Anda di halaman 1dari 9

TUGAS MANAJEMEN KEUANGAN

NAMA : LALU MUHAMMAD ARI SAGITA DESTRINISA


NIM : A1C017085
NILAI WAKTU UANG
Konsep ini adalah konsep yang memperhatikan waktu dalam menghitung nilai uang. Artinya
uang yang dimiliki seseorang hari ini tidak akan sama nilainya dengan satu tahun yang akan
datang.

 DEFINISI NILAI WAKTU TERHADAP UANG

Nilai waktu terhadap uang adalah nilai uang dari beberapa waktu yang berbeda, yakni
antara nilai uang dimasa depan atau nilai uang saat ini. Konsep nilai waktu uang di perlukan oleh
manajer keuangan dalam mengambil keputusan ketika akan melakukan investasi.

 TINGKAT BUNGA

Nilai Uang RP1.000,- sekrang berbeda dengan nilai uang Rp1.000,- lima tahun lagi. Uang
Rp1.000,- yang diterima sekarng mempunyai kesempatan untuk menghasilkan bunga. Apabila
semua aliran kas didunia ini sudah pasti, maka tingkat bunga dapat digunakan untuk menyatan
nilai waktu uang.

 Bunga

Adalah imbal jasa atas pinjaman uang. Imbal jasa ini merupakan suatu kompensasi
kepada pemberi pinjaman atas manfaat kedepan dari uang pinjaman tersebut apabila
diinvestasikan atau sejumlah uang yang dibayarkan atau dihasilkan sebagai kompensasi
terhadap apa yang dapat diperoleh dari penggunaan uang. Ada dua jenis bunga yang umum dan
juga digunakan dalam perhitungan present ataupun future value yakni Bunga biasa , Bunga
majemuk.

a. Bunga Biasa

Bunga biasa adalah bunga yang dibayar (dihasilkan) hanya pada pinjaman pokoknya saja. Jumlah
rupiah dari bunga ini merupakan fungsi dari variable variable: pinjaman pokok,tingkat bunga
pertahun dan jumlah waktu lamanya pinjaman. Rumus perhitungannya adalah

Bb = PO (i) (n)

Dalam hal ini

Bb = Bunga biasa dalam rupiah

PO = Pinjaman pokok pada tahun ke-0

(i) = Tingkat bunga pertahun

(n) = Jumlah tahun


Contoh :

Uang Rp.10.000,-dibungakan 10% pertahun selama 10 tahun. Pada akhir tahun ke-10 jumlah
akumulasi datanya adalah ?

Bb = 10.000 (0,10) (10) = Rp.10.000,-

Untuk mencari nilai akhir (nilai terminal) adalah dengan menjumlahkan pinjaman pokok dengan
penghasilan bunganya. Jadinya,

N An = Po + Po (i) (n)

= Po [ 1+(i) (n) ]

Kadang kadang diketahui nilai akhir suatu tabungan dengan bunga i%vpertahun selama n tahun,
tetapi pinjaman pokoknya tidak diketahui. Untuk mencari pinjaman pokok ( Po= PV o ) tersebut rumusnya
adalah sebagai berikut

N An
Po = PV o =
1+ (i ) (n)

Contoh :

Nilai akhir tabungan selama 10 tahun dengan bunga 10% per tahun adalah Rp.20.000,-.
Berapa bunga pokoknya ( Po) ?

20.000
Po =
1+ ( 0,10 ) (10)

= Rp.10.000

b. Bunga Majemuk

Bunga majemuk atau bunga berbunga menunjukan bahwa bunga periode pertama dari
suatu pinjaman (tabungan) pokok akan dikenakan bunga pada periode kedua, begitu
seterusnya. Perbedaan bunga biasa dan bunga majemuk tampak jelas dengan contoh
perhitungan. Tabel dibawah menunjukan bunga majemuk pada nilai investasi selama waktu
tertentu dibandingkan dengan bunga biasa

PERBANDINGAN BUNGA MAJEMUK DENGAN BUNGA BIASA PADA NILAI INVESTASI


RP100.000,- DARI BERBAGAI WAKTU DENGAN TINGKAT BUNGA 10%

Tahun Nilai Awal Bungan Biasa Nilai Akhir Bunga Nilai Akhir
(Rp) (Rp) (Rp) Mejemuk (Rp) (Rp)
1. 100.000 10.000 110.000 10.000 110.000
2. 100.000 20.000 120.000 21.000 121.000
3. 100.000 30.000 130.000 33.100 133.100
4. 100.000 40.000 140.000 46.410 146.410
5. 100.000 50.000 150.000 61.051 161.051
Nilai yang akan datang dari RP100.000,- dari berbagai waktu pada tingkat bunga
tahunan sebesar 10%

