Anda di halaman 1dari 16

RENCANA PROPOSAL PENELITIAN

STARTEGI PENGEMBANGAN PANTAI AIR MANIS DALAM


GEOGRAFI PARIWISATA

Oleh:

FEBRI KURNIA HANDAYANI


17045008

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GEOGRAFI


JURUSAN GEOGRAFI
FAKULTAS ILMU SOSIAL
UNIVERSITAS NEGERI PADANG

2020

I
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah


Pengembangan industri pariwisata mempunyai pengaruh yang kuat dalam
pengembangan wilayah pada daerah di sekitar obyek wisata. Karena dapat menjadi industri
sektor utama yaitu sektor unggulan dalam peningkatan perekonomian daerah. Dengan
industri pariwisata ini daerah sekitar tidak akan menjadi daerah yang tertinggal, dengan
potensi wisata yang dimiliki, haruslah dapat dijadikan motivasi untuk mengembangkan
daerah tersebut dan dapat meningkatkan pendapatan asli masyarakat dari adanya sektor
pariwisata.
Di Sumatera Barat, salah satu tempat pariwisata yang menarik untuk dikunjungi
adalah Kota Padang dengan segala keindahannya. Kota Padang merupakan daerah dengan
potensi besar yang terus mengalami banyak perkembangan. Karena berada dipesisir barat
Sumatera maka salah satu objek wisata yang mennjadi unggulan adalah adalah wisata
pantai dengan menghasilkan pendapatan yang cukup besar bagi masyarakat setempat juga
meningkatkan PDRB daerah.
Sebagai daerah dengan sektor pariwisata yang cukup banyak, Pemerintah Kota
Padang harus melakukan pembangunan dalam berbagai sektor terutama sektor pariwisata.
Mengingat, dengan potensi wisata yang cukup besar haruslah didukung dengan
infrasturktur yang memadai. Dengan terus dilakukannya pembangunan ini, juga akan
membuat daerah sekitar lebih mudah untuk terekpose dan tidak menjadi daerah tertinggal.
Salah satu tempat pariwisata yang tengah terus mengalami pengembangan adalah
sektor wisata pantai. Kota Padang memang terkenal dengan banyak pantainya yang
menawarkan keindahan masing-masing. Dari berbagai pantai yang ada di Kota Padang,
Pantai Air Manis merupakan pantai yang diperlukan pengembangan lebih baik sehingga
menjadi peluang industri pariwisata yang cukup besar.

1
Dengan pariwisata ini, juga mendatangkan peningkatan perekonomian warga
sekitar tempat wisata. Para warga bisa berdagang disekitar tempat wisata yang
mana akan mendatangkan peningkatan ekonomi bagi warga sekitar. Peningkatan
ekonomi ini akan mendatangkan dan membuka pola pikir masyarakat untuk
membuka peluang usaha baru dan nanti kedepannya juga akan mempengaruhi
peningkatan sumber daya manusia yang akan menjadikannya seorang yang memiliki
intelektual dan termotivasi untuk menjadi wirausaha.
Peningkatan perekonomian masyarakat ini nantinya akan menjadi batu
loncatan untuk meningkatan taraf hidup mereka. Dengan sektor indutri pariwisata
yang terus dikembangkan ini diharapkan masyarakat juga ikut berpartisipasi dan
tetap menjaga sektor unggulan yang dijadikan salah satu pendapatan masyarakat.
Untuk itu penelitian ini perlu dilakukan, sehingga penulis mengangkat judul
“STARTEGI PENGEMBANGAN PANTAI AIR MANIS DALAM GEOGRAFI
PARIWISATA”

B. Identifikasi Masalah
Berdasarkan latar belakang yang sudah dipaparkan, peneliti menetapkan
fokus penelitian guna menjawab segala permasalahan yang ada. Adapun fokus
penelitian dalam penelitian ini adalah Bagaimankah strategi yang dilakukan
pemerintah dalam upaya pengembangan sektor wisata di Pantai Air Manis?

C. Batasan Masalah
Pada penelitian ini batasan masalah ditujukan agar penelitian ini lebih terarah
dan tidak meluas, maka ruang lingkup dalam penelitian ini terletak pada strategi
pemerintah dalam upaya membantu pengembangan sektor pariwisata Pantai Air
Manis.
D. Rumusan Masalah
1. Bagaimana strategi pengembangan sebuah objek wisata?
2. Bagaimana strategi pengembangan Objek Wisata Pantai Air Manis
pada Geografi Pariwisata?

2
E. Tujuan Penelitian
Tujuan dengan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui strategi
yang dilakukan pemerintah dalam upaya pengembangan sektor wisata di Pantai Air
Manis.

