Anda di halaman 1dari 20

PENUNTUN PRATIKUM 1

ZOOLOGI INVERTEBRATA

DOSEN PENGAMPU ASISTEN PRATIKUM

1. 1. ……………………………
2. ……………………………
2.
3. ……………………………
4. ……………………………

PENILA

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI


JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS BENGKULU
2020
2

DAFTAR ISI

Tema Pratikum

1. Porifera........................................................................................................................................4

2. Coelentrata...............................................................................................................................4

3. Molusca.......................................................................................................................................7

4. Platihelmynthes....................................................................................................................10

5. Nemahelminthes..................................................................................................................10

6. Anelida.........................................................................................................................................10

7. Echinodermata.....................................................................................................................16

8. Arthropoda..............................................................................................................................18
3

TATA TERTIB PRATIKUM

1. Pratikan harus sudah berada di LAB sebelum pratikum dimulai


2. Jika pratikan terlambat, maka tidak dizinkan untuk mengikuti kegiatan
pratikum
3. Mengenakan Jas LAB ketika memasuki LAB atau dari awal kegiatan
4. Bagi pratikan yang tidak mengenakan jas LAB maka tidak dizinkan
mengikuti pratikan
5. Perserta mengikuti pretes dan postes
6. Setiap pratikan dituntut untuk serius mengikuti kegiatan pratikum
7. Sebelum memulai pratikum masing-masing perwakilan kelompok
menyerahkan bahan pratikum yang akan di gunakan
8. Apabila terdapat kelompok memiliki bahan pratikum yang tidak lengkap,
maka kelompot tersebut tidak bisa mengikuti sebelum melengkapi bahan
9. Apabila pratikan tidak mengikuti pratikum sebanyak 2 tema, maka akan
di nyatakan gagal dalam pratikum
10. Setelah selesai melakukan kegiatan pratikum, setiap kelompok
bertanggung jawab dengan kebersihan alat-alat pratikum dan LAB
11. Jika sampai H-1 , bahan pratikum belum ditemukan maka silahkan
hubungi asisten p ratikum

FORMAT PENILAIAN

Penilaian pratikum terdiri dari beberapa komponen :


a. Kinerja pratikan
Terdiri dari sikap dan keterampilan saat melakukan
pratikum serta laporan sementara setiap kelompok
b. Pretest dan postes
c. Laporan pratikum
Laporan menggunakan buku gambar A4
d. Responsi
4

PORIFERA DAN COELENTERATA


A. Dasar Teoritik

Filum Porifera
Tubuh porifera masih diorganisasi pada tingkat seluler, artinya tersesun atas sel-sel yang
cenderung bekerja secara mandiri. Porifera dikenal juga sebagai hewan berpori. Dibanding
dengan protozoa maka susunan tubuh porifera lebih komplek. Tubuh porifera tidak lagi terdiri
atas satu sel malainkan telah tersusun atas banyak sel. Berdasarkan sejarah embrlonalnya dan ciri-
ciri khusus yang dimiliki oleh porifera beberapa ahli memasukan porifera ke dalam kelompok
parazoa atau hewan sampingan,

Sebagian besar porifera hidup di laut kecuali famili Spongillidae yang hidup di air
tawar. Secara umum porifera memiliki ciri-ciri khusus antara lain:
a. Tubuh memiliki banyak pori yang merupakan system saluran air yang
menghubungkan bagian luar clan bagian dalam tubuh
b. Tidak memiliki alat gerak
c. Sistem pencemaan berlangsung secara intraselular
d. Tubuh disokong oleh mesenchim clan spikula-spikula atau bahan serabut yang
tersusun dari bahan organic
e. Struktur tubuh dibagi atas tiga tipe yaitu ascon, sycon clan rhagon
f. Bersifat holozoik maupun saprozoik
g. Berkembang biak secara seksual dan aseksual

Klasifikasi filum ini berdasarkan bahan dasar pembentuk tubuhnya dan tipe spikulanya;

antara lain;
a: Kelas Calcarea atau Calcispongi (spikula berkapur)
Hidup di laut (pantai yang dangkal), kerangka tubuh tersusun dari bahan kapur
(CaC03). Contoh Leucosolenia, Scypha, Grantia
b. Kelas Hexactinelida atau Hyalospongiae
Hidup di laut yang dalarn, tubuh tersusun dari bahan silikat, dan spikula tipe hexaxon.
Contoh: Eupletella, Hyalonema
c. Kelas Demospongiae
Hidup di laut dan air tawar, kerangka tubuh ada yang tersusun dari bahansilikat atau
bahan sponging atau campuran silikat dan sponging, spikula tipe tetra axon atau tanpa
spikula Contoh: Oscarella, Cliona, Spongilla dll

