Anda di halaman 1dari 9

JURNAL FARMASI SAINS DAN KOMUNITAS, November 2013, hlm. 109-120 Vol. 10 No.

2
ISSN : 1693-5683

UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN MENGGUNAKAN RADIKAL 1,1-DIFENIL-2-


PIKRILHIDRAZIL DAN PENETAPAN KANDUNGAN FENOLIK TOTAL
FRAKSI ETIL ASETAT EKSTRAK ETANOL BUAH ANGGUR BALI (Vitis vinifera L.)
MIKHAEL GUSTANDY, C.J. SOEGIHARDJO
Fakultas Farmasi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta

Abstract: This research was conducted to determine the antioxidant activity of ethyl acetat
fraction of extract of Balinesse grape (Vitis vinifera L.) using free radical and determine the total
phenolic content. Balinesse grape was extracted with ethanol and then fractionated using ethyl
acetate. Free radical scavenging activity was tested by measuring the DPPH radical scavenging
activity. Total phenolic content was determined using the Folin-Ciocalteau method measured the
concentration of phenolic content in gallic acid total equivalents using unit's mg/g. The mean IC50
​value for DPPH radical scavenging activity of the ethyl acetat fraction of ethanolic extract of
Balinesse grape was found to be 36.55 ± 0.09 µg/mL. The phenolic content was ranging from 3.23
± 0.02 mg gallic acid equivalents per gram of ethyl acetat fraction of ethanolic extract of
Balinesse grape.

Keywords: antioxidants, Balinesse grape (Vitis vinifera L.), fraction of ethyl acetat, DPPH, total
phenolic content.

1. Pendahuluan Antioksidan terdapat di dalam tubuh,


Sinar ultraviolet, asap pabrik, asap selain itu juga dapat diperoleh dari luar
kendaraan, asap rokok maupun efek dari tubuh, yaitu antioksidan sintetis dan
pemanasan global merupakan faktor yang antioksidan alami yang banyak berasal dari
mempengaruhi proses metabolisme sel tumbuhan. Usaha untuk mencari senyawa
normal manusia maupun respon imun yang antioksidan baru yang aman dan efektif
menyebabkan terbentuknya radikal bebas berkembang selama beberapa tahun terakhir.
dalam tubuh manusia (Prakash, 2001). Banyak penelitian yang menunjukkan bahwa
Radikal bebas akan bereaksi dengan molekul senyawa antioksidan dalam tumbuhan dapat
disekitarnya untuk memperoleh pasangan dihubungkan dengan pencegahan stres
elektron sehingga tercapai kestabilan atom oksidatif dan penyakit karena penuaan (Zou,
atau molekul. Reaksi ini akan berlangsung Lu, dan Wei, 2004). Buah anggur dengan
terus menerus dalam tubuh dan bila tidak berbagai jenis yang beredar di pasaran
dihentikan akan menimbulkan berbagai diketahui memiliki aktivitas antioksidan dan
penyakit seperti kanker, jantung, katarak, banyak penelitian tentang khasiat buah
penuaan dini, serta penyakit degeneratif anggur yang telah dilakukan. Masyarakat
lainnya. Oleh karena itu, tubuh memerlukan sering mengkonsumsinya karena rasa yang
suatu substansi penting, yaitu antioksidan manis pada buah tersebut. Di tanah Bali
yang mampu menangkap radikal bebas terdapat buah anggur lokal dengan rasa
tersebut sehingga tidak dapat menginduksi manis selain itu terdapat rasa yang sangat
suatu penyakit (Kikuzaki dkk., 2002). masam, tetapi peneliti menduga kandungan
110 MIKHAEL GUSTANDY, C.J. SOEGIHARDJO Jurnal Farmasi Sains dan Komunitas

