Anda di halaman 1dari 19

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami ucapkan atas kehadirat Allah SWT, karena dengan rahmat dan karunia-Nya
kami masih diberi kesempatan untuk bekerja bersama untuk menyelesaikan makalah kami yang
berjudul “KEBUTUHAN PSIKOLOGI IBU HAMIL TRIMESTER I, II, III”. Makalah ini
merupakan salah satu tugas mata kuliah “ASUHAN KEBIDANAN I”.

Tidak lupa kami ucapkan terimakasih kepada dosen pembimbing dan teman-teman yang telah
memberikan dukungan dalam menyelesaikan makalah ini. Kami menyadari bahwa dalam
penulisan makalah ini masih banyak kekurangan baik pada teknis penulisan maupun materi,
mengingat akan kemampuan yang dimiliki kami. Untuk itu kritik dan saran dari semua pihak
sangat kami harapkan demi penyempurnaan pembuatan makalah ini.

Akhirnya kami berharap semoga Allah memberikan imbalan yang setimpal pada mereka
yang telah memberikan bantuan, dan dapat menjadikan semua bantuan ini sebagai ibadah, Amiin
Yaa Robbal ‘Alamiin.

Penulis,06 MARET 2018

1
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR..............................................................................................ii

DAFTAR ISI..........................................................................................................iii

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang...............................................................................

1.2 Tujuan Masalah..............................................................................

1.3 Rumusan Masalah..........................................................................

BAB II

PEMBAHASAN

2.1 kebutuhan psikologi ibu hamil trimester I, II,III..................................

BAB III

PENUTUP

3.1. Kesimpulan...............................................................................

3.2 Saran..............................................................................................

DAFTAR PUSTAKA............................................................................

2
BAB I

PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG

Kehamilan merupakan krisis bagi kehidupan keluarga yang dapat diikuti dengan stres dan
kecemasan. Perubahan dan adaptasi selama kehamilan, tidak hanya dirasakan oleh ibu tetapi
seluruh anggota keluarga. Oleh karena itu, selama kehamilan seluruh anggota keluarga harus
terlibat terutama suami.

Ketersediaan dukungan sosial untuk kesejahteraan psikososial ibu hamil adalah hal yang
penting. Dukungan dan kasih sayang dari anggota keluarga dapat memberikan perasaan
nyaman dan aman ketika ibu merasa takut dan khawatir dengan kehamilannya.

Selain dukungan dari keluarga, ibu hamil juga memerlukan dukungan dari tenaga
kesehatan khususnya bidan yang menemani ibu selama masa kehamilannya.

1.2 TUJUAN MASALAH

Adapun tujuan penulisan makalah ini adalah :

“Untuk menjelaskan tentang kebutuhan pada ibu hamil trimester I, II, III”.

1.3 RUMUSAN MASALAH

Adapun rumusan masalah penulisan makalah ini yaitu :

1. Bagaimanakah perubahan psikologi ibu hamil trimester I, II, dan III ?

3
BAB II

PEMBAHASAN

2.1 Kebutuhan Psikologi Ibu Hamil Trimester I, II dan III

TRIMESTER I

Sekarang wanita merasa sedang hamil dan perasaannya pun bisa menyenangkan atau
tidak menyenangkan. Hal ini dipengaruhi oleh keluhan umum seperti lelah, lemah, mual,
sering buang air kecil, membesarnya payudara. Ibu merasa tidak sehat dan sering kali
membenci kehamilannya perubahan emosi yang sering terjadi adalah mudah menangis,
mudah tersinggung, kecewa penolakan, dan gelisah serta seringkali biasanya pada awal
kehamilan ia berharap untuk tidak hamil.

Pada trimester ini adalah periode penyesuaian diri, seringkali ibu mencari tanda-tanda
untuk lebih meyakinkan bahwa dirinya memang hamil. ibu sering merasa ambivalen,
bingung, sekitar 80% ibu melewati kekecewaan, menolak, sedih, gelisah. Kegelisahan timbul
karena adanya perasaan takut, takut abortus atau kehamilan dengan penyulit, kematian bayi,
kematian saat persalinan, takut rumah sakit, dan lain-lain. Perasaan takut ini hendaknya

4
diekspresikan sehingga dapat menambah pengetahuan ibu dan banyak orang yang membantu
dan member perhatian. Oleh karena itu sangat penting adanya keberanian wanita untuk
komunikasi baik dengan pasangan, keluarga meupun bidan.