Filum Coelenterata
Coelenterata terdiri dari tiga kelas yaitu Hydrozoa, Scyphozoa (ubur-ubur), dan
Anthozoa (anemone clan coral). Semua ditandai adanya rongga gastrovascular dan
nematocyst. Bersifat diploblastis, memiliki tentakel-tentakel disekitar mulut dan tanpa anus,
system saluran pencemaan tidak sempuma dan merupakan system gastrovascular.
1. Kelas Hydrazoa
Hidup di air tawar dengan menempel pada objek yang ada di dalam air misalnya
akar tumbuhan air, hidup soliter, tubuh berbentuk silindris yang dapat dijulurkan
dan dipendekan. Contoh: Hydra, Obelia, Hydractinia dll
5

2. Kelas Scyphozoa
Sesuai dengan namanya kelompok hewan ini memiliki tubuh yang berbentuk
seperti mangkok. Contoh Aurelia aurita
3. Kelas Anthozo
Semua anggota kelas ini hidup di laut, dari daerah intertidal sampai
kedalaman 6.000 meter terutama diperairan yang hangat. Hanya
memiliki fase polip karena fase medusanya telah tereduksi. Hidup
menetap dan menempel pada objek yang terdapat di dasar laut. Contoh:
Tubipora, Gorgonia, Cerianthus, Acropora, Fungia, Montipora dll

B. Tujuan Praktikum
Setelah melakukan praktikum diharapkan Mahasiswa dapat:
1.Mengenal obyek Porifera dan Coelenterata
2.Mempelajari struktur morfologi dari Porifera dan Coelentrata
3.Menempatkan obyek Porifera dan Coelenterata pada kedudukan taksonominya

C. Alat dan bahan


Adapun alat dan bahan yang digunakan clalam praktikum ini,
antara lain

1. Spesimen Sponge, Schypa


2. Spesimen Karang (Anthozoa)
3. Ubur-ubur (Aurelia aurita)
4. Hydra
C. Cara Kerja
1. Pengamatan Hydra
a. Cara mencari Hydra di alam
Carilah ekosistem perairan yang jemih, menggenang atau sedikit mengalir yang
ditumbuhi enceng gondok atau tumbuhan lain dan tidak banyak ikan. Ambil akar
enceng gondok atau tumbuhan air yang lain dari beberapa tempat, kemudian masukkan
dalam botol jam atau wadah lain yang tidak tembus cahaya, tutup clan berilah sedikit
celah yang terbuka. Diamkan selama semalam, dan amati bagian akar yang dekat
dengan lubang, biasanya hydra akan menempel pada akar yang ada di dekat lubang
cahaya masuk. Ciri.
b. Hydra warna hijau dan putih transparan, ukuranlah hydra dengan pipet, letakan
pada gelas obyek cembung dan amati dengan mikroskop.
c. Gambar struktur morfologis hydra clan beri keterangan bagian-bagiannya
2. Pengamatan Sponge
a. Ambil sedikit sponge, cuci dengan air bersih, tipiskan hingga satu lapis b.
Letakkan pada gelas obyek, beri sedikit air dan amati dengan mikroskop
c. Tetesi dengan eosin dan biarkan mongering, gambarlah obyek yang di amati d.
Ambil sponge, tetesi dengan HCl, amati apa yang terjadi.
3. Pengamatan Schypa
a. Letakkan sampel schypa di papan pengematan Setelah itu, amati bentuk, warna dan
ukuran .
b. Tentukan tipe aliran air dari spesies tersebut

4. Pengamatan Koral
Amatilah ciri ciri morfologi masing masing sampel dan sebutkan tipe koral yang
tersedia serta tentukan klasifikasinya dalam kedudukan taksonominya
6

E. Pustaka
Meglitsch, P.A. 1972. Invertebrate Zoology, 2nd ed. Oxford University Press, New York:
89,. 152
Gambar Rujukan
1 Porifera

Gambar 1. Struktur Morfologi Porifera Gambar 2. Tipe aliran air

•..

