Anda di halaman 1dari 29

BAB I

PENDAHULUAN

A. DESKRIPSI UMUM

Salah satu standar kompetensi pada Program Keahlian Akomodasi Perhotelan adalah standar
kompetensi membersihkan lokasi area dan peralatan, materi yang tertuang dalam standar kompetensi ini ialah
tentang aplikasi pengetahuan, keterampilan, dan sikap kerja yang dibutuhkan untuk menjaga kebersihan,
kerapihan, kenyamanan dan keindahan area umum di hotel yang berkaitan erat dengan bagaimana cara
membersihkan lokasi/area dan peralatan yang digunakan pada saat membersihkan area umum yang ada di
hotel, baik pada area umum bagian dalam maupun bagian luar hotel.

Secara khusus kompetensi ini mencakup tiga hal pokok yaitu : memilih dan menata peralatan,
membersihkan area kering dan basah, dan menjaga/menyimpan peralatan pembersih dan bahan kimia.

B. PRASYARAT

Adapun prasyarat pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang harus dimiliki sebelum atau setelah mempelajari
standar kompetensi ini adalah

 Bekerjasama dengan kolega dan pelanggam

 Bekerja dalam lingkungan sosial yang berbeda

 Mengikuti prosedur kesehatan, keselamatan dan keamanan di tempat kerja

 Mengembangkan dan memperbaharui pengetahuan tentang industri perhotelan

C. PETUNJUK PENGGUNAAN MODUL

Bagi Siswa

 Bagian ini merupakan keterampilan dan pengetahuan yang anda perlukan untuk dapat sukses mempelajari
standar kompetensi ini.

 Tanyakan pada guru anda untuk dapat mempelajari standar kompetensi ini.
 Jika anda melakukan praktek kerja industri, anda dapat menggunakan modul ini sebagai petunjuk ditempat
kerja anda.

 Lakukan lebih banyak lagi latihan dan bertanya kepada guru.

 Koreksilah diri anda sampai dengan akhir masing-masing kompetensi ini.

 Apabila anda sudah selesai tunjukkan bukti hasil belajar kepada guru anda.

Bagi Guru

 Bagian ini merupakan keterampilan dan pengetahuan yang diperlukan oleh siswa dalam mencapai tujuan dari
standar kompetensi ini.

 Bimbinglah siswa anda agar tidak mendapat kesulitan dalam mempelajari standar kompetensi ini.

 Berilah kesempatan bertanya pada siswa anda.

 Berikan lebih banyak lagi latihan atau pekerjaan pada siswa anda.

 Berikan penilaian kemajuan belajar sehingga tujuan akhir dari standar kompetensi ini dapat dicapai dengan
baik oleh siswa.

D. TUJUAN AKHIR PEMBELAJARAN

Setelah mempelajari seluruh materi ini, maka siswa diharapkan memiliki :

 Pengetahuan dan keterampilan tentang berbagai area umum yang ada di hotel.

 Pengetahuan dan keterampilan untuk mengidentifikasi jenis-jenis alat pembersih, bahan pembersih, pakaian
pelindung dan pedoman pemakaian alat dan bahan pembersih.

 Pengetahuan dan keterampilan untuk mengidentifikasi area-area umum yang akan dibersihkan.

 Pengetahuan dan keterampilan tentang prinsip-prinsip dalam melaksanakan pembersihan area umum secara
benar dan aman.

 Pengetahuan dan keterampilan tentang prosedur pembasmian hama di area umum secara benar dan aman.

 Pengetahuan dan keterampilan tentang prosedur dalam pemeliharaan dan perawatan peralatan pembersih.
 Pengetahuan dan keterampilan tentang pemeliharaan, perawatan dan penyimpanan alat-alat pembersih serta
bahan pembersih secara umum.

E. KRITERIA KINERJA

Kompetensi Dasar Kriteria Kinerja

Mengidentifikasi  Mengidentifikasi peralatan sesuai dengan lokasi / area yang


peralatan sesuai akan dibersihkan
dengan lokasi / area
 Mengidentifikasi seluruh perlengkapan dan keamanan kondisi
kerjanya sebelum digunakan.

 Mengidentifikasi alat pembersih dan bahan-bahan kimia yang


sesuai dan menyiapkan sesuai dengan persyaratan pabrik dan
kesehatan dan kesela-matan yang berkaitan dengan pekerjaan.

