Anda di halaman 1dari 12

LAPORAN LENGKAP

PERCOBAAN
KINETIKA REAKSI DALAM REAKSI REDOKS

Nama : Sukma Nengsih


Stambuk : A 251 18 100
Kelas :C
Kelompok : I ( Satu)

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA


JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS TADULAKO
2020
LAPORAN LENGKAP
KINETIKA REAKSI DALAM REAKSI REDOKS

I. Tujuan Percobaan
Tujuan pada percobaan ini adalah untuk menentukan orde reaksi dan laju
reaksi pada reaksi redoks.
II. Waktu Pelaksanaan
Waktu pelaksanaan yaitu:
Hari/tanggal : Sabtu, 18 April 2020
Waktu : 13.00 s.d selesai

III. Alat dan Bahan


Alat dan bahan yang digunakan pada percobaan ini dalam aplikasi
Chamlabs adalah:
A. Alat
1. Gelas kimia 100 mL 2 buah
2. Gelas kimia 600 ml 6 buah
3. Batang pengaduk 2 buah

B. Bahan
1. Pelarut H2O (air)
2. Padatan Na2S2O3
3. Padatan KI
4. Larutan HCl
5. Larutan H2O2

IV. Prosedur Kerja


Prosedur kerja pada percobaan ini adalah sebagai berikut:
1. Membuka aplikasi chamlabs lalu klik pada kotak dialog menu Reaction
Kinetics in Redox Reaction.
2. Menyiapkan 2 buah gelas kimia 100 mL
3. Memasukkan padatan Na2S2O3 sebanyak 0.25 gram dalam gelas kimia 1 lalu
menambahkan 20 mL air, aduk menggunakan batang pengaduk hingga
padatan larut.
4. Memasukkan 10 gram padatan KI ke dalam gelas kimia 2 lalu menambahkan
20 mL air, aduk menggunakan batang pengaduk hingga padatan larut.
5. Memindahkan larutan yang ada pada gelas kimia 1 dan 2 ke dalam gelas
kimia 600 mL lalu menambahkan 60 mL larutan HCl.
6. Menambahkan larutan H2O2 sebanyak 50 mL lalu hitung waktu setelah
menambahkan larutan H2O2, hentikan pengaturan waktu jika telah terjadi
perubahan warna ( solusi 150 mL)
7. Mengulangi langkah 2 – 6 dengan menggunakan 20 g padatan KI pada
langkah 4 dan menambahkan 150 mL air pada langkah 5 ( solusi 300 mL).
Untuk perlakuan 2
8. Mengulangi langkah 2 – 6 dengan dengan menggunakan 30 g padatan KI
pada langkah 4 dan menambahkan 450 mL air pada langkah 5 (solusi 600
mL) untuk perlakuan 3
9. Mengulangi langkah 2 – 6 (solusi 150 ml) untuk perlakuan 4
10. Mengulangi langkah 2 – 6 dengan menambahkan 100 mL air pada langkah 5
dan menggunakan 100 mL larutan H2O2 pada langkah 6 (solusi 300 ml)
untuk perlakuan 5
11. Mengulangi langkah 2 – 6 dengan menambahkan 300 mL air pada langkah 5
dan menggunakan 200 mL larutan H2O2 pada langkah 6 (solusi 600 mL)
untuk perlakuan 6
12. Mencatat hasi pengamatan pada tabel hasil pengamatan.
V. Hasil Pengamatan
Hasil pengamatan pada percobaan ini adalah
No Perlakuan Volume (L) Waktu (s) Rate Log (rate)
1 1 0.15 40 0.16 ×10−5 -5.79
2 2 0.3 45 0.74 × 10−6 -6.13
3 3 0.6 47 0.35 ×10−6 -6.45
4 4 0.15 44 0.15 ×10−5 -5.82
5 5 0.3 42 0.79 ×10−5 -5.10
6 6 0.6 45 0.74 × 10−6 -6.13

VI. Perhitungan
Perhitungan pada percobaan ini adalah sebagai berikut:
1. Perlakuan 1
massa Na 2 S2 O3
2−¿= ¿
a. n S O Mr Na2 S2 O3
2 3

0.25 gram
¿
158 g /mol
¿ 0.001 mol
b. [ H ¿ ¿2 O2 ]=V H 2 O2 ׿ n S2 O2−¿
3
¿
¿ 0.05 L× 0.001 mol
¿ 1× 1 0−5 M
[ H ¿ ¿ 2O 2 ]
c. Rate ( r ) = ¿
V tot × waktu
1 ×1 0−5 M 1 ×1 0−5 M −5 −1 −1
¿ = =0.16 ×10 M . L s
0.15 L × 40 s 6 L. s
¿ 0.0000016 M . L−1 s−1
d. log( r)=log 0.0000016
¿−5.79
2. Perlakuan 2
massa Na 2 S2 O3
2−¿= ¿
a. n S O Mr Na2 S2 O3
2 3

