Anda di halaman 1dari 2

TEORI

REAL CASE

Seorang ibu muda, A, single parent, punya anak balita yang ke mana-mana di bawa.

Namun semangat belajarnya kuat. Ia menempuh S2. Tiba saat sidang tesis. Seorang

profesor yang terkenal, menjadi ketua penguji sidang tesis mahasiswi yang tidak lain si

ibu A tadi. Ketika memasuki ruang sidang, Si A agak gelisah karena anaknya di luar ruang

sidang. Profesor mengamati, lalu terjadi dialog.

Prof: Anda gelisah?

Ibu: Ya, Prof, saya sambil momong anak saya, mengasuhnya sendirian.

Profesor memahami: Anda kuliah S2 sambil bawa anak, ujian bawa anak, lalu Anda bisa

menyelesaikannya hingga tahap ini? Anda luar biasa. Sudahlah, saya nyatakan Anda lulus.

Terkait kasus ini:

1. Pendekatan pengambilan keputusan apa yang beliau ambil sehingga meluluskan

mahasiswi tanpa melalui proses sidang tesis?

Jawab :

Pendekatan pengambilan keputusan secara intuitif. Karena dari keputusan yang diambil
didasarkan pada alam bawah sadar / hati kecil dan feeling yang mana merupakan sumber intuisi.
Profesor mengambil keputusan berdasarkan hati kecil dan feelingnya dimana dia yakin bahwa
menjadi seorang single parent sekaligus kuliah S2 bukanlah hal yang mudah untuk dilakukan dan
semuanya bisa dilalui si ibu A hingga tahap siding tesis. Profesor sudah melihat kerja keras dan
perjuangan si ibu A sehingga mengambil keputusan meluluskan ibu A tanpa melalui proses
sidang tesis.

2. Apakah pendekatan itu dapat dibenarkan? Jelaskan.

Jawab :

Menurut kami pengambilan keputusan secara intuitif dapat dibenarkan karena dalam
pengambilan keputusan tidak melulu harus didasarkan pada apakah logis atau tidak suatu
tindakan. Ada waktu – waktu tertentu dimana feeling ataupun intuisi menjadi penting dalam
pengambilan keputusan. Baik sacara analitik (rasional) dan intuitif sama pentingnya dalam
pengambilan keputusan. Namun, dalam pengambilan keputusan akan lebih baik jika intuitif
dipadukan dengan analitik.