Anda di halaman 1dari 5

Dharmakarya: Jurnal Aplikasi Ipteks untuk Masyarakat Vol. 4, No.

2, Nopember 2015: 88 - 92
ISSN 1410 - 5675

PENINGKATAN PENDIDIKAN DAN PENGEMBANGAN KOMPETENSI GURU SMA NEGERI 1


KATAPANG MELALUI PARTISIPASI DALAM PUBLIKASI AKADEMIS DI MEDIA MASSA

Hafiar, H., Damayanti, T., Subekti, P. dan Fatma, D.


Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran
E-mail: hannyhafiar@yahoo.com

ABSTRAK Dilihat dari perspektif guru sebagai subjek,


Budaya menulis semakin tumbuh dan berkembang sebagai praktisi pendidikan, para guru memiliki potensi
di kalangan guru. Adanya perkembangan teknologi menulis yang sangat besar. Guru sebenarnya memiliki
disatu pihak informasi memfasilitasi dan memudahkan segudang bahan berupa pengalaman pribadi tentang
guru untuk mencari inspirasi, mengumpulkan bahan sistem dan model pembelajaran yang dijalankan.
tulisan, menulis berbagai jenis tulisan, dan mempubli- Guru dapat menulis tentang indahnya menjadi guru
kasikannya melalui media. Alat perekam memudahkan atau dapat juga menuliskan pengalaman suka-duka
guru merekam aktivitas mengajarnya dan kemudian menjadi guru. Guru dapat juga memaparkan sisi-sisi
memindahkannya ke dalam video atau ke dalam kehidupan guru dan sebagainya. Di pihak lain, sebagai
teks. Membaca dan menulis adalah sebuah kewajiban objek, selama ini banyak orang menjadikan guru
bagi guru untuk mengembangkan wawasan dan sebagai bahan perbincangan dan sebagai bahan tulisan.
mengembangkan potensi diri agar mampu mengajar Berupa aturan dan hukum mengenai profesi guru yang
anak didik dengan lebih baik. Terlebih kini guru juga semakin marginal ini. Berbagai keprihatinan terhadap
dituntut untuk membuat penelitian tindakan kelas dan profesi guru yang semakin langka itu dapat menjadi
mempublikasikan hasil penelitiannya. Namun, tidak sejuta bahan untuk ditulis. Sayangnya, tulisan-tulisan
semua guru memiliki kompetensi untuk menuangkan mengenai guru kebanyakan tidak ditulis oleh para guru.
gagasannya ke dalam bentuk tulisan. Hal itu disebabkan Padahal, jika semua itu ditulis oleh guru, penulisan oleh
oleh metode ajar yang dilakukan para guru yang sang guru itu akan menjadi sebuah proses pembelajaran
cenderung bersifat komunikasi lisan dan tatap muka di bagi semua orang.
kelas. Untuk itu pelatihan menulis artikel sebagai bahan Rooijakkers (1991:189‒228) dalam bukunya
publikasi ilmiah bagi guru sangatlah diperlukan untuk yang bertajuk Mengajar dengan Sukses memberi
meningkatkan kompetensi mereka sebagai pendidik. petunjuk kepada seorang guru yang ingin mengajar
Metode pelaksanaan pelatihan ini dimulai dengan dengan sukses, yang salah satu adalah keterampilan
tahap persiapan, pelak-sanaan dan evaluasi. Pelasanaan guru dalam membuat karya ilmiah atau tulisan lain
menggunakan metode ceramah dan praktik langsung yang bertujuan untuk mempermudah terjadinya
menulis artikel ilmiah dan dikirimkan ke berbagai media proses belajar di pihak siswa. Guru tidak cukup hanya
