Anda di halaman 1dari 5

MEWUJUDKAN SEKOLAH ADIWIYATA MANDIRI ENERGI

 DINKA SALFA ZAHIRA


 IMELDA YULIANA

SMAN 1 DONOROJO
TAHUN PELAJARAN 2018/2019
ADIWIYATA
 PENGERTIAN

Kata ADIWIYATA berasal dari dua kata, yaitu “ADI” dan “WIYATA”. Kata “Adi”
mempuyai makna besar, agung, baik, ideal, dan sempurna. Kata “Wiyata” mempunyai makna
tempat dimana seseorang mendapat ilmu pengetahuan, norma dan etika dalam berkehidupan
social. Secara keseluruhan, sekolah Adiwiyata adalah upaya yang membangun program atau
wadah yang baik dan ideal untuk mendapatkan ilmu pengetahuan dan berbagai norma serta etika
yang dapat menjadi dasar manusia menuju terciptanya kesejahteraan hidup untuk cita-cita
pembangunan berkelanjutan.

 TUJUAN

Tujuan sekolah Adiwiyata adalah menciptakan kondisi yang baik bagi sekolah untuk menjadi
tempat pembelajaran. Sehingga warga sekolah dapat turut bertanggung jawab dalam upaya
penyelamatan lingkungan bagi sekolah dasar dan menengah di Indonesia. Program Adiwiyata
harus berdasarkan norma-norma kebersamaan, keterbukaan, kejujuran, keadilan, dan kelestarian
fungsi lingkungan hidup dan sumber daya alam.

 PRINSIP

1. Partisipatif yaitu omunitas sekolah terlibat dalam manajemen yang meliputi keseluruhan
proses perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi sesuai tanggung jawab dan peran.
2. Berkelanjutan yaitu seluruh kegiatan harus dilakukan secara terencana dan terus menerus
secara komprehensif.

 CIRI-CIRI

1. Lingkungan sekolah terlihat bersih, hijau, sehat, dan menyenangkan.


2. Memiliki peraturan dan kebijakan atas kebersihan lingkungan sekolah.
3. Memiliki pedoman pembelajaran siswa terkait pengelolaan lingkungan.
4. Memiliki perencanaan anggaran pelaksanaan kegiatan pengelolaan lingkungan, baik
dalam mengembangkan kapasitas guru dan siswa, maupun terhadap kelengkapan sarana
prasarana sekolah.
5. Memiliki sarana dan prasarana yang memadai. Seperti ruang pembibitan, alat kebersihan,
tempat sampah terpilah, komposter (sarana pengelola sampah sampah organic), lubang
biopori (resapan dan pengolah sampah organic) dan lainnya.

 KONSEP-KONSEP

1. Recycle
Recycle (mendaur ulang) adalah kegiatan mengolah kembali dengan
memanfaatkan barang bekas dengan cara mengolah materinya untuk dapat digunakan
lebih lanjut. Contohnya adalah memanfaatkan dan mengolah sampah organic untuk
dijadikan pupuk kompos.

2. Reuse
Reuse (penggunaan kembali) adalah kegiatan menggunakan kembali material atau
bahan yang masih layak pakai. Sebagai contoh, kantong plastic atau kantong kertas yang
umumnya didapat dari hasil berbelanja sebaiknya tidak dibuang, tetapi dikumpulkan
untuk digunakan kembali saat dibutuhkan.
3. Reduce
Reduce (pengurangan) adalah kegiatan mengurangi pemakaian atau pola perilaku
yang dapat mengurangi produksi sampah serta tidak melakukan pola konsumsi yang
berlebihan. Contohnya menggunakan alat-alat makan atau dapur yang tahan lama dan
berkualitas sehingga memperpanjang masa pakai produk atau megisi ulang produk yang
diapakai, seperti aqua gallon, tinta printer, serta bahan rumah tangga seperti deterjen,
sabun, minyak goring, dan lainnya. Hal ini dilakukan untuk mengurangi potensi
bertumpuknya sampah wadah produk dirumah.

4. Replace
Replace (penggantian) adalah kegiatan untuk mengganti pemakaian suatu barang
atau memakai barang alternative yang sifatnya lebih ramah lingkungan dan dapat
digunakan kembali. Upaya ini dapat mengubah kebiasaan seseorang yang mempercepat
produksi sampah. Contohnya mengubah menggunakan kantong plastic atau kertas
belanjaan dengan membawa tas belanjaan sendiri yang terbuat dari kain.

