 1. Pendidikan IPA SD; 2. Pendidikan
Fisika Sekolah Lanjutan; 3. Pendidikan Kimia Sekolah Lanjutan; 4. Pendidikan Biologi Sekolah Lanjutan; 5. Pendidikan
Lingkungan; dan 6. Pendidikan Ilmu Kebumian dan Antariksa. Program Doktor (S3) tidak memiliki konsentrasi secara eksplisit,
namun minat mahasiswa disalurkan melalui mata kuliah kajian mandiri dan penulisan Disertasi.
Program Studi Pendidikan IPA SPs UPI bertujuan menjadi pusat terkemuka dalam menyiapkan tenaga ahli Pendidikan IPA melalui
penelitian, pengembangan dan penyebarluasan teori-teori dan prinsip-prinsip pendidikan IPA, sebagai wahana untuk
meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia yang memiliki literasi sains dan teknologi. Program studi ini   akan
dikembangkan menjadi pelopor pembaharuan pendidikan IPA.
Lulusan program studi S2 mempunyai kemampuan akademik maupun profesional dalam Pendidikan IPA, sebagai guru bina,  serta
selalu berusaha mengembangkan profesionalismenya melalui kegiatan penelitian sesuai dengan bidang konsentrasinya.
Lulusan program S3  sebagai ilmuwan Pendidikan IPA mempunyai kemampuan mengkaji, menemukan dan mengembangkan
teori-teori dan prinsip-prinsip Pendidikan IPA yang inovatif dan mampu memberikan sumbangan untuk pengembangan pendidikan
IPA di Indonesia.
SPESIFIKASI PROGRAM STUDI MAGISTER PENDIDIKAN IPA UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA
(English version download : progspec_rev_opt)
 Identitas Program Studi
Nama Program Studi : Pendidikan IPA S2
Unit Pengelola Program Sekolah Pascasarjana (SPS) Universitas
Studi : Pendidikan Indonesia
Alamat PS : Jl. Dr. Setiabudhi No. 299 Bandung
No. Telepon /Faksimili PS : 022-75473207/ 022-2005090
Homepage dan E-mail PS : http://ipa.sps.upi.edu
21 Oktober 1993,
No 588/DIKTI/Kep/1993,

No.    SK perpanjangan ijin operasional:


3802/H40/DT/2010 tanggal 16 Juni 2010
Pendirian Program Studi :
A (skor: 367),
No. 012/BAN-PT/Ak-IX/S2/VIII/2011 18 Agustus
2011
Peringkat Akreditasi Terakhir :
ISO 9001:2008, No.: 01 100 106374, 18 Des
Quality Management System : 201 (Accredited by TUV Rheinland Cert GmbH)
Gelar : M.Pd. (Magister Pendidikan IPA)
IPK S1 2,75; Skor Tes Toefl  450 atau yang
setara dan Lulus Seleksi Bahasa Inggris dan
Syarat Masuk : Tes Potensi Akademik
Lama Studi : 2 Tahun (4 semester)
Jumlah SKS : 41 SKS
IPK minimal 2.75,
Toefl: 450,

Publikasi Ilmiah dalam jurnal atau Prosiding


seminar Nasional/ Internasional
Persyaratan Lulus :
Pendidikan lebih lanjut : S3 Pendidikan IPA atau yang setara
Rasional
Prodi S2-S3 Pendidikan IPA SPs UPI mulai dibuka pada tahun ajaran 1993/1994 sesuai dengan ijin operasional yang
dikeluarkan melalui Surat Keputusan Dirjen Dikti N0.588/DIKTI/Kep/1993. Program ini dibuka untuk memenuhi kebutuhan
lapangan terhadap praktisi dan pengembang pendidikan sains yang memiliki pemahaman pendidikan sains yang memadai,
memiliki kemampuan adaptasi, dan memiliki kemampuan pemecahan permasalahan pendidikan IPA yang  semakin
kompleks.

