Anda di halaman 1dari 170

THE ECLIPSE

GERHANA MATAHARI TOTAL


CATATAN PERISTIWA 9 MARET 2016

PANITIA NASIONAL GERHANA MATAHARI TOTAL 2016


Foto : Dok. LAPAN
Daftar Isi //
Daftar Isi i
Tim Redaksi ii
Sambutan Kepala LAPAN 1
Sambutan Ketua Panitia Nasional Gerhana Matahari 2
Prolog 3
Bab 1. Gerhana dan Peradaban Manusia 5
Bab 2. Menanti Sang Gerhana di Kathulistiwa 11
Bab 3. Lokasi Pengamatan dan Peristiwa 56
Jembatan Ampera, Palembang 61
Pantai Tanjung Kelayang, Belitung 67
Palangkaraya, Kalimantan Tengah 73
Parigi Moutong, Sulawesi Tengah 79
Palu, Sulawesi Tengah 85
Poso, Sulawesi Tengah 93
Ternate, Maluku Utara 103
Maba, Halmahera 109
Gerhana Matahari Sebagian 117
Hasil Penelitian 139
Bab 4. Berbagi Euforia Menyambut Gerhana 147
Tautan Liputan Media di Website LAPAN 159
Ucapan Terima Kasih 161
Tim Penyusun Buku dan Kontributor 162

i THE ECLIPSE GMT - Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional


Tim Redaksi
Penanggung Jawab
Ir. Christianus R. Dewanto, M.Eng (Kepala Biro Kerjasama, Humas,
dan Umum LAPAN)

Pemimpin Redaksi
Ir. Jasyanto, MM (Kepala Bagian Humas LAPAN)

Redaktur Pelaksana
Mega Mardita, M.Si (Kepala Subbagian Publikasi dan Layanan
Informasi Publik LAPAN)

Anggota Redaksi:
Drs. Syaikhun Hadisaputra, MM (LAPAN)
Zakaria, S.Sos (LAPAN)
Sigid Nur Tito Ahmad, S.Sn (LAPAN)

Penyunting
Shaka Mahottama (Talemaker Communications)

Penata Letak
Damara Prasetyo (Talemaker Communications)

The Eclipse - Gerhana Matahari Total: Catatan Peristiwa 9 Maret 2016


diterbitkan oleh:
Biro Kerjasama, Humas, dan Umum
Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional
Jalan Pemuda Persil No. 1, Jakarta 13220
Telepon (021) 4892802 Fax. 4892815
www.lapan.go.id

Foto : Dok. LAPAN

Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional - THE ECLIPSE GMT


ii
THE ECLIPSE - GMT

SAMBUTAN KEPALA LAPAN


Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Puji syukur kita panjatkan kehadirat Allah SWT, Tuhan Yang Maha Kuasa, LAPAN
telah memberikan sumbangsihnya kepada negara, masyarakat, dan bangsa Indonesia.
Sumbangsih ini berupa edukasi publik dalam rangka Gerhana Matahari Total (GMT)
2016 pda 9 Maret 2016. GMT 2016 sangat menarik perhatian publik. Hal ini dise-
babkan, peristiwa astronomi ini merupakan fenomena alam yang langka. Inilah yang
melatarbelakangi penyusunan buku The Eclipse - Gerhana Matahari Total: Catatan
Peristiwa 9 Maret 2016, yang bertujuan untuk mendokumentasikan peristiwa tersebut.
Kali ini, GMT melintasi 11 provinsi di wilayah Indonesia. Media dan masyarakat
menghadapi peristiwa ini dengan penuh antusias. Kelompok astronom amatir, maha-
Prof. Dr. Thomas Djamaluddin siswa dan dosen perguruan tinggi menyiapkan berbagai kombinasi penelitian dalam
berbagai tingkatan dengan kegiatan pendidikan publik. Bahkan, fenomena ini juga
menjadi perhatian bagi wisatawan domestik dan luar negexri sehingga memberikan
efek positif tehadap pariwisata nasional.
Pada akhirnya, GMT tersebut telah berdampak baik pada peningkatan pemahaman
dan pengetahuan masyarakat Indonesia terhadap fenomena itu. Hal ini tentunya sa-
ngat berbeda dengan sambutan fenomena yang sama pada 1983. Kala itu, masyarakat
merasa ketakutan sehingga sedikit yang menikmati gerhana.
Buku ini diharapkan menjadi catatan sejarah pengamatan gerhana Matahari di In-
donesia. Saya berharap pula buku ini dapat menjadi wahana edukasi bagi ilmu penge-
tahuan dan teknologi antariksa, khususnya terkait astronomi.

Wassalam

Jakarta, Agustus 2016


Kepala LAPAN

Prof. Dr. Thomas Djamaluddin

1 THE ECLIPSE GMT - Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional


SAMBUTAN KETUA PANITIA NASIONAL
GERHANA MATAHARI
Assaalamu’alaikum Wr.Wb.

Puji Syukur kita panjatkan kepada Allah SWT bahwa Gerhana Matahari Total
(GMT) 2016 telah berlangsung di Indonesia pada Rabu, 9 Maret 2016, dimana peristi-
wa astronomi yang langka ini juga telah dijadikan sebagai ajang penelitian keantarik-
saan di LAPAN. Persitiwa GMT telah disaksikan oleh jutaan umat manusia baik dari
luar negeri maupun dari dalam negeri sendiri.
Dalam kesempatan ini Kedeputian Bidang Sains Antariksa dan Atmosfer LAPAN
bertindak selaku tuan rumah kepanitiaan nasional. Peristiwa ini menjadi momen yang
sangat penting untuk mengembangkan hasil penelitian di LAPAN. Momen tersebut
sekaligus dapat diajadikan tonggak yang bersejarah bagi peneliti LAPAN.
Dra. Clara Yono Yatini, M.Sc Selain pengamatan GMT, LAPAN juga melaksanakan pengamatan Gerhana Mataha-
ri Sebagian (GMS). Di Kantor LAPAN Bandung juga dilaksanakan streaming pe-
ngamatan GMT dari berbagai wilayah di Indonesia pada pukul 06.10 hingga 08.32
WIB.
Momentum GMT 2016 juga sebagai sumber pengetahuan, pengalaman, dan wa-
wasan tentang pengamatan gerhana matahari. Selain memperkenalkan LAPAN,
peristiwa ini juga sangat penting dan bermanfaat bagi masyarakat, terutama da-
lam meningkatkan pemahaman mengenai fenomena ini. Terkait hal tersebut, maka
LAPAN mendokumentasikan GMT sejak mulai proses perencanaan, hitungan mun-
dur, dan pengamatan langsung di lapangan serta hasil penelitian ilmiah Gerhana Ma-
tahari Total (GMT) 2016 dalam buku The Eclipse - Gerhana Matahari Total: Catatan
Peristiwa 9 Maret 2016.
Kami mengucapkan terima kasih kepada rekan-rekan media massa dalam dan luar
negeri, juga seluruh komponen Panitia Nasional Gerhana Matahari yang telah ikut
menyukseskan agenda nasional dalam menyambut peristiwa Gerhana Matahari Total
dan Sebagian tahun 2016, dan ikut serta berkontribusi dalam penyusunan materi do-
kumentasi ini.
Dokumentasi ini diharapkan dapat berfungsi sebagai catatan sejarah pengamatan
ilmiah. Buku ini sekaligus dapat digunakan untuk proses pendidikan dan pembelajaran
ilmiah bagi pelajar, mahasiswa, dan masyarakat Indonesia. Kami berharap, buku ini
dapat disosialisasikan secara berkelanjutan. Tentunya, dokumen ini masih jauh dari
sempurna. Untuk itu, kami mohon maaf atas segala kekurangan yang ada.

Wassalam.

Jakarta, Agustus 2016


Ketua Panitia Nasional Gerhana Matahari

Dra. Clara Yono Yatini, M.Sc

Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional - THE ECLIPSE GMT 2


THE ECLIPSE - GMT

PROLOG
A stronomi seperti halnya ilmu pengeta-
huan alam lainnya yang serumpun yakni
Fisika, Kimia dan Biologi (sedang Matemati-
ka adalah ‘Queen of Science’) memiliki satu
karakter yang unik yakni predictive power.
Melalui metodologi sains yang mendasari
pengamatan astronomis, astronom menjelas-
kan secara ilmiah serta memprediksi dengan
intuisi dan logika, fenomena alam yang akan
terjadi berdasarkan telaah seksama terhadap
periodisitasnya.
Metode ini mengandalkan kedisiplinan
pengumpulan dan rasionalitas yang tinggi
terhadap data dan menjadi landasan empi-
risme dalam dunia deduksi-induksi dalam
sains. Kemampuan prediksi ini dibuktikan
dengan begitu cermatnya penentuan wak-
tu gerhana matahari total hingga jangkauan
sepersepuluh detik.
Foto : www.rahunas.org
Akan tetapi dalam sejarahnya, Astronomi
sebagai sains tertua didekati melalui ber-
bagai jalur. Manusia sebagai mahluk be-
rakal memiliki khazanah yang luas dalam
menafsirkan berbagai fenomena alam.
Oleh karena itulah peradaban manusia me-
nyaksikan berbagai asimilasi antara aspek
kultural dengan ilmiah dalam mempelajari
fenomena alam yang astronomis.
Berbagai mitos sekitar peristiwa alam
seperti kemunculan komet dan gerhana ma-
tahari maupun gerhana bulan pun muncul
sebagai akibat perkembangan kebudayaan

3 THE ECLIPSE GMT - Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional


manusia. Pendekatan ini berlangsung secara ra- Bengkulu hingga Maluku Utara.
sional dalam tataran teknik pengukuran dan bera- Menariknya, media dan masyarakat seperti
khir pada tafsir pseudo-sains, sesuatu yang sejati- gayung bersambut menghadapi peristiwa ini de-
nya berbeda dengan nilai sains itu sendiri. ngan penuh antusias. Kelompok astronom amatir
Namun, umat manusia cenderung menerima dari Aceh hingga Ambon, mahasiswa, dan dosen
pemikiran mitikal ini, dan mewariskannya pada perguruan tinggi menyiapkan berbagai kombinasi
generasi-generasi berikut. Permasalahannya, pan- penelitian dalam berbagai tingkatan dengan ke-
dangan ini akan menjadi bias yang merugikan giatan pendidikan publik (public outreach). Ma-
masyarakat itu sendiri saat telah terlembagakan. syarakat berbondong-bondong mencari kacamata
Salah satu contoh yang paling mendekati topik gerhana yang sempat menjadi komoditas bernilai
ini adalah saat kehadiran peristiwa gerhana ma- tinggi di pasaran. Para pelajar dengan antusias
tahari total 11 Juni 1983 di Indonesia. Fenomena mencari informasi dan ilmu pengetahuan hingga
gerhana ini disambut dengan bersembunyinya se- melakuka penelitian dasar mengenai gerhana ma-
bagian besar penduduk Indonesia di rumah-rumah. tahari. Situasi yang sangat berbeda dibandingkan
Suasana di pedesaan dilaporkan sepi mencekam tahun 1983.
karena patroli tentara dan polisi mencegah pen- Keindahan fenomena ini juga menjadikan pe-
duduk keluar rumah. Banyak penduduk yang me- ngalaman wisata yang tak terlupakan oleh wisa-
nutup ventilasi di rumahnya dengan menggunakan tawan asing maupun domestik yang datang ke
tikar. Ini bertujuan agar ibu hamil tidak terpapar lokasi-lokasi pengamatan bersama. Para warga
cahaya matahari dan melahirkan bayi-bayi yang dan wisatawan dari berbagai tempat dan kalangan
“belang”. Contoh dari sebuah pemikiran mitikal berbaur untuk bersama-sama melihat gerhana ma-
yang tidak berbasis pada sains. tahari.
Lalu, apakah gerhana matahari atau pun bulan Antusiasme seperti ini membuktikan bahwa
merupakan petanda bencana alam? Zaman telah masyarakat Indonesia telah selangkah lebih maju
menjawab bahwa tidak ada korelasi positif di an- dalam menyikapi fenomena ini dan mulai mene-
tara keduanya. Namun, manusia cenderung mem- rima sains dan ilmu pengetahuan sebagai bagian
percayai dan memperdebatkan ide mitikal secara dari pemahaman terhadap dunia dan semesta.
berulang dari waktu ke waktu. Sikap ini menun- Meski tentunya kampanye science literacy
jukkan bahwa diperlukan upaya yang keras lagi tetap diperlukan dan dilakukan secara konsisten,
untuk meningkatkan taraf science literacy di ma- berbagai reaksi positif media dan publik terhadap
syarakat. gerhana tahun 2016 ini menunjukkan bahwa ma-
Kini, setelah 33 tahun berlalu, masyarakat In- syarakat Indonesia tengah berada di jalur yang be-
donesia dihadapkan pada suatu fenomena yang nar dalam menerima sains dan ilmu pengetahuan.
sama tapi dengan jejak dan kala totalitas yang ber- (Sumber: intisari wawancara Hakim Luthfi Mala-
beda namun spektakuler karena gerhana matahari san oleh Liputan 6)
total melintasi 11 provinsi yang merentang dari

Foto : Dok. LAPAN

Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional - THE ECLIPSE GMT 4


THE ECLIPSE - GMT

Gerhana
dan
Peradaban
Manusia Sepanjang sejarah manusia, gerhana matahari bukanlah
sekedar fenomena semesta yang statis. Kepercayaan, re-
ligi, dan peradaban manusia di masa lalu sarat pengaruh
sang gerhana.

5 THE ECLIPSE GMT - Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional


Bab 1

Foto : Dok. LAPAN

Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional - THE ECLIPSE GMT 6


THE ECLIPSE - GMT

Gerhana dan Peradaban Manusia


ingin tahu, manusia memandang gerhana
sebagai peristiwa yang harus dicari tahu
penyebab dan maknanya. Pemikiran ma-
nusia dalam menginterpretasikan gerhana
mengikuti norma religi, kepercayaan, dan
komunitas di masa ia berada. Seringkali,
interpretasi itu menjadi awal dari mitos
gerhana matahari. Harus diakui memang,
dalam banyak mitos di seluruh dunia ger-
hana seringkali diasosiasikan peringatan
akan munculnya musibah.
Pandangan ini juga terjadi di masa
Kekaisaran Tiongkok Kuno, pada dinas-
ti apapun. Posisi astronom kekaisaran
merupakan jabatan dengan prestise yang
sangat tinggi, dan bertugas menganalisis
pergerakan benda-benda langit (antariksa)
untuk menentukan berbagai macam hal,
Gerhana, sebuah mitos dan legenda dari masa tanam dan panen, hingga hari-
Batara Kala. Mitologi Hindu hari baik untuk mengadakan upacara ritu-

G
dan pewayangan mem-
percayai bahwa gerhana erhana matahari sejak dahulu me- al. Gerhana matahari umumnya dianggap
matahari disebabkan oleh
amarah Betara (Dewa) rupakan misteri bagi manusia. Se- sebagai peringatan akan ancaman bahaya,
Kala kepada matahari dan buah fenomena yang sepanjang sejarah dan pihak kekaisaran biasanya mengada-
bulan. Diceritakan bahwa
matahari dan bulan me- ditunjukkan dalam berbagai ekspresi: kan upacara ritual persembahan untuk me-
laporkan tindakan Kala
kepada Dewa Wisnu, yang ketakutan, kekaguman, pemujaan, hing- nenangkan amarah para dewa. Kegagalan
memberi hukuman dengan ga keingintahuan. Dari mitos, legenda, memprediksi gerhana matahari merupakan
memisahkan kepala Kala
dari tubuhnya. Kala yang hingga catatan akademik, setiap pera kejahatan berat dengan ancaman hukuman
marah terhadap matahari
dan bulan bersumpah untuk daban dan zaman memiliki reaksi yang mati.
mengejar dan memakan berbeda dalam menghadapi gerhana ma- Masyarakat Yunani Kuno juga demiki-
mereka. Namun karena
kepala Kala sudah terle- tahari. Meski demikian, dapat dikatakan an. Gerhana matahari juga merupakan pe-
pas dari tubuhnya, maka
matahari dan bulan yang seluruhnya memiliki pendapat yang sama ringatan bencana. Matahari yang dianggap
dimakan langsung keluar bahwa itu merupakan fenomena semesta sebagai simbol dan panduan untuk sesuatu
kembali melalui kerongko-
ngannya. Cahaya mataha- yang istimewa. Gerhana menarik perha- yang stabil, cerah, dan kekal, seketika
ri dan bulan hanya hilang
sejenak sebelum kembali tian manusia sejak masa lampau. Sejati menjadi gelap dan menghilang. Gangguan
bersinar karena telah bebas nya merupakan spesies yang berpikir dan terhadap kestabilan sebagai sebuah sim-
dari mulut Kala.

7 THE ECLIPSE GMT - Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional


Gerhana dan Peradaban Manusia

Pengamatan gerhana. Para


ahli astronomi Tiongkok se-
dang mengamati gerhana
matahari sekitar tahun 1840,
sementara para pelayan
ketakutan dan bersujud ke
arah gerhana. Masyarakat
Tiongkok memiliki sejarah
panjang yang terkait dengan
gerhana matahari. Gerha-
na merupakan perwujudan
dari sebuah peringatan akan
adanya bahaya. Seiring de-
ngan perkembangan zaman,
kaum intelektual Tiongkok
mulai meneliti gerhana dari
sudut pandang sains. Namun,
bagi rakyat jelata, pemikiran
bahwa gerhana merupakan
tanda dari bencana masih
Foto : Brunier and Luminet, Glorious Eclipses, Cambridge University Press
sulit dihilangkan.

bol inilah yang menjadi interpretasi coba memakan matahari. Kala sudah terlepas dari tubuhnya,
masyarakat Yunani Kuno terhadap Indonesia juga memiliki mitos maka matahari langsung keluar
gerhana matahari. unik mengenai gerhana, dan ben- kembali melalui kerongkongannya.
Beberapa budaya dan peradaban tuknya tergantung suku dan ma- Inilah yang menyebabkan gerhana
lain bahkan memiliki interpretasi syarakatnya. Suku Da’a di Sigi, matahari total hanya berlangsung
bahwa matahari sedang diserang misalnya, mengadakan ritual khu- beberapa menit saja sebelum cahaya
oleh entitas-entitas tertentu untuk sus yang dimaksudkan untuk me- kembali bersinar.
memakannya. Di Vietnam, pelaku- lindungi penduduk di muka bumi
nya adalah kodok raksasa. Menurut dari hal-hal yang tidak diinginkan
kepercayaan Korea di masa lam- saat terjadi gerhana. Sementara itu
pau, gerhana matahari menunjuk- umat Islam di Indonesia, seperti di
kan bahwa matahari tengah dis- belahan dunia lainnya, mengadakan
erang oleh anjing ganas raksasa. salat gerhana sebagai ibadah dan
Ini hampir mirip dengan budaya ekspresi kekaguman terhadap cipta-
Viking Nordik, namun anjing di- an Tuhan.
ganti dengan serigala angkasa. Berdasarkan mitos Hindu dan
Bagi masyarakat tradisional Serra- pewayangan, gerhana matahari ter-
no di California, gerhana matahari jadi akibat Raksasa Kala yang te-
merupakan kejadian di mana arwah ngah marah dan menelan matahari
orang-orang yang sudah meninggal (dan juga bulan untuk kasus ger-
berkumpul dan bersama-sama men- hana bulan). Namun karena kepala

Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional - THE ECLIPSE GMT 8


THE ECLIPSE - GMT

Foto : wikipedia.org

Ekspedisi mengejar gerhana tronom Inggris Edmund Halley kemudian


Perkembangan zaman perlahan mengubah juga mengamati gerhana sembilan tahun Sang Raja yang pro-
paradigma, yang sebelumnya mengede- kemudian. Lebih dari satu abad kemudian, gresif. Raja Siam,
tepatnya di tahun 1851, gerhana matahari Mongkut, dikenal
pankan bahwa gerhana adalah fenomena sebagai sosok yang
gaib dan berada di luar daya pikir manusia. untuk pertama kalinya diabadikan dalam progresif. Saat ter-
Kemajuan teknologi, ilmu pengetahuan, bentuk foto. Semenjak itu, penelitian men- jadinya gerhana
dan pola pikir membuat manusia memper- genai gerhana matahari mulai giat dilaku- matahari tahun 1868,
kan di berbagai negara. sang raja sendirilah
tanyakan apa penyebab gerhana matahari, yang memimpin eks-
dampaknya, serta apa yang bisa dipelajari Bahkan, saat terjadinya gerhana ma- pedisi pengamatan
dari terjadinya gerhana. tahari yang lintasannya melewati Siam gerhana. Dikenal
Meskipun pengamatan dan ralaman (Thailand) pada tahun 1868, Raja Mong- juga sebagai pegiat
kut yang legendaris memimpin sendiri sains, Raja Mongkut
gerhana telah terjadi dari masa kuno (ter- bahkan mampu de-
catat pertama kali dalam teks kuno Assyr- ekspedisi untuk mengamati gerhana terse- ngan tepat mempre-
ia pada 763 SM, juga catatan-catatan masa but. Ini membuktikan pentingnya posisi diksi lamanya fase
kekaisaran Tiongkok kuno), pengamatan fenomena gerhana matahari sebagai sub- gerhana total terse-
jek dan prestise dunia penelitian dan aka- but dua tahun sebe-
teleskopik gerhana matahari pertama kali lumnya.
tercatat pada tahun 1706 di Perancis. As- demik waktu itu.