antioksidan yang terdapat pada anggur Bali karena merupakan pelarut universal dan
yang tidak kalah berkhasiat dibanding digunakan pelarut etil asetat untuk fraksinasi
anggur-anggur import maupun buah-buah karena akan diambil senyawa golongan
lainnya. Grape atau buah anggur aglikon yang bersifat non-polar. Dalam
mengandung serat dan resveratrol yang penelitian ini juga dilakukan penetapan
merupakan salah satu sumber antioksidan, kandungan fenolik total dengan metode
yaitu flavonoid. Flavonoid terdiri dari Folin-Ciocalteau. Metode ini umum
kuersetin, prosiadin, katekin, dan antosianin. digunakan sebagai standar penentuan
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa kandungan fenolik total setara massa
resveratrol sangat bermanfaat bagi kesehatan ekivalen asam galat pada uji aktivitas
karena bisa mencegah resiko kanker dan antioksidan sumber tumbuhan (Aqil et al.,
membuat awet muda (Anonim 2010). Pada 2006).
peneltian ini digunakan semua bagian dari Permasalahan yang dapat dirumuskan
buah anggur karena pola konsumsi berdasarkan latar belakang tersebut adalah
masyarakat luas yang mengkonsumsi buah berapakah nilai aktivitas antioksidan fraksi
anggur secara langsung maupun dalam etil asetat ekstrak etanol buah anggur Bali
sediaan lain, seperti wine, kismis, selai, dan dengan menggunakan radikal bebas DPPH
lain-lain. yang dinyatakan dengan IC50 dan berapakah
Salah satu uji untuk menentukan aktivitas kandungan fenolik total fraksi etil asetat
antioksidan adalah metode DPPH ekstrak etanol buah anggur Bali yang
(1,1Difenil-2-pikrilhidrazil). Pada metode dinyatakan dengan massa ekivalen asam
ini penangkap radikal bebas menyebabkan galat ?
elektron menjadi berpasangan yang
kemudian menyebabkan penghilangan 2. Metode Penelitian
warna. Nilai aktivitas antioksidan diketahui Bahan yang digunakan dalam penelitian
melalui nilai IC 5 0 yang merupakan ini adalah: buah anggur Bali (Vitis vinifera
konsentrasi yang menyebabkan penurunan L.) yang berasal dari daerah Buleleng Bali,
50% dari konsentrasi DPPH awal (Sunarni, akuades (Laboratorium Kimia Analisis
2005). Salah satu keuntungan uji aktivitas Instrumental Fakultas Farmasi Universitas
antioksidan dengan metode DPPH adalah Sanata Dharma); bahan kualitas p.a. E.
dapat dikerjakan dengan cepat dan sederhana Merck, yaitu: metanol, bahan kualitas p.a.
dibanding metode lain. Oleh karena itu, Sigma Chem. Co., USA, yaitu: DPPH,
penelitian ini bertujuan untuk mengetahui reagen Folin-Ciocalteu, asam galat, dan
aktivitas antioksidan buah anggur Bali kuersetin kualitas Sigma Chem. Co., USA;
dengan metode DPPH yang didapat dari bahan kualitas teknis Brataco Chemica,
fraksi etil asetat ekstrak etanol buah anggur yaitu: etil asetat; bahan kualitas teknis CV.
Bali. Digunakan etanol untuk ekstraksi General Labora, yaitu: metanol; dan
MIKHAEL GUSTANDY, C.J. SOEGIHARDJO Jurnal Farmasi Sains dan Komunitas 111

aluminium foil. ditiriskan, ditimbang sebanyak 150 g.


