Anda di halaman 1dari 3

Jenis-Jenis Risiko Bisnis & Solusinya

a. Risiko Pasar (Market Risk)


Teknologi yang terus berkembang membuat perubahan yang begitu cepat, terutama
dalam bisnis. Risiko bisnis yang pertama adalah risiko pasar yang diakibatkan
karena perubahan dalam pasar secara makro, di mana banyak pebisnis yang tidak
mampu membendungnya.

Misalnya, ketika Anda menjalankan bisnis kopi kekinian dan Anda baru membuat
menu baru ‘Kopi Gula Aren’ yang saat itu sedang tren dan diminati banyak
konsumen. Namun, tiba-tiba, keluarlah menu baru yang menjadi kegemaran
konsumen, misalnya ‘Kopi Regal’. Padahal, saat itu Anda sudah membeli bahan
untuk membuat Kopi Gula Aren yang cukup banyak. Inilah hal yang merugikan
Anda, di mana Anda memiliki stok bahan yang tinggi namun tidak lagi dibutuhkan.

Solusinya adalah, Anda perlu memahami kondisi pasar dan kemungkinan yang akan
terjadi di masa depan. Mulailah dengan melakukan pendekatan personal dengan
pelanggan Anda. Misalnya ketika mereka datang, mintalah sedikit waktu untuk
meminta pendapat serta saran dari konsumen untuk inovasi produk selanjutnya.

b. Risiko Strategi
Risiko ini sangat berkaitan dengan strategi, di mana terjadi risiko atau ketidakpastian
yang diakibatkan dari kurang matangnya strategi dalam menjalankan bisnis. Strategi
sangat dibutuhkan dan dipersiapkan dengan matang dalam bisnis, atau terkadang
strategi bisnis itu harus dijalankan ketika ada persaingan yang mungkin mengancam
bisnis kita. Misalnya saja perusahaan ponsel bernama Nokia yang dulu sempat tren
di segala kalangan, namun setelah kedatangan sistem operasi terbaru yaitu Android,
Nokia justru menggunakan sistem operasi lain dan mengalami kerugian besar
karena konsumen lebih memilih untuk menggunakan Android. Contoh lainnya
adalah Yahoo yang pada masa keemasannya pada tahun 1990an seperti Google
masa kini, di mana Yahoo terlalu fokus untuk mengembangkan iklan banner namun
tidak mengembangkan salah satu produknya yakni mesin pencari sehingga pada
akhirnya produk mesin pencari ini dikuasai oleh Google.

Solusinya, Anda harus mempersiapkan strategi apa yang mungkin akan dijalankan
ketika akan atau sedang memulai bisnis, agar nantinya bisnis bisa berjalan di jalur
yang benar sehingga dapat meminimalisir kerugian yang mungkin bisa ditimbulkan.
Sebagai pebisnis, Anda juga tidak boleh egois dan menganggap apa yang Anda
pikirkan adalah benar, Anda tetap harus memikirkan kondisi pasar yang ada dan
berani untuk memilih strategi yang mungkin tidak langsung mendatangkan profit,
namun akan menghasilkan profit jangka panjang ke depan.

c. Risiko Kredit
Risiko ini berlaku bagi Anda yang menjalankan bisnis dengan sistem pembayaran
kredit, seperti perusahaan pembiayaan. Di mana, Anda harus memahami risiko
konsumen yang tidak membayar hingga lunas setelah barang dikirim. Mungkin saja
orang tersebut kabur, bangkrut, meninggal dunia, dan sebagainya. Untuk
menghindari risiko tersebut, Anda perlu melakukan analisa terhadap debitur atau
calon konsumen Anda, bagaimana kinerja perusahaan itu, bagaimana karakter
pemiliknya, kemampuannya untuk membayar, dan sebagainya.

Selanjutnya, Anda juga perlu menentukan beberapa hal seperti berapa batas utang
yang dapat diberikan dan berapa lama maksimum jangka waktu kredit yang bisa
Anda diberikan.

Baca Juga: Manfaat & Komponen Penting yang Harus Ada Dalam Surat
Perjanjian Utang

d. Risiko Operasional
Risiko ini biasanya akan lebih mengarah pada suatu kegagalan dalam mengelola
perusahaan yang berkaitan dengan kegiatan operasional sehari-hari. Hal ini
mungkin saja terjadi karena beberapa kegagalan teknis, seperti server error, human
error, maupun proses pada kegiatan operasional perusahaan yang tidak efisien.
Dalam beberapa kasus, risiko operasional biasanya memiliki lebih dari satu
penyebab.