Gambar 3. Contoh jenis dari Filum Porifera


2. Coelentrata

Gambar 4. Struktur Coelentrata


Gambar 5. Daur Hidup Coelentrata

Gambar 6. Contoh jenis dari Filum Colentrata


7
MOLLUSCA
Dasar teoritik
Tubuh simetri bilateral, lunak dan tidak bersegmen. Kebanyakan anggautanya
memiliki cangkang yang terbuat dari zat kapur dengan bentuk beragam. Cangkang
dapat terdapat sdi luar atau di dalam tubuh. Cangkang dalam umumnya kecil,
terbuat dari zat kapur atau kitin. Mollusca hidup di perairan laut, estuarin, tawar,
dan di darat.
Anggotanya sebagian besar hidup bebas namun ada beberapa yang parasit,
komenal maupun simbiotik. Klasifikasi Mollusca didasarkan pada perbedaan
anatorni/morfologi cangkang, kepala, kaki, alat respirasi, alat reproduksi, dan system
syaraf. Filum ini terdiri dari 5, 6, atau 7 kelas yaitu:
1. Polyplacophora (±600 jenis), ditandai oleh adanya 8 buah lempengan
cangkang dengan banyak serabut-serabut insang yang berlapis, tubuh
bilateral simetris. Contoh: Chiton
2. Gastropoda (±40.000 jenis)
Terdiri dari Mollusca bercangkang tunggal, walau ada yang tanpa
cangkang. Ciri-ciri anggota kelas ini antara lain adalah Kepala terlihat
jelas, mempunyai satu atau dua pasang tentakel dengan sepasang
diantaranya bersifat retraktil dan dilengkapi dengan sebuah mata pada
ujungnya. Organ internal terdapat di dalam cangkang yang terpilin.
Cangkang memiliki variasi yang beragam, arah putaran cangkang
umumnya kea rah kanan (dekstral) dan umumnya dilengkapi dengan
operculum. Tipe cangkang yang berputar kea rah kiri (sinistral)
kebanyakan dijumpai pada gastropoda terrestrial. Sistematik Gastropoda
agak simpang siur dan menurut Paul Burtsch kelas Gastropoda berdasarkan
organ pemafasanya dibagi menjadi 3 ordo yaitu Prosobranchia,
Opisthobranchia dan Pulmonat
3. Cephalopoda
Anggota kelas ini ada ± 650 jenis, bercangkang internal atau tanpa
cangkang, tubuh tertutup oleh mantel yang tebal. Mata berkembang dengan
baik terutama pada Loligo. Mulut dilengkapi dengan dua buah rahang yang
terbuat dari kitin, berbentuk seperti catut dan dikelilingi oleh 8 - 10
tentakel. Pada hewan jantan, satu atau beberapa tentakel berubah bentuk
menjadi hectococtylus (sub kelas Celeoidea) dan spandix (sub kelas
Nautiloidea), yang selain berfungsi sebagai alat kopulasi juga untuk
menarik hewan betina. Satu- satunya kelas ini yang masih mempunyai
cangkang eksternal adalah Nautilus. Kelas Cephalopoda terdiri dari 2 ordo
yaitu Tetrabrarichia dan Dibranchia yang didasarkan pada jumlah insang,
tentakel dan ada tidaknya cangkang.Anggota ordo Tetrabranchia mempunyai
empat insang, cangkok dari bahan kapur, mempunyai sejumlah tentakel,
tanpa alat penghisap. Mata sederhana dan belum memiliki chromatophora,
tidak mempunyai kantong tinta. Satu-satunya famili yang masih hidup
adalah Nautilidae dengan species Nautilus pompilius Ordo Dibranchia,
mempunyai ciri-cir: tanpa cangkok, juka ada mengalami reduksi dan terdapat
di dalam tubuh. Cangkok terdiri dari bahan kapur atau zat tanduk,
rnempunyai sepasang insang dan nephridia. Tentakel berjumlah 8 - 10
8

dengan alat penghisap, mempunyai mantel, mata kompleks, mempunyai


kantong tinta dan chromatophora. Terdiri dari 2 sub ordo yaitu Decapoda
dan Octopoda. Subordo decapoda mempunyai cangkok chitin atau kapur
yang terdapat dalam tubuh, mempunyai 10 tentakel dengan sepasang
lebih panjang dan dilengkapi dengan alat penghisap. Contoh species
antara lain adalah Loligo pea/ii dan Sephia officinalis. Sub ordo
Octopoda sebagian besar tidak bercangkok kecuali Argonauta. Contoh
species: Argonauta argo dan Octopus bairdi.

