Anda di halaman 1dari 17

SEKOLAH ADIWIYATA DAN MANDIRI ENERGI

°Eka Febriani Hapsari

° Sofa'atur Rohmah

SMA N 1 DONOROJO

Sekolah Adiwiyata adalah sekolah yang telah menerapkan sistem dengan maksud Untuk
mewujudkan warga sekolah yang bertanggung jawab dalam upaya perlindungan Dan pengelolaan
lingkungan hidup melalui tata kelola sekolah yang baik untuk Mendukung pembangunan
berkelanjutan. Program Adiwiyata sendiri telah Dilaksanakan oleh Kementerian Lingkungan Hidup
dan berlanjut oleh KementerianLingkungan Hidup dan Kehutanan yang bertujuan untuk
mewujudkan sekolah yang Peduli dan berbudaya lingkungan hidup melalui kegiatan pembinaan,
penilaian danPemberian penghargaan Adiwiyata kepada sekolah. Pedoman pelaksanaan program
Adiwiyata diatur dalam Peraturan Menteri LH Nomor 5 Tahun 2013. Tujuan sekolah Adiwiyata
secara umum bertujuan untuk mewujudkan masyarakat

Sekolah yang peduli dan berbudaya lingkungan dengan:

1. Menciptakan kondisi yang lebih baik bagi sekolah untuk menjadi tempat Pembelajaran
dan penyadaran warga sekolah (Guru, Murid, Orang Tua wali murid, Dan warga
masyarakat) dalam upaya pelestarian lingkungan hidup.

2. Mendorong dan membantu sekolah agar dapat ikut melaksanakan upaya Pemerintah
dalam melestarikan lingkungan hidup dalam pembangunan Berkelanjutan yang
berwawasan lingkungan demi kepentingan generasi yang akan Datang.

3. Warga sekolah turut bertanggung jawab dalam upaya-upaya penyelamatan Lingkungan


hidup dan pembangunan yang berkelanjutan.Target sasaran Adiwiyata adalah lingkup
pendidikan formal setingkat SD, SMP,SMA atau sederajad. Sekolah menjadi target
pelaksanaan karena sekolah turut andil Dalam membentuk nilai-nilai kehidupan, termasuk
nilai-nilai untuk peduli &Berbudaya lingkungan hidup. Sekolah-sekolah yang telah
melaksanakan program

Adiwiyata berhak untuk mendapatkan penilaian dan selanjutnya diberikanpenghargaan yang


diberikan secara berjenjang.
Jenjang atau jenis Penghargaan Adiwiyata yang dapat diterima oleh sekolah

Dengan tingkatan sebagai berikut :

a. Penghargaan Adiwiyata Kabupaten/Kota, penghargaan diberikan oleh

Bupati/Walikota;

b. Penghargaan Adiwiyata Provinsi, penghargaan diberikan oleh Gubernur;

c. Penghargaan Adiwiyata Nasional, penghargaan diberikan oleh Menteri

Lingkungan Hidup dan Kehutanan;

d. Penghargaan Adiwiyata Mandiri, khusus bagi sekolah yang memiliki minimal 10

Sekolah binaan yang telah mendapatkan penghargaan Adiwiyata Kabupaten/Kota,

Penghargaan diberikan oleh Presiden.

Kriteria penilaian Penghargaan Adiwiyata meliputi 4 aspek yaitu, Aspek kebijakan

Sekolah yang berwawasan lingkungan hidup; Aspek kurikulum sekolah berbasis

Lingkungan hidup; Aspek kegiatan lingkungan di sekolah berbasis partisipatif; Aspek

Pengelolaan sarana dan prasarana pendukung sekolah yang ramah lingkungan.