Untuk mencari nilai akhir tahun pertama adalah

N A 1 = Po (1+ i ) = 100.000 (1+0,10) = Rp.110.00,-

Apabila tabungan Rp100.000,- tersebut kita biarkan selama 2 tahun maka nilai akhir tahun ke-2
adalah

N A 2 = N A 1 (1+ i) = Po (1+ i ) (1+ i ) = Po (1+ i ¿2

= Rp110.00 ( 1+ 0,10) = 100.000 ( 1,1) (1,1)

= Rp100.000 (1,1¿2

= Rp 121.000

Secara umum nilai akhirn bunga majemuk pada akhir tahun ke-n adalah

N A n = Po (1+ i ¿n

N A n = Po (NAF Bi . n )

NAF Bi . n adalah nilai akhir factor bunga pada i% untuk tahun ke-n sama dengan (1+ i ¿n

 Nilai Sekarang (Present Value)


Perhitungan nilai sekarang dari suatu aliran kas yang akan datang, dapat ditempatkan pada
pijakan sekarang. Perbandingan dibuat berdasarkan nilai rupiah pada saat sekarang. Nilai sekarang
menunjukan nilai uang pada saat ini untuk nilai tertentu dimasa mendatang. Sebagai contoh, akhir
tahun ke-10 akan diterima uang sebesar 2 juta rupiah, berapa nilai sekarang uang tersebut ? untuk
menjawab pertanyaan ini, kita dapat mulai dengan pertanyaan berapa jumlah uang sekarang agar
menjadi 2 juta rupiah pada akhir 10 tahun yang akan datang ? seandainya tingkat bunga majemuk
adalah 8% per tahun, maka jumlah uang tersebut merupakan nilai sekarang dari 2 juta rupiah yang
dibayar 10 tahun lagi di “discount” 8%. Tingkat bunga tersebut dinamakan “discount rate”. Rumusan
penyelesaiannya adalah

N SO = Po = N A n / (1+ i ¿n

N SO = Po = Nilai sekarang tabungan/pinjaman pokok


N A n = Nilai akhir pada tahun ke-n

N SO = Rp2.000.000 x
1
¿¿
= Rp2.000.000 x 0,436

= Rp926.000

 Nilai yang akan Datang (Future Value)


Nilai yang akan datang adalah nilai uang yang akan diterima dimasa yang akan datang dari
sejumlah modal yang ditanamkan sekarang dengan tingkat diskon rate bunga tertentu

Digunakan untuk menghitung nilai investasi yang akan datang apabila uang tersebut diberikan
sekarang berdasarkan tingkat suku bunga dan angsuran yang tetap selama periode tertentu kemudian
definisi lain dari future value adalah nilai uang yang akan datang dari satu jumlah uang atau suatu seri
pembayaran pada waktu sekarang, yang dievaluasi dengan suatu tingkat bunga tertentu.

contoh:

Pak Ramli pada 1 Januari 2005 menanamkan modalnya sebesar Rp 10.000.000, dalam bentuk
deposito di bank selama 1 tahun, dan bank memberikan bunga 10% per tahun, maka pada 31 Desember
2005 pak Ramli akan menerima uang miliknya yang terdiri dari modal pokok ditambah bunganya.

Future value = M o(1+i¿n

FV = 10.000.000 (1 + 0.10) 1

FV = 10.000.000 (1 + 0.10)

FV = 10.000.000 + 1.000.000

FV = 11.000.000

Jadi, nilai yang akan datang (Future Value) uang milik Pak Ramli adalah Rp 11.000.000

 Anuitas
Anuitas adalah suatu rangkaian penerimaan atau pembayaran tetap yang dilakukan secara berkala pada
jangka waktu tertentu. Selain itu anuitas juga diartikan sebagai kontrak di mana perusahaan asuransi
memberikan pembayaran secara berkala sebagai imbalan premi yang telah Anda bayar. Besar kecilnya
jumlah pembayaran pada setiap interval tergantung pada jumlah pinjaman, jangka waktu, dan tingkat
bunga. Contohnya adalah bunga yang diterima dari obligasi atau dividen tunai dari suatu saham
preferen. Jenis anuitas:
a. Anuitas biasa (ordinary)
adalah anuitas yang pembayaran atau penerimaannya terjadi pada akhir periode
b. Anuitas terhutang

Anuitas terhutang adalah anuitas yang pembayarannya dilakukan pada setiap awal interval.
Awal interval pertama merupakan perhitungan bunga yang pertama dan awal interval kedua merupakan
perhitungan bunga kedua dan seterusnya.

