Anda di halaman 1dari 5

UJIAN TENGAH SEMESTER

“ANALISIS BERITA & FEATURE”


Disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah Jurnalistik Media Cetak:
Deniawan Tommy Chandra W., S.Sos., M.I.Kom.

Disusun oleh :
Anindita Kusumastuti NIM D1219006
Farah Nabila NIM D1219016
Gilang Niko Fitriandito NIM D1219021
Johana Laudrie Caroline NIM D1219024
Nabila Fiscaninda Putri NIM D1219029
Nurma Wibi Earthany NIM D1219037
Winda Ramadiah Br Harahap NIM D1219048

PROGRAM STUDI ILMU KOMUNIKASI


FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN POLITIK
UNIVERSITAS SEBELAS MARET
SURAKARTA
2020
BERITA FEATURE
a) Dampak Covid-19: Satu Keluarga Terpaksa Makan Keladi karena Tak
Mampu Beli Beras
Karo – Penyebaran wabah Virus Corona (Covid-19) yang terjadi di berbagai
negara, salah satunya di Indonesia menyebabkan banyak cerita pilu. Selain
banyaknya korban akibat virus tersebut, berbagai lapisan masyarakat juga
merasakan dampak langsung dari penyebaran wabah ini. Salah satunya dialami
oleh satu keluarga di Dusun Lembah Surya, Kabupaten Karo, Sumatera Utara
yang terpaksa memakan keladi karena tidak mampu membeli beras.
Dilansir dari analisadaily.com, Minggu, 12 April 2020, cerita pilu ini terjadi
karena Zulkarnain Saragih (47) selaku kepala keluarga telah menjadi
pengangguran selama kurang lebih dua minggu pasca dirumahkan dari
pekerjaannya sebagai buruh harian lepas (BHL) di salah satu hotel di Berastagi.
Zulkarnain mengaku kesulitan untuk membiayai kebutuhan pokok keluarganya
karena sekarang tidak memiliki pendapatan. " Untuk urusan perut istri dan anak,
saya terpaksa mencari keladi hutan untuk dimasak sebagai pengganti nasi”,
ujarnya sembari menahan tangis. Sementara itu, kebutuhan biaya sekolah kedua
anaknya, yang berkuliah di salah satu perguruan tinggi di Jakarta dan bersekolah
di salah satu SD di Berastagi, juga terpaksa ditangguhkan karena ketiadaan biaya.
Kepala Dusun Lembah Surya Siswoyo mengaku tidak dapat berbuat banyak
terkait nasib yang dialami oleh warganya, karena penyebaran virus Covid-19 juga
berdampak pada ekonomi dirinya sendiri dan juga warga yang lain. Pemerintah
setempat hingga saat ini belum memberikan bantuan apapun untuk mengatasi hal
tersebut sehingga membuat warga desa berinisiatif untuk memberikan bantuan
kepada Zulkarnain. Warga secara sukarela memberikan bantuan berupa beras,
telur dan uang sumbangan sekedarnya sehingga Zulkarnain dan keluarganya bisa
makan nasi selama beberapa minggu ke depan.
Seperti yang diketahui, penyebaran wabah virus Covid-19 ini memberikan
dampak langsung ke berbagai aspek kehidupan, salah satunya industri pariwisata
di Kabupaten Karo. Jumlah wisatawan yang berkunjung ke Tanah Karo menurun
drastis, terlebih setelah satu warganya dikonfirmasi positif terkena virus Covid-
19 dan menjadi kasus Covid-19 pertama di Kabupaten Karo. Penurunan jumlah
wisatawan ini membuat beberapa hotel dan home stay (penginapan) mengalami
kerugian karena banyak pelanggan melakukan pembatalan kamar yang sudah
dipesan sebelumnya. Kejadian ini membuat pihak hotel terpaksa merumahkan dan
meliburkan secara bergantian para pegawainya (cuti tanpa tanggungan) terhitung
sejak awal April 2020. Setelah situasi kembali normal, para pegawai yang
dirumahkan kemungkinan akan dipekerjakan kembali.