Prodi S2 Pendidikan IPA secara konsisten dan berkelanjutan serta senantiasa melaksanakan berbagai pengembangan dalam
bidang pendidikan IPA sebagai wujud upaya mendukung program UPI sebagai institusi yang bergerak di bidang pendidikan.
Dalam pelaksanaannya, Prodi S2 Pendidikan IPA senantiasa berpijak pada acuan kebijakan dan program UPI, baik dalam
aspek akademik maupun non akademik.  Selain itu, Prodi S2 Pendidikan IPA juga secara aktif merespon berbagai
perkembangan serta tuntutan masyarakat, baik lokal, regional, maupun global.

Tujuan
Program Studi S2 Pendidikan IPA adalah menyiapkan para mahasiswa untuk menjadi tenaga kependidikan IPA   sebagai
pemikir, peneliti, pengembang, dan praktisi pendidikan sains yang memiliki (1) wawasan yang luas dan kepedulian yang
tinggi terhadap pendidikan sains dengan segala aspeknya, (2) penguasaan yang mendalam dalam ilmu pendidikan sains
yang menjadi keahliannya, (3) kemampuan meneliti, mengembangkan,  merencanakan, dan mengelola pendidikan sains
serta menyebarluaskan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang pendidikan sains dengan segala aspeknya.

Learning Outcomes (LO)
Learning Outcome sebagai hasil pendidikan di Prodi S2 Pendidikan IPA SPs UPI mencakup beberapa kelompok
kemampuan, yaitu.
Kemampuan Learning Outcomes
1. Mampu menganalisis dan menyintesis konten dan
Pengetahuan pedagogi  IPA secara kritis, sistematis  dan berkelanjutan.
Keterampilan 2. Mampu melakukan inovasi dalam bidang kurikulum,
khusus pembelajaran dan asesmen hasil belajar IPA
3. Mampu mengimplementasikan pengetahuan dan hasil
inovasi dalam praktek pembelajaran dan pengembangan
pendidikan IPA.
4.  Mampu melakukan riset untuk mengembangkan
pengetahuan  dalam bidang pendidikan IPA dan
Kemampuan Learning Outcomes
meningkatkan kualitas praksis pendidikan IPA melalui
pendekatan interdisiplin dan multidisiplin.
5.  Mampu mendiseminasikan hasil penelitian dan inovasi
Kemampuan dalam bidang pendidikan IPA pada  tingkat nasional dan
komunikasi atau tingkat internasional.
Kemampuan 6. Mampu mengelola program dan praktek pengembangan
manajerian pendidikan IPA.
7. Memiliki kemampuan bekerjasama, jiwa kepemimpinan,
kepedulian dan tanggung jawab dalam meningkatkan
kualitas pendidikan IPA dengan didasari pada nilai-nilai
Sikap dan sikap ilmiah.
Keterampilan 8. Memiliki keterampilan belajar, mengelola informasi dan
belajar sepanjang menggunakan ICT sebagai dasar pengembangan diri dan
hayat belajar sepanjang hayat.
S2 Pendidikan Fisika
PROGRAM STUDI S2 PENDIDIKAN FISIKA

Visi, Misi, Tujuan, dan Sasaran serta Strategi Pencapaian

Visi Program Studi

Visi Program Studi Magister Pendidikan Fisika SPs UPI yaitu menjadi pusat pendidikan dan pengkajian ilmu pendidikan fisika
yang unggul dan memiliki reputasi internasional. Penjelasan dari visi tersebut diuraikan sebagai berikut:

a. Visi program magister Pendidikan Fisika SPs UPI merupakan cita–cita bersama seluruh sivitas akademika yang diharapkan
pada tahun 2025 akan tercapai. Hal itu juga sejalan dengan visi UPI yang diharapkan akan tercapai pada tahun 2025.
b. Unggul yang dimaksud adalah bahwa program magister pendidikan fisika SPs UPI diarahkan dan dikembangkan
sedemikian rupa agar strategi atau metode pendidikan fisika dan pengkajian ilmu pendidikan fisika lebih unggul dibandingkan
dengan institusi perguruan tinggi lainnya. Perbedaan prodi magister pendidikan fisika SPs UPI dibandingkan dengan prodi sejenis
di perguruan tinggi lain pada saat ini (lima tahun terhitung sejak berdirinya prodi) belum begitu tampak, tapi sejak tahun 2016
sudah mulai dipikirkan apa khas nya prodi magister pendidikan fisika SPs UPI. Berdasarkan kepakaran dosen tetap prodi magister
pendidikan fisika maka akan dibangun ciri khas yaitu pada bidang inovasi pembelajaran dan bahan ajar pendidikan fisika
berorientasi keterampilan berpikir tingkat tinggi dan STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics).

