Anda di halaman 1dari 8

Nama WENI EPITA SARI

Resume tugas
S1 keperawatan
Kelas Iv e
ASUHAN KEPERAWATAN ANAK DENGAN
MENINGITIS

Konsep Dasar Penyakit


  

A.    Definisi
Meningitis adalah peradangan pada selaput meningen, cairan serebrospinal dan spiral
column yang menyebabkan proses infeksi pada system saraf pusat. (Suriadi, 2006)
Meningitis adalah radang pada meningen (membran yang mengelilingi otak dan medula
spinalis) dan disebabkan oleh virus, bakteri atau organ-organ jamur. (NANDA, 2012)
Meningitis merupakan keradangan pada daerah meningen, meningitis itu sendiri terdiri atas
meningitis tuberculosis, yang disebabkan oleh bakteri dan meningitis virus atau disebut
nonpurulen meningitis atau istilahnya disebut aseptic meningitis yang disebabkan oleh virus. (A.
Aziz Alimul Hidayat, 2006)
Meningitis adalah peradangan pada meninges, membran dari otak dan sumsum tulang
belakang. Hal ini paling sering disebabkan oleh infeksi (bakteri, virus, atau jamur), tetapi juga
dapat diproduksi oleh iritasi kimia, perdarahan subarachnoid, kanker dan kondisi lainnya.
(WHO, 2014)
Meningitis merupakan infeksi akut dari meninges, biasanya ditimbulkan oleh salah satu
dari mikroorganisme pneumokok, meningokok, stafilokok, streptokok, hemophilus influenza dan
bahan aseptis (virus).
Meningitis adalah infeksi cairan otak disertai radang yang mengenai piameter, araknoid
dan dalam derajat yang lebih ringan mengenai jaringan otak dan medulla spinalis yang
superfisial.

Asuhan Keperawatan
A.    Pengkajian
         Riwayat keperawatan : riwayat kelahiran, penyakit kronis, neoplasma riwayat pembedahan pada
otak, cedera kepala
         Pada neonatus : kaji adanya perilaku menolak untuk makan, refleks menghisap kurang, muntah
dan diare, tonus otot kurang, kurang gerak dan menagis lemah
         Pada anak-anak dan remaja : kaji adanya demam tinggi, sakit kepala, muntah yang diikuti
dengan perubahan sensori, kejang mudah terstimulasi dan teragitasi, fotofobia, delirium,
halusinasi, perilaku agresif atau maniak, penurunan kesadaran, kaku kuduk, opistotonus, tanda
kernig dan Brudzinsky positif, reflex fisiologis hiperaktif, petchiae atau pruritus.
         Bayi dan anak-anak (usia 3 bulan hingga 2 tahun) : kaji adanya demam, malas makan, muntah,
mudah terstimulasi, kejang, menangis dangan merintih, ubun-ubun menonjol, kaku kuduk, dan
tanda kernig dan Brudzinsky positif.

B.     Pemeriksaan Penunjang
         Lumbal Pungsi:
Lumbal pungsi biasanya dilakukan untuk menganalisa hitung jenis sel dan protein, cairan
serebrospinal, dengan syarat tidak ditemukan adanya peningkatan TIK.
         Meningitis bacterial: tekanan meningkat, cairan keruh/berkabut, leukosit dan protein meningkat,
glukosa menurun, kultur positif terhadap beberapa jenis bakteri.
         Glukosa & dan LDH : meningkat.
         LED/ESRD: meningkat.
         CT Scan/MRI: melihat lokasi lesi, ukuran ventrikel, hematom, hemoragik.
         Rontgent kepala: mengindikasikan infeksi intrakranial.
         Kultur Darah
         Kultur Swab Hidung dan Tenggorokan

B.     Diagnosa dan Intervensi Keperawatan


1.      Gangguan perfusi jaringan sehubungan dengan peningkatan tekanan intrakranial
Tujuan :
-          Pasien kembali pada keadaan status neurologis sebelum sakit
-          Meningkatnya kesadaran pasien dan fungsi sensoris
Kriteria hasil
-          Tanda-tanda vital dalam batas normal
-          Rasa sakit kepala berkurang
-          Kesadaran meningkat
-          Adanya peningkatan kognitif dan tidak ada atau hilangnya tanda-tanda tekanan intrakranial yang
meningkat.

