Anda di halaman 1dari 21

Jurnal Ilmiah “DUNIA ILMU” Vol.1 No.

2 April 2015

ANALISA RASIO LIKUIDITAS, RASIO RENTABILITAS, RASIO


SOLVABILITAS PADA KINERJA KEUANGAN PT. BANK
SUMUT CABANG PIRNGADI MEDAN

Oleh : Muhammad Albahi. SE.,M.Si

ABSTRAK

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi rasio likuiditas, rasio rentabilitas
dan rasio solvabilitas pada kinerja keuangan PT Bank Sumut Cabang Pirngadi
Medan dari tahun 2013sampai dengan tahun 2014, yaitu dengan menggunakan
analisis keuangan berdasarkan rasio likuiditas, rasio rentabilitas dan rasio
solvabilitas.
Analisis rasio likuiditas merupakan alat analisis laporan keuangan yang digunakan
untuk mengukur kemampuan perusahaan memenuhi kewajiban jangka pendeknya.
Dalam hal ini, rasio yang digunakan untuk mengukur tingkat likuiditasnya adalah
current ratio dan quick ratio. Pada tahun 2013 nilai Current Ratio sebesar 0,45 dan
tahun 2014 sebesar 0,34. Dalam hal ini current ratio mengalami penurunan yang
signifikan sebesar 0,11. Berdasarkan data tersebut kemampuan perusahaan untuk
melunasi hutangnya cukup kecil karena masih dibawah 1. Lalu, pada quick ratio
pada tahun 2013sebesar 0,45 dan tahun 2014 sebesar 0,34. Setelah dianalisis rasio
likuiditas ini mengalami penurunan.
Analisis rasio rentabilitas digunakan perusahaan untuk mengukur penilaian
terhadap kondisi dan kemampuan bank untuk mendukung kegiatan operasional
dan permodalannya. Rasio yang digunakan untuk mengukur tingkat rentabilitas
adalah ROA dan ROI. Pada tahun 2013nilai ROA sebesar 7,31% dan pada tahun
2014 sebesar 9,49%. Lalu nilai ROI pada tahun 2013sebesar 7,31% dan tahun
2014 sebesar 7,66%. Dari hasil tersebut, dapat dianalisis bahwa nilai rentabilitas
perusahaan mengalami kenaikan.
Sedangkan analisis rasio solvabilitas digunakan untuk mengukur sampai seberapa
jauh aktiva perusahaan dibiayai dengan hutang. Rasio yang digunakan untuk
mengukur tingkat solvabilitasnya adalah Capital Adequacy Ratio 3 dan Primary
Ratio. Nilai CAR3 pada tahun 2013sebesar 7,5% dan tahun 2014 sebesar 7,7%.
Dalam hal ini nilai CAR mengalami penaikan sebesar 0,2%. Lalu pada Primary
Ratio pada tahun 2013sebesar 7,31% dan pada tahun 2014 sebesar 7,66%.
Meskipun nilai ketentuan dari Bank Indonesia dianggap sehat minimal 8%,
namun nilai solvabilitas perusahaan tersebut mengalami penaikan yang cukup
pesat.
Berdasarkan hasil analisis dan evaluasi terhadap laporan keuangan perusahaan
diperoleh tingkat likuiditas mengalami penurunan sedangkan rentabilitas dan
solvabilitas mengalami peningkatan pada tahun 2013 sampai dengan 2014.

Kata kunci: Rasio Likuiditas, Rentabilitas dan Solvabilitas

1
Jurnal Ilmiah “DUNIA ILMU” Vol.1 No.2 April 2015

PENDAHULUAN solvabilitas. Ketiga aspek tersebut


dianggap dapat mewakili kebutuhan
A. Latar Belakang Masalah pengguna laporan keuangan. Dari
Secara umum tujuan analisis yang dilakukan terhadap
perusahaan adalah mendapatkan laba laporan keuangan dapat diketahui
atau profit dan tujuan panjangnya prestasi dan kelemahan yang dimiliki
adalah kelangsungan hidup perusahaan sehingga pihak-pihak
perusahaan, yaitu perusahaan akan yang berkepentingan dapat
bisa bertahan hidup dan berkembang menggunakannya sebagai bahan
apabila perusahaan tersebut mampu pertimbangan dalam pengambilan
menghasilkan laba sesuai target dan keputusan.
tidak mengalami kerugian yang terus Berdasarkan uraian diatas,
menerus. Apabila suatu perusahaan penulis tertarik ubtuk mengangkat
ingin berhasil sesuai tujuan yang dan membahas skripsi dengan judul
telah direncanakan, maka harus “Analisa Rasio Likuiditas,
tersedia dana yang cukup untuk
Rentabilitas, dan Rasio Solvabilitas
membelanjai seluruh kegiatan sehari-
pada Kinerja Keuangan PT Bank
hari serta dapat membiayai
Sumut Cab. Pirngadi Medan”.
pengembangan (ekspansi) yang
direncanakan perusahaan, serta dapat
B. Identifikasi Masalah
menyelesaikan kewajibannya. Hal yang sangat penting
Pada dasarnya penilaian sebelum melakukan penelitian adalah
kinerja keuangan yang dilakukan PT mengidentifikasi permasalahan yang
Bank Sumut bertujuan untuk akan diteliti. Adapun identifikasi dari
mengevaluasi kinerja keuangan pada permasalahan dalam penelitian ini,
masa yang lalu, dengan melakukan yaitu:
berbagai analisis, sehingga diperoleh 1. Bagaimana penilaian rasio
posisi keuangan perusahaan yang likuiditas, rentabilitas, dan
mewakili realitas perusahaan dan rasio solvabilitas pada kinerja
potensi kinerja yang akan berlanjut. keuangan Bank Sumut ?
Aspek-aspek yang dinilai 2. Apakah rasio-rasio likuiditas,
dalam rasio keuangan bank meliputi rentabilitas, solvabilitas
aspek-aspek permodalan, kualitas perusahaan mengalami
aktiva produktif, likuiditas, peningkatan atau penurunan
rentabilitas, solvabilitas, dan selama tahun 2013 sampai
kepatuhan. Aspek-aspek tersebut dengan tahun 2014 ?
saling terkait dan saling
mempengaruhi satu dengan yang
C. Perumusan Masalah
lainnya. Namun, karena keterbatasan Berdasarkan penelitian
penulis maka yang dibahas dalam pendahuluan yang dilakukan penulis
skripsi ini hanya menyangkut aspek di Bank Sumut Cabang Pirngadi
likuiditas, rentabilitas, dan aspek Medan, maka masalah yang

