Anda di halaman 1dari 6

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Nasionalisme Indonesia mempunyai kaitan erat dengan kolonialisme

Belanda yang sudah beberapa abad lamanya berkuasa di Indonesia. Usaha untuk

menolak kolonialisme inilah yang merupakan manifestasi dari penderitaan dan

tekanan-tekanan yang disebut nasionalisme. Sumpah Pemuda yang dideklarasikan

28 Oktober 1928, merupakan sejarah yang menjadi bukti akan tingginya

nasionalisme pemuda. Semangat nasionalisme yang dilahirkan dalam sumpah

tersebut merupakan sejarah yang menunjukkan begitu dominannya peran pemuda,

terutama dalam usaha menghapus kolonialisme. Mulai era kebangkitan nasional

tahun 1908, Sumpah Pemuda 1928, hingga kemerdekaan Republik Indonesia

1945, pemuda selalu menduduki peranan penting. Inilah sedikit bukti akan peran

nasionalisme pemuda dalam sejarah bangsa Indonesia.

Peran nasionalisme pemuda sebagai agent of change seolah mulai pudar

dan luntur. Jangankan menjadi pendorong reformasi di negara ini, mencari para

pemuda yang mengerti akan butirbutir sila dari Pancasila begitu sulit, sebuah

survei yang dilakukan oleh salah satu media terhadap pemuda yang mengerti

butir-butir Pancasila, hanya menemukan 3 dari sepuluh pemuda. Ini sungguh

sebuah kenyataan yang mengiris hati kita. Malah terkadang eksistensi pemuda

selalu memperburuk keadaan Indonesia.


2

Survei itu juga menyebutkan, tawuran maupun kekisruhan yang terjadi di

Indonesia saat ini, 75% didalangi oleh pemuda-pemuda bangsa. Namun

kenyataannya semangat kebangsaan atau nasionalisme siswa di sekolah telah

menurun atau pudar. Siswa sering melanggar peraturan dan tata tertib sekolah,

datang ke sekolah dengan tidak tepat waktu, kurang peduli dengan kondisi

lingkungan kelas, siswa seakan-akan lupa dan tidak mengenang jasa para

pahlawan, nasionalisme dahulu adalah suatu tindakan yaitu berupa berjuang

melawan penjajah dengan segenap jiwa raga, namun bentuk nasionalisme saat ini

ialah mengisi pembangunan dengan cara belajar bersungguh-sungguh agar

berprestasi di sekolah, sering berbicara ketika upacara bendera serta saat guru

sedang menjelaskan pelajaran.

Harapan dalam meningkatkan sikap nasionalisme ini agar peserta didik

mampu mengembalikan rasa sikap nasionalisme yang pernah ada pada masa-

masa yang dulu, karena peserta didik adalah tombak masa depan bangsa, apa bila

peserta didik tak mempunyai sikap nasionalisme maka akan jadi apa bangsa ini.

Maka dari itu penulis melakukan penelitian ini untuk membantu mengembalikan

sikap nasionalisme yang mulai pudar termakan jaman.

Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) berupaya mengantarkan warga

negara Indonesia menjadi ilmuwan dan profesional yang memiliki rasa

kebangsaan dan cinta tanah air, menjadi warga negara demokratis yang

berkeadaban, yang memiliki daya saing, berdisiplin, dan berpartisipasi aktif dalam

membangun kehidupan yang damai berdasarkan sistem nilai Pancasila. Menurut

M.Numan Somantri (2003:279) bahwa : “Pendidikan Kewarganegaraan (PKn)


3

memiliki tujuan mendidik warga negara yang baik yang dapat dilukiskan dengan

warga negara yang patriotik, toleran, setia terhadap bangsa dan negara, beragama,

dan demokratis, dan mancasila sejati”. Oleh karena itu, kecerdasan yang dimiliki

warganegara harus tercermin dalam tiga aspek, yaitu pengetahuan

kewarganegaraan (civic knowladge), kecakapan pendidikan kewarganegaraan

(civic skill), dan watak kewarganegaraan (civic disposition).

Dalam hal ini, Abdul Azis Wahab (2006:62) mengemukakan bahwa :

“Kewarganegaraan yang dikembangkan haruslah mengandung pengetahuan,

keterampilan-keterampilan, nilai-nilai, dan diposisi yang idealnya dimiliki

warganegara”. Berkembangnya zaman dalam lingkungan sekolah banyak sekali

ditemukan siswa dalam minat membaca dan menulisnya sudah mulai berkurang

yang salah satunya disebabkan oleh kurangnya membiasakan diri dalam

membaca, sehingga berdampak terhadap prestasi siswa dalam sekolah tersebut

juga berkurang. Sehingga beberapa kepala sekolah membuat terobosan dengan

menerapkan program literasi untuk mengembalikan minat membaca dan menulis

siswa pada sekolahnya masing-masing. Kemudian untuk menunjang keberhasilan

suatu pendidikan diperlukan adanya sarana yang menjadi pedoman dalam proses

pembelajaran yang salah satunya adalah buku teks siswa.