9 THE ECLIPSE GMT - Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional


Gerhana dan Peradaban Manusia

Ekspedisi masa lalu. Se-


menjak gerhana matahari
dapat diabadikan dengan
fotografi, para astronom
dan ilmuwan di berbagai
negara berlomba-lomba
untuk melakukan ekspedisi
gerhana. Dengan sokongan
dana dari berbagai macam
sumber, umumnya institusi
akademik, ekspedisi dilaku-
kan dengan melakukan
perjalanan ke luar benua
Eropa atau Amerika Serikat.
Amerika Latin, India, dan
Asia Tenggara biasanya
menjadi tempat pilihan bagi
para ilmuwan itu. Berbeda
dengan saat ini di mana
perjalanan bisa mudah
dilakukan, pada masa lalu
perjalanan menuju tempat
tujuan bisa memakan waktu
berminggu-minggu dengan
masa tinggal saat penelitian
di lokasi bisa mencapai sete-
Foto : eclipse-maps.com ngah tahun bahkan lebih.

Ekspedisi sekaligus penelitian besar wisatawan dari negara-negara Eropa juga


di abad ke-20 mengenai gerhana mataha- datang ke Hindia-Belanda untuk men-
ri total yang termahsyur dipimpin oleh yaksikan fenomena tersebut.
Saat kehadiran peristi-
astronom berkebangsaan Inggris, Arthur Tujuan utama para peneliti tersebut wa gerhana matahari
Eddington, pada tanggal 29 Mei 1919. adalah Kota Padang, Bukittinggi, dan total 11 Juni 1983 yang
Ekspedisi Eddington juga berhasil mem- Sawahlunto. Meskipun pada saat itu lin- disambut dengan
buktikan teori relativitas Albert Einstein tasan gerhana juga melewati Kalimantan, sembunyinya sebagian
besar penduduk Indo-
mengenai pembelokan ruang dan waktu Sulawesi, dan Maluku, Sumatra dianggap nesia di rumah-rumah,
akibat gravitasi. sebagai destinasi yang lebih aman. Fase ditutupnya ventilasi
Di wilayah Indonesia sendiri (atau Hin- gerhana total pada tahun 1919 berlangsung dengan menggunakan
dia-Belanda waktu itu), ekspedisi pertama cukup lama,6 menit 27 detik. Persiapan tikar agar ibu hamil
tidak terpapar cahaya
di abad ke-20 dipimpin oleh duet astronom para astronom dan peneliti itu untuk men- matahari dan mela-
dari Amerika Serikat, Charles D. Perrine yaksikan gerhana di tanah Hindia-Belanda hirkan bayi-bayi yang
dan R.H. Curtiss. Keduanya mengunjungi sendiri berlangsung selama enam pekan. “belang”.
Sumatra untuk mengamati dan meneliti (Disarikan dari berbagai sumber)
gerhana matahari total. Tidak hanya mer-
eka, beberapa peneliti lain dan bahkan

Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional - THE ECLIPSE GMT 10


THE ECLIPSE - GMT

Menanti
Sang Gerhana
di Khatulistiw Penduduk di wilayah Nusantara mendapatkan ke-
sempatan langka untuk bisa menyaksikan secara
langsung fenomena Gerhana Matahari Total. LAPAN
sebagai lembaga terkait menyiapkan segalanya
untuk peristiwa di Hari-H. Apa saja yang dilakukan
oleh LAPAN untuk menyambut sang gerhana?

11 THE ECLIPSE GMT - Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional


Bab 2

S ebelum terjadinya Gerhana Matahari


Total (GMT) 9 Maret 2016, wilayah In-
donesia sebelumnya pernah mengala-

wa
mi lima kali lintasan GMT yang tercatat
sejak masa kemerdekaan. Menariknya,
gerhana matahari seringkali diasosi-
asikan dengan mitos sebagai penye-
bab kebutaan.
Isu ini begitu dominan sehingga pada
saat terjadinya GMT pada tahun 1983,
pemerintah Indonesia melarang warga
untuk melihat peristiwa gerhana secara
langsung. Beberapa daerah bahkan
membunyikan sirine tanda bahaya dan
meminta warga untuk tetap berada di
dalam rumah. Terlepas dari kontroversi
mengenai penyebab pelarangan, yang
pasti mitos penyebab kebutaan secara
langsung tidaklah benar.
Seiring dengan perkembangan tek-
nologi dan arus informasi, mitos me-
ngenai dampak negatif gerhana ma-
tahari mulai berkurang. Namun, masih
ditemukan banyak pertanyaan me-
ngenai gerhana matahari yang diaju-
kan oleh masyarakat. Menyongsong
GMT tahun 2016, LAPAN melakukan be-
berapa langkah sosialisasi dan persia-
pan bagi masyarakat dan para peneliti
untuk menyambut gerhana matahari.

Foto : Dok. LAPAN

Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional - THE ECLIPSE GMT 12


THE ECLIPSE - GMT

Menanti Sang Gerhana di Khatulistiwa


Sosialisasi gerhana matahari dan kacamata gerhana

P ertanyaan yang muncul dari masyarakat umumnya


terkait dengan proses pengamatan gerhana secara
langsung. Apakah melihat gerhana dengan mata tel-
tahari secara aman, dibutuhkan perlengkapan khusus.
Salah satu cara teraman untuk melihat langsung ger-
hana matahari adalah menggunakan kacamata gerhana,
anjang itu berbahaya? Apa efeknya? Bagaimana cara kacamata yang dalam konstruksinya memiliki filter
mengamati gerhana dengan aman? berupa film yang mampu menyaring cahaya matahari
Gerhana matahari memang memiliki efek negat- yang masuk ke mata. Yang membedakannya dengan ka-
if apabila dilihat dengan mata telanjang dalam waktu camata hitam atau kacamata film biasa adalah kemam-
lama, sama dengan cahaya matahari pada saat normal, puan penyaringannya yang bisa mencapai sepersepuluh
karena dapat membebani kerja retina. Ketika fase GMT ribu dari cahaya yang masuk ke bumi (dibandingkan
terjadi, pupil mata membesar untuk menangkap cahaya kacamata hitam yang hanya menyaring maksimal hing-
sebanyak mungkin karena suasana yang gelap. Tetapi ga seperseribu).
ketika fase total berakhir dan bulan mulai bergeser, Terdapat cukup banyak varian instrumen lain un-
cahaya matahari akan terang kembali dan cahaya yang tuk melihat gerhana matahari, mulai dari kacamata las
muncul berdampak negatif bagi retina. Namun, cahaya industri hingga menggunakan kardus yang dilubangi.
matahari saat gerhana tidak mengakibatkan kebutaan Prinsipnya tetap sama, yaitu memenuhi standar untuk
secara langsung di tempat. Untuk melihat gerhana ma- secara intensif menyaring cahaya yang masuk ke retina.

Suku Togutil me- Gerhana di pedalaman. Suku Togutil merupakan masyarakat yang tinggal di pedalaman hutan Halmahera Utara. Hidup dengan
cara berpindah-pindah, masyarakat ini hidup dengan cara mengandalkan hasil hutan dan belum mengenal huruf meski sudah
makai kacama- mengenal peradaban di luar sukunya. Suku Togutil yang tinggal di pedalaman Halmahera Utara juga tidak lepas dari tradisi yang
ta khusus untuk berkenaan dengan gerhana matahari. Mereka masih menganut tradisi bahwa memukulkan alat-alat kayu hingga menciptakan
melihat proses suara lantang dapat mencegah nasib buruk atau kesialan dari menghinggapi anggota suku dikarenakan gerhana matahari.
Kru CNN Indonesia memproduksi dokumenter yang mengangkat kehidupan suku Togutil dan tradisi mereka saat terjadi gerhana
gerhana. matahari. Dalam film dokumenter tersebut, suku Togutil akhirnya dapat melihat gerhana secara langsung dengan bantuan
kacamata khusus gerhana matahari yang dibagikan oleh tim LangitSelatan. (sumber: tangkapan layar dari CNN Indonesia)

Foto : Video CNN Indonesia

13 THE ECLIPSE GMT - Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional


Menanti Sang Gerhana di Khatulistiwa

Sosialisasi gerhana
terhadap Suku Togutil,
Halmahera.
Saat Gerhana Matahari, edukasi dan workshop pembuatan teropong juga
kebiasaan yang dilaku- merupakan agenda tetap yang diadakan di setiap
kan suku Togutil ialah sosialisasi.
“Toki-toki” (memukul/
Ekspedisi sosialisasi LAPAN mengenai ger-
membuat bunyi dari sirih
pinang yang dipukulkan hana matahari diantaranya digelar untuk para
Foto : Video CNN Indonesia ke pohon beringin). siswa di SMA Xaverius Palembang, SMK 1
Maba, SMPN 2 Parigi Moutong, SD dan SMP
Informasi inilah yang harus disosialisasikan LAPAN kepada YPP 1 Surabaya, serta perwakilan dari sekolah-
masyarakat. sekolah di Ternate, Sumedang, Palangkaraya,
Memahami pentingnya generasi muda sebagai stakehold- Pontianak, dan Bandung.
er ilmu pengetahuan dan kebijakan di masa depan, LAPAN LAPAN juga memproduksi ratusan kacama-
mengajak para pelajar untuk mempelajari gerhana matahari ta gerhana untuk dibagikan kepada masyarakat
dengan lebih mendalam. Sosialisasi ini dilakukan baik den- yang ingin menonton langsung gerhana matahari
gan mengundang perwakilan pelajar ke fasilitas LAPAN di di tempat pengamatan. Produksi kacamata ger-
berbagai kota, ataupun mendatangi sekolah-sekolah dan tem- hana ini juga dilakukan oleh pemerintah-pemer-
pat belajar para siswa. Para siswa diberikan pengetahuan me- intah daerah setempat.
ngenai gerhana matahari dan peristiwa antariksa lainnya, serta LAPAN juga mengambil langkah inisiatif un-
cara-cara menggunakan berbagai media dan perlengkapan un- tuk masuk ke pusat-pusat perbelanjaan sebagai
tuk memantau gerhana matahari secara langsung. salah satu bentuk outreach kepada masyarakat.
Dalam hal sosialisasi, LAPAN memboyong fasilitas Pla- Hal ini direalisasikan dalam bentuk temu wicara
netarium Mini untuk dapat dinikmati oleh para siswa serta ma- atau talkshow mengenai gerhana matahari total
syarakat yang penasaran mengenai tata surya dan antariksa. Ini yang diselenggarakan di Palembang Indah Mall.
tentunya disertai juga dengan pemberian pengetahuan tentang Dengan peneliti LAPAN, budayawan, dan peja-
gerhana matahari dan juga cara penggunaan instrumen se- bat pendidikan setempat yang menjadi narasum-
perti bandul, thermometer, hygrometer, sampai kamera lubang ber, acara ini mengupas dengan dalam fenomena
jarum yang dapat digunakan untuk melakukan penelitian gerhana matahari baik dari kacamata sains dan
dasar saat terjadinya gerhana matahari. Berbagai permainan budaya atau kelembagaan masyarakat. Dalam

Sosialisasi di segala lini. Gerhana


matahari 9 Maret 2016 merupakan
fenomena cukup langka yang ti-
dak sering terjadi, maka LAPAN se-
bagai lembaga penelitian antariksa
melakukan sosialisasi gerhana di
segala lini, dari para pelajar di seko-
lah dasar hingga para pejabat pe-
merintahan. Sosialisasi ini bertujuan
untuk memberikan informasi yang
benar mengenai fenomena gerha-
na matahari hingga berkoordinasi
untuk menyukseskan acara-acara
pengamatan gerhana matahari di
berbagai lokasi di Indonesia. ( Foto
Sosialisai 8 Maret 2016 - Palembang : Dok. LAPAN)

Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional - THE ECLIPSE GMT 14


THE ECLIPSE - GMT
acara ini pula para narasumber berupaya untuk mematahkan
mitos dan legenda negatif mengenai gerhana matahari.
Dari berbagai sosialisasi yang dilakukan di Palembang,
yang paling mengesankan bagi masyarakat dan para pelajar
khususnya adalah kehadiran Planetarium Mini milik LA-
PAN. Planetarium berbentuk tenda besar yang canggih ini
bisa memfasilitasi para pelajar yang ingin menonton simulasi
fenomena antariksa sama baiknya dengan planetarium perma-
nen. Ini merupakan langkah inovatif LAPAN dalam rangka
mendekatkan diri dengan para pelajar serta bentuk outreach,
memberikan pengalaman kepada masyarakat untuk mera-
sakan sensasi simulasi planetarium yang belum tentu ada di
setiap kota di Indonesia.
Selain itu, para personel LAPAN juga giat dalam menjelas-
kan fenomena gerhana kepada media massa dan para jurnalis.
Media massa baik cetak, elektronik, maupun digital, berfung-
si untuk menyampaikan informasi dan agenda dari LAPAN.
Jangkauan media yang luas merupakan salah satu kunci dari
keberhasilan membangun antusiasme masyarakat yang begitu
besar di seluruh wilayah Indonesia untuk menyaksikan GMT
serta memadamkan mitos negatif yang selama ini melekat
pada fenomena gerhana.
Sosialisasi mengenai gerhana sendiri juga dilaku-
kan melalui media baru dan internet. Laman mayantara
LAPAN (www.lapan.go.id) dilengkapi dengan sublaman dan
dokumen-dokumen khusus yang membahas gerhana matahari.
Pengetahuan dan informasi lain mengenai gerhana juga dapat
dilihat di laman gerhana.info, yang dikelola oleh tim Langit-
Selatan. Media sosial seperti Facebook dan Twitter juga digu-
nakan untuk memberikan informasi-informasi terbaru terkait
dengan persiapan pengamatan gerhana.
Untuk memperluas jangkauan sosialisasi yang intensif,
LAPAN menggandeng komunitas-komunitas penggemar
fenomena antariksa, seperti LangitSelatan, Penjelajah Langit,
Komunitas Lubang Jarum, Surabaya Astronomy Club, serta
institusi-institusi penelitian dan akademik seperti Kemen-
terian Ristekdikti, Institut Teknologi Bandung (ITB), Badan
Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) dan Uni-
versitas Ahmad Dahlan (UAD). Melalui kepanitiaan nasio-
nal gerhana matahari total, komunitas Komunitas dan lemba-
ga-lembaga ini nantinya juga berkoordinasi dengan LAPAN
dalam proses pengamatan dan penelitian GMT di berbagai
lokasi di Indonesia.
Belajar gerhana itu menyenangkan. Seorang siswi sekolah
dasar di SMPN 1 Bangil, Pasuruan tampak tersenyum lebar
saat melakukan simulasi pemakaian kacamata gerhana, se-
mentara teman-temannya tampak antusias menanti giliran-
nya masing-masing. Metode sosialisasi LAPAN dalam mem-
berikan informasi dan pengetahuan melalui praktik langsung
dengan instrumen sangat disukai oleh para pelajar.

15 THE ECLIPSE GMT - Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional


Foto : Dok. LAPAN

Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional - THE ECLIPSE GMT 16


THE ECLIPSE - GMT

LAPAN goes to mall.


Acara talkshow
sekaligus sosialisasi
mengenai gerhana
matahari total yang
dilakukan oleh LA-
PAN di Palembang
Indah Mall, 8 Maret
2016. Acara yang di-
hadiri oleh lebih dari
300 undangan dan
dipandu langsung
oleh TVRI Sumsel ini
menghadirkan para
peneliti LAPAN, bu-
dayawan dan peja-
bat pendidikan Su-
matera Selatan.

Foto : Dok. LAPAN

Foto : Dok. LAPAN

17 THE ECLIPSE GMT - Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional


Menanti Sang Gerhana di Khatulistiwa

Favorit para pelajar. Planetarium Mini milik LA-


PAN tengah disiapkan di aula UPTD Graha Tek-
nologi Sriwijaya, tanggal 8 Maret 2016. Planeta-
rium mobile ini menjadi daya tarik utama bagi
masyarakat khususnya para pelajar. Berbentuk
tenda besar yang diisi perlengkapan sains an-
tariksa, fasilitas ini menjadi favorit bagi para
pelajar karena pengalaman unik yang mereka
dapatkan saat memasukinya. Dengan posisi
tubuh berbaring, mereka dapat melihat simu-
lasi fenomena-fenomena antariksa yang tidak
kalah kualitasnya dengan planetarium sung-
guhan. Terkait dengan momen gerhana, maka
pada acara sosialisasi di Palembang simulasi
yang diputar juga didominasi oleh fenomena
gerhana matahari.
Foto : Dok. LAPAN

Foto : Dok. LAPAN

Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional - THE ECLIPSE GMT 18


THE ECLIPSE - GMT

Sosialisasi GMT
Palembang
Kegiatan sosialisasi LAPAN mengenai gerhana matahari di
Palembang berlangsung di berbagai tempat, dari lingkun-
gan sekolah, media massa, hingga pusat perbelanjaan.
Berbeda dengan beberapa wilayah lain di mana sosialisasi
secara lokal paling gencar dilakukan pada tanggal 8 Ma-
ret 2016, kegiatan di Palembang berjalan selama beberapa
waktu.
Kuliah umum mengenai gerhana matahari dilakukan di Kam-
pus Universitas Bina Darma. Kegiatan sosialiasi juga masuk ke
pusat perbelanjaan, dengan diadakannya talkshow menge-
nai gerhana di Palembang Indah Mall. Selain itu, beberapa
personel LAPAN juga diundang oleh media setempat untuk
diwawancarai terkait peristiwa gerhana Maret 2016.
Puncak acara sosialisasi bertempat di UPTD Graha Teknolo-
gi Sriwijaya. Acara ini dihadiri oleh ratusan mahasiswa dan
pelajar dari berbagai institusi pendidikan di Palembang. Se-
lain penyampaian pengetahuan mengenai gerhana, kegia-
tan lain seperti workshop pembuatan kacamata gerhana
hingga simulasi fenomena antariksa dengan menggunakan
planetarium mini LAPAN dilakukan di acara ini.
Foto : Do

Foto : Dok. LAPAN

19 THE ECLIPSE GMT - Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional


Sosialisasi GMT Palembang

Foto : Dok. LAPAN

ok. LAPAN Foto : Dok. LAPAN Foto : Dok. LAPAN

Foto : Dok. LAPAN

Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional - THE ECLIPSE GMT 20


THE ECLIPSE - GMT

Foto : Dok. LAPAN

Kadis Pendidikan Sumatera Selatan dan


Kabag Humas LAPAN menunjukkan ka-
camata gerhana dan teleskop yang
akan digunakan untuk pengamatan di
Jembatan Ampera.

21 THE ECLIPSE GMT - Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional


Sosialisasi GMT Palembang

Membuat kacama-
ta gerhana. Para
siswa di Palembang
mendapatkan kesem-
patan untuk mengikuti
workshop pembuatan
kacamata gerhana.
Dalam acara itu, me-
reka mendapatkan
keasyikan tersendiri
dalam membuat ka-
camata di bawah
bimbingan para nara-
sumber.

Foto : Dok. LAPAN

Peneliti LAPAN mem-


peragakan bagaimana
mengamati gerhana ma-
tahari dengan menggu-
nakan metode yang se-
derhana dengan sistem
lubang jarum kepada
awak media massa. Se-
lain lubang jarum, kaca-
mata gerhana, teleskop,
dan peralatan lainnya
juga disiapkan untuk
acara pengamatan ger-
hana di Jembatan Am-
pera, Palembang. Satu
unit teleskop bahkan
dipinjamkan kepada kru
media untuk membantu
liputan.

Foto : Dok. LAPAN

Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional - THE ECLIPSE GMT 22


THE ECLIPSE - GMT

Sosialisasi GMT
Palangkaraya

Foto : Dok. LAPAN

Sosialisasi di Palangkaraya diseleng-


garakan oleh Tim Gerhana Matahari
Pussainsa LAPAN tanggal 8 Maret 2016.
Selain memperkenalkan LAPAN kepa-
da para peserta yang sebagian besar
terdiri dari kalangan pelajar, acara ini
juga berfungsi sebagai pemberian in-
formasi dan pengetahuan mengenai
gerhana matahari. Setelah acara sele-
sai, para peserta diberikan kacama-
ta gerhana sebagai suvenir serta alat
bantu untuk mengamati gerhana esok
harinya.

