Anda di halaman 1dari 8

TUGAS MANAJEMEN KEUANGAN

NAMA : LALU MUHAMMAD ARI SAGITA DESTRINISA


NIM : A1C017085
TUGAS MANAJEMEN KEUANGAN

1. PT. ANNA memiliki kekayaan senilai Rp200 juta. Kekayaan tersebut dibiayai dengan Rp120
juta hutang yang membayar bunga sebesar 22% per tahun. Kalau rentabilitas ekonomi yang
diperoleh sebesar 25% dan tarif pajak sebesar 25%. Berapakah:
a) Rentabilitas modal sendiri perusahaan tersebut?
b) Berapa return on assets (atau return on investment)-nya?
c) Berapa profit margin PT. ANNA?

Pembahasan :
Laba Operasi
BEP=
Rata−rata total aset
Laba operasi
25 %= ×100 %
200.000.000
25 % × 200.000.000
Laba operasi=
100 %
¿ 50.000 .000 (Laba Operasional)

Laba Setelah Pajak=50.000 .000 ×75 %=37.500 .000( pajaknya 25 % )

laba setelah pajak


a) ROE= × 100 %
( rata−rata ) ekuitas
37.500.000
¿ ×100 %
80.000.000
¿ 46,875 %
Laba setelah pajak
b) ROA= × 100 %
( rata−rata ) total aset
37.500.000
¿ ×100 %
200.000.000
¿ 18,75 %
LabaOperasi
c) Profit Margin= Penjualan x 100%
Laba setelah Pajak Penjualan
ROA = x
Penjualan Total Assets
50.000.000 Penjualan
18,75 = x
Penjualan 200.000.000
18,75 = 0,25.Penjualan
Penjualan = 75 juta
2. PT. MUTIARA mempunyai total kekayaan sebesar Rp5.000 juta, perputaran aktiva 5x dalam
satu tahun, laba setelah pajak sebesar Rp500 juta, dan rasio total hutang dengan total
kekayaan sebesar 0,20.
a) Berapa (1) net profit margin, (2) return on total assets, dan (3) return on equity?
b) Dengan melakukan investasi senilai Rp1.000 juta untuk meningkatkan efisiensi,
perusahaan bisa meningkatkan net profit marginya menjadi 3%, apabila rasio hutang
dengan kekayaan tetap tidak berubah, demikian juga penjualannya. Berapakah return
on assets dan return on equity yang baru?
c) Bagaimana perusahaan bisa mencapai return on equity yang sama dengan nomor (b)
dengan melakukan perubahan rasio hutang dengan kekayaan sedangkan rasio return on
assetsnya dipegang konstan?

Pembahasn :
laba be rsih
a) Net Profit Margin = x 100%
penjualan

 Penjualan = total aktiva x perputaranaktiva


= 5000 juta x 5 = 25.000 juta
500 juta
Net profit margin = x 100% = 0,2%
25.000 juta
laba be rsih
Return on asset = x 100%
total aktiva
500 juta
= x 100% = 10%
5.000 juta
laba be rsih
Return on equity = x 100%
total ekuitas
 Total utang = total aktiva x ratio utang
= 5000 juta x 5 = 25.000 juta
500 juta
Return on equity = 100% = 2%
25.000 juta
b) Net profit margin = 3%
Investasi = 1.000 juta

Total Hutang
= 0,20
Total Assets

Total Hutang
= 0,20
6.000 juta

Total Hutang = 1.200 juta


Modal = Total Asset – Total Hutang
Modal = 6.000 – 1.200
Modal = 4.800 juta
laba be rsih
Return on asset = x 100%
total aktiva
500 juta
= x 100% = 8,33%
6.000 juta
500 juta
c) Return on equity = 100% = 10,417%
4.800 juta

3. Dari soal nomor 2, diketahui bahwa bunga hutang yang dibayar perusahaan sebesar 15%
per tahun, dan tariff pajak penghasilan (income tax) sebesar 35%. Berapakah (a) laba
operasi, (b) NOPAT, (c) Profit margin, dan (d) Rentabilitas ekonomi PT Mutiara. Seandaianya
biaya modal perusahaan sebesar 16,5%. Berapakah Economic Value Added perusahaan?
Apa artinya?

