Anda di halaman 1dari 22

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


SMP N 7 Kota Pasuruan merupakan salah satu Sekolah Menengah Pertama
yang berada di kecamatan Gadingrejo Kota Pasuruan sejak 22 November 1985
hingga sekarang. Berdiri selama kurang lebih 34 tahun, sekolah ini memiliki visi
sekolah yaitu sekolah berprestasi di bidang IPTEK berlandaskan IMTAQ,
berkarakter budaya serta peduli lingkungan. Terwujudnya visi sekolah dibuktikan
dengan banyak prestasi yang telah dicapai misalkan juara 1 tingkat Kota
Pasuruan tahun 2019 di bidang tari, juara 1 tingkat Kota Pasuruan dalam
perlombaan MTQ, albanjari, melukis serta pernah mendapat penghargaan
Adiwiyata tingkat provinsi pada tahun tahun 2018.
Salah satu tujuan yang ingin dicapai SMPN 7 Kota Pasuruan pada tahun 2019
adalah menuju sekolah Adiwiyata Nasional. Adiwiyata merupakan salah satu
program Kementrian Lingkungan Hidup yang memiliki tujuan untuk mendorong
terciptanya pengetahuan serta juga kesadaran warga sekolah dalam pelestarian
lingkungan hidup. Manfaatnya adalah mengubah perilaku warga sekolah untuk
dapat melakukan budaya pelestarian lingkungan, meningkatkan penghematan
sumber dana dengan melalui pengurangan sumber daya dan energy, dapat
menghindari sejumlah resiko dampak lingkungan yang terdapat di wilayah
sekolah, meningkatkan efisiensi dalam pelaksanaan aktivitas atau kegiatan
operasional sekolah, menciptakaan kondisi kebersamaan bagi semua warga
sekolah, memberikan pembelajaran bagi generasi muda mengenai pemeliharaan
serta pengelolaan lingkungan hidup yang baik dan juga benar, dan meningkatkan
kualitas dan kondisi belajar mengajar yang lebih nyaman serta juga kondusif bagi
seluruh warga sekolah. Sehingga sekolah Adiwiyata perlu diwujudkan di SMPN 7
Kota Pasuruan demi terwujudnya sekolah bersih, sehat, indah, peduli lingkungan
serta bebas dari sampah.
Sampah adalah suatu bahan atau benda padat yang sudah tidak dipakai
oleh manusia atau benda padat yang sudah tidak digunakan lagi dalam keadaan
dan dibuang. (Notoadmodjo: 1997). Menurut zat kimia yang dikandungnya,
sampah dibedakan menjadi 2 yaitu (Andria, 2009 :19) :

1
a. Sampah an-organik adalah sampah yang umumnya tidak dapat
membusuk misalnya logam atau besi, pecahan gelas/kaca, plastic, dan
sebagainya.
b. Sampah organik adalah sampah yang pada umumnya dapat membusuk
misalnya sisa-sisa makanan, daun-daunan, buah-buahan dan
sebagainya.
Sampah yang tidak dikelola dengan baik, memberi dampak buruk bagi
masyarakat. Menurut Gelbert dkk (1996), ada tiga dampak sampah terhadap
manusia dan lingkungannya yaitu terhadap kesehatan, lingkungan, dan social
ekonomi. Di bidang kesehatan, sampah akan berpotensi menimbulkan bahaya
bagi kesehatan, seperti: penyakit diare, tifus, kolera, penyakit jamur, dan
cacingan. Sedangkan terhadap lingkungan, ketika ada sampah yang menumpuk di
saluran air mengakibatkan aliran air menjadi tidak lancar dan berpotensi
mengakibatkan banjir. Selain itu, sampah cair yang berada di sekitar saluran air
akan menimbulkan bau tak sedap. Dan pada bidang sosial dan ekonomi adalah
meningkatnya biaya kesehatan karena timbulnya penyakit, Kondisi lingkungan
tidak bersih akibat penanganan sampah yang tidak baik. Hal ini pada akhirnya
akan berdampak pada kehidupan sosial masyarakat secara keseluruhan.
Mengingat dampak yang buruk tersebut, maka perlu adanya membuang sampah
pada tempatnya supaya tidak terjadi hal hal yang tidak diinginkan.
Bebas sampah terkait erat dengan kesadaran peserta didik dalam menjaga
lingkungan. Kenyataan saat ini adalah banyaknya sampah yang masih berserakan
terutama di sekitar kelas VIII. Meskipun pihak sekolah sudah menyiapkan tempat
sampah organik dan anorganik, harapannya agar peserta didik membuang sesuai
pada tempatnya. Kenyataannya, sampah masih berserakan di sekitar tempat
sampah. Selain itu di dalamnya, sampah masih tercampur antara sampah organic
dan anorganik Hal ini mencerminkan karakter sadar sampah peserta didik
cenderung rendah.
Di dalam kelas VIII SMP Negeri 7 Kota Pasuruan terdapat 6 peserta didik
berkebutuhan khusus dengan hambatan slow learner. Peserta didik slow learner,
dalam proses belajar pada tahap operasional formal akan cenderung mengalami
keterlambatan dibanding anak normal pada usianya. Peserta didik dengan