Alat yang digunakan dalam penelitian ini Selanjutnya buah dihaluskan dengan
adalah: neraca analitik (Scaltec SBC 22, BP menggunakan blender. Setelah dihaluskan,
160P), vacuum rotary evaporator (Junke & simplisia tersebut dimasukan ke dalam
Kunkel), waterbath (labo-tech, Heraeus), erlenmeyer 500 ml dan ditambahkan larutan
vortex (Janke & Kunkel), spektrofotometer 300 ml etanol 96% sampai seluruh sampel
UV-Vis (Perkin Elmer Lamda 20), blender, terendam. Pelarut dilebihkan setinggi kurang
corong Buchner, oven, mikropipet 10- lebih 2 cm di atas permukaan simplisia,
1000μL; 1-10 mL (Acura 825, Socorex), ditutup dan dibiarkan selama 3 kali 24 jam
tabung reaksi bertutup, dan alat-alat gelas dan dilakukan proses maserasi.
yang lazim digunakan di laboratorium Maserat disaring dengan menggunakan
analisis (Pyrex-Germany dan Iwaki). kertas saring. Filtrat diperoleh melalui
penyaringan dengan corong Buchner,
2.1. Determinasi tanaman kemudian ampas dimaserasi kembali dengan
Determinasi buah anggur Bali (Vitis etanol selama 3 kali 24 jam, sehingga filtrat
vinifera L.) dilakukan di Laboratorium hampir tidak berwarna. Semua filtrat
Farmakognosi-Fitokimia, Fakultas Farmasi disatukan dan dipekatkan dengan
Universitas Sanata Dharma menurut pustaka menggunakan vacuum rotary evaporator
Backer & Bahhuizen van den Brink (1965). sampai tidak ada lagi cairan yang menetes
sehingga diperoleh ekstrak etanol buah
2.2. Pengumpulan bahan anggur. Ekstrak kental buah anggur
Buah anggur diperoleh dari daerah ditambahkan 100 ml air hangat dan
Kecamatan Buleleng Bali, dikumpulkan diekstraksi cair-cair menggunakan etil asetat
pada musim kemarau bulan Agustus 2012. dengan perbandingan larutan fraksi air - etil
Buah yang diambil adalah buah yang sudah asetat (1:3 v/v) sehingga didapatkan fraksi air
matang dan diambil saat pagi hari. Buah dan etil asetat. Setelah dipisahkan, pelarut
anggur yang akan diteliti di laboratorium dari fraksi etil asetat diuapkan menggunakan
farmasi USD Yogyakarta di simpan didalam vacuum rotary evaporator. Hasil fraksi
lemari pendingin, lalu pada hari ketiga tersebut kemudian ditutup dengan plastik
dilakukan preparasi. serta aluminium foil lalu disimpan di dalam
desikator. Hasil fraksi yang didapatkan
2.3. Preparasi sampel digunakan untuk dianalisis lebih lanjut.
Buah anggur Bali dipilih yang matang,
seragam warna hitam keunguan kemudian 2. 4. Pembuatan larutan pembanding dan
dicuci dengan akuades. Buah lalu larutan uji
dibersihkan dan dipisahkan dari ranting- 2.4.1. Pembuatan larutan DPPH. 15,8 mg
rantingnya, kemudian dipotong-potong, DPPH (BM: 394,33) dilarutkan ke dalam 100
112 MIKHAEL GUSTANDY, C.J. SOEGIHARDJO Jurnal Farmasi Sains dan Komunitas