Sumber kegelisahan lainnya adalah aktivitas seks dan relasi dengan suami. Wanita
merasa tidak mempunyai daya tarik, kurang atraktif adanya perubahan fisik sehingga menjadi
tidak percaya diri. Kebanyakan wanita mengalami penurunan libido pada periode ini.
Keadaan ini membutuhkan adanya komunikasi yang terbuka dan jujur dengan suami.
Perubahan psikologi ini menurun pada trimester 2 dan meningkat kembali pada saat
mendekati persalinan.

Kegelisahan sering dibarengi dengan mimpi buruk, firasat dan hal ini sangat
mengganggu. Dengan meningkatnya pengetahuan dan pemahaman akan kehamilan,
bahaya/risiko,komitmen untuk menjadi orang tua, pengalaman hamil akan membuat wanita
menjadi siap. Perasaan ambivalen akan berkurang pada akhir trimester 1 ketika wanita sudah
menerima/ menyadari bahwa dirinya hamil dan didukung oleh perasaan aman untuk
mengekspresikan perasaannya.

Reaksi pertama seorang pria ketika mengetahui bahwa dirinya akan menjadi ayah adalah
timbulnya perasaan bangga atas kemampuannya mempunyai keturunan bercampur dengan
keprihatinan akan kesiapannya untuk menjadi seorang ayah dan pencari nafkah untuk
keluarganya. Seorang calon ayah akan sangat memperhatikan keadaan ibu yang sedang mulai
hamil dan menghindari hubungan seks karena takut mencederai janin.

TRIMESTER II

Periode ini sering disebut periode sehat (radian health) ibu sudah bebas dari
ketidaknyamanan. Selama periode ini wanita sudah mengharapkan bayi. Dengan adanya
gerakan janin, rahim yang semakin membesar, terlihatnya gerakan bayi saat di USG semakin
meyakinkan dia bahwa bayinya ada dan dia sedang hamil. Ibu menyadari bahwa bayinya
adalah individu yang terpisah dari dirinya oleh karena itu sekarang ia lebih fokus
memperhatikan bayinya. Ibu sudah menerima kehamilannya dan mulai dapat menggunakan
energi dan pikirannya secara lebih konstruktif. Sebelum adanya gerakan janin ia berusaha
terlihat sebagai ibu yang baik, dan dengan adanya gerakan janinia menyadari identitasnya
5
sebagai ibu. Hal ini menimbulkan perubahan yang baik seperti kontak sosial meningkat
dengan wanita hamil lainnya, adanya gelar calon ibu baru, ketertarikannya pada kehamilan
dan persalinan serta persiapan untuk menjadi peran baru.

Kebanyakan wanita mempunyai libido yang meningkat dibandingkan trimester I, hal ini
terjadi karena ketidaknyamanan berkurang, ukuran perut tidak begitu besar.

TRIMESTER III

Periode ini sering disebut priode menunggu dan waspada sebab pada saat itu ibu tidak
sabar menunggu kelahiran bayinya, menunggu tanda-tanda persalinan. Perhatian ibu berfokur
pada bayinya, gerakan janin dan membesarnya uterus mengingatkan pada bayinya. Sehingga
ibu selalu waspada untuk melindungi bayinya dari bahaya, cedera dan akan menghindari
orang/hal/benda yang dianggapnya membahayakan bayinya. Persiapan aktif dilakukan untuk
menyambut kelahiran bayinya, membuat baju, menata kamar bayi, membayangkan
mengasuh/merawat bayi, menduga-duga akan jenis kelaminnya dan rupa bayinya

Pada trimester III biasanya ibu merasa khawatir, takut akan kehidupan dirinya, bayinya,
kelainan pada bayinya, persalinan, nyeri persalinan, dan ibu tidak akan pernah tahu kapan ia
akan melahirkan. Ketidaknyamanan pada trimester ini meningkat, ibu merasa dirinya aneh
dan jelek, menjadi lebih ketergantungan, malas dan mudah tersinggung serta merasa
menyulitkan. Disamping itu ibu merasa sedih akan berpisah dari bayinya dan kehilangan
perhatian khusus yang akan diterimanya selama hamil, disinilah ibu memerlukan keterangan,
dukungan dari suami, bidan dan keluarganya.