2
hambatan slow learner sulit memahami suatu konsep yang abstak, mereka lebih
mudah untuk menerima pembelajaran yang bersifat konkrit. Selain itu
pembelajaran yang berulang, menarik dan berbentuk praktek diperlukan peserta
didik slow learner agar mereka lebih bisa menangkap suatu materi.
Solusi yang dapat dilakukan agar seluruh peseta didik kelas VIII memiliki
kematangan karakter sadar sampah sebagai wujud kepedulian kelestarian
lingkungan sekitar dengan menjaga kesehatan dan kebersihan bersama demi
tercipta lingkungan sekolah yang bersih, nyaman dan sehat adalah melaksanakan
program Polisi Sampah.
Program polisi sampah adalah program dimana peserta didik ada yang
bertindak menjadi polisi dan yang diawasi adalah perilaku teman sekelas dalam
konteks membuang sampah yang benar. Adapun tugas dari Polisi Sampah adalah :
1. Mengawasi teman lain yang tidak bertugas dalam hal membuang sampah
yang benar sesuai dengan jenis tempatnya.
2. Memberitahu teman yang bersangkutan apabila terjadi pelanggaran dan
meminta untuk membuang sampah dengan benar.
3. Mencatat di buku pelanggaran yang telah disediakan bila terjadi
pelanggaran.
4. Memberitahukan kepada guru (penulis) untuk ditindaklanjuti.
Dalam uraian tugas tersebut, diharapkan semua siswa memiliki tanggung
jawab bersama dalam menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan sekolah
sehingga kematangan karakter sadar sampah akan tercapai. Selain itu, program
polisi sampah adalah suatu program yang nyata dilakukan dan dipraktekkan oleh
peserta didik sehingga diharapkan dapat menjadi pembiasaan baik dalam
membangun karakter sadar sampah.
Berdasarkan uraian di atas, menyebabkan guru tertarik untuk mengangkat
permasalahan tersebut dengan Judul Rancangan Aktualisasi “Membangun
Karakter Sadar Sampah melalui Program Polisi Sampah pada Peserta Didik
Kelas VIII di SMP Negeri 7 Pasuruan”.

3
1.2 Tujuan dan Manfaat Aktualisasi
1.2.1 Tujuan
Tujuan dari kegiatan aktualisasi ini adalah :
1. Untuk menciptakan lingkungan yang bersih dan
bebas sampah di kelas VIII SMPN 7 Kota Pasuruan.
2. Terbangunnya karakter sadar sampah pada
peserta didik kelas VIII melalui program polisi
sampah di SMPN 7 Kota Pasuruan.
3. Untuk mengaktualisasikan nilai nilai ANEKA di
SMPN 7 Kota Pasuruan.
1.2.2 Manfaat
Manfaat yang akan diperoleh dalam perancangan
aktualisasi ini, yaitu:
1. Manfaat Internal
a. Mewujudkan visi misi dari SMPN 7 Kota
Pasuruan.
b. Sebagai alternatif sumber referensi untuk
mewujudkan program Polisi Sampah di semua kelas dan
semua jenjang di SMP Negeri 7 kota Pasuruan dalam
meningkatkan karakter sadar sampah pada
peserta didik.
c. Sebagai alternatif sumber referensi untuk
menciptakan lingkungan bebas sampah di semua kelas dan
semua jenjang di SMP Negeri 7 kota Pasuruan.
d. Dapat meningkatkan profesionalisme dan
tambahan wawasan bagi guru.
2. Manfaat Eksternal
a. Dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat
akan kualitas layanan pendidikan SMPN 7 Kota
Pasuruan.

