Anda di halaman 1dari 10

NAMA : Yuni Laili Puspita Sari

NIM : 201802057

SEMESTER : IV (Empat)

PROGRAM STUDI : DIII FARMASI

POLA PERESEPAN OBAT HIPERTENSI PADA PASIEN RAWAT JALAN DI POLI


SPESIALIS PENYAKIT DALAM RUMAH SAKIT WALI SONGO 1 GRESIK
PERIODE MARET 2020

KAJIAN PUSTAKA

A. URAIAN TOPIK PENELITIAN SECARA UMUM


1. Rumah Sakit
1) Definisi Rumah Sakit
RSU Wali Songo 1 (Rumah Sakit Umum Wali Songo 1) merupakan
rumah sakit umum dengan pelayanan kesehatan mulai dari yang bersifat
umum sampai dengan yang bersifat spesialistik, yang dilengkapi dengan
pelayanan penunjang medis 24 jam.
Rumah Sakit Umum Wali Songo 1 berlokasi di JL. Raya
Balongpanggang- Mojokerto km 4, Balongpanggang Gresik. No telp (031)
7922662 dan (031) 7922661 Rumah Sakit Umum Wali Songo 1 diresmikan
pada tanggal 18 Februari 2013, dengan status berada dibawah kepemilikan PT
GMB.
Rumah Sakit Umum Wali Songo 1 merupakan rumah sakit tipe madya
yang setara dengan rumah sakit tipe D. Pada saat ini Rumah Sakit Umum
Wali Songo 1 dipimpin oleh dr. Yogi Putra Adhi Pradana selaku direktur.
Pada permulaan kepemimpinan beliau pada tahun 2013 motto Rumah Sakit
Umum Wali Songo 1 yaitu Tombo Teko Loro Lungo demikian juga visi, misi,
dan nilai dasar Rumah Sakit Umum Wali Songo 1 sesuai kebutuhan dan
perkembangan Rumah Sakit Umum Wali Songo 1.
Rumah Sakit Umum Wali Songo 1 memberikan beragam jenis
pelayanan medis antara lain poli umum, poli gigi, dan poli spesialis, Instalasi
Gawat Darurat, serta rawat inap yang terdiri dari kelas I, II, III dan VIP yang
dilengkapi pelayanan laboratorium, radiologi, farmasi, anestesi. Kapasitas
tempat tidur pasien yang disediakan di RS Wali Songo 1 sebanyak 53 tempat
tidur.
Kebijakan umum rumah sakit adalah setiap pasien yang datang dilayani
kebutuhannya secara tuntas dengan menyediakan keperluan perawatan dan
pengobatan pasien, baik obat maupun alat yang diperlukan, tanpa memberi
resep yang harus dibeli oleh pasien, tanpa uang muka. Semua baru dibayar
oleh pasien setelah pasien siap pulang. Kebijakan ini merupakan kebijakan
yang telah ada Rumah Sakit Umum Wali Songo 1.

