Anda di halaman 1dari 11

TUGAS MAKALAH

Sistem Informasi Bisnis


“Aplikasi E-Health”

KELOMPOK 8

1. AL ATINA BALQIS (08320180102)


2. LUTHFIAH AYU LIYANA (08320180104)
3. NUR ARABIAH (08320180108)

PROGRAM STUDI AGRIBISNIS


FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS MUSLIM INDONESIA
MAKASSAR
2020
KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT, yang telah memberikan rahmat
serta karunia-Nya kepada kami sehingga dapat menyelesaikan makalah ini tepat pada
waktunya. Makalah ini berjudul  “Aplikasi E-Health”.
Kami menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna, oleh karena itu kritik
dan saran dari semua pihak yang bersifat membangun, selalu kami harapkan demi
kesempurnaan makalah ini. Semoga makalah ini dapat memberikan wawasan yang lebih luas
kepada pembaca.
Akhir kata, saya ucapkan terima kasih kepada saudara/saudari yang senantiasa
mendukung dalam penyusunan makalah ini. Semoga Allah SWT senantiasa meridhoi segala
usaha kita. Amin.

Makassar, 21 Maret 2020

             Penyusun
DAFTAR ISI

SAMPUL
KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
BAB I PENDAHULUAN
1. Latar Belakang.....................................................................................................
1.2.Rumusan Masalah................................................................................................
1.3.Tujuan..................................................................................................................
BAB II PEMBAHASAN
2.1.Sejarah Perkembangan E-health......................................................................
2.2.E-health di Indonesia...........................................................................................
2.3.Bentuk E-health.............................................................................................
2.4.Fungsi E-health..............................................................................................
2.5.Manfaat E-health............................................................................................
2.6.Konsep E-health di Negara Amerika.............................................................
BAB III PENUTUP
1. Kesimpulan.........................................................................................................
2. Saran...................................................................................................................
DAFTAR PUSTAKA
BAB I

PENDAHULUAN

1. Latar belakang
Teknologi komunikasi sekarang ini telah mengubah pola pikir kebanyakan
orang di seluruh dunia, terutama di negara-negara maju.Hal ini tidak menutup
kemungkinan terjadi juga di negara Indonesia yang pada saat ini sedang
berkembang.Seiring dengan era cyber-net, dunia kesehatan juga tidak mau
ketinggalan dengan kemajuan tersebut.Di dunia kesehatan telah dikembangkan e-
health atau telehealth atau telemedicine sebagai sarana layanan kesehatan jarak jauh.
E-Health  (dulu telehealth atau telemedicine) mengacu pada semua bentuk
layanan kesehatan elektronik yang dikirimkan melalui Internet, meliputi bidang
informasi, pendidikan dan “produk” komersial hingga pelayanan langsung yang
ditawarkan oleh para profesional, nonprofesional, pelaku bisnis atau konsumen itu
sendiri.Pada tahun 1999, e-Health merupakan istilah yang sangat populer yang
mengacu pada pelayanan kesehatan berbasis Internet.  Istilah e-Health ini
merefleksikan perubahan : pergerakan dari pelayanan kesehatan inovatif dari proyek-
proyek telemedicine dan telehealth yang independen hingga jaringan distribusi ke
seluruh dunia yang dikenal sebagai Internet.
Layanan e-Health terdiri dari 5C yaitu: content, connectivity, commerce,
community, dan clinical care. Bagi beberapa orang ditambah menjadi 6 yaitu
computer applications.E-Health menggambarkan kemampuan unik Internet yang
memungkinkan pengiriman pelayanan kesehatan yang merupakan karakter dari
telehealth dan telemedicine. Hasilnya, e-Health menyebabkan pelayanan kesehatan
menjadi lebih efisien, membuat  pasien  dan professional dapat melakukan hal yang
sebelumnya mustahil menjadi dapat dilakukan melalui Internet.Adanya kekuatan dari
teknologi telekomunikasi, E-health, telehealth dan telemedicine telah memperlihatkan
bagaimana teknologi komunikasi dapat didesain, diimplementasikan dan dikelola
untuk membantu layanan profesional memperluas dan mentransformasi
organisasinya. 
1.2 Rumusan Masalah
1.2.1 Bagaimana membangun sistem informasi online yang terintegrasi antara
bidang kesehatan dan unit pelayanan kesehatan yang memanfaatkan sistem
komputer dan pemanfaatan teknologi informasi di jaringan internet melalui
aplikasi e-health.
1.2.2 Bagaimana cara membangun pelayanan kesehatan agar menjadi lebih
efisien dan efektif.
1.2.3 Bagaimana mengembangkan sarana layanan kesehatan pada e-health.
1.3 Tujuan
1.3.1 Mengetahui sejarah perkembangan E-Health
1.3.2 Mengetahui E-Health di Indonesia
BAB II

PEMBAHASAN

2.1 Sejarah Perkembangan E-Health.

Sejak tahun 1960-an hingga saat ini, banyak istilah yang telah dipakai untuk
menggambarkan sistem rekam medis otomatis. Istilah yang digunakan untuk menggambarkan
sistem ini berubah seiring kemajuan teknologi dan karena berkembangnya sistem otomatis
dari aplikasi komputer tunggal menjadi kombinasi dari berbagai sistem jaringan yang sama.