Manfaat Program Adiwiyata, Sekolah yang telah menerapkan Program adiwiyata


Dapat merasakan manfaat baik bagi penerapan sistem belajar, proses belajar dan hasil

Pembelajaran khususnya bagi peserta didik. Hal yang dirasakan oleh warga sekolah

Antara lain :

1. Merubah perilaku warga sekolah untuk melakukan budaya pelestarian lingkungan.

2. Meningkatkan effisiensi dalam pelaksanaan kegiatan operasional sekolah.

3. Meningkatkan penghematan sumber dana melalui pengurangan sumber daya dan

Energi.

4. Meningkatkan kondisi belajar mengajar yang lebih nyaman dan kondusif bagi

Seluruh warga sekolah

5. Menciptakan kondisi kebersamaan bagi semua warga sekolah

6. Dapat menghindari berbagai resiko dampak lingkungan di wilayah sekolah.

7. Menjadikan tempat pembelajaran bagi generasi muda tentang pemeliharaan


danpengelolaan lingkungan hidup yang baik, dan benar.

Contoh beberapa sekolah yang termasuk adiwiyata adalah :

1. SMK N 15 KOTA BEKASI

2. SMP N 5 PURWODADI
3. SMP N 1 KEDUNGJATI

4. SMK N 10 BEKASI

5. SMP N 2 PURWODADI

Sebelum melangkah dalam menciptakan sekolah adiwiyata paling tidak ada 5 kegiatan yang dapat
dilakukan untuk menciptakan sekolah adiwiyata yang dikenal dengan 5R yaitu :

1. Recycle atau mendau ulang , adalah kegiatan mengolah kembali dengan cara
memanfaatkan barang bekas.

2. Reuse atau penggunaan kembali , adalah kegiatan menggunakan kembali material atau
bahan yang masih banyak dipakai.

3. Reduce atau pengurangan , adalah kegiatan mengurangi pemakaian atau pola perilaku
yang dapat mengurangi produksi sampah serta tidak melakukan pola konsumsi yang
berlebihan.

4. Replace atau penggantian adalah , kegiatan untuk mengganti pemakaian suatu barang
atau memakai barang alternatif yang sifatnya lebih ramah lingkungan dan dapat
digunakan kembali. Dapat mengubah kebiasaan seseorang yang mempercepat produksi
sampah.

5. Replant atau penanaman kembali adalah kegiatan melakukan penanaman kembali.


Melakukan kegiatan kreatif seperti pupuk kompos.

- Manfaat sekolah adiwiyata :

1. Mengubah perilaku warga sekolah untuk melakukan budaya pelestarian limgkungan.


2. Meningkatkan penghematan sumber dana melalui pengurangan sumber daya dan energi.

3. Dapat menghindari sejumlah resiko dampak lingkungan yang terdapat di wilayah sekolah.

Menurut Arjuna dan Salmonsius yang dikutip oleh Saragih (2012),


ketika sebuah sekolah sudah mengikuti program Adiwiyata maka
sekolah tersebut akan mendapatkan bantuan dana pendampingan,
sesuai dengan kebutuhan yang diajukan oleh sekolah dan disetujui
oleh Kementrian Lingkungan Hidup.
Tujuan Adiwiyata
Daftar Isi
Tujuan Adiwiyata
Target Sasaran Adiwiyata
Jenis-Jenis Penghargaan Adiwiyata
Kriteria Penilaian Penghargaan Adiwiyata
Manfaat Program Adiwiyata
Prinsip Program Adiwiyata
Baca Juga Pengertian Relief Makro dan Bentuk Relief Makro
Tujuan sekolah Adiwiyata yang secara umum menerangkan untum
mewujudkan masyarakat sekolah yang peduli dan juga berbudaya
dalam lingkungan dengan:

Menciptakan kondisi yang lebih baik bagi sekolah untuk menjadi


wadah pembelajaran dan juga penyadaran segenap warga sekolah
diantaranya Murid, Guru, Orang Tua/Wali Murid, dan lingkungan
masyarakat demi terciptanya upaya pelestarian lingkungan hidup.
Warga sekolah turut bertanggung jawab dalam mengupayakan
penyelamatan lingkungan hidup dan pembangunan yang
berkelanjutan.
Mendorong dan membantu sekolah untuk turut serta dalam
melaksanakan upaya pemerintah demi melestarikan lingkungan
hidup dalam pembangunan yang berkelanjutan yang berwawasan
lingkungan demi hadirnya kepentingan generasi yang akan datang.
Target Sasaran Adiwiyata
Target sasaran Adiwiyata terdapat pada pendidikan formal setingkat
SD, SMP, SMA atau sederajad. Hal itu bukanlah sebab, lantaran
sekolah menjadi target pelaksanaan karena sekolah memiliki fungsi
atau peran yang turut andil dalam membentuk nilai-nilai kehiudpan,
khususnya nilai akan kepedulian berbudaya lingkungan hidup.
Dalam melaksanakan program Adiwiyata tersebut, sekolah-sekolah
mendapatkan penilaian dan jug akan diberikan berupa penghargaaan
yang diberikan secara berjenjang.
Jenis-Jenis Penghargaan Adiwiyata
Jenjang atau jenis penghargaan Adiwiyata yang mampu diterima oleh
sekolah dengna tingkatan sebagai berikut:
Penghargaan Adiwiyata Kabupaten/Kota, penghargaan yang
diberikan oleh Bupati/Walikota.
Penghargaan Adiwiyata Nasional yakni penghargaan yang diberikan
langsung oleh Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan.
Penghargaan Adiwiyata tingkat Provinsi merupakan penghargaan
yang diberikan oleh Gubernur.
Penghargaan Adiwiyata Mandiri merupakan penghargaan khusus
bagi setiap sekolah dengan penilaian berupa sekolah yang
mempunyai minimal 10 sekolah binaan yang telah mendapatkan
penghargaan Adiwiyata Kabupaten/Kota, penghargaan yang
diberikan oleh Presiden.
Kriteria Penilaian Penghargaan Adiwiyata n harus dilakukan secara
terencana dan terus menerus secara komprehensif.
Edukatif (Permen LH, 2013).
Menurut Chaeruddin (2009:12) bahwa dalam pelaksanaan program
Adiwiyata diletakkan pada dua prinsip antara lain:
Partisipatif, maksudnya dimana seluruh komponen sekolah terlibat
dalam keseluruhan proses yang terdiri dari perencanaan,
pelaksanaan dan evaluasi berdasarkan tanggung jawab dan perannya
masing-masing.
Berkelanjutan (sustainable), yang diartikan kepada seluruh kegiatan
harus dilakukan secara terencana dan terus menerus secara
komperehensif.
Pengertian Adiwiyata - Adiwiyata atau Green School adalah salah
satu program kementrian negara lingkungan hidup yang bertujuan
untuk mendorong terciptanya pengetahuan dan kesadaran warga
sekolah dalam pelestarian lingkungan hidup. Pengertian Adiwiyata
Peraturan Menurut Menteri Lingkungan Hidup Menurut Peraturan
Menteri Lingkungan Hidup Republik Indonesia Nomor 05 Tahun 2013
tentang Pedoman Pelaksanaan Program Adiwiyata mengatakan
bahwa sekolah adiwiyata adalah sekolah yang peduli dan berbudaya
lingkungan dan program adiwiyata adalah program untuk
mewujudkan sekolah yang peduli dan berbudaya lingkungan.
Adiwiyata memiliki pengertian atau makna sebagai salah satu tempat
yang baik dan juga ideal yang diperoleh segala ilmu pengetahuan dan
beragai norma serta etika yang menjadi dasar manusia menuju
terciptanya kesejahteraan hidup kita untuk menuju kepada cita-cita
pembangunan berkelanjutan. Fungsi program adiwiyata adalah agar
seluruh pelajar ikut terlibat dalam segala aktivitas persekolahan demi
menuju lingkungan yang sehat serta mampu menghindari dampak
lingkungan yang negatif. Berdasarkan pengertian Adiwiyata dalam
Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup No. 2 Tahun 2009
tentang pedoman pelaksanaan program adiwiyata. Pengertian
adiwiyata pada pasal 1 adalah sekolah yang baik dan ideal sebagai
tempat memperoleh segala ilmu pengetahuan dan berbagai norma
serta etika yang dapat menjadi dasar manusia menuju terciptanya
kesejahteraan hidup dan cita-cita pembangunan berkelanjutan.
Sedangkan pada pasal 1 point 2, bahwa Program Adiwiyata adalah
salah satu program kerja berlingkup nasional yang dikelola oleh
Kementerian Negara Lingkungan Hidup dalam rangka mewujudkan
pengembangan pendidikan lingkungan hidup.

