Anda di halaman 1dari 2

Kasus Nazar Akibat Buruknya Sistem Anggaran

Kasus suap proyek Wisma Atlet SEA Games yang melibatkan mantan
Bendahara Umum Partai Demokrat Muhammad Nazaruddin dinilai sebagai
puncak gunung es dari buruknya sistem perencanaan anggaran. Demikian
pendapat terkini Koalisi Anti Mafia Anggaran yang terdiri dari Indonesia
Corruption Watch, Indonesia Budget Center, Yayasan Lembaga Bantuan Hukum
Indonesia, LBH Jakarta, YAPPIKA, IPC dan Pusat Studi Hukum dan Kebijakan.
Koalisi menemukan enam celah penyebab tumbuh suburnya mafia anggaran, baik
yang terjadi di badan legislatif maupun eksekutif.

Poin pertama adalah bertambahnya kekuasaan DPR dalam penganggaran.


Badan Anggaran DPR memiliki wewenang menentukan besarnya plafon
anggaran, baik penerimaan maupun pengeluaran.
Kedua, lanjut Roy, adanya ruang hitam dalam tahapan penyusunan
anggaran. Kerap kali proses ini tidak transparan dan dilakukan tertutup.

Ketiga, munculnya pos alokasi di luar Undang-undang No.17 Tahun 2003


tentang Keuangan Negara. Dalam UU ini, sebenarnya hanya dikenal dana
perimbangan. Keempat, tidak adanya rapat dengar pendapat umum dengan
masyarakat saat penentuan anggaran.
Kelima, adanya ketimpangan antara rencana alokasi dan kebutuhan daerah
atau konstituen. Prinsip alokasi anggaran berdasarkan kebutuhan tidak
diindahkan. Sementara yang terakhir, adanya hukum memancing uang dengan
uang. Hal ini memunculkan proses jual-beli alokasi dalam proses menentukan
besaran anggaran untuk daerah.
Dalam analisis terhadap enam celah tersebut, Koalisi Anti Mafia Anggaran
merekomendasikan sekaligus mendesak pihak terkait, yakni legislatif dan
eksekutif, untuk segera mereformasi sistem dan mekanisme pembahasan APBN
untuk seterusnya.

Dilihat Dari Sudut Pandang Akuntansi Keprilakuan


Permasalahan pada artikel diatas adalah buruknya system perencanaan
angaran yang banyak disebabkan oleh beberapa fakor baik internal dan eksternal.
Pada factor eksternal organisasi masuknya pihak yang luar yang mengendalikan
angaran sehingga penyusunan anggaran terjadi dualisme kepentingan didalamnya.
selanjutnya tidak adanya transparansi yang baik dari pemerintah atau organisasi
karna dalam penyusunan anggran harus ada transparansi diatara divisi sebagai
upaya anggaran harus dapat terlaksana dengan baik.keterbukaan sangat
dipentingkan dalam perencanaan anggaran karna untuk mengurangi tindak
kecurangan yang akan dilakukan salah satunya adalah tindak pidana
korupsi.dalam penyusunan anggaran juga melibatkan semua pihak untuk
melakukan penyusunan anggaran supaya penyusunan anggran menjadi lebih
efektif dan efisien apabila di aplikasikan.