Masa ini disebut juga masa krusial/penuh kemelut untuk beberapa wanita karena ada
kritis identitas, karena mereka mulai berhenti bekerja, kehilangan kontak dengan teman,
kolega (Oakley, dalam Sweet,1999). Mereka merasa kesepian dan terisolasidi rumah. Wanita
mempunyai banyak kekhawatiran seperti tidakan meedikalisasi saat persalinan, perubahan
body image merasa kehamilannya sangat berat, tidak praktis, kurang atraktif, takut
kehilangan pasangan. Bidan harus mampu mengkaji dengan teliti/hati-hati sejumlah stres
yang dialami ibu hamil, mampu menilai kemampuan coping dan memberikan dukungan.

Kebutuhan Psikologi Ibu Hamil Trimester I, II, III

6
Pada Peristiwa Kehamilan merupakan suatu rentang waktu, dimana tidak hanya terjadi
perubahan fisiologis, tetapi juga terjadi perubahan psikologis yang memerlukan penyesuaian
emosi, pola berpikir, dan perilaku yang berlanjut hingga bayi lahir. Status emosional dan
psikologis ibu hamil turut menentukan keadaan yang timbul sebagai akibat atau diperburuk
oleh kehamilan, sehingga dapat terjadi pergeseran dimana kehamilan sebagai proses
fisiologis menjadi kehamilan patologis.

1. Support Keluarga

a. Suami

1. Dukungan dan peran serta suami dalam masa kehamilan terbukti


meningkatkan kesiapan ibu hamil dalam menghadapi kehamilan dan proses
persalinan, bahkan juga memicu produksi ASI. Suami sebagai seorang yang
paling dekat, dianggap paling tahu kebutuhan istri. Saat hamil wanita
mengalami perubahan baik fisik maupun mental. Tugas penting suami yaitu
memberikan perhatian dan membina hubungan baik dengan istri, sehingga
istri mengkonsultasikan setiap saat dan setiap masalah yang dialaminya dalam
menghadapi kesulitan-kesulitan selama mengalami kehamilan.

7
2. Keterlibatan suami sejak awal masa kehamilan, sudah pasti akan
mempermudah dan meringankan pasangan dalam menjalani dan mengatasi
berbagai perubahan yang terjadi pada tubuhnya akibat hadirnya sesosok
“manusia mungil” di dalam perutnya. Bahkan, keikutsertaan suami secara
aktif dalam masa kehamilan, dapat mempengaruhi keberhasilan seorang istri
dalam mencukupi kebutuhan ASI untuk si bayi kelak sangat ditentukan oleh
seberapa besar peran dan keterlibatan suami dalam masa-masa kehamilannya.

3. Saat hamil merupakan saat yang sensitif bagi seorang wanita, jadi sebisa
mungkin seorang suami memberikan suasana yang mendukung perasaan istri,
misalnya dengan mengajak istri jalan-jalan ringan, menemani istri ke dokter
untuk memeriksakan kehamilannya serta tidak membuat masalah dalam
komunikasi. Diperoleh tidaknya dukungan suami tergantung dari keintiman
hubungan, ada tidaknya komunikasi yang bermakna, dan ada tidaknya
masalah atau kekhawatiran akan bayinya.

b. Keluarga

Lingkungan keluarga yang harmonis ataupun lingkungan tempat tinggal


yang kondusif sangat berpengaruh terhadap keadaan emosi ibu hamil. Wanita
hamil sering kali mempunyai ketergantungan terhadap orang lain disekitarnya
terutama pada ibu primigravida. Keluarga harus menjadi bagian dalam
mempersiapkan pasangan menjadi orang tua.

c. Lingkungan

1. Doa bersama untuk keselamatan ibu dan bayi dari ibu – ibu pengajian/
perkumpulan/ kegiatan yang berhubungan dengan sosial/ keagamaan.

2. Membicarakan dan menasehati tentang pengalamaan hamil dan melahirkan.

3. Adanya diantara mereka yang bersedia mengantarkan ibu untuk periksa.

4. Menunggui ibu ketika melahirkan.

5. Mereka dapat menjadi seperti saudara ibu hamil.


8
 Pada Trimester I

a. Memberikan Pengertian bahwa perubahan yang terjadi merupakan hal yang


normal dapat terjadi pada setiap ibu hamil

b. Bertukar pengalaman yang menyenangkan

c. Suami dapat memberikan dukungan dengan mengerti dan memahami setiap


perubahan yang terjadi pada istrinya, memberikan perhatian dengan penuh kasih
saying dan berusaha untuk meringankan beban kerja istri

