Anda di halaman 1dari 40

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

Untuk Memenuhi Salah Satu Tugas Kuliah

Magang 1
Dosen Pembimbing Magang
Dr. Khoirul Anam, M.Pd.I.

Disusun oleh:

NUR LAILI ANIS KHUMAIROH


NIM. 1220817132

PROGRAM STUDI TADRIS BIOLOGI

FAKULTAS TARBIYAH DAN ILMU KEGURUAN

INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI TULUNGAGUNG

MEI 2020
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

(RPP)

A. Identitas
Satuan Pendidikan : SMP/MTs
Nama Sekolah : MTs Negeri 8 Tulungagung
Mata Pelajaran : Ilmu Pengetahuan Alam (IPA)
Kelas/Semester : VIII/I
Materi Pokok : Sistem Gerak pada Manusia
Alokasi Waktu : 12 x 45 menit (6 pertemuan)
B. Kompetensi Inti (KI)
KI-1 : Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya
KI-2 : Menghargai dan menghayati perilaku jujur, disiplin, tanggung
jawab, peduli (toleransi, gotong royong), santun, percaya diri,
dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan
alam dalam jangkauan pergaulan dan keberadaannya.
KI-3 : Memahami pengetahuan (faktual, konseptual, dan prosedural)
berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan,
teknologi, seni, budaya terkait fenomena dan kejadian tampak
mata.
KI-4 : Mencoba, mengolah, dan menyaji dalam ranah konkret (
menggunakan, mengurai, merangkai, memodifikasi, dan
membuat ) dan ranah abstrak ( menulis, membaca, menghitung,
menggambar, dan mengarang ) sesuai dengan yang dipelajari
di sekolah dan sumber lain yang sama dalam sudut
pandang/teori.
C. Kompetensi Dasar (KD) & Indikator Pencapaian Kompetensi

Kompetensi Dasar Indikator


3.1 Memahami gerak pada makhluk 3.1.1 Menjelaskan pengertian gerak
hidup, sistem gerak pada manusia, pada makhluk hidup
dan upaya menjaga kesehatan 3.1.2 Menjelaskan pengertian sistem
sistem gerak gerak pada manusia
3.1.3 Menjelaskan fungsi rangka,
sendi dan otot pada sistem gerak
manusia
3.1.4 Menyebutkan bagian-bagian
rangka manusia
3.1.5 Menunjukan macam tulang
berdasarkan bentuk dan zat
penyusunnya
3.1.6 Menyebutkan jumlah tulang
penyusun bagian tubuh
3.1.7 Menggambarkan bagian-
bagian sel tulang dengan
penjelasannya
3.1.8 Menyebutkan macam-macam
sendi dan kerjanya
3.1.9 Menyebutkan macam-macam
otot dan kerjanya
3.1.10 Menggambarkan ciri macam-
macam otot lengkap dengan
penjelasannya
3.1.11 Menyebutkan gangguan dan
penyakit pada sistem gerak
3.1.12 Menyebutkan cara mencegah
dan mengatasi gangguan pada
sistem gerak

4.1 Membuat tulisan tentang 4.1.1 Menyajikan hasil


berbagai gangguan pada sistem pengamatan, inferensi, dan
gerak, serta upaya menjaga mengomunikasikan hasil
kesehatan sistem gerak manusia 4.1.2 Membuat tulisan tentang cara
mencegah dan mengatasi penyakit
tulang
D. Tujuan Pembelajaran
Peserta didik diharapkan dapat melakukan hal-hal berikut :
 Mendeskripsikan pengertian gerak makhluk hidup
 Mendeskripsikan pengertian sistem gerak pada manusia
 Menjelaskan fungsi rangka, sendi, dan otot pada sistem gerak
manusia
 Menyebutkan bagian-bagian rangka manusia
 Mengidentifikasi macam tulang berdasarkan bentuk dan zat
penyusunnya
 Menyebutkan jumlah tulang penyusun bagian tubuh manusia
 Menggambarkan bagian-bagian sel tulang dengan penjelasannya
 Menyebutkan macam-macam sendi dan kerjanya
 Menyebutkan macam-macam otot dan kerjanya
 Menggambarkan ciri macam-macam otot lengkap dengan
penjelasannya
 Menyebutkan gangguan dan penyakit pada sistem gerak
 Menyebutkan cara mencegah dan mengatasi gangguan pada
sistem gerak manusia
 Menyajikan hasil pengamatan, inferensi, dan mengomunikasikan
hasil
 Membuat tulisan tentang cara mencegah dan mengatasi penyakit
tulang
E. Materi Pembelajaran

Pertemuan
Materi
ke-
Definisi gerak
- Gerak makhluk hidup
1 - Sistem gerak pada manusia
- Serta fungsi rangka, sendi, dan otot pada sistem gerak
manusia (secara umum)
2 Penjelasan seputar rangka manusia
- Bagian-bagian rangka manusia
- Macam tulang berdasarkan bentuk dan zat
penyusunnya
- Jumlah tulang penyusun bagian tubuh manusia
- Bagian-bagian sel tulang dengan penjelasannya
Penjelasan seputar sendi
- Macam-macam sendi
- Fungsi dan kerja sendi
3 Penjelasan seputar otot
- Macam-macam otot
- Fungsi dan kerja otot
- Ciri-ciri otot
- Gangguan dan penyakit pada sistem gerak manusia
4 - Cara mencegah dan mengatasi gangguan pada
sistem gerak manusia
Mereview materi rangka, sendi, dan otot pada manusia
5
(menggunakan alat peraga di laboratorium IPA)
6 Ulangan Harian

F. Metode Pembelajaran
Pendekatan : Scientific Approach
Model pembelajaran : Discovery Learning
Metode pembelajaran : Diskusi, tanya jawab, presentasi, dan penugasan.
G. Langkah – Langkah Pembelajaran
Pertemuan Ke-1
a. Materi pembelajaran

Gerak adalah suatu tanggapan terhadap rangsangan baik dari


dalam maupun dari luar. Gerak pada manusia disebabkan oleh
kontraksi otot yang menggerakkan tulang. Jadi, gerak merupakan
kerja sama antara tulang dan otot. Tulang disebut alat gerak pasif
karena hanya mengikuti kendali otot, sedangkan otot disebut alat
gerak aktif karena mampu berkontraksi, sehingga mampu
menggerakkan tulang.
Manusia memiliki kemampuan untuk bergerak dan melakukan
aktivitas, seperti berjalan, berlari, menari dan lain-lain. Bagaimana
manusia dapat melakukan gerakan? Kemampuan melakukan
gerakan tubuh pada manusia didukung adanya sistem gerak, yang
merupakan hasil kerja sama yang serasi antar organ sistem gerak,
seperti rangka (tulang), persendian, dan otot.
Materi sistem gerak pada manusia meliputi struktur dan fungsi
tulang, otot dan sendi pada manusia, proses gerak, kelainan atau
penyakit pada sistem gerak, dan adapun indikator pencapaiannya
adalah menyebutkan sistem rangka, menjelaskan fungsi sistem
rangka, menerapkan struktur jaringan penyusun organ pada sistem
gerak manusia. Sistem gerak pada manusia disusun oleh tiga
komponen yaitu rangka, otot dan sendi. Masing-masing komponen
mempunyai fungsinya. Dan komponen sistem gerak manusia saling
berkaitan satu sama lain. Jika salah satu dari sistem gerak ini tidak
berfungsi maka akan mengganggu sistem gerak lain.
b. Kegiatan pembelajaran

