Anda di halaman 1dari 7

Ada 3 (tiga) cara untuk mengatasi/memadamkan kebakaran :

1. Cara penguraian yaitu cara memadamkan dengan memisahkan atau


menjauhkan bahan / benda-benda yang dapat terbakar
2. Cara pendinginan yaitu cara memadamkan kebakaran dengan menurunkan
panas atau suhu. Bahan airlah yang paling dominan digunakan dalam
menurunkan panas dengan jalan menyemprotkan atau menyiramkan air ke
titik api.
3. Cara Isolasi/lokalisasi yaitu cara pemadaman kebakaran dengan
mengurangi kadar/prosentase O2 pada benda-benda yang terbakar.

Bahan Pemadam Kebakaran

Bahan pemadam kebakaran yang banyak dijumpai dan dipakai pada saat ini
antara lain :

1. Bahan pemadam Air


2. Bahan pemadam Busa (Foam)
3. Bahan pemadam Gas CO2
4. Bahan pemadam powder kering (Dry chemical)
5. Bahan pemadam Gas Halon (BCF)

Bahan pemadam Air

Bahan pemadam air mudah didapat, harga murah, dapat digunakan dalam jumlah
yang tak terbatas bahkan tidak perlu beli/gratis. Air disamping menurunkan
panas/suhu (mendinginkan) dapat pula menahan/menolak dan mengusir
masuknya oksigen apabila dikabutkan.

Pada saat ini bahan pemadam kebakaran air banyak digunakan dengan
sistim/bentuk kabut (Fog), karena mempunyai beberapa kelebihan jika
dibandingkan dengan pancaran air antara lain :

1. Mempunyai kemampuan menyerap panas (pendinginan) lebih besar. 1 liter


air yang dipancarkan dapat menyerap panas 30 kcal, sedangkan bila
dikabutkan 1 liter air dapat menjadi uap sebanyak 1.600 lt dan akan
menyerap panas sampai 300 kcal.
2. Peyemprotan nozzel lebih mudah dikendalikan, dengan mengatur nozzel
pancaran dapat dikendalikan bahkan sistim kabut (fog) menghasilkan udara
segar
3. Dapat digunakan pada kebakaran minyak (Zat cair)

Keuntungan dan kerugian bahan air :

Keuntungan:
1. sebagai media pendingin yang baik
2. mudah didapat dan besar jumlahnya
3. biaya eksploitasi rendah

Kerugian :
1. menghantarkan listrik
2. penggunaan di kapal dapat mengganggu keseimbangan(stabilitas)
3. dapat merusak barang-barang berharga tertentu seperti alat-alat elektronik
4. menambah panas apabila terkena karbit kopra mentah, atau bahan-bahan kimia
tertentu

Bahan pemadam Busa (Foam)

Bahan pemadam busa efektif untuk memadamkan kebakaran kelas B (minyak,


solar dan cairnya), untuk memadamkan kebakaran benda padat (Kelas A) kurang
baik. Seperti diketahui bahwa pemadam kebakaran dengan bahan busa adalah
dengan cara isolasi yaitu mencegah masuknya udara dalam proses kebakaran
(api), dengan menutup/menyelimuti permukaan benda yang terbakar sehingga
api tidak mengalir.

Menurut proses pembuatannya terdapat dua jenis busa yaitu :

a. Busa kimia ( Chemis )


b. Busa mekanis

Busa kurang sesuai untuk disemprotkan pada permukaan cairan yang mudah
bercampur dengan air (Alkohol, spirtus) karena busa mudah larut dalam air
Bahan pemadam Gas CO2

Bahan pemadam kebakaran CO2 atau karbon dioksida berupa gas dan dapat
digunakan untuk memadamkan segala jenis kebakaran terutama kelas C. Dengan
menghembuskan gas CO2 akan dapat mengusir dan mengurangi prosentase
oksigen (O2) yang ada di udara sampai 12 % – 15 %. Gas CO2 ini lebih berat dari
pada udara dan seperti gas-gas lain tidak menghantar listrik, tidak berbau dan
tidak meninggalkan bekas/bersih.

Bahan pemadaman Tepung (powder) kimia kering (drychemical)

Dry chemical dapat digunakan untuk semua jenis kebakaran, Tidak berbahaya
bagi manusia/binatang karena tidak beracun. Bahan dry chemical disebut sebagai
bahan pemadam kebakaran yang berfungsi ganda (multi purpose extinguisher)

a. Tidak menghantar listrik, Powder berfungsi mengikat oksigen (isolasi) dan


juga dapat mengikat gas-gas lain yang membahayakan.
b. Dapat menurunkan suhu, Mudah dibersihkan dan tidak merusak alat-alat,

Cara penggunaanya dry chemical hampir sama dengan gas CO2 yaitu sebagai
berikut :

1. Pertama harus diperhatikan adanya/arah angin, jika angin bertiup terlalu


kuat maka penggunaan dry chemical ini tidak efisien.
2. Arahkan pancaran pemotong nyala api dan usahakan dapat terbentuk
semacam awan/asap untuk menutup nyala api tersebut.