 Pada .Trimester II

a. Bersama – sama dengan ibu untuk merencanakan persalinan

b. Ikut mewaspadai adanya komplikasi dan tanda-tanda kehamilan

c. Bersama-sama mempersiapkan suatu rencana apabila terjadi komplikasi

 Pada Trimester III

a. Keluarga dan suami dapat memberikan dukungan dengan memberikan keterangan


tentang persalinan.

b. Tetap memberikan perhatian dan semangat pada ibu selama menunngu


persalinannya

c. Bersama-sama mematangkan persiapan persalinan yang mungkin terjadi

2. Support Tenaga Kesehatan (Bidan)

9
Peran bidan dalam perubahan dan adaptasi psikologi adalah dengan memberi
support atau dukungan moral bagi klien, meyakinkan bahwa klien dapat menghadapi
kehamilannya dan perubahan yang dirasakannya adalah sesuatu yang normal. Bidan
harus bekerjasama dan membangun hubungan yang baik dengan klien agar terjalin
hubungan yang terbuka antara bidan dan klien. Keterbukaan ini akan mempermudah
bidan memberikan solusi terhadap permasalahan yang dihadapi klien.

Bidan juga berfungsi sebagai fasilitator bagi kliennya. Bidan dapat membagi
pengalaman yang pernah dirasakan bidan itu sendiri, misalnya jika bidan tersebut
juga pernah merasakan kehamilan, hal ini akan membuat klien mengerti akan fungsi
bidan yang disatu sisi sebagai seorang bidan dan disisi lain sebagai manusia biasa
yang juga merasakan perubahan-perubahan yang terjadi dalam siklus kehidupan.
Bidan juga dapat menceritakan pengalaman orang lain sehingga klien mampu
membayangkan bagaimana cara mereka sendiri untuk menyelesaikan dan
menghadapi masalahnya.

Bidan juga berperan sebagai seorang pendidik, bidan yang memutuskan apa yang
harus di beritahukan kepada klien dalam menghadapi kehamilannya agar selalu
waspada terhadap perubahan yang terjadi, perilakunya dan bagaimana menghadapi
permasalahnnya yang timbul akibat kehamilannya.

Dalam memberikan informasi dan pendidikan kesehatan, bidan mengurangi


pengaruh yang negatif misalnya kecemasan dan ketakutan yang sering ditimbulkan
oleh cerita cerita yang menakutkan mengenai kehamilan dan persalinan, pengalaman
persalinan yang lampau atau karena kurangnya pengetahuan mengenai proses
kehamilan dan persalinan. Bidan mengajarkan dan menganjurkan latihan fisik seperi
senam hamil untuk memperkuat otot otot dasar panggul.

Pada Trimester 1

a. Menjelaskan dan meyakinkan pada ibu bahwa apa yang terjadi padanya adalah
sesuatu yang normal.

10
b. Membantu untuk memahami setiap perubahan yang terjadi baik fisik maupun
psikologis

c. Yakinkan bahwa ibu akan mulai merasa lebih baik dan berbahagia pada trimester
kedua

Pada .Trimester II

a. Mengajarkan pada ibu tentang nutrisi, pertumbuhan bayi, tanda – tanda bahaya

b. Bersama ibu dan keluarga dalam merencanakan kelahiran dan rencana kegawat
daruratan

Pada Trimester III

a. Memberikan penjelasan bahwa yang dirasakan oleh ibu adalah norma

b. Menenangkan ibu

c. Membicarakan kembali dengan ibu bagaimana tanda – tanda persalinan yang


sebenarnya

d. Meyakinkan bahwa anda akan selalu berada bersama ibu untuk membantu
melahirkan bayinya.

3. Rasa Aman dan Nyaman Selama Kehamilan

Orang yang paling penting bagi seorang wanita hamil biasanya ialah ayah sang
anak. Semakin banyak bukti menunjukan bahwa wanita yang diperhatikan dan
dikasihi oleh pasangan prianya selama hamil akan menunjukan lebih sedikit gejala
emosi dan fisik, lebih sedikit komplikasi persalinan, dan lebih mudah melakukan
penyesuaian selam masa nifas. Ada dua kebutuhan utama yang ditunjukan wanita
selama ia hamil, kebutuhan pertama ialah menerima tanda-tanda bahwa ia dicintai
dan dihargai. Kebutuhan kedua ialah merasa yakin akan penerimaan pasangannya
terhadap sang anak dan mengasimilasi bayi tersebut kadalam keluarga.