4. Pelecypoda (bivalvia)
Anggota kelasnya Pelecypoda kurang lebih ada 20.000 jenis dengan ciri :
Mempunyai cangkang setangkup (bivalvia) dengan variasi bentuk maupun
ukurannya. Tidak memiliki cangkang kepala maupun mulut, kaki berbentuk seperti
kapak (pelecypoda), insang dapat dibuka dan ditutup dengan cara menegangkan
dan mengendurkan otot adukator dan retraktornya. Cara hidup kelas ini beragam,
ada yang membenanmkan diri, menempel pada substrat dendgan byssus atau
perekat lainnya, selain itu juga ada yang berenang aktif. Hidup di perairan laut,
payau dan tawar. Banyak anggota dari kelas ini yang memiliki nilai ekonomis
penting. Beberapa contoh spesies yang banyak dikenal dan memiliki nialai
ekonomi penting antara lain adalah : Mutilus edulis, Margartifera sp, Pinctada sp
Anandara sp tridacna sp

B. Tujuan
Setelah melakukan praktikum Mahasiswa dapat:
1. Mengenal obyek Mollusca
2. Mengenal ciri morfologi Mollusca dan anatominya
3. Menempatkan objek Mollusca pada kedudukan taksonominya

C. Alat dan bahan


Keping kaca ukuran 25 x 10 cm, beker glass 25 cc, Silat baru, Bekicot,
Mikroskop, Chiton, species Mollusca yang lain

D. Cara Kerja "'

l . Gambarlah contoh-contoh species Mollusca dari masing-masing kelas


2. Gambarlah tiap-tiap specimen tersebut di atas dan beri keterangan dan buatlah
k.lasifikasi taksonominya
3. Letakkan bekicot di atas lempeng kaca dan biarkan berjalan, amati dari bawah kaca
bagaimana gerakannya
4. Lakukan rangsangan dengan memberikah sentuhan lidi pada keempat ujung
tentakel, bagian medioventral, sekitar kepala dan bagian posterior. Amati bagaimana
reaksi terhadap stimulus tersebut
5. Pecahkan ujung cangkok bekicot yang masih hidup, ambil sedikit cairannya atau bahan
yang terdapat di dalarnnya, kemudian encerkan dengan aquadest, amati dengan
mikroskop apakah ditemukan mikroorganisme
9

E. Pustaka
Gosner, K.L. 1971. Guide to Identification of Marine and estuarine Invertebrates. A
Wiley• Intercience Publication, New York -
Meglitsch, P.A. 1972. Invertebrate Zoology, 2nd ed. Oxford University Press, New
York
Robert, D., dkk. 1982. Shallow Water Marine Molluscs of North-West Java.
Lembaga
Oseanologi Nasional, LIPI, Jakarta

Gambar Rujukan

Gambar 5. Struktur Bivalvia

Gambar 6. Strukur Chepalopoda Cumi cumi

Gambar 6,7. Strukur Gastropoda


10

VERMES
DasarTeoritik

Filum Platyhelminthes

Anggota dari filum ini meliputi 10.000 - 15.000 species dan berdasarkan sifat-sifat khusus
hewan dewasanya filum Platyhelminthes dibagi menjadi 3 kelas yaitu: Tubellaria, Trematoda
dan Cestoda.
A) Kelas Turbellaria
Hampir semua anggotanya hidup bebas, hanya
beberapa yang hi up parasit ataupun ektokomensalis.
Tubuh tidak bersegmen, bagian luar tertutup o eh
epidermis yang bersintium, sebagian dilengkapi
dengan bulu getar. Turbellaria ter olong predator
dan pemakan bangkai atau kotoran dengan lubang
mulut di partengahan tubuh bagian ventral.
Bergerak dengan bulu getar yang menutupi
tubuhnya. Bersifat hermaprodit, berkembang biak
secara sexual dan asexual. Memiliki alat indra yang
berupa bintik mata, danindera aurikel yang terdapat
dibagian kepala. Bintik mata bernpa titik hitam,
rnasing-masing dilengkapi dengan sel-sel pigmen
yang tersusun dalam bentuk mangkok yang
dilengkapi dengan sel-sel syaraf sensoris yang
sangat sensitive terhadap sinar. Contoh species
Turbellaria antara lain adalah Planaria sp., Dugesia s
Gambar 8. Planaria