2) Tugas dan fungsi rumah sakit


Rumah Sakit Umum Wali Songo 1 merupakan sarana pelayanan
kesehatan masyarakat Gresik dan sekitarnya yang kompleks padat, antara lain
padat modal, padat teknologi, padat karya, padat profesi, padat sistem, padat
mutu, padat resiko, dan padat keluhan/masalah dan berusaha keras untuk
meningkatkan kinerjanya.
Memberi nilai pada pekerja adalah sebagai ciri suatu perusahaan yang
sukses, karena dengan berfokus pada sumber daya manusia peningkatannya
akan bergantung pada kualitas tenaga kerjanya, sehingga perusahaan harus
menginvestasikan pengembangan tenaga kerja melalui pendidikan, pelatihan,
dan kesempatan untuk bertumbuh terus dan berpartisipasi. Peningkatan
kualitas kerja seseorang dapat memberikan perasaan positif yang lebih besar
dalam diri tenaga kerja. Peningkatan kepuasan kerja dan peningkatan
komitmen pada perusahaan yang akhirnya akan memberikan kontribusi positif
pada perusahaan.
Rumah Sakit memerlukan cukup banyak orang dengan berbagai
keterampilan dan orang yang kompeten untuk melaksanakan misi rumah sakit
dan memenuhi kebutuhan pasien. Pimpinan rumah sakit bekerjasama untuk
mengetahui jumlah dan jenis staf yang dibutuhkan berdasarkan rekomendasi
dari unit kerja dan Kepala Rumah Sakit. Rekruitmen, evaluasi dan penugasan
staf dapat dilakukan sebaik-baiknya melalui proses yang dikoordinasi, efisien
dans seragam. Rumah Sakit Umum Wali Songo 1 harus memberikan
kesempatan bagi staf untuk belajar dan mengembangkan kepribadian dan
profesionalitasnya sehingga kesempatan pembelajaran lain harus ditawarkan
kepada staf.
3) Uraian Umum Rumah Sakit Wali Songo 1 Gresik
Sakit Umum Wali Songo 1 mulai dibangun pada tahun 2007, berlokasi
di Jl. Raya Balongpanggang-Mojokerto km 4,Balongpanggang,Gresik 61173,
Jawa Timur, Indonesia. Di atas areal tanah seluas ± 5.133 m². Secara legalitas
disahkan pada tanggal 18 februari 2014
Pelayanan kesehatan yang ada pada waktu itu adalah poli umum, poli
spesialis (bedah, kandungan, penyakit dalam dan kesehatan anak), poli gigi,
instalasi gawat darurat, rawat inap yang terdiri dari kelas I, II, III, VIP, serta
dilengkapi pelayanan laboratorium, USG, EKG, kamar obat. Sebagai rumah
sakit yang baru berdiri maka jumlah pasien yang dilayani tidak terlalu banyak.
Pada tanggal 02 maret 2013 bertepatan dengan ulang tahun Rumah
Sakit Umum Wali Songo 1 yang ke-1, ditunjuk pejabat direktur Rumah Sakit
Umum Wali Songo 1 yaitu dr. Yogi Putra Adhi Pradana, yang menjabat
Direktur saat ini dr.Alfiatin Fitria.
4) Pekerjaaan kefarmasian
Bedasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 51 tahun 2009 tentang pekerjaan
kefarmasian, pekerjaan kefarmasian adalah pembuatan termasuk pengendalian
mutu sediaan farmasi, pengaman, pengadaan, penyimpanan damn
pendistribusian atau penyaluran obat, pengelolaan obat atas resep dokter,
pelayanan informasi obat, serta pengembangan obat, bahan obat dan obat
tradisional.
5) Pelayanan resep di Instalasi Farmasi
Pelayanan farmasi rumah sakit merupakan salah satu kegiatan di rumah sakit
yang menunjang pelayanan kesehatan yang bermutu.Hal tersebut di perjelas
dalam keputusan Menteri Kesehatan Nomor 1333/Menkes/SK/1999 tentang
standart rumah sakit,yang menyebutkan bahwa pelayanan farmasi rumah sakit
adalah bagian yang tidak terpisah kan dari system pelayanan kesehatan rumah
sakit yang berorientasi kepada pelayanan pasien,penyediaan obat yang
bermutu,yang terjangkau bagi semua lapisan masyarakat.
B. VARIABEL PENELITIAN
1. Pengertian Hipertensi
Hipertensi atau penyakit tekanan darah tinggi adalah kondisi medis dimana
tekanan darah dalam arteri meningkat melebihi batas normal, pada umumnya tekanan
darah untuk dewasa 120-140/80-90 mmHg dianggap normal (Tjay dan
Rahardja,2015). Menurut World Health Organization (WHO) Hipertensi merupakan
keadaan peningkatan tekanan darah dalam arteri ketika jantung sedang berkontraksi
(sistolik) sama dengan diatas 140mmHg dan tekanan darah saat jantung sedang
berelaksasi (diastolik) sama dengan diatas 90 mmHg. Bedasarkan kementrian
Kesehatan Republik Indonesia tahun 2015 Hipertensi adalah salah satu faktor penting
sebagai pemicu penyakit tidak menular (Non Communicable Disease = NCD ) seperti
penyakit jantung, stroke, dan lain-lain yang saat ini menjadi momok penyebab
kematian.
2. Klasifikasi hipertensi
Secara klinis hipertensi dapat dikelompokan yaitu :
a. Bedasarkan penyebabnya
1) Hipertensi Esensial (Primer)
Hipertensi primer adalah tekanan darah 140/90 mmHg atau lebih, pada
usia 18 tahun keatas dengan penyebab yang tidak diketahui,kemudian di
ambil reratanya, pada dua kali atau lebih kunjungan (chandra,2014)
2) Hipertensi sekunder
Hipertensi sekunder adalah hipertensi atau tekanan darah tinggi yang
disebabkan oleh kondisi medis lain (misalnya penyakit ginjal) atau reaksi
terhadap obat-obat tertentu (misalnya pil KB) (palmer & wiliam, 2007)
b. Berdasarkan bentuk hipertensi
a) Hipertensi Sistolik
Hipertensi sitolik (Isolated systolic hypertension) yaitu hipertensi yang
biasanya di temukan pada usia lanjut, yang di tandai dengan
peningkatan tekanan sistolik tanpa di ikuti peningkatan tekanan darah
distolik.
b) Hipertensi Diastolik
Hipertensi diastolik (diastolik hypertension) yaitu peningkatan tekanan
diastolik tanpa diikuti peningkatan tekanan sistolik biasanya
ditemukan pada anak-anak dan orang muda.
c) Hipertensi Campuran
Hipertensi campuran yaitu peningkatan tekanan sistolik diikuti tingkat
peningkatan diastolik.
Tabel klasifikasi derajat hipertensi menurut WHO