Pembahasan :

a) Laba Operasi=EBIT=laba bersih+bunga+ pajak


= 500 + 15% + 35%
= Rp776,25 juta
b) NOPAT =EBIT ¿)
¿ 776,25 ( 1−35 % )
¿ 776,25 ( 0,65 )
¿ 504,5625
labaoperasi
c) Profit Margin= × 100 %
penjualan
776,25
¿ ×100 %
25.000
¿ 0,03105 ×100 %
¿ 3,105
laba
d) Rentabilitas= ×100 %
modal
776,25
¿ ×100 %
4.000
¿ 19,40625 %
e) Biaya modal perusahaan = 16,5%
EVA = NOPAT – biaya modal
= EBIT (1 – tarif pajak) – biaya modal
= 504,5625 – 16,5%
= 421,3097

4. Misalkan PT BERLIAN mampu menghasilkan rentabilitas ekonomi yang sama dengan PT


MUTIARA, demikian juga tarif pajak penghasilan, tingkat bunga pinjaman yang dibayar, dan
profit marginnya. Hanya saja PT BERLIAN menggunakan rasio hutang sebesar 0,40 dari
kekayaan senilai Rp5.000 juta.
a) Berapa return on equity PT. BERLIAN?
b) Berapa return on assets PT. BERLIAN?
Pembahasan :

Laba Bersih
a) ROE= ×100 %
Total Ekuitas
500.000 .000
¿
40 ×5.000 .000 .000 × 100 % ¿
¿
Rentabilitas Ekonomi = 19,40625%
Laba
Rentabilitas Ekonomi = ×100 %
Modal
Total Hutang
= 0,40
Total Asset
Total Hutang
= 0,40
5.000 juta

Total Hutang = 2.000 juta


Modal = Asset – Hutang
Modal = 5.000 – 2.000
= 3.000 juta
Laba
19,40625 =
3.000 juta
Laba = 58.218,75 juta

Laba Bersih
b) ROE= ×100 %
Total Ekuitas
58.218,75 juta
¿ ×100 %
3.000 juta
= 19,40625%
Laba Bersih
c) ROA= ×100 %
Total Aset
58.218,75 juta
¿ ×100 %
5.000 juta
¿ 11 ,

5. Misalkan dari soal nomor 2a, PT. MUTIARA memiliki 1 juta lembar saham dengan harga
saham Rp5.000 per lembar. Hitunglah (a) Price Earning Ratio (b) Market to Book Ratio, dan
(c) Market Value Added! Dapatkah suatu perusahaan mempunyai EVA yang negative tetapi
memiliki MVA yang positif? Mengapa?

Pembahasan:

Harga Saham
a) PER=
Laba per saham

laba bersih 500 juta


laba per saham= = = 500 juta
total saham yang beredar 1 juta
5000
PER= =10 x
500
Harga Saham
b) MBR=
Nilai Buku per saham

Jumlah Modal 4.000 juta


Nilai Buku per saham= = = 4.000
jum lah saham yang beredar 1 juta
Modal = aktiva- utang
= 5.000 juta – 1.000 juta = 4.000 juta
5.000
MBR= =1,25
4.000
c) MVA = (Jumlah saham beredar)(Harga saham) – Total modal
= ( 1 juta ⨯ 5.000 ) – 4.000
= 5.000 juta – 4.000 juta
= 1.000 juta

6. Masih dari soal nomor 2a, misalkan pada tahun sebelumnya net profit margin, return on
total assets, dan return on equity, berturut-turut adalah 2,4%, 8,0%, dan 13,3%. Apakah kita
bisa mengatakan bahwa profitabilitas perusahaan meningkat ataukah menurun?

Pembahasan :

Tahun Sebelumnya Tahun Sekarang


Net profit margin 2,4% 0,2%
Return on total assets 8% 10%
Return on equity 13,3% 2%

Dari tabel di atas dapat kita lihat perbandingan nilai net profit margin, return on total
assets dan return on equity yang besaran nilainya cenderung menurun, sehingga kita dapat
katakan bahwa profitabilitas perusahaan menurun, karenakan net profit margin
menggambarkan besar laba operasi yang dihasilkan dari setiap rupiah penjualan. Return on
total assets menghitung banyak laba bersih setelah pajak dihasilkan oleh total aset yang
dimiliki dan return on equity melihat seberapa banyak laba yang menjadi hak pemilik
ekuitas. Sehingga ketiga rasio tersebut dapat mengukur seberapa jauh perusahaan dapat
menghasilkan laba.