INTERVENSI RASIONALISASI
Pasien bed rest total dengan posisi tidur Perubahan pada tekanan intakranial akan
terlentang tanpa bantal dapat meyebabkan resiko untuk terjadinya
herniasi otak
Monitor tanda-tanda status neurologis Dapat mengurangi kerusakan otak lebih
dengan GCS. lanjt
Monitor tanda-tanda vital seperti TD, Pada keadaan normal autoregulasi
Nadi, Suhu, Resoirasi dan hati-hati pada mempertahankan keadaan tekanan darah
hipertensi sistolik sistemik berubah secara fluktuasi.
Kegagalan autoreguler akan menyebabkan
kerusakan vaskuler cerebral yang dapat
dimanifestasikan dengan peningkatan
sistolik dan diiukuti oleh penurunan tekanan
diastolik. Sedangkan peningkatan suhu
dapat menggambarkan perjalanan infeksi.
Monitor intake dan output Hipertermi dapat menyebabkan peningkatan
IWL dan meningkatkan resiko dehidrasi
terutama pada pasien yang tidak sadar,
nausea yang menurunkan intake per oral
Bantu pasien untuk membatasi muntah, Aktifitas ini dapat meningkatkan tekanan
batuk. Anjurkan pasien untuk intrakranial dan intraabdomen.
mengeluarkan napas apabila bergerak Mengeluarkan napas sewaktu bergerak atau
atau berbalik di tempat tidur. merubah posisi dapat melindungi diri dari
efek valsava
Kolaborasi
Berikan cairan perinfus dengan perhatian Meminimalkan fluktuasi pada beban
ketat. vaskuler dan tekanan intrakranial, vetriksi
cairan dan cairan dapat menurunkan edema
cerebral
Monitor AGD bila diperlukan pemberian Adanya kemungkinan asidosis disertai
oksigen dengan pelepasan oksigen pada tingkat sel
dapat menyebabkan terjadinya iskhemik
serebral
Berikan terapi sesuai advis dokter
seperti: Steroid, Aminofel, Antibiotika. Terapi yang diberikan dapat menurunkan
permeabilitas kapiler.
Menurunkan edema serebri
Menurunkan metabolik sel / konsumsi dan
kejang.
2.      Nyeri sehubungan dengan adanya iritasi lapisan otak
Tujuan
-          Pasien terlihat rasa sakitnya berkurang / rasa sakit terkontrol
Kriteria hasil:
-          Pasien dapat tidur dengan tenang
-          Memverbalisasikan penurunan rasa sakit.

INTERVENSI RASIONALISASI
Mandiri
Pantau berat ringan nyeri yang dirasakan Mengetahui tingkat nyeri yang
dengan menggunakan skala nyeri dirasakansehingga memudahkan pemberian
intervensi

Pantau saat muncul awitan nyeri Menghindari pencetus nyeri merupakan


salah satu metode distraksi yang efektif

Usahakan membuat lingkungan yang Menurukan reaksi terhadap rangsangan


aman dan tenang ekternal atau kesensitifan terhadap cahaya
dan menganjurkan pasien untuk beristirahat
Kompres dingin (es) pada kepala dan Dapat menyebabkan vasokontriksi
kain dingin pada mata pembuluh darah otak
Lakukan latihan gerak aktif atau pasif Dapat membantu relaksasi otot-otot yang
sesuai kondisi dengan lembut dan hati- tegang dan dapat menurunkan rasa sakit /
hati disconfort
Kolaborasi
Berikan obat analgesic Mungkin diperlukan untuk menurunkan rasa
sakit. Catatan: Narkotika merupakan
kontraindikasi karena berdampak pada
status neurologis sehingga sukar untuk
dikaji.

