Anda di halaman 1dari 2

RESUME JURNAL

Biologi Perikanan

Dosen Pengampu :

Arif Mustakim, M.Si.

Oleh :

Nur Laili Anis Khumairoh (12208173132)

JURUSAN TADRIS BIOLOGI 6-AL

FAKULTAS TARBIYAH DAN ILMU KEGURUAN

INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI TULUNGAGUNG

MARET 2020

Fekunditas dan Diameter Telur Ikan Terbang di Perairan Selat Makassar


Judul jurnal
dan Utara Bali

Volume Vol.3 No.III

Tahun Desember 2010

Penulis Firman Ferdiansyah dan Augy Syahailatua

Latar belakang

Ikan terbang dikenal dengan nama lokal torani atau tuing-tuing, merupakan salah satu
komoditi perikanan yang bernilai ekonomis penting, karena selain menjadi ikan konsumsi,
telurnya menjadi komoditi ekspor yang bernilai tinggi. Banyaknya permintaan ekspor telur ikan
terbang menjadikan tingginya harga telur. Ha l in i menyebabkan terjadinya peningkatan
penangkapan telur ikan terbang.

Selat Makassar dan Laut Flores merupakan wilayah eksploitasi telur ikan terbang sejak
30 tahun lalu dan sampai saat ini menjadi lokasi utama penghasil telur ik a n t e r b a n g d i I
n d o n e s ia , n a m u n d e n g a n kecenderungan produksi yang menurun. Dugaan adanya
eksploitasi telur ikan terbang yang berlebihan tentunya beralasan dengan melihat potensi produksi
yang menurun dalam 30 tahun terakhir. Dengan demikian upaya pengelolaan perikanan ikan
terbang di Indonesia, khususnya di Selat Makassar dan Laut Flores mendapat perhatian yang
cukup besar. Sejalan dengan upaya pengelolaan ini, maka dibutuhkan penelitian biologi
perikanan yang terkait dengan reproduksi ikan terbang. Aspek kajian fekunditas dan diameter
telur menjadi fokus penelitian biologi perikanan ikan terbang untuk mengkaji kemampuan
ikan terbang menghasilkan telur dan ukuran telurnya. Informasi ini dapat dipergunakan untuk
memprediksi rekruitmen dan pemulihan stok perikanan ikan terbang.

Tujuan

 Untuk mengkaji kemampuan ikan terbang menghasilkan telur dan ukuran


telurnya.
 Untuk memprediksi rekruitmen dan pemulihan stok perikanan ikan terbang.

Metodologi

 Pengamatan tingkat kematangan gonad secara m o r f o lo g i d id a s a r k a


n a t a s k la s if i k a s i ya n g dimodifikasi dari Cassie.
 Per h it u ng a n f ek u nd it a s d ila k u k an de n ga n menggunakan dua
tahap, yaitu tahap pertama adalah cara mendapatkan telur dan tahap kedua adalah
cara mengeluarkan telur. Cara mendapatkan telur yaitu mengambil telur dari
ikan induk dengan mengangkat seluruh gonadnya dari dalam perut ikan yang
telah diawetkan. Cara menghitung telur, yaitu dengan menggunakan metode
gravimetric.

Hasil

Pembahasan

Kekurangan kelebihan