4
b. Pembiasaan membuang sampah yang benar,
akan bermanfaat juga pada lingkungan sekitar
terutama di lingkungan keluarga peserta didik
c. Sebagai percontohan lembaga sekolah lain
yang memiliki isu yang sama.
1.3 Ruang Lingkup Aktualisasi
Adapun ruang lingkup rancangan kegiatan aktualisasi ini
yaitu:
a. Pelaksanaan kegiatan aktualisasi ini dilaksanakan di kelas
VIII SMP Negeri 7 kota Pasuruan.
b. Waktu pelaksanaan kegiatan akualisasi di sekolah selama
off campus yaitu tanggal 9 Oktober s/d 6 November
2019.
c. Lingkungan yang diawasi oleh Polisi Sampah adalah
masing-masing ruang kelasnya, tempat sampah organik
dan anorganik yang tersedia di depan kelas, serta
lingkungan sekitar masing-masing ruang kelas.
Dalam rangkaian kegiatan aktualisasi yang akan dijalani,
rancangan kegiatan aktualisasinya meliputi :
1. Melakukan konsultasi dengan kepala sekolah yang
bertindak sebagai mentor.
2. Melakukan koordinasi dengan teman sejawat.
3. Mencari literatur atau referensi terkait.
4. Menyempurnakan rencana pelaksanaan program
kegiatan.
5. Melaksanakan pre test yaitu mendokumentasikan
kondisi awal dan menyebar angket.
6. Melaksanakan sosialisasi program dan koordinasi
dengan pengurus kelas.
7. Melaksanakan program polisi sampah.
8. Melaksanakan post test yaitu mendokumentasikan
kondisi akhir dan menyebar angket.

5
9. Evaluasi program bersama peserta didik.
10. Menyusun laporan aktualisasi.

6
BAB II
GAMBARAN UNIT KERJA

2.1 Deskripsi Unit Kerja


2.1.1 Profil Sekolah
1. Nama Sekolah : UPT SMP Negeri 7 Pasuruan
2. Nomor Statistik Sekolah : 201 05 6601 020
3. Propinsi : Jawa Timur
4. Kota : Pasuruan
5. Kecamatan : Gadingrejo
6. Desa/ Kelurahan : Sebani
7. Jalan Dan Nomor : Jl. Simpang Slamet Riadi
Nomor : 02
8. Kode Pos : 67139
9. Telepon : (0343) 426845
10. Daerah : Perkotaan
11. Status Sekolah : Negeri
12. Kelompok Sekolah : Sekolah Inti
13. Surat Keputusan / Sk : 0594/0/1985 Tanggal 22
Nopember 1985
14. Penerbitan Sk Ditandatangani : Sekjen Diknas Depdikbud
Oleh Jakarta
15. Tahun Berdiri : 1985 Diresmikan Tahun
1987
16. Kegiatan Belajar Mengajar : Pagi
17. Bangunan Sekolah : Milik Sendiri
18. Jarak Ke Pusat Kecamatan : 3 Km
19. Jarak Ke Pusat Otoda : 4 Km
20. Terletak Pada Lintasan : Desa
21. Organisasi Penyelenggara : Pemerintah

2.1.2 Kondisi Fisik Sekolah


Tabel 2.1 Kondisi Fisik Sekolah
No Nama Ruangan Jumlah
1. Ruang Kepala Sekolah 1 Ruang
2. Ruang Guru 1 Ruang
3. Ruang Staff 1 Ruang
4. Ruang TU 1 Ruang
5. Lab IPA 1 Ruang
6. Lab Komputer 2 Ruang
7. Musholla 1 Ruang
8. Kamar Mandi Guru 2 Ruang

7
9. Kamar Mandi Siswa P = 6 Ruang
L = 4 Ruang
10. Ruang Perpustakaan 1 Ruang
11. Ruang UKS 1 Ruang
12. Ruang Sumber (Inklusi) 1 Ruang
13. Ruang Pramuka 1 Ruang
14. Ruang Kelas 24 Ruang
15. Aula 1 Ruang

Gambar 2.1 Foto SMPN 7 Pasuruan

2.1.3 Personal Sekolah


Berikut ini merupakan tenaga pendidik dan tenaga kependidikan di
SMP Negeri 7 Pasuruan tahun 2019/2020.
Tabel 2.2 Daftar Tenaga Pendidik Dan Tenaga Kependidikan
No Nama Bidang Studi Tugas Tambahan
1. Hj. Li’ami, S.Pd
Bahasa Indonesia Kepala Sekolah
2. Drs. H. Supadi, M.Pd
IPA Waka Humas
3. Drs. H. Mohammad Munir
IPA -
4. Dra. Hj. Sri Tutik Bendahara BOS
Matematika
Pusat
5. Slamet Riadi, S.Pd
Matematika Wali Kelas 9 H
6. Nur Arinah, S.Pd PKn Wali Kelas 8 E

8
7. Dewi Mahindrawati, S.Pd
Matematika Wali Kelas 9 B
8. Drs. Edy Suprayitno, M.M
Bahasa Inggris Wali Kelas 8 G
9. Abdul Malik, S.Pd
Bahasa Inggris Wali Kelas 8 B
10. Asnawi, S.Pd, M.Pd
Seni Budaya Wali Kelas 9 C
11. Hj. Ainun Mardiyah, S.Pd Wali Kelas 9 G
Bahasa Indonesia