Misi Program Studi

Upaya mewujudkan visi, maka misi program studi S2 Pendidikan Fisika dirumuskan untuk:

1. Menyelenggarakan pendidikan fisika dengan strategi dan metode pembelajaran mutakhir untuk menghasilkan lulusan yang
mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional.
2. Melaksanakan penelitian berkaitan dengan keilmuan fisika dan pendidikan fisika untuk menghasilkan sumber daya
manusia Indonesia yang unggul dan berbudaya riset.
3. Melakukan kegiatan pengabdian pada masyarakat di bidang pendidikan fisika dan lainnya yang sesuai dengan hasil
penelitian, kebutuhan masyarakat, serta perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
4. Menjalin dan mengembangkan kerjasama dengan berbagai lembaga nasional maupun internasional terkait pembelajaran
dan penelitian pendidikan fisika.

Tujuan program studi

Program Magister Pendidikan Fisika mampu menghasilkan lulusan yang memiliki karakteristik dan kemampuan sebagai
berikut:

1. Memiliki wawasan yang luas dan kepedulian yang tinggi terhadap pendidikan fisika dengan segala aspeknya,
2. Memiliki pengetahuan dan penguasaan konten fisika yang mendalam serta pengetahuan pedagogi pembelajaran fisika yang
meliputi pendekatan, metode, strategi pembelajaran fisika yang menjadi keahliannya,
3. Memiliki pengetahuan tentang penilaian pembelajaran, penilaian karakteristik dan perkembangan peserta didik, penilaian
kurikulum dengan memanfaatkan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta memiliki pengetahuan pengelolaan pendidikan fisika..
4. Memiliki kemampuan dalam menganalisis dan menerapkan berbagai metodologi penelitian yang tepat untuk memecahkan
masalah masalah dalam pembelajaran fisika.
5. Mampu mengkomunikasikan dan menyebarluaskan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang pendidikan fisika baik secara
lisan maupun tulisan untuk mendapat pengakuan pada level nasional maupun internasional.

Strategi Pencapaian Sasaran

Sasaran Program Studi Magister Pendidikan Fisika dirumuskan dalam prioritas sebagai berikut:

1. Pelaksanaan Tridharma perguruan tinggi dan layanan kemahasiswaan (Pada tahun 2016, pelaksanaan Tridharma
Perguruan Tinggi dan layanan kemahasiswaan di prodi Pendidikan Fisika telah memenuhi standar mutu yang telah ditetapkan).
2. Modernisasi kampus dan fasilitas (Pada tahun 2016, berbagai sarana dan fasilitas pendukung pelaksanaan tridharma
perguruan tinggi dan layanan mahasiswa, termasuk jejaring  ICT  di prodi Pendidikan Fisika, telah memenuhi standar kecukupan).
3. Penataan kelembagaan dan sistem manajemen (Pada tahun 2016, kelembagaan dan sistem manajemen di prodi
Pendidikan Fisika, telah memenuhi standar penataan dan pengelolaan yang sinergis, efisien, dan produktif).
4. Peningkatan citra program studi (Pada tahun 2016, eksistensi prodi Pendidikan Fisika telah dikenal oleh masyarakat dengan
citra yang baik atas kiprah nyata dan kontribusinya dalam pengembangan ilmu dan penyebarluasannya).