Pada periode 1970-1980, istilah catatan medis yang terkomputerisasi digunakan untuk
menggambarkan upaya otomatisasi catatan medis awal.Upaya otomatisasi awal difokuskan
pada pengembangan kesiagaan, catatan administrasi pengobatan, penyedia komunikasi
perintah, dan catatan. Sistem otomatis ini terutama digunakan dalam jenis sistem berikut :
pendaftaran pasien, keuangan, laboratorium, radiologi, farmasi, keperawatan, dan terapi
pernapasan. Selama tahun 1970-an, banyak catatan medis terkomputerisasi dikembangkan
dalam aturan universitas untuk penggunaan yang disesuaikan dengan kebutuhan
pengembangan kesatuan, sehingga sistem ini tidak bisa dengan mudah diimplementasikan di
fasilitas lainnya.

Sepanjang tahun 1980, pengembangan sistem otomatis lambat, tapi visi dari sistem
catatan elektronik adalah untuk tujuan dari industri perawatan kesehatan. Institute of
Medicine (IOM), pada tahun 1991, merilis sebuah laporan berjudul (The Record Pasien
Based Record) catatan medis berbasis komputer: “Sebuah Teknologi Penting untuk
Kesehatan”. Tujuan dari laporan ini adalah untuk mengembangkan sistem otomatis yang akan
memberikan catatan pasien secara longitudinal. Suatu catatan pasien longitudinal berisi
catatan dari episode/peristiwa yang berbeda dari suatu perawatan, penyedia, dan fasilitas
yang dihubungkan dengan sebuah bentuk tampilan, waktu ke waktu, dari pertemuan
perawatan kesehatan pasien.IOM menyimpulkan bahwa ini dapat dicapai melalui catatan
pasien berbasis komputer (CPR).CPR adalah istilah yang digunakan untuk menjelaskan
pandangan yang lebih luas dari suatu catatan pasien yang telah ada pada 1990-an.

CPR bersifat multidisiplin dan multienterprise, dan memiliki kemampuan untuk


menghubungkan informasi pasien di lokasi yang berbeda menurut pengenal pasien yang unik.
Meskipun ini adalah keuntungan utama dari sistem CPR, ada juga keuntungan lain dari
sistem catatan otomatis ini. CPR juga menyediakan akses untuk masalah kesehatan yang
lengkap dan akurat, status, dan data pengobatan; dan berisi peringatan (misalnya, interaksi
obat) dan pengingat (misalnya, pemberitahuan pembaruan resep) untuk penyedia layanan
kesehatan. Menurut laporan Institute of Medicine tahun 1991, catatan elektronik harus
mendukung sebagai berikut:

 Dokter dapat mengakses informasi pasien


 Hasil tes baru dan lama di beberapa perawatan
 Catatan yang terkomputerisasi
 Komputerisasi keputusan sistem pendukung untuk mencegah interaksi obat dan
meningkatkan kepatuhan dengan praktik terbaik
 Komunikasi elektronik yang aman antara penyedia dan pasien
 Pasien dapat mengakses catatan, manajemen alat-alat penyakit, dan sumber daya
informasi kesehatan
 Komputerisasi pada proses administrasi, seperti sistem penjadwalan
 Standar berbasis penyimpanan data elektronik
 Pelaporan untuk keselamatan pasien dan upaya surveilans penyakit.
Edisi kedua dari laporan ini dirilis pada tahun 1997, yang selanjutnya divalidasi untuk
pengembangan sistem otomatis rekam medis.  Sebagai sistem otomatis dikembangkan
sepanjang tahun 1990-an, perintah, transkripsi, dan fungsi pencitraan dokumen digabung
dengan fungsi CPR.  Pencitraan dokumen dan pencitraan disk optik disediakan alternatif
untuk mikrofilm tradisional atau sistem penyimpanan jauh karena catatan pasien
dikonversi menjadi gambar elektronik dan disimpan pada server atau disk optik.
Pencitraan Optical disk menggunakan teknologi laser untuk membuat gambar. Scanner
digunakan untuk menangkap gambar dalam kertas catatan ke media penyimpanan
elektronik.