1
dianalisis adalah : “Bagaimana kinerja keuangan perusahaan, maka
penilaian rasio likuiditas, rentabilitas, laporan keuangan perlu disusun
dan solvabilitas pada kinerja untuk dianalisis. Hasil dari analisis
keuangan PT. Bank Sumut Cabang akan memberikan informasi yang
Pirngadi Medan tahun 2013 sampai dibutuhkan oleh pihak – pihak yang
dengan 2014? berkepentingan perusahaan.
1. Defenisi Rasio Keuangan
D. Tujuan Penelitian Berikut ini adalah beberapa
Adapun manfaat penelitian di defenisi rasio keuangan :
PT Bank Sumut Cabang Pirngadi 1. Menurut Jumingan (2006: 242)
Medan dengan tujuan untuk “Analisis rasio keuangan
mengetahui bagaimana perubahan merupakan analisis dengan jalan
atau perkembangan kinerja keuangan membandingkan satu pos dengan
perusahaan berdasarkan rasio pos laporan keuangan lainnya
likuidaitas, rentabilitas, dan baik secara individu maupun
solvabilitas dari tahun 2013sampai bersama-sama guna mengetahui
dengan 2014. hubungan di antara pos tertentu,
baik dalam neraca maupun
E. Hipotesis laporan laba rugi.”
Menurut Muhammad Teguh 2. Menurut Kasmir (2014: 104)
(2008: 64),“Hipotesis merupakan “Rasio keuangan merupakan
pendapat, jawaban atau dugaan kegiatan membandingkan angka -
sifatnya sementara dari suatu angka yang adadalam laporan
persoalan yang diajukan dan keuangan dengan cara membagi
kebenarannya masih perlu dibuktikan satu angka dangan angka yang
lebih lanjut.” lainnya.”
Berdasarkan perumusan
masalah yang telah dikemukakan 2. Tujuan Analisis Rasio
sebelumnya, maka dapat dibuat Analisis rasio sebagai salah satu
jawaban sementara bahwa “rasio cara untuk mendapat gambaran
likuiditas, rentabilitas, solvabilitas keuangan suatu perusahaan, dengan
pada kinerja keuangan PT Bank melihat kinerja perusahaan terhadap
Sumut Cabang Pirngadi Medan pihak – pihak yang berkepentingan
mengalami peningkatan” pada perusahaan bertujuan untuk :
1. Memberikan gambaran kinerja
keuangan perusahaan kepada
TINJAUAN PUSTAKA pihak yang berkepentingan
A. Analisis Rasio Keuangan terhadap perusahaan.
Pada suatu perusahaan, melihat 2. Untuk memeriksa tingkat
laporan keuangan saja belum cukup kesehatan suatu perusahaan.
untuk informasi yang lebih terperinci
mengenai kondisi keuangan serta
3. Jenis – Jenis Rasio Keuangan 𝑊𝐶𝑇𝐴𝑅
Menurut Jumingan (2006: Kas + Surat Berharga + Piutang
= x100%
243), “Rasio keuangan dapat dibagi Total Aktiva
menjadi 5 aspek : aspek
permodalan, aspek likuiditas, aspek
rentabilitas aspek risiko usaha dan Rasio Rentabilitas
efisiensi usaha.”
Menurut Rivai, dkk (2007:
Berikut penjelasan mengenai 616), “Rasio rentabilitas merupakan
rasio-rasio tersebut : penilaian terhadap kondisi dan
kemampuan bank untuk mendukung
Rasio Likuiditas
kegiatan operasionalnya dan
Rasio likuiditas merupakan permodalan.”
rasio yang mengukur kemampuan
Rasio yang sering digunakan
perusahaan untuk memenuhi
untuk menghitung rentabilitas
kewajiban jangka pendeknya.
perusahaan adalah sebagai berikut:
Menurut Rivai, dkk (2007:
1) Gross Profit Margin
386), “Likuiditas adalah kemampuan
manajemen bank dalam Laba Kotor
𝐺𝑃𝑀 = x100%
menyediakan dana yang cukup untuk Penjualan Bersih
memenuhi kewajibannya setiap
saat”. 2) Operating Income Ratio
(operating profit margin)
Secara matematis, jenis-jenis 𝑂𝑝𝑒𝑟𝑎𝑡𝑖𝑛𝑔 𝑃𝑟𝑜𝑓𝑖𝑡 𝑀𝑎𝑟𝑔𝑖𝑛
rasio yang ada dalam rasio likuiditas EBIT
= x100%
dapat dihitung sebagai berikut : Penjualan Bersih
3) Net Profit Margin (Margin Laba
1) Current Ratio
Bersih)
𝐶𝑢𝑟𝑟𝑒𝑛𝑡 𝑅𝑎𝑡𝑖𝑜
Aktiva Lancar 𝑁𝑒𝑡 𝑃𝑟𝑜𝑓𝑖𝑡 𝑀𝑎𝑟𝑔𝑖𝑛
= x100%
Hutang Lancar Laba Bersih
2) Quick Ratio = x100%
Penjualan Bersih
𝑄𝑢𝑖𝑐𝑘 𝑅𝑎𝑡𝑖𝑜
Aktiva Lancar − Persediaan 4) Return On Investment (ROI)
=
Hutang Lancar
3) Cash Ratio 𝑅𝑒𝑡𝑢𝑟𝑛 𝑂𝑛 𝐼𝑛𝑣𝑒𝑠𝑡𝑚𝑒𝑛𝑡
Laba Bersih Setelah Pajak
𝐶𝑎𝑠𝑕 𝑅𝑎𝑡𝑖𝑜 = x100%
Kas + Efek Total Aktiva
= x100%
Hutang Lancar 5) Return On Equity
4) Working Capital to Total Asset
Ratio
𝑅𝑒𝑡𝑢𝑟𝑛 𝑂𝑛 𝐸𝑞𝑢𝑖𝑡𝑦 5) Primary Ratio
Laba Bersih Setelah Pajak Modal
= x100% 𝑃𝑟𝑖𝑚𝑎𝑟𝑦 𝑅𝑎𝑡 = x100%
Modal Sendiri 𝑇𝑜𝑡𝑎𝑙 𝐴𝑠𝑒𝑡
6) Operating Ratio B. Defenisi Laporan Keuangan
𝑂𝑝𝑒𝑟𝑎𝑡𝑖𝑛𝑔 𝑅𝑎𝑡𝑖𝑜 Pengertian laporan
H P + Biaya Operasi
= x100% keuangan dijelaskan oleh beberapa
Penjualan para ahli dibawah ini :
1. Menurut Rambe dan
Nurzaimah (2006: 5), “Laporan
Rasio Solvabilitas keuangan adalah hasil dari
proses akuntansi yang
Rasio Solvabilitas adalah rasio-
memberikan informasi tentang
rasio yang mengukur sampai
keadaan suatu perusahaan
seberapa jauh aktiva perusahaan
sekaligus merupakan alat
dibiayai dengan hutang. Rasio ini
komunikasi antara data
bertujuan untuk mengukur efesiensi
keuangan atau aktivitas
perusahaan dan bank dalam
perusahaan dengan pihak-pihak
menjalankan aktivitasnya.
