Anda di halaman 1dari 5

Resume MK Asuhan Kebidanan Komunitas

KONSEP MASYARAKAT
Disusun dalam rangka memenuhi tugas yang diampu oleh Dosen Ni Luh Putu Sri
Erawati, S.Si.T., MPH

Disusun Oleh:
Kelompok 7/Kelas A Semester IV
Luh Putu Ika Cahyani Juniantari (P07124018005)
Ketut Trisika Pibrayan (P07124018007)
Putu Yunia Ulandari AP (P07124018012)
Putu Lispiani Oktaria Dewi (P07124018013)
Ni Made Sita Maharani (P07124018039)

KEMENTERIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA


POLTEKKES KEMENKES DENPASAR
PROGRAM STUDI DIII KEBIDANAN
2020
KONSEP MASYARAKAT

A. Definisi Masyarakat
Masyarakat atau dalam bahasa Inggris disebut society adalah
sekelompok orang yang membentuk sebuah sistem semi tertutup (saling
bergantung dengan individu) dan semi terbuka (saling berinteraksi antar
individu), di mana sebagian besar interaksi adalah antara individu-individu
yang berada dalam kelompok tersebut. Kata masyarakat sendiri berakar dari
kata dalam bahasa Arab, yaitu musyarak yang berarti ikut serta dan
berpartisipasi. (Azmil, 2017)
Para ahli mendefinisikan komunitas atau masyarakat dari sudut
pandangan yang berbeda, yaitu sebagai berikut.
1. WHO (1974) dalam Hirfa (2017) mendefinisikan komunitas sebagai
kelompok sosial yang ditentukan oleh batas-batas wilayah, nilal-nilai
keyakinan dan minat yang sama serta adanya saling mengenal dan
berinteraksi antara anggota masyarakat yang satu dengan yang lainnya.
2. Spradly (1985) dalam Hirfa (2017) mendefinisikan komunitas sebagai
sekumpulan orang yang saling bertukar pengalaman penting di dalam
hidupnya.
3. Saunders (1991) dalam Hirfa (2017) mendefinisikan komunitas sebagai
tempat atau kumpulan orang-orang atau sistem sosial.
Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa komunitas terdiri dari
sekelompok individu yang tinggal pada wilayah tertentu, yang memiliki nilai-
nilai keyakinan dan minat relatif sama serta adanya interaksi satu sama lain
untuk mencapai tujuan. Selain itu, komunitas juga dipandang sebagai target
pelayanan kesehatan yang bertujuan mencapai kesehatan komunitas sebagai
suatu peningkatan kesehatan dan kerjasama suatu mekanisme untuk
mempermudah pencapaian tujuan yang berarti serta masyarakat/komunitas
tersebut dilibatkan secara aktif untuk mencapai tujuan tersebut. (Hirfa, 2017)

1
B. Ciri-Ciri Masyarakat
Adapun ciri-ciri dari masyarakat yaitu sebagai berikut.
1. Interaksi diantara sesama anggota masyarakat.
2. Menempati wilayah dengan batas-batas tertentu.
3. Saling tergantung satu sama lain.
4. Memiliki adat istiadat tertentu atau kebudayaan.
5. Memiliki identitas bersama. (Hirfa, 2017)

C. Tipe-Tipe Masyarakat
Terdapat dua tipe masyarakat, yaitu sebagai berikut.
1. Masyarakat terbuka, merupakan masyarakat yang mau menerima
perubahan-perubahan baik perubahan budaya maupun perubahan teknologi
dan segala macam perubahan yang terjadi di lingkungannya. Masyarakat
terbuka dibagi lagi menjadi dua kelompok dalam menerima perubahan,
yaitu:
a. Masyarakat yang menerima perubahan dengan seleksi dalam tipe
masyarakat tersebut, perubahan yang ada disikapi dengan selektif.
Artinya, perubahan yang membawa dampak positif bagi nilai-nilai
masyarakat tersebut akan diterima dengan tangan terbuka, sebaliknya
perubahan yang dapat menimbulkan rusaknya norma-norma sosial
yang telah ada akan ditolak keberadaannya. (Liana, 2016)
b. Masyarakat yang menerima perubahan tanpa seleksi. Artinya, semua
unsur-unsur yang masuk dalam masyarakat dianggap baik dan lebih
maju, sehingga perlu diikut terutama unsur-unsur budaya dari dunia
barat. Hal ini karena perkembangan IPTEK mereka demikian maju dan
cepat. Proses menerima unsur-unsur barat tanpa seleksi disebut
westernisasi. (Liana, 2016)
2. Masyarakat tertutup, merupakan masyarakat yang sulit menerima
perubahan. Mereka berpikir bahwa, perubahan akan menyebabkan
hilangnya keaslian budaya. Mereka menutup diri akan perubahan, ada
kalanya mereka menerima perubahan namun sifatnya terbatas bahkan ada

2
yang tidak mau menerima sama sekali. Mereka tak mau bergaul dengan
masyarakat luar. (Liana, 2016)

D. Ciri-Ciri Masyarakat Sehat


Masyarakat sehat memiliki ciri tersendiri yang membedakannya, yaitu:
1. Peningkatan kemampuan masyarakat untuk hidup sehat.
2. Mengatasi masalah kesehatan sederhana melalui upaya peningkatan,
pencegahan, penyembuhan penyakit dan pemulihan kesehatan terutama
untuk ibu dan anak.
3. Peningkatan upaya kesehatan lingkungan terutama penyediaan sanitasi
dasar yang dikembangkan dan dimanfaatkan oleh masyarakat untuk
meningkatkan mutu lingkungan hidup.
4. Peningkatan status gizi masyarakat berkaitan dengan peningkatan status
sosial ekonomi masyarakat.
5. Penurunan angka kesakitan dan kematian dari berbagai sebab dan
penyakit. (Hirfa, 2017)

3
DAFTAR PUSTAKA

Khoirunnisaa, Liana. 2016. Konsep Masyarakat Society. Academia.


https://www.academia.edu/31213601/MAKALAH_MASYARAKAT_SOCI
ETY_.docx (diakses pada 6 Maret 2020)
Muftachorro, Azmil. 2017. Konsep Masyarakat. Academia.
https://www.academia.edu/38359083/KONSEP_MASYARAKAT.docx
(diakses pada 6 Maret 2020)
Turrahmi, Hirfa. 2017. Buku Ajar Asuhan Kebidanan Komunitas. Jakarta:
Fakultas Kedokteran dan Kesehatan Universitas Muhammadiyah Jakarta