0.25 gram
¿
158 g /mol
¿ 0.001 mol
b. [ H ¿ ¿2 O 2 ]=V H 2 O 2 ׿ n S2 O2−¿
3
¿

¿ 0.05 L× 0.001 mol


¿ 1× 1 0−5 M
[ H ¿ ¿ 2O 2 ]
c. Rate ( r ) = ¿
V tot × waktu
1 ×1 0−5 M 1 ×1 0−5 M −6 −1 −1
¿ = =0.74 ×10 M . L s
0.3 L × 45 s 13.5 L. s
¿ 0.00000074 M . L−1 s−1
d. log ( r)=log 0.00000074
¿−6.13

3. Perlakuan 3
massa Na 2 S2 O3
2−¿= ¿
a. n S O Mr Na2 S2 O3
2 3

0.25 gram
¿
158 g /mol
¿ 0.001 mol
b. [ H ¿ ¿2 O2 ]=V H 2 O2 ׿ n S2 O2−¿
3
¿

¿ 0.05 L× 0.001 mol


¿ 1× 1 0−5 M
[ H ¿ ¿ 2O2 ]
c. Rate ( r ) = ¿
V tot × waktu
1×1 0−5 M 1×1 0−5 M −6 −1 −1
¿ = =0.35 ×10 M . L s
0.6 L× 47 s 28.2 L . s
¿ 0.00000035 M . L−1 s−1
d. log ( r)=log 0.00000035
¿−6.45
4. Perlakuan 4
mas sa Na2 S2 O3
2−¿= ¿
a. n S O Mr Na 2 S2 O3
2 3

0.25 gram
¿
158 g /mol
¿ 0.001 mol
b. [ H ¿ ¿2 O2 ]=V H 2 O2 ׿ n S2 O2−¿
3
¿

¿ 0.05 L× 0.001 mol


¿ 1× 1 0−5 M
[ H ¿ ¿ 2O2 ]
c. Rate ( r ) = ¿
V tot × waktu
1×1 0−5 M 1× 10−5 M −5 −1 −1
¿ = =0.15 ×10 M . L s
0.15 L × 44 s 6.6 L . s
¿ 0.0000015 M . L−1 s−1
d. log ( r)=log 0.0000015
¿−5.82

5. Perlakuan 5
massa Na 2 S2 O3
2−¿= ¿
a. n S O Mr Na2 S2 O3
2 3

0.25 gram
¿
158 g /mol
¿ 0.001 mol
b. [ H ¿ ¿2 O2 ]=V H 2 O2 ׿ n S2 O2−¿
3
¿

¿ 0.1 L× 0.001mol
¿ 1× 1 0−4 M
[ H ¿ ¿ 2O2 ]
c. Rate ( r ) = ¿
V tot × waktu
1 ×1 0−4 M 1 ×1 0−4 M −5 −1 −1
¿ = =0.79 ×10 M . L s
0.3 L × 42 s 12.6 L. s
¿ 0.0000079 M . L−1 s−1

d. log( r)=log 0.0000079


¿−5.10
6. Perlakuan 6
massa Na 2 S2 O3
2−¿= ¿
a. n S O Mr Na2 S2 O3
2 3

0.25 gram
¿
158 g /mol
¿ 0.001 mol
b. [ H ¿ ¿2 O2 ]=V H 2 O2 ׿ n S2 O2−¿
3
¿

¿ 0.2 L× 0.001mol
¿ 2 ×1 0−4 M
[ H ¿ ¿ 2O2 ]
c. Rate ( r ) = ¿
V tot × waktu
2 ×1 0−4 M 2 ×1 0−4 M −6 −1 −1
¿ = =0.74 ×10 M . L s
0.6 L× 45 s 27 L . s
¿ 0.00000074 M . L−1 s−1
d. log ( r)=log 0.00000074
¿−6.13