Misalnya, perusahaan Anda melakukan rekrutmen untuk bidang business


development sebanyak 5 orang, padahal setelah dijalani, diketahui bahwa
sebenarnya kebutuhan merekrut 5 orang ini karena adanya pekerjaan yang tidak
efisien sehingga hanya dengan  3 orang saja sudah cukup. Tentunya ini dapat
merugikan perusahaan dari segi materi dan waktu, di mana perusahaan perlu
memberikan gaji bagi karyawan tersebut dan perusahaan juga meluangkan waktu
yang cukup lama ketika proses rekrutmen.

e. Risiko Finansial
Risiko ini biasanya akan berdampak kepada finansial perusahaan dan mengacu
secara khusus terhadap arus kas masuk dan keluar yang memungkinkan terjadi
kerugian finansial perusahaan. Sebagai contoh, Anda memiliki perusahaan yang
sebagian besar pemasukan perusahaan berasal dari sejumlah klien besar yang
melakukan proses pembayaran produk dengan beberapa tahapan. Kemudian ketika
tahap pelunasan, klien perusahaan Anda tidak melakukan pembayaran sesuai
dengan jadwal yang ditentukan. Hal ini tentunya dapat merusak arus kas Anda dan
menimbulkan ketidakpastian kapan klien akan membayar pelunasannya.
Contoh lain misalnya ketika perusahaan Anda memiliki banyak utang dan Anda
harus melunasinya dalam jangka pendek. Hal ini akan berpengaruh ke arus kas
perusahaan karena hutang ini perlu didahulukan untuk dibayar, terlebih jika ada
bunga yang tinggi, Solusinya adalah membuat sistem jual beli dengan ketentuan
yang lebih aman, misalnya pelunasan pembayaran hanya sebesar 5% dari total
biaya tagihan dan diatur mengenai denda bagi klien yang terlambat melakukan
pembayaran. Selain itu, hindari utang apabila bukan untuk keperluan mendesak.

f. Risiko Legal & Kepatuhan


Risiko legal biasanya timbul karena adanya tuntutan dari pihak lain karena adanya
pelanggaran hukum, misalnya terjadi pelanggaran hak cipta, mengingkari
kesepakatan yang telah tertulis dalam kontrak (wanprestasi), tidak mengikuti
peraturan atau undang-undang yang berlaku, dan lain sebagainya. Untuk
menghindari risiko ini, Anda harus membuat kontrak dan memahami isi di dalam
kontrak dengan benar dan jelas sebelum melakukan tanda tangan kontrak.

Selain itu, risiko kepatuhan juga berkaitan erat dengan risiko legal, di mana risiko ini
timbul karena adanya ketidakmampuan dalam memenuhi ketentuan atau peraturan
perundang-undangan. Misalnya pelanggaran di bidang ketenagakerjaan seperti
pemberian gaji di bawah UMR, di bidang Pajak, atau tidak memiliki izin usaha dalam
menjalankan bisnisnya.Di mana, jika Anda melakukan pelanggaran ini, Anda dapat
dikenakan sanksi bermacam-macam antara lain berupa teguran, denda, hingga
pembekuan kegiatan usaha.

Karena itulah penting untuk memastikan risiko legal dan kepatuhan dapat Anda
hindari. Di mana, risikonya bukan lagi kerugian materi namun kerugian yang bisa
menyebabkan bisnis Anda dipaksa untuk tutup dan tidak beroperasi kembali. Selain
itu, jika mengabaikan pembuatan kontrak, Anda mungkin saja mengalami kerugian
ketika klien Anda tidak memenuhi kewajibannya, Anda tidak memiliki dasar untuk
mengajukan klaim ganti kerugian kepadanya karena tidak pernah ada kontrak yang
dibuat antara Anda dan klien.

LIBERA hadir menjawab masalah hukum bisnis Anda. Sebagai salah satu startup
hukum yang dapat memberikan solusi atas masalah pembuatan kontrak, LIBERA
juga bisa membantu Anda mengenali segala risiko yang mungkin terjadi pada bisnis,
bukan hanya risiko legal dan kepatuhan. Jadi tunggu apalagi? Konsultasikan segala
risiko bisnis Anda dan buat kontrak bisnis sekarang juga di LIBERA!