massa yang menyediakan kolom khusus bagi guru. berbicara di muka kelas saja tetapi usaha itu perlu
dibarengi dengan berkomunikasi lewat media seperti
Kata kunci: pelatihan, menulis, publikasi, media massa, guru. misalnya modul, diktat, makalah atau tulisan ilmiah.
Berkaitan dengan perlunya seorang guru menulis
PENDAHULUAN bahan mengajar juga direkomendasikan oleh Tjipto
Utomo dan Kees Ruijter (1991) melalui bukunya yang
Lahirnya Permeneg Pendayagunaan Aparatur berjudul Peningkatan dan Pengembangan Pendidikan.
Negara dan Reformasi Birokrasi No.16 Tahun 2009 Mereka antara lain menulis bahwa dalam mengajar,
berimplikasi terhadap jabatan guru dan pengusulan seorang guru perlu mempersiapkan segala sesuatunya
kenaikan pangkat melalui penetapan angka kredit. berkaitan dengan proses belajar siswa, termasuk antara
Peraturan baru itu terdiri atas 13 Bab dan 47 pasal; secara lain adalah membuat modul untuk bahan kelengkapan
keseluruhan mengandung semangat yang bertujuan belajar mandiri di kalangan siswa.
untuk meningkatkan kompetensi dan profesionalisme Di jaman sekarang, seorang guru tidak mungkin
guru sebagai tenaga profesional yang mempunyai lagi dapat menguasai seluruh perkembangan informasi
fungsi untuk meningkatkan mutu pendidikan nasional pendidikan yang semakin mengompleks. Bahkan
sebagaimana diamanatkan dalam Undang-undang No. tidak jarang seorang guru harus berusaha keras karena
14 Tahun 2005 Pasal 4. merasa tertinggal menghadapi para siswa yang banyak
Semangat untuk meningkatkan profesionalisme membaca. Bukankah perkembangan informasi dewasa
guru tersebut antara lain terlihat dengan adanya ini sangat sulit bisa diikuti oleh seorang ahli sekalipun,
kewajiban bagi guru golongan III-b untuk membuat mengingat perkembangannya yang semakin kompleks
publikasi ilmiah atau karya inovatif. Seandainya setiap (Yusup 1995).
guru dibiasakan untuk mendokumentasikan dengan baik Hasil penelitian dapat dalam bentuk penelitian
apa yang telah dilakukan dalam pembelajaran, bukan tindakan kelas atau dalam bentuk buku sebagai upaya untuk
hal yang musykil untuk memenuhi kewajiban itu. Hal meningkatkan profesionalisme guru karena penelitian
itu masih menjadi beban bagi guru karena kegiatan itu yang dilakukan tak jauh dari apa yang dilakukannya
belum terbiasakan. Dalam pengusulan kenaikan pangkat dalam proses belajar mengajar. Penelitian tindakan kelas
dan jabatan guru dari golongan IV-a ke IV-b, para guru yang dilakukan oleh guru dapat meningkatkan kualitas
wajib untuk menyerahkan minimal satu karya tulis hasil belajar mengajar dan mutu layanan pendidikan yang
penelitian dan satu artikel yang terbit di jurnal. Tuntutan diberikan kepada peserta didik.
kewajiban itu merupakan tantangan yang harus disikapi Hal yang perlu mendapatkan perhatian adalah
dan dihadapi. artikel yang diterbitkan di jurnal ilmiah. Itu merupakan
Peningkatan Pendidikan dan Pengembangan Kompetensi Guru melalui Partisipasi dalam Publikasi Akademis 89