Menata peralatan  Memilih peralatan sesuai dengan jenis pembersihan yang


kebersihan dilakukan.

 Memeriksa seluruh perlengkapan dan keamanan kondisi


kerjanya sebelum digunakan.

 Memilih alat pembersih dan bahan-bahan kimia yang sesuai


dan menyiapkan sesuai dengan persyaratan pabrik dan
kesehatan dan kesela-matan yang berkaitan dengan pekerjaan.

 Bila perlu, memilih dan menggunakan pakaian pelindung .

Membersihkan area  Menyiapkan area yang akan dibersihkan dan bersih dari


yang kering dan bahaya.
basah.
 Bila sesuai, Memberi tanda area kerja untuk mengurangi
resiko terhadap kolega dan pelanggan.

 Memilih dan menggunakan bahan kimia yang benar untuk


area tertentu sesuai dengan prosedur keselamatan.

 Menggunakan perlengkapan secara benar.

 Membuang sampah dan sisa-sisa bahan kimiawi sesuai


dengan persyaratan lingkungan yang aman dan sehat.

Menyimpan peralatan  Membersihkan peralatan setelah digunakan sesuai dengan


pembersih dan bahan instruksi pabrik.
kimia
 Melaksanakan perawatan rutin sesuai dengan prosedur
perusahaan.

 Mengidentifikasi kesalahan secara benar dan dilaporkan sesuai


dengan prosedur perusahaan.

 Menyimpan peralatan di area yang telah ditetapkan dan dalam


kondisi siap dipakai kembali.

 Menyimpan bahan kimia sesuai dengan persyaratan kesehatan


dan keselamatan.

BAB II

KEGIATAN PEMBELAJARAN 1

MENGIDENTIFIKASI DAN MENATA PERALATAN SESUAI DENGAN LOKASI/AREA

A. Peralatan Pembersih

Peralatan pembersih (cleaning equipment) adalah semua alat pembersih yang fungsi utamanya untuk
membersihkan atau menghilangkan noda pada komponen benda datar, tegak, bertekstur, bercelah pada suatu
benda dan benda yang bergerak maupun yang tidak bergerak.

B. Identifikasi dan Klasifikasi Peralatan Pembersih

- Peralatan pembersih manual adalah peralatan yang digerakkan dengan menggunakan tenaga manusia tampa
bantuan energi listrik.

- Peralatan pembersih tenaga mesin adalah peralatan yang digerakkan dengan menggunakan energi listrik.

- Peralatan pelindung kerja (protective equipment) adalah peralatan yang berfungsi untuk melindungi tenaga
kerja.

- Peralatan pendukung (supportive equipment) adalah peralatan yang berfungsi sebagai pelengkap atau
pendukung.

C. Mengidentifikasi dan Mengenalkan Peralatan Pembersih Manual

Peralatan pembersih manual dikelompokkan dalam tiga kelompok :

1. Kelompok sapu dan sikat (broom and brush)


Alat Pembersih Kegunaan

Sapu langit-langit Membersihkan sawang di


langit-langit ruangan
(ceiling broom)

Sapu lantai Membersihkan lantai dari


debu, kotoran dan sampah
(floor broom)

Sapu karpet Membersihkan permukaan


benda yang terbuat dari
(carpet broom) karpet

Sikat jamban Membersihkan toilet bowl

(Toilet bowl brush)

Sikat tangan Membersihkan kotoran atau


noda yang melekat pada
(Hand brush) linen atau lantai

Sikat sepatu Membersihkan dan


mengkilapkan sepatu yang
(Shoe brush) terbuat dari kulit.

Sikat pakaian Membersihkan debu atau


noda yang tidak melekat
(cloth brush) yang menempel pada
pakaian.

Sikat bantal Membersihkan bantalan sofa,


kasur dan permukaan kursi
(Cushion brush) yang terbuat dari linen.

Sikat ukiran Membersihkan ukiran atau


celah-celah pada permukaan
(Carving brush) benda.

Kuas Membersihkan debu atau


noda yang tidak melekat
(Paint brush) yang menempel pada celah-
celah benda.
Sikat baja Untuk menghilangkan noda
keras dan sulit.
(Steel brush)

2. Kelompok alat penampung (container)

Alat Pembersih Kegunaan Gambar

Kereta peralatan Untuk menampung peralatan


pembesih area umum yang akan digunakan pada
(Public area trolley) saat membersihkan area.