23 THE ECLIPSE GMT - Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional


Sosialisasi GMT Palangkaraya

Foto : Dok. LAPAN

Foto : Dok. LAPAN

Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional - THE ECLIPSE GMT


24
THE ECLIPSE - GMT

Sosialisasi. Deputi Pengin-


deraan Jauh LAPAN,
Dr. Orbita Roswintiarti,
menyampaikan sosiali-
sasi gerhana matahari
dan penginderaan jauh
kepada para perwakilan
pelajar di Palangkaraya.
Sosialisasi kepada para
pelajar merupakan salah
satu agenda utama
LAPAN dalam meyambut
gerhana matahari tahun
2016.

Foto : Dok. LAPAN

Foto : Dok. LAPAN

25 THE ECLIPSE GMT - Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional


Sosialisasi GMT Palangkaraya

Foto : Dok. LAPAN

Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional - THE ECLIPSE GMT


26
THE ECLIPSE - GMT

Sosialisasi GMT
Palu dan Parigi

Foto : Dok. LAPAN


Foto : Dok. LAPAN

Foto : Dok. LAPAN

27 THE ECLIPSE GMT - Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional


Sosialisasi GMT Parigi Moutong

Kepala LAPAN Prof. Dr. Thomas


Djamaluddin mengunjungi Palu kemu-
dian Parigi untuk pengamatan gerhana
matahari. Dalam sebuah acara semi-
nar internasional dan workshop me-
ngenai gerhana matahari di Universitas
Tadulako, Palu, tanggal 8 Maret 2016,
Kepala LAPAN menjadi pembicara ber-
sama dengan tiga orang nara sumber
lain yang merupakan para peneliti dari
mancanegara. Kepala LAPAN juga
memberikan penjelasan kepada per-
tanyaan awak media massa mengenai
gerhana matahari total tahun 2016.

Foto : Dok. LAPAN

Foto : Dok. LAPAN Foto : Dok. LAPAN

Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional - THE ECLIPSE GMT


28
THE ECLIPSE - GMT

Sosialisasi GMT
Poso

Kegiatan di Poso merupakan andil dari tim Universe


Awareness (Unawe) Indonesia dan tim Bosscha Observa-
tory ITB. Sosialisasi dilakukan kepada para pelajar di Poso,
terutama siswa-siswi sekolah dasar. Tim Unawe-ITB mem-
boyong beberapa alat bantu sosialisasi, di antaranya
buku-buku mengenai gerhana matahari dan astronomi,
kacamata gerhana, serta bahan-bahan dan peralatan
untuk melakukan simulasi pengamatan gerhana. Kegia-
tan pengamatan gerhana sendiri nantinya akan dilaku-
kan di Desa Kalora di wilayah Poso Pesisir Utara, bersa-
maan dengan Festival Kawaniya yang diadakan di desa
Foto : Unawe & Bosscha
tersebut.

29 THE ECLIPSE GMT - Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional


Sosialisasi GMT Poso

Foto : Unawe & Bosscha

Foto : Unawe & Bosscha

Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional - THE ECLIPSE GMT


30
THE ECLIPSE - GMT

Foto : Unawe & Bosscha

Tim Unawe dan ITB


melakukan berbagai
kegiatan dalam so-
sialisasinya kepada
para pelajar. Mu-
lai dari pemberian
materi mengenai
gerhana dan feno-
mena-fenomena
astronomi, penggu-
naan alat peraga,
video, hingga simu-
lasi pembuatan dan
penggunaan alat
bantu pengamatan
seperti lubang jarum
dan kacamata ger-
hana.

Foto : Unawe & Bosscha

31 THE ECLIPSE GMT - Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional


Sosialisasi GMT Poso

Foto : Unawe & Bosscha

Foto : Unawe & Bosscha

Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional - THE ECLIPSE GMT


32
THE ECLIPSE - GMT

Sosialisasi GMT
Ternate

Foto : Dok. LAPAN

Sosialisasi gerhana matahari di Ternate berlangsung


dua kali. Sosialisasi pertama diselenggarakan di
SMKN 2 Ternate pada tanggal 7 Maret 2016. Di tem-
pat ini, para pesertanya merupakan perwakilan
para pelajar dan guru dari 164 sekolah. LAPAN
bekerja sama dengan Dinas Pendidikan Kota Ter-
nate serta International Astronomical Union, acara
ini memberikan informasi dan pengetahuan me-
ngenai gerhana matahari kepada para peserta.
Selanjutnya, para peserta dibimbing dalam work-
shop pembuatan kacamata gerhana mataha-
ri. Pada tanggal 8 Maret 2016 sosialisasi kembali
dilakukan di tempat yang berbeda, namun kali ini
oleh tim gabungan antara LAPAN dan Bakamla. So-
sialisasi ini lebih banyak dipersiapkan kepada Laskar
Gerhana Matahari yang dikoordinasikan oleh Detik.
Com untuk pengamatan gerhana di laut lepas.
Foto : Dok. LAPAN

33 THE ECLIPSE GMT - Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional


Sosialisasi GMT Ternate

Foto : Dok. LAPAN

Foto : Detik.com

Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional - THE ECLIPSE GMT


34
THE ECLIPSE - GMT

Sosialisasi GMT
Maba
Bertempat di SMK
1 Maba, tim LAPAN
dan NASA bersa-
ma-sama membe-
rikan pemaparan
dan informasi me-
ngenai gerhana
matahari kepada
para pelajar.

35 THE ECLIPSE GMT - Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional


Sosialisasi GMT Maba

Foto : Dok. Kompas

Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional - THE ECLIPSE GMT 36


THE ECLIPSE - GMT

Sosialisasi GMS

Fasilitas streaming. Selain bisa


mengikuti proses terjadinya
gerhana matahari sebagian,
masyarakat tetap bisa melihat
gerhana matahari total di loka-
si-lokasi lain berkat adanya fasi-
litas streaming yang diadakan
baik secara langsung di titik-titik
pengamatan milik LAPAN mau-
Foto : Dok. LAPAN pun online (daring).

Tetap hadirkan sosialisasi.


Para pelajar tengah mencoba
menggunakan teleskop untuk
melihat ke langit. Meskipun bu-
kan berada di wilayah gerha-
na matahari total, LAPAN juga
tetap mengadakan sosialisasi
kepada para pelajar dan ma-
syarakat. Ini sejalan dengan
program LAPAN untuk terus
memberikan informasi dan pe-
ngetahuan kepada masyarakat
dan stakeholder masa depan
mengenai pentingnya ilmu dan
teknologi keantariksaan. Foto : Dok. LAPAN

37 THE ECLIPSE GMT - Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional


Sosialisasi GMS

Road show. Menyambut


peristiwa gerhana ma-
tahari 9 Maret 2016, para
personel LAPAN melaku-
kan kunjungan ke ber-
bagai sekolah di ber-
bagai jenjang untuk
memberikan informasi
dan pengetahuan ter-
kait fenomena gerhana
matahari. Biasanya kun-
jungan ke sekolah-seko-
lah ini juga disertai sesi
simulasi praktek peng-
gunaan alat-alat bantu
pengamatan, seperti
teleskop, atau dengan
workshop pembuatan
alat pengamatan seperti
kacamata gerhana dan
metode lubang jarum.

Foto : Dok. LAPAN

Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional - THE ECLIPSE GMT


38
THE ECLIPSE - GMT

Sosialisasi GMS
Sosialisasi kepada para
pelajar di SD dan SMP
YPPI 1 Surabaya sebe-
lum terjadinya gerhana
matahari sebagian. So-
sialisasi ini dibawakan
oleh tim LAPAN Pa-
suruan dan Surabaya
Astronomy Club dan
membahas astronomi,
khususnya tentang
gerhana matahari. Kru
berita dari CNN Indo-
nesia juga ikut meliput
kegiatan ini. Para murid
yang didampingi
para guru mereka nan-
tinya bergantian meli-
hat matahari menggu-
nakan teleskop maupun
kacamata matahari.
Foto : Dok. LAPAN

Edukasi dan Strea-


ming GMT. Peser-
ta terdiri dari siswa
beserta guru SD,
SMP, SMA antara
lain SD Karang Pam-
ulang, SD Jaka Pur-
wa, SMPN 13, SMPK
Trimulia, SMAN 22,
SMAK Bintang Mulia,
SMK Daarut Tauhid,
mahasiswa Univer-
sitas Telkom, ma-
hasiswa ITB dan
masyarakat umum,
kurang lebih 100
orang.
Foto : Dok. LAPAN

39 THE ECLIPSE GMT - Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional


Sosialisasi GMS

Rapat Persiapan Sosial-


isasi dan Pemantauan/
Pengamatan Gerhana
Matahari di Parepare

Presentasi Materi Gerha-


na Matahari dan Peng- Foto : Dok. LAPAN
arahan di Parepare

Foto : Dok. LAPAN

Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional - THE ECLIPSE GMT


40
THE ECLIPSE - GMT

Sosialisasi GMS
Selain kalangan pelajar,
sosialisasi juga dilakukan
kepada masyarakat dari
berbagai kalangan. Baik
itu berupa koordinasi ber-
sama pegawai pemerin-
tah lembaga lain, komuni-
tas pecinta astronomi dan
antariksa, warga yang pe-
nasaran mengenai ger-
hana matahari, hingga
kepada media massa. Di
ber-bagai kota, sosialisasi
ini dilakukan untuk mem-
berikan informasi yang
benar mengenai gerhana
matahari, cara-cara dan
metode mengamati ger-
hana, serta mengurangi
rasa takut masyarakat
terhadap mitos-mitos ger-
hana matahari yang tidak
akurat.

41 THE ECLIPSE GMT - Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional


Sosialisasi GMS

Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional - THE ECLIPSE GMT 42


THE ECLIPSE - GMT

Foto : Video CNN Indonesia


Inside Indonesia CNN - Gerhana Maba LAPAN

Foto : Video CNN Indonesia


Inside Indonesia CNN - Gerhana Maba LAPAN

Persiapan para peneliti


Peralatan ‘tempur’ peneliti. Para peneliti dari

P ara peneliti tentunya


tidak ingin tertinggal
dalam urusan gerhana, teru-
mengambil data penelitian
di bidang radiasi cahaya ma-
tahari, ionosfer, geomagnet,
LAPAN mempersiapkan teleskop dan perleng-
kapan lainnya untuk meneliti gerhana matahari
total di Maba, Halmahera. Memastikan per-
lengkapan dalam kondisi prima merupakan
tama LAPAN sebagai lem- dan fotometri korona. Pene- salah satu syarat utama dalam penelitian ger-
baga yang bergerak di bidang litian lain yang cukup unik hana yang baik. Tanpa adanya instrumen yang
keantariksaan. Sejak awal, adalah pengamatan terhadap dipersiapkan dengan baik, perolehan data be-
resiko mengandung kekeliruan yang dapat ber-
para peneliti LAPAN telah perilaku fauna saat terjadi-
dampak pada kesalahan hasil penelitian.
mempersiapkan materi yang nya gerhana matahari yang
akan diteliti saat terjadinya dilakukan oleh Tim Gerha-
gerhana. na dari Universitas Ahmad
Berkenaan dengan GMT, Dahlan.
tim LAPAN mengamati dan

43 THE ECLIPSE GMT - Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional


Menanti Sang Gerhana di Khatulistiwa

Foto : Video Dok. LAPAN


Space Science Center - LAPAN di Ternate

Peneliti mempersiapkan tero-


pong Vixen di Ternate, Maluku
Utara.

LAPAN menetapkan berbagai adalah teleskon Lunt 70D dengan


tempat yang akan menjadi loka- mounting system iOptron Mini
si-lokasi utama dalam pengamatan Tower II beserta deflektor digital
dan penelitian GMT. Lokasi-lokasi ZWO Optical dan filter lensa khu-
tersebut di antaranya Maba (Halma- sus. Tentu saja, binokular juga tetap
hera), Parigi Moutong (Sulawesi), digunakan untuk pengamatan dasar.
Ternate, Palembang, Palangkaraya, Tidak hanya bermodalkan
dan Pulau Belitung. Lokasi-lokasi kamera dan teleskop canggih, para
ini dinilai sebagai tempat terbaik peneliti LAPAN juga akan meng-
karena titik pandangnya dianggap gunakan bantuan komputer anal-
maksimal, sesuai dengan lintasan itik untuk membantu mengukur
gerhana, dan cuaca yang diperkira- dan menginterpretasikan data yang
kan bersahabat pada saat pemantau- akan didapat. Selain itu, satelit LA-
an. PAN-A2/LAPAN-ORARI yang
Untuk mendukung penelitian baru saja mengorbit tahun lalu
tersebut, para peneliti dan teknisi juga akan langsung bertugas untuk
LAPAN juga mempersiapkan berb- memantau dan mendeteksi setiap
agai perlengkapan yang akan digu- pergerakan dalam jalur gerhana.
nakan untuk memantau Gerhana
Matahari Total (GMT). Teleskop
Takahashi ‘Baby Q’, finder scope,
mounting Vixen AXD 2115, serta
controller Star Book Ten menjadi
salah satu paket andalan untuk men-
gamati gerhana. Rangkaian lainnya

Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional - THE ECLIPSE GMT 44


THE ECLIPSE - GMT
Para penelti gerhana. Kepala LAPAN Prof. Dr. Thomas
Djamaluddin menghadiri acara seminar mengenai
gerhana matahari di Universitas Tadulako, Palu, Su-
lawesi Tengah, satu hari sebelum gerhana terjadi. Da-
lam seminar tersebut, hadir pula para pembicara dari
mancanegara yang juga akan melakukan penelitian
gerhana pada tanggal 9 Maret 2016, di antaranya
Prof. Richard Gelderman dari Western Kentucky Uni-
versity (Amerika Serikat) dan Dr. Miquel Serra Ricart
dari Instituto de Astrofisica de Canarias (Spanyol).

Foto : Dok. LAPAN


THE ECLIPSE - GMT

Skema Lokasi Pengamatan dan Penelitian


Tersebar di berbagai lokasi. Dalam proses pen-

LAPAN Bengkulu gamatan dan penelitian gerhana matahari


total, LAPAN bekerja sama dan berkoordinasi
dengan berbagai komunitas, organisasi, uni-
versitas, dan lembaga pemerintah lainnya.
Palembang Agar bisa mendapatkan data dengan cak-
upan yang lebih luas, para peneliti disebar di

BMKG berbagai lokasi pengamatan. Para personel


dan peneliti LAPAN sendiri berada di tujuh
Bangka titik lokasi, yaitu Palembang, Belitung, Pa-
langkaraya, Palu, Parigi Moutong, Halmahera,
dan Ternate. Tempat-tempat ini merupakan lo-
kasi yang dilalui oleh lintasan gerhana mataha-
Imah Noong Belitung ri total dan penentuannya sudah dilakukan
sejak lama, sementara survei untuk penentuan
titik pengamatan dilakukan berbulan-bulan se-
belum terjadinya gerhana.

UPI Tanjung Pandan Tamu Mancanegara


(Belitung) Gerhana Matahari Total merupakan
fenomena yang memiliki rentang
ITB Pangkalan Bun waktu sangat singkat (hanya beber-
apa menit) dan tidak selalu terjadi
secara reguler terutama di wilayah
TPOA Palangkaraya ekuator. Tentu saja bagi para pe-
neliti, setiap kesempatan mengama-
ti GMT tidak dapat dilewatkan.
TOASTI Balikpapan National Aeronautics and Space
Administration (NASA), lembaga
penelitian antariksa dari Amerika
Penjelajah Langit Penajam (Kaltim) Serikat, secara resmi mengirimkan
tim penelitinya untuk datang ke
Indonesia dan mengamati GMT.
UNAWE Tanah Paser (Kaltim) Pengamatan NASA di Indonesia
tentunya melibatkan kerjasama den-
gan LAPAN dan beberapa lembaga
JAC Palu lainnya sebagai tuan rumah.
Memiliki fokus penelitian yang
kurang lebih serupa dengan LA-
Parigi Moutong PAN, tim NASA akan memfokus-
HAAJ kan pengamatan mereka di Maba,
Poso Pulau Halmahera, mengingat tem-
pat tersebut merupakan lokasi yang
UAD diprediksi mendapatkan titik pan-
Ternate dang paling lama dan terbaik untuk

Langit Selatan Maba

47 THE ECLIPSE GMT - Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional


Menanti Sang Gerhana di Khatulistiwa

Foto : Dok. LAPAN

mengamati GMT 2016. Meski demikian, yang lebih praktis dan tidak memakan ter-
beberapa peneliti NASA juga ditempatkan lalu banyak biaya. Percobaan ini sekaligus Pengalaman lang-
di lokasi-lokasi lainnya untuk memperba- mempersiapkan perlengkapan dan data ka di Kathulistiwa.
Rombongan warga
nyak data pengamatan gerhana matahari. para peneliti NASA untuk mengamati ger-
mancanegara yang
Kehadiran para peneliti NASA di hana matahari besar yang akan terlihat dari terdiri dari peneliti
Indonesia juga dimaksudkan sebagai wilayah Amerika Serikat di tahun 2017. dan wisatawan ber-
ajang percobaan konfigurasi teleskop baru Selain dari Amerika Serikat, para pe- pose untuk mengab-
adikan keberadaan
milik mereka. Instrumen baru ini berfung- neliti dari negara lain juga turut serta da-
mereka di Palu, Ma-
si mengukur suhu dan pergerakan material lam meramaikan pengamatan gerhana. luku Utara setelah
di korona matahari, sehingga dapat mem- Tercatat Jepang, Malaysia, Jerman, Swed- usai mengamati ger-
berikan informasi lebih jauh kepada para ia, Australia, Rusia, dan Kanada juga hana matahari. Bagi
mereka, gerhana
peneliti yang mempelajari suhu atmosfer mengirimkan tim penelitian ke Indonesia,
matahari total mer-
dan permukaan matahari. dengan lokasi pilihan terbanyak berada di upakan fenomena
Teleskop baru milik NASA ini nanti- Maba dan Ternate. yang tidak dapat di-
nya akan diterbangkan ke luar angkasa, lupakan dan menjadi
pengalaman langka
namun adanya GMT di Indonesia membu-
baik bagi peneliti ve-
ka kesempatan untuk uji coba dengan cara teran dan wisatawan
kasual sekalipun.

Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional - THE ECLIPSE GMT 48


THE ECLIPSE - GMT

Ekspedsi bersama. Sosialisasi men-


genai gerhana matahari total
dengan tema The Space Series:
NASA-LAPAN Joint Eclipse Expe-
dition to Halmahera di @america,
Pacific Place Mall, Jakarta. LAPAN
dan NASA menjalin kerjasama de-
ngan melakukan eskpedisi bersa-
ma untuk menyongsong Gerhana
Matahari Total yang terjadi pada
09 Maret 2016 di Maba, Halma-
hera. Tim ekspedisi mengawali
kegiatan dengan menyelengga-
rakan Kegiatan yang dikemas da-
lam forum talkshow ini diisi dengan
pengenalan terkait GMT oleh para
ilmuwan NASA, dan pemaparan
LAPAN yang disampaikan Kepala
Pusat Sains Antariksa LAPAN, Dra.
Clara Yono Yatini, M.Sc. dan Ketua
Tim Ekspedisi Maba, Dr. Emanuel
Sungging Mumpuni.
Foto : Dok. LAPAN

49 THE ECLIPSE GMT - Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional


Foto : Dok. LAPAN

Foto : Dok. LAPAN

Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional - THE ECLIPSE GMT 50


THE ECLIPSE - GMT

Skema Lokasi
Skema Lokasi Peneliti Luar Negri
Peneliti Luar Negri

Amerika Serikat Australia Jepang Malaysia


Belitung Ternate Balikpapan Palembang
Balikpapan Maba Samarinda Palangkaraya
Tanah Grogot Austria Ternate Tanah Grogot
Palu Ternate Jerman Perancis
Ternate Inggris Belitung Ternate
Halmahera Timur Palu Kanada Maba
Maba Ternate Ternate

51 THE ECLIPSE GMT - Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional


Menanti Sang Gerhana di Khatulistiwa

Peneliti mancanegara di Indonesia.