2.2 E-Health di Indonesia


Indonesia harus memiliki arsitektur Electronic Health (e-health) nasional yang
didukung oleh road map buatan pemangku kepentingan di industri kesehatan agar Teknologi
Informasi Komunikasi (TIK) bisa optimal digunakan untuk kesejahteraan masyarakat.E-
Health merupakan suatu bentuk layanan kesehatan secara elektronis yang mempunyai tujuan
untuk mendukung kegiatan kesehatan secara umum dan meningkatkan kualitas
layanan.Roadmap ini harus menyangkut masalah aristektur teknologi, proses bisnis dan juga
tata kelola dengan segala regulasi pendukungnya.
Arsitektur teknologi sebaiknya dikaitkan dengan teknologi yang efisien tapi tetap
menjaga keamanan dan privacy pasien.Teknologi Cloud Computing bisa dijadikan sebagai
tulang punggungnya.TIK dengan perkembanganya memiliki sifat interaktif bergerak dengan
kecepatan tinggi sehingga memungkinkan untuk membantu manusia mengelola
kesehatannya.Saat ini masih terjadi disparitas layanan kesehatan di perkotaan dan di daerah.
Pemanfaatan kemajuan teknologi informasi akan dapat menekan kondisi tersebut dan juga
menghindari membludaknya jumlah pasien ke rumah sakit besar yang mestinya hanya
menangani pasien dengan tingkat kesulitan tertentu.

Pengembangan e-health perlu didasarkan pada kebutuhan pengguna akan layanan


kesehatan, sehingga akan tercipta e-health yang tepat sasaran dan mampu meningkatkan
derajat kesehatan di Indonesia. Saat ini ekosistem kesehatan terdiri dari beberapa komponen
yaitu, pengguna (pasien dengan berbagai level ekonomi), pemerintah sebagai regulator dan
fasiliastor, dokter, rumah sakit, apotik, industri obat dan penyelenggara maupun pendukung
kesehatan lainnya.Masing-masing komponen bisa membangun dengan program TIK masing-
masing.Namun demikian karena pasien itu berpindah-pindah dan perlu penanganan yang
cepat, akurat dan murah, maka diperlukan suatu sistem TIK yang baik.
Saat ini banyak aplikasi telah dikembangkan, baik untuk rumah sakit apotik, puskesmas, dan
lain-lainya.Namun demikian apakah masing-masing komponen telah bisa berintegrasi?
Integrasi dibutuhkan mulai dari data pasien (rekam medis), tempat praktek dokter, test
laboratorium hingga pemberian resep dokter secara elektronik.
2.3 Bentuk E-Health

Istilah ini dapat mencakup berbagai layanan atau sistem yang berada
di tepi obat kesehatandan informasi teknologi, termasuk:

 Elektronik kesehatan catatan : memungkinkan komunikasi data


pasien antara profesional kesehatan yang berbeda (dokter, dokter
spesialis,dll)
 Telemedicine : perawatan fisik dan psikologis di kejauhan.
 Konsumen kesehatan informatika : pemanfaatan sumber daya
elektronik pada topik medis oleh individu yang sehat.
 Kesehatan manajemen pengetahuan : mislnya dalam sebuah
gambaran jurnal medis terbaru, pedoman praktek terbaik atau
pelacakan epidemiologi (contoh termasuk sumber daya dokter
seperti Medscape dan MDLinx ).
 Virtual tim kesehatan: terdiri dari profesional kesehatan yang
berkolaborasi dan berbagiinformasi mengenai pasien melalui
peralatan digital (untuk perawatan transmural).
 M-Health atau M-Kesehatan : mencakup penggunaan perangkat
bergerak dalam pengumpulan data dan tingkat kesehatan pasien
agregat, memberikan informasi kesehatan untuk praktisi, peneliti,
dan pasien.

2.4 Fungsi E-Health

Bagi pemerintah di tingkat lokal maupun pusat juga mendapat


tantangan untuk menanggulangi meningkatkan biaya pelayanan
kesehatan, meningkatkan akses dan kualitas pelayanan.Selain itu, mereka
juga bertanggungjawab terhadap pemantauan kesehatan umum dan
kemungkinan penyebaran penyakit menular tertentu.

Mengembangkan layanan E-Health akan membantu pihak-pihak


penyedia layanan kesehatan termasuk pemerintah untuk mencapai hal
tersebut di atas. E-Health akan memberikan kesempatan kepada semua
pihak untuk melakukan kolaborasi, pengumpulan dan analisa data
kesehatan yang melampaui batasan fisik dan waktu.