Kebijakan Penjaminan Mutu

       Kebijakan penjaminan mutu program magister pendidikan fisika mengacu pada kebijakan mutu UPI. Kebijakan mutu
universitas tercantum pada buku Panduan Penjaminan Mutu UPI. Bahwa Universitas perlu mengendalikan mutu kegiatan
yang diselenggarakan pada setiap tahapan dalam proses bisnisnya yang mencakup input, proses, output, dan
kepuasan stakeholders. Kebijakan penjaminan mutu di UPI didasarkan pada Undang-Undang No 20/2003 tentang Sistem
Pendidikan Nasional dan Peraturan Pemerintah No 19/2005 tentang Standar Nasional Pendidikan, yang menyatakan bahwa
setiap satuan pendidikan pada jalur formal dan non-formal wajib melakukan penjaminan mutu pendidikan.
       Penjaminan mutu program studi terikat oleh sistem penjaminan mutu yang berlaku pada tingkat universitas. Universitas
Pendidikan Indonesia menentukan dan merumuskan standar mutu melalui analisis sistemik terhadap komponen-komponen
sistem penyelenggaraan pendidikan tinggi yang mencakup masukan, proses, keluaran, dan dampak. Kegiatan penjaminan
mutu di UPI dilaksanakan berdasarkan Ketetapan MWA No.03/PER/MWA UPI/2015 tentang Anggaran Rumah Tangga Pasal
110 Bagian V mengenai Auditor Internal, Auditor Eksternal, dan Penjaminan Mutu. Pada tingkat universitas penjaminan mutu
dilakukan dibawah koordinasi Satuan Penjaminan Mutu (SPM), Pada tingkat Fakultas dan SPs, penjaminan mutu
dilaksanakan dibawah koordinasi Satuan Kendali Mutu (SKM); dan pada tingkat prodi, satuan penjaminan mutu berada
dibawah koordinasi Gugus Kendali Mutu (GKM). Seluruh kegiatan penjaminan mutu diatur dalam pedoman penjaminan
mutu yang dikeluarkan oleh SPM pada tanggal 1 Juni 2006.

         Ketetapan ihwal penjaminan mutu UPI tersebut dilaksanakan melalui proses atau tahapan kegiatan sebagai berikut. 1)
Menyusun standar atau sasaran mutu yang dituangkan dalam rencana mutu UPI untuk setiap periode mutu. Penyusunan
standar atau sasaran mutu ini didasarkan pada rencana strategis UPI; 2) Setiap unit kerja menyusun standar mutu unit kerja
yang bersangkutan dan standar atau sasaran mutu setiap kegiatan untuk setiap butir mutu pada setiap periode mutu; 3)
Setiap unit kerja menyusun mekanisme kegiatan untuk setiap satuan kegiatan yang dituangkan dalam prosedur operasional
standar (standard operational procedure); 4) Setiap unit kerja melaksanakan penjaminan mutu kegiatan yang
diselenggarakannya dengan melaksanakan prosedur operasional standar (standard operational procedure) kegiatan itu; 5)
Setiap unit kerja melaksanakan pengendalian mutu kegiatan yang diselenggarakannya dengan melakukan evaluasi atau
pengukuran hasil kegiatan dengan standar atau sasaran mutu yang telah ditetapkan. Hasil kegiatan evaluasi atau
pengukuran ini kemudian ditindaklanjuti dengan tindakan perbaikan mutu secara berkelanjutan (continuous quality
improvement); 6) Melaksanakan evaluasi mutu untuk setiap periode mutu yang difokuskan pada audit implementasi sistem
penjaminan mutu dan audit tingkat ketercapaian standar atau sasaran mutu UPI dan atau unit kerja di lingkungan UPI.
Kegiatan audit mutu ini dilaksanakan oleh Satuan Audit Internal (SAI) UPI. 7) Studi Pelacakan Lulusan (Tracer Study). Studi
pelacakan dilakukan kepada lulusan yang telah bekerja dengan mengajukan pokok-pokok pertanyaan standar yang
berkaitan dengan sejauhmana kesesuaian antara kurikulum yang dipelajari dengan tuntutan pekerjaan, materi apa yang
perlu dibahas dalam perkuliahan, dan kecenderungan lowongan pekerjaan yang dapat diisi oleh lulusan.