Soegihartini, S.Pd Bahasa Inggris Wali Kelas 7 H


12.
13. Dra. Hj. Mariati Wali Kelas 8 D
IPS
14. Hj. Khozinatul Ulum, S.Pd
Matematika Wali Kelas 8 C
15. Moch. Fachrur Aziz, S.Pd
Penjas Wali Kelas 7 E
16. Umi Artiwi, S.Pd
Penjas Wali Kelas 9 D
17. Endah Sulistyawati, S.Pd
IPS Wali Kelas 8 F
18. Ida Nursanti, S.Pd Wali Kelas 7 G
Bahasa Indonesia
19. Enny Yuliasih, S.Pd
IPA Wali Kelas 7 B
20. Erika Mariani, S.Pd
Bahasa Inggris Wali Kelas 7 D
21. Wiwik Ismiati, S.Pd Bimbingan
Koord. BK Kls 8
Konseling
22. Yuanita Fibriyanti, S.Pd Kepala Perpustakaan
IPS
23. Hendrik Saputra, S.Pd
IPA Waka Kesiswaan
24. Hj. Anis Anisah, M.Pd Kepala Laboratorium
IPS
25. Dina Istiarni, S.Pd
IPA Wali Kelas 9 F
26. Citra Dwi Wijayanti, M.Pd Bimbingan Koordinator BK Kls
Konseling 9
27. Aris Fitrianto, M.Pd
TIK Waka Kurikulum
28. Fika Rahmawati, M.Pd Wali Kelas 8 H
Bahasa Indonesia
Wali Kelas 9 A/
29. Winarni Puji Astuti, S.E IPS Pendamping Inklusi
Kls 9
30. Mayasari, S.Pd Wali Kelas 7 C/ Tatib
Bahasa Indonesia
Kls 7
31. Lidya Cindi Septika, S.Pd Pendamping Inklusi
Inklusi
Kls 8/ wali kelas 8 A
32. Andika Mardiatul, S.Pd PAI Wali Kelas 7 F

9
Pendamping Inklusi
33. Finisya Nur Saputri, S.Pd Inklusi Kls 7/ Wali Kelas 7
A
34. Hamidah, S.E Prakarya/ Bahasa
-
Jawa
35. Agustien Sumarsiati, S.Pd Tata Tertib Kls 8
Bahasa Indonesia
36. Rustina, S.Pd.I Seni Budaya/
-
Prakarya
37. Sofiyah, S.Pd.I -
PAI
38. Erviana Vita, S.Pd Seni Budaya/
-
Prakarya
39. Defi Yulianingsih, S.Pd
Matematika -
40. Ika Febrianah, S.Pd
PKn -
41. Eki Febriani, S.Pd Bimbingan
Koord. BK Kls 7
Konseling
42. Achmad Syaikhu, SH.I
PAI -
43. Mukhammad Syaikhu, S.Pd
PAI -
44. Heri Mulyono, S.Pd
-
Bahasa Indonesia

45. Dwi Rosalinda, S.Pd


Bahasa Indonesia -
46. Mariyam
Staf TU PNS -
47. Nyoman Suarsini
Staf Tu PTT -
48. Shinta Laksmasari, S.Pd
Staf Tu PTT -
49. Ninik Shofiati, S.Pd
Staf Tu PTT -
50. Shofiyan Sauri, S.Kom
Operator PTT -
51. Djumadiono
Penjaga PTT -
52. Khoirul Ikhwan
Pramu PTT -
53. Sujarwo
Pramu PTT -
54. Khoirul Rokhmah
Pramu PTT -
55. Didik Suharto, S.Sos
Satpam PTT -

2.1.4 Struktur Organisasi

10
STRUKTUR SEKOLAH
UPT SMP NEGERI 7 PASURUAN
TAHUN 2019-2020

KEPALA SEKOLAH KETUA KOMITE


Hj. Li’ami, S.Pd Drs. H. Sugiarto, MM
NIP. 19591208 198703 2 007

KEPALA TATA USAHA WAKA KURIKULUM WAKA KESISWAAN WAKA HUMAS


Hermanto Aris Fitrianto, M.Pd Hendrik Saputra, S.Pd Drs. H. Supadi, M.Pd
NIP. 19630911 198802 1 004 NIP. 19810218 201001 1 015 NIP. 19850728 200904 1 001 NIP. 19600727 198902 1 006