mL metanol p.a sehingga diperoleh larutan 2.5. Uji aktivitas antioksidan


DPPH dengan konsentrasi 0,4 mM. Larutan 2.5.1. Pengukuran absorbansi larutan
tersebut ditutup dengan alumunium foil dan DPPH (kontrol). Pada labu ukur 10 mL
harus selalu dibuat baru. dimasukan sebanyak 2 mL larutan DPPH,
2.4.2. Pembuatan larutan stok kuersetin. lalu ditambahkan larutan tersebut dengan
Sebanyak 2,5 mg kuersetin dilarutkan metanol p.a hingga tanda batas. Larutan
dengan metanol p.a sampai 10,0 mL. tersebut kemudian dibaca absorbansinya
2.4.3. Pembuatan larutan pembanding. pada saat OT dan panjang gelombang
Diambil sebanyak 0,2; 0,3; 0,4; 0,5; 0,6 mL maksimum. Pengerjaan dilakukan sebanyak
larutan stok kuersetin, kemudian 3 kali. Larutan ini digunakan sebagai kontrol
ditambahkan metanol p.a sampai 10,0 mL, untuk menguji larutan pembanding dan uji.
sehingga diperoleh konsentrasi larutan 2.5.2. Pengukuran absorbansi larutan
standar kuersetin sebesar 5; 7,5; 10; 12,5; dan pembanding dan uji. Sebanyak 1 mL larutan
15 μg/mL. DPPH dimasukkan ke dalam tabung reaksi
2.4.4. Pembuatan larutan uji. bertutup kemudian ditambah dengan 1 mL
Larutan uji untuk aktivitas antioksidan larutan pembanding dan uji pada berbagai
dibuat dari 12,5 mg hasil fraksi etil asetat seri konsentrasi yang telah dibuat,
ditimbang, lalu di tambahkan metanol p.a selanjutnya ditambah dengan metanol p.a
sampai 25,0 mL. Diambil sebanyak 1; 2; 3; 4; hingga tanda batas. Larutan tersebut
5 mL larutan tersebut, kemudian kemudian divortex selama 30 detik dan
ditambahkan metanol p.a sampai 10,0 mL, diamkan selama OT. Larutan dibaca
sehingga diperoleh konsentrasi larutan uji absorbansinya dengan spektrofotometer
sebesar 10; 20; 30; 40; 50 μg/mL. visibel pada panjang gelombang maksimum
Lautan uji untuk penentuan kandungan hasil optimasi. Pengujian dilakukan dengan 3
fenolik total dibuat dari 3 mg hasil fraksi etil kali replikasi.
asetat ditimbang, lalu ditambahkan 10 mL 2.5.3. Validasi metode uji aktivitas
metanol p.a dan diperoleh konsentrasi antioksidan. Hasil divalidasi presisi (% CV)
larutan uji sebesar 300,0 µg/mL. spesifisitas (spektra kontrol), dan linearitas
2.4.5. Pembuatan larutan asam galat. Dibuat (nilai r).
larutan asam galat dengan konsetrasi 500 Standar Deviasi (SD) konsentrasi terukur
% CV= x 100%
rata-rata konsentrasi terukur
µg/mL dalam akuades : methanol p.a (1:1).
Diambil sebanyak 1,0; 1,5; 2,0; 2,5; dan 3,0 2.6. Penetapan kandungan fenolik total
mL larutan tersebut, kemudian ditambahkan Pembuatan kurva baku asam galat
akuades : metanol p.a (1:1) sampai 10,0 mL, dilakukan dengan menambahkan sebanyak
sehingga diperoleh konsentrasi larutan baku 0,5 mL larutan asam galat 50; 75; 100; 125;
asam galat sebesar 50; 75; 100; 125; dan 150 dan 150 μg/mL dengan 5 mL reagen Folin-
µg/mL. Ciocalteu yang telah diencerkan dengan air
MIKHAEL GUSTANDY, C.J. SOEGIHARDJO Jurnal Farmasi Sains dan Komunitas 113

(1:1 v/v). Larutan selanjutnya ditambah telah dibuktikan bahwa tanaman yang
dengan 4,0 mL natrium karbonat 1M. Setelah digunakan untuk penelitian adalah Vitis
OT, absorbansinya dibaca pada λ maksimum vinifera L. Menurut balai penelitian tanaman
terhadap blanko yang terdiri atas akuades : jeruk dan buah subtropika dan SK Menteri
metanol p.a (1:1), reagen Folin-Ciocalteu Pertanian 361/Kpts/LB.240/6/2004 tanaman
dan larutan natrium karbonat 1 M. anggur yang digunakan ini dikenal dengan
Pengerjaan dilakukan tiga kali. Hasil nama “anggur Bali” (Gambar 1).
divalidasi presisi (% CV), spesifisitas
(spektra kontrol), dan linearitas (nilai r).
Standar Deviasi (SD) konsentrasi terukur
% CV= x 100%
rata-rata konsentrasi terukur