Ember alat pembersih Untuk menampung peralatan


pembersih yang bentuknya
(caddy carry box) kecil yang akan digunakan
pada saat proses pembersihan

Ember penampung air Untuk menampung air atau


campuran bahan cairan pembersih dalam
pembersih proses pembersihan suatu
objek.
(bucket)

Penyemprot bahan Alat penyemprot yang


pembersih digunakan untuk menampung
cairan pembersih.
Ember pel ganda Untuk menampung cairan
pembersih lantai dan air.
(Double bucket)

Kereta linen Menampung linen baik yang


kotor maupun yang bersih.
(linen humper)

Sodo Untuk menampung sampah


atau kotoran sementara.
(Dust pan)

Tempat sampah Untuk menampung sampah


sementara sebelum di bawa
(Container bin) ke tempat pembuangan.

(Waste bin)

3. Kelompo linen

Alat Pembersih Kegunaan Gambar


Lap debu Untuk membersihkan perabot
yang terbuat dari kayu,
(dust cloth) bambu, formika, marmer dan
rotan.

Lap katun Untuk membersihkan


perabot.
(Cotton cloth)

Lap lembut Kain lap yang terbuat dari


bahan flanel dan bertekstur
(Soft cloth) halus digunakan untuk
membersihkan perabot dari
debu yang tidak melekat.

Lap kaca/glass Membersihkan perabot yang


terbuat dari kaca (gelas,
(Glass cloth) piring)

Lap lantai Membersihkan debu dan


kotoran di lantai.
(floor cloth)
Lap resap Kain lap yang terbuat dari
bulu hewan yang lembut
(chamois) yang digunakan untuk
mengeringkan permukaan
benda.

Kain pel Terbuat dari gumpalam


benang atau sumbu,
(Mop) digunakan untuk
membersihkan permukaan
lantai dari noda / kotoran
yang sudah melekat.

Kain pembersih debu Membersihkan debu yang


lantai tidak melekat di lantai pada
area yang cepat kotor.
(Lobby duster)

Kain pembersih kaca Membersihkan kotoran yang


melekat pada permukaan
(Window washer) kaca.

Kemoceng Permbersih debu yang


terbuat dari bulu ayam.
(Duster feather)

D. Mengidentifikasi dan Mengenalkan Peralatan Pembersih Tenaga Listrik

Alat Pembersih Kegunaan Gambar


Mesin penyedot debu Menghisap debu yang
lantai / carpet melekat pada permukaan
lantai, carpet, mebel, sofa
(Vacuum cleaner) dinding.

Mesin penyemir lantai Menyikat atau mengkilapkan


lantai.
(Polishing machine)

Mesin sampo karpet Membersihkan/mencuci


noda/kotoran diatas
(Shampoing carpet permukaan karpet.
machine)

Mesin penghisap air Menghisap air yang masih


karpet tertinggal di karpet.

(Extraction machine)

Mesin pengering karpet Untuk mengeringkan karpet

(Blower machine)
Mesin penyikat lantai Untuk mengelupas lapisan
lantai yang sudah kotor /
(Scrubbing machine) kusam.

Mesin penghalus karpet Untuk menyisir bulu karpet


yang tebal/panjang.
(Carpet master)

Mesin penyedot debu Menghisap/menyerap


perabot noda/kotoran/debu yang
melekat pada benda atau
(Electric dust cloth) perabot.

Mesin pembersih Membersihkan kotoran yang


beruap belum melekat pada lantai,
dinding dan sudut-sudut
(Steam machine / ruangan.
steamer)

Mesin pembersih Membersihkan lantai


bertekanan tinggi. disekitar kolam renang.

(High voltage
machine / pool
machine)

E. Mengidentifikasi dan Mengenalkan Pelindung Kerja


Alat Pembersih Kegunaan Gambar

Sarung tangan Melindungi tangan dari


bahan kimia cair, padat atau
(Hand glove) bubuk.

Pelindung mulut / Untuk melindungi dan


hidung menutup hidung dan mulut
dari uap yang berasal dari
(Masker bahan kimia

Helm Untuk melindungi dan


menutup kepala saat
(Helmet) membersihkan langit-langit
ruangan, balkon dan dinding.

Sepatu Digunakan saat


membersihkan permukaan
(Boot) lantai yang basah, licin atau
terdapat cairan panas yang
tertumpah.