tantangan yang amat berat karena banyaknya jumlah 5. Modul Penulisan Karya Ilmiah yang diajukan ke
guru yang membutuhkan jurnal sebagai media HAKI.
publikasi artikel ilmiah sementara jumlah jurnal 6. Sertifikat bagi peserta sebagai keterangan telah
sangat terbatas. Berdasarkan data LIPI jumlah jurnal mengikuti pelatihan karya tulis ilmiah.
ilmiah yang terakreditasi di Indonesia hanya sekitar
300 jurnal. Kepala Pusat Dokumentasi dan Informasi
Ilmiah Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (PDII BAHAN DAN METODE
LIPI) Sri Hartinah mengatakan, jumlah jurnal ilmiah
nasional terakreditasi yang dimiliki Indonesia masih Dengan melihat berbagai kondisi seperti
sangat rendah. Dalam catatan LIPI, hingga saat ini, terungkap dalam permasalahan dan latar belakang
jumlah jurnal ilmiah (cetak) di Indonesia hanya di atas, pemecahan masalahnya dilakukan sebagai
sekitar 7.000 buah. Dari jumlah itu, hanya 4.000 berikut.
jurnal yang masih terbit secara rutin dan hanya 1. Perlu diadakan semacam terobosan untuk
300 jurnal ilmiah nasional yang telah mendapatkan mengatasi masalah kurangnya keterampilan
akreditasi LIPI (Kompas.com, 7/2/2012). menulis para guru, yakni melalui kegiatan kursus
Budaya tulis akan semakin tumbuh di kalangan menulis secara sederhana, baik tulisan ilmiah
guru dengan perkembangan teknologi informasi yang maupun tulisan yang berkaitan dengan pendidikan.
memfasilitasi guru untuk memudahkan menulis sebab 2. Bentuk kursus menulis ini sifatnya praktis. Peserta
hadirnya alat perekam dalam peralatan komunikasi diberi petunjuk teknis cara memulai menulis
memudahkan guru merekam aktivitas mengajarnya dengan benar, kemudian dilanjutkan dengan
dan kemudian memindahkannya ke dalam video atau latihan menulis kepada peserta.
ke dalam teks. 3. Dengan teknik praktis ini diharapkan peserta
Membaca dan menulis merupakan kewajiban yang umumnya para orang dewasa menjadi
bagi guru untuk mengembangkan wawasan dan lebih memahami akan teknik atau materi yang
mengembangkan potensi murid. Sudah selayaknya disampaikan.
guru harus mulai berani untuk menulis dan meneliti
dengan apa yang mereka kerjakan dalam profesinya. Untuk mewujudkan kegiatan PKM ini Tim
Dalam kenyataannya di lapangan masih banyak Dosen Fikom Unpad bersinergi dengan para guru SMA
para guru dan tentu saja termasuk kepala sekolahnya Negeri I Katapang dan pimpinan sekolah tentunya
(SD, SMP, dan SMA) yang masih perlu bantuan dalam dijadikan mitra utama dalam penyelenggaraan
meningkatkan keterampilan menulis. Hal itu juga kegiatan PKM ini. Dalam tataran pelaksanaannya