Prinsip Program Adiwiyata


Dalam pelaksanaannya, program Adiwiyata diletakkan dalam tiga
prinsip-prinsip dasar dalam pelaksaannya, adapun prinsip tersebut
antara lain:

Partisipatif: Komunitas sekolah terlibat dalam manajemen sekolah


yang meliputi keseluruhan proses perencanaan, pelaksanaan dan
evaluasi sesuai tanggungjawab dan peran.
Berkelanjutan: seluruh kegiatan harus dilakukan secara terencana
dan terus menerus secara komprehensif.
Edukatif “Permen Lh, 2013”.
"Adiwiyata" Pengertian & ( Fungsi - Tujuan - Jenis - Kriteria - Manfaat
- Prinsip )
Menurut Chaeruddin “2009:12” bahwa dalam pelaksanaan program
Adiwiyata diletakkan pada dua prinsip antara lain:

Partisipatif, maksudnya dimana seluruh komponen sekolah terlibat


dalam keseluruhan proses yang terdiri dari perencanaan,
pelaksanaan dan evaluasi berdasarkan tanggung jawab dan perannya
masing-masing.
Berkelanjutan “sustainable” yang diartikan kepada seluruh kegiatan
harus dilakukan secara terencana dan terus menerus secara
komperehensif.

Ciri – Ciri
Sekolah Berwawasan Lingkungan

Sekolah berwawasan lingkungan hidup adalah sekolah yang


menerapkan nilai-nilai cinta dan peduli lingkungan pada sekolahnya.
Pengajaran yang berbasisi lingkungan dan kesadaran warga sekolah
akan pentingnya lingkungan merupakan bagian terpenting dari
sekolah berwawasan lingkungan hidup.
Untuk menjadi sekolah yang berwawasan lingkungan hidup bukan
hal yang sulit, asalkan ada niat dari warga sekolah. Kita dapat melihat
seperti apa sekolah berwawasan lingkungan hidup dari contoh
sekolah-sekolah yang sudah mulai menerapkan prinsip peduli dan
berbudaya lingkungan
• Kondisi Sekolah
Tata letak sekolah yang rapi dan bersih dari sampah tentu akan
dipandang baik dan dapat meningkatkan semangat belajar mengajar.
Hal itulah yang menjadi pertimbangan untuk menjadi sekolah
berwawasan lingkungan hidup.
• Kawasan Hijau
Kawasan hijau adalah tempat yang disediakan untuk menanam
berbagai macam tumbuhan yang biasa disebut taman. Taman
sekolah biasanya sering membentuk suatu ekosistem yang berisi
berbagai macam tumbuhan. Tumbuhan yang biasa ditanam adalah
tumbuhan yang membuat udara sejuk, tanaman obat, dan lain
sebagainya. Hal terpenting adalah taman tersebut harus rapi, indah,
dan terawat.
• Kesadaran Warga Sekolah
Kesadaran warga sekolah merupakan faktor terpenting untuk
dapat menjadi sekolah berwawasan lingkungan hidup. Karena
dengan adanya kesadaran, terciptanya sekolah yang berwawasan
lingkungan akan lebih mudah. Semua itu dari warga sekolah itu
sendiri. Jika mereka peduli maka sekolah akan bersih terawat
sedangkan bila mereka tidak peduli maka sekolah pun akan kotor tak
terawat.