11
Peran keluarga khususnya suami, sangat diperlukan bagi seorang wanita hamil.
Keterlibatan dan dukungan yang diberikan suami kepada kehamilan akan mempererat
hubungan antara ayah anak dan suami istri. Dukungan yang diperoleh oleh ibu hamil
akan membuatnya lebih tenang dan nyaman dalam kehamilannya. Hal ini akan
memberikan kehamilan yang sehat. Dukungan yang dapat diberikan oleh suami
misalnya dengan mengantar ibu memeriksakan kehamilan, memenuhi keinginan ibu
hamil yang ngidam, mengingatkan minum tablet besi, maupun membantu ibu
malakukan kegiatan rumah tangga selama ibu hamil. Walaupun suami melakukan hal
kecil namun mempunyai makna yang tinggi dalam meningkatkan keadaan psikologis
ibu hamil ke arah yang lebih baik.

Untuk menciptakan rasa nyaman dapat ditempuh dengan senam untuk


memperkuat otot – otot mengatur posisi untuk mengatasi nyeri punggung akibat
janin, mengatur berbagai sikap tubuh untuk meredakan nyeri dan pegal, sikap berdiri
yang membuat bayi leluasa, melatih sikap santai untuk menenangkan pikiran, dan
menenangkan tubuh, melakukan relaksasi sentuhan, teknik pemijatan.

4. Persiapan Menjadi Orang Tua

Segala persiapan menjadi orangg tua harus direncanakan sedini mungkin


diantaranya :

1. Bersama-sama dengan pasangan selama kehamilan dan saat melahirkan untuk


sailing berbagi pengalaman yang unik tentang setiap kejadian yang dialami oleh
masing-masing.

2. Berdiskusi dengan pasangan tentang apa yang dilakukan untuk menghadapi


status berbagai orang tua, seperti

a. Akomodasi bagi calon bayi

b. Menyiapkan tambahan penghasilan

c. Bagaimana apabila nanti tibanya saat ibu harus kembali bekeja

d. Apa saja yang diperlukan untuk merawat bayi.


12
3 tahap seorang ibu hamil dalam melakukan persiapan menjadi orang tua:

 Taking on : meniru dan bermain peran

 Taking in : mencobakan dan berfantasi

 Letting go : melakukan kegiatan nyata

Persiapan menjadi orang tua yang harus dilakukan:

1. Persipan fisik

2. Persiapan mental

Faktor-faktor yang mempengaruhi emosi ibu:

a. Kesiapan menerima kehamilan

b. Kemampuan mengontrol emosi

c. Keyakinan, sikap dan nilai yang dianu

d. Tingkat pengetahuan dan pendidikan

e. Asuhan yang diberikan:

1) Untuk memberikan labilitas emosi ibu selama hamil, maka ibu,


keluarga, lingkungan, dan tenaga kesehatan harus:

2) Menyadari bahwa kehamilan dapat mempengaruhi psikologis ibu

3) Menanamkan prinsip bahwa kehamilan merupakan amanah

4) Menjaga kestabilan emosi ibu selama kehamilan

5) Memberikan dukungan mental agar ibu dapat melewati kehamilannya


dengan lebih baik

6) Persiapan finansial

Contoh Suasana psikologis pada ibu hamil, Adapaun tujuannya adalah:


13
Bagi keluarga ibu hamil : Memberitahukan pada kerabatnya bahwa anak atau
menantunya sedang hamil. Mohon doa restu sehinggga proses kehamilannya
berjalan lancar.

Bagi ibu hamil : membritahukan kepada keluarga bahwa dirinya sudah sempurna
sebagai seorang wanita.

Tujuh Bulan

Bagi Keluarga : mengucapkan syukur bahawa anak/menantunya sudah selamat


menjalani kehamilannya . Menganggap bahwa ibu tersebut sudah harus
diperhatikan segala kebutuhannya.

Bagi ibu hamil : sudah bisa mempersiapkan kebutuhan ibu dan anak nanti seperti
pakaian, dekorasi kamar dan sebagainya.

Keyakinan yang ditanamkan pada ibu hamil :

Memandang yang indah/cantik.

Bertingkah laku halus dan sopan.

