Anda di halaman 1dari 4

Tugas Farmakologi II

Antibiotik untuk ISPA dan ISPB

Disusun Oleh :

Desak Gde Listya Paramitha

18.9.3.048

2B

PROGRAM STUDI FARMASI (DIII)

FAKULTAS ILMU KESEHATAN

UNIVERSITAS NAHDLATUL WATHAN MATARAM

2020
 Antibiotik Pilihan Untuk Infeksi Saluran Pernapasan Atas (ISPA) & Infeksi Saluran
Pernapasan Bawah (ISPB)

A. Antibiotik ISPA ( Infeksi Saluran Pernapasan Atas )

1. Amoxicillin (Golongan Penisilin)


Mekanisme Kerja :
Amoksisilin bekerja dengan cara menghambat biosintesis dari dinding sel
mukopeptida bakteri.

2. Kotrimoksazol (Kombinasi Trimethoprim & Sulfamethoxazole)


Mekanisme Kerja :
Kotrimoksazole bekerja dengan cara menghambat pertumbuhan bakteri dengan
menghambat enzim metabolisme asam folat pada bakteri penginfeksi.

3. Cefuroksim (Golongan Sefalosporin )


Mekanisme Kerja :
Cefuroksim bekerja dengan cara menekan pertumbuhan bakteri yang rentan didalam
tubuh, yaitu dengan menghambat pembentukan dinding sel bakteri.

4. Levofloxacin (Golongan Quinolon)


Mekanisme Kerja :
Levofloxacin bekerja dengan cara berdifusi masuk melalui dinding sel bakteri dan
menginhibisi DNA gyrase(enzim yang dibutuhkan untuk replikasi DNA).
5. Benzathine Benzylpenicillin (Golongan Penisilin)
Mekanisme Kerja :
Benzypenicillin bekerja dengan cara menghambat pembentukan dinding sel bakteri
sehingga bakteri akan lisis dan mati.

B. Antibiotik ISPB ( Infeksi Saluran Pernapasan Bawah )

1. Quinolone
Mekanisme Kerja :
Quinolone bekrja dengan cara menghambat enzim topoisomerase II (enzim yang
diperlukan oleh baakteri untuk memperbanyak diri.

2. Azitromisin (Golongan Makrolida)


Mekanisme Kerja :
Azitromisin bekerja dengan cara mencegah pertumbuhan bakteri dengan mengganggu
sintesis protein bakteri.

3. Kotrimoksazol (Kombinasi Trimethoprim & Sulfamethoxazole)


Mekanisme Kerja :
Kotrimoksazole bekerja dengan cara menghambat pertumbuhan bakteri dengan
menghambat enzim metabolisme asam folat pada bakteri penginfeksi.

4. Eritromisin (Golongan Makrolida)


Mekanisme Kerja :
Eritromisin bekerja dengan cara menembus membrane sel bakteri dan mengikat sub unit
ribosom 50 S dan 70 S atau dekat dengan area P atau donor tRNA sehingga pengikatan
tRNA ke area donor terhambat sehingga bakteri tidak dapat translasi tRNA.
5. Cefotaksim (Golongan Cephalosporin)
Mekanisme Kerja :
Cefatoksim bekerja dengan cara membunuh bakteri dengan menghambat hingga
menghentikan pertumbuhan dari bakteri.