No Kategori Sistolik mmHg Diastolik mmHg


1 optimal <120 <80
2 Normal 120-129 80-84
3 High normal 130-139 85-89
Grade 1 (ringan) 140-159 90-99
Grade 2 (sedang) 160-179 100-109
Grade 3(berat) 180-209 110-119
Grade 4 (sangat berat) >210 >120

3. Penyebab hipertensi
Penyebab hipertensi menurut tambayong (informasi kedokteran, 2015) :
a. Usia
Insidens hipertensi makin meningkat dengan meningkatnya usia.
hipertensi yang kurang dari 35 tahun dengan jelas menaikan insiden
penyakit arteri koroner dan kematian prematur.
b. Jenis kelamin
Pada umumnya insiden pria lebih tinggi daripada wanita namun pada usia
pertengahan dan lebih tua, insiden pada wanita mulai meningkat, sehingga
pada usia dia atas 65 tahun insiden pada wanita lebih tinggi
c. Pola hidup
Faktor seperti pendidikan, penghasilan dan pola hidup Lain telah di teliti
tanpa hasil yang jelas, penghasilan rendah dan kehidupan atau pekerjaan
yang penuh stress agaknya berhubungan dengan insidens hipertensi yang
lebih tinggi.
d. Genetika atau keturunan
Faktor keturunan mempunyai peranan penting dari timbulnya suatu
penyakit yang di bawah oleh gen keleuarga. Bila orang tua memiliki
tekanan darah tinggi, maka anakpun memiliki resiko yang sama bahkan
lebih besar dibandingkan yang diturunkan oleh gen orang tua.
e. Obesitas atau kegemukan
Sesorang yang memiliki berat badan berlebihan atau kegemukan
merupakan peluang besar terserang penyakit hipertensi.
f. Garam
Garam mempunyai peluang yang sangat besar dalam meningkatkan
tekanan darah secara cepat.
g. Rokok
Kandungan nikotin dan zat senyawa kimia yang cukup berbahaya yang
terdapat pada rokok juga memberikan peluang besar seseorang menderita
hipertensi terutama pada mereka yang perokok aktif.
h. Alkohol
Minuman alkohol juga dapat menyebabkan hipertensi.
i. Kolesterol
Kolesterol yang indentik dengan lemak yang tertimbun pada dinding
pembuluh dan pembuluh darah yang dipenuhi dengan kolesterol ini akan
mengalami penyempitan dan mengakibatkan tekanan darahpun meningkat.
4. Patofisologi hipertensi
Tekan darah merupakan produk total resisten perifer dan curah jantung. Curah
jantung meningkat karena keadaan meningkat frekuensi jantung volume secukupnya
atau keduanya. Resisten perifer meningkat karena faktor-faktor yang meningkat
viskositas darah atau yang menurunkan ukuran lumen pembuluh darah. Khususnya
pembuluh darah arteri. Hipertensi yang berlangsung lama akan meningkatkan beban
kerja jantung karena terjadi peningkatan resisten terhadap injeksi vertikel kiri. Untuk
meningkatkan kekuatan kontraksinya, vertikel kiri mengalami hipertropi sehingga
kebutuhan jantung akan oksigen dan beban jantung meningkat. Dilatasi dan
kegagalan jantung dapat terjadi ketika keadaan hipertofi tidak lagi mampu
mempertahankan curah jantung yang memadai. Karena hipertensi memicu
arterosklerosis arteri koronaria, maka jantung gangguan lebih lanjut akibat penurunan
aliran darah kedalam miokardium sehingga timbul angina pectoris atau infark
miokard. Hipertensi juga menyebabkan kerusakan organ, seperti cidera retina, gagal
ginjal, stroke, dan aneurisma, serta diseksi aorta (kowalak,2011).