B) Kelas Trematoda
Kelas Trematoda saat ini dikenal kurang lebih 8.000 jenis, mirip dengan
Turbellaria tetapi tidak memiliki bulu getar, dan mulut terletak pada bagian
anterior tubuh dan biasanya dilengkapi dengan alat penghisap (sucker). Organ
ini terdapat dibagian ventral dan berfungsi sebagai alat untuk menempel pada
hospes. Ada tidaknya sucker di bagian oral dan/ atau ventral tubuhnya menjadi
salah satu dasarpembagian kelas ini ke dalam beberapa ordo. Contoh species
trematoda yang cukup representative sebagai wakil kelas ini adalah Fasciola
hepatica atau cacing hati. Cacing dewasa hidup parasit dalam empedu biri-biri,
babi, sapi dan kadang ditemukan juga pada manusia.
11

Gambar 9. Fasciola hepatica

C) Kelas Cestoda
Tubuh anggota kelas Cestoda berlapis kutikula, mirip dengan Trematoda
namun Cestoda belum memiliki saluran pencernaan dan semua hidup endoparasit. Bagian
anterior tubuhnya berstruktur khas yang disebut scolex. Kelas Cestoda terdiri dari 2 su
kelas yaitu Cestodaria dan Eucestoda. Sub kelas cestodaria merniliki ciri-ciri tubuh tidak
bersegmen, tidak ada scolex contoh Amphilina yang hidup dalam coelom ikan. Sub kelas
Eucestoda, tubuh panjang seperti pita dengan 4 - 4.000 proglotid, scolex dengan sucker.
Sub kelas ini terdiri dari 9 ordo, dan salah satu ordo yang memiliki anggota cukup
dikenal adalah ordo Taenidae dengan species Taenia saginata dengan hospes perantara
Sapi dan Taenia solium dengan ospes perantara Babi, species ini tersebar diseluruh

dunia.

Filum Nemathelminthes

Tubuh Nemathelminthes bulat panjang dengan permukaan tubuh halus dan


mengkilat, hidup di air tawar, air asin, pada manusia maupun pada hewan dan tumbuh-
tumbuhan, Ciri khusus filum ini antara lain tubuh tidak beruas-ruas, triploblastis, bilateral
simetris, tubuh panjang silindris, tidak besilia dan dioceus.
Filum ini terdiri dari 2 kelas yaitu Nematoda dan Acanthocephala. Nematoda
niemiliki usus tetapi belum memilikiproboscis, sedangkan Acanthocephala
belum memiliki usus tetapi mempunyai proboscis yang berduri.
A) Kelas Nematoda

Kelas ini dibagi menjadi 2 sub kelas yaitu Eunematoda dan Gordiacea. Sub
kelas Eunematoda terdiri dari 5 ordo yaitu Ascaroidea, Strongyloidea, Filaroidea,
Dioctophymoide dan Trichinelloidea. Ordo Ascaroidea terdiri dari setidaknya
4 farnilia:
 Familia Ascaridae; termasuk famili ini adalah Ascaris lumbricoides
 Familia Heterakidae; anggautanya hidup parasit pada burung dan marnalia,
contoh : Heterakis gallinae (hidup parasit pada burung liar)
12

 Familia Oxyuridae; species yang cukup dikenal adalah Enterobius


vermicularis yang hidup parasit terutama pada anak-anak
 Familia Rhabditidae; ada yang hidup bebas dan ada yang parasit.
Contoh yang hidup parasit adalah Strongyloides stercoralis
- Ordo Strongyloidea, terdiri dari beberapa familia diantaranya yang
perlu dikenal dan penting antara lain adalah familia Ancylostomidae;
contoh Ancylostomum duodenale yang hidup pada usus manusia.
- Ordo Filaroidea; ordo ini mernrlukan hospes intermedier yaitu
nyamuk Culex. Contoh yang terkenal yaitu Wucheria branrofti.
Species ini dikenal sebagai penyebab penyakit kaki gajah.
- OrdoTrichinelloidea; dari ordo ini yang terkenal adalah Trichinella
spiralis yang dapat menyebabkan penyakit trichinosis pada manusia,
babi dan tikus. Cacing masuk dalarn tubuh manusia karena makan
daging babi yang kurang masak yang mengandung larva cacing tersebut.

