Anda di halaman 1dari 3

1.

Ukuran : sesuai objek gambar yang diwarnai(bisa A3);Jenis objek gambar : disesuaikan
tema yang akan disapaikan dari guru;Media : tulis ;Alat gambar : pensil, penghapus,
pensil warna, penggaris, krayon dan cat air
a. Judul lagu : Bangun tidur.
b. Penciptanya : Yang menciptakan lagu bangun tidur adalah Pak Soerjono atau lebih
dikenal dengan Pak Kasur.
c.

d. Bangun tidur kuterus mandi.Tidak lupa menggosok gigi.Habis Mandi kutolong


ibu.Membersihkan tempat tidurku

4. Sebuah penelitian yang dilakukan di tahun 1990 membuktikan bahwa paparan musik
sejak dini dapat membantu anak berbicara lebih jelas.Menurut Psikolog Howard Gardner,
kecerdasan musik sama pentingnya dengan kecerdasan logis dan emosional. Ini karena
musik mampu memperkuat hubungan antara tubuh dan otak untuk bekerja sama sebagai
sebuah tim.Misalnya, saat menari dan pindah ke musik, anak-anak mengembangkan
keterampilan motorik yang lebih baik sambil bernyanyi bersama lagu membantu mereka
mempraktikkan suara nyanyian mereka.paparan musik mendukung anak-anak dalam
proses pengembangan mereka untuk mempelajari suara nada dan kata-kata.

a) Desain Atas (Air Design)

Desain atas merupakan desain yang dilihat oleh penonton, yang tampak terlukis pada
ruang yang berada di atas lantai. Desain atas ini  dapat pula dikatakan atau lebih tepatnya
dengan istilah pose dalam tari, karena dilakukan di tempat. Oleh karenanya desain atas
akan lebih jelas nampak apabila dilihat dari satu arah penonton atau dari depan.

b) Desain Datar

Desain datar adalah desain yang apabila dilihat dari arah penonnton, badan penari tampak
dalam postur tanpa perspektif. Semua anggota badan dalam postur mengarah ke samping.

c) Desain Dalam

Desain dalam adalah desain yang apabila dilihat dari arah penonton,badan penari tampak
memiliki perspektif yang dalam. Beberapa anggota badan seperti kaki dan lengan
diarahkan ke belakang, ke depan, ke samping, dan menyudut.

d) Desain Vertikal

Desain Vertikal adalah desain yang menggunakan anggota badan pokok yaitu tungkai
dan lengan menjulur ke atas atau ke bawah.

e) Desain Horisontal

Desain horisontal adalah desain yang menggunakan sebagian dari anggota badan
mengarah ke garis horisontal.

f) Desain Kontras

Desain kontras adalah desain yang menggunakan garis-garis silang dari anggota badan
atau garis-garis yang akan bertemu bila dilanjutkan.

g) Desain Murni

Desain murni adalah desain yang ditimbulkan oleh postur penari yang sama sekali tidak
menggunakan garis kontras. 

h) Desain Statis

Desain statis adalah desain yang menggunakan pose-pose yang sama dari anggota badan
walaupun bagian badan yang lain bergerak.

i) Desain Lurus Desain lurus adalah desain yang menggunakan garis-garis lurus
pada anggota badan seperti tungkai, torso, dan lengan. Contoh: tancep, Kapang-
kapang.
j) Desain Lengkung

Desain lengkung adalah desain dari badan dan anggota –anggota badan lainnya
menggunakan garis lengkung. Contoh: ukel, ngigel.

g) Desain Bersudut

Desain bersudut adalah desain yang banyak menggunakan  tekukan-tekukan tajam pada


sendi-sendi seperti lutut, pergelangan tangan, kaki, dan siku. Contoh: mendhak, kambeng,
ridhong sampur, agem pada tari Bali.

Desain Spiral Desain Spiral adalah desain yang menggunakan lebih dari satu garis
lingkaran yang searah pada anggota badan. Contoh: glebagan, melincer pada tari Bali.

5. Kreatif ternyata memiliki proses yang disusun berupa tahapan-tahapan. kreatif juga
memiliki peranan yang penting dalam keseharian kita. Kreatif atau biasa disebut juga
dengan kreativitas sebagai salah satu komponen penting dalam dunia pendidikan.
Kreativitas memiliki pengertian suatu aktivitas kognitif yang menghasilkan suatu
pandangan yang baru mengenai suatu bentuk permasalahan dan tidak dibatasi pada hasil
yang pragmatis (selalu dipandang menurut kegunaannya). Berdasar definisi tersebut,
proses kreatifitas bukan hanya sebatas menghasilkan sesuatu yang bermanfaat saja,
meskipun sebagian orang kreatif menemukan beberapa penemuan.

Berdasarkan sejarah psikologi kognitif, Wallas (dalam Solso, 2008) menjelaskan bahwa
ada 4 tahapan di dalam proses kreatif, yaitu:

1.Persiapan, Memformulasikan suatu masalah dan membuat usaha awal untuk


memecahkannya.

2.Inkubasi, Masa di mana tidak ada usaha yang dilakukan secara langsung untuk
memecahkan masalah dan perhatian dialihkan sejenak pada hal lainnya.

3.Iluminasi, memperoleh insight (pemahaman yang mendalam) dari masalah tersebut.

4.Verifikasi, menguji pemahaman yang telah didapat dan membuat solusi