Anda di halaman 1dari 3

PSAK 19

Tujuan: mengatur perlakuan akuntansi utk aset tidak berwujud yang tidak diatur dalam PSAK
lain.
- Entitas utk mengakui aset juka entitas memenuhi kriteria tertentu
- Cara mengatur jumlah tercatat dari aset tak berwujud
- Pengungkapan yang disyaratkan tentang aset tak berwujud

Ruang Lingkup:
Aset tidak berwujud berlaku untuk
- Aset tidak berwujud yang diatur oleh standar lainnya
- Aset keuangan yang didefinisikan dalam PSAK 50
- Aset eksplorasi dan evaluasi dalam PSAK 64
- Hak penambangan dan sumber daya lain yang diak dapat diperbarui dalam PSAK 29

Definisi
Aset tidak berwujud: aset nonmoneter yang dapat diidentifikasi tanpa wujud fisik
3 kriteria Aset tidak berwujud:
1. Keteridentifikasian
2. Pengendalian
3. Manfaat bisnis masa depan

Pengakuan dan Pengukuran


Prinsip umum: alam mengakui suatu item sebagai aset tidak berwujud, entitas perlu
menunjukkan bahwa item tsb:
- Memenuhi definisi aset tidak berwujud
- Memenuhi kriteria pengakuan

Kriteria pengakuan
- Aset tidak berwujud harus diakui jika, dan hanya jika:
Kemungkinan besar entitas akan memperoleh manfaat ekonomis masa depan
dari aset tersebut, dan
Biaya perolehan aset tsb dapat diukur secara andal
- Dalam menilai kemungkinan:
Menggunakan asumsi masuk akal dan dapat dipertanggungjawabkan
Estimasi terbaik manajemen
- Pengeluaran yang tidak memenuhi kriteria pengakuan diakui sebagai beban
- Aset tidak berwujud pada awalnya harus diakui sebesar biaya perolehan

Masa Manfaat
- Terbatas; jangka waktu atau jumlah produksi atau jumlah unit serupa yang dihasilkan,
selama masa manfaat (Diamortisasi)
- Tidak terbatas: berdasarkan analisis seluruh faktor relevan. Tidak ada batas yang terlihat
pada saat ini atas periode yang mana aset diharapkan menghasilkan manfaat (tidak
diamortisasi)

Pengungkapan

Pengungkapan umum:
 ●  Aset yang dihasilkan internal dengan yang lainnya.
 ●  Masa manfaat terbatas atau tak terbatas
 ●  Metode amortisasi.
 ●  Jumlah tercatat bruto dan akumulasi amortisasi dengan akumulasi penurunan nilai
pada awal dan akhir periode.
 ●  Unsur – unsur dalam laporan pendapatan komprehensif.
 ●  Penambahan, Penurunan, kerugian penurunan nilai, amortisasi yang diakui,
perubahan lainnya pada jumlah tercatat selama periode.
 Untuk aset tak berwujud tak terbatas Jumlah tercatat
Alasan yang mendukung masa manfaat
tak terbatas
 Untuk yang menggunakan model revaluasi
Tanggal efektif revaluasi
Jumlah tercatat yang direvaluasi
Jumlah tercatat yang diakui apabila diukur dengan metode biaya
Jumlah surplus revaluasi awal dan akhir periode
Metode dan asumsi dalam mengestimasi nilai wajar aset
 Nilai keseluruhan biaya riset dan pengembangan yang diakui sebagai biaya selama
periode

PSAK 57
Tujuan: mengatur pengakuan dan pengukuran estimasi kewajiban, kewajiban kontinjensi,
dan aset kontinjensi, dan memastikan bahwa informasi yang tepat diungkap dalam komentar
pada laporan keuangan.

Ruang Lingkup:
Persyaratan ini harus diakui dan dilakukan seluruh entitas yang ada di akuntansi untuk
kewajiban diestimasi, kewajiban kontinjensi, dan aset kontinkensi, kecuali kewajiban
diestimasi dan kontinjensi

Definisi:
- Aset kontinjensi: sesuatu yang mengacu pada aset pontensial untuk entitas yang
telah terjadi sebelumnya atau tidak pasti apakah mereka akan diberikan di masa
depan
- Kewajiban diestimasi: kewajiban yang memiliki kepastian dalam waktu dan jumlah
- Kewajiban kontinjensi: kewajiban potensial yang berasal dari kejadian yang terjadi
sebelumnya dan menjadi pasti dengan terjadi atau tidaknya sesuatu di masa yang
akan datang yang tidak berada dalam pegangan suatu entitas tertentu