Usaha-usaha yang dapat dilakukan untuk menjadi sekolah yang
peduli dan berwawasan lingkungan hidup, diantaranya adalah
• Penguatan Kelompok Pecinta Lingkungan
Kelompok pecinta lingkungan adalah sekelompok siswa yang
peduli terhadap lingkungan khususnya lingkungan sekolah. Biasanya
kelompok tersebut melakukan kegiatan penggunaan kembali (reuse)
dari sampah plastik menjadi produk-produk siap pakai seperti tas,
dompet, tempat pensil, kartu ucapan, kantong alat mandi, dan
sebagainya dengan membekali wawasan dengan mengikuti pelatihan
dasar peduli lingkungan. Selain itu, melaksanakan seminar
lingkungan di sekolah, dan pameran di dalam dan di luar sekolah
guna mengajak warga sekolah untuk menjaga lingkungan khususnya
lingkungan sekolah.
• Pengelolaan Sampah Sekolah
Sampah yang diproduksi oleh warga sekolah terdiri dari sampah
kertas, sampah plastik, kaleng minuman, daun-daun, dan sampah
basah. Seperti yang kita ketahui bahwa sampah anorganik sulit
terurai maka sampah jenis ini dapat dimanfaatkan kembali menjadi
barang yang dapat digunakan kembali. Sampah kertas dapat didaur
ulang menjadi kertas surat, sampah organik diolah menjadi pupuk,
sedangkan sampah plastik diubah menjadi produk-produk yang
bermanfaat seperti, tas, dompet, sajadah, tempat pensil, jas hujan,
dan lain-lain.
• Pembudidayaan Tanaman
Pembudidayaan tanaman dilakukan untuk pelestarian lingkungan,
selain itu dapat juga untuk media pembelajaran dan pemanfaatan
tanaman, misalnya untuk tanaman obat. Salah satu tanaman yang
dapat dibudidayakan adalah tanaman obat. Tanaman obat yang
dibudidayakan yaitu Toga (tanaman obat) pengusir nyamuk. Pilihan
ini dengan mempertimbankan bahwa populasi nyamuk di sekitar
sekolah cukup tinggi sehingga kasus DBD cukup tinggi. Toga yang
ditanam ialah Lavender, Geranyum, Zodia, dan Rosemary. Lahan
yang digunakan merupakan lahan di dalam kawasan sekolah yang,
tepatnya di samping kelas. Tujuannya agar siswa mengetahui bahwa
banyak manfaat dari tumbuhan yang dapat dengan mudah dikelola
oleh siswa itu sendiri.
• Pengintegrasian Isu Lingkungan Ke Dalam Mata Pelajaran
Untuk menanamkan kepedulian pada lingkungan kepada warga
sekolah, akan efektif jika melalui mata pelajaran atau kegiatan
pembelajaran. Dengan berkembangnya wacana mengenai lingku ngan
hidup, maka sekolah kemudian memutuskan untuk menyusun sebuah muatan
lokal yang disesuaikan dengan kebutuhan siswa mengenai pendidikan
lingkungan hidup.
• Kampanye Lingkungan
Sebagai kelompok yang peduli lingkungan, kelompok pecinta lingkungan
menganggap penting untuk mulai mengampanyekan isu-isu lingkungan.
Kegiatan kampanye ini bermaksud untuk menyebarkan benih kesadaran
lingkungan kepada berbagai khalayak.