Pengujian kandungan fenolik total larutan


uji dilakukan dengan mengambil 0,5 mL
larutan uji 300 μg/mL, lalu masing-masing
dimasukkan ke dalam labu takar 10,0 mL dan
dilanjutkan sebagaimana perlakuan pada Gambar 1. Buah Anggur Bali
pembuatan kurva baku asam galat.
Kandungan fenolik total dinyatakan sebagai 3.2. Hasil Pengumpulan Bahan
gram ekivalen asam galat (mg ekivalen asam Buah anggur diperoleh dari daerah
galat per g fraksi etil asetat). Lakukan 3 kali Buleleng, Bali pada bulan Agustus 2012.
replikasi. Pengambilan bahan berasal dari satu tempat,
hal ini untuk menghindari variasi kandungan
3. Hasil dan Pembahasan senyawa aktif tanaman. Buah anggur yang
3.1. Hasil Determinasi Tanaman digunakan adalah buah yang matang
Determinasi merupakan syarat pertama berwarna ungu kehitaman bergerombol
dan langkah awal yang dilakukan dalam dalam satu tangkai. Buah yang diperoleh
suatu penelitian dengan menggunakan memiliki diameter antara 1,5-2 cm. Buah
tanaman. Determinasi tanaman ini bertujuan anggur dipetik pada pagi hari agar senyawa
untuk mengetahui dan memastikan fenolik yang terdapat pada tanaman belum
kebenaran identitas tanaman yang akan termetabolisme menjadi bentuk metabolit
digunakan dalam penelitian serta untuk sekunder lain.
menghindari terjadinya kesalahan dalam
pengambilan sampel untuk analisis 3.3. Hasil Preparasi Sampel
fitokimia. Berdasarkan hasil determinasi Preparasi sampel ini dilakukan untuk
tanaman anggur yang dilakukan di mendapatkan fraksi etil asetat ekstrak etanol
Laboratorium Farmakognosi-Fitokimia, buah anggur yang diduga dalam fraksi
Fakultas Farmasi Universitas Sanata Dharma tersebut mengandung senyawa antioksidan.
114 MIKHAEL GUSTANDY, C.J. SOEGIHARDJO Jurnal Farmasi Sains dan Komunitas

Sampel yang digunakan merupakan buah dalam pelarut organik dan ekstraksi senyawa
anggur segar bertujuan untuk menjaga akan sempurna.
stabilitas senyawa fenolik pada tanaman. Maserasi dilakukan selama tiga kali 24
Menurut Handayani (2011) proses jam dalam tabung erlenmeyer 500 mL.
pengeringan dapat memicu terjadinya Penyaringan hasil maserasi dilakukan
peristiwa browning dan blackening. dengan bantuan pompa vakum karena jumlah
Peristiwa tersebut terjadi karena reaksi bahan banyak, sehingga membutuhkan
oksidasi akibat adanya pemanasan yang waktu yang lama jika disaring secara biasa.
dikatalis oleh enzim fenol oksidase atau Remaserasi dilakukan bertujuan untuk
polifenol oksidase sehingga menyebabkan memaksimalkan proses penyarian agar
senyawa fenolik berubah menjadi quinon dan diperoleh lebih banyak senyawa fenolik.
kemudian dipolimerasi menjadi pigmen Filtrat yang diperoleh dari hasil penyaringan
melaniadin. Senyawa fenolik dalam bentuk tersebut diuapkan pelarutnya menggunakan
polimer tersebut tidak memiliki aktivitas vacuum rotary evaporator (rotavapor) pada
antioksidan. suhu 65°C. Hasil penguapan ini selanjutnya
Seluruh bagian dari buah anggur disebut ekstrak etanol buah anggur. Hasil
dihaluskan terlebih dahulu untuk ektsrak etanol buah anggur yang diperoleh
memperkecil ukuran pemukaan agar penyari dari proses maserasi adalah sebesar 45,10 g
dapat kontak lebih luas dengan simplisia. sehingga diperoleh rendemen ekstrak etanol
Lalu dilakukan proses maserasi 150 g buah sebesar 10,022%.
anggur dengan etanol 96% maserasi ini Etanol merupakan salah satu pelarut
dilakukan dengan tiga replikasi. Dipilih universal yang dapat menyari banyak
metode ekstraksi dengan maserasi karena senyawa kimia seperti klorofil, minyak,
ekstraksi ini tidak melibatkan pemanasan vitamin dan mineral. Oleh sebab itu, dalam
sehingga perubahan-perubahan senyawa penelitian ini dilakukan fraksinasi yang
dapat dihindari. Selain itu, proses maserasi bertujuan untuk memisahkan senyawa-
sangat menguntungkan untuk isolasi senyawa didalam ekstrak sehingga yang
senyawa bahan alam karena selain dengan didapat adalah senyawa-senyawa yang dituju
perendaman ekstrak tumbuhan digunakan yaitu senyawa fenolik. Bentuk glikosida
juga shaker sebagai alat untuk membantu senyawa fenolik bersifat polar, sedangkan
penggojogan yang dapat meningkatkan bentuk aglikonnya bersifat cenderung non
kontak antara cairan penyari yang digunakan polar, sehingga tidak menutup kemungkinan
dengan sampel, sehingga terjadi pemecahan adanya senyawa tersebut larut dalam air
dinding sel dan membran sel akibat maupun etil asetat (Bruneton, 1999).
perbedaan tekanan antara di dalam dan di luar Fraksinasi dilakukan secara berulang
sel yang mengakibatkan metabolit sekunder sebanyak tiga kali karena menurut Gandjar
yang ada di dalam sitoplasma akan terlarut dan Rohman (2007) ekstraksi berulang
MIKHAEL GUSTANDY, C.J. SOEGIHARDJO Jurnal Farmasi Sains dan Komunitas 115