 
Sebaran Mata Kuliah
Sebaran mata kuliah dan total semester Sekolah Pascasarjana:

a. Jumlah sks per semester antara 12 16 sks, kecuali bagi mahasiswa yang mengambil mata kuliah prasyarat (aanvullen)
dapat sampai 18 sks;
b. Jumlah mata kuliah maksimal 6 mata kuliah kecuali bagi mahasiswa yang mengambil mata kuliah prasyarat (aanvullen)
dapat sampai 7 mata kuliah;
c. Penempatan mata kuliah pada tiap semester disesuaikan dengan tingkat kekomplekan dan mata kuliah prasyarat
(aanvullen);
d. Mata Kuliah yang bersifat landasan (MKLK) ditempatkan pada semester awal;
e. Mata Kullah Keahlian Utama (MKKU) ditempatkan pada semester tengah;
f. Mata Kuliah pamungkas (Tesis clan Disertasi) ditempatkan pada semester akhir.
g. Total semester:
1. Program S2: kuliah 3 semester, penelitian dan penulisan tesis 1 semester;
2. Program S3: kuliah 3 semester, penelitian dan penulisan disertasi 3 semester;

Rektorat UPI Periode 2015-2020


Rektor :
Prof. Dr. H. R. Asep Kadarohman, M.Si.
Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan :
Dr. H. M. Solehuddin, M.Pd.
Wakil Rektor Bidang Keuangan, Sumber Daya dan Administrasi Umum :
Dr. H. Edi Suryadi, M.Si.
Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Pengembangan, dan Sistem Informasi :
Prof. Dr. Aim Abdulkarim, M.Pd.
Wakil Rektor Bidang Riset, Kemitraan, dan Usaha :
Prof. Dr. H. Didi Sukyadi, M.A.
SPESIFIKASI PROGRAM STUDI MAGISTER PENDIDIKAN IPA UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA
(English version download : progspec_rev_opt)
 Identitas Program Studi
Nama Program Studi : Pendidikan IPA S2
Unit Pengelola Program Sekolah Pascasarjana (SPS) Universitas
Studi : Pendidikan Indonesia
Alamat PS : Jl. Dr. Setiabudhi No. 299 Bandung
No. Telepon /Faksimili PS : 022-75473207/ 022-2005090
Homepage dan E-mail PS : http://ipa.sps.upi.edu
21 Oktober 1993,
No 588/DIKTI/Kep/1993,

No.    SK perpanjangan ijin operasional:


3802/H40/DT/2010 tanggal 16 Juni 2010
Pendirian Program Studi :
A (skor: 367),
No. 012/BAN-PT/Ak-IX/S2/VIII/2011 18 Agustus
2011
Peringkat Akreditasi Terakhir :
ISO 9001:2008, No.: 01 100 106374, 18 Des
Quality Management System : 201 (Accredited by TUV Rheinland Cert GmbH)
Gelar : M.Pd. (Magister Pendidikan IPA)
IPK S1 2,75; Skor Tes Toefl  450 atau yang
setara dan Lulus Seleksi Bahasa Inggris dan
Syarat Masuk : Tes Potensi Akademik
Lama Studi : 2 Tahun (4 semester)
Jumlah SKS : 41 SKS
Persyaratan Lulus : IPK minimal 2.75,
Toefl: 450,
Publikasi Ilmiah dalam jurnal atau Prosiding
seminar Nasional/ Internasional

Pendidikan lebih lanjut : S3 Pendidikan IPA atau yang setara


Rasional
Prodi S2-S3 Pendidikan IPA SPs UPI mulai dibuka pada tahun ajaran 1993/1994 sesuai dengan ijin operasional yang
dikeluarkan melalui Surat Keputusan Dirjen Dikti N0.588/DIKTI/Kep/1993. Program ini dibuka untuk memenuhi kebutuhan
lapangan terhadap praktisi dan pengembang pendidikan sains yang memiliki pemahaman pendidikan sains yang memadai,
memiliki kemampuan adaptasi, dan memiliki kemampuan pemecahan permasalahan pendidikan IPA yang  semakin
kompleks.

