Anda di halaman 1dari 11

SAP TEMULAWAK SEBAGAI TERAPI PENINGKATAN

SISTEM IMUN PADA OBESITAS

Disusun Untuk Memenuhi Tugas Keperawatan Medikal Bedah II

Dosen Pembimbing : Ns. Priyanto, M.Kep., Ns.Sp.Kep.MB.

DISUSUN OLEH:

1. Retno Trinoayanti 010118A113


2. Rizki Wahyu Adi Saputra 010118A123
3. Urwatul Usqo 010118A144
4. Isabel Maria Marques 010118A163

PRODI S1 KEPERAWATAN
FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN
UNIVERSITAS NGUDI WALUYO
2019/2020
SATUAN ACARA PENDIDIKAN KESEHATAN
TERAPI TEMULAWAK SEBAGAI PENINGKATAN SISTEM IMUN

Pokok Bahasan : Cara menjaga sistem imun pada pasien dengan obesitas.

Sub Pokok Bahasan : 1. Definisi temulawak.

2. Macam macam rempah dan khasiatnya.

3. Manfaat dari temulawak.

4. Prosedur pengobatan minuman ekstrak temulawak.

5. Pengaruh pengobatan minuman ekstrak temulawak.

Sasaran : Penderita dengan obesitas.

Hari/tanggal : Jum’at, 8 Mei 2020

Waktu : 45 menit

Tempat : Kelas A.3.2 PSIK B

A. Tujuan Instruksional Umum

Setelah mendapatkan penyuluhan kesehatan tentang cara menjaga sistem imun


pada penderita atau pasien obesitas selama 1 x 45 menit, diharapkan pasien
obesitas dapat memahami tentang cara menjaga sistem imun dengan diet sehat
menjaga pola makan dan sering mengonsumsi minuman ekstrak temulawak.

B. Tujuan Instruksional Khusus

Setelah diberikan penyuluhan kesehatan selama 1 x 45 menit tentang manfaat


minuman ekstrak temulawak, diharapkan klien mampu:

1. Mampu memahami definisi dari temulawak.


2. Mengetahui macam-macam rempah dan khasiatnya.
3. Mengetahui manfaat dari temulawak.
4. Menerapkan prosedur pengobatan minuman ekstrak temulawak.
5. Mengetahui pengaruh pengobatan minuman ekstrak temulawak.

C. Setting Tempat

KETERANGAN

: Fasilitator
: Media
: Pasien obesitas
: Moderator dan pemateri
: Obsever

D. Materi Edukasi
1. Definisi temulawak.
2. Macam-macam rempah dan khasiatnya.
3. Manfaat dari temulawak.
4. Prosedur pengobatan minuman ekstrak temulawak.
5. Pengaruh pengobatan minuman ekstrak temulawak.

E. Metode dan Media


1. Metode : Penyampaian materi, diskusi dan demonstrasi.
2. Media : PPT dan Poster.
F. Pengorganisasian

TUGAS Penanggungjawab
SAP Membuat Satuan Ajaran Rizki Wahyu Adi Saputra
Penkes
MEDIA Membuat PPT Urwatul Usqo
Poster Rizki Wahyu Adi Saputra
Leaflet Isabel Maria Marques
MODERATOR  Membuka dan menutup
acara penyuluhan.
 Memperkenalkan diri.
 Mengontrol jalannya
kegiatan penyuluhan.
 Mengontrol sesi tanya
jawab.
 Memberikan
kesimpulan.
PEMATERI  Memberikan materi
penyuluhan. Retno Trinovayanti
 Menjawab pertanyaan
dari peserta
penyuluhan.
FASILITATOR  Memotivasi peserta
agar berperan aktif.
 Membuat absensi
penyuluhan.
 Memotivasi peserta
untuk bertanya materi
yang belum jelas.
 Berperan aktif untuk
menjawab pertanyaan.
Kesimpulan
4. Obsever : Rosalina,S.Kp.,M.Kes.
Uraian Tugas :
 Mengawasi proses pelaksanaan penyuluhan dari awal sampai akhir.
 Mengevaluasi kegiatan.
 Membuat laporan penyuluhan yang telah dilaksanakan.

G. Kegiatan Edukasi

Tahap Waktu Kegiatan Kegiatan Sasaran Media


Pendahuluan 5 menit  Mengucapkan salam  Menjawab salam -
 Memperkenalkan diri  Memperhatikan
 Menjelaskan tujuan  Memperhatikan
 Melakukan apersepsi  Menjawab
tentang temulawak.

