Anda di halaman 1dari 20

PENGARUH RASIO LIKUIDITAS RASIO SOLVABILITAS RASIO

ACTIVITY TERHADAP LABA PERUSAHAAN DENGAN VARIABEL


KINERJA KEUANGAN SEBAGAI VARIABEL INTERVENING
(Studi kasus pada Perusahaan Property dan Real Estate yang terdaftar di BEI
periode tahun 2013-2017)

Riris Setyowati1), Rita Andini, SE, MM 2)


1)
Mahasiswa Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Pandanaran Semarang
2)3)
Dosen Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Pandanaran Semarang

ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh likuiditas, solvabilitas dan
activity terhadap laba perusahaan, mengetahui pengaruh likuiditas, solvabilitas, dan
activity terhadap laba perusahaan dan mengetahui kinerja keuangan memediasi
pengaruh likuiditas, solvabilitas dan activity terhadap laba perusahaan.
Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode purposive
sampling yaitu metode pengambilan sampel berdasarkan kriteria tertentu. Jenis
penelitian yang digunakan adalah kuantitatif. Data yang digunakan yaitu laporan
keuangan 20 perusahaan property dan real estate yang terdaftar dan listing di BEI
periode 2013 – 2017 dengan sampel sebanyak 100 sampel. Metode analisis data
menggunakan uji asumsi klasik, analisis regresi linear dan analisis jalur.
Hasil penelitian menunjukkan likuiditas, solvabilitas dan activity berpengaruh
positif dan signifikan terhadap kinerja keuangan, likuiditas dan activity berpengaruh
positif dan signifikan terhadap laba perusahaan, solvabilitas berpengaruh negatif dan
tidak signifikan terhadap laba, Kinerja keuangan tidak memediasi pengaruh likuiditas,
dan activity terhadap laba perusahan, kinerja keuangan memediasi terhadap laba
perusahaan. Dengan besarnya koefisien determinasi (Ajusted R Square) adalah 0,228 %.
Hal ini berarti bahwa 22,8 % variabel dependen yaitu nilai perusahaan dapat dijelaskan
oleh ke empat variabel independen, sedangkan sisanya sebesar 77,2 % laba perusahaan
dijelaskan oleh variabel atau sebab – sebab lainnya diluar model.
Kata Kunci : Likuiditas, solvabilitas, activity, kinerja keuangan, laba perusahaan.

1
ABSTRACT
This study aims to determine the effect of liquidity, solvency and activity on
company profits, find out the effect of liquidity, solvability, and activity on company
profits and find out financial performance mediates the effect of liquidity, solvability
and activity on company profits.
The research method used in this study is purposive sampling method, which
is a sampling method based on certain criteria. The type of research used is quantitative.
The data used are financial statements of 20 property and real estate companies listed
and listed on the IDX in the period 2013 - 2017 with a sample of 100 samples. Data
analysis method uses classic assumption test, linear regression analysis and path
analysis.
The results showed that liquidity, solvency and activity had a positive and
significant effect on financial performance, liquidity and activity had a positive and
significant effect on corporate earnings, solvability had a negative and not significant
effect on earnings. Financial performance did not mediate the effect of liquidity, activity
on company profits, performance finance mediates on company profits. With the
magnitude of the coefficient of determination (Ajusted R Square) is 0.228%. This
means that 22.8% of the dependent variable, namely company value, can be explained
by the four independent variables, while the remaining 77.2% of the company's profits
are explained by variables or other causes outside the model.
Keywords: Liquidity, solvability, activity, financial performance, company profit.

PENDAHULUAN
Pada suatu periode akuntansi perusahaan atau sebagai dasar ukuran
perusahaan ada dua hasil dari laporan penilaian yang lain, seperti laba per
keuangan yaitu laba atau rugi yang lembar saham. Unsur – unsur yang
menyajikan informasi hasil usaha menjadi bagian pembentukan laba
perusahaan yang isinya terdiri dari adalah pendapatan dan biaya. Dengan
pendapatan usaha dan beban usaha mengelompokkan unsur – unsur
untuk satu periode akuntansi tertentu. pendapatan dan biaya akan dapat
Laba atau rugi sering di manfaatkan diperoleh hasil pengukuran laba yang
sebagai ukuran untuk menilai prestasi berbeda anatar lain : laba kotor, laba
2
operasional, laba sebelum pajak, dan rasio untuk mengukur kemampuan
laba bersih. perusahaan dalam membayar kewajiban
Keagenan (Agency Theory) jangka pendek atau utang yang segera
Persektif teori agensi merupakan jatuh tempo pada saat ditagih secara
dasar yang digunakan memahami isu keseluruhan. Jika hasil pengukuran
corporate governance dan earning rasio rasio rendah, dapat dikatakan
management. Agensi teori bahwa perusahaan kurang modal untuk
mengakibatkan hubungan yang asimetri membayar utang.. Rumus untuk
antara pemilik dan pengelola, untuk current ratio yang digunakan sebagi
menghindari terjadi hubungan yang berikut :
asimetri tersebut dibutuhkan suatu Current Asset
Current ratio = 𝐶𝑢𝑟𝑟𝑒𝑛𝑡 𝐿𝑖𝑎𝑏𝑖𝑡𝑖𝑒𝑠
konsep yaitu konsep Good Corporate
2. Cash ratio
Governance yang bertujuan untuk
Cash ratio merupakan alat yang
menjadikan perusahaan menjadi lebih
digunakan untuk mengukur seberapa
sehat.
besar uang kas yang tersedia untuk
Rasio Likuiditas
membayar utang. Semakin besar cash
Menurut Horne (2014), rasio
ratio, semakin besar juga kemampuan
likuiditas adalah rasio yang mengukur
perusahaan dalam membayar hutang
kemampuan perusahaan untuk
dengan uang kas yang tersedia. Rumus
memenuhi kewajiban jangka pendeknya.
untuk mencari cash ratio yang
Rasio likuiditas menunjukkan
digunakan sebagai berikut:
kemampuan perusahaan dalam Cash or cash equivalent
Cash ratio =
memenuhi kewajiban finansialnya yang 𝐶𝑢𝑟𝑟𝑒𝑛𝑡 𝐿𝑖𝑎𝑏𝑖𝑙𝑖𝑡𝑖𝑒𝑠