Bahan pemadam Gas Halon (BCF)

Alat Pemadam Api Ringan jenis Halon 1211 (BCF/ Carbon, Flourine, Chlorine,
Bromide). Halon 1211 (BCF) biasanya dipasang di dinding-dinding kantor dalam
bentuk Alat Pemadam Api Ringan (APAR) dan efektif digunakan pada ruangan,
karena dalam pemadaman kebakaran bersifat mengisolir oksigen, disamping itu
gas halon sangat baik karena tidak bersifat merusak dan bersih.

Cara Mencegah dan Menanggulangi Kebakaran


Cara mencegah kebakaran:

1. Alarm Asap atau Smoke Alarms

 Pasang alarm asap di setiap ruang, terutama ruangan dapur, ruang


tidur, dan di tiap lantai. Untuk perlindungan terbaik, Anda bisa
mempararelkan semua alarm asap di dalam rumah, jadi ketika
satu alarm menyala maka alarm lain juga ikut menyala.
 Lakukan pengecekan alarm asap paling sedikit sebulan sekali
dengan menggunakan tombol pengetesan. Ganti alarm asap setiap
10 tahun.
 Pastikan setiap orang dapat mendengar bunyi alarm. Alarm asap
yang dapat bersuara lebih efektif untuk anak yang sedang tidur.
 Buat rencana evakuasi kebakaran rumah. Miliki paling sedikit 2
jalan keluar di tiap ruangan, jika memungkinkan, dan di luar
tempat pertemuan. Praktekkan rencana tersebut dua kali setahun.
 Ketika alarm asap berbunyi, segera keluar rumah dan selalu tetap
berada di luar.
2. Listrik

 Jauhkan lampu dari benda apapun yang dapat terbakar seperti


pelindung lampu, kasur, gorden, dan pakaian.
 Ganti kabel listrik yang rusak dan retak.
 Gunakan sambungan kabel hanya untuk pengkabelan yang
sifatnya sementara.
 Pertimbangkan menggunakan sirkuit tambahan yang dibuat oleh
tukang listrik yang mahir.
 Hubungi tukang listrik yang mahir jika Anda memiliki masalah
dengan fuse atau braker listrik yang turun atau sesuatu yang
berbau terbakar pada alat listrik Anda.

3. Merokok

 Jika Anda merokok, merokoklah di luar rumah atau ruangan.


 Gunakan asbak rokok yang dalam dan tidak mudah terbakar.
 Jangan pernah merokok di dalam rumah ketika oksigen digunakan
 Simpan korek di dalam lemari terkunci dan jauhkan dari
jangkauan anak.
 Jangan merokok di tempat tidur atau ketika Anda merasa ngantuk.

4. Dapur

 Jangan tinggalkan dapur dalam keadaan kompor menyala.


Matikan kompor lalu angkat panci dan wajan. Begitu juga jika
menggunakan oven, keluarkan makanan dan matikan oven.
 Jauhkan kompor dari barang-barang yang mudah terbakar, seperti
lap, sarung tangan oven, bahkan gorden dapur.

 Lalu apa yang harus dilakukan jika kebakaran benar-benar terjadi?


Bagaimana cara penanggulangannya? Berikut tips penanggulangan
kebakaran.
Cara menanggulangi kebakaran:

 Tetap tenang saat menghadapi kebakaran.


 Jika kebakaran kecil dan masih bisa diatasi, segera padamkan
dengan alat pemadam kebakaran yang ada seperti APAR (Alat
Pemadam Api Ringan) atau jika tidak memiliki APAR, Anda juga
bisa memadamkan api dengan menggunakan karung goni yang
dibasahi air.
 Jika kebakaran disebabkan oleh korsleting listrik, segera matikan
listrik di rumah.
 Tutup ruangan lokasi kebakaran agar tidak menjalar ke ruang lain
tetapi jangan dikunci, untuk memudahkan jika akan
memadamkan kobaran api.
 Jika kebakaran besar, segera keluar rumah dan ajak semua
keluarga meninggalkan rumah segera. Jangan sibukkan diri untuk
mengumpulkan barang di dalam rumah.
 Hindari menghirup asap yang tebal, misalnya dengan cara
merangkak dan bernafas dengan mendekatkan muka ke lantai,
gunakan kain basah sebagai penutup hidung, hal ini akan
membantu Anda untuk bernafas.
 Jika Anda melalui pintu yang tertutup, periksalah dengan seksama
suhu daun pintu dengan menempelkan belakang telapak tangan
Anda. Kemudian periksa handle pintu. Jika terasa panas pindah
melalui jalur lain.
 Jika perlu lakukan latihan evakuasi jika terjadi kebakaran agar
upaya penyelamatan dapat berjalan lebih cepat.
 Segera hubungi pemadam kebakaran 113, jika api tidak dapat
Anda kendalikan sendiri.

Sumber:

http://www.mtwi.co.id/id/berita/94/cara-mencegah-dan-
menanggulangi-kebakaran#sthash.R9rNeJ5Z.dpuf