Dilarang melakukan tinadakan yang kejam/kasar seperti marah-marah, membunuh


binatang

5. Persiapan Sibling

Sibling adalah rasa cemburu seorang anak atas kelahiran adik baru . Kehadiaran
seorang adik yang baru dapat merupakan krisis utama bagi seorang anak.pada saat itu
merasa takut kasih sayang kedua orang tuanya terbagi pada adiknya. sehingga
timbullah perasaan benci dan tidak menerima kelahiran adik baru, di sinilah peran
orang tua agar rasa sibling ini tidak timbul pada anak ketika ketika lahirnya adik
baru.Untuk mempersiapkan sang kakak dalam menerima adiknya dapat dilakuukan
dengan cara:

14
1. Menceritakan mengenai calon adik yang sesuai dengan usia dan kemampuanya
untuk memahami,tetapi tidak pada usia kehamilan muda karena anak akan cepat
bosan.

2. Jangan sampai dia menghetaui calon adiknya dari orang lain

3. Biarkan dia merasakan gerakan dan bunyi jantung adiknya

4. Gunakan gambar-gambar mengenai cara perawatan bayi

5. Sediakan bukuu yang menjelaskan dengan muudah tentang kehamilan, persalinan


dan perawatan bayi

6. Memperkenalkkan pengasuh

7. Beri kesempatan suami untuk turut mengurusinya agar anak sadar bahwa bukan
hanya ibu yang dapat menyiapkan mkannya atau memenuhi tidurnya,tetapi ayah
juga

8. Perlihatkan cita ibu pada anak tertua

9. Apabila sang kakak mengatakan ketidak sukaan pada sang adik, maka jangan
panic

10. Tidak boleh memberikan kesan bahwa ada hal yangn mungkin anak rasakan tapi
tidak dapat dibicarakan

11. Tetapkan jadwal mandi dan waktu tidur bersama-sama dengan anak bebrapa
bulan sebelum tiba saat melahirkan sehingga anak terbiasa dengan rutinitas yang
terjadi setelah melahirkan

12. Jika punya kesempatan, mulailah menempatkan anak pada kelompook bermain
sebelum lahir

13. Upanyakan waktu berjauhan denga anak sesingkat mungkin, agar anak meraskan
tidak diabaikan

15
14. Ajaklah anak untuk mengunjungi adikanya di RS,dengan memastikan bahwa ibu
tidak sedang menyusui,teapi biarkan bayi tetap di box nya

15. Ketika anak mengunjungi adiknya di RS tunjukann perhatiann pada anak dan
katakanlah bahwa sangat rindu padanya, atau berikan hadiah kecil dari adiknnya.

BAB III

PENUTUP

3.1 Kesimpulan

16
Dukungan selama masa kehamilan sangat dibutuhkan bagi seorang wanita yang
sedang hamil, terutama dari orang terdekat apalagi bagi ibu yang baru pertama kali hamil.
Bidan berperan memberikan support dan dukungan moral bagi klien dalam menghadapi
perubahan fisik dan adaptasi psikologis. Dalam memberikan support kepada ibu hamil,
bidan juga berperan sebagai fasilitator dan pendidik.

3.2 Saran

Sebagai tenaga kesehatan hendaknya kita senantiasa memberikan dukungan/


support kepada setiap ibu hamil agar supaya mereka dapat menerima perubahan fisik dan
psikologis yang mereka alami dan dapat memperoleh dukungan moral yang dapat
membuat mereka lebih nyaman dalam menjalani kehamilannya.

DAFTAR PUSTAKA

Buku Asuhan kebidanan 1 ( kehamilan)

Ika pantiawati S.Si.T

17
http://www.davishare.com/2015/01/kebutuhan-psikologis-ibu-hamil.html

http://googleweblight.com/i?u=http://armiantyamir.blogspot.com/2015/08/kebutuhan-psikologis-
ibu-hamil.html?m%3D1&hl=id-ID

KEBUTUHAN PSIKOLOGI IBU HAMIL TRIMESTER I, II, III

DISUSUN OLEH:
KELOMPOK 6
18
1. AWWAL AL FAUZIA N.
2. LUXY YUNIAR
3. NADIA SEPTIOLA PUTRI
4. NEVI RAHMADANI
5. PRILLI PUSPA DEWI
6. RINI PUTRI
7. VIVI MONALISYA
8. WIKA AGUSTINA

PRODI DIV KEBIDANAN


POLTEKKES KEMENKES BENGKULU
2018

19