Penghematan energi atau konservasi energi adalah tindakan mengurangi


jumlah penggunaan energi. Menghemat energi berarti tidak menggunakan
energi listrik untuk suatu hal yang tidak berguna. Penghematan energi dapat
dicapai dengan penggunaan energi secara efisien di mana manfaat yang sama
diperoleh dengan menggunakan energi lebih sedikit, ataupun dengan
mengurangi konsumsi dan kegiatan yang menggunakan energi. Penghematan
energi dapat menyebabkan berkurangnya biaya, serta meningkatnya nilai
lingkungan, keamanan negara, keamanan pribadi, serta kenyamanan.
Organisasi-organisasi serta perseorangan dapat menghemat biaya dengan
melakukan penghematan energi, sedangkan pengguna komersial dan industri
dapat meningkatkan efisiensi dan keuntungan dengan melakukan penghemaan
energi.

Penghematan energi adalah unsur yang penting dari sebuah kebijakan energi.
Penghematan energi menurunkan konsumsi energi dan permintaan energi per
kapita, sehingga dapat menutup meningkatnya kebutuhan energi akibat
pertumbuhan populasi. Hal ini mengurangi naiknya biaya energi, dan dapat
mengurangi kebutuhan pembangkit energi atau impor energi. Berkurangnya
permintaan energi dapat memberikan fleksibilitas dalam memilih metode
produksi energi.

Selain itu, dengan mengurangi emisi, penghematan energi merupakan bagian


penting dari mencegah atau mengurangi perubahan iklim. Penghematan
energi juga memudahkan digantinya sumber-sumber tak dapat diperbaharui
dengan sumber-sumber yang dapat diperbaharui. Penghematan energi
sering merupakan cara paling ekonomis dalam menghadapi
kekurangan energi, dan merupakan cara yang lebih ramah
lingkungan dibandingkan dengan meningkatkan produksi energi.

Perkembangan zaman dan kemampuan berfikir manusia dalam menciptakan


teknologi memungkinkan kehidupa manusia menjadi mudah dan
nyaman. Keberadaan alat seperti mobil, motor, lampu, televisi,
kulkas, komputer dan sebagainya. Disisi lain, penggunaan yang
berlebihan dan pertambahan populasi penduduk juga dapat
meningkatkan kebutuhan energi.

Diperkirahan bahwa 90% pembangkit listrik bersumber dari bahan


bakar minyak dan batubara. Akhir-akhir ini sudah menjadi gejala
menuju krisis energi dan bahan bakar serta makin tingginya harga
minyak dunia. Pada situasi demikian, hal yang sebaiknya dilkukan
adalah dengan melakukan penghematan energi atau penciptaan
energi alternatif yang ramah lingkungan. Apabila dilakukan
penghematan energi maka kita dapat menghemat biaya dan
mengurangi dampak negatif dari emisi yang dihasilkan dari
penggunaan energi yang berlebihan.

Berikut ini diuraikan langkah nyata sederhana dalam kehidupan


sehari-hari untuk menghemat energi.

