Anda di halaman 1dari 20

Kesimpulan Video (MTE)

PEMERIKSA A N F ISIK
NEUROLOGI AUDIA SYIFA NUR MALIKA UTAMI

PRESEPTOR :
D R . R E S T U S U S A N T I , S P, S , M . B I O M E D
PEMERIKSAAN KESADARAN (GCS)
• Observasi kondisi pasien dan lingkungan
• Pasien diberi Rangsangan suara
• Jabat tangan bila terdapat kelemahan ekstremitas, pasien disuruh
untuk :
- Buka mulut
- Julurkan lidah
- Tutup mata/ kedipkan mata
• Berilah nilai  E (eye), M (Motorik),V ( Verbal )
PEMERIKSAAN TANDA MENINGEAL
• Kaku Kuduk
Tangan kiri pemeriksa dibawah kepala pasien, tangan kanan di dada pasien lalu
kepala pasien di tekukkan dan dirasakan apakah ada tahanan atau tidak.

• Bruddzinski Neck Sign


(+) jika ada fleksi sendi lutut
(-) jika tidakada fleksi sendi lutut
• Brudzinski Contralateral Reflex sign
Pemeriksa memfleksikan sendi lutut pasien
(+) jika fleksi di kontralateral
(-) jika jidak adda fleksi

• Kernique
Pemeriksa melakukan fleksi salah satu sendi lutut dan pang ul pasien hingga
paha vertical secara perlahan, sendi lutu di ekstensikan
(+) bila lutut pasien tidak dapat di ekstensikan pada sudut >135 atau pada sudut
panggul yang sudah fleksi
PEMERIKSAAN NERVUS KRANIALIS
• Pemeriksaan Pupil
Inspeksi : Bentuk, posisi, kesimetrisan dan ukuran pupil pasien
Pemeriksaan Refleks Cahaya Lansung
Pemeriksaan Refleks Cahaya Tidak Lansung
Pemeriksaan Refleks Akomodasi
• Pemeriksaan Gerak Bola mata
Inspeksi : Kedudukan bola mata simetris ataua tidak
Pemeriksaan konvergensi
• Pemeriksaann Kelopak Mata
PEMERIKSAAN NERVUS FASIALIS
( N. VII )
• Pasien duduk dengan rileks  lalu inspeksi pasien :
Kesimetrisan wajah
Tonus otot
Atrofi otot
Gerakan Involuntir
Kerutan dahi
• Pasien diminta untuk mengerutkan dahi dan diminta untuk memejamkan mata
sekuat mungkin
Perhatikan : kekuatan otot dan bandikan kanan dan kiri
• Lalu beri tahan pada M. Orbicularis Oculi dengan mendorong area alis kearah
atas dengan jari telunjuk pemeriksa, perhatikan : Kekuatan otot dan dibandingan
kanan dan kiri .

• Minta pasien untuk tersenyum lebar dan Perhatikan : kesimetrisan sudut bibir
pasien dan sulkus nasolabialis

• Pasien diminta untuk menggembungkan pipi perhatikan: apakah ada kebocoran


udara dari sudut bibir?

• Pasien diminta untuk mengatupkan rahang atas dan bawah dan menarik bibir
untuk memunculkan M. elatisma
PEMERIKSAAN N. HIPOGLOSUS
• Pasien diminta untuk membuka mulut
• Pemeriksa mengamati trofi dan gerakan posisi lidah pasien
• Minta pasien unutk menjulurkan lidahnya kedepan,
• Perhatikan : - Apakah terdapat defiasi kesalah satu sisi ?
- Apakah terdapat atrofi papil ?
- Apakah terdapat tremor ?
• Pasien diminta untuk menggerakakan lidahnya keatas, bawah, kanan dan kiri
mulai dari cepat lalu melambat
• Pasien diminta untuk menekan bagian dalam pipi dengan ujung lidah lalu
melwan tekanan yang diberikan pemeriksa
• Bandingkan kekuatan motorik lidah sisi kanan dan kiri
PEMERIKSAAN MOTORIK UMUM
• Pemeriksaan Trofi Otot
Inspeksi : pada otot-otot pasien .
Perhatikan otot tenar, hipotenar, dan intraoseus pada palmar

• Pemeriksaaan tonus Unum Ektremitas Atas


pemeriksa menggerakkan pergelangan tangan pasein secara pasief ( fleksi,
ekstensi, dan rotasi) secara perlahan lalu cepat

• Pemeriksaaan tonus Unum Ektremitas bawah


 pemeriksa menggerakkan pergelangan kaki pasein secara pasief ( fleksi,
ekstensi, dan rotasi) secara perlahan lalu cepat
PEMERIKSAAN KEKUATAN MOTORIK
EKS. ATAS
• Pemeriksaan kekuatan otot sendi bahu
• Pemeriksaan kekuatan otot sendi siku
• Pemeriksaan kekuatan pergelangan tangan
• Pemeriksaan kekuatan otot sendi jari tangan