dengan volume yang sama akan lebih efektif fraksi etil asetat ekstrak etanol buah anggur
dibanding melakukan ekstraksi tunggal mengandung senyawa fenolik.
dengan volume yang besar. Fraksi kemudian
diuapkan menggunakan vacuum rotary
evaporator untuk meminimalkan pemaparan
pemanasan supaya stabilitas senyawa fenolik
tetap terjaga. Bobot fraksi etil asetat yang
didapat sebesar 0,7299 g dan rendemen fraksi
etil asetat yang didapat adalah 0,162

Gambar 3. Pengujian senyawa fenolik


menggunakan reaksi fenol Folin-Ciocalteu.
Keterangan: A = blanko reagen fenol Folin-
Ciocalteu, B = larutan uji + reagen fenol Folin-
Ciocalteu, C = asam galat + reagen fenol Folin-
Ciocalteu

Penentuan panjang gelombang serapan


maksimum ini dilakukan untuk menentukan
panjang gelombang dimana senyawa yang
Gambar 2. Pengujian menggunakan DPPH.
Keterangan:A = kuersetin, B = blanko DPPH, C = ingin diukur memberikan absorbansi yang
larutan uji + DPPH paling optimum. Hasil scanning tiga
konsentrasi diperoleh λ maksimum DPPH,
Pengujian juga dilakukan secara kualitatif yaitu 515,5 nm. Lalu untuk pengukuran
kandungan senyawa fenolik dalam fraksi etil kandungan fenolik total, didapatkan hasil
asetat ekstrak etanol buah anggur. Prinsip uji panjang gelombang maksimum rata-rata
ini adalah reaksi oksidasi reduksi dari ion adalah 750 nm hasil dari scanning tiga
fenolik senyawa uji dengan pereaksi fenol konsentrasi asam galat yang sudah
Folin-Ciocalteu. Dengan adanya natrium direaksikan dengan pereaksi Folin-
karbonat yang bersifat basa akan mengubah Ciocalteu.
senyawa fenolik dari senyawa uji menjadi Pengukuran operating time (OT)
ion fenolik. Ion fenolik dapat mereduksi bertujuan untuk mengetahui waktu yang
reagen fenol Folin-Ciocalteu sehingga tepat untuk pengukuran suatu senyawa,
menyebabkan terbentuknya senyawa dimana reaksi terjadi secara optimal. Pada
berwarna biru (Abdul-Fadl,1949). rentang waktu tersebut senyawa berada
Pengujian menunjukan hasil positif dalam keadaan reaksi sempurna. Dari
dengan terbentuknya warna biru pada larutan penentuan OT pada larutan pembanding dan
uji (Gambar 3). Hal ini menunjukkan bahwa larutan uji pada tiga tingkat konsentrasi,
116 MIKHAEL GUSTANDY, C.J. SOEGIHARDJO Jurnal Farmasi Sains dan Komunitas