Buku tersebut termasuk pada bahan ajar cetak yang tentunya sudah

disesuaikan dengan kurikulum yang berlaku dan terjamin kelayakannya oleh

pemerintah melalui Badan Standar Nasional Pendidikan (BNSP). Dengan sarana

tersebut diharapkan siswa dapat belajar secara mandiri. Di Indonesia pernah

menerapkan beberapa kurikulum, seperti kurikulum 1994, 2004 atau Kurikulum


4

Berbasis Kompetensi (KBK), 2006 atau Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan

(KTSP), dan yang sedang berlaku sekarang adalah kurikulum 2013. Dengan

berlakunya kurikulum 2013 saat ini, tentunya buku teks siswa yang digunakan

dalam proses pembelajaran disusun berdasarkan kurikulum tesebut. Lewat

kurikulum 2013, pemerintah mengharapkan para siswa tidak hanya mempunyai

kecerdasan secara kognitif saja akan tetapi juga perilaku yang baik atau sering

diistilahkan afektif.

Melalui skripsi ini, penulis mencoba untuk menggali nilai-nilai

nasionalisme pada buku teks siswa mata pelajaran PKn. Dengan hal tersebut,

diharapkan ketika pembelajaran berlangsung, guru juga memberikan sedikit

gagasan mengenai nilai-nilai nasionalisme yang ada di dalam buku teks kepada

peserta didiknya. Dalam arti lain, guru juga ikut berperan dalam menanamkan

nilai-nilai nasionalisme guna membenahi generasi muda yang semakin terkikis

jiwa cinta tanah airnya oleh kemajuan zaman.

Berdasarkan uraian latar belakang tersebut penulis tertarik untuk

melakukan penelitian dengan judul, “Analisis Peran Buku Teks Pendidikan

Kewarganegaraan dalam Meningkatkan Sikap Nasionalisme Siswa Sekolah

Menengah Atas (SMA) Samarinda”.

B. Rumusan Masalah

Menurut Sugiyono (2012:29), bahwa perumusan masalah merupakan

kelanjutan uraian pendahuluan. Artinya spesifikasi atau penajaman rumusan


5

masalah yaitu: Bagaimanakah Peran Buku Teks Pendidikan Kewarganegaraan

dalam Meningkatkan Sikap Nasionalisme Siswa SMA Budi Luhur Samarinda?

C. Tujuan Penelitian

Setiap kegiatan pasti mempunyai tujuan yang harus di capai, apapun

bentuk dari tujuan tersebut. Menurut Sugiyono (2010:290), bahwa secara khusus

tujuan penelitian kualitatif adalah untuk menemukan pemahaman luas dan

mendalam terhadap situasi social tersebut sehingga dapat dilakukan hipotesis,

pola hubungan yang akhirnya dapat dikembangkan. Adapun yang menjadi tujuan

laporan akhir ini yaitu: Untuk mengetahui Peran Buku Teks Pendidikan

Kewarganegaraan dalam Meningkatkan Sikap Nasionalisme Siswa SMA Budi

Luhur Samarinda.

D. Manfaat Penelitian

Menurut Sugiyono (2009:397) Manfaat penelitian adalah bersifat teoritis, yaitu

untuk pengembangan ilmu, namun juga tidak menolak manfaat praktisnya untuk

memecahkan masalah.

Penelitian ini diharapkan dapat memiliki kegunaan baik yang bersifat

teoritis maupun praktis, yaitu sebagai berikut:

1. Manfaat Teoritis

a. Meningkatkan wawasan dan mengembangkan ilmu pengetahuan yang

penulis dapat dari bangku perkuliahan maupun dari luar bangku

perkuliahan, khususnya yang berhubungan dengan masalah yang

diteliti.
6

b. Sebagai bahan yang dapat dijadikan objek studi lanjutan.

c. Sebagai refrensi di perpustakaan.

2. Manfaat Praktis

a. Untuk menambah, memperdalam, dan mengembangkan pengetahuan

penulis serta sebagai latihan dalam menuangkan hasil pemikiran dan

penelitian sesuai dengan ketentuan penulisan karya ilmiah di

Universitas Mulawarman.

b. Sebagai sumber informasi dan bahan pertimbangan bagi semua pihak

yang memerlukan hasil penelitian.

E. Sistematika Penulisan

Bab I Pendahuluan, Latar Belakang, Rumusan Masalah , Tujuan Penelitian,

Manfaat Penelitian serta Sistematika Penulisan.

Bab II tinjauan pustaka dalam bab ini membahas berbagai teori dan konsep

pengertian Peran Guru dan tinjauan tentang Nasioanalisme.

Bab III metode penelitian dalam bab ini membahas tentang Jenis Penelitian

Dan Lokasi Penelitian, Fokus Penelitian Dan Deskripsi Fokus, Sumber Data

Penelitian, Teknik Pengumpulan Data, dan Teknik Analisis Data.