 Pemeriksaan dengan cara memberikan tahanan pada sendi pasien dan


pasien diminta untuk melawan sekuat mungkin lalu nilai kekuatan otot
pasien
PEMERIKSAAN KEKUATAN MOTORIK
EKS. BAWAH
• Pemeriksaan Kekuatan otot sendi panggul
• Pemeriksaan kekuatan otot sendi lutut
• Pemeriksaan kekuatan sendi pergelangan kaki

 Pemeriksaan dengan cara memberikan tahanan pada sendi pasien


dan pasien diminta untuk melawan sekuat mungkin lalu nilai kekuatan
otot pasien
PEMERIKSAAN SENSORIK UMUM

• Pemeriksaan Raba Halus


Usapkan kapas atau ujung jari pada area kulit pasien dan tanyakan
apakah stimulus yang dirasakan sama pada kedua area kulit?

• Pemeriksaan Rasa Nyeri


 Tusukkan ujung tusuk gigi pada area kulit pasien dan tanyakan
apakah stimulus yang dirasakan sama pada kedua area kulit?
• Pemeriksanan Rasa Suhu
Pemeriksa menyentuhkan stimulus hangat dan dingin secara bergantian dengan jeda 2 detik
apakah stimulus yang dirasakan sama pada kedua area kulit?
Stimulus panas : Tabung reaksi diisi dengan air hangat 40- 45 derajat
Stimulus Dingin : Tabung reaksi diisi dengan air dingin 5-10 derajat

• Pemeriksaan Rasa Vibrasi


Getarkan garpu tala F128 / 256 Hz letakan pada area tonjolan tulang
-apabila > 10 detik pasien masih merasakan getaran berarti pasien tidak normal
- Apabila pasien tidak merakan, pindahkan kebagian yg lebih proksimal (Sendi Homolong
Kontralateral )

• Pemeriksaan Rasa Posisi


Pemeriksa memegang salah satu jari tangan pasien dan tidak boleh tersentuh dengan jari
lain, lalu digerakkan keatas bawah dan pasien diminta untuk menyebutkan dimana posisi jari nya.
PEMERIKSAAN REFLEKS FISIOLOGIS
• Refleks Biseps
• Refleks Trisep
• Refleks Patela
• Refleks Achiles

 Pemeriksa mengetuk menggunakan palu reflex pada otot yang akan


diperiksa lalu amati dam periksa perluasan zona reflex dan tentukan
derajat refleks
PEMERIKSAAN REFLEKS PATOLOGIS
• Babinski
 Pemeriksa menggoreskan ujung palu pada telapak kaki mulai dari tumit,
menyusuri sisi lateral hingga berakhir di bawah ibu jari
• Chadok
Menggoreskan ujung palu pada bagian bawah meleolus lateral menyusuri sisi
lateral punggung kaki dan berakhir pada kelingking
• Opheinheim
Menekan dari area infra patella menyusuri anteromedial tibia hingga
pergelangan kaki pasien ( jari telunjuk dan tengah )
• Schaffner
 Tekanan pada tendon Achiles
• Gordon
Meremas Otot Gastroknameus
PEMERIKSAAN KESEIMBANGAN
KOORDINASI
• Pemeriksaan Romberg
Suruh pasien berdiri lalu di observasi selama 20 detik dan suruh pasien
menutup mata lalu observasi kembali selama 30 detik

• Pemeriksaan Romberg dipertajam


Posisi kaki menjadi satu garis (ibu jari ada di belakang tumit kaki lainnya ) dan
observasi selama 20 detik

• Fukunda Stepping test


 Berjalan ditempat 50 langkah dengan mata tertutup
• Past Pointing test
Pemeriksa meletakkan jari telunjuknya di depan wajah pasien, kemudian psaien
diminta mengarahkan jari telunjuknya ke jari telunjuk pemeriksa dengan mata
terbuka lalu tertutup.

• Tes Telunjuk Hidung


Minta pasien untuk menyentuh jari telunjuk pemeriksa yang didepan wajah
pasien lalu menyentuh hidung
Perhatikan : kelurusan, kurasi, kecepatan, tremor

• Tes Tumit Lutut


 Posisi terlentang, pasien menganggkat lutut lalu minta pasien mengarahkan
tumit malalui tuberosistas tibia menuju ibu jari kaki beberapa kali
• Rapid Atternattinf Movement (RAM) eks. Atas
Pasien diminta menggerakkan tangan supinasi dan pronasi berulang ulang

• Pemeriksaaan Fenomena Reboun


Pasien diminta untuk fleksi kan siku dan adduksikan lengan bawah kearah bahu
 Telapak tanagn supinasi dalam keadaan menggepal , pemeriksa menahan
perglangan tangan pasien lalu tiba tiba melepas.
TERIMA K ASIH