Anda di halaman 1dari 15

C​RITICAL BOOK REPORT

DOSEN PENGAMPU MATA KULIAH

SYAHRUL EFFENDI LUBIS, S.Pd.I., M.S

D​I SUSUN OLEH

​ADY PRESLEY SIAHAAN

NIM: 1903100043

SEKOLAH TINGGI OLAHRAGA DAN KESEHATAN BINA GUNA

PENDIDIKAN JASMANI KESEHATAN DAN REKREASI

TAHUN 2020
KATA PENGANTAR

Puji dan syukur saya ucapkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, karena atas berkat dan

Rahmat-Nya sehingga saya masih diberikan kesempatan dan kesehatan untuk dapat

menyelesaikan critical book report ini dengan judul “ ​Teaching and Researching Listening”
Semoga Critical book report ini dapat menambah wawasan dan pengetahuan bagi pembaca.
Dalam penulisan critical book report ini ,saya tentu saja tidak dapat menyelesaikannya sendiri
tanpa bantuan dari pihak lain, Oleh karena itu,saya mengucapkan terima kasih kepada:

1. Kedua orangtua saya yang selalu mendoakan

2. Kepada ​napalm ​dosen saya ​SYAHRUL EFENDI LUBIS ,S.Pd.I M.S.

Saya menyadari bahwa Critical book report ini masih jauh dari kata sempurna Karena

masih banyak kekurangan. Oleh karena itu ,saya dengan segala kerendahan hati meminta
maaf dan mengharapkan kritik serta saran yang membangun guna perbaikan dan
penyempurnaan ke depannya.

Akhir kata saya mengucapkan selamat membaca dan semoga materi yang ada dalam

Critical book report yang berbentuk makalah ini dapat bermanfaat sebagaimana mestinya
bagi para pembaca.

​Sidikalang,​ ​23-April-2​020
Penyusun

​ ​Ady presley siahaan


DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR.......................................................................................................... i

DAFTAR ISI......................................................................................................................... ii

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang....................................................................................................... 1

1.2 Rumusan................................................................................................................ 1

1.3 Tujuan.................................................................................................................... 1

1.4 Manfaat.................................................................................................................. 2

BAB II PEMBAHASAN

2.1 Identitas Buku....................................................................................................... 3

2.2 Ringkasan Isi Buku................................................................................................ 4

BAB III ANALISIS BUKU

3.1 Keunggulan dan Kelemahan Buku....................................................................... 8

3.2 Manfaat dan Kegunaan Buku............................................................................... 8

BAB III PENUTUP

3.1 Kesimpulan............................................................................................................ 9

3.2 Saran...................................................................................................................... 9

DAFTAR PUSTAKA........................................................................................................... 10
BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Keterampilan berbahasa mencakup empat segi, yaitu keterampilan menyimak, keterampilan


berbicara, keterampilan membaca, dan keterampilann menulis. Keempat-empatnya merupakan
catur tunggal.

Sadar atau tidak sadar keterampilan menyimak ini tidak begitu mendapat perhatian pada
sekolah-sekolah selama ini, bahkan juga di Negara-negara yang telah maju. Suatu penelitian yang
pernah dilakukan oleh Paul T. Rankin pada tahun 1929 terhadap 68 orang dari berbagai pekerjaan
jabatan dan jabatan di Detroit sampai pada suatu kesimpulan bahwa mereka ini mempergunakan
waktu berkomunikasi: 9% buat menulis, 16% buat membaca, 30% buat berbicara, dan 45% buat
menyimak.

Tetapi walaupun survei itu menyatakan bahwa pada umumnya kita menggunakan waktu buat
menyimak hampit tiga kali sebanyak waktu untuk membaca, sedikit sekali perhatian diberikan untuk
melatih orang menyimak.