5. Tanda dan gejala


Hipertensi tidak menunjukan gejala apapun sehingga tidak punya cukup
petunjuk bawah sesorang sedang terjadi penyimpangan. Seorang yang mengalami
sakit kepala ringan, terutama di bagian belakang kepala belakang dan mucul di pagi
hari, namun sakit kepala jenis ini sama sekali bukan kondisi yang umum terjadi
(Kowalksi, R,E 2010)
Menurut Kementrian Kesehatan Republik Indonesia Tahun 2013 tekanan darah
dipengaruhi oleh aliran senyawa kimia di ginjal. Dan karena tekanan darah tinggi
yang parah dapat merusak ginjal, berapa gejala yang muncul di tahap hipertensi yang
sudah parah biasanya bukan merupakan akibat langsung dari tekanan darah
melainkan karena kerusakan ginjal, gejalanya berupa keringat berlebihan, kram otot,
keletihan, peningkatan frekuensi berkemih dan denyut jantung cepat atau tidak
teratur.
Tidak semua penderita Hipertensi mengalami gejala, sehingga Hipertensi
sering di sebut pembunuh diam-diam (silent killer). Keluhan yang tidak spesifik
antara lain: sakit kepala, gelisah, jantung berdebar-debar, pusing, penglihatan kabur,
sakit di dada dan mudah lelah.(Menkes RI,2013)
6. Penangganan hipertensi
a. Terapi nonfarmakologi
Tabel. Terapi nonfarmakologi yang direkomendasikan oleh JNC 7