absorbansi stabil pada menit ke-30 hingga aktivitas antioksidan menurut Aryanto (2006
menit ke-60. Penentuan OT asam galat cit. Winarsi, 2007), kuersetin berada satu
menunjukan dari menit ke-10 sampai ke-30 tingkat dengan fraksi etil asetat ekstrak
absorbansi senyawa molybdenum blue yang etanol buah anggur, yaitu antioksidan sangat
merupakan senyawa hasil reaksi asam galat kuat (< 50 µg/mL).
dengan pereaksi Folin-Ciocalteu terbentuk Kandungan fenolik total diekspresikan
secara stabil. Dapat disimpulkan secara sebagai ekivalen asam galat. Hubungan
praktis OT penetapan kadar adalah 10 menit, antara asam galat dan absorbansinya setelah
pengukuran absorbansi pada penetapan direaksikan dengan pereaksi Folin-Ciocalteu
kadar kandungan fenolat total agar digunakan dari replikasi yang ke-2 dengan
mendapatkan hasil yang reliabel dan valid persamaan y = 0,004x – 0,129; dengan nilai
dilakukan pada menit ke-10 sampai ke-30. koefisien korelasi, r = 0,9999.
Hasil penelitian menunjukkan rerata nilai Dari hasil perhitungan didapatkan hasil
IC50 kuersetin sebesar 11,3998 ± 0,1625 kandungan fenolik total rata-rata pada
µg/mL, nilai ini menunjukkan bahwa sampel sebesar 17,23 ± 0,10 mg ekivalen
dibutuhkan kuersetin dengan konsentrasi asam galat per gram fraksi etil asetat ekstrak
11 , 3 9 9 8 ± 0 , 1 6 2 5 µ g / m L u n t u k etanol buah anggur.
menghasilkan penurunan 50% dari aktivitas
DPPH. sedangkan fraksi etil asetat sebesar 4. Kesimpulan dan Saran
36,55 ± 0,09µg/mL. Nilai tersebut 4.1. Kesimpulan
menunjukkan bahwa dibutuhkan fraksi etil Nilai aktivitas antioksidan fraksi etil
asetat ekstrak etanol buah anggur Bali asetat ekstrak etanol buah anggur dengan
dengan konsentrasi 36,55 ± 0,09µg/mL menggunakan radikal bebas DPPH yang
µg/mL untuk menghasilkan penurunan 50% dinyatakan sebagai IC50 sebesar (36,55 ±
dari aktivitas DPPH. 0,09) μg/mL. Kandungan fenolik total pada
fraksi etil asetat ekstrak etanol buah anggur
Dari hasil nilai IC50 tersebut diketahui yang dinyatakan dengan massa ekivalen
bahwa kuersetin memiliki aktivitas asam galat sebesar (17,23 ± 0,10) mg
antioksidan lebih besar dibandingkan dengan ekivalen asam galat per gram fraksi etil asetat
fraksi etil asetat ekstrak etanol buah anggur. ekstrak etanol buah anggur.
Tetapi bila didasarkan pada tingkat kekuatan
Tabel I. Hasil perhitungan IC50 kuersetin dan fraksi etil asetat ekstrak etanol buah anggur Bali
IC 50 (µg/mL) Rata-
Bahan Uji rata SD % CV
Replikasi 1 Replikasi 2 Replikasi 3
(µg/mL)
Kuersetin 11,5929 11,2783 11,4429 11,3998 0,1625 1,4222
Fraksi etil
36,46 36,63 36,56 36,55 0,085 0,234
asetat
MIKHAEL GUSTANDY, C.J. SOEGIHARDJO Jurnal Farmasi Sains dan Komunitas 117