yang berkepentingan dengan
beberapa rasio yang digunakan data atau aktivitas perusahaan
untuk mengukur tingkat solvabilitas tersebut.”
perusahaan. 2. Menurut Rivai, dkk (2007:
616), “Laporan keuangan
1) Total Debt to Total Asset Ratio adalah laporan periodik yang
𝑇𝑜𝑡𝑎𝑙 𝐷𝑒𝑏𝑡 𝑡𝑜 𝐴𝑠𝑠𝑒𝑡 𝑅𝑎𝑡𝑖𝑜 disusun menurut prinsip –
Total Hutang prinsip akuntansi yang diterima
= x100%
Total Aktiva secara umum tentang status
2) Total Debt to Equity Ratio keuangan dari individu,
𝑇𝑜𝑡𝑎𝑙 𝐷𝑒𝑏𝑡 𝑡𝑜 𝐸𝑞𝑢𝑖𝑡𝑦 𝑅𝑎𝑡𝑖𝑜 asosiasi atau organisasi bisnis
Total Hutang yang terdiri dari neraca,
= x100%
Modal Sendiri laporan laba rugi, dan laporan
3) Long Term Debt to Equity
perubahan ekuitas pemilik.”
Ratio
𝐿𝑜𝑛𝑔 𝑇𝑒𝑟𝑚 𝐷𝑒𝑏𝑡 𝑡𝑜 𝐸𝑞𝑢𝑖𝑡𝑦 𝑅𝑎𝑡𝑖𝑜 Laporan keuangan pada
Hutang Jangka Panjang dasarnya merupakan hasil refleksi
= x100%
Modal Sendiri dari sekian banyak transaksi yang
4) Capital Adequacy Ratio 3 terjadi dalam suatu perusahaan.
Laporan keuangan merupakan hasil
𝐶𝐴𝑅3 tindakan pembuatan data keuangan
Modal perusahaan.
= X100%
Pinjaman + Surat Berharga
C. Tujuan dan Manfaat Laporan suatu perusahaan pada tahun
Keuangan tertentu.”
Tujuan dan laporan keuangan Menurut Rambe dan
menurut Rivai, dkk (2007: 616) Nurzaimah (2006: 87) diuraikan
adalah : bahwa komponen-komponem yang
1. Memberikan infornasi kas yang sesuai dengan neraca dapat
dapat dipercaya mengenai posisi digolongkan sebagai berikut :
keuangan (termasuk bank) pada 1. Aktiva :
suatu saat tertentu. a. Aktiva Lancar
2. Memberikan informasi keuangan b. Investasi (penyertaan)
yang dapat dipercaya mengenai c. Aktiva Tetap Berwujud
hasil usaha perusahaan selama d. Aktiva Tetap Tidak Berwujud
periode akuntansi tertentu. e. Aktiva Lain-Lain
3. Memberikan informasi yang dapat 2. Kewajiban Hutang :
membantu pihak-pihak yang a. Kewajiban Lancar jangka
berkepentingan untuk menilai Pendek
atau menginpterpretasikan kondisi b. Kewajiban Jangka Panjang
dan potensi suatu perusahaan. c. Kewajiban Lain-Lain
4. Memberikan informasi penting 3. Modal :
lainnya yang relevan dengan a. Modal Saham
kebutuhan pihak-pihak yang b. Pemasukan Modal
berkepentingan dengan laporan c. Laba Yang ditahan
kebutuhan yang bersangkutan.
Aktiva
Pada umumnya manfaat laporan Aktiva merupakan bentuk
keuangan dari perusahaan diperlukan dari penanaman modal perusahaan.
oleh pihak-pihak yang A. Aktiva Lancar
berkepentingan, yaitu : Menurut Mardiasmo (2000:
1. Pihak Intern, antara lain : 29), “Aktiva lancar yaitu aktiva
a. Pemilik atau Pemegang Saham perusahaan yang berupa kas atau
b. Karyawan aktiva lain yang diharapkan dapat
c. Pemerintah dicairkan menjadi kas, dijual atau
dipakai habis dalam satu tahun atau
D. Neraca dan Laporan Laba alam siklus kegiatan normal
Rugi perusahaan jika dilampaui satu
1. Neraca tahun.”
Menurut Rambe dan Aktiva lancar terdiri dari:
Nurzaimah (2006: 87), “Neraca a. Kas dan Bank.
adalah suatu laporan sistematis b. Investasi jangka pendek.
aktiva (aset), hutang (liabilities), dan c. Wesel Tagih.
modal sendiri (owners equity) dari d. Piutang.
e. Persediaan.
b. Investasi Penyertaan dimasukkan kedalam klasifikasi-
klasifikasi di atas.
Perusahaan dapat juga
1. Kewajiban / hutang
menanamkan dananya dalam bentuk Berdasarkan jangka waktu
aktiva yang dikelompokkan sebagai pengembalian hutang atau
investasi jangka panjang berupa pelunasannya, hutang dapat dibagi
obligasi. menjadi :
c. Aktiva Tetap Berwujud a. Kewajiban lancar atau
jangka pendek
Menurut Fess (2006: 504), “ Menurut Indra Bastian &
Aktiva tetap atau Fixed Asset Suhardjono (2005: 70), “Kewajiban
merupakan aktiva jangka panjang lancar adalah kewajiban-kewajiban
atau aktiva yang relatif permanen, yang penyelesaiannya harus
mereka merupakan aktiva berwujud dilakukan dengan menggunakan
atau tangible asset karena terlihat aktiva lancar atau pembentukan
secara fisik.” kewajiban lancar lainnya.”
Yang termasuk dalam aktiva Yang termasuk kewajiban
tetap adalah lancar adalah
a. Tanah a. Pinjaman bank
b. Gedung b. Hutang usaha
c. Mesin-mesin c. Hutang deviden
d. Perkakas d. Kewajiban pajak
e. Inventaris e. Hutang jangka panjang
f. Kendaraan f. Hutang pembelian
a. Aktiva tidak Berwujud aktiva tetap
Menurut Tunggal (2000: 12), b. Kewajiban jangka panjang
“Aktiva tak berwujud adalah aktiva Menurut Harnanto (2002:
yang tidak mempunyai wujud fisik 124), “ Kewajiban tidak lancar atau
tetapi berupa “hak” yang mempunyai jangka panjang adalah kewajiban
nilai bagi perusahaan.” yang diharapkan tidak akan dibayar
Yang termasuk kedalam atau diselesaikan dalam waktu satu
aktiva yang tidak berwujud adalah tahun (atau dalam siklus operasional,
a. Hak paten jika siklus operasi perusahaan ini