Sebagai peristiwa semesta yang feno-
menal, gerhana matahari total ten-
tunya menarik perhatian para peneliti,
terutama dari mancanegara. Tercatat
peneliti dari 12 negara hadir untuk ikut
serta dalam pemantauan gerhana, dan
tersebar di berbagai titik pengamatan.
Amerika Serikat melalui NASA mengirim-
kan tim dengan jumlah terbanyak yang
disebar di Belitung, Halmahera, Tanah
Grogot, Palu, dan Ternate. Tim peneliti
lain datang dari Australia, Austria, Inggris,
Jepang, Jerman, Kanada, Malaysia,
Perancis, Rusia, Spanyol, dan Swedia.
(INFO GMT LAPAN)

Rusia
Ternate
Spanyol
Ternate
Swedia
Belitung

Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional - THE ECLIPSE GMT 52


THE ECLIPSE - GMT

Foto : Dok. LAPAN

Mengamati antariksa di Pasuruan. Wisata as- Wisata gerhana


tronomi merupakan salah satu sub-bidang Antusiasme masyarakat yang besar membentuk potensi baru
pariwisata yang tengah naik daun, dengan dalam menyambut Gerhana Matahari Total, yaitu pariwisa-
penggemar yang semakin banyak di nega-
ra-negara Eropa. Di Indonesia sendiri, bentuk
ta. Dikenal dengan konsep astrotourism atau pariwisata as-
paling dasar dari wisata antariksa adalah aca- tronomi, pariwisata jenis ini mengedepankan pemandangan
ra melihat bintang di malam hari, baik dengan antariksa sebagai daya tarik utama. Kegiatan paling umumnya
teleskop maupun mata telanjang, seperti yang berbentuk acara melihat bintang di malam hari baik secara
terlihat pada gambar, merupakan wisata as-
tronomi dini hari sebelum terjadinya gerhana
langsung maupun menggunakan perlengkapan, dan tengah
matahari sebagian di Pasuruan. Wisata ger- naik daun di Chile, India, Inggris, dan Irlandia.
hana matahari sendiri merupakan salah satu Dengan adanya GMT di Indonesia, maka secara alamiah
turunan dari wisata astronomi, dengan subjek
utama tentu saja peristiwa di mana cahaya
para penggemar astrotourism atau astrotourist tidak akan
matahari tertutup oleh bulan. melewatkan pemandangan gerhana matahari di ekuator. Be-
berapa fasilitas penginapan bahkan telah terpesan penuh be-
berapa bulan sebelum tanggal 9 Maret 2016, dan ini terjadi
di hampir setiap kota atau lokasi yang telah ditunjuk sebagai
tempat pengamatan bersama. Maka, tidak hanya peneliti saja

53 THE ECLIPSE GMT - Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional


Menanti Sang Gerhana di Khatulistiwa

Foto : ANTARA NEWS

yang datang ke Indonesia untuk Sambut gerhana. Kota Palangkaraya meng-


gelar festival rakyat untuk menyambut datan-
GMT, namun juga wisatawan dan gnya gerhana matahari. Dalam acara terse-
penggemar antariksa mancanegara. but, terdapat tarian lokal yang dilakukan oleh
peramal Suku Dayak untuk menyambut ger-
Berbeda dengan tahun 1980-an di hana. Festival rakyat ini dihadiri ribuan warga
dan wisatawan, menjadikannya acara pari-
mana warga ragu-ragu untuk kelu- wisata yang menarik.
ar rumah dan diimbau untuk tidak
mengamati gerhana matahari total,
kini animo masyarakat begitu be-
sar sehingga wisatawan domestik
juga membanjiri lokasi-lokasi pen-
gamatan.
Bagi para pelaku usaha di lapan-
gan, GMT menjadi berkah tersendi-
ri karena mendorong angka penjua-
lan dan pemasukan mereka, baik di
bidang perhotelan, kuliner, hingga
ritel.
(sumber: materi sosialisasi GMT LAPAN)

Para pelajar di Palembang saat


mengikuti sosialisasi gerhana dan Foto : Dok. LAPAN
workshop pembuatan kacamata
gerhana. Kegiatan edukatif sep-
erti ini juga bisa dijadikan sebagai
salah satu dari program wisata
edukasi dalam bidang astronomi.

Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional - THE ECLIPSE GMT 54


ECLIPSE - GMT

55 THE ECLIPSE GMT - Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional


Bab 3

Lokasi Pengamatan
dan Peristiwa
F enomena Gerhana Matahari
Total dan Sebagian (GMT dan
GMS) tahun 2016 yang lintasan-
gerhana langka ini. Pekik kekagu-
man disertai suasana sakral menjadi
warna dari reaksi mereka saat detik-
nya melalui garis kathulistiwa In- detik GMT terjadi.
donesia merupakan fenomena yang Ada yang menganggapnya dengan
tergolong langka, dan baru akan konteks religius sebagai kebesaran
terjadi di lintasan yang sama lebih Tuhan, ada pula yang menilainya
dari 300 tahun lagi. Ini menjadi per- sebagai bukti kompleksitas sistem
hatian berbagai lapisan masyarakat alam semesta yang bekerja secara
dan peneliti baik domestik maupun indah. Terlepas dari perbedaan
mancanegara . pandangan itu, mereka yang bersa-
Dengan antusiasme yang begi- ma-sama mengamati proses gerha-
tu besar, lokasi-lokasi pengamatan na sepakat bahwa mereka tengah
dipadati oleh masyarakat, peneliti, menyaksikan fenomena yang luar
dan media yang berbondong-bon- biasa.
dong ingin menyaksikan peristiwa

Foto : Dok. LAPAN

Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional - THE ECLIPSE GMT 56


THE ECLIPSE - GMT
Foto : Dok. LAPAN
THE ECLIPSE - GMT

LOKASI PENGAMATAN ILMIAH


GERHANA MATAHARI TOTAL 2016
80%

90%

100%

90%

80%

Gerhana lintasi kathulistiwa. Gerhana matahari


total yang terjadi pada 9 Maret 2016 dapat di-
TOTAL ECLIPSE
nyatakan istimewa karena lintasannya berada
di garis ekuator. Sebagai negara yang wilayah- PALEMBANG BELITUNG PALANGKARAYA PALU & PARIGI
nya membentang di kathulistiwa, Indonesia 1 MENIT 52 DETIK 2 MENIT 10 DETIK 2 MENIT 29 DETIK 2 MENIT 4 DETIK
Start 06:20 WIB Start 06:21 WIB Start 06:23 WIB Start 07:27 WITA
mendapatkan kesempatan langka karena lin-
Max 07:20 WIB Max 07:22 WIB Max 07:28 WIB Max 08:37 WITA
tasan gerhana ini mencakup 12 provinsi. Dari End 08:31 WIB End 08:35 WIB End 08:26 WIB End 10:00 WITA
12 provinsi tersebut, terdapat 15 lokasi peng-
amatan gerhana matahari total resmi yang
ditetapkan oleh berbagai pihak. Di 15 lokasi itu- TERNATE MABA BANGKA SAMPIT
lah persebaran peneliti dan juga warga yang 2 MENIT 39 DETIK 1 MENIT 36 DETIK 2 MENIT 8 DETIK 2 MENIT 8 DETIK
Start 08:36 WITA Start 08:37 WITA Start 06:20 WIB Start 06:23 WIB
ingin melihat gerhana secara langsung terkon-
Max 09:51 WITA Max 09:54 WITA Max 07:21 WIB Max 07:27 WIB
sentrasi. LAPAN sendiri melakukan pengamatan End 11:03 WITA End 11:24 WITA End 08:33 WIB End 08:44 WIB
GMT di enam lokasi: (1) Jembatan Ampera,
Palembang; (2) Pantai Tanjung Kelayang,
Belitung; (3) Palangkaraya; (4)Parigi Moutong; BALIKPAPAN POSO LUWUK
(5) Maba, Halmahera; dan (6) Ternate. Pada 1 MENIT 9 DETIK 2 MENIT 40 DETIK 2 MENIT 50 DETIK
Start 07:25 WITA Start 07:28 WITA Start 07:38 WITA
prakteknya, tidak semua lokasi tersebut bisa
Max 08:33 WITA Max 08:38 WITA Max 08:41 WITA
mendapatkan gambaran langsung yang jelas End 09:53 WITA End 10:02 WITA End 10:07 WITA
akan gerhana total. Ini terutama dikarenakan
cuaca yang bisa berubah, seperti turunnya hu-
jan atau pembentukan awan yang membuat
matahari terhalang dari pandangan.

59 THE ECLIPSE GMT - Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional


Lokasi Pengamatan dan Peristiwa

Fase-fase gerhana. Gerhana matahari secara dasar


dapat didefinisikan sebagai saat-saat di mana matahari,
bulan, dan bumi berada dalam garis sejajar yang menye-
babkan cahaya matahari terhalang oleh bulan dan ti-
dak bisa masuk ke bumi. Dalam gerhana matahari total,
terdapat empat fase yang terjadi secara berurutan. Fase
disebut kontak pertama adalah saat bayangan bulan
mulai tampak menutupi permukaan matahari, pada saat
ini gerhana baru dimulai. Kontak kedua terjadi saat bulan
bergerak hingga nampak menutupi seluruh permukaan
matahari. Pada titik puncaknya, matahari benar-benar
tidak lagi terlihat karena tertutup oleh bulan. Inilah yang
disebut totalitas atau puncak gerhana matahari total.
Setelah itu, pergerakan bulan berangsur membuka kem-
bali bagian yang tadinya tertutup. Ini merupakan kontak
ketiga. Kontak keempat terjadi saat pergerakan bulan
sudah lepas dari pandangan areal permukaan mataha-
ri. Cahaya matahari kembali bersinar dan gerhana ma-
tahari telah selesai.

Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional - THE ECLIPSE GMT 60


THE ECLIPSE - GMT

Jembatan Ampera
Palembang

Foto : Dok. LAPAN

61 THE ECLIPSE GMT - Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional


Jembatan Ampera, Palembang

Foto : Dok. LAPAN

G erhana Matahari Total (GMT) yang dapat di-


saksikan di Palembang hanya berlangsung
1 menit 52 detik dan terhalang oleh awan. Namun an-
Dalam peristiwa ini, Peneliti atmosfer LAPAN
berencana mengamati respon atmosfer Bumi saat ger-
hana, bagaimana dampak GMT terhadap perubahan
tusiasme untuk menyaksikan fenomena tersebut luar intensitas radiasi matahari dan parameter fisik seperti
biasa. Jembatan Ampera tempat yang dipilih sebagai temperatur, serta penelitian terkait dampak GMT ter-
lokasi pengamatan oleh LAPAN dan Pemprov Suma- hadap laju fotosintesis yang diamati dengan perubah-
tra Selatan membludak dipenuhi para penduduk yang an pola-pola diurnal karbondioksida.
ingin melihat gerhana. Sebagian bahkan hadir semen- Proses GMT di Palembang dimulai pada pukul
jak pukul 4 pagi. Jembatan Ampera sendiri ditutup se- 07.20 hingga 07.22 Waktu Indonesia Barat (WIB).
lama 12 jam untuk acara ini. Sayangnya, bersamaan dengan terjadinya proses
Selain penduduk Palembang, wisatawan domestik, GMT pemandangan langit saat di Palembang terse-
mancanegara, dan para peneliti astronomi juga me- limuti awan. Ini membuat adanya rasa ketidakpuas-
mantau proses gerhana berlangsung. Sejumlah nama an dan kekecewaan sebagian masyarakat warga dan
tenar seperti Gubernur Alex Noerdin, Hatta Rajasa, wisatawan. Namun, rasa takjub mereka tidak dapat
dan Siti Hediati Hariyadi juga ikut bergabung de- disembunyikan saat gerhana total terjadi, di mana la-
ngan kerumunan untuk menyaksikan gerhana. Seiring ngit berubah seketika. Palembang yang sebelumnya
dengan jumlah pengunjung yang makin banyak, Jem- terang oleh sinar matahari tiba-tiba diselimuti oleh
batan Ampera menjadi sesak oleh puluhan ribu ma- kegelapan. Berdasarkan catatan media dan observasi,
nusia. banyak pengunjung acara di Jembatan Ampera yang
Aktivitas dalam mengamati gerhana di Palembang merasa merinding karena terkejut dengan perubahan
telah disiapkan sejak awal tahun 2016. Dengan meng- itu. Namun kekaguman terhadap fenomena tersebut
gunakan teleskop Vixen buatan Jepang, tim LAPAN lebih besar, dan membuat mereka langsung bersorak,
menentukan lokasi terbaiknya di Jembatan Ampera. berteriak gembira, hingga mengabadikan momen dan
Pada hari-H, LAPAN menempatkan lima teleskop pengalaman tersebut dengan kamera dan ponsel pintar
yang dipergunakan untuk mengamati gerhana mataha- masing-masing.
ri di Jembatan Ampera.

Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional - THE ECLIPSE GMT 62


THE ECLIPSE - GMT

Dari dalam dan luar negeri. Para jurnalis te-


ngah menanti momen-momen gerhana dari
atas Jembatan Ampera dengan melakukan
peninjauan ulang terhadap perlengkapan
mereka. Peristiwa GMT dan GMS pada tahun
2016 mengundang ketertarikan pihak media Foto : Dok. LAPAN
massa dari dalam dan luar negeri.

Teknologi mengabadikan gerhana. Kru jurnal-


istik dari situs berita viva.co.id tengah memper-
siapkan drone yang akan diterbangkan untuk
membantu peliputan gerhana. Seiring dengan
perkembangan teknologi, peralatan yang di-
gunakan untuk meliput fenomena-fenomena Foto : Dok. LAPAN
alam juga semakin canggih.

63 THE ECLIPSE GMT - Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional


Jembatan Ampera, Palembang

Penempatan kamera. Kamera


dan lensa jarak jauh tengah
disiapkan agar dapat me-
ngambil gambar gerhana
dengan sempurna. Penem-
patan kamera dan teleskop
dalam pengamatan gerha-
na sangat krusial untuk bisa
mendapatkan pandangan
luas yang tidak terhalang.

Foto : Dok. LAPAN

Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional - THE ECLIPSE GMT 64


THE ECLIPSE - GMT

Kolase fase-fase ger-


hana yang terjadi
di Palembang yang
ditangkap melalui
kamera khusus. Terli-
hat pergerakan bulan
yang menghalangi
cahaya yang ter-
pancar dari permu-
kaan matahari, dan
kemudian kembali
bergerak menjauhi
matahari. Sayang-
nya pemandangan
ini tidak dapat dilihat
langsung oleh warga
dan wisatawan yang
datang di Jembatan
Ampera karena terh-
Foto : Video Youtube
alang oleh awan.

65 THE ECLIPSE GMT - Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional


Jembatan Ampera, Palembang

Terang dan gelap.


Jembatan Ampera
sebelum dan sesudah
terjadinya totalitas
gerhana mataha-
ri. Perbedaan yang
paling mencolok di
mana langit menjadi
gelap seperti malam
saat gerhana total,
padahal sebelumnya
masih terang seperti
umumnya. Jembatan
Ampera sendiri penuh
sesak dipadati para
pengunjung yang
merasakan suasa-
Foto : Dok. LAPAN Foto : Dok. LAPAN na perubahan langit
tersebut.

Foto : Dok. LAPAN

Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional - THE ECLIPSE GMT 66


THE ECLIPSE - GMT

Pantai
Tanjung Kelayang
Belitung
Foto : Dok. LAPAN

67 THE ECLIPSE GMT - Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional


Pantai Tanjung Kelayang, Belitung

Foto : Dok. LAPAN

P engamatan Gerhana Matahari Total (GMT) 9 ma-


ret 2016 di Belitung dipusatkan di Pantai Tanjung
Kelayang. Sejak pukul 04.00 WIB masyarakat ber-
merah, lalu kuning, dan kemudian mulai tampak beru-
bah keperakan di balik awan putih yang membayang.
Sementara itu matahari mulai tampak meninggi, namun
bondong-bondong menuju ke Pantai Kelayang dengan belum terjadi perubahan alam.
sangat antusias untuk menyaksikan Gerhana Matahari. Pukul 06.45 matahari mulai tertutup bulan. Sayang-
Bahkan diinformasikan jalur menuju Tanjung Kelayang nya, meskipun cuaca cerah, di awal fase gerhana,
dari arah Tanjung Pandan macet sepanjang lebih dari fenomena ini tertutup oleh awan. Kondisi ini sempat
dua kilometer sejak dini hari. membuat para pengunjung Pantai Kelayang kecewa.
Pantai Tanjung Kelayang dipilih sebagai pusat pe- Namun awan segera bergerak sehingga pada pukul
ngamatan karena menghadap ke arah timur, memiliki 06.55 WIB terlihat sedikit demi sedikit, Matahari ter-
sudut pandang horizon yang luas, dan tidak banyak tutup oleh bayangan bulan sehingga membentuk mirip
penghalang pandangan. Selain Tanjung Kelayang, ter- seperti bulan sabit. Antusiasme masyarakat meningkat
dapat juga 11 titik khusus pengamatan lainnya. Enam dan bersorak menyaksikan kejadian alam yang begitu
lokasi di Kabupaten Belitung, sementara lima lainnya fantastis.
di Belitung Timur. Langit Belitung mulai seperti senja menjelang ma-
Animo masyarakat sangat spektakuler. Diperkirakan tahari terbenam kemudian perlahan gelap layaknya
jumlah pengunjung Pantai Kelayang pada hari-H ber- malam hari. Pada pukul 07.22 WIB Langit Belitung
jumlah hingga 50 ribu orang, sehingga pantai itu terlihat gelap dan bintang-bintang terlihat di langit. Durasi
penuh sesak dan bahkan hampir sulit melihat sejengkal GMT sekitar 2 menit 10 detik. Setalah fase GMT, per-
pasir pantai pun karena tertutup kerumunan massa. lahan-lahan langit Belitung mulai cerah kembali.
Sekitar pukul 06.22 WIB langit Belitung mulai me-

Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional - THE ECLIPSE GMT 68


THE ECLIPSE - GMT

Foto : Dok. LAPAN

Totalitas gerhana di Belitung. Dalam foto ini ter-


lihat posisi gerhana matahari total di langit Be-
litung. Saat terjadinya totalitas gerhana, langit
menjadi gelap dan tampak seperti malam hari.
Belitung termasuk lokasi yang dapat melihat to-
talitas gerhana dengan jelas, dan fenomena ini
disaksikan oleh lebih dari 50.000 orang yang ber-
kumpul di Pantai Tanjung Kelayang untuk secara
khusus menyaksikan momen ini.

69 THE ECLIPSE GMT - Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional


Pantai Tanjung Kelayang, Belitung

Narasumber bagi media.


Personel LAPAN juga ber-
peran sebagai narasumber
bagi media massa yang
meliput. Dalam liputan me-
dia di Belitung kali ini, LA-
PAN memberikan sosialisasi
penggunaan kacamata
gerhana yang baik dan
benar, serta tata caranya
untuk melihat gerhana ma-
tahari dengan cara yang ti-
dak membahayakan mata.

Foto : Dok. LAPAN

Pembesaran dari foto


gerhana sebelumnya.
Tampak terbentuknya
korona yang berben-
tuk cincin di seputaran
matahari saat terja-
dinya totalitas. Fase ini
bertahan selama ku-
rang lebih dua menit
sebelum bulan kem-
bali bergerak men-
jauhi matahari.

Foto : Dok. LAPAN

Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional - THE ECLIPSE GMT 70


THE ECLIPSE - GMT

Tanjung Kelayang penuh


sesak. Kurang lebih
diperkirakan 50.000 orang
memadati Pantai Tanjung
Kelayang pada tanggal 9
Maret 2016, jauh meningkat
dibanding dengan jumlah
pengunjung pada hari-hari
biasa yang hanya menca-
pai lima ribu orang. Angka
ini menunjukkan antusiasme
warga lokal maupun wisa-
tawan terhadap fenomena
gerhana matahari.

Foto : Dok. LAPAN

Bersiap semenjak
subuh. Para pengun-
jung Pantai Tanjung
Kelayang nampak
menikmati fase kon-
tak pertama gerha-
na matahari. Untuk
mendapatkan tem-
pat pandangan ter-
baik, para pengun-
jung harus rela untuk
datang sangat awal.
Sebagian pengunjung
bahkan telah tiba di
pantai sejak pukul 4
pagi

Foto : Dok. LAPAN

71 THE ECLIPSE GMT - Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional


Pantai Tanjung Kelayang, Belitung

Foto : Dok. LAPAN

Tidak selalu terlihat. Pada fase-fase


sebelum dan sesudah totalitas, ger-
hana matahari tidak dapat disaksikan
dengan mata telanjang atau lensa
kamera sekalipun. Diperlukan filter film
khusus untuk melihatnya. Apabila ti-
dak menggunakan filter, maka yang
nampak adalah cahaya terang na-
mun dengan suasana langit yang mu-
lai gelap. Foto : Dok. LAPAN

Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional - THE ECLIPSE GMT 72


THE ECLIPSE - GMT

Palangkaraya
Kalimantan Tengah

Foto : Dok. LAPAN

73 THE ECLIPSE GMT - Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional


Palangkaraya, Kalimantan Tengah

Foto : Dok. LAPAN

L APAN beserta beberapa instansi lain-


nya menggelar acara pengamatan dan
nonton bareng gerhana di halaman kampus
tersebut dapat dilihat langsung oleh ma-
syarakat yang hadir.
Antusiasme ini ternyata juga diiku-
Universitas Palangka Raya (UPR). Acara ti oleh para wisatawan dari Jepang yang
ini juga terbuka untuk umum. Sayangnya, datang bersama dengan kru dari kantor
cuaca mendung dan turunnya gerimis wa- berita NHK untuk meliput peristiwa GMT
laupun hanya sebentar membuat momen di langit Palangkaraya.
gerhana total tidak maksimal. Selama dua menit sejak pukul 07.26
Namun, para pengunjung tetap dapat WIB, Kota Palangkaraya diselimuti kege-
memantau peristiwa gerhana di tempat lapan seperti malam hari karena terha-
lain melalui fasilitas streaming yang me- langnya cahaya matahari. Uniknya, pada
mang telah disediakan sebelumnya. saat gelap, warga mulai menabuhkan gen-
Di tempat lain, masyarakat yang ber- dang musik tradisional setempat, membuat
kumpul di Bundaran Besar Palangkaraya suasana menjadi semakin sakral sampai
tidak dapat menikamti gerhana secara saat matahari tidak lagi terhalang dan la-
maksimal karena langit yang tertutup oleh ngit kembali terang.
awan tebal. Namun, pada detik-detik ter-
jadinya Gerhana Matahari Total (GMT),
awan sempat bergeser sehingga momen

Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional - THE ECLIPSE GMT 74


THE ECLIPSE - GMT

Melindungi peralatan.
Kondisi langit Pa-
langkaraya yang tidak
kondusif membuat
para personel di lapa-
ngan harus menggu-
nakan payung untuk
melindungi peralatan
elektronik yang rentan
terhadap air hujan.