B) Kelas Acanthocephala Cacing kelas ini hidup dalarn usus vertebrata dan
biasanya melekat pada dinding usus dengan proboscis dengan kait duri.
Hospes perantara crustacean dan insecta. Contoh species: Neoechinorhynchus
emydis

Filum Annelida

Cacing yang termasuk dalarn filum ini memiliki ciri-ciri antara lain:
 Dinding tubuh, rongga tubuh dan saluran makanan merupakan coelom yang
sebenarnya
 Tubuh beruas-ruas yang sering disebut metarneri atau somit atau gelang
 Pada bagian anterior memiliki prostomium
 Tubuh dilapisi oleh kutikula
 Pada rongga tubuh terdapat sekat chitin yang disebut septum

Filum Annelida terdiri dari 3 kelas yaitu Chaetopoda, Archiannelida dan Hirudinae
A) Kelas Chaetopoda
Hidup di air laut, air tawar atau ·dalam tanah yang basah. Ruas-ruas tubuhnya
narnpak sangat jelas sehingga mudah dilihat. Kelas ini dibagi menjadi 2 ordo yaitu
ordo Polychaeta dan Oligochaeta. Contoh species yang termasuk ordo Polychaeta
adalah Nereis virens, sedangkan contoh Oligochaeta adalah Lumbricus terrestris.

B) Kelas Archiannelida
Semua anggautanya hidup di laut, tidak memiliki setae maupun parapoda.
Contoh:
Pollygordius appendiculatus
C) Kelas Tubuh pipih dorso-ventral, tidak mempunyai prostomium, biasanya segmen
tubuh berjumlah 32, memiliki alat penghisap dan pada akhir posterior
tubauhnya tidak bersetae. Sebagai contoh: Hirudo medicinalis
13

Gambar 10. Limbricu terestris

Gambar 11. Hirudo sp

B. Tujuan
Setelah praktikum diharapkarr Mahasiswa dapat:
1. Mengenal obyek vermes
2. Mengenal ciri morfologi vermes
3. Menempatkan obyek vermes pada kedudukan taksonominya

C. Alat dan bahan


- Lup
- Bak parafin
- Jarum preparat
- Spesimen Lumbricus terrestris
- Spesimen Hirudo medicinalis
- Spesimen Haemadipsa javanica
- Cacing Pisang
- Media/video Fascia/a hepatica
- Media/video Planaria sp.
- Media/video Ascaris lumbricoides
- Media/video Wurcheria brancrojfti
- Media/video Oxyuris vermicularis
- Media/video Taenia Solitim I Taenia saginata

D. Cara Kerja
1. Amati dengan loupe struktur morfologis dari Lumbricus terrestris, Hirudo
medicinalis dan cacing pisang.
2. Gambarlah tiap-tiap specimen tersebut di atas dan beri keterangan dan buatlah
klasifikasi taksonominya
3. Amati media/video dari - Media/video Fascia/a hepatica, Planaria sp.,
Ascaris lumbricoides, Wurcheria brancrojfti, Oxyuris vermicularis, dan Taenia
Solium I Taenia saginata. Gambarkan morfologi dan anatominya serta tuliskan
klasifikasi taksonominya.
14

Pustaka
Gosner, K.L. 1971. Guide to Identification of Marine and estuarine Invertebrates. A
Wiley• Intercience Publication, New York: 166 - 173
Maskuri, J. 1984. Sistematik Hewan (Invertebrata dan Vertebrata). Sinar Wijaya,
Surabaya: 94 -123
Meglitsch, P.A. 1972. Invertebrate Zoology, 2nd ed. Oxford University Press, New York:
367-425
15
ECHINODERMATA

..- Dasar Teoritik


Umumnya filum Echinodermata ditempatkan pada akhir deretan filum dalam invertebrate
karena tidak nampak memiliki hubungan kekerabatan dengan invertebrate lainnya. Hal ini
merupakan salah satu alas an bahwa Echinodermata lebih dekat pada
vertebrata dari pada invertebrate. Echinodermata menurut beberapa ahli dibagi menjadi 5
kelas yaitu: Asteroidea, Ophiuroidea, Echinoidea, Crinoidea dan Holothuroidea. '