b. Hak cipta dari satu tahun).”
c. Goodwill Modal adalah merupakan
d. Biaya pendirian hak atau bagian yang dimiliki oleh
e. Merek dagang pemilik perusahaan yang ditunjukkan
E. Aktiva Lain-Lain dalam kas modal, surplus, dan laba
Aktiva lain-lain menunjukkan ditahan atau kelebihan aktiva yang
kekayaan atau aktiva perusahaan dimiliki perusahaan terhadap seluruh
yang tidak dapat atau belum dapat hutang-hutangnya.
Yang termasuk modal lengkap untuk kepentingan
adalah : analisa laporan keuangan.
a. Modal saham. b. Single Step, merupakan suatu
b. Agio Saham. bentuk laporan laba rugi yang
c. Laba ditahan. menggabungkan semua
penghasilan menjadi satu
2. Laporan Laba Rugi kelompok dan semua biaya
Menurut Kasmir (2008:257), menjadi satu kelompok,
“Laporan laba rugi merupakan sehingga menghitung laba
laporan keuangan bank yang rugi hanya diperlukan satu
menggambarkan hasil usaha bank langkah.
dalam suatu periode tertentu. Dalam
laporan ini tergambar jumlah E. Kinerja Keuangan
pendapatan dan sumber pendapatan 1. pengertian kinerja keuangan
serta jumlah biaya dan jenis biaya Menurut Sedarmayanti
yang dikeluarkan.” (2002: 151), “Kinerja adalah upaya
Pada penyusunan laporan untuk memperoleh hasil melalui
laba rugi perlu diatur beberapa operasional perusahaan yang terdiri
pengelompokkan unsur-unsur dari berbagai kegiatan dengan
laporan laba rugi yang umum sasaran utama untuk membantu
penggunaannya, yaitu pimpinan meningkatkan efektivitas
1. Bagian pertama menunjukkan kerja karyawan dan tentunya dengan
pendapatan. memberikan imbalan yang sesuai”.
2. Bagian kedua menunjukkan 2. Rasio Keuangan dan Kinerja
beban. Keuangan
3. Bagian ketiga menunjukkan laba Laporan keuangan
atau rugi. merupakan hasil akhir dari proses
4. Bagian keempat menunjukkan akuntansi yang mengkomunikasikan
laba atau rugi yang insidentil informasi keuangan pada pihak-
(extraordinary gain or loss) pihak yang berkepentingan. Dari
sehingga akhirnya diperoleh laba laporan keuangan dapat diketahui
bersih sebelum pajak. kinerja keuangan perusahaan yang
terdiri dari kinerja keuangan
Umumnya laporan laba rugi perusahaan sering dijadikan dasar
disajikan dalam dua bentuk, yaitu dalam pengambilan keputusan
a. Multiple Step, dimana ekonomi oleh masing-masing pihak
komponen-komponen berkepentingan.
perhitungan laba rugi.
disajikan sesuai dengan 3. Indikator Kinerja Keuangan
prinsip-prinsip penyusunan Untuk mengukur kinerja
laba rugi sehingga keuangan bank yang sehat, biasanya
memberikan informasi yang menggunakan alat ukur. Alat ukur
yang digunakan penulis dalam bersumber dari perusahaan yang
kinerja keuangan menggunakan diteliti. Data sekunder yang berasal
analisis rasio. dari perusahaan antara lain : Sejarah
Perkembangan Perusahaan dan
Struktur Organisasi Serta Uraian
F. Kerangka Konseptual Tugas, Laporan Keuangan bank
Analisis terhadap laporan dalam hal ini neraca dan laporan laba
keuangan akan mengarah kepada rugi tahun 2013sampai dengan tahun
penarikan kesimpulan terhadap 2014, dan lain sebagainya yang
kondisi keuangan perusahaan. Dalam mendukung penelitian penulis.
hal ini, peneliti ingin mengetahui
kemampuan perusahaan dalam C. Metode dan Teknik
melakukan pembayaran terhadap Pengumpulan Data
kewajiban jangka pendek, Metode penelitian
mengetahui tingkat profitabilitas merupakan suatu cara tertentu serta
perusahaan, serta untuk mengetahui terkontrol dengan maksud
bagaimana perusahaan mencari pengumpulan keterangan –
sumber dana untuk membiayai keterangan yang diteliti secara
kegiatannya, juga melihat bagaimana efisien menurut prosedur ilmiah
perkembangan keuangan perusahaan untuk memudahkan penelitian yang
dari tahun 2013 sampai dengan 2014. dapat dipertanggungjawabkan.
Dalam penyusunan
skripsi ini digunakan dua cara untuk
METODOLOGI mengumpulkan data, yaitu
PENELITIAN 1. Penelitian kepustakaan
A. Tempat dan Lokasi Penelitian 2. Penelitian Lapangan
Tempat penelitian: PT Bank
Sumut Cabang Pirngadi Medan Jenis Data
Jalan Prof.H.M. Yamin Jenis data yang digunakan
adalah data sekunder, baik yang
B. Sumber Data berasal dari perusahaan maupun
i. Data Primer dengan membaca buku – buku dan
Data primer adalah data yang literatue yang berhubungan dengan
diperoleh secara langsung dari objek masalah yang sedang diteliti.
penelitian, yaitu pada PT Bank
Sumut Cabang Pirngadi Medan yang D. Teknik Pengumpulan Data
diperoleh dari proses wawancara dan
Adapun cara mengumpulkan
diskusi dengan pihak bank, antara
data adalah :
lain staf atau pegawai.
a. Wawancara,
ii. Data Sekunder
b. Studi dokumentasi,
Data sekunder adalah data
yang sudah diolah. Data ini
E. Metode Analisis Data Misi Perusahaan