Foto : Dok. LAPAN

Foto : Dok. LAPAN

75 THE ECLIPSE GMT - Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional


Palangkaraya, Kalimantan Tengah

Foto : Dok. LAPAN

Sabar tak beranjak. Meski cuaca yang kurang


baik, puluhan orang yang hadir di acara terse-
but tetap sabar menanti cuaca kembali nor-
mal. Para personel juga tetap mempersiapkan
alat-alat mereka agar dapat segera mengambil
momen gerhana apabila cuaca membaik seke-
tika.

Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional - THE ECLIPSE GMT 76


THE ECLIPSE - GMT

Nyaris tertutup sepe-


nuhnya. Gerimis dan
awan mendung
merupakan ‘musuh
terbesar’ dalam pe-
ngamatan gerhana,
dan sayangnya itulah
yang terjadi di Pa-
langkaraya. Matahari
nyaris selalu tertutup
oleh awan, namun
proses gerhana total
sempat tertangkap
oleh kamera meskipun
tidak dalam keadaan
sempurna.

Foto : Dok. LAPAN

Kegelapan menyelim-
uti. Warga yang hadir
mencoba mengabadi-
kan kondisi langit saat
terjadinya gerhana ma-
tahari. Meskipun gerhana
tidak terlihat karena men-
dung, namun kegelapan
layaknya mulai menyeli-
muti lokasi seiring dengan
terjadinya totalitas gerha-
na.

Foto : Dok. LAPAN

77 THE ECLIPSE GMT - Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional


Palangkaraya, Kalimantan Tengah

Foto : Dok. LAPAN

Tak lihat gerhana langsung,


streaming pun jadi. Para pe-
ngunjung acara nonton bareng
memang tidak bisa melihat
gerhana matahari secara
langsung. Namun, mereka
tetap bisa menikmati gerhana
total yang ada di lokasi-lokasi
pengamatan lainnya. Melalui
fasilitas streaming, peristiwa
gerhana di satu tempat bisa
dinikmati di tempat lain secara
langsung. Dengan cara ini, para
pengunjung sedikit terpuaskan
karena bisa melihat fenomena
alam semesta yang unik meski-
pun hanya melalui layar.

Foto : Dok. LAPAN

Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional - THE ECLIPSE GMT 78


THE ECLIPSE - GMT

Parigi Moutong
Sulawesi Tengah

Foto : Dok. LAPAN

79 THE ECLIPSE GMT - Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional


Parigi Moutong, Sulawesi Tengah

Foto : Dok. LAPAN

P arigi Moutong, Sulawesi Tengah, merupakan salah


satu lokasi pengamatan Gerhana Matahari Total
(GMT) yang ditentukan oleh LAPAN. Mirip dengan lo-
ngamatan menggunakan lensa okuler.
Proses gerhana dimulai dengan sisi kanan atas ma-
tahari mulai tertutup bulan sebelum secara berangsur
kasi lainnya, animo masyarakat dalam menanti datang- kondisi piringan matahari makin menipis. Cahaya ma-
nya gerhana sangat tinggi. Proses pengamatan diawali tahari menjadi sangat menyilaukan, dan dalam hitungan
dengan dilaksanakannya shalat gerhana yang diikuti detik lingkaran yang berbentuk seperti cincin tersebut
oleh sebagian dari ribuan warga yang telah datang ke makin meredup. Saat detik terjadinya GMT, matahari
lokasi sejak pagi buta. tampak seperti cincin permata (diamond ring) karena
Dengan berbekal kacamata gerhana serta penyediaan menyisakan celah cahaya terang di lembah bulan, se-
gadget (gawai) rekam swadaya, mereka beramai-ramai belum bulan menutup sempurna. Selain cincin permata,
mendokumentasikan proses gerhana di lokasi Sail To- cerbagai fenomena lain seperti merjan Baily dan koro-
mini, titik pengamatan yang telah ditentukan beberapa na dapat dilihat dengan jelas menggunakan instrumen
hari sebelumnya. yang telah disiapkan.
Proses gerhana sendiri berlangsung dari pukul 07.28 Suasana yang semula gelap dan senyap tiba-tiba
Waktu Indonesia Tengah (WITA) hingga pukul 10.01 berubah menjadi riuh oleh teriakan orang-orang yang
WITA, dengan peristiwa GMT berlangsung selama satu menyaksikan peristiwa itu. Reaksi warga yang hadir
setengah menit dimulai dari pukul 07.38. Cuaca pada saat terjadi gerhana total pun bermacam-macam, dari
saat itu bersahabat, dengan kondisi cerah dan sedikit teriakan takbir hingga kekaguman dan tangis terharu.
awan yang membuat proses pengamatan bisa berjalan Suhu udara yang menurun sekitar 2 derajat celcius
dengan lebih jelas dan lancar. dapat dirasakan oleh mereka yang hadir di sana.
Dengan jumlah personel 10 orang, tim LAPAN di Proses GMT diabadikan setiap orang yang mendo-
Parigi mengamati peristiwa gerhana ini dengan meng- kumentasikan di lokasi. Proses kegiatan pengamatan
gunakan teleskop dan direkam menggunakan kamera GMT oleh peneliti LAPAN dilakukan dengan menggu-
CCD. Persiapan dimulai sejak pukul 06.30 pagi. Te- nakan teleskop. Mereka merekam pergerakan gerhana
leskop yang dipakai adalah teleskop Lunt dengan tahapan demi tahapan, mulai dari rangkaian gerhana
mounting Ioptron dan dilengkapi kamera CCD ZWO sebagian pra-total, munculnya cincin permata pertama,
Optical serta penapis cahaya matahari. Dengan cara ini GMT, cincin permata terakhir, sampai dengan gerhana
citra matahari yang ditangkap menggunakan teleskop sebagian pasca-total. Dalam satu bidikan foto, bahkan
diteruskan oleh kamera ke monitor laptop sehingga planet Venus dan Merkurius ikut terekam keberadaan-
proses terjadinya kontak 1 sampai kontak 4 bisa diikuti nya.
secara berkesinambungan tanpa harus melakukan pe-

Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional - THE ECLIPSE GMT 80


THE ECLIPSE - GMT

Korona. Palu dan Parigi Moutong ter-


masuk lokasi yang diberkahi oleh cua-
ca yang cerah. Oleh karena itulah,
proses gerhana termasuk totalitasnya
dapat dinikmati dengan sangat jelas
di kedua lokasi tersebut. Di Parigi, koro-
na matahari tampak dengan sangat
jelas dan indah.

Foto : Dok. LAPAN

Khutbah gerhana. Kepala LAPAN Prof.


Dr. Thomas Djamaluddin memberi-
kan ceramah pasca shalat gerhana
di Parigi Moutong. Dalam ceramahn-
ya, dijelaskan bahwa gerhana ha-
nyalah salah satu tanda kebesaran
dan kekuasaan Allah SWT, serta hubu-
ngan erat antara penciptaan feno-
mena semesta dengan sains.
Foto : Dok. LAPAN

81 THE ECLIPSE GMT - Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional


Parigi Moutong, Sulawesi Tengah

Melihat melalui floppy disk.


Selain dapat dinikmati de-
ngan kacamata gerhana,
ternyata gerhana matahari
juga dapat dilihat dengan
isi disket. Tampak bintik putih
disebelah kiri yang menun-
Foto : Dok. LAPAN jukkan piringan matahari.

Foto : Dok. LAPAN

Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional - THE ECLIPSE GMT 82


THE ECLIPSE - GMT

Mempersiapkan per-
alatan. Para peneliti
dan teknisi memper-
siapkan peralatan
yang dibutuhkan un-
tuk memantau ger-
hana matahari. Pe-
nempatan teleskop
dan kamera tidak
semudah kelihatan-
nya karena harus
memperhitungkan
posisi pandang yang
baik dan tidak ter-
halang oleh apapun
saat mengintai ma-
tahari.

Foto : Dok. LAPAN

Potret dan pandang.


Fenomena istimewa
seperti gerhana ma-
tahari tentunya mem-
buat banyak orang
ingin menikmatinya
secara langsung.
Umumnya terdapat
dua aktivitas yang bi-
asa dilakukan, yaitu
memandang gerha-
na secara langsung
dengan kacamata
gerhana dan instru-
men lainnya, atau
mengeluarkan alat
rekam yang mampu
merekam atau men-
gambil gambar ger-
hana dan mengaba-
dikannya. Tentu saja,
melakukan keduanya
secara bergantian
pasti lebih memuas- Foto : Dok. LAPAN

kan.

83 THE ECLIPSE GMT - Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional


Parigi Moutong, Sulawesi Tengah

Foto : Dok. LAPAN

Totalitas sempurna. Gerha-


na matahari total di Parigi
Moutong dapat dikatakan
sebagai gerhana yang sem-
purna. Fenomena-fenomena
yang biasanya mengiringi
gerhana matahari total se-
perti cincin permata (dia-
mond ring), merjan Baily, dan
Korona dilaporkan dapat ter-
lihat seluruhnya.

Foto : Dok. LAPAN Foto : Dok. LAPAN

Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional - THE ECLIPSE GMT 84


THE ECLIPSE - GMT

Palu
Sulawesi Tengah

Foto : commons.wikimedia.org

85 THE ECLIPSE GMT - Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional


Palu, Sulawesi Tengah

Foto : Dok. BMKG

K egiatan pengamatan gerhana matahari di Palu


diselenggarakan di Lapangan Kota Palu, Sigi.
Acara yang dikoordinasikan oleh Badan Meteorolo-
Pada rentang waktu itu, cahaya di langit Palu meredup
sebelum secara perlahan kembali bersinar terang sei-
ring dengan selesainya fase-fase gerhana matahari.
gi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) ini dihadiri Tentu saja, warga dan wisatawan yang menyaksikan
oleh Wakil Presiden RI Jusuf Kalla yang didampingi fenomena tersebut merasa telah menyaksikan fenomena
oleh Menpan-RB Yuddy Chrisnandi, Menkominfo semesta yang luar biasa. Pada saat terjadinya awal ger-
Rudiantara, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, serta hana total, dilaporkan bahwa hampir seluruh pengun-
Ketua Komisi V DPR, Muhidin Said. jung Lapangan Kota maupun Anjungan Pantai Talise
Pengamatan di Sigi dihadiri oleh ribuan warga serta sempat terdiam kagum sebelum suasana kembali riuh
wisatawan domestik dan mancanegara. Demikian pula dengan suara tepuk tangan, teriakan, maupun takbir.
para ilmuwan dan peneliti yang tertarik mengamati ha- Kesempatan itu tidak disia-siakan mereka untuk me-
sil dari fenomena di mana matahari, bulan, dan bumi rekam memori fenomena dan suasana tersebut dengan
berada dalam satu kedudukan yang lurus. kamera dan alat rekam lain yang mereka bawa. (sum-
Selain Lapangan Kota Palu, kegiatan pengamatan ber: disarikan kembali dari laman BMKG dan laman
gerhana juga dilakukan di Anjungan Pantai Talise, dan media lainnya)
jumlah warga yang hadir juga mencapai ribuan orang.
Dimulai dari pukul 08.40 WITA, gerhana matahari
total di Palu berlangsung selama dua menit 15 detik.

Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional - THE ECLIPSE GMT 86


THE ECLIPSE - GMT
Terpukau. Wakil Presiden RI Jusuf
Kalla dan beserta istri, Mufidah Ju-
suf Kalla, turut menyaksikan gerha-
na matahari bersama di Kota Palu.
Dalam kesempatan itu, Jusuf Kalla
sempat terpukau saat menyem-
patkan diri melihat langsung ger-
hana matahari melalui kacamata
gerhana.

Foto : Dok. BMKG


THE ECLIPSE - GMT

Penjelasan acara. Wapres


Jusuf Kalla mendapatkan
penjelasan dari Kepala
BMKG Dr. Andi Eka Sakya,
M. Eng mengenai acara pe-
ngamatan gerhana matahari
di Lapangan Dolo Sigi, Palu.
Acara ini juga dihadiri Men-
teri PU Mochamad Basuki
Hadimuljono, Menteri PAN-RB
Yuddy Chrisnandi, Menteri
Komunikasi dan Informatika
Rudiantara, dan Pangdam VII
Wirabuana Agus Surya Bakti.

Foto : Dok. BMKG

Tim BMKG. Kepala


BMKG Dr. Andi Eka
Sakya, M. Eng berpose
bersama jajarannya.
Acara pengamatan
gerhana matahari to-
tal di Palu dapat dika-
takan sukses karena
berjalan dengan lan-
car dan proses gerha-
na bisa dinikmati oleh
para pengunjung lo-
kasi pengamatan.

Foto : Dok. BMKG

89 THE ECLIPSE GMT - Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional


Palu, Sulawesi Tengah

Bagai artileri. Dua te-


leskop BMKG terpa-
sang bak artileri yang
diarahkan menuju
sasaran. Kali ini, sasa-
rannya adalah posisi
matahari yang akan
mengalami gerha-
na. Teleskop canggih
merupakan salah satu
‘senjata’ utama para
peneliti dalam me-
Foto : Dok. BMKG
ngamati gerhana ma-
tahari.

BMKG bersiap. Personel


BMKG mempersiapkan
teleskop, komputer, dan
peralatan lainnya yang
akan digunakan untuk
memantau gerhana ma-
tahari. Dengan peralatan
yang lengkap dan dalam
kondisi prima, data-data
yang diperoleh dari hasil
pengamatan diharap-
kan bisa lebih akurat.

Foto : Dok. BMKG

Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional - THE ECLIPSE GMT 90


THE ECLIPSE - GMT

Via Streaming. Selain


menggunakan kaca-
mata gerhana, warga
yang tidak memiliki
instrumen untuk men-
gamati matahari se-
cara langsung dapat
mengikuti proses ger-
hana melalui fasilitas
streaming. Tayangan
yang kemudian di-
rekam ini nantinya
juga dapat berguna
dalam proses analisis
Foto : Dok. BMKG penelitian gerhana
matahari total.

Sama seperti yang


terjadi di Parigi, ger-
hana matahari total di
Palu juga berlangsung
dengan sempurna.
Korona matahari ter-
lihat sangat jelas dan
cerah. Kondisi cuaca
yang kondusif dengan
proses gerhana yang
berlangsung tanpa
hambatan merupa-
kan situasi sempurna
bagi para pemburu
dan peneliti gerhana.

Foto : Dok. BMKG

91 THE ECLIPSE GMT - Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional


Palu, Sulawesi Tengah

Foto : Dok. BMKG

Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional - THE ECLIPSE GMT 92


THE ECLIPSE - GMT

Poso
Sulawesi Tengah

Foto : Unawe & Bosscha

93 THE ECLIPSE GMT - Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional


Poso, Sulawesi Tengah

Foto : Unawe & Bosscha

P engamatan gerhana matahari total di Poso dikoor-


dinasikan bersama oleh tim Universe Awareness
(Unawe) Indonesia yang bekerja sama dengan Bosscha
ra. Sebagian bahkan datang sejak pagi dan banyak juga
yang berjalan kaki dari tempat tinggalnya cukup jauh.
Tim Unawe dan Bosscha kemudian membagi-bagikan
Observatory dari Institut Teknologi Bandung (ITB). kacamata gerhana untuk para pengunjung
Poso dipilih sebagai salah satu lokasi pengamatan kare- Kompas.Com (9/3/2016) melaporkan bahwa ter-
na posisinya yang strategis dan dilewati oleh lintasan dapat enam teropong pemantau yang telah disiapkan
gerhana matahari. Bekerja sama dengan Pemda Kabu- bagi para warga yang ingin mengamati langsung pro-
paten Poso serta Institut Mosintuwu, agenda ekspedisi ses gerhana matahari. Gerhana total terjadi sejak pukul
pengamatan gerhana ini masuk di dalam kegiatan Fes- 08.30 Wita selama 2 menit 52 detik. Dalam suasana
tival Kawaninya yang diselenggarakan di Desa Kalora, gelap dikarenakan tertutupnya sinar matahari tersebut,
Kecamatan Poso Pesisir Utara. ribuan warga, wisatawan lokal dan mancanegara yang
Pada tanggal 8 Maret, tim Unawe dan Bosscha men- hadir menunjukkan rasa kagum mereka dengan me-
gadakan sosialisasi gerhana terutama kepada kalangan ngabadikan fenomena tersebut dengan menggunakan
anak-anak dan pelajar. Selain memberikan pengarahan kamera foto, ponsel, dan telepon pintar.
dan pengetahuan, mereka juga mengadakan workshop Dalam pengamatan di Desa Kalora, cuaca sangat
dan simulasi penggunaan berbagai macam metode un- bersahabat sehingga proses gerhana bisa disaksikan
tuk melihat gerhana matahari, di antaranya kacamata dengan sempurna oleh para pengunjung dan warga
gerhana dan lubang jarum. desa.
Saat Hari-H (tanggal 9 Maret 2016), ribuan warga
datang dan memadati lokasi pemantauan di Desa Kalo-

Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional - THE ECLIPSE GMT 94


THE ECLIPSE - GMT

Foto : Unawe & Bosscha

Penantian di Desa Kalora. Ratusan warga ber-


kumpul di tenda utama yang memutarkan
simulasi gerhana matahari melalui fasilitas vi-
deo dan layar monitor. Suasana Desa Kalora
di malam hari menjelang gerhana di keesokan
harinya cukup semarak. Ini dikarenakan Festival
Kawaniya telah berlangsung dari tanggal 8 Ma-
ret 2016, dan direncanakan berlangung sampai
keesokan hari sekaligus menyambut datangnya
sang gerhana.

95 THE ECLIPSE GMT - Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional


Poso, Sulawesi Tengah

Foto : Unawe & Bosscha

Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional - THE ECLIPSE GMT


96
THE ECLIPSE - GMT

Foto : Unawe & Bosscha

97 THE ECLIPSE GMT - Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional


Poso, Sulawesi Tengah

Foto : Unawe & Bosscha

Barisan teleskop. Pada Hari-H, tim Un-


awe-Bosscha mempersiapkan sejum-
lah teleskop dari berbagai ukuran dan
kategori teknologi untuk membantu
pengamatan gerhana. Beberapa
dari teleskop itu nantinya dapat digu-
nakan oleh warga dan pengunjung
Desa Kalora secara bergantian untuk
melihat proses gerhana matahari.
Foto : Unawe & Bosscha
Foto : Unawe & Bosscha

Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional - THE ECLIPSE GMT 98


THE ECLIPSE - GMT

99 THE ECLIPSE GMT - Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional


Poso, Sulawesi Tengah

Proses gerhana ma-


tahari yang terlihat
di langit Desa Ka-
lora, Poso. Tampak
keseluruhan fase
dari kontak pertama
hingga keempat.
Fenomena korona
matahari dan dia-
mond ring dapat
disaksikan di saat ter-
jadinya gerhana ma-
tahari total.

Foto : Unawe & Bosscha

Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional - THE ECLIPSE GMT 100


THE ECLIPSE - GMT

101 THE ECLIPSE GMT - Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional


Poso, Sulawesi Tengah

Foto : Unawe & Bosscha

Foto : Unawe & Bosscha

Gerhana matahari sempurna. Cuaca yang cerah dan ber-


sahabat di Poso membuat gerhana matahari total terlihat
dengan sangat jelas dan membuat momennya dapat ter-
tangkap lensa kamera. Korona matahari terlihat dengan
Foto : Unawe & Bosscha jelas. Bentuk korona tersebut kemudian disimulasikan de-
ngan menggunakan benang dan tali yang dibentuk sede-
mikian rupa di sekitar bulatan. Simulasi ini dapat membantu
para tuna netra dalam memahami bentuk dari gerhana
matahari total dan koronanya.

Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional - THE ECLIPSE GMT 102


THE ECLIPSE - GMT

Ternate
Maluku Utara

Foto : Dok. LAPAN

103 THE ECLIPSE GMT - Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional


Ternate, Maluku Utara

Foto : Dok. LAPAN

S ebagai salah satu wilayah yang akan


dilintasi fenomena Gerhana Matahari
Total (GMT), pantai-pantai Ternate men-
gung dari proses pemantauan. Pemantauan
di laut ini merupakan hasil koordinasi dari
Tim Gerhana Matahari dari Detik.Com,
jadi pusat perhatian masyarakat untuk yang mengajak LAPAN, BMKG, dan
dijadikan tempat mengamati fenomena Bakamla untuk melakukan perburuan
tersebut. Meski sehari sebelum terjadinya gerhana bersama di tengah lautan. Kapal
gerhana wilayah ini sempat terguyur oleh Gajah Laut dan Kuda Laut menjadi mar-
hujan, pada Hari-H cuaca kembali bersa- kas terapung bagi para peneliti LAPAN,
habat sehingga membangkitkan kembali BMKG, serta para pemburu gerhana da-
semangat masyarakat dan para peneliti un- lam mengamati GMT.
tuk bisa mengamati GMT. Kontak pertama bayangan bulan de-
Di wilayah Ternate, pengamatan GMT ngan matahari terjadi tepat pukul 08.36
dilakukan di darat dan di laut. Di darat, WIT dan menutupi matahari tepat pukul
para personel LAPAN dan masyarakat 09.51 WIT, dengan GMT yang ber-
yang antusias menyaksikan proses gerhana langsung selama tiga menit.
di Pantai Falajawa. Sementara itu, di Selat
Mare, dua kapal milik Badan Keaman-
an Laut (Bakamla) menjadi tulang pung-

Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional - THE ECLIPSE GMT 104


THE ECLIPSE - GMT

Saatnya bekerja. Saat gerhana total terjadi


dan langit menjadi gelap layaknya malam,
di saat itulah kemampuan terbaik sebuah te-
leskop dapat dikeluarkan. Dengan berbagai
kecanggihan teknologi di dalamnya, teleskop-
teleskop seperti ini menjadi sahabat setia bagi
para peneliti dan pemburu gerhana dalam
mengamati fenomena alam semesta tersebut.

Foto : Dok. LAPAN

105 THE ECLIPSE GMT - Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional


Ternate, Maluku Utara

Foto : Dok. LAPAN

Gerhana total. Gam-


bar gerhana mataha-
ri total yang ditayang-
kan melalui layar
besar. Masyarakat
dapat menyaksikan
gerhana matahari
total di Ternate, dan
ini sebuah perkem-
bangan yang mele-
gakan setelah sehari
sebelumnya hujan
masih mengguyur lo-
kasi.

Foto : Dok. LAPAN

Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional - THE ECLIPSE GMT 106


THE ECLIPSE - GMT

Berpendar di langit
Falajawa. Foto ger-
hana total yang ter-
tangkap kamera di
langit Pantai Falaja-
wa, Ternate. Cuaca
yang cerah merupa-
kan kabar yang sa-
ngat baik bagi peneli-
ti, pemburu gerhana,
dan masyarakat yang
hadir setelah sehari
sebelumnya cuaca
masih diwarnai oleh
turunnya hujan. De-
ngan langit yang
bersih dan cerah, baik
peneliti maupun ma-
syarakat umum bisa
mengabadikan jalan-
nya proses gerhana
dengan lancar.

Foto : Dok. LAPAN

Berburu gerhana di
lautan. Salah satu dari
dua kapal milik Badan
Keamanan Laut
(Bakamla) yang men-
jadi tulang punggung
perburuan gerhana di
lautan. Tim LAPAN ter-
masuk dari salah satu
rombongan yang ikut
serta dalam perburu-
an di laut ini.

Foto : Dok. LAPAN

107 THE ECLIPSE GMT - Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional


Ternate, Maluku Utara

Putri Thailand. Peristi-


wa gerhana matahari
total di Ternate ternya-
ta tidak luput dari per-
hatian anggota ker-
ajaan Thailand. Putri
Raja Thailand, Maha
Chakri Sirindhorn, ikut
mengamati proses
gerhana matahari
dari halaman depan
Kesultanan Ternate.
Selain mengamati
gerhana, agenda lain
Sang Putri di Indonesia
adalah memberikan
bantuan kepada se-
jumlah sekolah di Ter-
nate.
Foto : Video NET.

Fase-fase gerhana matahari total di Ternate


seperti yang terekam melalui teleskop Vixen
dan kamera DSLR Canon 760D. Terlihat pergera-
kan bulan dan proses tertutupnya matahari dari
kontak pertama hingga kontak keempat.

Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional - THE ECLIPSE GMT 108


THE ECLIPSE - GMT

Maba
Halmahera

Foto : Dok. LAPAN

109 THE ECLIPSE GMT - Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional


Maba, Halmahera

Foto : Dok. LAPAN

M aba, Halmahera, merupakan salah satu dari be-


berapa lokasi yang dipilih untuk menjadi tempat
pemantauan Gerhana Matahari Total (GMT). Dalam
dan segera tertutup awan kembali. GMT terjadi pada
pada pukul 09.37 hingga 09.40 WIT. Dikarenakan cua-
ca yang kurang mendukung, GMT terekam secara ku-
pengamatan gerhana di Maba, terdapat kegiatan yang rang jelas di balik awan. Peneliti LAPAN yang meman-
dilakukan oleh dua tim, yaitu tim LAPAN dan NASA tau gerhana di Maba hanya mendapatkan data totalitas
yang dilakukan di Pendopo kota – Alun-alun Jiko selama 60 detik.
Mobon, serta tim LangitSelatan yang melakukan pe-
ngamatan dari SMK 1 Maba. Pantauan Tim LangitSelatan
Salah satu pertimbangan memilih Halmahera se- Sementara itu, di tempat lain, tim LangitSelatan
bagai lokasi pengamatan adalah ketinggian Matahari melakukan pengamatan gerhana di halaman SMK Ne-
pada jam gerhana dan pola cuaca pada bulan tersebut. geri 1 Maba. Proses gerhana dimulai sejak pukul 08.37
Lokasinya yang menghadap Samudera Pasifik menjadi hingga 11.32 Waktu Indonesia Timur (WIT), sementa-
salah satu alasan pemilihan tempat ini, karena potensi ra GMT terjadi selama 3 menit dari 09.52 hingga 09.55
pemantauan menjadi lebih maksimal karena perkiraan WIT. Namun, meski sebelumnya diprediksi cerah, cua-
totalitas gerhana paling lama serta kondisi cuaca yang ca di Maba berubah seiring dengan turunnya hujan.
umumnya lebih cerah dibandingkan tempat lainnya. Ini menyebabkan pemantauan langsung GMT di Maba
Hal ini pula yang menyebabkan para peneliti Na- menjadi tidak maksimal karena langit tertutup awan.
tional Aeronautics and Space Administration (NASA) Bahkan, beberapa menit sebelum kontak dua, hujan
memilih Maba sebagai konsentrasi aktivitasnya, beker- sempat turun, mengakibatkan teropong harus ditutup
ja sama dengan LAPAN. Mereka ingin mengamati dengan plastik. Akhirnya setelah hujan berhenti, pe-
fase-fase terjadinya gerhana, mulai dari pergerakan ngamatan GMT pun dilakukan sambil melihat Mataha-
piringan bulan yang sedikit demi sedikit menutup pi- ri yang muncul dan menghilang bersama bergeraknya
ringan matahari, sampai membentuk cincin, hingga awan.
memasuki fase total. Bagi NASA sendiri, peristiwa ini Meskipun demikian, antusias warga yang datang ke
merupakan kesempatan untuk menguji coba teknologi lokasi SMKN 1 untuk melakukan pengamatan tidak
teleskop barunya yang akan digunakan untuk meman- surut. Saat totalitas gerhana berlangsung, suasana men-
tau Gerhana Matahari Besar di Amerika Serikat yang jadi berubah. Temperatur lokasi dirasakan menurun
akan terjadi pada tahun 2017. dan kegelapan yang menyelimuti Halmahera mengun-
Sayangnya, pemantauan langsung GMT tidak mak- dang fauna seperti jangkrik bersuara dengan kencang.
simal karena langit tertutup awan. Pada pukul 08.30 Para pengunjung yang mengalami secara langsung
WIT (satu jam menjelang GMT) langit tertutup awan suasana gelap seketika saat terjadinya gerhana total
tebal, sehingga menghalangi pengamatan. Menjelang menunjukkan ekspresi terkejut namun kagum terhadap
pukul 09.30 beberapa kali matahari tampak jelas di se- fenomena tersebut. Mereka terus berada di lokasi hing-
la-sela awan, namun hanya berlangsung beberapa saat ga selesainya proses gerhana.

Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional - THE ECLIPSE GMT 110


THE ECLIPSE - GMT

Lokasi yang tepat. Pemili-


han Maba sebagai lokasi
pengamatan bukan kebe-
tulan. Survei telah dilakukan
beberapa bulan sebelum
Hari-H di berbagai lokasi di
Halmahera, mencari tem-
pat terbaik untuk melakukan
pengamatan. Lokasi Maba
yang menghadap ke arah
Samudera Pasifik dengan
perkiraan cuaca yang ce-
rah memberikan rasa op-
timis kepada tim ekspedisi
untuk menjadikan tempat
ini titik pengamatan. Pada
lokasi inilah, totalitas ger-
hana matahari diprediksi
dapat dilihat dengan ren-
tang waktu yang paling
lama dibandingkan de-
ngan titik-titik pengamatan
lainnya.

Foto : Dok. LAPAN

Foto : Dok. LAPAN

111 THE ECLIPSE GMT - Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional


Maba, Halmahera

Takahashi sang prima-


dona. Para personel
penelitian tengah mem-
persiapkan teleskop Taka-
hashi yang akan diguna-
kan untuk pengamatan
gerhana matahari. Dipro-
duksi oleh Takahashi
Seisakusho, perusahaan
manufaktur spesialis teles-
kop dan perlengkapan-
nya, teleskop ini menjadi
salah satu pilihan favorit
bagi para peneliti un-
tuk mengamati fenom-
ena antariksa. Teleskop
ini juga memiliki fungsi
rekaman video, sehing-
ga dapat digunakan
Foto : Dok. LAPAN pula sebagai alat ban-
tu tayang apabila di-
hubungkan ke CCTV dan
layar besar.

Foto : Dok. LAPAN

Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional - THE ECLIPSE GMT 112


THE ECLIPSE - GMT

Para peneliti dan


pengejar gerha-
na menyiapkan
perlengkapan
lainnya di titik
pengamatan, di
Pendopo kota,
Alun-alun Jiko
Mobon

Foto : Dok. LAPAN

Sempat hujan. Para


peneliti, pemburu
gerhana, dan mas-
yarakat yang hadir di
lokasi sempat kecewa
karena hujan turun
pada saat kontak
kedua terjadi. Meski
demikian, antusiasme
mereka tidak surut
dan tetap menanti
hingga hujan berhen-
ti untuk dapat men-
coba mengamati
gerhana meski ter-
halang oleh awan.
Antusiasme mereka
terbayar pada saat
totalitas gerhana ter-
jadi, di mana mereka
mendapatkan pe-
ngalaman unik mera-
Foto : Dok. LAPAN sakan hari yang men-
jadi gelap seketika
seperti malam ketika
hari masih siang.

113 THE ECLIPSE GMT - Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional


Maba, Halmahera

Foto : Dok. LAPAN

Gerhana di balik awan. Cuaca di Maba beru-


bah menjadi kurang kondusif setelah sebelum-
nya diprediksi akan cerah. Ini membuat pan-
dangan terhadap proses gerhana menjadi tidak
maksimal. Meski demikian, para peneliti tetap
mampu mendapatkan gambar dan data de-
ngan memanfaatkan saat-saat di mana ma-
tahari muncul sebentar sebelum menghilang
lagi di balik awan. Kondisi ini berlangsung hingga
beberapa kali.
Foto : Dok. LAPAN

Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional - THE ECLIPSE GMT 114


THE ECLIPSE - GMT

Fase gerhana di langit


Maba. Foto yang diambil
dan disunting oleh tim La-
ngitSelatan ini menunjuk-
kan fase gerhana matahari
total yang berada di langit
Maba. Dapat terlihat pro-
ses yang terjadi dari kontak
pertama, kedua, totalitas,
kontak ketiga, hingga ke-
empat.

Foto : DOK. LangitSelatan

115 THE ECLIPSE GMT - Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional


Maba, Halmahera

Kacamata barong. Ka-


camata gerhana de-
ngan motif barong menjadi
salah satu keunikan yang
dimiliki oleh tim LangitSela-
tan. Kacamata gerhana ini
dibagikan ke masyarakat
Maba untuk membantu
mereka melihat proses ger-
Foto : DOK. LangitSelatan hana secara langsung.

Tim Ekspedisi Maba. Para


anggota tim ekspedisi yang
terdiri dari peneliti LAPAN
dan NASA berpose bersa-
ma setelah menyelesaikan
tugas mereka. Nampak
sang teleskop Takahashi
juga ikut terfoto, sebagai
anggota ‘tidak resmi’ juga
telah menjadi bagian inte-
gral dari kerja tim ini. Foto : Dok. LAPAN

Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional - THE ECLIPSE GMT 116


THE ECLIPSE - GMT

Gerhana Matahari Sebagian


G erhana matahari tahun 2016
tidak hanya memberikan pan-
dangan Gerhana Matahari Total
(GMT), namun juga Gerhana Ma-
tahari Sebagian (GMS). Fenomena
ini bisa dilihat di hampir seluruh
wilayah Indonesia yang tidak
langsung dilewati oleh lintasan ger-
hana. Meski hanya sebagian, hal
ini tidak menyurutkan minat ma-
syarakat yang ingin melihat gerhana
secara langsung.
LAPAN melalui beberapa fasi-
litasnya yang tidak dilalui lintasan
gerhana juga memberikan kesem-
patan bagi warga yang ingin datang
untuk melihat gerhana bersama.
Fasilitas nonton bareng baik meli-
hat GMS secara langsung atau GMT
melalui streaming juga disiapkan,
seperti di Sumedang, Surabaya, Pa-
suruan, Pontianak, dan Biak.

Gerhana matahari sebagian di seluruh Indone-


sia. Tabel di atas menunjukkan wilayah mana
saja yang dapat melihat terjadinya gerhana ma-
tahari sebagian, dari Padang hingga ke Ambon.

117 THE ECLIPSE GMT - Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional


Gerhana Matahari Sebagian

Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional - THE ECLIPSE GMT 118


THE ECLIPSE - GMT

Agam
Semua dikerahkan.
Agam termasuk salah
satu fasilitas LAPAN yang
memiliki perangkat tek-
nologi terlengkap, di-
antaranya berbagai
macam radar dan
alat pengukur. Dalam
momen gerhana ma-
tahari total, tidak ada
satu pun dari perangkat
tersebut yang beristira-
hat. Semuanya dikerah-
kan untuk mendapat-
kan data terbaik dari
fenomena gerhana ma-
tahari sebagian yang
sempat dirasakan di
Agam.

Foto : Dok. LAPAN

Gerhana dan teknologi. Pen-


gunjung fasilitas Balai Agam me-
ngamati dan mencoba untuk
mengabadikan peristiwa gerha-
na matahari. Bagi para pengun-
jung saat itu, keberadaan me-
reka di Agam menjadi berkesan
karena mereka bisa memantau
gerhana matahari sebagian ser-
ta mengamati berbagai pera-
latan radar dan alat pengukur
Foto : Dok. LAPAN
Foto : Dok. LAPAN milik LAPAN.

119 THE ECLIPSE GMT - Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional


Gerhana Matahari Sebagian

Penampakan gerhana ma-


tahari sebagian di Agam,
serta suasana hari yang
mulai menggelap seiring
pergerakan bulan yang
semakin menutupi cahaya
matahari.

Foto : Dok. LAPAN

Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional - THE ECLIPSE GMT 120


THE ECLIPSE - GMT

Rumpin, Bogor

Foto : Dok. LAPAN

Euforia pengamatan gerhana mataha-


ri di Pusat Teknologi dan Penerbangan
(Pustekbang) LAPAN di Rumpin, Kabu-
paten Bogor, sudah mulai terlihat se-
jak pukul 5.30 WIB. Lebih dari 200 orang
yang merupakan perwakilan pelajar di
Kecamatan Rumpin telah datang sejak
pagi dan memenuhi Jalan Boulevard
Pustekbang. Saat gerhana berlangsung,
para pelajar didampingi oleh para
perekayasa Pustekbang melakukan
pengamatan gerhana dengan melalui
proyeksi lubang jarum yang dipantulkan
ke media stereoform atau karton putih.

121 THE ECLIPSE GMT - Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional


Gerhana Matahari Sebagian

7.20

7.32
7.07

7.43
7.15

7.20
7.48
Foto : Dok. LAPAN

Penampakan fase-fase gerhana matahari sebagian di Rumpin.


Saat puncak gerhana, langit Rumpin dan sekitarnya terlihat re-
mang- remang selama beberapa menit. Ketika gerhana ber-
langsung, matahari juga nampak menyerupai sabit putih, tidak
seperti lingkaran kuning sebagaimana biasa terlihat. Matahari mu-
lai tertutup bulan pukul 06.20 WIB dan bergerak hingga puncaknya
pukul 07.20 WIB dan berakhir pada pukul 08.30 WIB.
7.32
Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional - THE ECLIPSE GMT 122
THE ECLIPSE - GMT

Sumedang
Menanti gerhana. Para pelajar dan
warga di Sumedang melakukan
simulasi untuk mengamati gerha-
na dengan instrumen-instrumen
seperti kacamata gerhana, lubang
jarum, hingga topeng las. Walau-
pun mereka hanya bisa menikmati
gerhana matahari sebagian, para
pelajar juga tetap antusias kare-
na mendapatkan kesempatan
untuk mencoba beberapa pera-
latan seperti teleskop milik LAPAN
dan juga mendapatkan informa-
si dan pengetahuan mengenai
gerhana matahari. Fasilitas lain
yang dimanfaatkan oleh para pe-
ngunjung antara lain adalah stand
pengamatan bayangan proyek-
si lubang jarum, siaran streaming
melalui proyektor, serta live stream-
ing dari beberapa titik lain yang
Foto : Dok. LAPAN mengalami GMT dan GMS .

Foto : Dok. LAPAN Foto : Dok. LAPAN

123 THE ECLIPSE GMT - Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional


Gerhana Matahari Sebagian

Penampakan fase-fase
gerhana matahari seba-
gian di Sumedang.

Foto : Dok. LAPAN

Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional - THE ECLIPSE GMT 124


THE ECLIPSE - GMT

Bandung
Bersama-sama melihat ger-
hana sebagian. Sebagai
salah satu kota terbesar di
Indonesia, Bandung memiliki
komunitas penggemar an-
tariksa yang cukup signifikan.
Ini terlihat dari antusiasme
pengunjung yang hadir di
rooftop kantor LAPAN Ban-
dung untuk bersama-sama
melihat secara langsung ger-
hana matahari sebagian, mu-
lai dari para pelajar hingga
warga sekitar. Mereka tetap
bersemangat walaupun ha-
rus bergantian menggunakan
binokular.

Foto : Dok. LAPAN

Menggunakan teleskop. Perleng-


kapan yang digunakan untuk me-
ngamati gerhana matahari di
Bandung adalah teleskop Taka-
hashi BabyQ dan Vixen. Sekolah
Trimulya yang juga mengirimkan
para muridnya untuk melihat ger-
hana matahari sebagian juga
membawa satu unit teleskop yang
dapat membantu warga lainnya
untuk melihat proses gerhana.

Foto : Dok. LAPAN Foto : Dok. LAPAN

125 THE ECLIPSE GMT - Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional


Gerhana Matahari Sebagian

Penampakan fase-fase
gerhana matahari seba-
gian di Bandung

Foto : Dok. LAPAN

Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional - THE ECLIPSE GMT 126


THE ECLIPSE - GMT

Pameungpeuk, Garut

Foto : Dok. LAPAN

Acara kegiatan di Pameungpeuk, Garut, berlangsung selama


dua hari. Hari pertama, tanggal 8 Maret 2016, diselenggarakan
sosialisasi mengenai gerhana matahari oleh LAPAN Garut. Di hari
kedua, tanggal 9 Maret sekaligus Hari-H, aktivitas pengamatan
gerhana matahari sebagian dilakukan di Masjid Agung Is-
tiqomah Kecamatan Pameungpeuk. Pengamatan dilakukan
dengan menggunakan kacamata gerhana atau melalui te-
leskop yang digunakan secara bergantian oleh para jemaah
masjid dan para pengunjung. Di wilayah Garut lainnya, media
massa melaporkan bahwa kondisinya hampir mirip dengan hari
raya Idul Fitri, di mana gema takbir, tahlil, dan tahmid bergema
di sejumlah masjid di berbagai tempat.

Foto : Dok. LAPAN

127 THE ECLIPSE GMT - Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional


Gerhana Matahari Sebagian

Foto : Dok. LAPAN

Foto : Dok. LAPAN

Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional - THE ECLIPSE GMT 128


THE ECLIPSE - GMT

Pasuruan & Surabaya


Para peneliti dan pem-
buru gerhana tengah
mempersiapkan teles-
kop dan kamera untuk
mengamati gerhana
matahari di Pasuruan.
Untuk memfasilitasi mi-
nat dan antusiasme
publik, LAPAN me-
ngadakan acara pe-
ngamatan bersama
yang bertempat di atap
gedung LAPAN Pasuru-
an. Di lokasi tersebut,
LAPAN menyiapkan seti-
daknya tujuh teleskop
yang akan digunakan
sebagai alat penelitian
dan juga pengamatan
gerhana. Ketujuh teles-
kop tersebut terdiri dari
dua teleskop flare dan
lima teleskop portabel,
yang juga digunakan
Foto : Dok. LAPAN
secara bergantian oleh
warga yang hadir untuk
ikut mengamati proses
gerhana matahari.