Alokasi
Kegiatan Deskripsi kegiatan
waktu
Pendahuluan 15 menit
c. Guru memeriksa kehadiran siswa

d. Guru menanyakan pertanyaan kepada


siswa. Dengan harapan pertanyaan
sesuai dengan arah pembelajaran.
“Bagaimana kalian berangkat ke
sekolah ?” “apa yang dapat
kalian amati ketika berjalan?”
e. Siswa diberi kesempatan untuk
menyampaikan pendapatnya.
f. Guru menyampaikan kepada
siswa tujuan pembelajaran hari ini.
g. Guru membentuk kelompok menjadi
5-6 kelompok.
h. Guru mengarahkan siswa untuk
berkumpul dengan kelompoknya
sesuai dengan tempat duduk.
Inti 60 menit
 Siswa mengamati gambar di slide
PPT tentang pengertian gerak dan
sistem gerak pada manusia secara
umum.
 Siswa mengamati tayangan video
tentang proses gerak manusia.
Menanya
 Siswa mengajukan pertanyaan
terkait dengan materi yang
dipaparkan dalam slides PPT
maupun seputar video edukasi
sistem gerak

*Harapan guru siswa mampu


memahami konsep dasar sistem
gerak pada manusia
Mengumpulkan data
 Siswa mencari jawaban terkait
pertanyaan-pertanyaan yang
diajukan beberapa siswa melalui
kerja kelompok dengan metode
diskusi.

Mengasosiasikan
 Siswa menyimpulkan hasil
diskusi (jawaban sementara setiap
kelompok)
Mengkomunikasikan
 Siswa perwakilan kelompok
menyampaikan hasil
diskusi dengan presentasi.
*Harapan guru semua kelompok yang
presentasi.
a. Guru mereview materi dengan memberi
pertanyaan untuk dijawab secara
bersama terkait materi yang diberikan
hari ini.
b. Guru menyimpulkan hasil
pembelajaran yang diperoleh hari ini.
c. Guru menyampaikan rencana
pembelajaran pada pertemuan
Penutup 15 menit
berikutnya yaitu tentang struktur,
macam dan fungsi rangka.
d. Guru meminta siswa untuk
merangkum seputar materi
selanjutnya untuk menunjang belajar
siswa di rumah
e. Guru menutup pembelajaran dengan
bacaan hamdalah dan salam.

Pertemuan Ke-2
a. Materi pembelajaran
Tulang/rangka
Tulang-tulang yang tersusun sedemikian rupa dengan sistem
tertentu disebut rangka. Rangka pada hewan Vertebrata berupa
endoskeleton (rangka dalam). Tulang-tulang yang menyusun
rangka mempunyai struktur yang bermacam-macam sesuai dengan
fungsinya.
Rangka tubuh dibedakan menjadi tiga macam. Rangka yang
terdapat pada hewan yang tubuhnya lunak, misalnya cacing tanah
disebut rangka hidrostatik. Rangka yang terdapat pada insekta
berupa lapisan luar yang membungkus tubuh, dan terbuat dari zat
kitin disebut rangka luar (eksoskeleton). Pada hewan vertebrata
terdapat kumpulan tulang rawan dan tulang keras yang membentuk
suatu rangkaian menurut aturan tertentu yang disebut rangka dalam
(endoskeleton).
Sistem rangka adalah sistem yang memiliki fungsi untuk
menyimpan bahan mineral, tempat pembentukan sel darah, tempat
melekatnya otot rangka, melindungi tubuh yang lunak dan
menunjang tubuh. Terdiri dari tengkorak, tulang rusuk, tulang
belakang, rangka penopang tulang bahu, rangka penopang tulang
pinggul, tulang anggota badan atas dan bawah. Tulang dalam tubuh
membentuk sistem rangka.Kemudian sistem rangka ini bersama-
sama menyusun kerangka tubuh.Secara garis besar rangka manusia
dibagi menjadi dua, yaitu rangka aksial (tumbu tubuh) dan rangka
apendikuler (anggota tubuh).

Menurut jaringan penyusun dan sifat-sifatnya, tulang


dibedakan menjadi tulang rawan dan tulang keras.

a. Tulang Rawan
Tulang rawan terdiri atas sel-sel tulang rawan yang disebut
kondroblas. Sel-sel ini mengeluarkan matriks yang disebut kondrin.
Lama- kelamaan kondroblas akan terkurung oleh matriksnya sendiri
dalam ruangan yang disebut lakuna. Di dalam lakuna terdapat
kondroblas yang bersifat tidak aktif disebut kondrosit (sel tulang
rawan).Tulang rawan pada anak-anak berbeda dengan tulang rawan
pada orang dewasa. Matriks pada tulang rawan umumnya berupa
hialin yang homogen dan jernih. Matriks yang berserabut lebih
banyak mengandung zat kolagen (zat perekat tulang).
b. Tulang Keras (osteon)
Tulang keras merupakan kumpulan sel tulang yang
mengeluarkan matriks yang mengandung zat kapur dan fosfat.
Kedua zat ini menyebabkan tulang menjadi keras. Pada tulang keras,
osteoblas pada lakuna menjadi tidak aktif dan disebut osteosit (sel
tulang). Antara lakuna satu dengan lacuna lainnya dihubungkan
oleh kanalikuli. Di dalam kanalikuli terdapat sitoplasma dan
pembuluh darah yang bertugas memenuhi kebutuhan nutrisi osteosit.
Menurut bentuknya, tulang dibedakan menjadi tulang pipih,
tulang pendek, dan tulang pipa.
a. Tulang pipih

Tulang pipih berbentuk gepeng memipih. Tulang pipih


mempunyai dua lapisan tulang kompak, yaitu lamina eksterna dan
interna ossis karnii. Kedua lapisan dipisahkan oleh satu lapisan
tulang spongiosa disebut diploe. Contoh: tulang tengkorak, tulang
rusuk, dan tulang belikat.