Menggunakan lampu hemat energi misalnya lampu neon yan glebih


bersifat hemat energi daripada lampu bohlem. Disiang hari dapat
menggunakan penerang alami secara optima.
Membentuk perilaku dan kebiasaan diri untuk menggunakan listrik
saat diperlukan, secara bergantian, dan tidak berlebihan.
Mematikan televisi, keran air, komputer atau lampu jika sudah tidak
digunakan.
Jika memungkinkan untuk mengeringkan pakaian secara alami di
bawah sinar matahari.
Menggunakan alat rumah tangga atau kantor yang bersifat hemat energi dan
ramah lingkungan, seperti pendingin ruangan dan kulkas dengan
freon ayng ramah lingkungan
Mengefisienkan pemakaian energi di tempat umum, seperti di pusat
perbelanjaan, perkantoran, terminal, jalan raya, bandara, stasiun dan
sebagainya.
Mengdesain rumah atau gedugn hemat energi, misalnya
pencahayaan yang baik dengan cukup ventilasi, sehingga mengurangi
penggunaan lampu di siang hari, mempergunakan bahan atap
bangunan yang dapat mendinginkan suhu di dalam ruangan seperti
atap berbahan tanah atau keramik, menaruh tanaman hias di dalam
rumah untuk menyejukkan udara di dalam ruangan dan sebagainya.
Pemerintah meyediakan fasilitas kendaraan umum massal secara
efektif dan efisien.
Pemerintah menyusun kebijakan dan memberikan penghargaan atau
apresiasi positif atas segala upaya atau inovasi penghematan energi.
Mensosialisasikan kegiatan-kegiatan yang bersifat menghemat
energi.
Memakai jenis pakainan yang nyaman dan sesuai kondisi cuaca dan
suhu udara, sehingga mengurangi penggunaan energi untuk
pendingin atau pemanas ruangan
Mengembangkan dan melakukan penelitian untuk energi alternatif,
misalnya energi biodiesel.
Oleh karena itu, sebaiknya kita memulai menghemat penggunaan
energi di manapun kita berada, dirumah di sekolah, ditempat kerja
dan di lingkungan sekitar. Dengan demikian, bumi menjadi tempat
tinggal yang nyaman dan lestari untuk anak dan cucu kita kelak.

Hemat energi adalah tindakan mengurangi jumplah penggunaan


energi, penggunaaan energi secara efisien dimana manfaat yang
sama diperoleh dengan menggunakan enrgi lebih sedikit, ataupun
dengan mengurangi konsumsi dan kegiatan yang menggunakan
energi. penghematan energi dapat menyebabkan berkurangnya
biaya pengeluaran sekolah, serta dapat meningkatnya dana sekolah
karena sedikit pengeluaran sekolah untuk biaya pembayaran listrik.
sedangkan pengguna komersial dan industri dapat meningkatkan
efisiensi dan keuntungan dengan melakukan hemat energi, oleh
karena siswa, guru, dan pegawai mempunyai kesadaan tentang
perlunya menghemat energi dan menggunakan energi secukupnya
sesuai dengan kebutuhannya.

Listrik adalah energi yang dihasilkan dari pengolahan energi yang


ada dibumi mulai dari gas,energi angin, energi gerak, energi
matahari, dan energi lainnya yang dikonfersi menjadi energi listrik
karena jenis energi ini mudah untuk didistribusikan disimpan dan
diubah menjadi bentuk energi lain.
Penghematan energi adalah hal yang penting dari sebuah
kebijakan energi. penghematan energi dapat menurunkan konsumsi
energi dan permintaan energi perkapital, sehingga dapat menutup
dan menikatnya kebutuhan energi akibat pertumbuhan populasi
yang dapat mengurai naiknya biaya energi dan dapat mengurangi
kebutuhan pembangkit energi.
Menghemat energi dapat mengurangi perubahan iklim,
menghemat energi juga memudahkan digantinya sumber-sumber
yang tidak dapat diperbaharui dengan sumber-sumber yang dapat
diperbaharui. penghematan energi sering merupakan cara paling
ekonomis dan menghadapi kekurangan energi dan merupakan cara
yang lebih ramah lingkungan dibandingkan dengan meningkatkan
produksi energi.

Adapun cara-cara untuk menghemat energi disekolah :

1. Mematikan lampu kelas ketika sudah tidak digunakan atau setelah


pembelajaran selesai.
2. Mematikan kipas angin ketika jam pelajaran selesai atau apabila
sudah tidak digunakan.
3. Mematikan lampu kamar mandi ketika selesai menggunakannya.
4. Mematikan kran air apabila bak sudah penuh.
5. Mencabut charger handphone atau labtop ketika sudah tidak
digunakan.
6. Biasakan hidup hemat sesuai dengan kebutuhan.

- Sekian dan terimakasih semoga bermanfaat☺

Nama kelompok : - Eka Febriani Hapsari (08)


-Sofa'atur Rohmah (31)
Kelas : X MIPA 5