Penyajian 30 menit  Menjelaskan  Memperhatikan  PPT


definisi dari
temulawak
 Menjelaskan  Memperhatikan  Poster
macam-macam
rempah dan
khasiatnya
 Menjelaskan  Memperhatikan  PPT
manfaat dari
temulawak
 Menjelaskan  Memperhatikan  PPT
prosedur cara
pengobatan
minuman ekstrak
temulawak
 Memberitahu  Memperhatikan  PPT
pengaruh dari
pengobatan
minuman ekstrak
temulawak
 Memberikan  Bertanya tentang  PPT
kesempatan topik yang kurang
kepada peserta jelas
untuk bertanya
Penutup 10 menit  Melakukan  Menjawab  PPT
evaluasi dengan pertanyaan
pertanyaan lisan
 Menyimpulkan  Memperhatikan  PPT
materi yang telah
disampaikan
 Mengucapkan  Menjawab
salam salam

H. Evaluasi
 Evaluasi proses tercapai apabila :
1. Pasien obesitas tetap mengikuti acara penyuluhan sampai akhir.
2. Pasien obesitas antusias untuk memperhatikan dan berperan serta aktif dalam
kegiatan penyuluhan dalam upaya meningkatkan kesehatan.
 Evaluasi hasil tercapai apabila:
1. Pasien obesitas dapat mengulang kembali dengan bahasanya sendiri mengenai
definisi dan manfaat dari pengobatan minuman ekstrak temulawak.
2. Pasien dapat memahami tentang macam-macam rempah dan khasiatnya.
3. Pasien dapat menerapkan pengobatan yang sudah dijelaskan.
MATERI PENYULUHAN

1. Definisi Temulawak

Temulawak (Curcuma Xanthorrhiza Roxb) memang merupakan tanaman dari


suku temu-temuan yang sudah banyak dimanfaatkan sebagai obat tradisional.
Tanaman ini banyak ditemukan didaerah tropis seperti Indonesia dan rimpangnya
dapat membesar alias gemuk saat ditanam ditanah yang gembur.

Temulawak terkenal karena kandungan kurkumin yang memang membawa


banyak manfaat bagi kesehatan manusia. Tanaman ini juga terbukti dapat
meningkatkan imun tubuh serta bersifat anti inflamasi.

2. Macam-macam Rempah dan Khasiatnya

Berikut macam rempah beserta khasiatnya untuk meningkatkan imun tubuh:


a. Kunyit, bersifat antioksidan yang melindungi tubuh dari radikal bebas. Kunyit
juga memiliki sifat anti inflamasi untuk peradangan.
b. Jahe putih, senyawa gingerol untuk anti inflamasi atau radang flu dan
antioksida serta memberikan efek hangat pada tubuh.
c. Jahe merah, kandungan tonikum memiliki efek memperbaiki sel-sel otot dan
memiliki kadar antioksidan yang lebih tinggi dari jahe putih.
d. Kencur, selain mengandung senyawa antioksidan, kencur dapat meningkatkan
energi tubuh serta pereda batuk.
e. Temulawak, mengandung curcumin dan minyak atsiri untuk antioksidan
tentunya juga berkasiat anti-peradangan.

3. Manfaat dari Temulawak

Adanya bukti mengenai potensi temulawak untuk memodulasi sistem imun


memunculkan dugaan bahwa tanaman ini memiliki manfaat untuk memperbaiki
sistem imun yang terganggu pada obesitas. Berbagai produk berbahan dasar
temulawak saat ini telah banyak beredar di pasaran, tetapi sejauh ini klaim
manfaatnya terhadap sistem imun belum didukung oleh data klinis. Bukti ilmiah
mengenai manfaat temulawak secara klinis akan berkontribusi penting dalam
meningkatkan nilai temulawak sebagai obat fungsional dan menjadi landasan penting
dalam pengembangannya sebagai obat untuk penyakit terkait fungsi imun khususnya
sistem imun humoral, yang merupakan pertahanan spesifik terhadap bakteri, virus,
jamur, dan toksin yang berhasil masuk ke jaringan tubuh yang lebih dalam maupun
aliran darah.

Pengetahuan yang baik dari masyarakat mengenai manfaat tanaman obat dan
adanya bukti ilmiah dari tanaman obat itu terhadap kondisi spesifik kesehatan
maupun penyakit perlu dioptimumkan dan dirasionalkan, khususnya pemanfaatan
tanaman temulawak dalam memperbaiki gangguan sistem imun yang terjadi pada
kasus obesitas.