terjadi di lingkungan SMA Negeri 1 Katapang. Untuk PKM ini memiliki beberapa tahapan kegiatan yang
itu kami tim pengabdian kepada masyarakat dari dilakukan dalam rangka mempermudah pelaksanaan
Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran kegiatan tersebut. Adapun langkah-langkah kegiatan
bertujuan untuk membantu mereka yang ingin yang kami lakukan sebagai prosedur kerja yang
meningkatkan keterampilan menulis, baik tulisan mendukung realisasi kegiatan PKM ini adalah
ilmiah maupun tulisan yang bersifat pendidikan sebagai berikut.
untuk para guru
A. Persiapan
TARGET DAN LUARAN 1. Melakukan survei kebutuhan kepada masya-
rakat, khususnya potensi wilayah yang men-
Target luaran yang hendak dicapai adalah cakup mengenai jenis kebutuhan yang perlu
sebagai berikut. diselenggarakan dalam kegiatan PKM Tim Dosen
1. Pelatihan peningkatan pendidikan dan pengembangan Prodi Ilmu Humas Fikom Unpad ini.
kompetensi guru guru SMAN I Katapang Kabupaten 2. Melakukan koordinasi dengan pihak sekolah
Bandung mengenai teknik membuat laporan tulisan dan unsur pimpinan masyarakat sekitar yang
ilmiah ini diharapkan akan dapat berguna bagi berada di wilayah Katapang Kabupaten
peserta khususnya untuk kepentingan kegiatan Bandung.
sejenis di masa yang akan datang serta para guru 3. Membuat perizinan pelaksanaan kegiatan
dapat membuat laporan atau tulisan ilmiah yang PKM Tim Dosen Prodi Ilmu Humas dari pihak
sifatnya standar. Fakultas atau Universitas Padjadjaran kepada
2. Pengetahuan akan teknik membuat laporan tertulis SMA Negeri I Katapang Kabupaten Bandung
yang sifatnya ilmiah bagi para guru dapat membantu yang rencananya akan dijadikan sebagai tempat
mengembangkan potensi yang dimilikinya di masa dan lokasi pelaksanaan PKM Tim Dosen Prodi
yang akan datang. Ilmu Humas Fikom Unpad.
3. Jabatan guru sekarang diakui sebagai jabatan 4. Menyerahkan dan mengkonfirmasi perizinan
fungsional, yang antara lain pengakuan prestasinya penyelengaraan kegiatan PKM Tim Dosen Prodi
dilakukan melalui hasil tulisan (laporan ilmiah) Ilmu Humas Fikom Unpad ke pihak sekolah
baik untuk diterbitkan maupun tidak. Dengan untuk mendapatkan kepastian mengenai jadwal
demikian, kegiatan kursus menulis laporan ini pelaksaanaan kegiatan penyebaran implementasi
sangat membantu dalam memecahkan sebagian ilmu komunikasi bagi masyarakat (siswa dan
masalah mereka dalam hal teknik menulis laporan. guru di SMA Negeri I Katapang).
4. Peserta pelatihan mempublikasikan karya tulisnya
di media massa cetak.
90 Hafiar, H., Damayanti, T., Subekti, P. dan Fatma, D.