segera harus dibayar. Rasio Solvabilitas

Jenis rasio yang dapat digunakan Rasio solvabilitas atau leverage

untuk mengukur kemampuan rasio merupakan perbandingan antara hutang

likuiditas terhadap kinerja keuangan lancar dan hutang jangka panjang

yang mempengaruhi laba perusahaan, dengan jumlah seluruh aktiva. Kasmir

yaitu: (2011) menjelaskan bahwa rasio

1. Current Ratio solvabilitas atau leverage merupakan

Kasmir (2011), menyatakan bahwa rasio yang digunakan untuk mengukur

current ratio (rasio lancar) merupakan sejauh mana aktiva perusahaan


dibiayai dengan hutang. Artinya, beban
3
hutang yang ditanggung perusahaan kewajibannya. Semain tinggi nilai rasio
dibandingkan dengan aktiva ini, semakin tinggi juga modal yang
perusahaan dan mengukur kemampuan dijadikan jaminan hutang. Rumus untuk
perusahaan untuk membayar seluruh menurut Debt To Equity Ratio yang
kewajibannya, digunakan sebagai berikut :
Jenis rasio yang digunakan 𝑇𝑜𝑡𝑎𝑙 𝐷𝑒𝑏𝑡
Debt To Asset Ratio = 𝑇𝑜𝑡𝑎𝑙 𝐸𝑞𝑢𝑖𝑡𝑦
untuk mengukur kemampuan rasio
Rasio Activity
solvabilitas terhadap kinerja keuangan
Rasio activity adalah rasio
yang mempengaruhi laba perusahaan,
keuangan yang mengukur efektivitas
yaitu :
dan efisiensi perusahaan dalam
1. Long Term Debt To Equity Rasio
menggunakan aktiva dan pemanfaatan
Long Term Debt Ratio digunakan untuk
sumber daya perusahaan. Menurut
mengukur beberapa bagian dari setiap
Kasmir (2011) menyatakan bahwa
rupiah modal sendiri yang dijadikan
pemanfaatan aktiva oleh perusahaan
jaminan hutang jangka panjang dengan
dapat dianalisis dalam hubungannya
cara membandingkan antara hutang
dengan tingkat laba, yang dirumuskan
jangka panjang dengan modal sendiri
dengan berbagai aktiva yang dipakai
yang disediakan oleh perusahaan.
dalam memperoleh laba.
Semakin tinggi nilai rasio ini, semakin
Jenis rasio yang dapat digunakan
tinggi pula modal yang dijadikan
untuk mengukur kemampuan rasio
jaminan hutang jangka panjang.rumus
aktivitas terhadap kinerja keuangan
untuk mencari Long Term Debt To
yang mempengaruhi laba perusahan
Equality Ratio yang digunakan sebagai
yaitu :
berikut :
1. Fix Assets Turn Over
Long Term Debt To Equity Ratio
Fix assets turn over rasio digunakan
𝐿𝑜𝑛𝑔 𝑇𝑒𝑟𝑚 𝐷𝑒𝑏𝑡
= untuk mengukur beberapa kali dana
𝐸𝑞𝑢𝑖𝑡𝑦

2. Debt To Equity Ratio yang ditanamkan dalam aktiva tetap


Debt to equity ratio digunakan untuk berputar dalam satu periode. Rasio ini
menggambar perbandingan utang dan menunjukkan bagaimana perusahaan
ekuitas dalam pendanaan dan menggunakan aktiva tetapnya seperti,
menunjukkan kemampuan modal gedung, kendaraan, mesin – mesin dan
perusahaan tersebut memenuhi perlengkapan kantor. Semakin cepat
4
perputaran aktiva atau semakin tinggi Rasio Likuiditas Terhadap Kinerja
rasio maka akan semakin baik bagi Keuangan
perusahaan. rumus untuk mencari Fix Rasio likuiditas bertujuan untuk
Assets Turn Over yang digunakan mengukur kemampuan suatu
sebagai berikut : perusahaan dalam memenuhi
𝑆𝑎𝑙𝑒𝑠 kewajibannya jangka pendeknya atau
Fix Assets Turn Over = 𝑇𝑜𝑡𝑎𝑙 𝐹𝑖𝑥 𝐴𝑠𝑠𝑒𝑡𝑠
utang yang segera jatuh tempo pada saat
2. Receivable Turn Over
ditagih secara keseluruhan
Receivable Turn Over rasio digunakan
(Kasmir,2011). Apabila tingkat
untuk mengukur beberapa penagihan
likuiditas baik, perusahaan akan efektif
piutang selama satu periode atau
dalam meningkatkan kinerja
beberapa kali dana yang ditanam dalam
keuangannya dan para investor berminat
atau beberapa kali dana yang ditanam
untuk berinvestasi pada perusahaan.
dalam piutang ini pada satu periode.
Artinya perusahaan dapat memanfaat
Semakin tinggi rasio menunjukkan
kan aktiva lancarnya baik mungkin
bahwa modal kerja yang ditanamkan
untuk memenuhi kebutuhan perusahaan.
dalam piutang semakin rendah dan
Beberapa penelitian terdahulu tentang
tentunya kondisi ini bagi perusahaan
rasio likuiditas terhadap kinerja
semakin baik. Rumus mencari
keuangan telah banyak dilakukan.
Receivable turn over rasio yang
Menurut Dwi Putri Esthirahayu, dkk
digunakan sebagai berikut :
(2014) dalam penelitiannya menyatakan
Receivable turn over rasio =
𝑆𝑎𝑙𝑒𝑠
bahwa rasio likuiditas berpengaruh
𝐴𝑣𝑒𝑟𝑎𝑔𝑒 𝑅𝑒𝑐𝑒𝑖𝑣𝑎𝑏𝑙𝑒 secara signifikan terhadap kinerja
Kerangka Pemikiran keuangan dibuktikan dengan nilai sign
0,016 dan nilai t hitung 2,529.
Hasil ini memberikan informasi
bagi perusahaan bahwa peningkatan
likuiditas atau tinggi rendahnya nilai
likuiditas berpengaruh terhadap
perubahan peningkatan kinerja