Kacamata debu Melindungi mata dari asap /


debu.
(Google)
Tanda lantai Memberi tanda agar berhati-
hati ketika melewati lantai
(Floor sign) yang licin.

Baju / jaket pelindung. Melindungi kulit dari


tumpahan cairan / api.
(Protective jacket)

F. Mengidentifikasi dan Mengenalkan Peralatan pendukung Kerja

Alat Pembersih Kegunaan Gambar

Tongkat penyambung Untuk menyambung alat


pembersih pada area yang
(Telescopic stick) tidak terjangkau.

Alat pengikis kotoran Menghilangkan kotoran yang


melekat pada kaca.
(window scraper, putty
knife)
Tangga Sebagai alat bantu untuk
menjangkau area yang tinngi.
(Ledder)

Karet penarik air Untuk mengeringkan atau


menarik air yang
(Floor squeezer) menggenang di permukaan
lantai.

G. Bahan Pembersih

Bahan yang mengandung zat kimia atau zat non kimia yang digunakan untuk membantu mengurangi, mengikis
atau menghilangkan noda dan kotoran pada suatu objek atau benda dalam proses pembersihan.

Bahan Pembersih Kegunaan Gambar

Air Sebagai larutan bahan


pembersih. Kalsium yang
(Water) terkandung dalam air dapat
menghambat kemampuan
daya bersih detergen
sedangkan besi dan sulfur
penyebab perusakan warna

Pembersih kamar mandi Untuk membersihkan lantai


kamar mandi yang
(Bathroom cleaner) mengandung amonia
Penggosok Untuk menghilangkan
kotoran yang berat dan
(Abrasive) dapat digunakan untuk
stainless steel, keramik.

Pembersih serbaguna Untuk mencuci tembok,


menggosok lantai,
(Multipurpose cleaner) membersihkan bak mandi,
dan shower serta jendela
kaca.

Asam Untuk membersihkan kaca,


perunggu dan stainless
(Acid) steel.

Alkalis Alkalis seperti amonia dan


natrium hidroksida
(Alkaline) terkandung didalam bahan
pembersih oven.

Pembersih lemak Membersihkan kandungan


lemak yang terdapat pada
(Degreasers) permukaan benda.
Pembersih mineral Membersihkan kandungan
mineral yang dapat
(Dulcimers) memudarkan kerak dan
kotoran hitam pada
permukaan lantai.

Penghilang bau Penyegar ruangan yang


dirancang untuk
(Deodorizer) mengurangi bau tidak
sedap.

Pembasmi kuman / bakteri Untuk membunuh bakteri,


jamur dan lumut.
(Disinfectant)

Pembersih kaca / fiber Pembersih khusus untuk


membersihkan kaca atau
(Fiberglass cleaner / screen fiber tanpa goresan.
chemical)

Pembersih logam Untuk membersihkan


kotoran pada logam tipis
(Metal cleaner) dan sebagai lapisan
pelindung pada logam.

BAB III
KEGIATAN PEMBELAJARAN 2

MEMBERSIHKAN AREA KERING DAN BASAH

A. Area Umum di Hotel

Area umum di hotel adalah ruang yang berada dalam kawasan hotel yang diperuntukkan bagi tamu atau para
pengunjung hotel dalam melakukan aktivitas selama berada di hotel dan bagi para karyawan hotel dalam
melaksanakan aktivitas pelayanan di hotel.

B. Klasifikasi Area Umum di Hotel

Kelompok Area Umum Nama Area Umum

Area bagian dalam hotel  Ruang masuk

(Area internal) - Pintu masuk utama

- Ruang masuk

- Kantor depan

 Ruang untuk duduk (lobby)

 Koridor

 Lift

 Tangga

 Kantor pimpinan (office manager)

 Ruang karyawan (staff room)

 Area pertemuan (meeting area)

 Ruang untuk pesta (convention hall)

 Ruang rapat (meeting room)

 Kantor untuk aktivitas bisnis

 Ruang tunggu tiap lantai

Area bagian luar hotel  Kolam renang (swiming pool)


(Area eksternal)

 Pusat kebugaran

 Ruang ganti

 Tempat bermain anak-anak

Area tambahan  Ruang istirahat

 Tempat berjualan

C. Waktu Pembersihan Area Umum di Hotel

Untuk memudahkan pelaksanaan pembersihan area umum di hotel, pada umumnya hotel menerapkan sistem
penjadwalan pembersihan area umum sebagai berikut :

1. Jadwal pembersihan harian (daily cleaning schedule)

2. Jadwal pembersihan mingguan (weekly cleaning schedule)

3. Jadwal pembersihan bulanan (monthly cleaning schedule)

4. Jadwal pembersihan tahunan (yearly cleaning schedule)

D. Persiapan Kerja Pelaksanaan Pembersihan Umum di Hotel

Dalam pembersihan area umum, perlu diperhatikan beberapa hal penting dan teknik pembersihan yang tepat
untuk menghindari kesalahan pemakaian alat dan bahan pembersih.