b. Tulang pendek
Tulang pendek berbentuk seperti kubus atau pendek tidak
beraturan. Tulang ini mempunyai inti tulang spongiosa yang
dikelilingi tulang kompak. Contoh: tulang telapak tangan dan kaki,
serta ruas-ruas tulang belakang.
c. Tulang pipa (tulang panjang)
Tulang pipa berbentuk seperti tabung, kedua ujungnya bulat, dan
bagian tengahnya silindris (diafisis). Hampir seluruh bagian tulang
pipa terdiri dari tulang kompak (tulang padat) dengan sedikit
komponen tulang spongiosa (tulang berongga-rongga). Pada bagian
dalam tulang tersebut terdapat rongga berisi sumsum tulang.
Contoh: tulang paha, tungkai bawah, dan tungkai atas. Tulang pipa
terbagi atas tiga bagian, yaitu bagian ujung disebut epifisis, bagian
tengah disebut diafisis tersusun atas tulang keras. Tulang-tulang
dalam tubuh manusia kurang lebih berjumlah 200 buah.
Komponen-komponen penyusun tulang adalah air (25%), zat
organik berupa serabut (30%), dan zat mineral terutama kalsium
fosfat dan sedikit garam magnesium (45%).
Ada empat fungsi utama sistem rangka bagi tubuh kita, yaitu

1. memberikan bentuk dan mendukung tubuh kita;


2. melindungi organ internal atau organ dalam, misal tulang
rusuk melindungi
jantung dan paru-paru, tulang tengkorak melindungi otak;
3. tempat menempelnya otot yang merupakan alat gerak aktif
yang dapat
menggerakkan tulang;
4. tempat dibentuknya sel darah, yaitu pada bagian sumsum
tulang (jaringan lunak yang terdapat di bagian tengah tulang).
b. Kegiatan pembelajaran

Alokasi
Kegiatan Deskripsi kegiatan
waktu
Pendahulua a. Guru memasuki kelas dan memberi 15 menit
n salam.

b. Guru menanyakan kabar siswa.

c. Guru memeriksa kehadiran siswa.

d. Guru mengaitkan materi pada


pertemuan 1 dengan materi yang
akan dipelajari hari ini.
“sistem gerak tersusun atas apa saja
?”
e. Guru menyampaikan tujuan
pembelajaran yang akan dicapai
pada hari ini.
f. Guru menjelaskan bahwa rangka
merupakan salah satu unsur dari
sistem gerak yang pasif.

g. Guru memberikan gambaran


kepada siswa “Bagaimana tulang
dapat dikatakan salah satu bagian
sistem gerak?”
h. Siswa diberi kesempatan untuk
menyampaikan pendapatnya.
i. Guru memeriksa rangkuman siswa.
j. Guru mengarahkan siswa untuk
berkumpul dengan kelompoknya
Mengamati
 Siswa mengamati gambar di
slide PPT tentang sistem rangka.

Menanya

 Siswa mengajukan pertanyaan


terkait dengan struktur, fungsi,
dan jenis rangka manusia.
*Harapan guru siswa bisa menyebutkan
struktur, fungsi, dan jenis rangka
manusia
Mengumpulkan data

Inti  Siswa secara berkelompok 60 menit


mencari jawaban pertanyaan
pada LKS.
(Lihat lampiran 1)
Mengasosiasikan
 Siswa menyimpulkan hasil
diskusi pada Lembar Kerja
Siswa (LKS).
Mengkomunikasikan
 Siswa menyampaikan hasil
diskusi dengan presentasi.
Harapan guru 2-3 kelompok yang
presentasi.
a. Guru mereview materi dengan
memberi pertanyaan untuk dijawab
secara bersama terkait materi yang
diberikan hari ini.
b. Guru menyimpulkan hasil
pembelajaran yang diperoleh hari
ini.
Penutup 15 menit
c. Guru menyampaikan rencana
pembelajaran pada pertemuan
berikutnya yaitu tentang persendian
dan sistem otot.
d. Guru menutup pembelajaran
dengan bacaan hamdalah dan
salam.

Pertemuan Ke-3
a. Materi pembelajaran
1) Sendi
Persendian atau artikulasi adalah hubungan antar tulang-
tulang yang membentuk sistem gerak pada manusia. Persendian
berperan penting dalam proses gerak yang dilakukan oleh
manusia. Gerakan antara tulang yang satu dengan tulang yang
lainnya pada persendian di ikat oleh jaringan yang disebut
ligamen. Gerakan pada persendian dilapisi oleh minyak sendi,
jika minyak sendi pada tulang habis maka gerakan pada
persendian akan menyebabkan rasa sakit yang luar biasa.