Setiap keterampilan itu erat sekali berhubungan dengan ketiga keterampilan lainnya dengan cara
yang beraneka ragam. Dalam memperoleh keterampilan berbahasa biasanya kita melalui suatu
hubungan urutan yang terakhir: mula-mula pada masa kecil kita belajar menyimak bahasa, kemudian
berbicara, sesudah itu kita membaca, dan menulis. Menyimak dan berbicara kita pelajari sebelum
memasuki sekolah. Sedangkan membaca dan menulis dipelajari di sekolah. Keempat keterampilan
tersebut pada dasarnya merupakan satu kesatuan, merupakan caturtunggal.

Selanjutnya setiap keterampilan itu erat pula berhubungan dengan proses-proses berpikir yang
mendasari bahasa. Bahasa seseorang mencerminkan pikirannya. Semakin terampil seseorang
berbahasa, semakin cerah dan cerdas pula jalan pikirannya. Keterampilan hanya dapat diperoleh dan
di kuasai dengan jalan praktek dan banyak latihan. Melatih keterampilan berbahasa berarti pula
melatih keterampilan berpikir.

1.2 Rumusan Masalah

1. Menyimak yang berbeda dari buku menyimak versi bahasa Inggris dan versi bahasa Indonesia

2. Menemukan kelebihan dan kekurangan dari ketiga buah buku.

1.3 Tujuan
1. Untuk mengetahui sebenarnya apa pengertian dan maksud dari menyimak itu.

2. Untuk Mengetahui Prinsip Dasar Bahasa

3. Untuk Menambah Wawasan Tentang Bahasa Dan Menyimak

1.4 Manfaat

1. Untuk memenuhi tugas mata kuliah Listening

2. Untuk menambah pengetahuan tentang bagaimana menyimak itu dan apa saja yang menjadi
dasar-dasarnya.
​BAB II

PEMBAHASAN

2.1 Identitas Buku

1. Judul buku : Teaching and Researching Listening

2. Pengarang : Michael Rost

3. Penerbit : Longman

4. Tahun terbit : 2002

5. Kota Terbit : Great Britain

6. Tebal Buku : 309 halaman

7. Ukuran : 15,5x23,3 cm

Michael Rost adalah seorang Dosen di Universitas Kalivornia,Berkeley.Dia masih aktif mengajar
bahasa, program administrai,dan guru pelatih dunia selama 20 tahun; dan bekerja sebagai konsultan
bahasa pada suatu organisasi Internasionalyaitu save the Children Foundation, Foregin ministry di
Jepang dan Annenberg Foundation di Washington. Buku ini pertama kalinya terbit pada tahun 2002.

Adapun bagian dari buku ini terdiri atas:


Bab 1 Membahas Tentang Definisi Mendengarkan
Bab 2 Membahas Tentang Mengajar Dan Mendengarkan
Bab 3 Membahas Tentang Mencari Dengan Mendengarkan
Bab 4 Membahas Tentang Menjelajahi Mendengarkan

2.2 Ringkasan Isi Buku

Dalam penelitian saya mendengarkan selama beberapa tahun terakhir, saya telah mencari
definisi mendengarkan di berbagai bidang, dan telah mencoba untuk melihat bagaimana definisi ini
telah berubah dari waktu ke waktu.

Tidak mengherankan, akademisi dalam ilmu-ilmu sosial telah didefinisikan mendengarkan


dalam hal kepentingan theorethical mereka dalam topik. Pada awal 1900-an, ketika fonetik akustik
terlihat sebuah terobosan besar dalam penelitian komunikasi, karena perkembangan dalam rekaman
Teknologi, mendengarkan didefinisikan dalam hal andal merekam sinyal akustik dalam otak. Dengan
minat baru dalam anthrophology. Selama beberapa tahun terakhir, Saya juga telah meminta banyak
indibiduals-apllied linguistik, psikolog, guru bahasa, sisw.a bahasa - pertanyaan yang sama: "apa itu
mendengarkan?". Karena mendengarkan merupakan proses mental yang tak terlihat, kita cenderung
menggunakan analogis tidak langsung dan methapors untuk menggambarkannya. Sebuah methapor
umum dari siswa bahasa adalah dalam hal mendapatkan sesuatu yang berarti mendengarkan