Foto : Dok. LAPAN

129 THE ECLIPSE GMT - Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional


Gerhana Matahari Sebagian , Pasuruan & Surabaya

Foto : Dok. LAPAN

Penampakan fase-fase gerhana


matahari sebagian di Pasuruan.

Streaming gerhana di Surabaya.


Tidak semua wilayah Indonesia
dapat menyaksikan totalitas ger-
hana, namun tetap akan dapat
menyaksikan gerhana matahari
sebagian dengan persentase min-
imal 60%. Surabaya pun demikian,
walau hanya dapat menikmati
gerhana matahari sebagian, na-
mun Surabaya cukup beruntung
bisa menikmati gerhana ini hingga
persentase 83%. Surabaya juga
dijadikan salah satu titik streaming
karena telah memenuhi kriteria
yang sebelumnya telah diajukan
oleh LAPAN. Kegiatan ini dilakukan
di Anjungan Nelayan, Kenjeran
Park. https://www.youtube.com/ Foto : Dok. LAPAN
watch?v=koRjCWM1Prc

Foto : Dok. LAPAN

Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional - THE ECLIPSE GMT 130


THE ECLIPSE - GMT

Pontianak

Cuaca tak bersahabat. Gerhana


matahari total yang diperkirakan
dapat terlihat di Pontianak menarik
minat masyarakat untuk meman-
tau bersama jalannya proses ger-
hana. Namun, kondisi cuaca yang
berawan tebal membuat momen
totalitas tidak dapat disaksikan.
Meski demikian, penduduk Ponti-
anak yang hadir masih bisa meli-
hat proses terjadinya gerhana di
tempat lain melalui layanan video
streaming yang disediakan oleh LA- Foto : Dok. LAPAN
PAN.

Detik-detik kontak terakhir. Proses ger-


hana di Pontianak baru dapat dipan-
tau secara langsung melalui kacama-
ta gerhana menjelang detik-detik akhir
saat cuaca kembali menjadi cerah.
Kontak posisi akhir gerhana matahari
sebagian di Pontianak dapat terlihat
dengan menggunakan Kacamata
dan kamera capture dari pukul 08.14
hingga pada pukul 08.22 WIB, dan
dapat disaksikan juga melalui lensa
teropong.
Foto : Dok. LAPAN

131 THE ECLIPSE GMT - Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional


Gerhana Matahari Sebagian

Capture gerhana mataha-


ri sebagian di Pontianak di
foto menggunakan kamera
digital.

Capture streaming gerhana


matahari sebagian di Ponti-
anak menggunakan tero-
pong.

Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional - THE ECLIPSE GMT 132


THE ECLIPSE - GMT

Parepare

Foto : Dok. LAPAN

Antusiasme di Parepare dalam menanti gerhana matahari sebagian sangat tinggi. Ini terlihat dari para pengunjung
yang datang ke fasilitas milik LAPAN di Parepare yang mencapai lebih dari 250 orang. Umumnya, para pengun-
jung didominasi oleh pelajar yang ingin mengamati langsung fenomena gerhana matahari. Para personel LAPAN
memandu mereka dalam setiap tahapan pengamatan gerhana matahari, terutama bagi para pelajar. Instrumen
utama yang digunakan untuk memantau proses gerhana adalah kacamata gerhana.

133 THE ECLIPSE GMT - Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional


6:45:10 AM Gerhana Matahari Sebagian

Penampakan fase-fase
gerhana matahari seba-
gian di Parepare. Langit
Parepare sempat gelap
sejenak pada saat bulan
menutupi matahari hingga 6:45:10 AM
berbentuk sabit.

7:22:56 AM
7:48:56 AM

7:22:56
7:48:56 AMAM

8:07:30 AM

8:18:46 AM
Foto : Dok. LAPAN

Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional - THE ECLIPSE GMT 134


THE ECLIPSE - GMT

Ambon
Sosialisasi di Ambon.
Para pelajar SMP dan
SMA serta kelompok
belajar HEKALEKA di
Ambon diberikan in-
formasi dan ilmu me-
ngenai penggunaan
instrumen pengama-
tan matahari.

Foto : Amboina Astronomy Club

Belajar di pantai. Terbatasnya


ketersediaan teleskop di kota
Ambon membuat proyektor
lubang jarum menggunakan
kardus yang mudah diperoleh
menjadi sarana utama dalam
pendidikan pengamatan
gerhana matahari. Dalam
sosialisasi, para peserta di-
ajak untuk membuat proyek-
tor lubang jarum untuk men-
gamati gerhana matahari
dengan aman. Ide proyektor
lubang jarum ini sangat seder-
hana. Bermodalkan karton
atau kardus yang dilubangi
jarun dan ditempeli kertas
sebagai layar pada sisi lain-
nya, seseorang bisa menik-
mati proyeksi Matahari pada
layar dan melihat keseluruhan
proses gerhana. Setelah para
siswa mempelajari cara mem-
buat proyektor lubang jarum,
mereka pun mencobanya
sendiri di luar ruangan.

Foto :Amboina Astronomy Club

135 THE ECLIPSE GMT - Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional


Gerhana Matahari Sebagian

Pengamatan si kecil. Seorang ibu


membantu anaknya yang tampak
penasaran melihat gerhana ma-
tahari sebagian melalui teleskop
Vixen. Acara pengamatan gerha-
na matahari bersama di Ambon
dilaksanakan di Lapangan Merde-
ka. Antusiasme masyarakat kota
Ambon untuk melihat gerhana sa-
ngat tinggi, dan dilaporkan ada-
nya antrian yang mengular la-
yaknya antrian tiket konser untuk
menanti giliran melihat gerhana
melalui teleskop.

Foto : Amboina Astronomy Club

Gambar hasil pe
ngamatan gerhana
matahari sebagian di
ambon.

Foto : Stanley Ferdinandus/HekaLeka

Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional - THE ECLIPSE GMT 136


THE ECLIPSE - GMT

Biak
Menonton gerha-
na bersama. Warga
menghadiri acara
nonton bareng gerha-
na matahari sebagian
di Balai Kendali Satelit,
Pengamatan Antarik-
sa dan Atmosfer, dan
Penginderaan Jauh
LAPAN, Biak. Di acara
itu, para pengunjung
sangat antusias meli-
hat gerhana dengan
menggunakan kaca-
mata gerhana. Jum-
lahnya terbatas, tapi
itu tidak membuat
mereka jenuh untuk
bergiliran memakai
kacamata gerhana Foto : Dok. LAPAN
matahari itu.

Kalibrasi. Para peneliti dan teknisi


mengatur kalibrasi dan kesiapan
lensa, teleskop, serta peralatan
penunjang lain seperti notebook
sebagai alat bantu penyimpanan
data dan analisa.

Foto : Dok. LAPAN

137 THE ECLIPSE GMT - Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional


Gerhana Matahari Sebagian

Penampakan gerhana matahari sebagian


yang terlihat di Biak.

Foto : Dok. LAPAN

Berpose bersama streaming. Sepa-


sang ayah dan anak dengan antusias
berpose di depan layar streaming di
dalam ruangan nobar di Balai Ken-
dali Satelit LAPAN di Biak. Mereka tidak
menyia-nyiakan kesempatan untuk
mengabadikan peristiwa gerhana ma-
tahari yang tidak selalu terjadi setiap
tahunnya di tempat yang sama.

Foto : Dok. LAPAN

Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional - THE ECLIPSE GMT 138


THE ECLIPSE - GMT

Hasil Penelitian
Meski berawan, pengamatan Maba tetap berikan hasil

F enomena GMT memiliki berbagai aspek yang dapat


diteliti. Para peneliti LAPAN memanfaatkan peris-
tiwa ini untuk menyelidiki mengenai Korona Matahari.
Penelitian tersebut berlangsung di Maba, Halmahera.
Tim dibagi menjadi dua yaitu untuk mempelajari aspek
fotometri dan spektroskopi korona.
Penelitian mengenai Korona Matahari ini juga mer-
upakan kerja sama dengan NASA. Pengamatan ini
sekaligus untuk menguji peralatan yang nantinya dapat
dikembangkan di observatorium nasional.
GMT merupakan saat yang langka dan cocok untuk
meneliti mengenai korona matahari, terutama mengenai
corona mass ejection (lontaran massa korona). Melalui LACoLitth tersusun dari sebuah teleskop bertipe pe-
GMT pula dapat diteliti mengenai temperatur dan ke- mantul dengan diameter 25 centimeter, dilengkapi oleh
cepatan gerak lontaran massa korona tersebut. Selain alat pengurai cahaya (spektrograf) beresolusi mencapai
itu, melalui peristiwa ini, maka dapat diteliti mengenai R ~ 18000 dengan desain Littrow. Alat ini dilengka-
aspek kecerahan dan suhu matahari. pi kamera perekam CCD berukuran 2125 ×1472 px2,
Pada saat Gerhana Matahari total, suatu fitur mataha- 6.8m (Gambar 4). Penyelidikan terhadap korona, yaitu
ri yang bisa dilihat dari permukaan Bumi adalah dikenal pada temperatur dan laju elektron di korona dengan per-
sebagai korona. Dari penyelidikan tersebut diharapkan alatan polarisasi.
banyak hal yang bisa dikuak mengenai misteri Mataha- Sayangnya, saat GMT cuaca di Maba kurang ber-
ri. Mempelajari Matahari sangat penting bagi manusia sahabat untuk penelitian matahari. Awan tebal terus
karena benda antariksa ini merupakan bahan bakar bagi menggayut di atas Maba sehingga momen kontak per-
kehidupan di planet Bumi. tama gerhana pada pukul 08:37 WIT terlewati. Bahkan
Studi spektroskopi korona diharapkan dapat men- mendekati saat-saat totalitas gerhana, hujan sempat
jawab berbagai pertanyaan mendasar seperti, akankah mengguyur. Akibatnya, Data diperoleh tidak seper-
Matahari berada pada keadaan tenang (dikenal sebagai ti yang diharapkan. Namun data tersebut tetap dapat
Akhir Siklus ke-24 Matahari)? Bagaimanakah un- memberikan hasil yang berharga bagi ilmu pengeta-
sur-unsur penyusun korona tersebut ‘berperilaku’ pada huan.
saat keadaan Akhir Siklus ke-24 tersebut? Meskipun tidak mendapatkan data yang diingin-
Sementara itu, untuk mendukung pembangunan ob- kan, namun penelitian GMT kali ini telah membuktikan
servatorium nasional, LAPAN melakukan pengujian bahwa peralatan yang dimiliki LAPAN, baik perangkat
peralatan eksperimen observatorium nasional. Peneliti keras aupun lunak, bekerja dengan sangat memuaskan.
melakukan pengujian peralatan eksperimen diharap- Keseluruhan sistem teleskop dapat tracking (menjejak)
kan ke depan peralatan eksperimen tersebut dapat di- gerak semu Matahari dengan sempurna. Sistem perang-
gunakan untuk mengamati gerhana, peralatan tersebut kat lunakpun tidak mengalami gangguan dan pereka-
dinamakan LAPAN Compact Littrow Spectrograph man berjalan sempurna.
(LACoLitth).

139 THE ECLIPSE GMT - Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional


Hasil Penelitian

Sebelum Gerhana Saat Totalitas Gerhana


A B

A B

Dari proyeksi citra dengan sumbu tegak menyatakan


kualitas gambar (Counts Average) terlihat bahwa
kualitas gambar saat totalitas (B) sangat menurun
dikarenakan informasi yang diperoleh kurang mema-
dai (sebagaimana yang diharapkan pada A). Untuk
mendapatkan informasi yang lebih baik, perlu dilaku-
kan kajian pada rekonstruksi data B.

Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional - THE ECLIPSE GMT 140


THE ECLIPSE - GMT

Fotometri Korona
Pusat Sains Antariksa mengirimkan sebuah tim yang
berisikan dua orang peneliti untuk melakukan pengamatan
fotometri korona saat gerhana matahari total 9 Maret 2016.
Pengamatan dilaksanakan di Maba, Halmahera Timur karena
daerah tersebut mengalami totalitas yang cukup lama sekitar 3
menit 17 detik serta prakiraan cuaca yang cukup cerah.
Penelitian yang dilakukan memiliki tujuan untuk memper-
oleh fase dan amplitudo aktivitas matahari dengan menggu-
nakan data pengamatan white-light saat terjadi Gerhana Ma-
tahari Total. Instrumen yang digunakan untuk pengamatan
GMT 2016 adalah dua teleskop optik yang berbeda tetapi di-
pasang dalam satu sistem mounting (penyangga).
Mounting tersebut mendukung untuk menempatkan dua te-
leskop secara simultan dalam melakukan pengamatan. Sistem
Citra korona saat totalitas yang dipotret meng-
ini mampu beroperasi dengan tidak menggunakan jaringan gunakan CCD QHY.
listrik PLN dan hanya menggunakan baterai. Hal ini dimak-
sudkan untuk mengantisipasi ketiadaan listrik di lokasi pe-
ngamatan karena daerah Maba hanya dialiri listrik pada
malam hari saja.
Pengamatan matahari dilaksanakan di lapangan pendopo
Kabupaten Halmahera Timur. Saat pelaksanaan pengamatan
GMT pada 9 Maret 2016 kondisi langit berawan tebal. Keti-
ka Matahari telah tertutup Bulan 40 persen, awan masih tebal
menutupi langit.
Dalam proses menuju totalitas, sempat turun hujan yang
kemudian berhenti menjelang totalitas tetapi kondisi la-
ngit masih sangat berawan. Pengamatan dilanjutkan dengan
kondisi berawan tebal saat menjelang totalitas. Meskipun de-
mikian, akuisisi data tetap dilakukan saat awan tidak terlalu
mengganggu pengamatan. Berikut adalah hasil potret citra
korona menggunakan kamera CCD QHY.

Citra korona matahari yang diliputi beberapa


lidah api, dipotret dengan kamera DSLR.

141 THE ECLIPSE GMT - Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional


Hasil Penelitian

Gangguan Geomagnet Saat Gerhana


Dalam peristiwa GMT, Matahari, Bulan, dan Bumi
berada dalam satu garis. Tentunya kejadian ini akan
mempengaruhi proses fisika yang terjadi di lapisan
ionosfer dalam lintasan tersebut. Hal ini juga akan
mempengaruhi medan geomagnet. Untuk itu, fenome-
na GMT merupakan saat yang baik untuk meneliti me-
ngenai gangguan geomagnet yang bersumber dari luar
Bumi.
Sinar matahari yang menuju bumi terhalang oleh
bulan, hal ini akan mengakibatkan proses radiasi atau
ionisasi di lapisan ionosfer mengalami penurunan.
Dengan turunnya proses ionisasi maka arus di ionosfer
Plot variasi komponen medan magnet Bumi pada hari
mengalami perubahan. Perubahan arus ini dapat mem- gerhana matahari 9 Maret 2016.
pengaruhi variasi harian geomagnet.
Variasi geomagnet menggambarkan fluktuasi med- hingga 10 Maret 2016. Peralatan yang digunakan untuk
an geomagnet khususnya variasi hari tenang. Flutuasi pengamatan geomagnet di Ternate ini berupa fluxgate
tersebut banyak dipengaruhi oleh proses pemanasan magnetometer Magson. Memiliki akurasi 0,1 nanotes-
dan ionisasi di lapisan ionosfer. Pada saat berlangsun- la, alat ini dioperasikan dalam frekuensi 1 Hz. Alat ini
gnya gerhana matahari total, proses ionisasi akan men- mengukur komponen magnet yaitu komponen H (ho-
galami gangguan. rizontal), D (deklinasi) dan Z (vertikal) serta F (total).
Gerhana matahari mengubah proses ionosfer lapisan Lokasi pengamatan yang dipilih berada di lingkungan
E dan sebagai hasilnya mempengaruhi variasi harian Stasiun meteorologi Kelas I Babullah Ternate, Badan
geomagnet atau variasi hari tenang, yang berasal teruta- Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) (0°
ma dalam ionosfer. Hal ini terjadi karena sifat ionosfer 49’ 45,20” LU dan 127° 22’ 54,00” BT).
yang erat kaitannya dengan radiasi matahari. Hal ini Hasil perekaman data geomagnet yang dilaku-
diperkirakan karena tertutupnya sinar matahari selama kan menunjukkan adanya kelainan data variasi yang
gerhana. didapat. Dari gambar komponen H biasanya variasinya
Efek terhadap ionosfer selama gerhana matahari ter- secara berangsur naik hingga tengah hari waktu lokal.
gantung pada beberapa faktor seperti tingkat aktivitas Sesuai dengan dugaan awal bahwa peristiwa gerhana
matahari dan tingkat gangguan geomagnet. Hasilnya matahari total akan berdampak terhadap variasi harian
yaitu ditemukan anomali positif di komponen Y (Timur- geomagnet. Variasi harian geomagnet terganggu sekitar
Barat) dan penurunan komponen X (horizontal). 5 nT.
Penelitian geomagnet tersebut dilaksanakan pada 5

Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional - THE ECLIPSE GMT 142


THE ECLIPSE - GMT

Gangguan Ionosfer saat Gerhana

Beberapa saat setelah totalitas, terjadi penurunan tajam kerapatan elektron maksimum
lapisan F2 di atas Biak.

G MT ternyata juga mempengaruhi kondisi lapisan


ionosfer. Hal tersebut diperoleh dari penelitian
riset yang dilakukan LAPAN di pada 9 Maret 2016
Hasil pengamatan ionosfer yang telah dilakukan
menujukkan bahwa pada saat GMT lapisan ionosfer
yang tertutup oleh bayangan bulan mengakibatkan
untuk mengetahui perubahan yang terjadi pada lapisan penurunan ionisasi di lapisan tersebut. Hal ini dapat
tersebut akibat penutupan lapisan ionosfer oleh bayan- dilihat dari penurunan kerapatan elektron maksimum
gan bulan. lapisan ionosfer di atas Biak dan penurunan kandungan
Pengamatan ionosfer di lakukan di Balai Penjeja- elektron total atau Total Electron Content (TEC) ha-
kan dan Kendali Wahana Antariksa Biak, Manado, dan sil pengamatan GISTM di stasiun Manado. Selain itu,
Pontianak. Ketiga lokasi ini dipilih untuk membanding- GMT juga menyebabkan penurunan kerapatan elektron
kan kondisi atmosfer di wilayah yang mengalami GMT di lapisan D pada ketinggian sekitar 60 km yang me-
dan yang tidak. Pengamatan di stasiun Biak dan Ponti- ngakibatkan kenaikan kuat signal komunikasi digitas
anak dilakukan menggunakan ionosonda tipe Canadian antara Biak dan Manado.
Advanced Digital Ionosonde) (CADI). Pengamatan di
Manado menggunakan GISTM GPS Ionospheric Scin-
tillation and TEC Monitor (GISTIM). Sementara itu,
komunikasi radio otomatis digunakan untuk sirkit ko-
munikasi Biak-Manado.

143 THE ECLIPSE GMT - Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional


Hasil Penelitian

Gangguan ionosfer
juga dapat dilihat
dari pengukuran Total
Electron Content di
Manado.

Penguatan sinyal ko-


munikasi Biak-Mana-
do sebagai indikasi
penurunan lapisan D
ionosfer.

Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional - THE ECLIPSE GMT 144


THE ECLIPSE - GMT

Meski berawan, pengamatan Maba tetap berikan hasil

P usat Studi Astronomi (Pastron) Universitas Ahmad


Dahlan (UAD) pada fenomena Gerhana Mataha-
ri 2016 ini membentuk tim khusus yang disebut de-
Yogyakarta yang bertugas di Yogyakarta dan TIGER
Ternate yang bertugas di Ternate.
Tim ini juga melaksanakan penelitian tentang ting-
ngan Tim Gerhana (TIGER). TIGER ini beranggotakan kat kecerlangan langit dan perilaku hewan. Pengamatan
dosen dan mahasiswa dari berbagai disiplin ilmu yang perilaku fauna dilakukan terhadap ternak di Ternate
bahu membahu mengabarkan liputan kegelapan ke dengan menggunakan kamera. Hasil penelitian masih
seluruh pelosok nusantara. TIGER terdiri atas TIGER dikaji lebih lanjut.

Mengamati fauna. Para mahasiswa


dari Pusat Studi Astronomi Univer-
sitas Ahmad Dahlan tengah me
ngamati perilaku ikan di kolam mi-
Foto : TIGER UAD
lik warga setempat saat terjadinya
gerhana matahari.

