Anda di halaman 1dari 3

Nama WENI EPITA SARI

S1 keperawatan

Tugas kewirausahaan

Sejarah pengusaha sukses asal Indonesia yaitu


Hendy Setiono – Baba Rafi
Kebab Baba Rafi didirikan sejak tahun 2007 dan berpusat di Jakarta,
dengan jumlah outlet yang semula hanya 2 kini telah berkembang
mencapai 1.200 outlet di seluruh dunia.
Hendy Setiono, pria asal Surabaya tersebut memperoleh ide kuliner
ala timur tengah ini saat tengah berkunjung ke Qatar.
Dia melihat banyaknya kedai kebab disana, dan berpikir bahwa
kuliner tersebut memiliki potensi besar untuk berkembang di
Indonesia.
Untuk merealisasikannya, dia bekerja sama dengan Hasan Baraja
untuk mengembangkan usaha kuliner itu dengan modal awal sebesar
Rp 4.000.000 saja. 
Setelah berjalan selama 14 tahun, kini Baba Rafi sudah
mengembangkan sayapnya hingga ke luar negeri, seperti Malaysia,
Filipina, China, dan Sri Lanka.
Hendy mengungkapkan bahwa dia masih ingin memperluas usahanya
ke berbagai negara lainnya di seluruh dunia.
Perkembangan Kebab Baba Rafi tidak berhenti sampai disitu, terbukti
dari terbentuknya perluasan bisnis Hendy Setiono, yaitu Babarafi-
online.com.
Babarafi-online.com merupakan bagian dari PT Baba Rafi Indonesia
yang bergumul dalam bisnis Kebab Turki Baba Rafi.
Dengan perluasan ini, kini muncul peluang bisnis waralaba Baba Rafi
yang terbuka bagi para calon pebisnis yang ingin memulai usahanya.
Dengan demikian, Hendy Setiono sudah menjadi salah satu pelopor
waralaba asal Indonesia yang sukses mendunia.

Awal Usaha
            Kisah sukses Hendy Setiono dengan Kabab Turki Baba,
bisnisnya dimulai dari pengalaman pribadi merasakan masakan khas
Timur Tengah ini. Suatu hari sekitar bulan Mei 2003, ia tengah
mengunjungi ayahnya yang bekerja di sebuah perusahaan minyak di
Qatar. Disanalah Hendy menemukan makanan khas, karena rasa
penasaran, ia pun langsung membelinya. "Ternyata rasanya sangat
enak, saya tak menduga sebelumnya," ungkap Hendy. Ia tidak ingin
usahanya asal-asalan. Sejak saat itulah muncul keinginan untuk
membuka bisnis kebab di Indonesia. Alasanya sih sederhana, selain
karena rasanya enak, makanan kebab belum banyak dijumpai di
Indonesia. Padahal kalau ditelisik banyak orang keturunan Arab di
Indonesia, atau pastilah ada yang pernah mencicipi ketika berhaji
atau umroh di sana. Jadi kini dari Handy lah orang yang berhaji dulu
bisa merasakan apa yang mereka rasakan dulu ketika haji atau
umroh. Ia lantas mencari resep terbaik.
            Cari-cari dari berbagai sumber ternyata hasilnya kebab asal
Turki lah yang terenak. Dia bereksperimen dan mencari- cari
resepnya sendiri. Membuat rasanya istimewa serta menjadi
trademark produknya Kebab Turki Baba Rafi. Mengawali bisnis
memang tak semudah membalikan terlapak tangan. Ia merasakan
itu, setiba di tanah air, ia tak lantas berbisnis tapi mememilih strategi
khusus. Hendy mengawali dengan mencari teman berbisnis. Dia
bertemu seorang kawan yang kebetulan juga seorang pecinta kuliner
bernama Hasan Baraja.
            Sayangnya, langkahnya ini tidak mendapatkan dukungan
penuh dari orangtua karena bangku kuliah ia tinggalkan demi
menjalankan usaha yang belum tentu keberhasilannya saat itu.
Apalagi, kata Hendy, keluarganya tidak ada yang berlatar
belakang wirausaha atau menjalankan bisnis. "Dukungan
finansial untuk modal waktu itu (pun) terbatas," ujarnya.
            Ia pun hanya dapat pinjaman uang dari adiknya sebesar
Rp 4 juta untuk memulai bisnis kebab yang kini dikenal dengan
Kebab Turki Baba Rafi. Nama usahanya itu berasal dari nama
depan anaknya, Rafi Darmawan. Adapun kata "baba" yang
merupakan bahasa Arab, artinya ayah. Niat dan modal pun tak
cukup menyertai perkembangan usaha Hendy ini. Berbekal
pengalaman mengikuti seminar hingga pertemuan dengan
relasi bisnis, ia pun menciptakan moto "LETAM." "L - Lihat
peluang yang ada, E - Evaluasi peluang itu, T - Tirukan cara yang
mungkin dapat diadopsi, A - Amati caranya dan lakukan, M -
Modifikasi cara yang telah dipilih itu," ujarnya. Ia menyebutkan,
moto ini sudah muncul sedari awal sebelum usaha dimulai.
Dengan semua bekal itu, tidak lantas ia mudah menjalani
peruntungannya di bisnis kebab yang kini berkembang menjadi
sejumlah produk kuliner, yakni roti Maryam Aba-Abi, Piramizza,
dan Ayam Bakar Mas Mono