3.      Resiko terjadinya injuri sehubungan dengan adanya kejang, perubahan status mental dan
penurunan tingkat kesadaran
Tujuan:
-          Pasien bebas dari injuri yang disebabkan oleh kejang dan penurunan kesadaran

INTERVENSI RASIONALISASI
Independent
monitor kejang pada tangan, kaki, mulut Gambaran tribalitas sistem saraf pusat
dan otot-otot muka lainnya memerlukan evaluasi yang sesuai dengan
intervensi yang tepat untuk mencegah
terjadinya komplikasi.
Persiapkan lingkungan yang aman seperti Melindungi pasien bila kejang terjadi
batasan ranjang, papan pengaman, dan
alat suction selalu berada dekat pasien.
Pertahankan bedrest total selama fae akut Mengurangi resiko jatuh / terluka jika
vertigo, sincope, dan ataksia terjadi
Kolaborasi
Berikan terapi sesuai advis dokter Untuk mencegah atau mengurangi kejang.
seperti; diazepam, phenobarbital, dll. Catatan : Phenobarbital dapat menyebabkan
respiratorius depresi dan sedasi.

4.      Hipertermi berhubungan dengan proses infeksi

Tujuan:
-          Suhu tubuh klien menurun dan kembali normal.
Kriteria hasil:

-          Suhu tubuh 36,5 - 37,5 ° C

INTERVENSI RASIONALISASI
Ukur suhu badan anak setiap 4 jam suhu 38,9 – 41,1 menunjukkan proses
penyakit infeksius
Pantau suhu lingkungan Untuk mempertahankan suhu badan
mendekati normal
Berikan kompres hangat Untuk mengurangi demam dengan proses
konduksi
Berikan selimut pendingin Untuk mengurangi demam lebih dari
39,5 0C
Kolaborasi dengan tim medis : Untuk mengurangi demam dengan aksi
pemberian antipiretik sentralnya di hipotalamus

5.      Perubahan persepsi sensori berhubungan dengan penurunan tingkat kesadaran


Tujuan:
-          Anak dapat mempertahankan fungsi sensori
Kriteria hasil:
-          Mengakui perubahan dalam kemampuan dan adanya keterlibatan residual, mendemontrasikan
perilaku untuk mengkompensasi terhadap hasil.

INTERVENSI RASIONALISASI
Kaji tingkat kesadaran sensorik Tingkat kesadaran sensorik yang buruk
dapat meningkatkan resiko terjadinya injury
Kaji reflek pupil, extraocular movement, Penurunan reflek menandakan adanya
respon terhadap suara, tonus otot dan kerusakan syaraf dan dapat berpengaruh
reflek-reflek tertentu terhadap keamanan pasien
Hilangkan suara bising Menurunkan stimulan dari lingkungan
Bertingkah laku tenang, konsisten, bicara Dapat membantu memudahkan pasien
lambat dan jelas dalam berkomunikasi dan meningkatkan
pemahaman anak

6.      Resiko (penyebaran) infeksi berhubungan dengan penurunan daya tahan terhadap infeksi


Tujuan:
-          Anak akan mencapai masa penyembuhan tepat waktu, tanpa penyebaran infeksi endogen atau
keterlibatan dengan orang lain