KEPALA PERPUSTAKAAN KEPALA LABORATORIUM KEPALA KOPERASI


Yuanita Fibrianti Hj. Anis Anisah, M.Pd Rahayu Setyaningsih, S.Pd
NIP. 19840212 200904 2 003 NIP. 19701113 201001 2 002 NIP. 19590119 198203 2 004

2.1 Bagan Struktur Sekolah


2.2 Visi Misi Sekolah dan Tata Nilai
2.2.1 Visi
Berprestasi di bidang IPTEK berlandaskan IMTAQ, berkarakter
dan berbudaya serta peduli lingkungan.
Misi
1. Mewujudkan kurikulum yang dinamis dengan perangkat
pembelajaran yang lengkap.
2. Mewujudkan penyelenggaraan pembelajaran yang aktif, kreatif dan
menyenangkan.
3. Mewujudkan guru yang aktif, kreatif, inovatif, dan berkompeten.
4. Menghasilkan lulusan yang cerdas, terampil, beriman, dan
bertaqwa, dan berbudi pekerti luhur yang memiliki keunggulan
kompetitif.
5. Mewujudkan fasilitas sekolah yang relevan dan mutakhir.

11
6. Membentuk kepedulian warga sekolah terhadap kegiatan
pengelolaan SEKAM (Sampah, energi, keanekaragaman hayati, air
dan makanan sehat).
7. Menanamkan kepedulian warga sekolah dalam mencegah
pencemaran dan kerusakan lingkungan.
8. Mewujudkan gerakan perlindungan dan pelestarian lingkungan.
2.2.2 Tata Nilai
a. Memiliki Integritas
Mengutamakan perilaku jujur, terpuji, disiplin dan pengabdian.
b. Kreatif dan Inovatif
Memiliki daya cipta; memiliki kemampuan untuk meciptakan hal
baru yang berbeda dari yang sudah ada atau yang sudah dikenal
sebelumnya (gagasan, metode, atau alat).
c. Inisiatif
Kemampuan seseorang untuk bertindak melebihi yang dibutuhkan
atau yang dituntut dari pekerjaan.
d. Profesional
Selalu berusaha untuk mengembangkan kompetensi dan
profesionalisme.
e. Akuntabel
Dapat mempertanggungjawabkan tugas dengan baik dari segi proses
maupun hasil.
f. Terlibat Aktif
Senantiasa berpartisipasi dalam setiap kegiatan.
g. Peduli
Memiliki perhatian terhadap kondisi dan permasalahan di
lingkungan sekolah.

2.3 Tugas Pokok Guru, Jabatan Peserta dan Uraian Tugas


2.3.1 Tugas Pokok Guru
Tugas guru dijelaskan dalam BAB XI Pasal 39 ayat (2) Undang-
Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, Pasal

12
20 Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen
serta Pasal 52 Peraturan Pemerintah Nomor 74 Tahun 2008 tentang Guru
yaitu :
a. Merencanakan pembelajaran.
b. Melaksanakan proses pembelajaran yang bermutu.
c. Menilai dan mengevaluasi hasil pembelajaran.
d. Membimbing dan melatih peserta didik.
e. Melakukan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.
f. Melaksanakan tugas tambahan yang melekat pada kegiatan pokok yang
sesuai.
g. Meningkatkan dan mengembangkan kualifikasi akademik dan
kompetensi secara berkelanjutan.
Lebih lanjut tugas guru secara lebih terperinci dijelaskan dalam
Permendiknas Nomor 35 Tahun 2010 tentang petunjuk Teknis Jabatan
Fungsional Guru dan Angka Kreditnya, diantaranya :
a. Menyusun kurikulum pembelajaran pada satuan pendidikan.
b. Menyusun silabus pembelajaran.
c. Menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP).
d. Melaksanakan kegiatan pembelajaran.
e. Menyusun alat ukur soal sesuai mata pelajaran.
f. Menilai dan mengevaluasi proses dan hasil belajar pada mata
pelajaran di kelasnya.
g. Menganalisis hasil penilaian pembelajaran.
h. Melaksanakan pembelajaran, perbaikan dan pengayaan dengan
memanfaatkan hasil penilaian dan evaluasi.
i. Melaksanakan bimbingan dan konseling di kelas yang menjadi
tanggung jawabnya (khusus guru kelas).
j. Menjadi pengawas penilaian dan evaluasi terhadap proses dan hasil
belajar tingkat sekolah/ madrasah dan nasional.
k. Membimbing guru pemula dalam program induksi.
l. Membimbing peserta didik dalam kegiatan ekstra kurikuler proses
pembelajaran.

13
m. Melaksanakan pengembangan diri.
n. Melaksanakan publikasi ilmiah dan/ atau karya inovatif.
o. Melakukan presentasi ilmiah.