Hipotesis Penelitian keuangan perusahaan. Penelitian yang


dilakukan oleh Heny dan Catur Fatchu

5
(2016) menunjukkan bahwa rasio menunjukkan bahwa rasio solvabilitas
likuiditas berpengaruh positif dan berpengaruh secara signifikan terhadap
signifikan terhadap kinerja keuangan. kinerja keuangan, di buktikan dengan
Hubungan yang positif antara likuiditas nilai sign 0,039 dan nilai t hitung 2,174.
dengan kinerja mempunyai arti bahwa Berdasarkan penelitian yang telah
kenaikan likuiditas akan diikuti oleh dilakukan sebagaimana diuraikan di atas,
kenaikan kinerja keuangan perusahaan. maka dirumuskan hipotesis kedua
Berdasarkan penelitian yang telah penelitian yaitu :
dilakukan sebagaimana diuraikan di atas, H2 : Ada pengaruh positif dan
maka dirumuskan hipotesis pertama signifikan dari rasio solvabilitas
penelitian yaitu : terhadap kinerja keuangan.
H1 : Ada pengaruh positif dan Rasio Activity Terhadap Kinerja
signifikan dari rasio likuiditas terhadap Keuangan
kinerja keuanga. Rasio activity berkaitan
Rasio Solvabilitas Terhadap Kinerja langsung dengan kemampuan
Keuangan perusahaan dalam memprediksi laba
Rasio solvabilitas berkaitan karena total aktiva dan penjualan
dengan kebijakan pendanaan yang merupakan komponen yang digunakan
mempengaruhi pencapaian laba yang dalam menghasilkan laba. Adanya
diperoleh perusahaan. Semakin tinggi kenaikan laba bersih perusahaan
solvabilitas menunjukkan semakin tentunya akan berpengaruh terhadap
besar kepercayaan dari pihak luar, hal kinerja keuangan perusahaan. Menurut
ini sangat memungkinkan Heny dan Catur Fatchu (2016) dalam
meningkatkan kinerja keuangan penelitiannya menyatakan bahwa rasio
perusahaan, karena dengan modal yang activity berpengaruh positif dan
besar maka kesempatan untuk meraih signifikan terhadap kinerja keuangan,
tingkat keuntungan juga besar dibuktikan dengan nilai sign 0,000 dan
(Kasmir,2011). Beberapa penelitian nilai t hitung 5,321.
terdahulu tentang rasio solvabilitas Berdasarkan penelitian yang telah
terhadap kinerja keuangan telah banyak dilakukan sebagaimana diuraikan di
dilakukan. Penelitian yang dilakukan atas, maka dirumuskan hipotesis ketiga
oleh Dwi Putri Esthirahayu, dkk (2014) penelitian yaitu :

6
H3 : Ada pengaruh positif dan Rasio Solvabilitas Terhadap Laba
signifikan dari rasio activity terhadap Perusahaan
kinerja keuangan. Rasio solvabilitas digunakan
Rasio Likuiditas Terhadap Laba untuk mengukur kemampuan
Perusahaan perusahaan untuk membayar seluruh
Rasio likuiditas menunjukkan kewajibannya, baik jangka pendek
kemampuan perusahaan dalam maupun jangka panjang apabila
membayar kewajiban jangka pendek perusahaan dibubarkan (dilikuidasi)
dengan aktiva lancar akan (Kasmir, 2011). Menurut Winarni
mempertimbangkan calon kreditur (2014) dalam penelitiannya menyatakan
dalam memberikan kredit jangka bahwa rasio solvabilitas berpengaruh
pendek kepada perusahaan. Apabila signifikan terhadap laba perusahaan,
hasil pengukuran rasio tinggi, belum dibuktikan dengan nilai sign 0,030 dan
tentu kondisi perusahaan baik, oleh nilai koefisien regresi beta sebesar -
karena itu rasio likuiditas dalam aktiva 0,125.
yang akan berubah menjadi kas dalam Hasil ini memberikan informasi
waktu satu tahun maka rasio likuiditas bagi perusahaan bahwa rasio
berpengaruh terhadap perubahan laba solvabilitas yang tinggi menunjukkan
untuk membayar kewajiban jangka kegiatan operasional perusahaan akan
pendek. Penelitian yang dilakukan oleh lancar dan penjualan akan meningkat
I Nyoman (2012) menunjukkan bahwa sehingga menghasilkan laba bagi
rasio likuiditas berpengaruh secara perusahaan, adanya efisiensi kinerja
signifikan terhadap laba perusahaan, dari perusahaan dalam mengoptimalkan
dibuktikan dengan nilai sign 0,000. modal sendiri untuk menjamin seluruh
Berdasarkan penelitian yang hutang perusahaan. Penelitian yang
telah dilakukan sebagaimana diuraikan dilakukan oleh I Nyoman (2012)
di atas, maka dirumuskan hipotesis menunjukkan bahwa rasio solvabilitas
keempat penelitian yaitu: berpengaruh secara signifikan terhadap
H4 : Ada pengaruh positif dan laba perusahaan, dibuktikan dengan
signifikan dari rasio likuiditas terhadap nilai sign 0,017.
laba. Berdasarkan penelitian yang
telah dilakukan sebagaimana diuraikan