Pengakuan
- Kewajiban diestimasi: diakui jika entitas mempunyai kewajiban yang bersikap hokum
sebagai efek sesuatu yang bersikap hukup sebagai efek sesuatu yang pernah terjadi
sebelumnya. Jika salah satu hal tidak terpenuhi, maka kewajiban diestimasi tidak bisa
diakui
- Kewajiban dini: peristiwa yang sudah pernah terjadi diperkirakan membuat jewajiban kini
jika setelah dilihat semua bukti yang tersedia, terdapat kesempatan lebih besar terjadi
dibangingkan dengan tidak terjadi bahwa kewajiban kini sudah berada di ujung masa
pelaporan
- Kewajiban kontinjensi: entitas tidak diperbolehkan mengakui kewajiban kontinjensi
- Aset kontinjensi: perusahaan tidak dapat mengenali aset kontinjensi

Pengungkapan
Harus mengungkapkan:
- Nilai yang ditulis di awal dan akhir periode
- Kewajiban diestimasi tambahan yang dibuat dalam masa terkait termasuk naik jumlah
pada kewajiban diestimasi yang tertulis
- Jumlah yang dipakai adalah jumlah yang telah terjadi dan dibebankan kepada kewajiban
diestimasi selama masa terkait
- Jumlah yang tidak dipakai yang tidak jadi selama periode terkait
- Perkembangan selama periode terkait, dalam nilai saat ini yang timbul karena waktu
yang telah lewat dan efek dari setiap perubahan tingkat diskonto
Tidak diharuskan:
- Pernyataan tentang sifat kewajiban dan mengestimasi saat arus keluar sumber daya
terjadi
- Indikasi yang tidak jelas saat atau jumlah arus keluar tersebut jika dibutuhkan dalam
rangka memperoleh informasi yang lengkap, entitas harus mengatakan asumsi utama
yang berdasar pad aprakiraan peristiwa kedepan
- Jumlah estimasi penukaran yang nantinya diterima dengan mengatakan jumlah aset
yang sudah disahkan untuk estimasi penukaran

PSAK 46
Tujuan:
1. Penyelesaian masa depan jumlah tercatat aset dan liabilitas yang diakui dalam laporan
posisi keuangan entitas
2. Transaksi dan peristiwa lain pada periode berjalan yang diakui dalam laporan keuangan
entitas

Ruang Lingkup
Diterapkan pada pajak penghasilan
1. Pajak penghasilan mencakup seluruh pajak dalam negeri dan luar negeri yang
didasarkan pada labak ena pajak. Pajak yang termasuk adalah pemotongan pajak yang
terutang oleh entitas anak, asosiasi atau pengaturan Bersama
2. Dikosongkan
3. Pernyataan berikut tidak mengatur metode akuntnasi untuk hibah pemerintah

Pengakuan
- Aset dan liabilitas pajak kini
= jumlah pajak kini untuk periode berjalan dan sebelumnya yang belum dibayar diakui
sebagai liabilitas. Jika jumlah pajak yang telah dibayar utk periode berjalan dan periode-
periode sebelumnya melebii jumlah pajak yang terutang untuk periode tersebut, maka
kelebihannya diakui sebagai aset

Kecuali:
a) Pengakuan awal goodwill
b) Pengakuan awal aset atau liabilitas dari transaksi yang:
- Bukan kombinasi bisnis
- Pada saat transaksi tidak memberi dampak kepada laba akuntansi atau laba kena pajak

Munculnya Perbedaan Temporer


- Aset teridentifikasi yang diboleh dan liabilitas yang diambil alih dalam kombinasi bisnis
diakui pada nilai wajar. Aset direvaluasi dan tidak dibutuhkan penyesuaian setara untuk
tujuan pajak
- Goodwill yang disebabkan oleh kombinasi bisnis
- Dasar pengenaan pajak pada aset ataupun liabilitas pada pengakuan awal berbeda dari
akumulasi yang dicatat awal
- Jumlah yang dicatat invetasi ada entitas anak, cabang dan asosiasi ataupun kepentingan
dalam pengaturan bersama menjadi bda dengan dasar pengenaan pajak pada investasi
atau kepentingan tersebut

Pengukuran
- Liabilitas pajak kini untuk periode berjalan dan sebelumnya diukur sebesar akumulasi
yang diinginkan akan dibayar kepada yang berhak, yang dihitung dengan tarif pajak yang
berlaku
- Aset dan liabilitas pajak tangguhan dihitung dengan tarif pajak yang diinginkan berlaku
saat aset dipulihkan atau liabilitas diselesaikan, berdasarkan tarif pajak yang berlaku