2.3.2 Jabatan Peserta


Jabatan peserta adalah sebagai Guru Pembimbing Khusus (Guru
Inklusi). Sesuai dengan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 70
Tahun 2009 Tentang Pendidikan Inklusif bagi peserta didik yang memiliki
kelainan dan memiliki potensi kecerdasan dan atau bakat istimewa. Pada
Pasal 10 Ayat 1 disebutkan bahwa Pemerintah Kabupaten/Kota wajib
menyediakan paling sedikit 1 (satu) orang guru pembimbing khusus pada
satuan pendidikan yang ditunjuk untuk menyelenggarakan pendidikan
inklusif. Tugas guru pembimbing khusus di dalam peraturan Gubernur
Provinsi Jawa Timur Nomor 6 Tahun 2011 Tentang Penyelenggaraan
Pendidikan Inklusif Pasal 1 Ayat 19 disebutkan bahwa guru pembimbing
khusus adalah guru yang berugas mendampingi di sekolah penyelenggara
pendidikan inklusif dan memiliki kompetensi dalam menangani peserta
didik berkebutuhan khusus.
2.3.3 Uraian Tugas
Sesuai dengan Peraturan Gubernur Provinsi Jawa Timur Nomor 6
Tahun 2011 Tentang Penyelenggaraan Pendidikan Inklusif Pasal 10 Ayat 1
butir a sampai e, guru pembimbing khusus mempunyai tugas dan tanggung
jawab, meliputi :
1. Merancang dan melaksanakan program kekhususan;
2. Melakukan proses identifikasi, asesmen dan menyusun Program
Pembelajaran Individual;
3. Memodifikasi bahan ajar;
4. Melakukan evaluasi program pembelajaran bersama guru kelas;
5. Membuat laporan program dan perkembangan anak berkebutuhan khusus;

14
Disebutkan juga tugas dari guru pembimbing khusus (guru inklusi)
sesuai dengan Pedoman Perencanaan Kebutuhan Guru Pendidikan Khusus
pada Satuan Administrasi Pangkal Satuan Pendidikan Penyelenggara
Pendidikan Inklusif (2019: 22) poin sampai 3, guru pembimbing khusus
mempunyai tugas dan tanggung jawab, meliputi:
1. Kolaborator dengan Guru Kelas/ Guru Mata Pelajaran/ Guru BK/ Guru
TIK untuk merencanakan, melaksanakan, menilai, membimbing dan
melatih Peserta Didik Berkebutuhan Khusus sesuai dengan jenis
kekhususan peserta didik
2. Pelaksana Program Kebutuhan Khusus sesuai dengan jenis kekhususan
peserta didik, dan
3. Pembimbing Peserta Didik Berkebutuhan Khusus dalam proses
pembelajaran secara bersama dalam kelas maupun secara individu
Selain yang telah dijabarkan di atas, guru sebagai ASN mempunyai
beberapa nilai dasar yang harus diaktualisasikan pada setiap kegiatan-
kegiatan yang dirancang sebagai upaya untuk menyelesaian masalah yang
terjadi di tempat kerja (Isu yang diangkat).
Adapun nilai – nilai dasar tersebut adalah sebagaimana di gambarkan
dalam tabel dibawah ini:
Tabel 2.3 Nilai-Nilai Dasar ASN
Nilai Dasar
Keterangan
ASN
Akuntabilitas Tanggung jawab, jujur, kejelasan target, netral, mendahulukan
kepentingan publik, adil, transparan, konsisten, partsipatif.
Nasionalisme Ketuhanan: Religius, toleran, etos kerja, transparan, amanah
Kemanusiaan: Humanis, tenggang rasa, persamaan derajat,
saling menghormati, tidak diskriminatif.
Persatuan: Cinta tanah air, rela berkorban, menjaga
ketertiban, mengutamakan kepentingan publik, gotong royong.
Kerakyatan: Musyawarah mufakat, kekeluargaan,
menghargai pendapat, bijaksana.
Keadilan: Bersikap adil, tidak serakah, tolong menolong,
kerja keras, sederhana
Etika Publik Jujur, bertanggung jawab, integritas tinggi, cermat, disiplin,
hormat, sopan, taat pada peraturan, taat perintah, menjaga
rahasia

15
Komitmen Mutu Efektivitas, efisiensi, inovasi, berorientasi mutu.

Anti Korupsi Jujur, disiplin, tanggung jawab, kerja keras, sederhana,


mandiri, adil, berani, peduli.
Pelayanan Publik Service excellent, 10 Prinsip Pelayanan Publik.

