Anda di halaman 1dari 3

Nama : Nur Arabiah

Stambuk : 08320180108
Kelas : C5 Agribisnis

A. Proses Keputusan Inovasi


Keputusan inovasi adalah proses mental, sejak seseorang mengetahui adanya
inovasi sampai mengambil keputusan untuk menerima atau menolaknya dan
mengukuhkannya. Keputusan inovasi merupakan suatu tipe pengambilan
keputusan yang khas, keputusan ini mempuyai ciri-ciri tersendiri yang tak
diketemukan dalam situasi pembuatan keputusan yang lainnya.
Ada beberapa tipe keputusan inovasi, yaitu :
1. Keputusan otoritas, yaitu keputusan yang dipaksakan kepada seseorang oleh
individu yang berada dalam posisi atasan.
2. Keputusan individual, yaitu keputusan di mana individu yang bersangkutan
ambil peranan dalam pembuatannya. Keputusan individual ini ada dua macam :
a. keputusan opsional yakni keputusan yang dibuat oleh seseorang, terlepas dari
keputusan-keputusan yang dibuat oleh anggota sistem.
b. Keputusan kolektif yakni keputusan yang dibuat oleh individu-individu yang
ada dalam sistem sosial melalui konsensus.
Sebagai tambahan dari kedua tipe keputusan di atas, ada keputusan yang disebut
keputusan kontingen, yakni pemilihan untuk menerima atau menolak inovasi
setelah ada keputusan inovasi yang mendahuluinya.
1. Proses Keputusan Inovasi Opsional
Pandangan tradisional mengenai proses keputusan inovasi, yang disebut
“proses adopsi”, di kemukakan komisi ahli-ahli sosiologi pedesaan pada tahun
1955. Proses itu terdiri dari 5 tahap :
1. Tahap Kesadaran, di mana seseorang mengetahui adanya ide-ide baru tetapi
kekurangan informasi mengetahui hal itu.
2. Tahap Menaruh Minat, di mana seseorang mulai menaruh minat terhadap
inovasi dan mencari informasi lebih banyak mengenai inovasi tersebut.
3. Tahap Penilaian, di mana seseorang mengadakan penilaian terhadap ide baru
yang dihubungkan dengan situasi dirinya sendiri saat ini dan masa mendatang
dan menentukan mencobanya atau tidak.
4. Tahap Pencobaan, di mana seseorang menerapkan ide-ide baru itu dalam skala
kecil untuk menentukan kegunaannya, apakah sesuai dengan situasi dirinya.
5. Tahap Penerimaan, (adopsi) di mana seseorang menggunakan ide baru itu
secara tetap dalam skala yang luas.
2. Keputusan Inovasi Kolektif
Keputusan inovasi kolektif adalah keputusan untuk menerima atau menolak
inovasi yang dibuat oleh individu-individu yang ada dalam sistem sosial melalui
konsensus. Proses ini melibatkan lebih banyak individu. Pengambilan keputusan
inovasi kolektif ini prosesnya lebih panjang atau banyak memakan waktu. Tahap-
tahap dalam proses keputusan inovasi kolektif yaitu :
1. Stimulasi, merupakan minat ke arah kebutuhan akan ide-ide baru.
2. Inisiasi, yaitu ide-ide baru ke dalam sistem sosial.
3. Legitimasi, yaitu ide-ide baru yang ditimbulkan oleh pemegang kekuasaan
atau legitimator.
Partisipasi Dalam Keputusan Kolektif
Partisipasi adalah  tingkat keterlibatan anggota sistem sosial dalam proses
pengambilan keputusan. Tingkat partisipasi tersebut berhubungan positif dengan
kepuasan mereka terhadap keputusan inovasi kolektif. ini berarti semakin tinggi
partisipasi anggota dalam proses pengambilan keputusan, semakin besar pula
tingkat kepuasan mereka terhadap keputusan.
            Anggota sistem sosial lebih puas dengan keputusan kolektif jika mereka
merasa terlibat dalam pembuatan keputusan itu karena ;
 Dengan ikut serta dalam proses pengambilan keputusan, anggota itu
mengetahui bahwa sebagian besar anggota dalam sistem juga ingin
melaksanakan keputusan itu. Jika seseorang anggota tahu bagaimana
dukungan kelompok terhadap keputusan, dia mungkin menjadi lebih
puas.
 Keputusan untuk menerima atau menolak lebih sesuai dengan
kebutuhan anggota sistem jika mereka ikut ambil bagian dalam
pembuatan keputusan tersebut.
 Partisipasi yang luas memungkinkan para pemuka pendapat di dalam
sistem dapat menduga apa yang diinginkan oleh sebagian besar
anggota terhadap keputusan yang akan di ambil. dengan demikian
posisi para pemuka pendapat lebih mantap dan para anggota terdorong
untuk mentaati keputusan dengan rasa puas.
Penerimaan Anggota Terhadap Keputusan Inovasi Kolektif
Penerimaan anggota terhadap keputusan inovasi kolektif berhubungan
positif dengan tingkat partisipasi mereka, semakin banyak mereka berpartisipasi
dalam proses pembuatan keputusan kolektif semakin besar penerimaan mereka
terhadap keputusan.
            Penerimaan anggota terhadap keputusan inovasi kolektif juga
berhubungan positif dengan kohesi anggota dengan sistem sosial. Kohesi adalah
tingkat keterikatan anggota dengan sistem sosial menurut persepsinya sendiri.
Orang yang merasa sangat terikat atau punya ikatan kuat dengan kelompok akan
merasa lebih terdorong untuk merubah kepercayaan atau tingkah lakunya jika
kelompok menginginkan.