Modifikasi Rekomendasi Kira-Kira Penurunan


Tekanan Darah ,Range
Penurunan berat Pemilihan berat badan normal (BMI 5-20 mmHg/10 kg
badan (BB) 18,5-24,9) penurunan BB
Adopsi pola makan Diet kaya dengan buah, sayur, dan 8-14mmHg
DASH produk susu rendah lemak.
Diet rendah sodium Mengurangi disodiet sodium, tidak 2-8 mmHg
lebih dari 100m1/I (2,4gsodium atau
6h sodium klorida)
Aktifitas fisik Regular aktifitas fisik aerobic seperti 4-9 mmHg
jalan kaki 30/hari, beberapa
hari/minggu.
Minum alkohol Limit minum alkohol tidak lebih dari 2 2-4 mmHg
gelas /hari (30 ml etanol misalnya 720
ml beer, 300ml wine) untuk laki-laki
dan 1 gelas/hari untuk perempuan.
Ket : BMI = body mass indeks, BB= berat badan , DASH= dietary aproach
hipertension
Menerapkan gaya hidup sehat bagi setiap orang sangat penting untuk
mencegah tekanan darah tinggi dan merupakan bagian yang penting dalam
penanganan hipertensi. Semua pasien dengan prehipertensi dan hipertensi harus
melakukan perunahan gaya hidup.
b. Terapi farmakologi
Pengobatan dengan obat antihipertensi menunjukan penurunan mortalitas
terutama stroke, jantung mendadak dan infark miokard. Manfaat obat
hipertensi berhubungan dengan derajat hipertensi, semakin berat hipertensi
semakin besar dampak pengobatan. Semua obat hipertensi bekerja pada salah
satu tempat kontrol anatomis dan efek tersebut terjadi dengan mempengaruhi
mekanisme normal regulasi tekanan darah (jam Tambayong, 2015)
7. Penggolongan obat hipertensi
a. Diuretika
Mekanisme kerja meningkatkan pengeluaran garam dalam air oleh ginjal sehingga
volume darah dan tekanan darah menurun. Contoh obat: HCT, Spironolacton,
clortiazide, clorthalidone, furosemide.
b. Alfa-blockers
Mekanisme kerja memblok reseptor-alfa adrenegik yang terdapat di otot polos
pembuluh darah. Contoh obat: prazosin, terazosin, hydrochloride, deksazosin.
c. Beta-blockers
Mekanisme kerja menempati reseptor beta adrenergik, blokade reseptor ini
menyebabkan penurunan aktifitas adrenalin dan nonadrenalin. Contoh atenolol
dan proponolol, mesoprolol, nadolol, betazolol, acetabutol, bisoprolol.
d. Antagonis calsium
Mekanisme kerja menghambat aliran masuk calsium ke sel otot polos arteri,
mengurangi impuls dan kontraksi myokard. Contoh: amlodipin, nifedipin,
diltiazem,felodipine, nicardipine, nisoldipine.
e. ACE inhibitor
Mekanisme kerja merintangi enzim ACE yang mengubah angiotensin I ke
angiotensi II. Contoh obat: captropil, lisinopril, enalapril, ramipril, quinopril,
benazepril hydrochloride.
f. AT II blocker
Mekanisme kerja menduduki reseptor AT II yang terdapat di myokard, dinding
pembuluh, SSP. Contoh obat: Losartan, valsartan
g. Vasodilator, azilsartan, candesartan, irbesartan, telmisartan.
Mekanisme kerja vasodilati langsung terhadap arteriole dengan demikian dapat
menurun tekanan darah. Contoh obat: hidralazin, minoksidil.
h. Zat-zat dengan kerja pusat
Mekanisme kerja dengan menstimulasi reseptor alfa 2 adrenergik di SSP. Contoh
obat: Metildopa, Klonidin.
8. Efek samping obat hipertensi
Secara umum efek samping atau reaksi obat hipertensi yang tidak diinginkan oleh
pasien adalah, sembelit, mulut kering, dehidrasi, pusingm mengantuk, mual, sakit
kepala, batuk. (Tjay Raharja,2015)

Aiski, G.S., dan Chandra, A, 2014. Perbedaan Penurunan Tekanan Darah Sistolik Lanjut Usia
Hipertensi yang deberi Jus Tomat (Lycopersicum Commune) dengan kulit dan tanpa kulit.
Journal of Nutrition College 2014; 3(1): 158-162.
Tjay, T.H. and Raharja, K.,2015, Obat-Obat Penting, Khasiat, Penggunaan dan efek-efek
sampingnya, Edisi ke 7, Cetakan pertama, PT.Gramedia PustakaUtama, Jakarta.

Tambayong, J. 2015, Buku Saku Kedokteran, Jakarta, EGC