Rumus dasar future value anuitas terhutang :

FVn = PMT ( FVIFAi,n ) ( 1 + i )

Rumus dasar present value anuitas terhutang :

PVn = PMT ( PVIFAi,n ) ( 1 + i )

Nilai sekarang anuitas

Nilai sekarang anuitas adalah nilai hari ini dari pembayaran sejumlah dana tertentu yang
dilakukan secara teratur, selama waktu yang telah ditentukan. Dengan kata lain, jumlah yang harus anda
tabung dengan tingkat bunga tertentu untuk mandapatkan sejumlah dana tertentu secara teratur dalam
jangka waktu tertentu.

Nilai sekarang dari anuitas terhutang

Mengukur setiap pembayaran yang maju satu periode atau pembayaran pada awal tahun.

Rumus

n (Anuitas Terhutang) = PMT (PVIFAk,n)(1+k)

Anuitas abadi

Anuitas abadi adalah pembayaran yang sama jumlahnya dan diharapkan akan berlangsung terus
menerus.

Rumus anuitas abadi :

PV (Anuitas Abadi) = Pembayaran = PMT


Nilai sekarang dan Seri Pembayaran yang tidak Rata

Dalam pengertian anuitas tercakup kata jumlah yang tetap, dengan kata lain anuitas adalah arus
kas yang sama di setiap periode. Persamaan umum berikut ini bisa digunakan untuk mencari nilai
sekarang dari seri pembayaran yang tak rata:

Nilai sekarang anuitas abadi = pembayaran/tingkat diskonto = PMT/r

Langkah 1.

Cari nilai sekarang dari $ 100 yang akan diterima di tahun 1:

$100 (0,9434) = $ 94,34

Langkah 2.

Diketahui bahwa dari 2 tahun sampai tahun 5 akan diterima anuitas sebesar $ 200 setahun. Dicari dulu
anuitas 5 tahun, kemudian kurangi dengan anuitas 1 tahun, sisanya adalah anuitas 4 tahun dengan
pembayaran pertama yang diterima setelah tahun ke-2:

Pvanuitas = $ 200(PVIFA(6%,5tahun))- $ 200 (PVIFA(6%,1tahun))

Pvanuitas = $ 200(PVIFA(6%,5tahun))- $ PVIFA(6%,1tahun)

Pvanuitas= $ 200(4,2124-0,9434)

Pvanuitas= $653,80

Langkah 3.

Cari nilai sekarang dari $1000 yang akan diterima di tahun ke-7

$1000(0,6651) = $ 665,10

Langkah 4.

Jumlahkan komponen-komponen yang diperoleh dari langkah 1 hingga langkah 3 tersebut :

$ 94,34 + $ 653,80 + $ 665,10 = $1413,24

Periode Kemajemukan Tengah Tahunan atau Periode lainnya

Bunga majemuk tahunan adalah proses aritmatika untuk menentukan nilai akhir dari arus kas. Apabila
suku bunga ditambahkan satu kali dalam setahun. Sedangkan bunga majemuk setengah tahunan adalah
proses aritmatika untuk menentukan nilai akhir dari arus kas apabila suku bunga ditambahkan dua kali
dalam setahun.
Amortisasi Pinjaman

Salah satu penerapan penting dari bunga majemuk adalah pinjaman yang dibayarkan secara
dicicil selama waktu tertentu. Didalamnya adalah kredit mobil, kredit kepemilikan rumah, kredit
pendidikan, dan pinjaman bisnis lainnya selain pinjaman jangka waktu sangat pendek dan obligasi jangka
panjang.

Jika suatu pinjaman akan dibayarkan dalam periode yang sama panjangnya (bulanan, kuartalan,
atau tahunan), maka pinjaman ini disebut juga sebagai pinjaman yang diamortisasi (amortized loan).

Rumus :

Sn

a = ———-

CVIF a

CVIF = compound value interest factor (jumlah majemuk dari suku bunga selama Periode ke n)
DAFTAR PUSTAKA

Drs. Agus Sabardi /Juli 1994 / MANAJEMEN KEUANGAN JILID SATU / Yogyakarta / Unit
Penerbit dan Percetakan AMP YKPN

https://vianisilv.wordpress.com/2014/05/14/manajemen-keuangan-nilai-waktu-
terhadap-uang/