Metode analisis yang Mengelola dana pemerintah


digunakan penulis untuk dan masyarakat secara professional
menganalisis data – data yang telah yang didasarkan pada prinsip-prinsip
dikumpulkan adalah : compliance.
a. Metode Analisis Deskriptif
b. Metode Analisis Kuantitatif B. Fungsi Bank Sumut

Metode yang digunakan Sebagai alat kelengkapan


penulis dalam penelitian ini adalah otonomi daerah dibidang perbankan.
Metode Kuantitatif. Dimana Metode PT Bank Sumut berfungsi sebagai
kuantitatif adalah metode perumusan penggerak dan mendorong laju
yang disajikan dalam bentuk angka. pembangunan di daerah, bertindak
sebagai pemegang kas daerah yang
melaksanakan penyimpangan uang
daerah serta sebagai salah satu
HASIL PENELITIAN DAN sumber pendapatan asli daerah
PEMBAHASAN dengan melakukan kegiatan usaha
1. Hasil Penelitian sebagai bank umum seperti
A. Sejarah Singkat Perusahaan dimaksudkan pada Undang-Undang
PT Bank Pembangunan Nomor 7 tahun 1992, tentang
Daerah Sumatera Utara, disingkat perbankan sebagaimana telah diubah
PT Bank Sumut (selanjutnya dengan Undang-Undang Nomor 10
disebut “Bank”), merupakan bank tahun 1998.
non devisa yang kantor pusatnya
C. Pembahasan
beralamatkan di Jalan Imam Bonjol
No 18 Medan. Bank didirikan di a. Penyajian Data
Medan berdasarkan akta notaris PT Bank Sumut Cabang
Rusli No. 22 Tanggal 04 November Pirngadi Medan setiap tahun
1961 dalam bentuk Perseroan membuat laporan keuangan per 31
Terbatas. Desember.
Berikut ini disajikan laporan
Visi Perusahaan keuangan neraca PT Bank Sumut
Menjadi bank andalan untuk Cbang Pirngadi Medan dari 31
membantu dan mendorong Desember 2013 sampai dengan 31
pertumbuhan perekonomian dan Desember 2014. Dan selanjutnya
pembanguna daerah di segala bidang data tersebut akan dianalisis dan
serta sebagai salah satu sumber akan mengetahui apakah terjadi
pendapatan daerah dalam rangka kenaikan atau penurunan pada setiap
peningkatan taraf hidup rakyat. periodenya.
Jurnal Ilmiah “DUNIA ILMU” Vol.1 No.2 April 2015

TABEL 2
INFORMASI KANTOR CABANG PIRNGADI
PT BANK SUMUT MEDAN
NERACA
PER 31 DESEMBER 2013 DAN 2014
No Pos-Pos Desember 2013 Desember 2014
A. Aktiva
1. Kas Rp 315,131,650.00 Rp 267,479,750.00
2. Giro Pada Bank Rp 0.00 Rp 0.00
Indonesia
3. Bank Lain Rp 0.00 Rp 0.00
4. Surat Berharga Rp 0.00 Rp 0.00
5. Kredit Yang Diberikan Rp 74,727,930,602.66 Rp 85,846,271,501.16
6. Penyertaan Modal Rp 0.00 Rp 0.00
7. Pendapatan Yang Masih Rp 84,261,224.32 Rp 661,643,136.69
Akan Diterima
8. Biaya Yang Dibayar Rp 65,059,356.54 Rp 92,104,241.92
Muka
9. Aktiva Tetap, Inventaris, Rp 29,947,615.37 Rp 133,634,302.74
dan Akt. Lain
10. Antar Kantor Aktiva Rp 2,467,000,000.00 Rp 0.00
Jumlah Aktiva Rp 77,689,330,448.89 Rp 87,001,132,932.51
B. Passiva
1. Simpanan Giro Rp 8,841,647,221.87 Rp 5,104,756,360.73
2. Kewajiban Segera Rp 71,937,447.94 Rp 96,138,795.11
Lainnya
3. Tabungan Rp 37,011,925,652.64 Rp 46,806,805,303.20
4. Deposito Rp 23,004,800,000.00 Rp 26,549,300,000.00
5. Surat Berharga yang Rp 0.00 Rp 0.00
Diterbitkan
6. Pinjaman yang Diterima Rp 0.00 Rp 0.00
7. Beban yang masih harus Rp 1,871,565.97 Rp 55,248,420.00
dibayar & Kewajiban
lainnya
8. Pinjaman Subordinasi & Rp 0.00 Rp 0.00
Modal Pinjaman
9. Ekuitas Rp 0.00 Rp 0.00
10. Antar Kantor Passiva Rp 3,077,828,143.26 Rp 1,719,027,392.61
11. Rekening Kantor Passiva Rp 0.00 Rp 0.00
12. Laba Rugi Tahun Rp 5,679,320,417.21 Rp 6,669,856,660.86
Berjalan
Jumlah Passiva Rp 77,689,330,448.89 Rp 87,001,132,932.51
Tabel 4.1 Laporan Neraca PT Bank Sumut Cabang Pirngadi Medan

1
TABEL 3
INFORMASI KANTOR CABANG PIRNGADI
LAPORAN LABA RUGI
PT BANK SUMUT MEDAN
Untuk Periode yang Berakhir 31 Desember 2013 dan 2014
No Pos-Pos Desember 2013 Desember 2014
Pendapatan Rp 11,957,565,424.79 Rp 18,357,080,009.62
Bunga Yang Diperoleh Rp 11,611,183,316.49 Rp 14,167,348,214.70
Propisi & Komisi Kredit Rp 94,288,500.00 Rp
Propisi & Komisi Selain Rp 6,897,057.00 Rp 7,071,569.00
Kredit
Hasil Ongkos Rp 204,508,851.88 Rp 225,941,495.75
Administrasi
Hasil Dividen Atas Rp 0.00 Rp 0.00
Penyertaan
Hasil Operasional Rp 40,687,699.42 Rp 25,857,218,93
Lainnya
Pendapatan Non Rp 0.00 Rp 0.00
Operasional

Perkiraan Biaya
Biaya Rp 6,278,245,007.58 Rp 10,092,371,370.76
Bunga Yang dibayar Rp 2,134,058,575.00 Rp 3,491,466,719.00
Hadiah Rp 0.00 Rp 0.00
Propisi & Komisi selain Rp 0.00 Rp 0.00
mendapatkan Dana
Propisi & Komisi selain Rp 3,374,827.58 Rp 3,776,924.81
penerimaan dana
Beban Umum & Rp 208,209,210.57 Rp 195,563,070.00
Administrasi
Beban Personalia Rp 893,801,139.66 Rp 1,129,775,930.60
Penyisihan & Penurunan Rp 693,412,530.00 Rp 3,884,339,823.24
Akt. Produktif
Beban Lain-Lain Rp 49,412,835.88 Rp 176,636,062.63
Beban Non Operasional Rp 2,295,975,888,89 Rp 1,210,812,840.48