Macam-Macam Sendi
a. Macam-Macam Sendi Berdasarkan Arah Gerakannya
Macam-macam sendi berdasarkan Arah gerakannya
antara lain sebagai berikut.
Sendi Engsel adalah hubungan antartulang yang
memungkinkan gerakan satu arah maju atau mundur. Contoh sendi
engsel adalah persendian pada siku, lutut, dan persendian
antararuas jari tangan.
Sendi Peluru adalah hubungan antar tulang yang
memungkinkan gerak ke segala arah. Contoh sendi peluru adalah
persendian antara tulang paha dan tulang gelang panggul serta
antara persendian pangkal lengan atas dan gelang bahu.
Sendi Putar adalah hubungan antartulang yang
memungkinkan gerakan tulang yang satu mengelilingi tulang
lainnya sebagai poros. Contoh sendi putar adalah persendian tulang
tengkorak dan tulang atlas serta persendian tulang hasta dan tulang
pengumpul.
Sendi Geser adalah hubungan antartulang yang
memungkinkan gerakan tulang yang satu menggeser pada tulang
yang lain. Contoh sendi geser adalah persendian antartulang
karpal. 
Sendi Pelana adalah antartulang yang memungkinkan
gerakan tulang ke dua arah yang saling tegak lurus seperti gerakan
orang naik kuda. Contoh sendi pelana adalah persendian tulang
tumit dan tulang kering. 
b. Macam-Macam Sendi Berdasarkan Sifat 
Macam-macam sendi berdasarkan sifat dan biasa pula
dikatakan dengan pergerakan atau fungsinya, antara lain
sebagai berikut.
Sinartosis (Synarthrosis) atau Sendi mati adalah
hubungan antartulang yang tidak memungkinkan terjadinya
gerakan, contohnya persendian pada tulang tengkorak. 
Amfiartrosis (Amphiarthrosis) atau Sendi kaku
adalah hubungan antartulang yang hanya sedikit
memungkinkan terjadinya gerakan. Contohnya sendi kaku
adalah persendian tulang-tulang pergelangan tangan,
persendian tulang pergelangan kaki, dan persendian ruas-ruas
tulang belakang.
Diartrosis atau Sendi gerak adalah hubungan
antartulang yang memungkinkan terjadinya gerak, baik gerak
satu arah, dua arah, maupun ke segala arah. 
c. Macam-Macam Sendi Berdasarkan Strukturnya
Macam-macam sendi berdasarkan Strukturnya
antara lain sebagai berikut...
Sendi Fibrosa adalah sendi yang terdiri atas serat-
serat kolagen yang sebagian besar dari sendi fibrosa
tidak dapat digerakkan sama sekali karna jarak antar
tulang sangat dekat yang dipisahkan selapis jaringan
ikat fibrosa. Contoh letak sendi fibrosa adalah sutura
pada antara tulang tengkorak. 
Sendi Kartilaginosa adalah persendian yang
arahnya gerakannya kurang atau terbatas. yang
hubungkan oleh tulang rawan hialin. Contohnya Tulang
iga.
Sendi Sinovial adalah sendi yang arah gerakannya
leluasa atau bebas, sendi sinovial adalah sendi yang
paling banyak pada tubuh manusia. Contohnya sikut
dan lutut, bahu dan panggul, pergelangan tangan dan
kaki, sendi pada tulang jari tangan dan kaki. 
d. Macam-Macam Sendi Berdasarkan Anatomi Lokasi
Sendi artikulasi Tangan, Sendi pergelangan, Sendi
siku, Sendi Bahu aksila (Glenohumeral dan sendi
akromioklavikularis), Sendi sternoklavikularis, Sendi
artikulatoris vertebra, Sendi Sakroiliaka panggul, Sendi
temporomandibular rahang, Sendi artikulasi Kaki,
Sendi pinggul, Sendi lutut
2) Otot
Sebelumnya kamu telah mempelajari tentang struktur dan
macam-macam tulang penyusun rangka manusia. Coba
sekarang kamu pikirkan, apakah tulang-tulang penyusun
rangka tubuh manusia dapat digerakkan. Otot merupakan alat
gerak aktif yang mampu menggerakkan anggota tubuh. Otot
melekat pada tulang. Cara kerja otot dibedakan menjadi dua
yaitu sadar dan tidak sadar. Otot dalam tubuh memiliki tiga
jenis yaitu otot polos, otot lurik dan otot jantung.
a. Fungsi Otot
Tanpa otot, tulang, dan sendi tubuhmu tidak
memiliki kekuatan untuk bergerak. Otot adalah
penggerak bagian-bagian tubuh, sehingga otot disebut
alat gerak aktif. Hampir 35 hingga 40 persen massa
tubuh adalah jaringan otot.
Cobalah perhatikan, setiap saat selalu ada
gerakan yang terjadi di tubuhmu, gerakan tersebut
terjadi karena adanya kerja dari otot. Otot adalah
jaringan yang dapat berkontraksi (mengkerut) dan
relaksasi (mengendur). Pada saat berkontraksi otot
menjadi lebih pendek, dan pada saat berelaksasi otot
menjadi lebih panjang. Proses kontraksi ini
mengakibatkan bagian-bagian tubuhmu bergerak. Pada
kontraksi ini diperlukan energi.
Otot yang bekerja di bawah kesadaran adalah
otot yang kerjanya dikendalikan secara sadar, artinya
kamu dapat mengendalikan apakah harus atau tidak
menggerakkan otot-otot tersebut. Contohnya, kerja otot-
otot pada saat kamu makan, menulis, berlari serta
aktivitas-aktivitas lainnya yang dilakukan secara sadar.
Otot yang bekerja di luar kesadaran adalah
otot yang tidak dapat kamu kendalikan secara sadar.
Prinsip kerja otot ini tidak dapat dikendalikan, artinya
kamu tidak dapat mengendalikan apakah menggerakkan
atau tidak menggerakkan otot-otot tersebut. Otot-otot
tersebut bekerja sepanjang hari, sepanjang hidup di luar
kesadaran. Contoh dari aktivitas otot ini antara lain
aktivitas jantung untuk selalu memompa darah ke
seluruh tubuh, aktivitas otot-otot lambung untuk
mencerna makanan secara mekanik.

b. Tiga Jenis Jaringan Otot

Coba ingat kembali tentang kerja otot saat kamu


menulis, otot lambung serta otot jantung. Ketiga otot
tersebut mempunyai struktur yang berbeda, sehingga
dikelompokkan dalam jaringan otot yang berbeda pula.

Ada tiga jenis jaringan otot di dalam tubuhmu, yaitu


otot rangka, otot polos, dan otot jantung.

1) Otot Rangka

Otot Rangka adalah otot yang paling banyak di


dalam tubuh. Jika diamati di bawah mikroskop, sel-sel
otot rangka terlihat bergaris-garis melintang, sehingga
otot ini juga disebut dengan otot lurik. Otot rangka
melekat pada tulang dengan perantaraan tendon.
Tendon adalah pita tebal, berserabut, dan liat yang
melekatkan otot pada tulang. Otot rangka tergolong otot
sadar. Kamu bisa mengontrol penggunaan otot ini.
Kamu bisa menentukan kapan berjalan dan kapan tidak.
Otot rangka cenderung cepat berkontraksi dan cepat
lelah. Agar kamu mengetahui struktur otot rangka yang
melekat pada tendon.

2) Otot Polos
Otot polos terdapat pada dinding organ dalam
seperti lambung usus halus, rahim, kantung empedu,
dan pembuluh darah. Otot polos berkontraksi dan
berelaksasi dengan lambat. Otot ini berbentuk
gelendong dan memiliki sebuah inti pada tiap selnya.
3) Otot Jantung

Otot jantung hanya ditemukan di jantung. Otot


jantung juga tergolong otot tidak sadar. Otot jantung
mempunyai garis-garis seperti otot rangka namun, otot
jantung mirip otot polos karena tergolong otot tidak
sadar. Otot jantung berkontraksi sekitar 70 kali per
menit sepanjang hari selama hidupmu. Kamu
mengetahui bahwa otot jantung berkontraksi pada saat
jantung berdenyut. Otot ini tidak dapat dikontrol oleh
kemauan sadarmu.

b. Kegiatan pembelajaran

Alokasi
Kegiatan Deskripsi kegiatan
waktu
a. Guru memasuki kelas dan memberi
salam.
b. Guru menanyakan kabar siswa.
c. Guru memeriksa kehadiran siswa.
d. Guru sedikit mereview materi dari
pertemuan 2.
e. Guru memberikan gambaran kepada

