Anda di halaman 1dari 3

PERAWATAN PADA KEMOTERAPI DAN RADIOTERAPI

1. Definisi
Radioterapi adalah penggunaan sinar X pada lokasi kanker untuk menghancurkan sel
kanker. Sedangkan kemoterapi adalah penggunaan obat- obatan anti kanker untuk membunuh
sel kanker. Kemoterapi dilakukan dengan menggunakan beberapa obat antikanker dalam
kombinasi regimen kemoterapi ataupun dengan 1 jenis obat anti kanker.
Pada pasien kanker, pelaksanaan kemoterapi dan radioterapi biasanya dikombinasikan
untuk mendapatkan hasil yang efektif. Radioterapi pada kanker paru dapat menjadi terapi
kuratif atau paliatif.

2. Indikasi
a. Radioterapi
Radioterapi dapat digunakan sebaagai terapi kuratif maupun paliatif. Pada terapi kuratif,
radioterapi menjadi bagian dari kemoterapi neoadjuvan untuk KPKBSK stadium IIIA.
Sedang pada terapi, paliatif radiasi sering digunakan sebagai tindakan darurat yang harus
dilakukan untuk meringankan keluhan penderita.
Indikasi dilakukan radioterapi berdasarkan 3 hal berikut:
1. Staging penyakit
2. Status tampilan
3. Fungsi paru
Bila radiasi dilakukan setelah pembedahan, maka harus diketahui :
1. Jenis pembedahan termasuk diseksi kelenjar yang dikerjakan
2. Penilaian batas sayatan oleh ahli Patologi Anatomi (PA)
b. Kemoterapi
Kemoterapi dapat diberikan pada semua kasus kanker paru. Syarat utama harus ditentukan
jenis histologis tumor dan tampilan (performance status) harus lebih dan 60 menurut skala
Karnosfky atau 2 menurut skala WHO.

3. Persiapan sebelum pelaksanaan


a. Radioterapi
Syarat standar sebelum penderita diradiasi adalah:
1. Hb > 10 g%
2. Trombosit > 100.000/mm3
3. Leukosit > 3000/dl
Radiasi paliatif diberikan pada unfavourable group, yakni :
1. PS < 70
2. Penurunan BB > 5% dalam 2 bulan.
3. Fungsi paru buruk.
b. Kemoterapi
Syarat standar yang harus dipenuhi sebelum kemoterapi
1. Tampilan > 70-80, pada penderita dengan PS < 70 atau usia lanjut, dapat diberikan
obat antikanker dengan regimen tertentu dan/atau jadual tertentu.
2. Hb > 10 g%, pada penderita anemia ringan tanpa perdarahan akut, meski Hb < 10 g%
tidak pertu tranfusi darah segera, cukup diberi terapi sesuai dengan penyebab anemia.
3. Granulosit > 1500/mm3
4. Trombosit > 100.000/mm3
5. Fungsi hati baik
6. Fungsi ginjal baik (creatinin clearance lebih dari 70 ml/menit)

4. Efek samping
Adapun mengenai efek dari kemoterapi antara lain sebagai berikut :
a. Deman dan infeksi
Kemoterapi akan mengakibatkan penurunan daya tahan tubuh sehingga akan rentan
terkena penyakit yang dapat menimbulkan infeksi. Pencegahan yang dapat dilakukan
adalah dengan selalu mencuci tangan sebelum dan sesudah memegang apapun, hindari
hubungan kontak dengan cairan tubuh orang di sekeliling, selalu memasak makanan
hingga matang dan hindari makanan cepat saji.
b. Mual dan muntah
Mual dan muntah juga termasuk efek samping yang paling sering ditemukan pada pasien
dengan kemoterapi. Untuk mengurangi efek tersebut ada beberapa tips yang dapat
dilakukan, antara lain sebelum dilakukan kemoterapi makanlah makanan kecil, hindari
perut kosong maupun isi perut yang berlebihan.
Untuk pengaturan pola makan sebelum dan sesudah kemoterapi sebagai berikut:
1) Sebelum kemoterapi
Lakukan diet seimbang dengan makan 4 sehat 5 sempurna. Akan tetapi, sehari
sebelum kemoterapi kurangi makanan berlemak. Konsumsi makanan yang tinggi
vitamin dan karbohidrat seperti nasi, pasta, ikan, ayam, telur atau daging.
2) Saat kemoterapi
Maknaan yang disarankan untuk dimakan adalah makanan yang rendah lemak, tinggi
karbohidrat dan tinggi protein. Adapun contoh makanan tersebut antara lain sereal,
ayuran atau buah- buahan dengan syarat mudah dicerna.
3) Setelah kemoterapi
Kemoterapi akan membuat fisik seseorang tampak lemah sehingga penderita harus
memilih makanan bergizi dan mudah dicerna seperti beras lembut, bubur, roti, ikan,
ayam, sup,pisang. Dianjurakan untuk makan dalam jumlah kecil namun sering dan
olahraga yang tepats erta gunakan yoghurt sebagai pengganti susu untuk menghindari
perut kembung.
c. Rambut rontok
Banyak orang beranggapan bahwa efek samping kemoterapi berupa rombut rontok adalah
efek yang paling sulit ditangani. Umumnya rambut rontok akan timbul pada minggu kedua
dan ketiga setelah dilakukan kemoterapi. Selain rontok pada kulit kepala, rambut seperti
alis, bulu mata, dan lain sebagainya juga mengalami kerontokan. Hal berikut mungkin
dapat dilakukan misalnya biasakan dengan rambut pendek sehingga jika suatu saat rambut
rontok, tidak akan begitu terlihat. Namun jika pasien tetap tidak percaya diri dengan
rambut rontok, pilihan menggunakan wig mungkin dapat dilakukan.
d. Diare atau sembelit
Ada beberapa jenis obat kemoterapi yang dapat menyebabkan diare atau bahkan sembelit.
Disarankan jangan menggunakan obat pencahar atau apapun tanpa resep dari dokter.
Untuk mengatasi sembelit minumlah air putih sebanyak 8 gelas perhari. Olah raga juga
dapat dilakukan semampu pasien.