Identifikasi Persiapan Pelaksanaan Persiapan

Area yang akan dibersihkan Hal ini dimaksudkan agar saat kegiatan pembersihan
dilakukan tetap menjaga keamanan dan kenyamanan
tamu serta mempertimbangkan waktu pembersihan,
misalnya lobby, restaurant, kolam renang, koridor.

Objek yang akan dibersihkan Objek yang akan dibersihkan, misalnya lantai,
dinding, karpet, kayu, keramik, agar dapat
ditentukan bahan dan peralatan yang tepat.

Alat pembersih utama yang Siapkan dan kumpulkan semua peralatan pembersih
diperlukan utama yang akan digunakan sesuai dengan objek
yang akan dibersihkan.

Alat pendukung kerja yang Bila diperlukan alat pendukung kerja, misalnya
digunakan tangga, sarung tangan, masker dll, maka perlu
disiapkan untuk memudahkan kegiatan selama
pembersihan.

Bahan pembersih yang Siapkan bahan-bahan pembersih yang akan


digunakan digunakan sesuai dengan objek yang akan
dibersihkan dengan tetap menjaga keamanan dan
keselamatan kerja. Contoh : bahan pembersih yang
mengandung zat kimia berbahaya, maka perlu alat
pelindung.

Komunikasi Informasikan pada bagian yang bertanggung jawab


bila pembersihan akan segera dilakukan.

Keamanan dan keselamatan kerjaPasang tanda peringatan jika sedang membersihkan


area umum untuk menjamin agar tamu terhindar dari
bahaya.

E. Prosedur Pembersihan Area Umum di Hotel

Area Alat Pembersih Bahan Pembersih Prosedur

Pintu masuk Broom  MPC  Menggosok kerak-


utama (main kerak air dari lantai
entrance)  Dust pan  Floor cleaner menggunakan kain pel
yang kering atau
 Moping stick  Glass cleaner sponge.

 Pail  Lantai di sweeping.

 Cotton cloth  Moping lantai

 Sponge  Membersihkan kaca-


kaca pintu luar dan
dalam.

 Membersihkan bagian
pintu yang bukan
kaca.

 Poles pegangan dan


kunci pintu.

 Yakinkan bahwa
semua sudah
dibersihkan.

Meja penerima Cotton cloth yang  MPC  Bersihkan ashtray yang


tamu (front desk) bersih. kotor.

 Sponge  Kosongkan sampah.

 Alat-alat pembersih  Bersihkan


debu. perlengkapan dan
dekorasi pada dinding
 Broom dari debu.

 Dust pan  Meja depan


dibersihkan dari debu.
 Rubbish
 Bersihkan flek-flek
pada dinding.

 Bersihkan debu-debu
dengan vacuum
cleaner di bagian
dalam meja.

Ruang santai Broom  Glass cleaner  Bersihkan ashtray yang


(lobby lounge) kotor.
 Dust pan  MPC
 Ambil kertas-kertas
 Moping stick dan  Floor cleaner dan sampah.
pail.
 Kosongkan tempat
 Cotton cloth dan sampah.
sponge.
 Bersihkan kaca dan
 Alat-alat pembersih jendela, termasuk
debu. kaca meja.

 Vacuum cleaner  Bersihkan debu pada


pesawat telepon.
 Rubbish
 Bersihkan flek-flek
pada dinding dan
perabot yang ada di
dinding.

 Bersihkan debu pada


pegangan tangga.

 Bersihkan lantai kayu


dan lantai ubin.

 Bersihkan debu pada


carpet dengan vacuum
cleaner.

 Rapihkan perlengkapan
mebel dan bantal sofa
kursi.

Koridor  Vacuum cleaner  MPC  Bersihkan debu pada


(corridor) kipas angin dan
 Cotton cloth  Glass cleaner bagian pojok
peralatan.
 Sponge
 Bersihkan dan poles
dudukan lampu.