7. PT. SEHAT SEJAHTERA bermaksud untuk menjual saham di pasar modal. Salah seorang calon
pembeli saham tersebut ingin melakukan analisis terhadap laporan keuangan perusahaan.
Rasio-rasio apa yang sebaiknya menjadi perhatian calon pemegang saham tersebut?
Mengapa?

Pembahasan :

Rasio keuangan yang menjadi perhatian calon pemegang saham terhadap analisis laporan
keuangan perusahaan adalah:
a. Pertumbuhan pendapatan
Pendapatan perusahaan per tahun harus tumbuh dengan baik dalam tiga hingga lima
tahun terakhir. Pertumbuhan pendapatan yang bagus adalah rata-rata 5 persen per
tahun dalam lima tahun terakhir.
b. Net profit margin
Rasio selanjutnya yang harus diteliti adalah net profit margin (NPM) perusahaan
tersebut. Net profit margin adalah persentase pendapatan yang tersisa setelah
pendapatan total dikurangi dengan biaya operasional, bunga, pajak, dan dividen saham
preferen. Sebagai paduan pasar, net profit margin 10% dan lebih dianggap sehat.
Ingatlah bahwa, bergantung pada indrustri masing-masing, net profit margin
perusahaan yang patut dipertimbangkan dalam berinvestasi sebaiknya di atas 7%.
c. Return on equity
Return on equity (ROE) adalah perbandingan jumlah laba yang dapat dihasilkan
perusahaan dari jumlah modal yang diberikan oleh pemegang saham. Pada dasarnya,
rasio ini mengukur profitabilitas perusahaan dengan menunjukkan berapa besar laba
yang dihasilkan perusahaan dari modal yang diinvestasikan oleh pemegang sahamnya.
Semakin besar ROE, semakin baik kinerja yang ditunjukkan oleh perusahaan tersebut.
Sebagai panduan, perusahaan dengan rasio ROE di atas 15% dianggap memiliki kinerja
yang kuat.
d. Utang terhadap modal
Rasio utang terhadap modal atau deb-to-equity ratio (DER) merupakan perbandingan
relative antara modal pemegang saham dan utang yang digunakan untuk membiayai
asset perusahaan. Rasio ini diperoleh dengan membagi kewajiban total perusahaan
dengan nilai yang diwakili oleh modal pemegang saham.
Semakin rendah DER, berarti semakin sedikit utang yang ditanggung oleh perusahaan.
Pasa investor sebaiknya mencari perusahaan dengan DER 0,5:1 atau kurang.
Pemegang saham sangat penting untuk menganalisa laporan keuangan perusahaan untuk
mengetahui riwayat perusahaan dan proyeksi tingkat kinerja masa depannya sehingga
saham yang dibeli mendapatkan keuntungan dan tidak menderita kerugian.
8. Benarkah bahwa pemodal sebaiknya membeli saham dari perusahaan yang mempunyai PER
yang rendah? Mengapa?
Pembahasan :
Tidak, Karena, PER(Price to Earning Ratio) merupakan salah satu kategori dalam
menentukan apakah saham suatu perusahaan itu murah atau tidak. PER yang rendah
disebabkan oleh laba per saham yang relative tinggi dibandingkan dengan harga sahamnya,
sehingga tingkat returnnya lebih baik dan payback periodnya lebih singkat lagi. PER yang
kecil merupakan salah satu pertimbangan utama bagi value investing di samping factor-
faktor lainnya.
Jadi, PER saham yang lebih tinggi dari PER pasar kurang baik untuk investasi jangka panjang,
namun dapat dilakukan untuk short-run atau trading dengan pertimbangan teknikal saja.
Seorang investor yang cerdas akan menghindari saham dengan PER tinggi, apalagi saham itu
mempunyai volatilitas yang tinggi sehingga memiliki potensi risiko yang tinggi pula.