Anda di halaman 1dari 3

Kandungan

KANDUNGAN GIZI BUAH TIN (Ficus carica L.) PRODUKSI INDONESIA


Buah tin berasal dari Negara Timur Tengah yaitu Makkah, Palestina, Mesir, dan Turki. Kemudian
buah ini diperkenalkan di Italia kurang lebih 2000 tahun yang lalu dengan perkembangan yang
cepat melalui Selatan Eropa termasuk Yunani
DAUN TIIN (Ficus Carica Linn) DENGAN PELARUT AIR,
METANOL DAN CAMPURAN METANOL-AIR
EVA AGUSTINA

Tanaman Tiin yang memiliki nama ilmiah


Ficus carica Linn merupakan keluarga Moraceae
yang banyak tumbuh di daerah tropis dan sub
tropis.
Kandungan gizi dari
Tiin antara lain serat, vitamin A, C, kalsium,
magnesium dan potasium yang sangat
diperlukan oleh tubuh. Selain itu adanya
kandungan flavonoid, phenolik dan beberapa
senyawa bioaktif seperti arabinose, β-amirin, β-
karoten, glikosida, β-setosterol dan xanthol
yang merupakan senyawa antioksidan (Joseph
dan Raj, 2011).
PERTUMBUHAN STEK TANAMAN TIN (Ficus carica L.) PADA BERBAGAI
MEDIA TANAM dan APLIKASI Azotobacter chroococcum

Daun tin memiliki


berbagai bahan aktif seperti flavonoid,
fenolik, kumarin, glikosida, steroid, dan
triterpenoid (Khalaskar et al,
2010)

Unsur yang terkandung dalam buah Tin adalah karbohidrat, protein, dan minyak. Buah
Tin juga mengandung yodium, kalsium. Di samping itu buah Tin juga mengandung kadar
glukosa yang cukup tinggi.

KANDUNGAN GIZI BUAH TIN (Ficus carica L.) PRODUKSI INDONESIA

Analisis zat gizi makro dilakukan pada buah segar, analisis ini merupakan analisis yang bertujuan
untuk mengetahui persentase zat gizi dalam bahan atau produk pangan berdasarkan sifat
kimianya, di antaranya kadar air, abu, protein, lemak, dan karbohidrat (Carbohidrate by
Difference) (Winarno 2004). Hasil analisis zat gizi makro disajikan pada Tabel 2.
Pembahasan

Hasil penelitian lebih lanjut menyebutkan bahwa buah Tin termasuk buah yang
dapat merangsang pembentukan hemoglobin darah, cocok sebagai obat penyakit anemia.
Menurut hasil penelitian medis, buah yang besarnya seperti buah kelengkeng itu selain
kaya akan kalsium dan potasium juga mengandung zat benzaldehyde yang bermanfaat
melawan sel-sel kanker. Di dalam buah tin yang rasanya manis itu juga mengandung zat
yang sangat penting bagi tubuh manusia karena dapat mengurangi kolesterol jahat,
menguatkan jantung dan menormalkan pernafasan bagi penderita sesak nafas. Buah yang
juga dikenal dengan nama Ara atau Figs itu banyak dijumpai di negara-negara Arab. Buah
ini mudah dicerna oleh alat pencernaan, bermanfaat untuk mengobati sulit buang air besar,
bermanfaat untuk hati dan limpa.
Penelitian tentang kandungan benzaldehyde dalam buah Tin sebenarnya telah diungkap
dalam jurnal yang dimuat website Cancer Cure Foundation. Website ini menyebutkan bahwa
riset yang dilakukan para ahli dari Institute of Physical and Chemical Research di Tokyo
menunjukkan benzaldehyde terbukti efektif dalam menghambat tumor.
UJI AKTIVITAS SENYAWA ANTIOKSIDAN DARI
EKSTRAK
DAUN TIIN (Ficus Carica Linn) DENGAN PELARUT AIR,
METANOL DAN CAMPURAN METANOL-AIR
EVA AGUSTINA

Buah Tiin kering


mengandung beberapa sumber nutrisi yaitu
karbohidrat dan mineral diantaranya strontium,
kalsium, magnesium, fosfor dan besi sedangkan
protein dan serat relatif rendah. Kandungan
fotokimia dari buah Tiin kering adalah fenolik,
flavonoid, alkaloid dan saponin yang dapat
digunakan sebagai antioksidan. Senyawa lain
yang terkandung adalah vitamin E, β-amirin,
stigmasterol, kampesterol, asam oleik, isoamil
laurat dan toksoferol (Soni, et al., 2014).

PERTUMBUHAN STEK TANAMAN TIN (Ficus carica L.) PADA BERBAGAI


MEDIA TANAM dan APLIKASI Azotobacter chroococcum

Buah tin
mengandung zat sejenis alkalin yang
mampu menghilangkan kemasaman pada
tubuh, mengobati luka luar, merangsang
pembentukan hemoglobin darah, serta
mengandung kadar glukosa yang cukup
tinggi tanpa menyebabkan diabetes (Sobir
dan Amalya, 2011). Hashemi et.al.,(2011)
menyebutkan bahwa buah tanaman ara
(Ficus carica L.) mampu mencegah
terjadinya kanker perut.