Whole Of Government Koordinasi, kolaborasi, integritas, komunikasi

BAB III
DESKRIPSI RANCANGAN AKTUALISASI

3.1 Penetapan Isu Yang Diangkat


Unit Kerja:
SMP Negeri 7 kota Pasuruan
Jabatan :
Guru Inklusi Ahli Pertama
Pekerjaan/ Uraian Tugas:
Peserta adalah sebagai Guru Pembimbing Khusus (Guru Inklusi). Sesuai
dengan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 70 Tahun 2009
Tentang Pendidikan Inklusif bagi peserta didik yang memiliki kelainan dan
memiliki potensi kecerdasan dan atau bakat istimewa. Pada Pasal 10 Ayat 1
disebutkan bahwa Pemerintah Kabupaten/Kota wajib menyediakan paling
sedikit 1 (satu) orang guru pembimbing khusus pada satuan pendidikan
yang ditunjuk untuk menyelenggarakan pendidikan inklusif.

16
Tugas guru pembimbing khusus di dalam peraturan Gubernur Provinsi
Jawa Timur Nomor 6 Tahun 2011 Tentang Penyelenggaraan Pendidikan
Inklusif Pasal 1 Ayat 19 disebutkan bahwa guru pembimbing khusus adalah
guru yang berugas mendampingi di sekolah penyelenggara pendidikan
inklusif dan memiliki kompetensi dalam menangani peserta didik
berkebutuhan khusus.
Sesuai dengan Peraturan Gubernur Provinsi Jawa Timur Nomor 6 Tahun
2011 Tentang Penyelenggaraan Pendidikan Inklusif Pasal 10 Ayat 1 butir a
sampai e, guru pembimbing khusus mempunyai tugas dan tanggung jawab,
meliputi :
1. Merancang dan melaksanakan program kekhususan;
2. Melakukan proses identifikasi, asesmen dan menyusun Program
Pembelajaran Individual;
3. Memodifikasi bahan ajar;
4. Melakukan evaluasi program pembelajaran bersama guru kelas;
5. Membuat laporan program dan perkembangan anak berkebutuhan
khusus;
Ketika menjalankan tugas di lapangan, peserta melaksanakan tugas
pokok sebagaimana tercantum pada Pasal 10 Ayat 1 butir a sampai e.
Identifikasi Isu:
Berdasarkan pengalaman melaksanakan tugas sebagai
guru dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran, terdapat
beberapa isu diantaranya yaitu:
1. Rendahnya nilai hasil belajar materi IPA pada peserta
didik slow learner kelas VIII di SMPN 7 Kota Pasuruan.
2. Keindahan lingkungan SMPN 7 Kota Pasuruan kurang
maksimal.
3. Kurangnya kebersihan sampah kelas VIII di lingkungan
SMPN 7 Kota Pasuruan.
4. Kurang optimalnya pembiasaan sopan santun kepada
guru di SMPN 7 Kota Pasuruan.

17
5. Belum optimalnya penggunaan ruang sumber belajar
untuk PDBK kelas VIII di SMPN 7 Kota Pasuruan.
Isu-isu tersebut dianalisis menggunakan model AKPL untuk
mengetahui isu yang paling dominan. Analisis tersebut
dapat dilihat pada tabel 3.1.

Tabel 3.1 Seleksi Isu Menggunakan Model AKPL


Total
No Isu A K P L
Rendahnya nilai hasil belajar materi IPA 4 1 1 5 10
1 pada peserta didik slow learner kelas VIII di
SMPN 7 Kota Pasuruan.
Keindahan lingkungan SMPN 7 Kota 2 3 3 3 11
2
Pasuruan kurang maksimal.
Kurangnya kebersihan sampah kelas VIII di 5 5 4 4 18
3
lingkungan SMPN 7 Kota Pasuruan.
Kurang optimalnya pembiasaan sopan 3 4 5 2 14
4 santun kepada guru di SMPN 7 Kota
Pasuruan.
Belum optimalnya penggunaan ruang 1 2 2 1 6
5 sumber belajar untuk PDBK kelas VIII di
SMPN 7 Kota Pasuruan.

Keterangan:
Adapun kriteria penetapan indikator AKPL, yaitu:
Aktual :
1: Pernah benar-benar terjadi.
2: Benar-benar sering terjadi.
3: Benar-benar terjadi dan bukan menjadi pembicaraan.
4: Benar-benar terjadi terkadang menjadi bahan pembicaran.
5: Benar-benar terjadi dan sedang hangat dibicarakan.
Kekhalayakan
1: Tidak menyangkut hajat hidup orang banyak.
2: Sedikit menyangkut hajat hidup orang banyak.