Pendahuluan siswa “Bagaimana tulang/rangka 15 menit


dapat bergerak?”
f. Siswa diberi kesempatan untuk
menyampaikan pendapatnya.
g. Guru menyampaikan kepada
siswa tujuan pembelajaran hari ini.
h. Guru mengarahkan siswa untuk
berkumpul dengan kelompoknya
Inti Mengamati 60 menit
 Siswa mengamati proses gerak
persendian dan otot manusia
dalam sebuah video
Menanya
 Siswa mengajukan pertanyaan
terkait dengan persendian dan otot
*Harapan guru siswa bisa menjelaskan
proses gerak rangka yang dipengaruhi
oleh sendi dan otot.
Mengumpulkan data
 Siswa secara berkelompok
mencari jawaban mini praktikum
yang terstruktur sesuai LKS
(Lihat lampiran 2)
Mengasosiasikan
 Siswa menyimpulkan hasil diskusi
pada Lembar Kerja Siswa (LKS).
Mengkomunikasikan
 Siswa menyampaikan hasil diskusi
dengan presentasi.
*Harapan guru 2-4 kelompok yang
presentasi
Penutup a. Guru mereview materi dengan 15 menit
memberi pertanyaan untuk dijawab
secara bersama terkait materi yang
diberikan hari ini.
b. Guru memberikan sedikit ice
breaking seputar materi yang telah di
bahas dalam sebuah lagu.
c. Guru menyimpulkan hasil
pembelajaran yang diperoleh hari ini.
d. Guru menyampaikan rencana
pembelajaran pada pertemuan
berikutnya yaitu kelainan pada sistem
gerak
e. Guru menutup pembelajaran dengan
bacaan hamdalah dan salam.

Pertemuan Ke-4
a. Materi pembelajaran
Pernahkah kamu melihat orang yang memakai kursi roda? Salah
satu penyebab orang memakai kursi roda karena orang tersebut
mengalami fraktura (patah tulang) pada bagian kakinya, sehingga
orang tersebut tidak dapat berjalan dengan normal. Fraktura adalah
salah satu jenis kelainan yang terjadi pada sistem gerak manusia.
Macam-macam kelainan yang terjadi pada sistem gerak manusia
1. Riketsia
Riketsia terjadi karena kekurangan vitamin D yang berfungsi
membantu penyerapan kalsium dan fosfor, sehingga proses
pengerasan tulang terganggu. Penyakit ini terjadi pada anak-anak.
Riketsia menyebabkan tulang kaki tumbuh membengkok.
Penyembuhan dan pencegahan dari penyakit ini dengan
penambahan kalsium, fosfor, dan vitamin D ke dalam menu
makan. Vitamin D dapat diperoleh dari makanan dan suplemen.
2. Osteoporosis
Osteoporosis disebabkan karena kekurangan kalsium.
Osteoporosis umumnya terjadi pada orang dewasa. Pada orang
yang sudah tua biasanya menghasilkan lebih sedikit hormon,
sehingga osteoblast sebagai pembentuk tulang kurang aktif dan
massa tulangpun jadi berkurang. Tulang yang kekurangan kalsium
akan menjadi rapuh dan mudah patah.
3. Fraktura (Patah Tulang)
Meskipun kuat dan lentur, tulang-tulang dapat patah. Salah satu
penyebab terjadinya patah tulang karena tulang mengalami
benturan yang keras, misalnya pada saat kecelakaan atau jatuh dari
tempat yang tinggi. Patahnya tulang disebut fraktura. Fraktura
dapat dibedakan menjadi fraktura tertutup dan fraktura terbuka.
Fraktura tertutup terjadi jika tulang patah tetapi bagian ujung yang
patah tidak menembus kulit. Fraktura terbuka terjadi jika ujung
tulang yang patah keluar menembus kulit.
4. Artritis
Artritis adalah penyakit sendi. Penderitapenyakit ini
mempunyai tulang rawan pada sendi yang rusak. Kerusakan ini
menyebabkan sendi menjadi sakit dan bengkok. Kadang-kadang
sendi yang terkena artritis tidak dapat digerakkan. Rematik adalah
salah satu bentuk artritis. Penyebab terjadinya artritis masih belum
diketahui dengan pasti. Menghindari infeksi yang akut dan
mengonsumsi makanan yang seimbang dapat mengurangi
terjadinya artritis.
5. Lordosis, Kifosis, dan Skoliosis
Tulang belakang normal manusia tidak lurus benar. Dilihat dari
samping, susunan tulang belakang membentuk beberapa
lengkungan. Pada bagian dada, tulang belakang membentuk
lengkungan cembung menghadap belakang. Pada bagian pinggang,
susunan tulang belakang membentuk lengkungan cembung
menghadap depan. Bentuk tulang belakang mempengaruhi bentuk
tubuh kita. Cobalah amati bentuk badan teman laki-laki saat berdiri
dan dilihat dari samping! Bagaimana bentuknya? Tulang belakang
dapat mengalami kelainan. Tiga kelainan tulang belakang yang
umum terjadi adalah lordosis, kifosis, dan skoliosis.
1) Lordosis
Lordosis merupakan kelainan dengan melengkungnya
tulang belakang yang berlebihan ke arah depan di bagian
pinggang. Orang yang mengalami kelainan ini
pinggangnya terlihat lebih menonjol ke depan. Lordosis
dapat disebabkan karena perut penderita yang terlalu besar
(misalnya karena hamil atau kegemukan), riketsia, atau
karena kebiasaan yang salah.
2) Kifosis
Kifosis merupakan kelainan dengan melengkungnya
tulang belakang yang berlebihan di bagian dada ke arah
belakang. Penderita kifosis tubuhnya terlihat bungkuk.
Kifosis dapat disebabkan karena penyakit (misalnya TBC
dan riketsia) atau kebiasaan duduk yang salah.
3) Skoliosis
Skoliosis adalah melengkungnya tulang belakang ke
arah samping. Skoliosis dapat disebabkan oleh penyakit
polio atau kebiasaan posisi duduk yang salah.
b. Kegiatan pembelajaran

Alokasi
Kegiatan Deskripsi Kegiatan
Waktu
a. Guru memasuki kelas dan memberi
salam.
b. Guru menanyakan kabar siswa.
c. Guru memeriksa kehadiran siswa.
d. Guru sedikit mereview materi dari
pertemuan 3.
e. Guru memberikan gambaran
kepada siswa “Ada yang tahu
mengapa orang yang lanjut usai
Pendahulua
kebanyakan membungkuk?” “Apa 15 menit
n
yang terjadi pada mereka?”
f. Siswa diberi kesempatan untuk
menyampaikan pendapatnya.
g. Guru menyampaikan kepada
siswa tujuan pembelajaran hari
ini.
h. Guru Guru mengarahkan siswa
untuk berkumpul dengan
kelompoknya
Inti Mengamati 60 menit
 Siswa mengamati lingkungan
sekitar dan memfokuskan pada
alat gerak antar sesama

 Siswa mengamati gambar yang


dipaparkan melalui slides PPT
tentang beberapa kelainan
sistem gerak
Menanya
 Siswa mengajukan pertanyaan
terkait dengan kelainan sistem
gerak dan cara mengatasinya
*Harapan guru siswa bisa menyebutkan
beberapa kelainan sistem gerak dan
cara mengatasinya
Mengumpulkan data
 Siswa secara berkelompok
mencari jawaban terkait
pertanyaan siswa.