7
di atas, maka dirumuskan hipotesis kinerja keuangan maka semakin baik
kelima penelitian yaitu : kondisi perusahaan karena dianggap
H5 : Ada pengaruh positif dan kemampuan perusahaan dalam
signifikan dari rasio solvabilitas mendapatkan laba cukup tinggi dan
terhadap laba. akan berpengaruh baik terhadap
Rasio Activity Terhadap Laba pertumbuhan laba, begitu sebaliknya
Perusahaan semakin rendah dengan rasio Gross
Rasio activity bertujuan untuk profit margin dan Net profit margin
mengukur kemampuan pemanfaatan maka semakin rendah juga kemampuan
aktiva oleh perusahaan dapat dianalisis perusahaan dalam mendapatkan laba
dalam hubungannya dengan tingkat (Nurvigia, 2010).
laba, yang dirumuskan dengan berbagai Hasil penelitian ini
aktiva yang dipakai dalam memperoleh menunjukkan ketidakmampuan Gross
laba (Kasmir, 2011). Penelitian yang profit margin mempengaruhi perubahan
dilakukan oleh I Nyoman (2012) laba, dikarenakan laba kotor yang
menunjukkan bahwa rasio activity dihasilkan tidak mampu menutupi
berpengaruh secara signifikan terhadap seluruh biaya operasional perusahaan
laba perusahaan, dibuktikan dengan sehingga mengakibatkan penurunan
nilai sign 0,000. terhadap laba yang diperoleh atau
Berdasarkan penelitian yang bahkan perusahaan mengalami
telah dilakukan sebagaimana diuraikan kerugian.
di atas, maka dirumuskan hipotesis Berdasarkan penelitian yang
keenam penelitian yaitu: telah dilakukan sebagaimana diuraikan
H6 : Ada pengaruh positif dan di atas, maka dirumuskan hipotesis
signifikan dari rasio activity terhadap ketujuh penelitian yaitu :
laba. H7 : Ada pengaruh positif dan
Kinerja Keuangan Terhadap Laba signifikan dari kinerja keuangan
Perusahaan terhadap laba
Kinerja keuangan diukur Kinerja Keuangan Memediasi
dengan rasio Gross profit margin dan Pengaruh Rasio Likuiditas Terhadap
Net profit margin terhadap laba Laba Perusahaan
perusahaan, dimana semakin tinggi

8
Kinerja keuangan sebagai dan signifikan terhadap nilai perusahaan
variabel intervening mempengaruhi melalui laba perusahaam, dibuktikan
hubungan antara pengaruh rasio dengan hasil pengujuan pengaruh tidak
likuiditas terhadap laba perusahaan. langsung 0,056 > 0,216 pengaruh
Kinerja keuangan dapat menentukan langsung. Hasil analisis ini
ukuran-ukuran tertentu yang dapat menunjukkan bahwa semakin tingggi
mengukur keberhasilan suatu laverage dapat meningkatkan nilai
perusahaan menghasilkan laba perusahaan sehingga menguntungkan
(Sutrisno, 2012). perusahan.
Berdasarkan penelitian yang Berdasarkan penelitian yang
telah dilakukan sebagaimana diuraikan telah dilakukan sebagaimana diuraikan
di atas, maka dirumuskan hipotesis di atas, maka dirumuskan hipotesis
kedelapan penelitian yaitu: kesembilan penelitian yaitu
H8 : Kinerja keuangan memediasi H9 : Kinerja keuangan memediasi
pengaruh rasio likuiditas terhadap laba. pengaruh rasio solvabilitas terhadap
Kinerja Keuangan Memediasi laba.
Pengaruh Rasio solvabilitas Kinerja Keuangan Memediasi
Terhadap Laba Perusahaan Pengaruh Rasio Activity Terhadap
Kinerja keuangan sebagai hasil Laba Perusahaan
atau prestasi yang telah di capai Kinerja keuangan menunjukkan
menajemen perusahaan dalam kemampuan perusahaan dalam
mengelola asset perusahaan secara mengelola dan mengendalikan sumber
efektif selama periode tertentu. Kinerja daya yang tersedia pada perusahaan
keuangan sangat dibutuhkan oleh (Ikatan Akuntan Indonesia, 2012).
perusahaan untuk mnegetahui dan Penelitian yang dilakukan oleh Ayu
mengevaluasi tingkat keberhasilan (2016) menyatakan bahwa tidak
perusahaan berdasrakan aktivitas terdapat pengaruh laba usaha,
keuangan yang telah dilaksanakan dibuktikan dengan nilai signifikansi
(Rudianto, 2013). untuk variable perputaran piutang
Penelitian yang dilakukan oleh sebesar 0,003 < 0,05, tetapi nilai
Yudha dan Ni Luh (2013) menyatakan signifikansi untuk aba usaha sebesar
bahwa solvabilitas berpengaruh positif 0,232 < 0,05 dan berdasarkan diagram