Reseptif
• Mendengarkan berarti menyimak apa yang pembicara telah katakan
• Mendengarkan berarti mendapatkan ide pembicara
• Pesan pembicara
• Membuka Kode konten pembicara
• Menerima transfer , kesan, pikiran, keyakinan, sikap dari pembicara
• Konstruktif
• Kolaboratif

• Transformatif

Perkenalan : kepentingan, keyakinan dan metafora


Sistem pendengaran manusia adalah serangkaian tahapan untuk mengkonversi suara ke
stimuli.Pendengaran saraf terjadi ketika:

1. getaran suara mencapai eadrum .

2. Menyebabkan ossicles bergetar dan stapes untuk bergerak

3. Para vibratioons lulus meskipun jendela oval untuk berisi cairan kanal-kanal untuk koklea.

4. Ditransmisikan ke saluran koklea di mana mereka mengatur impuls saraf yang dikirim
sepanjang saraf koklea ke otak.
Ø Pengolahan Linguistik
Bagian 1

a) Menguraikan prosedur menyimak bagaimana kita memandang pidato

b) Menjelaskan mengapa pengenalan kata adalah proses sentral pengolahan linguistik

c) Menguraikan beberapa teknik penelitian umum dan model penyimak

d) Garis-garis atau aturan menyimak saat mendengarkan

e) Garis-garis non-verbal isyarat tersedia untuk pendengar

Ø Pengolahan pragmatis

Niat pembicara melalui penggunaan konvensi percakapan


Mendefinisikan pengertian frame sosial dan menunjukkan bagaimana pendengar menggunakan
bingkai sosial dan peran sosial yang dirasakan untuk membangun
Mendefinisikan konsep penting dari pendengar

menggunakan peran sosial untuk membangun makna


Rincian konsep kolaborasi pendengar dan pengertian komunikasi berorientasi tujuan dan tolok ukur

Ø Pengolahan Linguistik

Pemahaman ini sering dianggap sebagai tujuan pertama-urutan mendengarkan, prioritas tertinggi
dari pendengar, dan kadang-kadang tujuan tunggal mendengarkan

BAGIAN I
MENDEFINISIKAN MENDENGARKAN BAHASA PENGOLAHAN

Merancang sebuah prosedurr dibatasi bahasa alami membutuhkan banyak penelitian dan
pemeriksaan kinerja. Para programer komputer menghadapi tiga tantangan utama dalam
pengolahan pidato: pidato pengakuan, analisis semantik dan respon yang tepat

Ø Mendengarkan Dan Pengembangan


Bahasa pertama pengembangan presepsi
Dalam keadaan normal,, kita semua berhasil menguasai bahasa pertama, dan kami
melakukannya terutama melalui mendengarkan. Ada hubungan mulus antara pendengar untuk
mendengar dan memperoleh bahasa pertama kami.

BAGIAN II
MENGAJAR MENDENGARKAN PENDEKATAN PENGAJARAN MENDENGARKAN
Ø Teori ini berkaitan dengan instruksi intensions
1. bakat spesifik instruksi:
2. kognitif flexibirity
3. koordinasi mengajar dan belajar
4. mode belajar
5. Iklim yang positif untuk belajar

Ø Para theoris berikut ini berkaitan dengan desain tentu saja


1. berlabuh instruksi
2. Stuktur tentu
3. spiral belajar
4. elaborasi pendengar
5. kriteria referensi

Ø Pendekatan untuk mendengarkan


Tujuan untuk penelitian
Bagian pertama buku dua tis telah meneliti gagasan mendengarkan, menggoda adalah istilah yang
mendefinisikan apa itu mendengarkan, maka dalam thema yang terbaik dipraktekkan untuk
mengajar mendengarkan.
Pengaruh dari penelitian belajar kedua
Bagian ini menguraikan beberapa pada pengajaran mendengarkan yang berasal langsung dari
penelitian acquistion bahasa kedua.