 Ganti bola lampu yang


mati.

 Bersihkan flek-flek
pada dinding.

 Bersihkan bagian luar


dalam pintu darurat,
bingkai pintu dan rel
pintu.

 Sedot debu dengan


vacuum cleaner.

Lift  Cotton cloth  MPC  Keringkan bagian luar


dari pintu lift dan
 Sponge  Glass cleaner bersihkan dari flek-
flek sidik jari.
 Vacuum cleaner
 Kosongkan dan
bersihkan ashtray
dekat pintu lift.

 Bersihkan ruangan lift.

Kantor (office)  Dust cloth  MPC  Kosongkan tempat


sampah dan
 Broom  Glass cleaner bersihkan.

 Dust pan  Floor cleaner  Bersihkan debu-debu


pada meja dan kursi.
 Vacuum cleaner
 Bersihkan noda-noda
 Moping stick pada dinding.

 Bersihkan lantai dan


kumpulkan sampah.

 Bersihkan debu carpet


dengan vacuum
cleaner.

 Bersihkan debu pada


jam dinding.

 Moping lantai dan


keringkan.

 Lakukan pembersihan
secara periodik.

Area karyawan  Dust cloth  MPC  Kosongkan sampah


dan bersihkan.
 Broom  Glass cleaner
 Bersihkan debu pada
 Dust pan  Floor cleaner meja dan kursi.

 Vacuum cleaner  Bersihkan noda-noda


pada dinding.
 Moping stick
 Bersihkan lantai.

 Bersihkan debu pada


carpet dengan vacuum
cleaner.

 Moping lantai dan


keringkan.

Ruang pertemuan Dust cloth  MPC  Kosongkan sampah


(meeting room) dan bersihkan.
 Broom  Glass cleaner
 Bersihkan debu pada
 Dust pan  Floor cleaner meja dan kursi.

 Vacuum cleaner  Bersihkan lantai dan


kumpulkan sampah.
 Moping stick
 Bersihkan debu pada
carpet dengan vacuum
cleaner.

 Moping lantai dan


keringkan.

F. Penanganan Sampah dan Limbah Bahan Kimia

Sebagai industri yang bergerak di bidang layanan (hospitality industry) maka lingkungan hotel selayaknya harus
bersih dan aman. Oleh karena itu perlu adanya upaya penanganan sampah dan limbah di hotel secara serius.

1. Pengenalan sampah dan limbah bahan kimia.

Sampah dapat diartikan limbah pada sisa aktivitas manusia, tidak terpakai, dapat bersifat organik maupun
non organik, karena membahayakan kesehatan dan lingkungan maka sampah harus
dibuang/disingkirkan/dikelola dari lingkungan. Perhatikan klasifikasi sampah dan limbah bahan kimia.

Sampah Organik Sampah Non Organik Limbah Bahan Kimia

- Sampah dapur - Pecahan kaca/botol - Residu hasil pembakaran

- Sampah cair/lemak - Plastik/fiber - Zat amonia

- Potongan kertas - Logam - Zat klorin

- Daun-daun - Kaleng - Sisa abrasive

- Karton/kardus - Poliester - Karbon

- Potongan kayu - Karet/getah - Sulfur

- Baterai bekas
2. Prosedur penanganan sampah dan limbah bahan kimia

Sampah Organik Penanganan

- Sampah dapur 1. Sampah dibungkus dengan plastik sampah dan


diikat agar tidak berserakan.
- Sampah cair/lemak
2. Sampah dibuang setiap hari pada tempat yang
- Potongan kertas telah ditentukan.

- Daun-daun 3. Pastikan plastik sampah dan tempat sampah tidak


bocor.
- Karton/kardus
4. Tempat penampungan sampah harus tertutup
- Potongan kayu rapat.

5. Bila sampah tidak diangkut maka sampah dapat


ditimbun atau dimanfaatkan sebagai kompos.

Sampah Non Organik Penanganan

- Pecahan kaca/botol 1. Masing-masing sampah non organik harus


dipisahkan menurut jenisnya.
- Plastik/fiber
2. Sampah dibungkus dengan plastik sampah dan
- Logam diikat agar tidak berserakan.

- Kaleng 3. Bila sampah tidak diangkut maka sampah dapat


dimanfaatkan sebagai daur ulang atau dibakar
- Poliester ditempat yang aman.
- Karet/getah 4. Bila sampah dibakar, sisa pembakaran sebaiknya
ditimbun di dalam tanah.