1. Asteroidea (Bintang laut)


Tubuh berbentuk bintang dengan 5 lengan, permukaan tubuh bagian dorsal atau
aboral terdapat duri-duri dengan berbagai ukuran. Mulut terdapat di bagian sentral
permukaan oral dikelilingi oleh peristom, anus kecil pada bagian abora .
Ambulakral membentuk lekuk yang mencolok didukung dengan podia atau kaki
tabung, Pedicelariae kecil seperti duri yang dapat digerakan. Fungsi pedicelariae
adala \ untuk melindungi insang dermal, mencegah serpihan-serpihan dan
organisme kecil agar tidak tertimbun di permukaan tubuh dan juga untuk
menangkap makanan. I enyokong tubuh tersusun dari lembaran kapur atau
ossiculus yang terikat oleh mu :culus atau jaringan ikat. Contoh species yang
paling banyak dikenal adalah Pentc ceros sp, astropecten sp, Archaster sp dll

Gambar 12. Bintang laut

2. Ophiuroidea (Bintang Mengular)


Hidup di laut yang berkarang, tubuh berbentuk seperti bola
cakram kecil dengan 5 lengan bulat panjang yang dapat
digerakkan. Duri-diri jumlahhnya sangat banyak dan hanya
terdapat dibagian tubuh lateral. Dalam lengan terdaapat
saluran coelom kecil, batang syaraf, pembaluh darah dan
cabang-cabang system vascular. Pada lengan juga terdapat
kaki ambulakral yang sering disebut sebagai tentake1 yang
dilengkapi dengan alat hisap atau ampullae, alat sensoris dan juga me nbantu
pemafasan yang memungkinkan makanan dapt masuk dalam mulut. Semi alat
digestoria dan alat reproduksi terdapat di dalam cakram. Mulut terdapat dipusat
tubuh, dikelilingi oleh 5
lempeng kapur yang berfungsi sebagai rahang. Tidak memiiliki anus, sisa makanan
dikeluarkan melewati mulut. Makanan Ophiuroidea adalah cr.rustaae, mollusca,
hewan lain baik yang hidup maupun yang sudah mati. Sebaliknya
.rganisme ini juga banyak dimakan oleh ikan. Lengannya dapat diputuskan sebagai ur.
ipan agar tubuh utamanya selamat yang kemudian lengan yang putus akan
terbentuk kembali. Contoh species kelas in antara lain adalah Ophiotrix,
Ophioderma, Ophiurc Ophioglyp
3. Echinoidea
16

Meliputi sea urchins, sand dollar, dan semacamnya yang terbentuk cakram ataupun
bundar, tidak berlengan, tubuh berduri panjang yang dapat digerakan, alur
ambulakral tertutup, kaki tabung berpenghisap, dan pedicellareae k rmpleks.
Beberapa jenis Echinoidea memiliki kelenjar racun. Anus terdapat di pm it tubuh
pada permukaan aboral terletak diantara lempengan kapur yang besar yang memiliki
2, 4 atau 5 lubang genetal. Mulut terletak di daerah oral dikelilingi oleh 5 bual gigi
yang kuat dan tajam. Contoh species antara lain adalah Arbacia punctulata, 1
.chinocardium cordatum, Strongylocentrotus sp dll

4. Holothuridea
Tubuh bulat memanjang dengan garis oral ke aboral sebagai sumbu, tidak
berlengan, biasanya tidak memiliki madreporit ekstemal, bagian k iki tabung
termodifikasi menjadi tentakel oral berjumlah 10 -30 tentakel yang daj at dijulurkan
dan ditarik. Pada bagian ventral tubuh terdapat 3 daerah kaki ambulakrakal yang
dilengkapi dengan alat penghisap yanga berfungsi untuk bergerak. Contoh species
holothuroidea antara lain adalah Curcumariafrondosa.