Mengasosiasikan
 Siswa menyimpulkan hasil
diskusi pada buku tulis masing-
masing
Mengkomunikasikan
 Siswa menyampaikan hasil
diskusi dengan presentasi.
*Harapan guru 2-4 kelompok yang
presentasi
Penutup c. Guru menyampaikan rencana 15 menit
pembelajaran pada pertemuan
berikutnya yaitu pengamatan
sistem gerak secara langsung
terhadap alat peraga di
laboratorium IPA sekolah.
d. Guru meminta siswa membuat
sketsa atau poster bertema
“pencegahan penyakit sistem
gerak”/”pemberantasan kelainan
sistem gerak”
(contoh terlampir pada lampiran
3)
e. Guru menutup pembelajaran
dengan bacaan hamdalah dan
salam.

Pertemuan Ke-5
a. Materi pembelajaran
(materi sesuai dengan pertemuan sebelum-sebelumnya)
b. Kegiatan pembelajaran

Alokasi
Kegiatan Deskripsi kegiatan
waktu
Pendahuluan 15 menit
c. Guru memeriksa kehadiran siswa.

d. Guru sedikit mereview materi dari


pertemuan 4.

e. Guru memberikan pertanyaan


kepada siswa tentang sistem gerak
guna mereview ingatan siswa
“Apa saja komponen dari sistem
gerak?”Bagaimana proses gerak
yang terjadi di sekitarmu?”
f. Siswa diberi kesempatan untuk
menyampaikan pendapatnya.
g. Guru menyampaikan kepada
siswa tujuan pembelajaran hari
ini.
h. Guru mengarahkan siswa
untuk berkumpul dengan
kelompoknya masing-masing.
Mengamati
 Siswa mengamati alat peraga
“torso rangka manusia” yng
ada di laboratorium sekolah
Menanya
 Siswa mengajukan pertanyaan
terkait dengan kegiatan
mereview model pengamatan
langsung pada torso rangka
manusia.
Mengumpulkan data
 Siswa secara berkelompok
menjawab pertanyaan terkait
Inti macam tulang manusia dan 60 meint
letaknya sesuai yang terteta
pada LKS
(Lihat lampiran 4)
d. Mengasosiasikan
 Siswa menyimpulkan hasil
diskusi pada Lembar Kerja
Siswa (LKS).
e. Mengkomunikasikan
 Siswa menyampaikan hasil
diskusi dengan presentasi.
*Harapan guru seluruh kelompok
menyampaikan hasilnya
Penutup a. Guru mereview materi dengan 15 menit
memberi pertanyaan untuk
dijawab secara bersama terkait
materi yang diberikan hari ini.
“Apa saja yang dapat kalian amati
dari beberapa alat peraga ?”

“Apa saja fungsi masing-masing


penyusun sistem gerak?”
b. Guru menyimpulkan hasil
pembelajaran yang diperoleh hari
ini.
c. Guru menyampaikan pertemuan
berikutnya digunakan untuk
ulangan harian.
d. Guru menutup pembelajaran
dengan bacaan hamdalah dan
salam.

Pertemuan Ke-6
a. Kegiatan pembelajaran

Alokasi
Kegiatan Deskripsi Kegiatan
Waktu
a. Guru memasuki kelas dan memberi
salam.

b. Guru menanyakan kabar siswa.


Pendahuluan 10 menit
c. Guru memeriksa kehadiran siswa.

d. Guru membagikan soal ulangan


harian.
a. Siswa mengerjakan soal Ulangan
Inti Harian dengan tertib 70 menit
(Lihat lampiran 5)
a. Guru mengambil lembar jawaban
dan soal.
Penutup 10 menit
b. Guru menutup pembelajaran dengan
salam.

H. Alat, Media, dan Sumber Belajar

1. Alat : Papan Tulis, Spidol, Laptop, Proyektor


2. Media : a. Gambar dan video (ada yang terangkum dalam
PPT)

b. Alat Peraga (Laboratorium IPA sekolah)

c. LKS

3. Sumber belajar : Buku IPA kelas VIII Kemdikbud


I. Teknik Penilaian

No. Aspek yang dinilai Instrumen

1. Aspek kognitif Tes tulis (LKS)


2. Aspek prikomotorik Tes kerja (hasil pengamatan
praktikum sederhana)
3. Aspek afektif Lembar observasi sikap
(Lihat lampiran 7)

Tulungagung, 03 Mei 2020

Guru Pamong Magang Mahasiswa Magang I

DIENA FUKIHA, S.Si. NUR LAILI ANIS KHUMAIROH


NIP. 199211122019032024 NIM. 12208173132

Mengetahui,
Kepala Madrasah MTsN 8 Tulungagung

Drs. H. HARDIYONO, M.Ag.


NIP. 195402122003121002
Lampiran 1
LEMBAR KERJA SISWA
KLASIFIKASI TULANG
(pertemuan 2)
Kelompok :
Nama anggota : 1.
2.
3.
4.
5.
Kelas :
Sebelumnya kamu telah melakukan identifikasi tulang penyusun sistem rangka
manusia. Sekarang lakukan pengklasifikasian tulang-tulang tersebut berdasarkan
ukuran dan bentuknya. Agar mempermudah kerjamu, susunlah data tersebut
dalam Tabel 2.1. Jangan lupa lakukan kegiatan ini dengan cermat dan teliti agar
kamu dapat melakukan klasifikasi dengan tepat.

Tabel 2.1 Klasifikasi Tulang Berdasarkan Bentuk dan Ukuran

Jenis tulang
No. Nama tulang Tak
Pipa/panjang Pipih pendek
beraturan
1
2
3
4
5
Dst.

Lampiran 2
LEMBAR KERJA SISWA
MENGAMATI DIAMETER OTOT
(pertemuan 3)
Kelompok :
Nama anggota : 1.
2.
3.
4.
5.
Kelas :
Alat
1. Meteran (yang biasa digunakan oleh penjahit), jika kamu tidak memilikinya,
boleh menggunakan tali rafia, tali pita, atau benang dengan panjang 50 cm.
2. Alat tulis
3. Buku tulis
Cara kerja
1. Duduklah bersama dengan teman satu kelompokmu
2. Luruskan tanganmu di atas meja dengan santai ! mintalah temanmu
melingkarkan pita meter pada lengan atasmu ! untuk mengukur besarnya
lengan atasmu. catatlah hasilnya pada tabel ! Lakukan pengukuran dengan
cermat dan teliti agar kamu memperoleh hasil yang tepat.
3. Kepalkan tanganmu, selanjutnya bengkokan tanganmu ke atas ! ukurlah
besarnya ! lakukan di tempat yang sama dengan langkah 2 ! Catatlah hasilnya
pada tabel ! lakukan pengukuran dengan cepat dan teliti

No. Nama siswa Kontraksi (cm) Relaksasi (cm)


1
2
3
4
5
Dst
.