Tabel II. Hasil penentuan jumlah fenolik total fraksi etil asetat ekstrak etanol buah anggur Bali

Sampel Kandungan fenolik total rata-rata SD CV

Replikasi 1 17,13
Replikasi 2 17,25 17,23 0,087 0,507
Replikasi 3 17,3

Bruneton, J., 1999, Pharmacognoie,Phytochimie,


Plantes Medicales, diterjemahkan oleh Hatton,
4.2. Saran C.K., Lavosie Publising, Paris, pp. 2998-2999.
Perlu dilakukan penelitian aktivitas Dahlan, M.S., 2012, Statistik Untuk Kedokteran dan
Kesehatan, Salemba Medika, Jakarta, pp. 37, 42-
antioksidan dengan menggunakan metode
49.
yang lain maupun fraksi air. Perlu dilakukan Gandjar, I. G., dan Rohman, A., 2007, Kimia Farmasi
isolasi lebih lanjut untuk mengetahui Analisis, Pustaka Pelajar, Yogyakarta, pp: 46-48,
465-472.
senyawa yang memiliki aktivitas sebagai Handayani, 2011, Proses Pencoklatan pada Buah
antioksidan dalam buah anggur. Perlu Apel, http://teknologi.kompasiana.com/
terapan/2011/05/13/prosespencokelatan -pada-
dilakukan uji antioksdan dari perasan buah
buah-apel/, diakses pada tanggal 5 Januari 2013.
anggur segar dan perasan buah anggur yang Kikuzaki, H., Hisamoto, M., dkk. 2002, Antioxidants
difermentasi. Properties of Ferulic Acid and Its Related
Compound, J. Agric.Food Chem, pp. 50:2161-
2168.
DAFTAR PUSTAKA Prakash, A., 2001, Antioxidant Activity, Editor oleh
Abdul-Fadl, M.A.M., 1949, Colorimetric DeVries, J. A publication of Medalion
Determination of Potassium by Folin-Ciocalteu Laboratories, Analitical Progress, pp. 1-4.
Phenol Reagen, Postgraduate Medical School, Prior, R.L., Wu, X., and Schaich, L., 2005,
London, pp. 44, 282. Standarized for the determination of antioxidant
Anonim, 2010, Kandungan dan Manfaat anggur capacity and phenolics in food and dietary
http://www.necturajuice.com/ kandungan-dan- supplements, J. Agric. Food Chem. , pp 55: 2698
manfaat-grape-skin-kulit-anggur/, diakses tanggal A-J.
15 maret 2013. Sunarni, T., 2005, Aktivitas Antioksidan Penangkal
Aqil, F., Ahmad,I., dan Mehmood, Z., 2006, Radikal Bebas Beberapa Kecambah dari Biji
Antioxidant and Free Radical Scavenging Tanaman Familia papilionacear, JFI 2(2), Jakarta,
Propertis of Tweleve Traditionally Used Indian pp. 53-61.
Medical Plants, Turk J Biol, 30, pp. 177-183. Winarsi, H., 2007, Antioksidan Alami dan Radikal,
Backer CA, dan Bakhuizen van den Brink RC, 1965. Kanisius, Yogyakarta, p. 22.
Flora of Java, Vol. 2. Noordhoff, Groningen, The Zou, Y., Lu, Y., dan Wei, D., 2004, Antioxidant
Netherland, pp. 626–628. Activity of Flavonoid-Rich Extract of Hypericum
Balijestro, 2008, Balai Penelitian Jeruk dan Tanaman perforatum L in vitro, J. Agric Food Chem., pp. 52:
S u b t r o p i k a , 5032-5039.
http://balitjestro.litbang.deptan.go.id/id/bs6-
bali.html, diakses tanggal 3 Juni 2013.