Limbah Bahan Kimia Penanganan

- Residu hasil pembakaran 1. Perhatikan petunjuk dalam menangani sisa atau


limbah bahan kimia.
- Zat amonia
2. Limbah harus dipisahkan menurut jenisnya dan
- Zat klorin tidak boleh dicampur agar tidak menimbulkan
senyawa baru yang berbahaya.
- Sisa abrasive
3. Limbah bahan kimia tidak boleh dibakar.
- Karbon
4. Selama menangani limbah bahan kimia sebaiknya
- Sulfur menggunakan pelindung.

- Baterai bekas 5. Jauhkan tempat pembuangan limbah bahan kimia


dengan sistem pipa air.

6. Jauhkan tempat pembuangan limbah bahan kimia


dari lingkungan yang ramai.

BAB IV

KEGIATAN PEMBELAJARAN 3

MENJAGA DAN MENYIMPAN PERALATAN PEMBERSIH DAN BAHAN KIMIA

A. Memelihara dan Menyimpan Alat Pembersih

Faktor yang terpenting dalam memelihara dan merawat peralatan kerja serta prosedur penyimpanan peralatan
kerja adalah sebagai berikut :

 Ruang penyimpanan peralatan harus bersih dan kering.

 Ruang penyimpanan peralatan harus aman (terkunci dan terawasi).

 Ruang penyimpanan sebaiknya memiliki sirkulasi udara yang cukup.

 Peralatan yang disimpan harus dalam keadaan bersih dengan posisi yang aman.

 Peralatan yang disimpan sebaiknya dicatat atau diinventarisasi secara rutin.

B. Prosedur Menyimpan dan Merawat Peralatan Pembersih

Tempat menyimpan peralatan pembersih secara umum terbagi dalam beberapa macam, hal ini tergantung dari
ukuran, bentuk dan jenis masing-masing peralatan pembersih.

Berikut ini adalah beberapa tempat dalam menyimpan peralatan pembrsih :

 Gudang peralatan atau ruang khusus peralatan

 Lemarai peralatan atau kabinet peralatan

 Rak peralatan

 Rak penjemur linen


 Gantungan peralatan

 Keranjang peralatan

 Plastik gantung peralatan

Teknik merawat dan menyimpan peralatan pembersih :

Nama Alat Teknik Merawat Teknik Menyimpan

Brush Disimpan dengan posisi bulu sikat di atas, Container (keranjang


jika perlu brush tersebut harus dicuci alat) atau lemari alat.
terlebih dahulu.

Broom Disimpan dengan posisi bulu di atas, Gantungan alat


digantung pada kaitan atau disandarkan ke
blok bila tidak digunakan.

Mop Setelah digunakan, kain rumbai-rumbai, Gantungan alat


bucket presser harus dicuci dan dibilas,
dikeringkan dan disimpan di tempat yang
berventilasi baik.

Cotton cloth Dicuci dan dikeringkan setelah digunakan. Rak penjemur / lemari
linen

Sprayer Lubang jarus harus dalam posisi yang Rak susun


benar dan dibersihkan setelah digunakan.

Pail / bucket Dicuci dan dikeringkan setelah digunakan. Gudang peralatan

Dump moping Pada akhir pembersih periodik, katun Rak penjemur


pembersih debu dibersihkan dan disimpan
sebagaimana mestinya, diusahakan ujung
kain pel tidak menyentuh lantai. Kain dan
kawat penjepit dicuci secara periodik.

Toilet bowl brush Dicuci setelah digunakan dan disimpan Container (keranjang
dalam keadaan kering. alat) / lemari alat.

Floor squizer Setelah digunakan, karet harus dicuci, Gantungan alat


dibilas dan dikeringkan.

Vacuum cleaner Bersihkan kantong debu atau ganti jikaGudang peralatan


perlu. Bersihkan pada bagian penggerak,
tali kabel dan alat pelengkap dengan kain
lembab.

Floor machine Bersihkan bagian-bagian mesin, kabel Gudang peralatan


gulung dengan kain lembab dan cuci
bagian proses penggerak, piringan dan
landasan. Simpan dengan posisi keatas
secara teratur.