B. Pelaksanaan Negeri 1 Katapang menggunakan metode ceramah,


Semua permasalahan yang diusulkan dalam tanya jawab, dan simulasi. Tujuan pelatihan ini adalah
PKM ini dibahas secara lengkap. Dimulai dari untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan
pengertian tulisan ilmiah, semi ilmiah, laporan guru dalam membuat artikel ilmiah.
penelitian, modul, atau tulisan lain yang berkaitan Kegiatan pelatihan dilaksanakan pada hari
dengan pendidikan, disampaikan secara praktis. Sabtu, 09 November 2013 mulai 08.00 hingga 13.00
Pengertian judul, anak judul, latar belakang WIB, bertempat di SMA Negeri 1 Katapang dengan
masalah, perumusan masalah, tujuan penulisan, 16 peserta dari target 35 peserta.
manfaat tulisan, kerangka pemikiran, tinjauan Acara dimulai dengan sambutan dari
kepustakaan, uraian dan analisis, metode penulisan, perwakilan tim PKM Fakultas Ilmu Komunikasi
dan juga kesimpulan dan saran-saran, semuanya Universitas Padjadjaran yang diwakili oleh Ketua Prodi
dibahas secara lengkap. Penyampaian materi Humas, Trie Damayanti, M.Si. yang diterima oleh
dimaksud dilengkapi juga dengan diskusi mengenai Kepala Sekolah SMAN 1 Katapang. Penyambutan
masalah-masalah yang ditanyakan. dilakukan secara simbolis yang dihadiri oleh perwakilan
Di samping itu diadakan pula pelatihan singkat guru dan tim dosen.
untuk membuat judul karangan dan tugas untuk Kegiatan pelatihan Program Peningkatan pendi-
membuat laporan karya ilmiah untuk kepentingan dikan dan pengembangan kompetensi guru melalui
pendidikan. Para peserta juga diberi buku panduan penulisan artikel ilmiah dimulai dari penjelasan
menulis yang ringkas hasil fotokopi yang setiap saat mengenai dasar-dasar penulisan, sistematika penulisan,
bisa mereka manfaatkan. layout penulisan dan pemilihan topik topik yang akan
Metode yang digunakan dalam kegiatan di tulis.
pengabdian kepada masyarakat ini adalah ceramah dan Sesi pertama, peserta mendapatkan materi
praktik/latihan menulis sederhana tentangberbagai tentang dasar-dasar penulisan, peserta mendapatkan
masalah atau topik, baik tulisan berbentuk laporan pengetahuan teoritik untuk penambahan kognisi,
ilmiah maupun tulisan untuk kepentingan pendidikan. selama 1,5 jam dengan pembicara Dr. Hanny
melalui pelatihan ini nantinya diharapkan pengalaman Hafiar, M.Si. Pada sesi pertama pelatihan yang
tersebut bisa ditularkan kepada rekan sejawat dan diberikan bersifat penambahan pengetahuan untuk
para siswa memberikan pemahaman para peserta secara logis
dan ilmiah dalam menguraikan dan membahas suatu
C. Evaluasi permasalahan serta dapat menuangkannya secara
Evaluasi di sini dilakukan dengan dua cara, sistematis dan terstruktur.
yakni melalui tanya jawab langsung dengan pihak Karya tulis ilmiah tersebut dapat berupa karya
sasaran mengenai keberhasilan kegiatan ini di akhir tulis ilmiah hasil penelitian, pengkajian, survei dan
pelaksanaan program; melalui hasil tulisannya selama evaluasi, karya tulis/makalah berupa tinjauan atau
mengikuti kegiatan kursus ini; dan melalui kegiatan ulasan ilmiah gagasan sendiri, tulisan ilmiah
pemantauan (monitoring) ke lapangan tentang populer, prasaran berupa tinjauan wawasan atau
kelanjutan dan efek kegiatan ini secara keseluruhan. ulasan ilmiah yang disampaikan pada pertemuan
Dari hasil evaluasi ini bisa ditentukan kegiatan lanjut, ilmiah, buku pelajaran atau modul, diktat pelajaran,
apakah perlu diteruskan pengembangannya atau penerjermahkan karya ilmiah, artikel, dan berbagai
sudah cukup. produk lain yang dapat dipublikasikan.
Karena program kegiatan ini sifatnya berkelanjutan, Karya tulis ilmiah yang ditulis guru hendaknya
pada waktu yang akan datang hasil dari kegiatan yang memenuhi syarat-syarat sebagai berikut:
sekarang ini menjadi dasar untuk dilakukannya kegiatan- 1. asli (original), (bukan karya jiplakan) dan
kegiatan selanjutnya. Untuk sementara yang didahulukan menjauhi duplikasi, maksudnya karya tulis yang
penggarapannya adalah pada upaya peningkatan dihasilkan harus merupakan produk asli guru dan
keterampilan guru-guru pustakawan yang terlibat sesuai denganbidang ilmu yang dimiliki serta
langsung dengan pengelolaan perpustakaan. permasalahan yang dihadapi di lingkungannya;
Keterlibatan mitra dalam pelaksanaan 2. perlu/bermanfaat (useful), yakni karya tulis yang
program pengabdian Tim Dosen Prodi Ilmu dihasilkan guru harus dirasakan manfaatnya secara
Humas Fikom Unpad pada tahun ini ditingkatkan langsung oleh guru dalam meningkatkan kualitas
dengan menyediakan fasilitas dan peserta yang belajar-mengajar;
representatif dalam mendukung kegiatan ini. Selain 3. ilmiah (scientific), yakni karya tulis yang dihasilkan
itu, mitra pengabdian mengharapkan bahwa SMA harus disusun secara ilmiah, sistimatis, runtut, dan
Negeri I Katapang ini dapat menjadi binaan secara memenuhi persyaratan penulisan karya ilmiah; dan
berkelanjutan dan bervariasi dari sisi kegiatan PKM 4. konsisten (concistency), maksudnya karya yang
yang dilakukan Universitas Padjadjaran pada tahun- dihasilkan harus memperlihatkan keajegan dan
tahun selanjutnya. konsistensi pemikiran yang utuh, baik secara
keseluruhan maupun hubungan antarbab bagian
HASIL DAN PEMBAHASAN karya tulis yang disajikan.