9
jalur diketahui bahwa perputaran perusahaan property dan real estate go
piutang dapat berpengaruh secara publik yang terdaftar di Bursa Efek
langsung terhadap likuiditas karena Indonesia pada tahun 2013 – 2017, yang
hasil hubungan dari perputaran piutang terdiri dari 61 perusahaan. Dari populas
terhadap likuiditas signifikan dengan yang ada nantinya akan diambil
koefisien jalur negatif dan perputaran sejumlah sampel untuk pergunakan
piutang tidak dapat berpengaruh dalam penelitian yaitu 20 perusahaan.
terhadap likuiditas melalui laba usaha. Sample
Sampel adalah bagian atau
Berdasarkan penelitian yang jumlah dan karakteristik yang dimiliki
telah dilakukan sebagaimana diuraikan oleh populasi tersebut. Bila populasi
di atas, maka dirumuskan hipotesis besar, maka peneliti tidak mngkin
kesepuluh penelitian yaitu: mempelajari semua yang ada pada
H10 : Kinerja keuangan memediasi populasi, missal karena keterbatasan
pengaruh rasio activity terhadap laba. dana, tenaga, dan waktu, maka peneliti
METODE PENELITIAN mengambil sampel dari populasi itu.
Populasi Sample populasi harus betul – betul
Populasi adalah keseluruhan reresentatif (Sugiyono, 2011).
subyek penelitian. Apabila seseorang Sampel yang diambil dalam
ingin meneliti semua elemen yang ada penelitian ini adalah perusahaan
dalam wilayah penelitian, maka property dan real estate yang terdaftar
penelitiannya merupakan populasi atau di Bursa Efek Indonesia pada tahun
studi populasi atau studi sensus 2013 – 2017 yang terdiri dari 20
(Sabar,2007). Sedangkan menurut perusahaan, masing – masing
Sugiyono (2011), menyatakan populasi perusahaan akan di ambil sebanyak 5
adalah wilayah generalisasi yang terdiri sampel yaitu sampel tahun
atas : obyek/subyek yang mempunyai 2013,2014,2015,2016 dan 2017.
kualitas dan karakteristik tertentu yang Jenis Data
ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari Dalam penelitian ini jenis data
dan kemudian ditarik kesimpulannya. yang digunakan adalah data sekunder.
Berdasarkan pengertian diatas, populasi Data sekunder adalah data yang
dalam penelitian ini adalah semua mengacu pada informasi yang

10
dikumpulkan dari sumber yang telah periode 2013-2017. Metode yang
ada. Sumber data sekunder adalah digunakan adalah dengan menggunakan
catatan atau dokumentasi perusahaan, metode analisis regresi berganda.
publikasi pemerintah, analisis industri Metode ini digunkan untuk menguji
oleh media, situs Web, internet dan hubungan antar satu variabel bebeas.
seterusnya (Uma Sekaran, 2011). Data Rgresi pada peelitian ini bisa dituliskan
sekunder ini merupakan data yang sebagai berikut :
sifatnya mendukung keperluan data Y1 = β1X1+β2+X2+β3X3+e1 (1)
primer seperti buku – buku, literatur dan Y2 = β1X1+β2X2+β3X3+β4Y1+e2 (2)
bacaan yang berkaitan dengan
Keterangan :
pelaksanaan pengawasan kredit pada
Y1 : Kinerja Keuangan
suatu bank (Sugiono, 2008).
Y2 : Laba Perusahaan
Sumber Data
X1 : Variabel Likuiditas
Seluruh data bersumber dari
X2 : Varabel Solvabilitas
laporan keuangan auditan perusahaan
X3 : Variabel Activity
Property dan Real Estate tahun 2013
β1,β2,β3,β4 : Koefisien regresi variabel
sampai dengan tahun 2017 yang telah
bebas
dipublikasikan secara lengkap di BEI.
e : Error term
Sumber data dalam penelitian ini adalah
HASIL DAN PEMBAHASAN
laporan keuangan yang berasal dari
Anaslis Deskriptif
Indonesia Stock Exchange (IDX) dan
Analisis deskriptif statistik dilakukan
Indonesian Capital Market Directory
untuk membahas analisis deskriptif
(ICMD) tahun 2013 – 2017.
adalah nilai rata - rata, nilai maksimum
Metode Pengumpulan Data
daimna nilai minimum dari masing -
Metode yang digunakan dalam
masing variabel.
penelitian ini yang mengumpulkan data
UJI ASUMSI KLASIK
keuangan dari perusahaan property
Uji normalitas bertujuan untuk
dengan menggunakan motode
menguji apakah dalam model regresi,
dokumentasi. Laporan keuangan yang
dikumpulkan untuk sampel yang variabel terikat dan variabel bebas
diperoleh dari www.idx.co.id pada
keduanya mempunyai distribusi normal
perusahaan property dan real eatate
ataukah tidak. Model regresi yang baik
11
adalah memiliki distribusi normal Sig Residual > 0,05 maka variabel
terdestribusi normal.
(Ghozali, 2011).
Uji Multikoloniearitas
Uji multikolonieritas bertujuan
menguji apakah model regresi
ditemukan adanya korelasi antar satu
atau lebih semua variabel bebas
(independen). Model regresi yang baik
sebaiknya tidak terjadi multikolonieritas
Test distribution is Normal.
yang dapat dilihat dari Variace Inflactor
Sumber : Data primer yang diolah, 2019
Faktor (VIF) yang kurang dari 10 dan
nilai tolerance lebih dari 0,10.

Dependent Variable: Kinerja keuangan Sumber :


Test distribution is Normal. Data primer yang diolah dengan SPSS, 2019
Sumber : Data primer yang diolah, 2019 Berdasarkan tabel 4.11, maka
Nilai Asymp. Sig (2-tailed) pada dapat diketahui bahwa variabel
tabel 4.9 dan 4.10 untuk regresi 1 penelitian, yaitu rasio likuiditas
adalah 0,189 sedangkan regresi ke 2 (X1),solvabilitas X2), activity (X3),
adalah 0,101 ini menunjukkan bahwa kinerja keuangan (Y1) memiliki niali
residual pada regresi 1 dan regresi ke 2 Variance Inflactor Faktor (VIF) yang
berdistribusi normal. Dasar kurang dari 10 dan nilai tolerance lebih
pengambilan keputusan menurut dari 0,10 sehingga tidak terjadi
Ghozali (2011) adalah dibawah 0,05. multikolonieritas.
Dengan pendekatan uji Kolmogorov-
Smirnov Test. Jika Asymp, Sig
Residual < 0,05 maka variabel tidak
berdistribusi normal, tetapi jika Asymp,

12
Gambar 4.1
Uji Heteroskedastisitas Step 1

Dependent Variable: Laba perusahaan Sumber :