b) Peran Seorang 'Ibu' UMKM dalam Menangani Dampak Covid-19


Bogor – Sore itu seorang ibu sedang sibuk menyusun data anggota UMKM/IKM
(Usaha Mikro Kecil Menengah / Industri Kecil Menengah) di Kecamatan
Cigombong yang terkena dampak Covid-19. Kesibukan ini merupakan hal baru
yang dialami oleh ibu Tetty (50) sebagai ketua forum UMKM/IKM Kecamatan
Cigombong, karena wabah Covid-19 ini banyak para anggotanya yang mengalami
penurunan jumlah omset hingga terancam tidak bisa melanjutkan usaha yang telah
dirintisnya sebagai sumber mata pencaharian sehari-hari.
Berbeda dengan sektor ekonomi lain yang mempunya beberapa pemilik modal,
UMKM/IKM adalah usaha yang bergerak sendiri dan skala keuntungannya
bergantung pada hasil penjualan per bulannya. Peraturan yang dikeluarkan
pemerintah terkait PSBB (Penerapan Sosial Berskala Besar) mengakibatkan
jumlah penjualan yang menurun akibat sepinya konsumen dan penutupan kios di
beberapa lokasi. Bahkan beberapa penggiat usaha yang berniaga di lingkungan
sekolahan terpaksa harus tutup total dan tidak mendapatkan omset sepeserpun.
Sebagai ketua Forum UMKM/IKM, Ibu Tetty menampung keluh kesah yang
dialami oleh para anggota forum tersebut untuk kemudian disampaikan kepada
pemerintah. "Beberapa program memang sudah diinfokan kepada kami pengurus
forum, namun data yang sudah dikirimkan belum menghasilkan bantuan nyata
kepada kami para UMKM/IKM" merupakan pernyataan yang disampaikan sore
itu saat ibu Tetty sedang mengirimkan data ketiga kepada dinas yang berbeda dari
kedua data sebelumnya melalui gawainya.
Bantuan dari pemerintah yang tidak kunjung datang harus disiasati agar para
UMKM/IKM tetap bisa menjalankan usahanya. Hal ini diatasi oleh beberapa
anggota dengan saling menjual produk melalui media sosial ataupun jasa antar
untuk mengurangi interaksi sosial di masyarakat. Beberapa anggota lain juga
mulai mengganti usahanya dengan hal-hal yang dibutuhkan saat ini seperti
minuman kesehatan ataupun masker yang mereka produksi sendiri di rumah
masing-masing. "Saya dalam hal ini hanya bisa membantu untuk memberi
semangat kepada para anggota dan pengurus agar tetap menjalankan usaha
ditengah masa pandemi ini, kita selaku penggiat UMKM/IKM harus kreatif dan
bisa fleksibel terhadap perubahan yang ada, saya juga membantu memasarkan
atau membeli produk yang mereka jual, kami saling bantu lah, ada yang jual ada
juga yang beli, itulah gunanya forum".
Ibu Tetty merupakan satu dari beberapa perempuan lain yang menjadi pengurus
forum UMKM/IKM Kecamatan di Kabupaten Bogor. Meskipun tidak memiliki
jabatan yang formal maupun upah dari pemerintah para pengurus UMKM/IKM
tersebut bekerja sepenuh hati, layaknya seorang Ibu di keluarga, keluarga Forum
UMKM / IKM. Forum UMKM / IKM Kecamatan Cigombong mungkin bukan
sebagai satu-satunya solusi ditengah menurunnya aktivitas perekonomian para
penggiat usaha di Kecamatan Cigombong, namun dalam wadah ini diharapkan
setiap anggota dan pengurus dapat saling membantu untuk kemajuan bersama
baik dalam masa krisis maupun masa normal. Forum ini juga tidak berdiri sendiri
namun diinisiasi oleh Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Bogor sehingga
seluruh forum dari tiap-tiap kecamatan di Kabupaten Bogor dapat saling
berafiliasi dan membantu satu sama lain dalam menyokong perekonomian yang
turun akibat wabah Covid-19 ini.