Ø Prinsip Filter Afektif hipotesis


1. Mendengarkan pengalaman yang membantu siswa mengurangi kecemasan mereka tentang
mendengarkan umumnya akan menguntungkan
2. Dengan memperhatikan motif rekening peserta didik 'dan sikap tentang mendengarkan, instruktur
dapat memilih peserta didik yang lebih baik masukan atau titik ke sumber daya terbaik dan peluang
untuk input yang sesuai.
Masukan hipotesis

Ø Hipotesis ini memiliki dua kololari utama:


1. Berbicara adalah hasil dari akuisisi dan bukan penyebabnya.
2. Jika input dipahami, dan ada cukup dari itu, tata bahasa yang diperlukan pelajar perlu belajar
secara otomatis disediakan.

Ø Prinsip
1. Intruction harus bertujuan hanya untuk memberikan masukan dipahami saat Masukan dapat
dipahami aural atau tertulis, atau keduanya.

2. Mengajar tidak perlu memaksa siswa untuk berbicara, karena berbicara akan muncul secara
alami sebagai hasil dari bekerja dengan mendengarkan.
ü Interaksi hipotesis

Prinsip
a) Mendengarkan instruksi harus memungkinkan learnes untuk mencari tahu makna bagi diri sendiri
tidak bergantung pada presentasi oleh instruktur.
b) Mendengarkan instruksi harus membangun dalam kebutuhan dan kesempatan untuk negosiasi
makna

ü Pengetahuan Prosedural
Prinsip
a) Mendengarkan tugas dan instruksi harus bertujuan untuk membantu learnes automise tingkat
rendah proses bahasa sehingga dapat lebih memperhatikan tingkat yang lebih tinggi tujuannya.

b) practive Reguler ditargetkan dengan fine-tuning tingkat rendah skils pengolahan, akan membantu
peserta didik automise keterampilan ini untuk digunakan dalam pengaturan wacana diperpanjang.

Belajar Strategis
Processability Hipotesis
Hyphothesis Jarak Sosial

A. METODE

· Pencarian sejarah bagi metode terbaik

· Anti-metode dan pasca-metode

· Keterampilan taksonomi

B. INPUT

· Relevansi⎫

a) Narasi
b) Deskriptif

· Kesulitan

· Penyederhanaan

1. Membatasi penyederhanaan: operatos pada prinsip menggunakan dan highliting item


linguistik akrab dan frame:
Leksikal: menggunakan istilah sederhana
Sintaksis
Fonologi
Discoursal

2. Simplication elaborasi: beroperasi pada prinsip memperkaya input


Fonologi
Leksikal
Sintaksis
Discoursal

· Mengajarkan prinsip-prinsip: simplification


Penyederhanaan masukan efektif untuk belajar bahasa hanya jika membantu pendengar
menjadi lebih aktif, yaitu, lebih mampu untuk mengaktifkan pengetahuan backround, membuat
kesimpulan, dan lebih bersedia untuk menanggapi apa yang dia dengar.
Cara lain yang lebih besar pemahaman acheieving tanpa mengubah teks sering lebih baik dan
biasanya lebih mudah untuk mengelola.

​BAB III

ANALISIS BUKU

3.1 Keunggulan dan Kelemahan Buku

A. Keunggulan Buku

Buku menyimak versi bahasa Inggris yang berjudul ‘ Teaching and Researching Listening oleh
Michael Rost ini meiliki pembahasan yang lebih mendetail mengenai pembahasan menyimak.
Semua dipaparkan secara jelas. Mulai dari defenisi menyimak, pengajaran menyimak, penelitian
menyimak dan penerapan menyimak dalam kehidupan sehari-hari. Buku ini juga memaparkan
metode yang baik dalam proses menyimak.