Data primer yang diolah dengan SPSS, 2019
Berdasarkan tabel 4.12, maka
dapat diketahui bahwa variabel
penelitian, yaitu Likuiditas X1),
Solvabilitas (X2), activity (X3), dan
Kinerja keuangan (Y1) terhadap laba
perusahaan (Y2) memiliki nilai
Variance Inflactor Faktor (VIF) yang
kurang dari 10 dan nilai tolerance lebih
dari 0,10 sehingga tidak terjadi
Berdasarkan grafik 4.1 dan 4.2 ,
multikolonieritas.
maka dapat diketahui bahwa titik-titik
menyebar secara acak serta tersebar
Uji heteroskedatisitas bertujuan
baik di atas maupun di bawah angka 0
menguji apakah dalam model regresi
pada sumbu Y. Hal ini disimpulkan
terjadi ketidaksamaan variance dari
bahwa tidak terjadi hetereskedasitas
residual satu pengamatan ke
pada kedua model regresi tersebut.
pengamatan ke pengamatan yang lain.
Jika variance dari residual satu Analisis Regresi Linear Bertahap
Analisi regresi liniear bertahap
pengamatan ke pengamatan yang lain
digunakan unguk menguji adanya
tetap, maka disebut homoskedastisitas
variabel mediasi antara variabel
dan jika berbeda disebut
independen dan variabel dependen
heteroskodesitas. Model regresi yang
(Ghozali, 2016). Analisis ini dilakukan
baik adalah yang homoskedastisitas atau
dengan 2 tahap atau Two Stage Least
tidak terjadi heteroskedatisitas.
Square (2SLS) yang terdiri dari 2 model
dimana memiliki 2 model

13
negatif, hal ini dapat berarti apabila
variabel tersebut mengalami penurunan
,maka akan terjadi peningkatan Laba
Perusahaan. Sementara variabel
likuiditas, solvabilitas dan activity
memiliki regresi bertanda positif,
Berdasarkan tabel 4.13 Di atas dan sehingga apabila ketiga variabel
dengan menggunakan Standardized tersebut mengalami peningkatan, maka
Coefficentts dapat di buat persamaan akan terjadi peningkatan Laba
regresi, yaitu : Perusahaan.
Y1 = 0,149 X1 + 0,046 X2 +0,234 X3 Uji T
Analisis :Variabel likuiditas, Uji t kelayakan model digunakan
solvabilitas dan activity memiliki untuk menilai ketepatan fungsi regresi
koefisien regresi bertanda positif, hal ini sampel dalam menaksir nilai aktual baik
dapat berarti apabila solvabilitas dan secara persial (Uji t) (Ghozali, 2016).
activity mengalami peningkatan, maka
akan terjadi peningkatan kinerja
keuangan

Berdasarkan tabel 4.15 di atas,


maka dilakukan pengujian hipotesis
pertama (H1) sampai dengan hipotesis
Tabel 4.14 Menunjukkan hasil (H3).
regression Step 2, maka berdasarkan Pengujian Hipotesis Pertama (H1)
Standardized Coefficients dapat dibuat Variabel Likuiditas memiliki
persamaan regresi yaitu : nilai t hitung sebesar 1.295 > t tabel
Y2 = 0,184 X1 – 0,085 X2 + 0,42 X3 + 1,994 dan tingkat t hitung 0,199 > α
0,143 dengan one tail = 0,05 dan bertanda
Analisis : Variabel rasio solvabilitas positif, dengan demikian dapat
memiliki koefisien regresi bertanda dikatakan bahwa likuiditas berpengaruh
14
positif dan signifikan terhadap Kinerja solvabilitas berpengaruh positif dan
Keuangan (Y1). signifikan terhadap kinerja keuangan
Maknya adalah apabila likuiditas dapat diterima.
mengalami peningkatan, kinerja Pengujian Hipotesis Ketiga (H3)
keuangan pada perusahaan property dan Variabel activity memiliki nilai t
real estate akan terjadi peningkatan. hitung sebesar 2,430 > t tabel 1,994 dan
Likuiditas memberi pengaruh positif tingkat signifikasinya t hitung 0,17 > α
terhadap kinerja keuangan sebesar dengan one tail = 0,05 dan bertanda
0,116. positif, dengan demikian dapat
Kesimpulan hipotesis pertama (H1) dikatakan bahwa activity berpengaruh
yang menyatakan bahwa rasio likuiditas positif dan signifikan terhadap Kinerja
berpengaruh positif dan signifikan Keuangan (Y1).
terhadap kinerja keuangan dapat Maknya adalah apabila activity
diterima. mengalami peningkatan, maka akan
Pengujian Hipotesis Kedua (H2) terjadi peningkatan kinerja keuangan.
Variabel solvabilitas memiliki Activity memberikan pengaruh positif
nilai t hitung sebesar 2,258 > t tabel terhadap kinerja keuangan sebesar
1,994 dan tingkat signifikasinya t hitung 0.271.
0,026 > α dengan one tail = 0,05 dan Kesimpulan hipotesis ketiga (H3)
bertanda positif, dengan demikian dapat yang menyatakan bahwa rasio activity
dikatakan bahwa solvabilitas positif dan berpengaruh positif dan signifikan
signifikan terhadap Kinerja Keuangan terhadap kinerja keuangan dapat
(Y1). diterima.
Maknya adalah apabila
solvabilitas mengalami peningkatan,
kinerja keuangan pada perusahaan
property dan real estate akan terjadi
peningkatan. Solvabilitas memberi
pengaruh positif terhadap kinerja
keuangan sebesar 0,251.
Kesimpulan hipotesis kedua (H2)
yang menyatakan bahwa rasio Berdasarkan tabel 4.16 di atas,
maka dapat dilakukan pengujian
15
hipotesis keempat (H4) sampai dengan pengaruh negatif terhadap laba
hipotesis ketujuh (H7). perusahaan sebesar -0,025.
Pengujian Hipotesis Keempat (H4) Kesimpulannya hipotesis ke lima
Variabel likuiditas memiliki nilai t (H5) yang menyatakan bahwa rasio
hitung sebesar 2,108 > table 1,994 dan solvabilitas berpengaruh negatif dan
tingkat signifikasi t hitung 0,38 > α tidak signifikan terhadap laba
dengan one tail = 0,05 dan bertanda perusahaan ditolak.
positif, dengan demikian dapat Penguji Hipotesis Keenam (H6)
dikatakan bahwa likuiditas berpengaruh Variabel activity memiliki nilai t
positif dan signifikan terhadap Laba hitung sebesar 2,170 > t tabel 1,994 dan
Perusahaan (Y2). signifikan t hitung 0,033 > α dengan
Maknanya adalah apabila likuiditas one tail = 0,05 bertanda positif, dengan
mengalami peningkatan, maka akan demikian dapat dikatakan bahwa
terjadi peningkatan laba perusahaan. activity berpengaruh positif dan
Likuiditas memberikan pengaruh positif signifikan terhadap laba perusahaan
terhadap laba perusahaan sebesar 0,189. (Y2).
Kesimpulan hipotesis keempat (H4) Maknanya adalah apabila
yang menyatakan bahwa rasio likuiditas activity mangalami peningkatan, laba
berpengaruh positif dan signifikan maka akan terjadi peningkatan terhadap
terhadap laba perusahaan diterima. laba perusahaan, activity memberikan
Penguji Hipotesis Kelima (H5) pengaruh positif terhadap laba
Variabel solvabilitas memiliki nilai perusahaan sebesar 0,246.
t hitung sebesar -0,221 > α dengan one Kesimpulan hipotesis keenam
tail = 0,05 dan bertanda positif, dengan (H6) yang menyatakan bahwa activity
demikian dapat dikatakan bahwa berpengaruh positif dan signifikan
solvabilitas berpengaruh negatif dan terhadap laba perusahaan diterima.
tidak signifikan terhadap lab perusahaan Penguji Hipotesis Ketujuh (H7)
(Y2). Variabel kinerja keuangan
Maknanya adalah apabila memiliki nilai t hitung sebesar 3,003 >
salvabilitas mengalami penurunan, tabel 1,994 dan tingkat signifikasi t
maka akan terjadi peningkatan laba hitung 0,003 < α one tail = 0,05 dan
perusahaan. Solvabilitas memberikan bertanda positif, dengan demikian