Jawablah pertanyaan berikut ini, tuliskan jawabanmu pada buku IPA!


1. Adakah perubahan diameter otot lengan atas saat diluruskan dan
dibengkokkan? Jelaskan!
2. Jika terjadi perubahan diameter, bagaimanakah perubahannya serta apakah
yang sebenarnya terjadi pada ototmu?
3. Tulislah kesimpulan atas pengamatan yang telah kamu lakukan!
Lampiran 3
Berikut adalah contoh poster yang dapat digunakan sebagai acuan pembuatan
poster dengan tema “pencegahan penyakit sistem gerak”/”pemberantasan
kelainan sistem gerak”. (skor maksimal 90)

Lampiran 4
LEMBAR KERJA SISWA
MENGAMATI SISTEM RANGKA PADA TUBUH MANUSIA
(pertemuan 5)
Kelompok :
Nama anggota : 1.
2.
3.
4.
5.
Kelas :
Alat
1. Model rangka atau gambar sistem rangka manusia
2. Alat tulis
3. Buku IPA
Cara kerja
1. Lakukan pengamatan pada torso atau gambar rangka manusia!
2. Identifikasilah minimal 10 macam tulang penyusun sistem rangka manusia!
3. Selain mengidentifikasi macamnya, jelaskan letak dan fungsi tulang tersebut!
(Bekerjasamalah dengan teman satu kelompokmu dalam menyelesaikan
kegiatan ini.)
4. Catatlah hasil pegamatanmu pada buku IPA !

Lampiran 5
ULANGAN HARIAN
SISTEM GERAK PADA MANUSIA
Nama :
No.absen :
Kelas :

A. Jawablah pertanyaan berikut dengan benar dan singkat!


1. Sistem gerak manusia tersusun dari rangka yang merupakan alat
gerak ....
2. Tulang belakang termasuk dalam jenis tulang ....
3. Salah satu bagian tulang yang memiliki rongga-rongga
didalamnya disebut tulang ....
4. Persendian yang ditemukan pada rahang adalah sendi ....
5. Hubungan antar tulang pada tengkorak disebut sendi ....
6. Hubungan antara tulang humerus dengan ulna adalah sendi ....
7. Bagian otot yang melekat pada rangka disebut ....
8. Otot yang bekerja secara sadar adalah otot ....
9. Riketsia adalah penyakit yang salah satunya disebabkan oleh ....
10. Ciri fraktura terbuka adalah ....

B. Jawablah dengan bernar pertanyaan berikut!


1. Sebutkan fungsi rangka bagi tubuh manusia!
2. Mengapa tulang paha berbentuk tulang pipa dan bukan tulang
pipih?
3. Apakah tulang merupakan komponen hidup dalam
tubuh kita? Berikan alasanmu sesuai dengan struktur
penyusun tulang!
4. Hubungan antar tulang akan memungkinkan terjadinya
gerakan. Berikan 4 jenis persendian beserta
contohnya!
5. Apa berbedaan otot polos dengan otot jantung beserta gambar?
Lampiran 6
KUNCI JAWABAN
Pertemuan ke-2

Jenis tulang
No. Nama tulang Tak
Pipa/panjang pipih Pendek
beraturan
1 Radius (tulang √
lengan)
2 Metacarpal √
(tulang telapak
tangan)
3 Scapula (tulang √
belikat)
4 Femur (tulang √
paha)
5 Mandibula (tulang √
rahang)
Dst.
*skor 100 untuk klasifikasi 10 macam tulang
Pertemuan ke-4

Diameter lengan
Nama Siswa
Relaksasi (cm) Kontraksi (cm)
Hadhira Razika S 22 24
Yasyfa Nur H 23 25
M riza Irawan 23 25
Fanny Sri Wahyuni 22 24
Arif 25 28
Dst.
(skor 40)
Jawaban pertanyaan
1. Ada (skor 10)
2. Apabila otot berkontraksi, maka diameternya akan bertambah daripada ketika
relaksasi (skor 15)
3. Kesimpulan : Diameter otot akan berbeda jika otot mengalami relaksasi dan
berkontraksi (skor 35 {untuk kesimpulan terlengkap dan dikaitkan dengan
literatur})
Pertemuan ke-5
Identifikasi macam tulang, letak dan fungsi.
1. Carnium (tulang tengkorak). Terdapat di kepala, berfungsi untuk melindungi
otak
2. Sternum (tulang dada). Terletak di area dada, berperan untuk melindungi
organ penting seperti jantung yang berkolaborasi dengan tulang rusuk.
3. Scapula (tulang belikat). Terletak dibagian bahu atas, berfungsi membentuk
tubuh.
4. Dst.
*skor maksimal adalah 100 untuk pengidentifikasian 10)
Pertemuan ke-6
Ulangan Harian
Sistem Gerak
A. Isian Singkat
1. Pasif
2. Tak beraturan
3. Tulang Spons
4. Pelana
5. Sinartrosis
6. Engsel
7. Tendon
8. Lurik/rangka
9. kekurangan vitamin D, bakteri riketsia
10. Tulang menembus kulit
*setiap jawaban benar bernilai 4
Benar semua = 40
B. Essay
1. Alat gerak pasif, pembentukan sel darah merah, membentuk tubuh,
melindungi organ internal tubuh, tempat melekatnya otot. (skor
10)
2. Karena bentuk tulang yang seperti pipa lebih kuat daripada bentuk
tulang yang lain. (skor 10)
3. Ya
a. Tulang dapat tumbuh (bertambah besar dan panjang)
b. Tulang dapat berkembang (mengalami osifikasi)
c. tulang memerlukan makanan (nutrisi)
(skor 10)
4. a. pelana : tulang ibu jari dengan tulang telapak tangan
b. geser : hubungan antar tulang pada pergelangan tangan
c. putar : tulang atlas dengan tulang tengkorak
d. peluru : tulang belikat dengan tulang lengan atas
e. engsel : radius dengan ulna
(skor 15)
5. tabel
Pembanding Otot polos Otot jantung
Bentuk Gelendong Serabut/silindri
s bercabang
Warna Polos Lurik
Jumlah inti Satu Satu atau dua
Letak inti Tengah Tengah
Letak Organ dalam Jantung
Tipe kontrol Tak sadar Tak sadar
(sifat)
Reaksi lambat Cepat
terhadap
rangsang
(skor 15)
Lampiran 7
1. Penilaian kognitif
*Penilaian ini diperoleh dari penilaian LKS siswa tiap pertemuan
2. Penilaian Sikap Siswa Terhadap Proses Pembelajaran
Nomor Perilaku yang Diamati pada Proses Pembelajaran
Kelompok
Absen Aktif Fokus Antusias Pemahaman