Pemilihan kata yang digunakan penulis dalam buku ini sudah baik. Sama seperti buku
menyimak, buku ini juga memaparkan contoh-contoh yang sering kita temui dalam kehidupan
sehari-harinya. Dari segi kualitas kertas yang digunakan cukup baik. Kertas yang digunakan cukup
tebal dan tudak mudah sobek. Sehingga , isinya tidak gampang tercecer kemana-mana.

B. Kelemahan Buku

Sampul yang digunakan tidaklah sebagus kualitas kertas isi. Sampul yang terdapat pada buku
ini gampang sobek. Buku Rost tidak secara mendalam membahas tentang listening atau menyimak,
kadang dia membahasnya terlalu jauh dan bahkan berbelit-belit karena jangkauan berpikirnya
sangat luas dan banyak sekali mengambil referensi-referensi dari yang lain.

Buku ini lebih memperkuat pada pembahasan tentang ilmu Linguistik . Sehingga ketika kita
membaca buku ini di anjurkan terlebih dahulu kita harus menguasai ilmu Linguistik sedikit
banyaknya . Ini justru bisa menghambat pembaca yang ingin mempelajari buku ini yang tidak
memiliki pengetahuan tentang Linguistik

3.2 Manfaat dan Kegunaan Buku

Buku ini sudah bagus dan baik. Namun bahasa dan pembahasan yang disajikan sedikit tidak
mudah di cerna oleh nalar kita, penulis terlalu menggunakan kata – kata yang sulit, dan
penjelasannya mengenai Menyimak atau Listening itu sendiri sudah terlalu melebar luas, tidak cocok
bila di gunakan oleh mahasiswa pemula, buku ini cocok digunakan oleh Mahasiswa yang mengambil
S2 ataupun Dosen Mata Kuliah Menyimak

BAB IV

PENUTUP

4.1 Kesimpulan

Di buku “Teaching and Researchig Listening” menurut saya buku yang ini ialah buku yang mudah
dipahami karena menjelaskan materi secara mendalam, memberikan skema untuk lebih mudah
dalam memahami, serta dilengkapi oleh contoh-contoh yang bisa dimengerti pembaca sekalian . Dan
buku ini sangat cocok untuk mahasiswa pemula seperti Mahasiswa semester 1 di jurusan Bahasa
Inggris.

Dapat saya simpulkan bahwa buku ini memiliki kelemahan dan kelebihan masing-masing
seperti kita lihat dari penyajian praktik dan penjelasan yang diberikan. Dengan adanya tugas
membuat kritikal buku ini maka,tanpa kita sadari bahwa kita telah sukses dalam menanam sebuah
bibit terbaik yang kelak akan kita kembangkan seiring berjalannya waktu,dan dengan tertanamnya
bibit tersebut dalam diri kita secara tidak langsung rasa ingin tahu kita akan ilmu pengetahuan
mengenai isi dari ketiga buku tersebut di jawab dengan terselesaikannya Makalah Critical Book
Report ini.

4.2 Saran

Demikianlah makalah tentang kritikal buku ini saya perbuat. Saya harap dapat membantu dan
menjadi inspirasi bagi pembaca.dan lebih memahami lebih dalam tentang Keterampilan Menyimak.
DAFTAR PUSTAKA

Tarigan, G. Hendry. 1986. Menyimak Sebagai Suatu Keterampilan Berbahasa. Bandung: Angkasa.

Lubis, Joharis. 2014. Terampil Menyimak.Medan : Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri
Medan

Rost, Michael. 2002. Teaching and Researching Listening. Great Britain: Longman.
Link buku Teaching and Researching Listening

https://books.google.co.id/books?id=ZpH4CgAAQBAJ&pg=PA27&hl=id&source=gbs_selected_pages
&cad=3#v=onepage&q&f=false