Hasil Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat Perlu juga diperhatikan mengenai sifat dan isi
Program Peningkatan pendidikan dan tulisan dari sebuah karya tulis ilmiah sebagai berikut:
pengembangan kompetensi guru melalui partisipasi 1. kreatif dan objektif, dimaksudkan agar tulisan
dalam publikasi akademis di media massa di SMA tetap memperhatikan gagasan yang kreatif
Peningkatan Pendidikan dan Pengembangan Kompetensi Guru melalui Partisipasi dalam Publikasi Akademis 91

untuk menyelesaikan suatu permasalahan yang pokok dan fungsi kami (tim) sebagai sivitas
berkembang di masyarakat; dan akademika perguruan tinggi (Unpad).
2. tulisan tidak bersifat emosional atau tidak 2. Terciptanya hubungan yang baik antara kami yang
menonjolkan permasalahan subjektif dan tulisan mewakili institusi Unpad dengan masyarakat,
harus didukung oleh data dan/atau informasi khususnya dengan para pendidik, pengelola
terpercaya, sekolah dan siswa-siswa SMAN 1 Katapang.
3. Terjalinnya kerjasama yang erat ditindaklanjuti
Selanjutnya setelah pemberian materi dilaku- dengan adanya harapan untuk dapat terus membina
kan diskusi tanya jawab mengenai materi yang kerjasama ini dimasa yang akan datang.
telah disampaikan. Diskusi berlangsung cukup 4. Tersampaikannya materi penulisan artikel yang
ramai dikarenakan peserta antusias terhadap materi dapat memberikan bekal pengetahuan dan
pelatihan yang disampaikan. keterampilan kepada guru di SMAN 1 Katapang.
Setelah rehat sesi kedua dilanjutkan dengan Setiap materi disampaikan oleh semua anggorta
praktik menulis selama 2 jam, dengan dipandu oleh Tim bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan
tim PKM Unpad. Mekanisme praktik menulis ini dan keterampilan para peserta PKM.
terdiri dari beberapa tahap: 5. Peserta cukup antusias untuk mengikuti setiap
a. peserta diminta menuliskan topik tulisan yang materi yang disampaikan berikut praktik yang
akan dibuat artikel ilmiahnya; dilakukan secara bersama-sama sehingga tidak
b. setelah topik tulisan disusun kemudian dibahas hanya pengalaman secara kognisi dan afeksi saja
satu per satu oleh tim PKM mengenai fokus yang mereka peroleh selama mengikuti pelatihan
tidaknya topik dan judul yang akan dibuat; ini. Namun, mereka juga mendapatkan pengalaman
c. setelah judul dan topiknya disusun peserta secara praktis (psikomotorik) sehingga mereka
kemudian diberikan waktu 30 menit untuk jauh lebih mudah untuk memahami setiap materi
menyusun sebuah draft tulisan karya ilmiah; yang disampaikan.
d. setelah selesai peserta maju ke depan kelas 6. Kegiatan ini menimbulkan tanggapan yang
untuk mempresentasikan hasil karyanya dan cukup positif. Mereka sangat mengharapkan apa
dikomentari olehtim PKM dan peserta lainnya yang sudah mereka dapatkan selama mengikuti
sebagai masukan; dan pelatihan ini dan akan mencoba untuk menulis
e. yang terakhir, hasil presentasi disempurnakan beberapa artikel dan akan mencoba mengirimnya
kembali oleh peserta dan minggu depan, tim ke media cetak.
PKM kembali datang ke lokasi untuk melakukan 7. Bahan materi pelatihan dan modul yang diberikan
monitoring. secara cuma-cuma sangat bermanfaat bagi setiap
peserta karena mereka berpendapat bahwa selama