18
3: Cukup menyangkut hajat hidup orang banyak.
4: Menyangkut hajat hidup orang banyak.
5: sangat menyangkut hajat hidup orang banyak.
Problematik
1: Masalah sederhana.
2: Masalah kurang kompleks.
3: Masalah cukup kompleks namun tidak perlu segera dicarikan solusi.
4: Masalah kompleks.
5: Masalah sangat kompleks sehingga perlu dicarikan segera solusinya.
Kelayakan
1: Masuk akal.
2: Realistis.
3: Cukup masuk akal dan realistis.
4: Masuk akal dan realistis.
5: Masuk akal, realistis, dan relevan untuk dimunculkan inisiatif
pemecahan masalahnya.

Dari hasil menggunakan AKPL didapatkan ada 3 isu yang


memenuhi kriteria AKPL yaitu isu 2, isu 3, dan isu 4.
Selanjutnya 3 isu yang telah didapatkan dianalisis dengan
menggunakan model USG (Urgency, Seriousness, dan
Growth).

Tabel 3.2 Seleksi Isu Menggunakan Model USG


No Isu U S G Tota
l
1 Keindahan lingkungan SMPN 7 Kota
3 3 3 9
Pasuruan kurang maksimal.
2 Kurangnya kebersihan sampah kelas VIII
5 4 5 14
di lingkungan SMPN 7 Kota Pasuruan.
3 Kurang optimalnya pembiasaan sopan
santun kepada guru di SMPN 7 Kota 4 5 4 13
Pasuruan.

19
Kriteria penetapan:
Adapun Kriteria Penetapan USG yaitu :
Urgency :
1. Tidak penting;
2. Kurang penting;
3. Cukup penting;
4. Penting;
5. Sangat penting.
Seriousness :
1. Akibat yang ditimbulkan tidak serius;
2. Akibat yang ditimbulkan kurang serius;
3. Akibat yang ditimbulkan cukup serius;
4. Akibat yang ditimbulkan serius;
5. Akibat yang ditimbulkan sangat serius.
Growth :
1. Tidak berkembang;
2. Kurang berkembang;
3. Cukup berkembang;
4. Berkembang;
5. Sangat berkembang.

Penetapan Isu
Berdasarkan pendekatan analisis teknik USG tersebut, maka
kesimpulan yang diperoleh mengarah pada isu: “Kurangnya
kebersihan sampah kelas VIII di lingkungan SMPN 7 Kota
Pasuruan”.
3.2 Gagasan Pemecahan Isu
Dari permasalahan yang telah disebutkan yaitu
“Kurangnya kebersihan sampah kelas VIII di lingkungan
SMPN 7 Kota Pasuruan”, maka penulis mengusulkan

20
gagasan untuk menyelesaikan masalah tersebut dengan
mengadakan “ Program Polisi Sampah”. Beberapa rangkaian
kegiatan untuk memecahkan masalah tersebut, di
antaranya :
1. Melakukan konsultasi dengan kepala sekolah yang
bertindak sebagai mentor.
2. Melakukan koordinasi dengan teman sejawat.
3. Mencari literatur atau referensi terkait.
4. Menyempurnakan rencana pelaksanaan program
kegiatan.
5. Melaksanakan pre test yaitu mendokumentasikan
kondisi awal dan menyebar angket.
6. Melaksanakan sosialisasi program dan koordinasi
dengan pengurus kelas.
7. Melaksanakan program polisi sampah.
8. Melaksanakan post test yaitu mendokumentasikan
kondisi akhir dan menyebar angket.
9. Evaluasi program bersama peserta didik.
10. Menyusun laporan aktualisasi.

21
3.3 Matrik Rancangan Aktualisasi
Nama : Lidya Cindi Septika, S.Pd.
Unit Kerja : SMP Negeri 7 Kota Pasuruan.
Identifikasi isu :
1. Rendahnya nilai hasil belajar materi IPA
pada peserta didik slow learner kelas
VIII di SMPN 7 Kota Pasuruan.
2. Keindahan lingkungan SMPN 7 Kota
Pasuruan kurang maksimal.
3. Kurangnya kebersihan sampah kelas
VIII di lingkungan SMPN 7 Kota
Pasuruan.
4. Kurang optimalnya pembiasaan sopan
santun kepada guru di SMPN 7 Kota
Pasuruan.
5. Belum optimalnya penggunaan ruang
sumber belajar untuk PDBK kelas VIII di
SMPN 7 Kota Pasuruan.
Isu yang diangkat : Kurangnya kebersihan sampah
kelas VIII di lingkungan SMPN 7 Kota
Pasuruan.
Gagasan pemecahan isu : Pelaksanaan program Polisi
Sampah.

22