RUBRIK
Siswa selalu proaktif dan selalu berkontribusi dalam diskusi kelas,
4
selalu memulai diskusi pada isu-isu yang terkait dengan materi
Siswa proaktif dan berkontribusi dalam diskusi kelas, memulai
3
diskusi pada isu-isu yang terkait dengan materi
AKTIF Siswa cukup proaktif dan cukup berkontribusi dalam diskusi kelas,
2
kadang-kadang diskusi pada isu-isu yang terkait dengan materi
Siswa tidak proaktif dan tidak berkontribusi dalam diskusi kelas,
1 tidak pernah memulai diskusi pada isu-isu yang terkait dengan
materi
Siswa selalu memperhatikan, selalu memahami instruksi, selalu
4 konsentrasi pada tugasnya
Siswa memperhatikan, memahami instruksi, dan konsentrasi pada
3
tugasnya
Siswa cukup memperhatikan, cukup memahami instruksi, cukup
FOKUS 2
konsentrasi pada tugasnya
Siswa tidak memperhatikan, tidak memahami instruksi, tidak
1
konsentrasi pada tugasnya
Siswa sangat antusias dengan materi yang diajarkan dan selalu
4
merespon pertanyaan dari guru.
Siswa antusias dengan materi yang diajarkan dan merespon
3
pertanyaan dari guru.
ANTUSIAS
Siswa agak antusias dengan materi yang diajarkan dan sedikit
2
merespon pertanyaan dari guru
Siswa tidak antusias dengan materi yang diajarkan dan jarang atau
1
tidak pernah merespon pertanyaan dari guru
Siswa sangat mengerti dan selalu dapat menginterpretasikan,
4
menjelaskan materi degan benar dengan bahasanya sendiri.
Siswa mengerti dan dapat menginterpretasikan, menjelaskan materi
3
dengan benar dengan bahasanya sendiri.
PEMAHAMAN
Siswa cukup mengerti dan cukup dapat menginterpretasikan,
2
menjelaskan materi dengan benar dengan bahasanya sendiri.
Siswa tidak mengerti dan tidak dapat menginterpretasikan,
1
menjelaskan materi dengan benar dengan bahasanya sendiri.

Jumlah skor perolehan


Nilai akhir: X 100
total skor

LEMBAR PENILAIAN
PRAKTIKUM
Penilaian kelompok
Kelompok :
Anggota :

1. Penilaian Afektif
Skor
No. Aspek yang dinilai Keterangan
1 2 3 4
1. Kedisiplinan
2. Kecermatan dalam melakukan praktikum
Kerjasama dan pembagia tugas dalam
3. kelompok
Jumlah

Keterangan
No. Aspek Skor
1. Seluruh anggota kelompok tidak mendengarkan
penjelasan dari guru.
2. Setengah anggota kelompok tidak mendengarkan
1. Kedisiplinan penjelasan dari guru.
3. Semua anggota kelompok mendengarkan penjelasan dari
guru tetapi sebagian tidak fokus.
4. Semua anggota kelompok mendengarkan penjelasan guru.
1. Belum dapat mengidentifikasi macam dan letak tulang
Kecermata
pada torso dengan benar.
n dalam
2. 2. Dapat mengidentifikasi namun kurang cermat (hanya 3>
melakukan
macam yang teramati dengan benar ).
pengamata
3. Mulai mengidentifikasi dengan cermat (hanya 7> macam
n
yang teramati dengan benar ).
4. Dapat mengidentifikasi dengan benar dan cermat ( 10<
macam yang teramati dengan benar ).
1. Semua tugas dilakukan hanya oleh satu atau
Kerjasama dua anak saja sedangkan anggota lainnya
dan tidak bekerja.
3. pembagian 2. Salah satu anggota tidak melakukan apa-apa.
tugas dalam 3. Semua anggota mendapatkan tugas tetapi tidak maksimal
kelompok dalam melakukan tugasnya.
4. Semua anggota melakukan tugasnya dengan baik.
2. Penilaian Psikomotorik
Skor
No. Aspek yang dinilai Keterangan
1 2 3 4
Kemampuan mengukur otot menggunakan
1. alat meteran
Ketelitian dalam mengukur diameter otot
2.
Ketepatan hasil pengukuran diameter otot
3.
Jumlah
Keterangan:
Aspek Skor
1. Belum mampu menggunakan alat meteran dengan
benar.
Kemampuan mengukur
2. Mulai mampu menggunakan alat meteran, namun
otot menggunakan alat
masih belum benar.
meteran
3. Mulai mampu menggunakan alat meteran untuk
mengukur diameter otot
4. Mampu menggunakan alat meteran dengan baik dan
benar
1. Belum mampu memasang alat meteran pada lengan
otot .
2. Mulai mampu memasang alat meteran pada lengan,
Ketelitian dalam namun masih belum benar.
mengukur diameter otot 3. Mampu memasang alat meteran pada lengan, namun
masih belum teliti dalam menghitung.
4. Mampu memasang dan mengukur lengan otot secara
teliti

1. Tidak tepat dalam memperoleh hasil.


2. Belum bisa membedakan antara hasil kontraksi dan
relaksasi.
Ketepatan hasil
3. Mulai bisa membedakan hasil kontaksi dan relaksasi,
pengukuran diameter otot
namun belum tepat
4. Mampu membedakan dan mengukur diameter otot
dengan baik, sehingga didapatkan hasil yang tepat.

Psikomotorik + Afektif
Penilaian: x 25
6
LEMBAR PENGAMATAN KEGIATAN DISKUSI

Mata Pelajaran :

Kelas / Semester :

Topik :

Waktu Pelaksanaan :

Aspek Pengamatan
Kelompok

Juml
No.
ah Nilai Ket.
Absen
skor
Kerja Mengkom Tolera Kreatif Menghar
sama unikasika nsi gai
pendapat pendapa
t teman

Keterangan Skor:

4 : jika siswa menunjukkan aktivitas aspek yang dinilai lebih dari 3 kali
3 : jika siswa menunjukkan aktivitas aspek yang dinilai 2-3 kali
2 : jika siswa menunjukkan aktivitas aspek yang dinilai 1 kali
1 : jika siswa tidak menunjukkan aktivitas aspek yang dinilai
Nilai = Jumlah skor perolehan X 100
20
Kriteria Nilai:
A: Baik sekali; rentang nilai: 80 – 100
B: Baik; rentang nilai: 70 – 79
C: Cukup; rentang nilai: 60 – 69
D: Kurang; rentang nilai: < 60