Pembahasan Kegiatan Pengabdian Kepada ini kesulitan untuk mendapat panduan yang
Masyarakat bersifat praktis untuk menulis sebuah artikel.
Kompetensi profesional seorang guru ber-
hubungan dengan penyelesaian tugas-tugas keguruan Seorang guru dapat mengembangkan
dan berhubungan langsung dengan kinerja yang kemampuannya menulis karya ilmiah dan manfaat
ditampilkan. Salah satu tuntutan profesional tersebut yang dapat diperoleh antara lain:
adalah kemampuan guru dalam melaksanakan a. melatih mengembangkan keterampilan membaca;
penelitian dan berpikir ilmiah untuk meningkatkan b. melatih menulis dari berbagai sumber dan
kinerja. Kenyataannya, tuntutan kompetensi tersebut mengembangkannya ke tingkat pemikiran yang
bukan suatu tugas atau sesuatu hal yang mudah bagi lebih matang;
para guru. Pada umumnya para guru belum faham akan c. memperluas cakrawala ilmu pengetahuan;
penyusunan karya tulis ilmiah. d. memperoleh kepuasan intelektual; dan
Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi e. menambah angka kredit bagi guru.
yang semakin maju, seharusnya dapat memicu
semangat para guru untuk beraktivitas dalam Secara umum kegiatan ini dinilai cukup berhasil
menyemarakkan dunia pengetahuan. Pada dasarnya dari segi perencanaan, pelaksanaan maupun hasil
guru mempunyai segudang ide untuk diungkapkan. kegiatan pelatihan secara umum. Hal itu tergambar
Salah satunya bersumber dari permasalahan yang dari komentar, tanggapan maupun permintaan para
ada di sekitarnya, khususnya dalam proses belajar- peserta yang menginginkan kegiatan serupa di masa
mengajar di dalam kelas, tetapi guru kurang mendatang baik dengan materi yang sama maupun
memahami dan akhirnya belum dapat menuangkannya berbeda.
ke dalam sebuah karya tulis ilmiah yang layak untuk
dipublikasikan dan dikonsumsi masyarakat. SIMPULAN
Setelah kegiatan PKM (Pengabdian Kepada
Masyarakat) ini selesai dilaksanakan ada beberapa Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat bertema
hal yang telah dapat dihasilkan baik bagi Tim maupun Peningkatan Pendidikan dan Pengembangan Kompetensi
peserta yang menjadi target sasaran dari kegiatan ini. Guru melalui Partisipasi dalam Publikasi Akademis
Beberapa hal tersebut di antaranya sebagai berikut. di Media Massa di SMA Negeri 1 Katapang dapat
1. Terlaksananya upaya untuk melakukan kegiatan membantu mengatasi keterbatasan peserta (guru) dalam
pengabdian pada masyarakat yang menjadi tugas hal:
92 Hafiar, H., Damayanti, T., Subekti, P. dan Fatma, D.

1. pengetahuan dan keterampilan mengenai penulis- DAFTAR PUSTAKA


an artikel;
2. sistematika penulisan artikel; dan Rooijakkers, Ad. 1991. Mengajar dengan Sukses:
3. jenis-jenis artikel. Petunjuk Umum untuk Merencanakan
dan Menyampaikan Pengajaran. Jakarta:
Kegiatan pelatihan ini sebagai sebuah upaya Grasindo.
bimbingan teknis, khususnya dalam meningkatkan
Shores, Louis. 1968. Instructional Materials: An
dan mengembangkan potensi guru dalam hal menulis.
Introduction for Teachers. New York: Ronald
Dengan demikian diharapkan budaya membaca dan
Press.
menulis dapat dioptimalkan.
Susanto, Astrid S. 1985. Pengantar Sosiologi dan
Perubahan Sosial. Bandung, Binacipta.
Utomo, Tjipto dan Kees Ruijter. 1991. Peningkatan
dan Pengembangan Pendidikan. Jakarta:
Gramedia Pustaka Utama.