Laba (Rugi) Rp 5,679,320,417.21 Rp 8,264,688,638.86

PPH Pasal 25 Rp 0.00 Rp 1,594,831,978.00


Laba / Rugi Bersih Rp 5,679,320,417.21 Rp 6,669,856,660.88
Tabel 4.2. Laporan Laba Rugi PT Bank Sumut Cabang Pirngadi Medan
Jurnal Ilmiah “DUNIA ILMU” Vol.1 No.2 April 2015

b. Analisis dan Evaluasi apabila semakin tinggi current


Setelah penelitian dilakukan ratio tersebut, maka semakin
pada PT Bank Sumut Cabang besar kemampuan perusahaan
Pirngadi Medan, maka pada bagian untuk melunasi hutangnya.
ini akan menyajikan analisis laporan Adapun yang dimaksud aktiva
keuangan dan evaluasi terhadap lancar mencakup kas, piutang,
data-data yang diperoleh dari tahun surat-surat berharga jangka
buku 2013sampai dengan tahun pendek, persedian. Lalu yang
2014. temasuk dalam utang lancar
1. Analisis adalah uang dagang, utang
Pada bagian ini penulis wesel, utang gaji, utang pajak,
menganalisa laporan keuangan utang obligasi jangka panjang
perusahaan dengan menggunakan yang sudah jatuh tempo, dan
rasio likuiditas, rasio rentabilitas utang gaji.
dan rasio solvabilitas. Lalu
setelah data tersebut diolah, maka 2013
Current Asset
dapat diperoleh nilai-nilai dari = x100%
parameter yang dibutuhkan. Current Liability
315.131.650
Selanjutnya akan dianalisis 2013 = x100%
dengan menggunakan rasio 68.858.372.874,51
2009 = 0,45%
likuiditas, rasio rentabilitas dan
rasio solvabilitas. 2014
Current Asset
= x100%
Current Liability
Rasio Likuiditas
267.479.750
Rasio Likuiditas adalah kemampuan 2014 = x100%
perusahaan untuk membayar 78.460.861.663,93
2014 = 0,34%
kewajiban-kewajibannya yang segera
harus dipenuhi. likuiditas yang cepat
2. Quick Ratio
dan mudah digunakan.
Quick Ratio adalah ukuran
Pada kesempatan ini rasio
untuk mengetahui
likuiditas yang dianalisis oleh
kemampuan bank dalam
penulis yaitu Current Ratio dan
membayar hutang jangka
Quick Ratio. Karena keterbatasan
pendeknya dengan aset lancar
data yang ada dan jenis rasio
yang lebih liquid.
likuiditas yang digunakan di Bank
2013
Sumut Cabang Pirngadi Medan.
Current Asset − Inventory
1. Current Ratio = x100%
Current Liability
Current Ratio adalah
kemampuan bank untuk
membayar hutang dengan 2009
315.131.650
menggunakan aset lancar yang = x100%
dimilikinya. Dalam perusahaan 68.858.372.874,51

1
2013 = 0,45% 2013
2014 5.679.320.417,21
= x100%
Current Asset − Inventory 77.689.330.448,89
𝑥100%
Current Liability
2013
2014 = 7,31%
267.479.750
= x100%
78.460.861.663,93 2014
Earning Before Income Tax
= 𝑥100%
2014 = 0,34% 𝑇𝑜𝑡𝑎𝑙 𝐴𝑠𝑠𝑒𝑡

2014
Rasio Rentabilitas Bank 8.264.688.638,86
= 𝑥100%
Penilaian rentabilitas 87.001.132.932,51
merupakan penilaian terhadap
kondisi dan kemampuan bank untuk 2014 = 9,49%
mendukung kegiatan operasionalnya
dan permodalan. Dimana semakin 2. Return On Investment (ROI)
besar tingkat keuntungan Return On Investment adalah rasio
menunjukkan semakin baik yang menggambarkan untuk
manajemen dalam mengelola mengukur kemampuan dari modal
perusahaan. Dalam hal ini, rasio yang diinvestasikan dalam
rentabilitas merupakan sekelompok keseluruhan aktiva untuk
rasio yang menunjukkan kombinasi menghasilkan keuntungan netto.
dari pengaruh likuiditas, manajemen
2013
aset, dan utang pada hasil operasi.
Earning After Tax
Karena keterbatasan data, dalam hal = x100%
Total Asset
ini penulis menganalisis rasio
rentabilitas pada Bank Sumut 2013
Cabang Pirngadi Medan dengan 5.679.320.417,21
Return On Asset (ROA), dan Return = x100%
77.689.330.448,89
On Equity (ROE).
1. Return On Asset (ROA) 2013
Return On Asset adalah rasio = 7,31%
yang menggambarkan untuk 2014
mengukur kemampuan manajemen Earning After Tax
bank dalam memperoleh keuntungan = x100%
Total Asset
secara keseluruhan.
2013 2014
Earning Before Income Tax 6.669.856.660,88
= x100% = 𝑥100%
Total Asset 87.001.132.932,51
2014 2) Primary Ratio
= 7,66% Rasio ini digunakan untuk
mengukur apakah permodalan
Rasio Solvabilitas Bank yang dimiliki sudah memadai atau
Berdasarkan data yang sejauh mana penurunan yang
diperoleh penulis dan karena terjadi dalam total aset ditutupi
keterbatasan data, penulis modal.
menganalisis rasio solvabilitas bank 𝑃𝑟𝑖𝑚𝑎𝑟𝑦 𝑅𝑎𝑡𝑖𝑜
sumut dengan Capital Adequacy Modal
= x100%
Ratio 3 dan Primary Ratio. 𝑇𝑜𝑡𝑎𝑙 𝐴𝑠𝑒𝑡
1) Capital Adequacy Ratio 3
Rasio ini merupakan salah 2013
satu indikator kemampuan bank 5,679,320,417.21
= x100%
dalam menutup penurunan aktiva 77,689,330,448.89
sebagai akibat kerugian yang
diderita bank, besar kecilnya rasio 2013 = 7.31%
ditentukan oleh kemampuan bank
menghasilkan laba serta komposisi 2014
pengalokasian dana pada aktiva 6,669,856,660.86
= 𝑥100%
sesuai dengan tingkat resikonya. 87,001,132,932.51

𝐶𝐴𝑅3 2014 = 7.66%


Modal
= X100%
Pinjaman + Surat Berharga

2013
5,679,320,417.21
= x100%
74,727,930,602.66 + 0

2013
= 7.5%

2014
6,669,856,660.86
= x100%
85,846,271,501.16 + 0

2014
= 7.7%
TABEL 4
REKAPITULASI PERHITUNGAN RASIO LIKUIDITAS,
RASIO RENTABILITAS DAN RASIO SOLVABILITAS
PT BANK SUMUT CABANG PIRNGADI MEDAN
PERIODE 2013 S.D 2014
No Parameter Tahun 2013 Tahun 2014
1. Kas Rp 315,131,650.00 Rp 267,479,750.00
2. Bank Lain Rp 0.00 Rp 0.00
3. Kredit yang diberikan Rp 74,727,930,602.66 Rp 85,846,271,501.16
4. Modal Rp 5,679,320,417.21 Rp 8,264,688,638.86
5. Jumlah aktiva Rp 77,689,330,448.89 Rp 87,001,132,932.51
6. Simpanan Giro Rp 8,841,647,221.87 Rp 5,104,756,360.73
7. Tabungan Rp 37,011,925,652.64 Rp 46,806,805,303.20
8. Deposito Rp 23,004,800,000.00 Rp 26,549,300,000.00
9. Pinjaman yang diterima Rp 0.00 Rp 0.00
10. Aktiva lancar Rp 315,131,650.00 Rp 267,479,750.00
11. Hutang lancar
12. Beban umum dan Rp 208,209,210.57 Rp 195,563,070.00
Administrasi
13. Beban personalia Rp 893,801,139.66 Rp 1,129,775,930.60
14. Penyisihan aktiva Rp 693,412,530.00 Rp 3,884,339,823.24
produktif
15. Beban lain-lain Rp 49,412,835.88 Rp 176,636,062.63
16. Laba setelah pajak Rp 5,679,320,417.21 Rp 6,669,856,660.88
Rasio Likuiditas
Current Ratio 0.45% 0.34%
Quick Ratio 0.45% 0.34%
Rasio Rentabilitas
Return On Asset 7.31% 9.49%
Return On Investment 7.31% 7.66%
Rasio Solvabilitas
Capital Adequacy Ratio 3 7.5% 7.7%
Primary Ratio 7.31% 7.66%
Tabel 4.3 Daftar Rekapitulasi Rasio