Carpet machine Setelah selesai, kosongkan tangki air Gudang peralatan


dengan cara membuka mulut tangki.
Bersihkan kabel dengan kain lembab,
bersihkan debu partikel yang tertinggal
pada sikat bulu. Bersihkan pipa untuk
menghindari penumpukan hasil bilasan
dan bersihkan rangka mesin dengan kain
lembab.

C. Prosedur Menyimpan Bahan Pembersih

Teknik menyimpan bahan pembersih (cleaning agent)

Bahan Pembersih Teknik Penyimpanan

Berbentuk cairan 1. Wadah bahan pembersih harus selalu tertutup rapat agar tidak
(liquid) tumpah dan menguap.

2. Disimpan pada suhu ruang.

3. Simpan dilemari rak yang aman dan mudah terjangkau.

Berbentuk krim atau 1. Wadah harus selalu tertutup rapat agar tidak mengeras karena
pasta (cream/paste) emulsi udara.

2. Disimpan pada suhu ruang.

3. Simpan dilemari yang aman dan mudah terjangkau.

Berbentuk bubuk 1. Wadah harus selalu tertutup rapat agar tidak tumpah.
(powder)
2. Disimpan pada suhu ruang.

3. Simpan dilemari yang aman dan mudah terjangkau.


Berbentuk butiran 1. Wadah harus selalu tertutup agar tidak habis atau susut
kristal (crystal) terkontaminasi udara.

2. Disimpan pada suhu ruang.

3. Simpan dilemari yang aman dan mudah terjangkau.

Berbentuk padat 1. Wadah harus selalu tertutup rapat agar tidak mudah lembek atau
(compact) mencair karena terkontaminasi udara.

2. Disimpan pada suhu ruang yang rendah (relatif dingin)

3. Disimpan dilemari yang aman dan mudah terjangkau.

Berbentuk busa (foam) 1. Wadah harus selalu tertutup rapat agar tidak mencair karena
terkontaminasi udara.

2. Disimpan pada suhu ruang yang relatif dingin.

3. Disimpan dilemari yang aman dan mudah terjangkau.

D. Prosedur Penanganan Kegagalan Pemakaian atau Kerusakan Peralatan

Kerusakan peralatan (equipment malfunction) adalah suatu kondisi yang terjadi pada peralatan kerja yang tidak
berfungsi dengan semestinya dan dapat mengakibatkan bahaya dalam keselamatan dan keamanan kerja.
Masalah ini biasanya ditangani oleh housekeeping dan diteruskan kepada engineering and maintenance.
Prosedur untuk untuk menangani kerusakan peralatan adalah sebagai berikut :

1. Kerusakan peralatan yang dialami oleh tamu atau karyawan hotel biasanya dilaporkan ke departemen tata
graha (housekeeping).

2. Dept Housekeping akan membuatkan surat pengantar untuk permintaan perbaikan kepada engineering and
maintenance. Kewenangan untuk mengeluarkan surat permintaan perbaikan dilakukan oleh Housekeeper
atau Housekeeper assistant. Permintaan perbaikan ini sering disebut work order atau maintenance order.

3. Work order atau maintenance order biasanya dibuat dalam rangkap 3 salinan (triplicate copies) yang
pendistribusiannya adalah 2 rangkap akan dikirim ke engineering and maintenance sebagai arsip dan
tembusan kepada petugas yang akan mengerjakan perbaikan, sedangkan 1 rangkap salinan asli (original
copy) akan diarsip oleh housekeeping.
4. Work order (WO) atai maintenance order (MO) yang masuk ke engineering and maintenance akan ditindak
lanjuti dengan mengidentifikasi jenis kerusakan, menyiapkan peralatan perbaikan serta petugas yang
mampu memperbaikinya.

5. Petugas engineering and maintenance yang akan mengerjakan perbaikan akan membawa 1 rangkap salinan
WO atau MO sebagai petunjuk dan informasi tentang lokasi serta kerusakan yang akan dikerjakan.

6. Bila petugas telah selesai memperbaiki kerusakan maka ia akan membuat laporan pengerjaan kepada kepala
engeneering and maintenance untuk mengetahui lama waktu pengerjaan, klasifikasi kerusakan dan juga
biaya perbaikan.

7. Perbaikan yang telah dilakukan oleh engineering and maintenance akan dilaporkan kembali kepada dept
housekeeping untuk dilakukan inspeksi terhadap kerusakan peralatan yang telah diperbaiki dan memastikan
apakah peralatan tersebut benar-benar telah berfungsi.