2.5 Manfaat E-Health

E-Health ini diharapkan dapat meningkatkan berbagai aspek


kesehatan (kualitas, efisiensi biaya,akses) oleh:
a. Mendukung pemberian pelayanan yang disesuaikan dengan pasien
individu, di mana TIKmemungkinkan pengambilan keputusan yang
lebih baik berdasarkan data bukti danpasien-spesifik.
b. Meningkatkan transparansi dan akuntabilitas proses perawatan dan
memfasilitasi perawatan bersama melintasi batas.
c. Membantu praktik berbasis bukti dan pengurangan kesalahan
d. Meningkatkan akurasi diagnostik dan kesesuaian pengobatan
e. Meningkatkan akses terhadap kesehatan yang efektif dengan
mengurangi hambatan yang diciptakan, misalnya, dengan lokasi fisik
atau kecacatan
f. Memfasilitasi pemberdayaan pasien untuk perawatan diri dan
pengambilan keputusankesehatan
g. Meningkatkan efisiensi biaya melalui penyederhanaan proses,
mengurangi waktu menunggu dan limbah.

2.6 Konsep E-Health di Negara Amerika

Visi E-health secara ringkas dinyatakan sebagai sebuah sistem


kesehatan yang bisa bekerjasama dengan sistem lainnya sehingga
informasi layanan kesehatan bisa diakses, kapan saja dan dimana saja
dibutuhkan guna menunjang kesehatan perorangan, pengambilan
keputusan dan mengembangkan layanan kesehatan yang berkelanjutan.

E-health menunjang lingkungan kesehatan yang fokus pada pasien


dengan suau layanan terpadu menyajikan layanan kesehatan yang efektif
dan terkoordinasi. Dengan demikian e-health akan menjadi faktor kunci
yang memicu transformasi dan terwujudnya layanan kesehatan yang
berkelanjutan di suatu negara. Untuk mencapai visi e-health tersebut
disusunlah kerangka kerja yang menunjukan struktur konseptual e-health
dengan demikian bisa diperlihatkan prasyarat dan interaksi subsistem e-
health menuju pencapaian visi.
BAB III

PENUTUP

1. Kesimpulan
Adapun kesimpulan dari makalah kami yaitu sejak tahun 1960-an hingga saat ini,
banyak istilah yang telah dipakai untuk menggambarkan sistem rekam medis otomatis.
Istilah yang digunakan untuk menggambarkan sistem ini berubah seiring kemajuan
teknologi dan berkembangnya sistem otomatis dari aplikasi komputer tunggal menjadi
kombinasi dari berbagai sistem jaringan yang sama. Pada periode 1970-1980, istilah
catatan medis yang terkomputerisasi digunakan untuk menggambarkan upaya otomatisasi
catatan medis awal.Upaya otomatisasi awal difokuskan pada pengembangan kesiagaan,
catatan administrasi pengobatan, penyedia komunikasi perintah, dan catatan. Sepanjang
tahun 1980, pengembangan sistem otomatis lambat, tapi visi dari sistem catatan
elektronik adalah untuk tujuan dari industri perawatan kesehatan. Institute of Medicine
(IOM), pada tahun 1991, merilis sebuah laporan berjudul (The Record Pasien Based
Record) catatan medis berbasis komputer: “Sebuah Teknologi Penting untuk Kesehatan”.
Tujuan dari laporan ini adalah untuk mengembangkan sistem otomatis yang akan
memberikan catatan pasien secara longitudinal. IOM menyimpulkan bahwa ini dapat
dicapai melalui catatan pasien berbasis komputer (CPR).CPR adalah istilah yang
digunakan untuk menjelaskan pandangan yang lebih luas dari suatu catatan pasien yang
telah ada pada 1990-an.
Pengembangan e-health perlu didasarkan pada kebutuhan pengguna akan layanan
kesehatan, sehingga akan tercipta e-health yang tepat sasaran dan mampu meningkatkan
derajat kesehatan di Indonesia. Saat ini ekosistem kesehatan terdiri dari beberapa
komponen yaitu, pengguna (pasien dengan berbagai level ekonomi), pemerintah sebagai
regulator dan fasiliastor, dokter, rumah sakit, apotik, industri obat dan penyelenggara
maupun pendukung kesehatan lainnya.
2. Saran
Untuk lebih memperdalam lagi ilmu mengenai e-Health and Telemedicine ini
diharapkan bagi para pembaca untuk lebih mencari lagi informasi yang terkait baik secara
studi pustaka maupun melalui layanan informasi yang lainnya dengan pembahasan yang
sesuai dengan makalah ini.

DAFTAR PUSTAKA

http://www.computerized-screening.com/Default.htm
http://www.medics-network.com/download/danluprano_dec03.pdf
http://www.pusatstudi.gunadarma.ac.id/psik/index.php/psik/query_entry/1/3/3/5
http://www:store.globalmedia.com
http://www.telemedicine.com/