2. Evaluasi Rasio Likuiditas


Pada bagian ini penulis akan
menganalisis dan mengevaluasi a. Current Ratio
rasio-rasio likuiditas, rentabilitas, Berdasarkan dari hasil data yang
dan solvabilitas perusahaan dengan didapat dan setelah di analisa oleh
kemampuan penulis dan petunjuk- penulis. Pada tahun 2013nilai
petunjuk dan literature-literatur yang current ratio yang didapat oleh PT
penulis baca. Bank Sumut tersebut masih
dibawah 1. Pada tahun 2013nilai
current rationya sebesar 0,45 investment pada tahun
namun pada tahun 2014 2013sebesar 7,31% dan
mengalami penurunan yang cukup mengalami penaikan pula
signifikan yaitu 0,34. Dalam hal pada tahun 2014 sebesar
ini nilai penurunannya dari tahun 7,66%. Dapat dilihat bahwa
2013sampai dengan tahun 2014 perusahaan dapat
sebesar 0,11. Berdasarkan data memanfaatkan dari modal
diatas kemampuan perusahaan yang dinvestasikan dengan
untuk dapat melunasi hutangnya baik sehingnna mendapatkan
cukup kecil. Pada tahun 2013pada keuntungan yang lebih.
tiap rupiahnya kewajiban jangka
pendek dijamin dengan aktiva Rasio Solvabilitas
lancar sebesar 0,45 sedangkan a. Capital Adequacy Ratio 3
pada tahun 2014 dijamin dengan Berdasarkan dari hasil data
aktiva lancar sebesar 0,34. diolah, pada tahun
b. Quick Ratio 2013sampai dengan tahun
Berdasarkan dari hasil yang 2014 rasio ini mengalami
diolah, pada tahun 2013dan tahun penaikan. Kenaikannya
2014 tiap rupiah kewajiban sebesar 0,2%. Besar kecilnya
pendeknya perusahaan dijamin CAR ditentukan oleh
dengan aktiva lancar selain kemampuan perusahaan
persediaan sebesar 0,45 dan 0,34. menghasilkan laba serta
Rasio Rentabilitas komposisi pengalokasian
dana pada aktiva sesuai
a. Return On Asset dengan tingkat resikonya.
Berdasarkan dari hasil data berdasarkan ketentuan Bank
yang diolah penulis, pada Indonesia, bank yang
tahun 2013dan 2014 tiap dinyatakan termasuk baik
rupiah aktiva yang dihasilkan atau sehat memiliki CAR
perusahaan menghasilkan minimal 8%. Hal ini
laba (rugi) setelah pajak menunjukkan bahwa
sebesar 7,31% dan 9,49%. solvabilitas perusahaan
Dari hasil diatas tersebut tidak sehat.
menunjukkan mengalami b. Primary Ratio
kenaikan yang pesat. Dan Berdasarakan dari hasil data
dapat dilihat manajemen diolah, nilai rasio pada tahun
perusahaan tersebut sangat 2013sampai dengan tahun
baik dalam memanfaatkan 2014 mengalami
aktivanya. peningkatan. Peningkatannya
b. Return On Investment sebesar 0.25%. peningkatan
Berdasarkan dari hasil data ini menunjukkan nilai
yang diolah, nilai return on solvabilitasnya cukup baik
meskipun perusahaan periode berikutnya. Hal ini
tersebut tidak sehat. Karena dapat diartikan bahwa pada
batas minimal CAR tersebut umumnya kinerja keuangan
8%. perusahaan mengalami
3. Hasil Analisa peningkatan selama tahun
Analisis rasio keuangan yang 2013sampai dengan tahun
dilakukan pada Bank Sumut 2014. Peningkatan ini
adalah analisis rasio berdasarkan mengindikasikan tingkat
historical rasio sebagai keuntungan yang dicapai
perbandingan, yaitu semakin besar dan semakin
membandingkan rasio dari tahun baiknya posisi bank dari segi
ke tahun terhadap posisi penggunaan aset dan dalam
keuangan perusahaan. betuk investasi.
a. Rasio Likuiditas c. Rasio Solvabilitas
Berdasarkan hasil Berdasarkan dari hasil
riset dan pengolahan data riset dan pengolahan data
yang telah dilakukan, dapat yang telah dilakukan, rasio
dilihat pada rasio likuiditas solvabilitas juga mengalami
mengalami penurunan dari kenaikan dari periode
periode akuntansi ke periode akuntansi sampai ke periode
berikutnya. Hal ini berarti berikutnya. Dan pada kinerja
bahwa pada umumnya kinerja keuangan perusahaan tersebut
keuangan perusahaan kurang mengalami kemajuan selama
baik selama tahun 2013 tahun 2013 sampai 2014.
sampai dengan tahun 2014. Peningkatan ini
Perusahaan masih memiliki diidentifikasikan bahwa
rasio likuiditas kurang dari kemampuan bank dalam
satu, sehingga menyebabkan menghasilkan laba serta
perusahaan tersebut masih komposisi pengalokasian
belum bisa memenuhi dana pada aktiva sesuai
kewajiban jangka pendeknya dengan tingkat resikonya dan
dengan aktiva lancar yang sudah memadai.
dimilikinya. Ini berarti aktiva
lancar perusahaan lebih
rendah dari kewajiban lancar.
b. Rasio Rentabilitas
Berdasarkan dari hasil
riset dan pengolahan data
yang telah dilakukan, dapat
dilihat rasio-rasio rentabilitas
mengalami kenaikan juga
dari periode akuntansi ke
SIMPULAN DAN SARAN didapatkan perusahaan. pada
tahun 2013 nilai ROA yang
A. Simpulan didapatkan perusahaan
Berdasarkan analisa data sebesar 7,31% dan pada
yang telah dilakukan, maka penulis tahun 2014 sebesar 9,39%.
pada bab ini akan memberikan Lalu pada ROI pada tahun
kesimpulan tentang penelitian di 2013sebesar 7,31% dan pada
Bank Sumut Cabang Pirngadi Medan tahun 2014 sebesar 7,66%.
terhadap laporan keuangan Dari hasil tersebut nilai
perusahaan tahun 2013 sampai kenaikan pada rentabilitasnya