Prodi S2 Pendidikan IPA secara konsisten dan berkelanjutan serta senantiasa melaksanakan berbagai pengembangan dalam
bidang pendidikan IPA sebagai wujud upaya mendukung program UPI sebagai institusi yang bergerak di bidang pendidikan.
Dalam pelaksanaannya, Prodi S2 Pendidikan IPA senantiasa berpijak pada acuan kebijakan dan program UPI, baik dalam
aspek akademik maupun non akademik.  Selain itu, Prodi S2 Pendidikan IPA juga secara aktif merespon berbagai
perkembangan serta tuntutan masyarakat, baik lokal, regional, maupun global.

Tujuan
Program Studi S2 Pendidikan IPA adalah menyiapkan para mahasiswa untuk menjadi tenaga kependidikan IPA   sebagai
pemikir, peneliti, pengembang, dan praktisi pendidikan sains yang memiliki (1) wawasan yang luas dan kepedulian yang
tinggi terhadap pendidikan sains dengan segala aspeknya, (2) penguasaan yang mendalam dalam ilmu pendidikan sains
yang menjadi keahliannya, (3) kemampuan meneliti, mengembangkan,  merencanakan, dan mengelola pendidikan sains
serta menyebarluaskan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang pendidikan sains dengan segala aspeknya.

Learning Outcomes (LO)
Learning Outcome sebagai hasil pendidikan di Prodi S2 Pendidikan IPA SPs UPI mencakup beberapa kelompok
kemampuan, yaitu.
Kemampuan Learning Outcomes
Pengetahuan 1. Mampu menganalisis dan menyintesis konten dan
Kemampuan Learning Outcomes
pedagogi  IPA secara kritis, sistematis  dan berkelanjutan.
2. Mampu melakukan inovasi dalam bidang kurikulum,
pembelajaran dan asesmen hasil belajar IPA
3. Mampu mengimplementasikan pengetahuan dan hasil
inovasi dalam praktek pembelajaran dan pengembangan
pendidikan IPA.
4.  Mampu melakukan riset untuk mengembangkan
pengetahuan  dalam bidang pendidikan IPA dan
Keterampilan meningkatkan kualitas praksis pendidikan IPA melalui
khusus pendekatan interdisiplin dan multidisiplin.
5.  Mampu mendiseminasikan hasil penelitian dan inovasi
Kemampuan dalam bidang pendidikan IPA pada  tingkat nasional dan
komunikasi atau tingkat internasional.
Kemampuan 6. Mampu mengelola program dan praktek pengembangan
manajerian pendidikan IPA.
7. Memiliki kemampuan bekerjasama, jiwa kepemimpinan,
kepedulian dan tanggung jawab dalam meningkatkan
kualitas pendidikan IPA dengan didasari pada nilai-nilai
Sikap dan sikap ilmiah.
Keterampilan 8. Memiliki keterampilan belajar, mengelola informasi dan
belajar sepanjang menggunakan ICT sebagai dasar pengembangan diri dan
hayat belajar sepanjang hayat.
Struktur Program
Kelompok mata kuliah dan jumlah sks yang harus ditempuh mahasiswa Prodi S2 Pendidikan IPA adalah sebagai berikut.

No Kelompok Mata Kuliah Jumlah sks Persentase


1 Dasar-dasar pendidikan IPA 6 14,63
2 Penelitian pendidikan IPA 12 29,26
3 Perkembangan terkini dan inovasi   29,26
pendidikan IPA
12

4 Keminatan 11 26,83
Total 41 100
Asesmen
Asesmen  hasil belajar pada setiap mata kuliah dilakukan dengan mengacu pada Pedoman Penyelenggaraan Akademik UPI.
Komponen penilaian terdokumentasi dalam silabus dan satuan acara perkulaiahan (SAP) setiap matakuliah dan penilaian ini
mencerminkan hasil belajar mahasiswa dan ketercapaian isi program sebagai bentuk implementasi dari kurikulum.
Komponen penilaian hasil belajar umumnya diperoleh melalui ujian tengah semester (UTS) dan ujian akhir semester (UAS). 
Selain UTS dan UAS, komponen penilaian juga meliputi tugas-tugas berupa presentasi individu/kelompok, penilaian kinerja,
portofolio, laporan mini riset, dan pembuatan makalah.