16
dapat dikatakan bahwa kinerja laba perusahaan sebesar 0,247 atau
keuangan berpengaruh positif dan 24,7% sedangkan sisanya sebesar 75,3%
signifikan terhadap laba perusahaan dipengaruhi oleh variabel – variabel lain
(Y2). di luar model.
Maknanya adalah apabila kinerja DAFTAR PUSTAKA
keuangan mengalami peningkatan, Andayani, Mery dan Lilis Ardini, 2016.
maka akan terjadi peningkatan terhadap Analisi Rasio Likuiditas Dan
laba perusahaan, activity memberikan Rasio Profitabilitas Terhadap
pengaruh positif terhadap laba Perubahan Laba, Jurnal Ilmu
perusahaan sebesar 0,303. dan Riset Akuntansi.
Kesimpulannya hipotesis ketujuh Ayu, Eka Ratna Sari, 2016. Pengaruh
(H7) yang menyatakan bahwa kinerja Rasio Aktivitas Terhadap
keuangan berpengaruh positif dan Likuiditas Dengan Laba Usaha
signifkan terhadap laba perusahaan Sebagai Variabel Intervening,
diterima. Jurnal Ekonomi dan Bisnis.
Koefisien Determinasi (R Square) Bastian, Indra, 2011. Akuntansi Sektor
Publik di Indonesia, Edisi
Pertama. Yogyakarta : BPFE.
Belkaoui, Ahmed Rihai, 2010.
Accounting Theory, Edisi

Adjusted R2 regression step 1 keempat. Jakarta : Salemba

sebesar 0,228 yang artinya variasi Empat.

kinerja keuangan sebesar 0,228 atau Estirahayu, Dwi Putri, Sigi Ragil

22,8% sedangkan sisanya sebesar 77,2% Handayani dan Raden Rustam

dipengaruhi oleh variabel – variabel lain Hidayat, 2014. Pengaruh Rasio

di luar model. Likuiditas, Rasio Leverage Dan


Rasio Aktivitas Terhadap
Kinerja Keuangan Perusahaan,
Jurnal Administrasi Bisnis, Vol
8 No. 1, p1-9.
Eugene F Brigham and Joel F. Houston,
Adjusted R2 regression step 2
2012. Dasar – Dasar
sebesar 0,247 yang artinya variabel
17
Manajemen Keuangan, Edisi 10 Ikatan Akuntan Indonesia, 2012.
Buku 1, Jakarta : Salemba Standar Akuntansi Keuangan
Empat. PSAK, Edisi Pertama, Cetakan
Fahmi, Irham, 2011. Analisa Laporan Keempat. Jakarta : Salemba
Keuangan. Bandung : Alfabeta. Empat.
Ghozali, Imam, 2016. Aplikasi Analisis Ikatan Akuntansi Indonesia, 2012.
Multivariate dengan Program Standar Akuntansi Keuangan. Jakarta :
IBM SPSS 19, Edisi kelima. Salemba Empat.
Semarang : Badan Penerbit James C, Van Horne dan John M.
Universitas Diponegoro. Wachowics, 2014, Prinsip-
Gujarati, D.N., 2012. Dasar-dasar prinsip Manajemen Keuangan.
Ekometrika, Buku 2, Edisi 5. Edisi kedua belas. Jakarta :
Jakarta : Salemba Empat. Salemba Empat.
Gunawan, Ade dan Sri Fitri Wahyuni, Jumingan, 2010. Analisis Laporan
2013. Pengaruh Rasio Keuangan Keuangan, Cetakan Pertama.
Terhadap Pertumbuhan Laba Jakarta : PT Bumi Aksara.
Pada Perusahaan Perdagangan Kasmir, 2011. Analisis Laporan
Di Indonesia, Jurnal Manajemen Keuangan, Jakarta : Raja
dan Bisnis, Vol 13 No.01. Grafindo Persada.
Harahap, S.S, 2011. Analisis Kritis Atas Kusuma Adnyana Mahaputra, I
Laporan Keuangan, Edisi Nyoman, 2012. Pengaruh Rasio
Pertama Cetakan Keenam, - Rasio Keuangan Terhadap
Jakarta : PT Raja Grafindo Pertumbuhan Laba Pada
Persada. Perusahaan Manufaktur Yang
Harnanto, 2011. Akuntansi Keuangan Terdaftar Di BEI, Jurnal
Menengah. Yogyakarta : BPFE. Akuntansi dan Bisnis
Hatch, E. dan Farhady H., 2011. Universitas Mahasaraswati
Research Design dan Statistic Denpasar, Vol 7 No. 2.
for Applied Linguistics. Teheran : Mulyadi, 2011. Akuntansi Keuangan
Rahnama Publications. dan Manajemen. Yogyakarta :
BPFE