c) Wabah Corona Menggempur, Jadwal Seleksi Terpaksa Mundur


Surakarta – Beberapa jalur Seleksi Pemerimaan Mahasiswa Baru Universitas
Sebelas Maret Tahun 2020 terpaksa diundur sehubungan dengan merebaknya
wabah Corona virus disease atau Covid-19. Hal tersebut erat kaitannya setelah
penetapan status Kondisi Luar Biasa (KLB) Kota Surakarta oleh Walikota FX
Rudiatmo melalui Kepwalkot No. 443.76/28 tertanggal 13 Maret 2020, tepat dua
hari setelah World Health Organization (WHO) menetapkan Covid-19 sebagai
sebuah Pandemi. Tak main-main, Covid-19 ini sangat berdampak pada hampir
segala aspek kehidupan manusia, baik ekonomi, sosial, maupun kesejahteraan
masyarakat.
Universitas Sebelas Maret yang saat ini sedang punya gawe tahunan untuk
menyelenggarakan seleksi penerimaan mahasiswa baru pun turut merasakan
imbas dari Covid-19. Prof. Dr. Ir. Hadiwiyono, M.Si. selaku Sekretaris Eksekutif
SPMB Universitas Sebelas Maret mengungkapkan bahwa wabah Covid-19
memiliki pengaruh dalam hal teknis pelaksanaan seleksi. “Ada beberapa hal
secara teknis dalam pelaksanaan seleksi mahasiswa baru UNS yang terkendala
karena wabah Covid-19, namun kita usahakan dengan maksimal seleksi tetap akan
berjalan sesuai dengan prosedur dan arahan dari pusat.” ungkapnya.
Beberapa jalur seleksi yang terpaksa mundur antara lain Ujian Tulis Berbasis
Komputer dalam Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (UTBK-
SBMPTN) yang semula dijadwalkan pada bulan April ini secara nasional diundur
serentak hingga bulan Juli 2020. Jalur Ujian Mandiri Diploma (UMD) serta
Seleksi Mandiri (SM) pun masih menunggu pembahasan lanjutan bersama
pimpinan untuk menentukan jadwal pelaksanaan seleksi. “Untuk jadwal seleksi
jalur Ujian Mandiri Diploma dan Seleksi Mandiri UNS akan diumumkan
kemudian menunggu hasil pembahasan dengan pimpinan.” jelasnya.
Sebagai tambahan, Wakil Rektor I Bidang Akademik Universitas Sebelas Maret
selaku Ketua Panitia Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (SPMB), Prof. Dr. Ir.
Ahmad Yunus, M.S. menyatakan bahwa diundurnya jadwal pendaftaran dan
pelaksanaan UTBK-SBMPTN Tahun 2020 tersebut sesuai dengan Surat Edaran
Tim Pelaksana Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT) Nomor:
11/SE.LTMPT/2020 tentang Pelaksanaan Jadwal UTBK 2020. Meskipun begitu,
jalur Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) program
sarjana dan jalur Penelusuran Minat dan Bakat (PMDK) program diploma sukses
terselenggarakan. Dengan berhasil menjaring 1.720 mahasiswa baru dari total
peserta 31.080 pada jalur SNMPTN serta 1.068 mahasiswa baru dari total 8.837
peserta pada jalur PMDK.
Prof. Dr. Ir. Ahmad Yunus, M.S. menekankan bahwa Seleksi Penerimaan
Mahasiswa Baru Universitas Sebelas Maret Tahun 2020 akan tetap dilaksanakan
meskipun ada beberapa perubahan jadwal pelaksanaan mengikuti perkembangan
kondisi selama wabah Covid-19. “Seleksi akan tetap berjalan, meski ada
perubahan jadwal.” Pungkasnya.