Gambar 13. Teripang

B. Tujuan
Setelah melakukan praktikum diharapkan Mahasiswa dapat:
1. Mengenal obyek Echinodermata
2. mengenal ciri morfologi Echinodermata
3. Menempatkan obyek Echinodermata pada kedudukan taksonorr inya
C. Alat dan bahan
- Loupe
- Bak parafin
- Specimen Astroideae
- Spesimen Echinoidea
- Spesimen Holothuridea
- Spesimen Ophiuridea
D. Cara Kerja
1. Amati dengan loupe struktur morfologis Landak laut, Mentirn m laut, Bintang laut dan
Bintang mengular yang
didapatkan.
2. Gambarlah tiap-tiap specimen tersebut di atas dan beri ceterangan dan buatlah
klasifikasi taksonominya.
E. Pustaka
Barnes, R.D. 1987. Invertebrate Zoology, 5th ed. Saund. rs College
Publishing, Philadephia: 773 - 834
Meglitsch, P.A. 1972. Invertebrate Zoology, 2nd ed. Oxford Uni -ersity Press, New York:
699 - 751
17 ARTHROPODA
Dasar Teori
Arthropoda ?erasal dari bahasa Yunani, yaitu ·arthro yang b .rarti mas dan
podos yang berarti kaki. Jadi, Arthropoda berarti hewan yang kakinya ben as-
mas. Organisme yang tergolong filum arthropoda memiliki kaki yang berbuku-
buku. H .wan ini memiliki jumlah spesies yang saat ini telah diketahui
sekitar 900.000 spesies Hewan yang tergolo:rig arthropoda hidup di darat
sampai ketinggian 6.000 m, sedangkai yang hidup di air dapat ditemukan
sampai kedalaman 10.000 meter. Arthropoda adalah hewan dengan kaki bemas-mas
dengan .sistem saraf tali dan organ tubuh telah berkembang dengan baik. Tubuh
artropoda terbagi attas segmen-segmen.
kuran tubuh Arthropoda sangat beragam, beberapa dian aranya memiliki
panjang lebih dari 60 cm., namun kebanyakan berukuran kecil.Begitu pula lengan
bentuk Arthropoda pun beragam. Hewan arthropoda memiliki bentuk tubuh
sim. tri bilateral, triploblastik selomata, dart tubuhnya bersegmen. Tubuh ditutupi
lapisan kutiku 1 yang mempakan rangka luar (eksosketelon).
Tubuh Arthropoda terdiri atas caput (kepala), toraks( dada), Ian abdomen
(pemt) yang bersegmen-segmen. Pada laba-laba dan udang, kepala dan dad
inya bersatu membentuk sefalotoraks, tetapi ada duga spesies yang sulit
dibedakan ai tara kepala, toraks, dan abdomennya, seperti pada lipan. Pada
tiap-tiap segmen tubuh ada 'ang dilengkapi alat gerak dan ada juga yang tidak
dilengkapi alat gerak.
Anggota filum arthropoda dapat dibedakan menjadi h .wan jantan
dan betina. Fertilisasi arthropoda terjadi secara internal. Telur banyak meng
ndung kuning telur yang tertutup oleh cangkang, Hewan arthropoda ada yang
mengalarm metemorfosis sempurna, metemorfosis tidak sempuma, dan ada
yang tidak bermetamo fosis. Sistem reproduksi Arthropoda umurnnya terjadi
secara seksual.Namun ada juga ya ig secara aseksual, yaitu dengan
partenogenesis. Partenogenesis adalah pembentukan ind vidu baru tanpa
melalui fertilisasi (pernbuahan). Individu yang dihasilkan bersifat steril.Or ;an
reproduksi jantan dan betina pada Arthropoda terpisah, masing-masing
menghasilkan f amet pada individu yang berbeda sehingga bersifat dioseus
(berumah dua). Filum arthropoda dibagimenjadi empat kelas yaitu

 Crustacea,
18

 Arachnida,

 Insecta, dan
19

 Myriapoda (Chilopoda dan Diplopoda).

B. Tujuan
Adapun tujuan dari praktikum ini adalah untuk mengetahui
morfologi dan anatomi udang air laut (Panaeus dan udang air
sp.)
tawar, serta sp, kaki seribu (Ju/us sp), kelabang (Scutigera sp), laba-
(Scylla
laba, belalang (Sexava sp), kecoa (Periplaneta sp), Belalang, Kupu-kupu, dan
Capung

C. Alat dan bahan


Alat : Alat tulis, Alat bedah, bak parafin, lup.

Bahan :
1. Udang (Penaeus sp),
2. Kepiting (Scylla sp),
3. Kaki seribu (Ju/us sp
4. Kelabang (Scutigera sp),
5. Laba-laba ,
6. Belalang (Sexava sp),
7. Kecoa (Periplaneta sp),
8. Belalang,
9. Kupu-kupu, dan
10. Capung.
20

D. Cara kerja
1. Menyiapkan bahan dan alat-alat yang akan digunakan
2. Mengamati morfologi udang (Penaeus sp), Membedah dan r .enqarnati anatomi
udang (penaeus sp), kemudian menggambarnya.
3. Mengamati morfologi kepiting (Scylla sp), kaki seribu (Ju/us sp , kelabang
(Scutigera sp), laba-laba, belalang (Sexava sp) dan kecoa (Periplaneta sp)
kemudian nenggambarnya.

'