18
Munawir S., 2012. Analisis Informatika Indonesia, Skripsi Universitas
Keuangan. Yogyakarta : Liberty. Negeri Yogyakarta.
Nevada, Erick, 2016. Analisis Rudianto, 2013. Akuntansi Manajemen
Pengaruh Average, Likuiditas Informatika untuk Pengambilan
Dan Aktivitas Terhadap Keputusan Strategis. Jakarta :
Profitabilitas Serta Implikasinya Erlangga.
Pada Nilai Perusahaan, Tidak Samitra, Krishnan, 2015. Pengaruh
Dipublikasikan. Skripsi FE Rasio Keuangan Terhadap
Universitas Islam Negeri Syarif Kinerja Keuangan Pada
Hidayahtullah Jakarta. Perbankkan Yang Terdaftar Di
Nurmalasari, Tika, 2013. Analisis Bursa Efek Indonesia. Tidak
Pengaruh Rasio Keuangan Dipublikasikan, Skripsi FE
Terhadap Perubahan Pada Universitas UIN Maulana Malik
Perusahaan Manufaktur Yang Ibrahim Malang.
Terdaftar Di Bursa Efek Saputro, Dian Arifin Danu, 2011.
Indonesia (BEI). Jurnal Pengaruh Rasio Keuangan
Ekonomi dan Bisnis Universitas Terhadap Perubahan Laba
Gunadarma. Perusahaan Manufaktur Yang
Oktanto, Danny dan Muhammad Terdaftar Di Bursa Efek
Nuryanto, 2014. Pengaruh Rasio Indonesia, Tidak Dipublikasikan.
Keuangan Terhadap Laba Pada Skripsi FE Univeristas Negeri
Perusahaan Manufaktur Yang Yogyakarta.
Terdaftar Di Bursa Efek Sarwono, Jonathan, 2011. Rumus-
Indonesia (BEI) Tahun 2008- Rumus Populer dalam SPSS 22
2011, Jurnal Ekonomi dan untuk Riset Skripsi . Yogyakarta :
Bisnis, Vol.1 No.1. CV Andi Offset.
Putri, Nurvigia Dwi Prabowo, 2010. Siallagan, Henny Annita dan Catur
Pengaruh Rasio Keuangan Fathu Ukhriyawati, 2016.
terhadap Perubahan Laba pada Pengaruh Likuiditas,
Perusahaan Otomotif yang Solvabilitas, Dan Aktivitas
Terdaftar di Bursa Efek Terthadap Kinerja Keuangan
Pada Perusahaan Rokok Yang

19
Terdaftar Di Bursa Efek Syari, Dina Wahroh Kartika dan
Indonesia Tahun 2010-2014, Suherman, 2014. Pengaruh
Jurnal Ekonomi dan Manajemen Likuiditas Dan Laverage
Universitas Riau Kepulauan Terhadap Kinerja Keuangan
Batam. Perusahaan Rokok Di Bursa
Sefiana, Warsono, 2009. Analisis Efek Indonesia, Jurnal Ilmu dan
Pengaruh Aktivitas, Solvabilitas Riset Manajemen, Vol. 3 No. 3
dan Likuiditas Terhadap Warsono, M. M,. 2013. Manajemen
Profitabilitas Pada Perusahaan Keuangan Perusahaan, Jilid Satu,
Property dan Real Estate Yang Edisi Tiga, Cetakan Pertama.
Terdaftar Di Bursa Efek Malang : Bayumedia Publising.
Indonesia Tidak Dipublikasikan, Wibowo, Hendra Agus Salim, 2011.
Skripsi FE Universitas Lampung Analisis Rasio Keuangan Dalam
Bandar Lampung. Memprediksi Perubahan Laba
Sugiono, 2011. Metode Penelitian Pada Perusahaan Real Estate dan
Administrasi. Bandung :Alfaveta. Property di Bursa Efek
Sutrisno, 2012. Manajemen Keuangan Indonesia.
Teori, Konsep dan Aplikasi. Winarni, 2014. Pengaruh Rasio
Yogyakarta : Ekonisia. Likuiditas, Rasio Solvabilitas,
Suwardjono, 2010. Teori Akuntansi Rasio Aktivitas Terhadap Laba
Perekayasaan Pelaporan Studi Pada Perusahaan
Keuangan. Yogyakarta : BPFE. Manufaktur Yang Tercatat Di
Syamsudin, Lukman, 2011. Manajemen Bursa Efek Indonesia Pada
Keuangan Perusahaan. Jakarta : Tahun 2011-2013, Jurnal
PT.Raja Grofindo Persada. Ekonomi dan Bisnis Universitas
Syamsudin dan Ceky Primayuta, 2011. Dian Nuswantoro Semarang.
Rasio Keuangan dan Prediksi
Perubahan Laba Perusahaan
Manufaktur yang terdaftar di
Bursa Efek
Indonesia, Jurnal Manjemen dan
Bisnis, Vol. 13, No.1.

20