dengan tahun 2014, yaitu cukup signifikan. Dari hasil
1. Rasio likuiditas pada tahun tersebut, maka dapat
2013 sampai dengan tahun dikatakan bahwa manajemen
2014 mengalami penurunan. perusahaan tersebut sangat
Dapat dilihat dari jenis rasio baik dalam mengelola aktiva
yang digunakan yaitu Current dan investasi.
Ratio dan Quick Ratio. Nilai 3. Rasio Solvabilitas bank pada
Current Ratio yang tahun 2013 sampai dengan
didapatkan perusahaan pada tahun 2014 juga mengalami
tahun 2013sebesar 0,45 dan peningkatan. Hal ini dapat
pada tahun 2014 sebesar dilihat dari rasio yang
0,34. Dalam hal ini digunakan untuk mengukur
kemampuan perusahaan tingkat solvabilitasnya, yaitu
untuk melunasi hutangnya Capital Adequacy Ratio 3
cukup kecil. Sedangkan pada dan Primary ratio. Nilai
Quick Ratio pada tahun CAR3 pada tahun
2013sebesar 0,45 dan pada 2013sebesar 7,5% dan pada
tahun 2014 sebesar 0,34. tahun 2014 sebesar 7,7%.
Selain itu perusahaan masih Lalu pada Primary Ratio pada
memiliki rasio likuiditas tahun 2013 sebesar 7,31%
kurang satu. Yang dan pada tahun 2014 sebesar
mengakibatkan perusahaan 7,66%. Dari hasil tersebut
masih belum mampu atau dapat dianalisa bahwa tingkat
memenuhi kewajiban jangka solvabilitas perusahaan
pendeknya dengan aktiva mengalami peningkatan dan
lancar yang dimilikinya. modal perusahaan sudah
2. Rasio Rentabilitas bank pada mampu menutupi penurunan
tahun 2013 sampai dengan yang terjadi dalam aset,
tahun 2014 mengalami sehingga menunjukkan
kenaikan. Dapat dilihat dari solvabilitas yang baik.
Return On Asser dan Return
On Investment yang
Meskipun tidak mencapai dana pada aktiva sesuai
nilai ketentuan dari Bank dengan tingkat resikonya dan
Indonesia yaitu sebesar 8%. sudah memadai.
4. Nilai rasio likuiditas B. Saran
perusahaan rasio mengalami Berdasarkan kesimpulan di
penurunan dari periode atas, maka saran-saran yang dapat
akuntansi ke periode penulis berikan adalah sebagai
berikutnya. Hal ini berarti berikut:
bahwa pada umumnya kinerja 1. Pihak manajemen agar dapat
keuangan perusahaan kurang meningkatkan lebih baik lagi
baik selama tahun 2013 dalam segi likuiditas,
sampai dengan tahun 2014. rentabilitas dan solvabilitas
Perusahaan masih memiliki perusahaan. karena dapat
rasio likuiditas kurang dari dilihat dalam hal likuiditas
satu, sehingga menyebabkan perusahaan masih belum
perusahaan tersebut masih mampu dalam menutupi
belum bisa memenuhi kewajiban jangka
kewajiban jangka pendeknya pendeknya.
dengan aktiva lancar yang 2. Pihak manajemen agar dapat
dimilikinya. Ini berarti aktiva lebih menekan biaya dalam
lancar perusahaan lebih hal pengeluaran kas. Karena
rendah dari kewajiban lancar. dapat dilihat nilai dari aset
5. Nilai dari rasio rentabilitas lancar lebih besar dari nilai
pada umumnya kinerja kewajiban lancarnya.
keuangan perusahaan 3. Perlu lebih teliti lagi bagi
mengalami peningkatan pihak manajemen untuk
selama tahun 2013 sampai dapat meminimilkan beban-
dengan tahun 2014. bebannya. Karena ini dapat
Peningkatan ini mempengaruhi nilai laba
mengindikasikan tingkat yang didapat perusahaan
keuntungan yang dicapai baik dari segi Return On
semakin besar dan semakin Asset ataupun Return On
baiknya posisi bank dari segi Equity.
penggunaan aset dan dalam 4. Pihak manajemen agar dapat
betuk investasi. Sedangkan lebih memperhatikan lagi
pada rasio rentabilitas juga tingkat likuiditas dari
mengalami peningkatan yang perusahaan, karena dapat
cukup baik, peningkatan ini dilihat dari beberapa rasio
diidentifikasikan bahwa yang digunakan dimana nilai
kemampuan bank dalam aktiva tersebut lebih besar
menghasilkan laba serta daripada kewajiban yang
komposisi pengalokasian
dikeluarkan oleh Kasmir. 2010. Analisis Laporan
perusahaan. Keuangan. Jakarta: PT Raja
5. Pihak manajemen agar dapat Grafindo Persada
meningkatkan lagi pada nilai Kasmir. 2008. Manajemen
solvabilitas perusahaan, Perbankan. Jakarta: PT Raja
karena dapat dilihat Grafindo Persada
meskipun nilai solvabilitas Mardiasmo. 2000. Akuntansi
perusahaan tersebut naik Keuangan Dasar. Yogyakarta :
tetapi nilai standardnya BPFE Yogyakarta
belum mencapai standard Nurzaimah dan Syahrul Rambe.
dari Bank Indonesia yaitu 2006. Akuntansi Keuangan
8%. Menengah I. Medan : USU
Sedarmayanti. 2002. Manajemen
DAFTAR PUSTAKA Sumber Daya Manusia.Edisi
Bastian, Indra & Suhardjono. 2006. Ketiga. Jakarta:PT Raja
Akuntansi Perbankan. Grafindo Persada
Jakarta:Salemba Empat Tunggal, Amin Widjaya. 2000.
Carl S. Warren, James M. Reeve, Dasar-Dasar Analisis
dan Philip E. Fess. 2006. Laporan Keuangan. Jakarta :
Acounting – Pengantar PT Rineka Cipta
Akuntansi. Jakarta: Salemba Veithzal, Rivai, Andria Permata
Empat Vethzal dan Ferry N. Idroes.
Harnanto. 2002. Akuntansi 2007. Bank and Financial
Keuangan Menengah. Instution Management. Jakarta
Yogyakarta: BPFE-Yogyakarta : PT Raja Grafindo Persada
Jumingan. 2006. Analisis Laporan
Keuangan. Jakarta: PT Bumi
Aksara