5. Replant
Replant (penanaman kembali) adalah kegiatan melakukan penanaman kembali.
Contohnya melakukan kegiatan kreatif seperti membuat pupuk kompos dan berkebun di
pekarangan rumah. Dengan menanam beberapa pohon, lingkungan menjadi indah dan
asri, dan mengurangi kontribusi atas pemanasan global. Dengan menerapkan konsep 5R
yang telah dibahas, kita dapat ikut serta dalam melestarikan dan memelihara lingkungan
agar tidak rusak atau tercemar.
MANDIRI ENERGI
 PENGERTIAN

Mandiri energy adalah suatu energy yang memiliki kemampuan memenuhi lebih dari 60%
kebutuhan energy (listrik dan bahan bakar) dari energy terbarukan yang dihasilkan melalui
pendayagunaan potensi sumber daya setempat.

 TUJUAN

Mandiri energy bertujuan untuk membuka lapangan kerja, mengurangi kemsikinan, dan
menciptakan kegiatan ekonomi produktif. Sedangkan, tujuan utama pengembangan Desa
Mandiri Energi adalah mengurangi kemiskinan dan membuka lapangan kerja untuk
mensubstitusi bahan bakar minyak.

 KONSEP

Konsep pengembangan mandiri energy dilakukan dengan melihat potensi, kesejahteraan


masyarakat, dan kelestarian lingkungan. Dengan demikian, pengamatan terhadap potensi
lingkungan dan karakteristiknya sangat penting. Oleh karenanya, ada beberapa hal yang perlu
direncanakan seperti pendekatan pengembangan kelembagaan masyarakat, pengembangan
teknologi konversi yang digunakan, dan pengembangan ekonomi produktif, monitoring dan
evaluasi.

Pengembangan Kelembagaan Masyarakat penting dilakukan untuk membangun sebuah


desa mandiri. Hal ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik masyarakat sebagai dasar untuk
pembentukan lembaga pengelola system pembangkit energy terbarukan. Karakteristik
masyarakat yang perlu diketahui antara lain adalah tingkat pendidikan, mata pencaharian, waktu
kerja, hirearki system hukum desa setempat, dan kebudayaan atau kebiasaan masyarakat.

Pengembangan teknologi untuk membangun pembangkit sumber energy diawali dengan


identifikasi potensi energy terbarukan di desa setempat, perancangan system pembangkit, dan
pelaksanaan pembangunan system pembangkit. Untuk keberlangsungan system pembangkit dan
jaringannya, dilakukan pelatihan yang melibatkan tokoh masyarakat, perangkat desa, dan
pengurus kelembagaan yang bertugas sebagai pengelola yang telah dibentuk sebelumnya.
Pelatihan yang diberikan meliputi prosedur perawatan yang terangkum dalam Standart Operating
Procedure (SOP), cara penanggulangan kerusakan, dan pembukaan. Diharapkan melalui
pelatihan tersebut, masyarakat mengetahui tugas dan tanggung jawabnya demi keberlangsungan
system pembangkit energy.

Pengembangan ekonomi produktif berkaitan dengan usaha bisnis dan lingkungan. Olahan
energy terbarukan dapat dimanfaatkan oleh kegiatan ekonomi produktif yang memanfaatkan
energy terbarukan untuk siang hari. Sedangkan di malam hari dapat dipergunakan untuk
kebutuhan dasar energy rumah tangga seperti penerangan.

Keberlangsungan dan keberhasilan madiri energy

Prasyarat penting menuju terwujudnya desa mandiri energy yakni terciptanya


keberlangsungan dan keberhasilan program yang dijalankan. Keberlanjutan program
pemberdayaan masyarakat dalam kerangka desa mandiri energy didasarkan atas hasil monitoring
dan evaluasi, yang merangkum perjalanan program sehingga dapat dilakukan proses perbaikan
secara berkala untuk terus menyempurnakan program sesuai dengan hasil yang diharapkan.
Sementara itu, keberhasilan program dapat dinilai dengan beberapa indicator seperti
pertumbuhan kesadaran masyarakat, terciptanya pembangunan yang didasarkan atas partisipasi
aktif masyarakat, terciptanya masyarakat yang independen, tersedianya lapangan kerja yang
memadai bagi segenap penduduk, dan terciptanya kondisi kebersamaan dan keadilan serta
keharmonisan dengan alam.