145 THE ECLIPSE GMT - Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional


Hasil Penelitian

Foto : commons.wikimedia.org

Gelap dan bunyi jangkrik. Jangkrik merupakan


salah satu spesies serangga yang aktivitasnya
terpengaruh oleh keberadaan gerhana. Pen-
gamatan tim LangitSelatan di Maba menunjuk-
kan bahwa kawanan jangkrik yang berada di
sekitar lokasi pengamatan berbunyi sangat ken-
cang saat totalitas gerhana terjadi dan langit
menjadi gelap, seperti layaknya mereka bersu-
ara di malam hari.

Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional - THE ECLIPSE GMT 146


THE ECLIPSE - GMT

Meny

147 THE ECLIPSE GMT - Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional


Bab 4

Berbagi Euforia
yambut Gerhana
P eristiwa langka seperti Gerha-
na Matahari Total (GMT) di
tahun 2016 pastinya menarik per-
menggunakan tagar #GMT2016,
#GerhanaMatahariTotal, serta
#SolarEclipse2016, netizen di se-
hatian banyak orang. Teknologi luruh dunia berbicara tentang gerha-
media baru dan internet memudah- na matahari, terutama pemandangan
kan setiap orang untuk berbagi pe- fase gerhana total yang dapat dilihat
ngalamannya dengan orang lain. Ini dari Indonesia.
pula yang terjadi saat lintasan GMT Media massa juga tidak kalah
melewati Indonesia. ramai memberitakan GMT. Berita
Lini massa media sosial seper- mengenai gerhana pada tanggal 9
ti Twitter dan Facebook dipenuhi Maret 2016 menghiasi media cetak,
dengan cuitan dan status mengenai elektronik, dan digital. Tidak hanya
GMT. Tidak hanya di Indonesia, di Indonesia saja, media internasi-
gerhana matahari saat itu menja- onal juga tidak ketinggalan mem-
di trending topic di dunia. Dengan beritakan fenomena ini.

Foto : Dok. Lapan

Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional - THE ECLIPSE GMT 148


THE ECLIPSE - GMT

Trending topic dunia.


Gerhana matahari
total yang terlihat di
Indonesia merupakan
fenomena tersendiri
di media sosial. Ter-
catat tagar #GMT dan
#GMT2016 menjadi
trending topic nasio-
nal bahkan dunia (ber-
sama dengan tagar
#SolarEclipse2016) di
Twitter. Lini masa Twit-
ter, Facebook, dan
Path dipenuhi oleh
gambar gerhana
yang diambil sendi-
ri oleh para netizen
yang seakan bera-
du foto. Sosial media
memiliki peran sangat
penting dalam pe-
nyampaian dan ber-
bagi informasi menge-
nai gerhana matahari
pada tanggal 9 Maret
2016.

149 THE ECLIPSE GMT - Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional


Berbagi Euforia Menyambut Gerhana

Selfie, atau Eclips-fie? Telepon pin-


tar (smartphone) yang dilengkapi
dengan kamera menjadi alat fa-
vorit para penikmat gerhana un-
tuk mengabadikan momen unik
tersebut. Ada yang mengakali-
nya denga menempelkan filter film
agar kameranya bisa menangkap
gambar gerhana. Bahkan, bebe-
rapa hari sebelum Hari-H, banyak
pula situs maupun blog yang mem-
berikan tips-tips cara mengambil
gambar gerhana dengan meng-
gunakan smartphone. Bagi mereka
yang hobi fotografi dengan meng-
gunakan kamera SLR, gerhana
matahari ini juga menjadi momen Foto : Tempo.co
yang tepat untuk memuaskan
kegemaran mereka mencari gam-
bar yang sempurna. Pada hari ter-
jadinya gerhana, tidak sedikit pula
yang melakukan selfie atau wefie
dengan latar belakang gerhana
matahari atau sekedar berpose
menggunakan kacamata gerha-
na untuk kemudian diunggah ke
internet.

Foto : wartaislami.com

Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional - THE ECLIPSE GMT 150


THE ECLIPSE - GMT

151 THE ECLIPSE GMT - Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional


Berbagi Euforia Menyambut Gerhana

Euforia media. Tangkapan layar dan hasil


kliping dari tajuk media massa mengenai ger-
hana matahari. Tidak hanya dari Indonesia
saja, media luar negeri juga tidak kalah da-
lam menerbitkan artikel gerhana. Tercatat
media-media besar seperti BBC, Telegraph,
New York Times, dan lain-lain menayangkan
artikel gerhana di Indonesia. Selain media ce-
tak dan internet, kru berita dari berbagai sta-
siun televisi di dunia seperti NHK Jepang juga
ikut hadir di Indonesia untuk meliput secara
langsung fenomena semesta ini.

Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional - THE ECLIPSE GMT 152


THE ECLIPSE - GMT

Kacamata LangitSelatan. Tidak


dapat dipungkiri lagi bahwa ka-
camata gerhana merupakan
salah satu instrumen paling po-
puler saat terjadinya gerhana ma-
tahari 9 Maret 2016. Banyak sekali
warga masyarakat yang mencari
kacamata gerhana terutama
di kota-kota besar, dan stoknya
yang terbatas seringkali membuat-
nya menjadi langka dan harga-
nya sempat menjadi mahal. Lalu
bagaimana dengan mereka yang
ada di pedesaan dan pelosok nu-
santara. Tim La-ngit Selatan melalui
ekspedisinya membagikan kaca-
mata gerhana di berbagai lokasi di
Indonesia. Tampilan kacamatanya
yang unik membuatnya sangat
disukai oleh semua kalangan ter-
masuk anak-anak dan orang de-
wasa.

153 THE ECLIPSE GMT - Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional


Berbagi Euforia Menyambut Gerhana

Wawancara pakar. Gerhana matahari


membuat media massa mencari pa-
kar dan peneliti astronomi untuk dijadi-
kan narasumber. Salah satunya ada-
lah dosen jurusan astronomi di Institut
Teknologi Bandung (ITB), Hakim Luthfi
Malasan, yang masuk ke dalam rubrik
“Sosok” di surat kabar Kompas edisi 10
Maret 2016. Para personel LAPAN juga
seringkali menjadi narasumber di media
massa baik cetak maupun elektronik,
dan biasanya memberikan informa-
si mengenai gerhana matahari dan
tata cara penggunaan instrumen pe-
ngamatan yang baik dan benar.

Ritual gerhana. Ponti-


anak Post mengang-
kat tajuk utama yang
berisikan mengenai ri-
tual umat Islam dalam
situasi gerhana ma-
tahari yaitu melaku-
kan shalat gerhana
berjamaah. Nampak
foto ribuan jamaah
memadati Masjid
Raya Mujahidin di
Pontianak.

Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional - THE ECLIPSE GMT 154


THE ECLIPSE - GMT

Wisata dan edukasi. Gerhana ma-


tahari total 9 Maret 2016 mengingat-
kan bahwa peristiwa astronomi
memiliki potensi untuk menjadi sa-
rana wisata dan edukasi sekaligus.
Tema ini juga diangkat dalam ber-
bagai artikel di surat kabar dan in-
ternet. Potensi edukasi gerhana ma-
tahari sudah jelas dengan adanya
sosialisasi maupun pengetahuan
dan kreativitas dalam pembuatan
instrumen pengamatan. Potensi lain
adalah di bidang wisata antariksa
atau astro-tourism, yang kini tengah
naik daun di beberapa negara luar
seperti Chile dan Irlandia. Potensi In-
donesia dalam hal ini tentulah besar,
karena lonjakan jumlah wisatawan
baik lokal maupun mancanegara
membuat para pelaku pariwisata di
lokasi gerhana menjadi kewalahan.

155 THE ECLIPSE GMT - Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional


Berbagi Euforia Menyambut Gerhana

Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional - THE ECLIPSE GMT 156


THE ECLIPSE - GMT

Website dan Facebook LAPAN. Era inter-


net mewajibkan lembaga pemerintah
untuk mengelola situs resmi sebagai ben-
tuk layanan kepada masyarakat. LAPAN
sebagai lembaga pengusung sains dan
teknologi tentu saja tidak ketinggalan
dengan adanya situs dan laman Face-
book resmi yang digunakan sebagai
medium antara LAPAN dengan netizen
secara khusus dan masyarakat umum-
nya. Melalui situs ini hadir berbagai ma-
cam berita, informasi, dan pengetahuan
mengenai aktivitas dan bidang keilmuan
yang terkait dengan keberadaan LAPAN.
Terkait dengan gerhana matahari, situs
LAPAN memiliki bagian tersendiri yang
didedikasikan untuk menyampaikan
informasi gerhana dan juga layanan
streaming untuk melihat proses terjadi-
nya gerhana matahari total dan seba-
gian di berbagai wilayah di Indonesia.
Laman Facebook milik LAPAN juga tidak
kalah sibuk dengan membagikan fo-
to-foto, informasi, dan gambar mengenai
gerhana matahari. Untuk lebih lanjut, kun-
jungi http://www.lapan.go.id untuk situs
resmi, atau https://www.facebook.com/
LapanRI untuk laman Facebook.

157 THE ECLIPSE GMT - Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional


Berbagi Euforia Menyambut Gerhana

Website khusus gerhana. Selain situs LAPAN, masyarakat juga bisa me-
ngunjungi situs yang beralamatkan di http://gerhana.info, sebuah situs
yang dikelola oleh tim LangitSelatan yang didedikasikan khusus untuk
fenomena gerhana matahari. Kedua website ini (LAPAN dan Gerhana.
Info) sering menjadi rujukan mengenai informasi gerhana.

Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional - THE ECLIPSE GMT 158


THE ECLIPSE - GMT

TAUTAN LIPUTAN MEDIA DI WEBSITE


iNewsTV : Live Event GMT 2016 Parigi Moutong
http://lapan.go.id/index.php/galerividkategori/imagedetail/18/116
GMS Pasuruan 9 Maret 2016
http://lapan.go.id/index.php/galerividkategori/imagedetail/18/115
RUAITV : WARTA INSPIRASI 09 MARET 2016
http://lapan.go.id/index.php/galerividkategori/imagedetail/18/114
PALTV News : LAPAN Akan Rilis Hasil Penelitian GMT
http://lapan.go.id/index.php/galerividkategori/imagedetail/18/113
Metro TV : Selamat Pagi Indonesia 9 Maret 2016
http://lapan.go.id/index.php/galerividkategori/imagedetail/18/112
MetroTV : Live Gerhana Matahari Total di Palembang
http://lapan.go.id/index.php/galerividkategori/imagedetail/18/111
TVRI Wawancara Eksklusif Kepala LAPAN Mengenai GMT 2016
http://lapan.go.id/index.php/galerividkategori/imagedetail/18/110
TVOne Apa Kabar Indonesia Pagi GMT 9 Maret 2016
http://lapan.go.id/index.php/galerividkategori/imagedetail/18/108
TVOne Apa Kabar Indonesia Pagi Live GMT Palembang
http://lapan.go.id/index.php/galerividkategori/imagedetail/18/107
MetroTV 8-11 Jelang GMT
http://lapan.go.id/index.php/galerividkategori/imagedetail/18/106
Tribun Sumsel : Ini Penjalasan LAPAN Akibat GMT Tak Terlihat di Ampera
http://lapan.go.id/index.php/galerividkategori/imagedetail/18/105
MetroTV Metro Kini : Jelang Gerhana Matahari Total 8 Maret 2016
http://lapan.go.id/index.php/galerividkategori/imagedetail/18/104
MetroTV News : Euforia Gerhana Matahari 2016
http://lapan.go.id/index.php/galerividkategori/imagedetail/18/103
NETTV NET16 : Jelang Gerhana Matahari Total
http://lapan.go.id/index.php/galerividkategori/imagedetail/18/100
Tribun Sumsel - Ingat Ya, 9 Maret Pagi Datang Ke Ampera Saksikan Gerhana Matahari
http://lapan.go.id/index.php/galerividkategori/imagedetail/18/99
Netizen News MetroTV : Cara Aman Menyaksikan Gerhana Matahari Total
http://lapan.go.id/index.php/galerividkategori/imagedetail/18/98
Mengenal Fenomena 33 Tahun, Gerhana Matahari Total
http://lapan.go.id/index.php/galerividkategori/imagedetail/18/97
CNN Indonesia: Inside Indonesia: Eps. Memahami Sihir Gerhana
https://www.youtube.com/watch?v=OEVvwsSuyd4
CNN Indonesia: Insight with Desi Anwar
https://twitter.com/CNNIDinsight/status/707232990754181120
CNN Indonesia: Tech News
DK Show : Gerhana Matahari Total
Bag 1: https://www.youtube.com/watch?v=R4oKAOi5Oak
Bag 2: https://www.youtube.com/watch?v=SEKpvvBETFA
Bag 3: https://www.youtube.com/watch?v=ta68a4vd_QU
Bag 4: https://www.youtube.com/watch?v=C4wNxe0csBI
Bag 5: https://www.youtube.com/watch?v=dfaurs6UAK8
Live Event iNewsTV:
Bag 1: https://www.youtube.com/watch?v=xDWrxDz6T44
Bag 4: https://www.youtube.com/watch?v=YISp8mjH9ws
Bag 5: https://www.youtube.com/watch?v=k17sxAabiMk
Bag 6: https://www.youtube.com/watch?v=eDxi2fFfKf4
Bag 7:https://www.youtube.com/watch?v=NRvFIVYw_V0
Learning Space eps. 108: Solar Eclipse
https://www.youtube.com/watch?v=u1hB_iqkY_k

159 THE ECLIPSE GMT - Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional


http://www.suara.com/tekno/2016/03/09/133128/lapan-tangkap-lima-kali-pencahayaan-
menuju-puncak-gmt
http://www.mediaindonesia.com/news/read/32977/peneliti-berbagi-hasil-
pengamatan/2016-03-08
http://sutrisno-budiharto.blogspot.co.id/2016/03/live-streaming-gmt-palembang.html
http://surabayanews.co.id/2016/03/06/46882/boleh-lihat-gerhana-tapi-ini-syaratnya.html
http://waktoe.com/lembaga-penerbangan-dan-antariksa-nasional-pamerkan-hasil-
penelitian-dan-pengembangan/
https://www.mindtalk.com/channel/fyi/post/gerhana-matahari-total-anak-sekolah-bikin-
kacamat-707375386454929507.html
http://www.rmolsumsel.com/read/2016/03/09/46998/Soal-Asap-Pabrik-PT-Pusri-Saat-GMT,-
Ini-Kata-Harnojoyo-
http://astronesia.blogspot.co.id/2016/03/satelit-buatan-lapan-juga-amati-gmt-2016.html
http://medanmetropolitan.com/gayahidup/-Saatnya-Pemburu-Gerhana-Matahari-Total-
Beraksi
http://www.rri.co.id/post/berita/249515/teknologi/persiapan_gmt_lapan_edukasi_pelajar_
membuat_kacamata_gerhana.html
http://www.unisifm.com/fast-break-8-maret-2016-jam-17-00/#.VufBgvm22D8
http://www.jakartapers.com/berita/Gerhana-Matahari-Total-Menarik-69-Peneliti-Asing-
Datang-Di-Indonesia
http://m.harianjogja.com/baca/2016/03/12/gerhana-matahari-total-satelit-lapan-rekam-
jalur-bayangan-bulan-saat-gmt-700021
http://w.antaramaluku.com/en/berita/82101/indonesia-to-host-asia-pacific-aeronautics-
forum-2015
http://www.medanbisnisdaily.com/news/read/2016/02/18/217081/lapan-akan-laksanakan-
ekspedisi-ilmiah-tentang-gmt/#.VufEgPm22D8
http://korem143.kodam-wirabuana.mil.id/2016/03/07/732/
http://ristekdikti.go.id/fenomena-gerhana-matahari-sarana-edukatif-alamiah-bagi-
indonesia/
http://www.jawapos.com/read/2016/03/06/20081/mitos-lihat-gerhana-butakan-mata-ini-
kata-lembaga-antariksa
http://cikalnews.com/read/32734/09/3/2016/asap-pabrik-ganggu-suasana-gerhana-
matahari-di-palembang
http://kendaripos.co.id/2016/03/gerhana-matahari-boleh-dilihat-jangan-ditatap/
http://www.harianjateng.com/2016/03/lapan-rekam-bayangan-gerhana-bulan.html

Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional - THE ECLIPSE GMT 160


THE ECLIPSE - GMT

TERIMA KASIH KEPADA SELURUH


PIHAK YANG TELAH MENYUKSESKAN
PERISTIWA PENGAMATAN GERHANA MATAHARI
9 MARET 2016

Kementerian Pendidikan
dan Kebudayaan Kementerian Pariwisata

Sumatra Barat Bengkulu Jambi Sumatra Selatan Bangka Belitung Kalimantan Barat

Kalimantan Tengah Kalimantan Selatan Kalimantan Timur Sulawesi Barat Sulawesi Tengah Maluku Utara

161 THE ECLIPSE GMT - Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional


Tim Penyusun Buku
dan Kontributor
Tim Penyusun Buku
Pengarah
Prof. Dr. Thomas Djamaluddin (Kepala LAPAN)
Koordinator Penyusunan
Drs. Afif Budiyono, MT (Deputi Bidang Sains Antariksa dan Atmosfer)
Ketua Tim Pelaksana
Dra. Clara Yono Yatini, M. Sc. (Kepala Pusat Sains Antariksa)
Wakil Tim Pelaksana
Ir. Christianus R. Dewanto M. Eng. (Kepala Biro Kerjasama, Humas,
dan Umum)

Pelaksana Penyusunan Buku


• Kepala Pusat Teknologi Penerbangan
• Kepala Balai Pengamatan Antariksa dan Atmosfer Pasuruan
• Kepala Balai Pengamatan Antariksa dan Atmosfer Sumedang
• Kepala Balai Uji Teknologi dan Pengamatan Antariksa dan Atmosfer Garut
• Kepala Balai Pengamatan Antariksa dan Atmosfer Agam
• Kepala Balai Penginderaan Jauh Parepare
• Kepala Balai Kendali Satelit, Pengamatan Antariksa dan Atmosfer, dan
Penginderaan Jauh Biak

• Ketua Tim Pengamatan GMT Palembang Ir. Halimurrahman, MT


• Ketua Tim Sosialisasi GMT Palembang Ir. Jasyanto, MM
• Ketua Tim Sosialisasi GMT Belitung, Mega Mardita, M.Si
• Ketua Tim Sosialisasi dan Pengamatan GMT Palangkaraya, Drs. Bambang Suhandi, M.Si
• Ketua Tim Sosialisasi dan Pengamatan GMT Parigi, A. Gunawan
• Ketua Tim Sosialisasi dan Pengamatan GMT Ternate, Dra. Clara Yono Yatini, M.Sc
• Ketua Tim Sosialisasi dan Pengamatan GMT Maba, Dr. Emmanuel Sungging

• Leo Kamilus J. Rijadi, M.Kom (LAPAN) • Doni Marshal Rangga, S.Kom (KEMEN KOMINFO)
• Drs. Syaikhun Hadisaputra, MM (LAPAN) • Dra. Ratna Suranti, MA (KEMENPAREKRAF)
• Rhorom Priyatikanto, S.Si (LAPAN) • Nurdiansah, ST (LIPI)
• Happy Rumiris Simanungkalit, S.Sos • Dr. Yudhiakto Pramudya (UAD)
(LAPAN) • Eko Nursulistyo, M.Pd (UAD)
• Erni Sri Sinta Pakpahan, MH (LAPAN) • Oki Mustava, S.Pd, M.Pd.Si (UAD)
• Zakaria, S.Sos (LAPAN) • Prof. Dr. Taufiq Hidayat (PAKAR ASTRONOMI)
• Elly Nurnazilly, SAP (LAPAN) • Dr. Hakim L. Malasan (ITB)
• Dra. Elly Kuntjahyowati, MM (LAPAN) • Dr. Mahasena Putra (BOSSCHA-ITB)
• Drs. Firmanullah (LAPAN) • Dr. Premana W. Premadi (UNAWE, ITB)
• Dr. Teguh Harjana, M.Sc (LAPAN) • Yatny Yulianty, M.Si (UNAWE)
• Tri Widodo, S.Sos (LAPAN) • Dr. Budi Dermawan (HAI, ITB)
• Anggrayani Susilowati (LAPAN) • Avivah Yamani Riyani, M.Si (LangitSelatan)
• Sunerti (LAPAN) • Dr. Jaya Murjaya, M.Si (BMKG)
• Ronaldo Treagan (LAPAN) • Harris Iskandar, Ph.D (KEMENDIKBUD)
• Bhintary Fauzya (LAPAN) • Didik Suhardi, Ph.D (KEMENDIKBUD)
• Andriati Setyaningrum, M.TI
(KEMENKOMINFO)
• M.H. Munzaer, M.TI (KEMENKOMINFO)
• Rini Muliahati, M.TI (KEMENKOMINFO)
• Bintang Rehari, ST (KEMENKOMINFO)

Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional - THE ECLIPSE GMT 162


THE ECLIPSE - GMT
Foto : Dok. LAPAN
7:22:56 AM

7.20

7:4

7.32

7.43
ISBN : 978-979-1458-98-6