4. Prosedur Pengobatan Minuman Ekstrak Temulawak


Obesitas merupakan salah satu kondisi yang penderitanya mengalami
penurunan fungsi imun. Adiposit yang berlebih pada obesitas berkait erat dengan
terganggunya fungsi imun. Obesitas dengan diet, terdapat perubahan pada sistem
imun dan bila diinfeksi dengan virus influenza, terjadi mortalitas yang lebih tinggi
dibandingkan dengan tikus yang lebih kurus (Smith et al. 2007).

Salah satunya dengan jenis bahan herbal yang direkomendasikan adalah


temulawak. Pada kasus ini temulawak akan dibuat jamu untuk meningkatkan imun
tubuh jika mengkonsumsinya secara rutin. prosedur yang pertama dilakukan merebus
temulawak kemudian bisa dicampur dengan sereh dan kayu manis dan aduk sebentar
hingga tercampur rata kemudian saring. Setelah disaring bisa diminum saat masih
hangat. Bila rutin mengonsumsinya temulawak ini bisa meningkatkan imun tubuh
sekaligus diet sehat.

5. Pengaruh Pengobatan Minuman Ekstrak Temulawak

Pemanfaatan temulawak yang cukup besar di antaranya adalah untuk


peningkatan nafsu makan dan menjaga kondisi/ ketahanan tubuh. Selain itu,
keberadaan produk-produk suplemen untuk perbaikan nafsu makan berbahan
temulawak yang disertai dengan gencarnya promosi produk juga turut memberi andil
dalam memopulerkan manfaat temulawak sebagai peningkat nafsu makan dan
menjaga kondisi kesehatan tubuh.

Namun terdapat pengaruh seperti penurunan nyata dalam hal jumlah dan
persentase limfosit B. Limfosit B merupakan komponen imunitas humoral yang
menghasilkan antibodi spesifik. Beberapa penelitian baik pada tingkat seluler maupun
pada hewan coba memperlihatkan aktivitas antiinflamasi dari komponen aktif pada
temulawak, termasuk kurkumin dan xantorrizol. Parameter inflamasi yang diukur
pada penelitian sebelumnya umumnya adalah sitokin sedangkan data mengenai
pengaruh intervensi kurkumin maupun xantorrizol pada subset limfosit masih sangat
terbatas. Penurunan limfosit B yang ditunjukkan pada penelitian ini tidak didukung
oleh data kadar sitokin, sehingga tidak dapat dilihat secara keseluruhan apakah
penurunan limfosit B ini berkaitan dengan proses inflamasi.

Penelitian ini menunjukkan bahwa intervensi ekstrak temulawak dosis rendah


selama 2 minggu pada subjek obesitas secara nyata menurunkan populasi limfosit B,
yang mencerminkan penurunan fungsi imunitas humoral. Di sisi lain, survei manfaat
kesehatan temulawak menunjukkan salah satu manfaat yang dikenal oleh masyarakat
adalah menjaga stamina, yang dapat dikaitkan dengan meningkatkan kekebalan
tubuh. Dengan demikian, penggunaan temulawak untuk tujuan meningkatkan
kekebalan tubuh.

Simpulan Materi

Temulawak (Curcuma Xanthorrhiza Roxb) memang merupakan tanaman dari


suku temu-temuan yang sudah banyak dimanfaatkan sebagai obat tradisional.
Temulawak, mengandung curcumin dan minyak atsiri untuk antioksidan tentunya
juga berkasiat anti-peradangan. Pada kasus ini temulawak akan dibuat jamu untuk
meningkatkan imun tubuh jika mengkonsumsinya secara rutin. prosedur yang
pertama dilakukan merebus temulawak kemudian bisa dicampur dengan sereh dan
kayu manis dan aduk sebentar hingga tercampur rata kemudian saring. Setelah
disaring bisa diminum saat masih hangat.
DAFTAR PUSTAKA

Abbas AK, Lichtman AH. 2004. Basic Immunology: Functions and dissorders of the
immune system. Ed. Ke-2. Philadelphia (US): Saunders.

Baratawidjaja KG, Rengganis I. 2009. Imunologi Dasar. Ed. ke-8. Jakarta (ID): Balai
Penerbit Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.

Dwiriani CM, Dewi M, Januwati NM, Sulaeman A. 2010. Efikasi Ekstrak


Temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb.) Berbahan Aktif Xanthorrhizol
(0,05%) untuk Meningkatkan Populasi Limfosit T (>10%) pada Dewasa
Obes. [laporan penelitian]. Bogor (ID): Departemen Pertanian RI.