Selain penilaian matakuliah, sistem penilaian proses pembelajaran juga mencakup ujian kualifikasi yang merupakan
penentuan apakah mahasiswa bisa lanjut studi ataukah tidak. Mahasiswa dapat menempuh ujian kualifikasi apabila telah
minimum berjumlah 24 sks dan nilai TOEFL minimum 450. Materi yang diujikan pada ujian kualifikasi terdiri atas materi
pedagogi, konten IPA, dan metode penelitian. Mahasiswa dinyatakan lulus menempuh ujian kualifikasi jika nilai yang
dicapainya minimum 2,75. Bagi mahasiswa yang belum memenuhi nilai minimum, diperbolehkan untuk mengikuti ujian
remedial, satu bulan setelah ujian kulaifikasi pertama. Mahasiswa yang tidak lulus pada ujian kualifikasi kedua akan
dinyatakan drop out (DO).
Penyelesaian akhir studi jenjang S2 ditempuh melalui jalur thesis. Proses penyusunan tesis diawali dengan penyusunan
proposal penelitian yang dibimbing oleh dosen pembimbing dan dilanjutkan seminar proposal thesis yang direviu oleh 3
orang dosen. Setelah seminar proposal mahasiswa dapat melakukan penelitian dan penulisan tesis dengan bimbingan satu
atau dua orang dosen. Setelah penyusunan thesis selesai, mahasiswa menempuh ujian thesis yang terdiri dari dua tahap
yaitu Ujian Tahap I dan ujian Tahap II.

Berikut beberapa area yang dapat diteliti untuk penelitian mahasiswa dalam rangka penulisan tesis.

1. Science Technology and Engineering (STEM)


2. Scientific literacy
3. Higher order thinking
4. Pembelajaran berbasis teknologi
5. Asesmen pendidikan IPA
6. Pengembangan profesionalisme guru
Dukungan untuk mahasiswa
Implementasi kurikulum Prodi Pendidikan IPA dilaksanakan secara sistematik dan koheren baik secara internal (antara
komponen dalam kurikulum) maupun eksternal (menunjukkan keterkaitan dengan dunia kerja). Dosen prodi diarahkan
untuk mengelola perkuliahan dengan mengoptimalkan potensi mahasiswa yang dilandasi oleh sikap dan perilaku
berdasarkan ahlak mulia dan kearifan lokal. Perkuliahan di prodi dikembangkan dalam upaya mengantarkan mahasiswa
untuk pencapaian tujuan (learning outcome) dan dengan mengedepankan tumbuhnya budaya akademik (academic
culture) yang sehat.
Berbagai layanan mahasiswa dikembangkan agar mahasiswa dapat mencapai hasil pembelajaran yang optimal dan lulus
tepat waktu. Beberapa layanan yang diberikan antara lain kursus bahasa, beragam workshops penulisan karya tulis ilmiah,
penulisan proposal riset dan tesis yang diselenggarakan setidaknya satu kali dalam setahun.

Disamping itu, terdapat suatu media komunikasi antar mahasiswa berupa Forum Komunikasi Mahasiswa yang
memungkinkan interaksi mahasiswa lintas angkatan dan lintas prodi untuk dapat bertukar pikiran. Forum ini juga
memungkinkan mahasiswa untuk menyelenggarakan berbagai kegiatan akademik maupun sosial.

Informasi tambahan
Informasi lebih lanjut tentang penyelenggaraan pendidikan di Prodi S2 Pendidikan IPA dapat ditemukan pada:

1. Buku pedoman penyelenggaraan pendidikan UPI (http://upi.edu)


2. Buku kurikulum 2015 Universitas Pendidikan Indonesia
3. Leaflet/brosur tentang Prodi S2 Pendidikan IPA
4. Informasi akademik dalam website sekolah pascasarjana upi (http://upi.edu)
5. Informasi akademik dalam website Prodi S2 Pendidikan IPA (http://ipa.sps.upi.edu)