INTERVENSI RASIONALISASI
Pertahankan teknik aseptic dan cuci Menurunkan pasien terkena infeksi
tangan baik pasien, pengunjung maupun sekunder. Mengontrol penyebaran infeksi,
staf mencegah pemajanan pada individu
terinfeksi (mis: individu yang mengalami
infeksi saluran pernafasan atas)
Pantau dan catat teratur tanda-tanda Terapi obat akan diberikan secara terus
klinis dari proses infeksi menerus selama lebih dari 5 hari setelah
suhu turun (kembali normal) dan tanda-
tanda klinisnya jelas. Timbulnya tanda klinis
terus merupakan indikasi perkembangan
dari meningokosemia akut yang dapat
bertahan sampai dengan berminggu-minggu
atau berbulan-bulan atau penyebaran
pathogen secara hematogen/sepsis
Ubah posis pasien secara tertatur setiap 2 Mobilisasi secret dan meningkatkan
jam kelancaran secret yang akan menurunkan
resiko terjadinya komplikasi terhadap
pernafasan
Catat karakteristik urine seperti warna, Urine statis, dehidrasi dan kelemahan umum
kejernihan dan bau meningkatkan resiko terhadap infeksi
kandung kemih/ginjal/awitan sepsis
Kolaborasi dengan tim medis : Obat yang dipilih tergantung  infeksi dan
pemberian antibiotic sensitifitas individu.
Catatan: obat cranial mungkin diindikasikan
untuk basillus gram negative, jamur,
amoeba

7.      Resiko perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan anoreksia, mual,
muntah
Tujuan:
-          Perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh pada anak tidak
terjadi
Kriteria Hasil:
-          Masukan nutrisi adekuat
-          Tidak mengalami penurunan BB

INTERVENSI RASIONALISASI
Kaji kemampuan pasien untuk Berpengaruh terhadap pemilihan jenis
mengunyah, menelan, batuk dan makanan
mengatasi sekresi
Hindari makanan yang memperburuk Meminimalkan mual dan muntah
mual dan muntah
Anjurkan menyajikan diet dalam keadaan makanan hangat meminimalkan risiko
hangat muntah
Anjurkan kepada orang tua untuk meningkatkan proses pencernaan dan
memberikan makanan dalam porsi kecil toleransi pasien terhadap nutrisi yang
tapi sering diberikan
Timbang BB setiap hari Menunjukkan status nutrisi
Auskultasi bising usus Menentukan respon makan atau
berkembangnya komplikasi
Kolaborasi dengan tim gizi Merupakan sumber yang efektif untuk
mengidentifikasi kebutuhan nutrisi pasien

8.      Ansietas berhubungan dengan pemisahan dari system pendukung (hospitalisasi)


Tujuan:
-          Ansietas pasien berkurang
Kriteria Hasil:
-          Pasien/keluarga dapat mengikuti dan mendiskusikan rasa takut
-          Pasien/keluarga dapat mengungkapkan kekurangpengetahuan tentang situasi
-          Pasien/keluarga tampak rileks dan tenang
-          Pasien/keluarga melaporkan ansietas berkurang

INTERVENSI RASIONALISASI
Kaji status mental dan tingkat ansietas Gangguan kesadaran dapat mempengaruhi
dari pasien/keluarga rasa takut tetapi tidak menyangkal
keberadaannya. Derajat ansietas akan
dipengaruhi bagaimanainformasi tersebut
dapat diterima individu
Berikan penjelasan hubungan proses Meningkatkan pemahaman, mengurangi
penyakit dengan tanda gela rasa takut karena ketidak tahuan serta dapat
membantu menurunkan ansietas
Jawab setiap pertanyaan dengan penuh Penting untuk menciptakan kepercayaan
perhatiandan berikan informasi mengenai karena diagnose meningitis mungkin
prognosa penyakit menakutkan, ketulusan dan informasi yang
akurat dapat memberikan keyakinan kepada
pasien dan juga keluarga
Libatkan pasien/keluarga dalam Meningkatkan perasaan control terhadap diri
perawatan, perencanaan kehidupan dan meningkatkan kemandirian
sehari-hari, membuat keputusan
sebanyak mungkin
Lindungi privasi klien jika terjadi kejang Memperhatikan kebutuhan privasi klien,
memberikan peningkatan akan harga diri
dan melindungi pasien dari rasa lalu