VII. Pembahasan
Reaksi kimia adalah proses berubahnya reaksi menjadi hasil reaksi. Proses
itu ada yang lambat dan ada yang cepat. Contohnya bensin terbakar lebih cepat
dibandingkan dengan minyak tanah. Ada reaksi yang berlangsung sangat cepat,
seperti membakar dinamit yang menghasilkan ledakan, dan yang sangat lambat
adalah seperti proses berkaratnya besi. Pembahasan tentang kecepatan (laju)
reaksi disebut kinetika kimia. Kinetika reaksi merupakan cabang ilmu kimia yang
membahas tentang laju reaksi dan faktor – faktor yang mempengaruhi. Kecepatan
(laju) reaksi dinyatakan sebagai perubahan konsentrasi pereaksi atau hasil reaksi
terhadap satuan waktu(Syukri, 1999).
Tujuan pada percobaan ini adalah untuk menentukan orde reaksi dan laju
reaksi pada reaksi redoks(Staf Pengajar Kinetika Kimia, 2020).
Prinsip dasar pada percobaan ini yaitu ditentukannya orde reaksi dan
ketepatan laju reaksi yang didasarkan pada reaksi redoks yang terjadi antara ion
peroksida sulfat dengan ion I- yang akan menghasilkan ion sulfat dan ion
triodida(Sa’adah, Ekadina, dan Maulana, 2009).
Prinsip kerja pada percobaan ini adalah dengan mencampurkan bahan –
bahan dengan perbedaan volume beberapa larutan dan dihitung waktu terjadi
perubahan warna pada larutan(Staf Pengajar Kinetika Kimia, 2020).
Pertama – tama menyiapkan 2 buah gelas kimia 100 mL, pada gelas kimia
1 dimasukkan 0.25 gram natrium tiosulfat dan 20 mL air, lalu aduk menggunakan
batang pengaduk fungsi natrium tiosulfat yaitu untuk memperbesar kelarutan I
yang sukar larut dalam air. Dan fungsi air yaitu sebagai pelarut. Pada gelas kimia
2 dimasukkan 10 gram KI lalu tambahkan 20 mL air. Kemudian memindahkan
larutan pada kedua gelas kimia ke dalam ke gelas kimia berukuran 600 mL setelah
itu menambahkan larutan HCl dan larutan H2O2. Setelah penambahan H2O2
dihitung waktu perubahan warna pada larutan, jika warna larutan telah berubah
maka proses penghitungan waktu dihentikan(Staf Pengajar Kinetika Kimia, 2020).
Pada hasil yang diperoleh waktu yang diperlukan untuk perlakuan 1, 2, 3,
4, 5, dan 6 dengan volume total 0.15, 0.3, 0.6, 0.15, 0.3, dan 0.6 secara berturut –
turut adalah 40, 45, 47, 44, 42, dan 45 dalam satuan sekon. Hal ini menunjukkan
semakin banyak volume larutannya waktu yang dibutuhkan larutan berubah warna
semakin lama( Staf Pengajar Kinetika Kimia, 2020).
Reaksi kimia adalah proses perubahan zat pereaksi menjadi produk.
Seiring dengan bertambahnya waktu reaksi, maka jumlah zat pereaksi semakin
sedikit, sedangkan produk semakin banyak. Laju reaksi berhubungan dengan
cepat atau lambatnya reaksi berlangsung. Laju suatu reaksi kimia sebanding
dengan hasil kali dari konsentrasi molar reaktan yang masing – masing
dipangkatkan dengan angka yang menunjukkan jumlah molekul dari zat – zat
yang ikut serta dalam reaksi(Staf Pengajar Kinetika Kimia, 2020).
Konsentrasi mempengaruhi laju reaksi karena adanya perbedaan jumlah
partikel. Semakin banyak partikel yang ada, kemunkinan untuk saling
bertumbukkan semakin tinggi. Semakin besar ukuran partikel zat, maka reaksi
akan semakin cepat karena luas permukaan zat yang saling bertumbukkan
semakin besar, sehingga peluang tumbukkan efektif juga semakin besar. Adanya
katalis akan mempercepat laju reaksi karena energi aktivasi larutan meningkat.
Tekanan yang semakin besar akan menurunkan volume gerak partikel, sehingga
partikel akan semakin berdekaan dan tumbukkan dapat terjadi lebih
sering(Suyanta, 2013).

VIII. Kesimpulan
Kesimpulan pada percobaan ini yaitu Konsentrasi mempengaruhi laju
reaksi karena adanya perbedaan jumlah partikel. Semakin banyak partikel yang
ada, kemunkinan untuk saling bertumbukkan semakin tinggi. Semakin besar
ukuran partikel zat, maka reaksi akan semakin cepat karena luas permukaan zat
yang saling bertumbukkan semakin besar, sehingga peluang tumbukkan efektif
juga semakin besar. Pada hasil yang diperoleh waktu yang diperlukan untuk
perlakuan 1, 2, 3, 4, 5, dan 6 dengan volume total 0.15, 0.3, 0.6, 0.15, 0.3, dan 0.6
secara berturut – turut adalah 40, 45, 47, 44, 42, dan 45 dalam satuan sekon.

Daftar pustaka
Sa’adah, N. L., Ekadina D. U., maulana I. (2009). Penuntun Laju Reaksi
Berdasarkan Perubahan Warna Melalui Metode Imajiner. Semarang:
Universitas Negeri Semarang.

Staf Pengajar Kinetika Kimia. (2020). Penuntun Praktikum Kinetika Kimia. Palu:
Universitas Tadulako.

Suyanta. (2013). Redoks dan Elektrokimia. Surabaya: PLPG Kimia.

Syukri. (1999). Kimia Dasar Jilid 2. Bandung: Universitas Indonesia.

DOKUMENTASI