F. Manfaat Penelitian
Penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat sebagaimana berikut :
1. Bagi pemerintah
Diharapkan dengan adanya penelitian ini dapat dijadikan masukan pertimbangan
oleh Pemerintah Kota Padang, yang berguna dalam perencanaa pengembangan
pariwisata Pantai Air Manis.
2. Bagi akademisi
Hasil dari penelitian ini diharapkan mampu memberikan wawasan tambahan
dalam bidang ekonomi terkait dengan pengembangan pariwisata guna meningkatkan
perekonomian masyarakat.
3. Bagi penilitian selanjutnya
Penelitian tentang strategi pemerintah dalam pengembangan parsiwata ini
diharapkan dapat menjadi bahan referensi bagi para peneliti selanjutnya dengan
permasalahan yang serupa, dan mampu meningkatkan kualitas penelitian yang akan
datang, sehingga dapat menjadi lebih baik dan juga bermanfaat bagi pihak yang
membutuhkan.

3
BAB II
KAJIAN PUSTAKA
A. Kajian Teoritis
1. Kondisi Fisik Kota Padang dan Pantai Air Manis
Kota Padang adalah kota terbesar yang berada di Pantai Barat Pulau Sumatera.
Kota Padang merupakan ibukota dari Provinsi Sumatera Barat. Kota ini juga
merupakan gerbang utama dari Samudra Hindia. Secara astronomis Kota Padang
terletak pada 00o44’00”-10o08’35”LS dan 100o05’05”-100o34’09”BT. Kota Padang
memiliki luas administratif 1.414,96 Km2, dengan pembagian luas darat sebesar
694,96 Km2 dan luat laut 720,00 Km2.
Kota Padang memiliki pantai yang panjang, pantai ini memanjang sepanjang
searah Kota Padang dimulai dari Kecamatan Koto Tangah yan berbatasan dengan
Kabupaten Padang pariaman hingga Bungus Teluk Kabung yang berbatasan langsung
dengan Kabupaten Pesisir Selatan, pantai ini memiliki panjang 68.126 Km. Di Kota
Padang terdapat 21 buah sungai yang memiliki ukuran kecil hingga besar, dan rata-
rata temperatur udara berkisar antara 22oc hingga 31oc.
Pantai Air Manis atau Pantai Aia Manih dalam bahasa Minang adalah pantai
yang terletak kurang lebih 10 km ke selatan dari pusat Kota Padang. Lokasinya
Berada di belakang Gunung Padang atau tepatnya di Kecamatan Padang Selatan,
Kota Padang. Pantai ini merupakan salah satu tujuan wisata populer yang selalu
ramai dikunjungi oleh masyarakat. Pantai ini dikenal dengan ombaknya yang kecil,
memiliki panorama yang indah di sisi utaranya dan legenda Malin Kundang.
Di ujung utara pantai ini terlihat gundukan Gunung Padang dari kejauhan. Di
samping itu, terdapat dua pulau kecil yaitu Pulau Pisang Ketek dan Pulau Pisang
Gadang yang berjarak tak seberapa jauh dari pantai ini.
Di pantai ini terdapat Batu Malin Kundang konon menurut legenda rakyat
setempat batu-batu ini awalya memang seorang manusia yang bernama Malin
Kundang bersama kapalnya an berubah menjadi batu seperti terlihat sekarang akibat
kutukan dari ibunya yang kecewa atas kedurhakaan si Malin Kundang yang berubah

4
sombong dan angkuh setelah kaya sampai tidak mau mengakui ibunya yang berasal
dari keluarga miskin. Daya tarik legenda Malin Kundang sangat menarik wisatawan
yang datang ke Pantai Air Manis ini. Walaupun ketika melihat batu ini pengunjung
akan ragu dengan kebenaran dari cerita tersebut, karena Batu Malin Kundang ini
semakin terkikis oleh ombak laut dan perbaikan batu ini yang membuat menjadi
tidak natural.

2. Strategi dan Pengembangan Pariwisata

Salah satu kegiatan ekonomi yang aktraktif adalah pariwisata. Ia memiliki


potensi besar untuk menarik wisatawan dari daerah perkotaan yang ingin mencari
tempat dan suasana yang berbeda dengan kawasan perkotaan yang semakin penuh
polusi.

Strategi juga diartikan sebagai rencana berskala besar dengan orientasi ke masa
depan untuk berinteraksi dengan kondisi persaingan demi mencapai tujuan
perusahaan. Strategi mencerminkan pengetahuan perusahaan mengenai bagaimana,
kapan dan dimana perusahaan akan bersaing, dengan siapa sebaiknya bersaing dan
untuk tujuan apa perusahaan harus bersaing.

Menurut Muljadi (2012: 72-78) dalam upaya mencapai sasaran pembangunan


kepariwisataan Indonesia dan berdasarkan Rencana Repelita VII Pariwisata,
diperlukan suatu strategi melalui kebijakan dan langkah-langkah yang harus
dilaksanakansecara terus menerus. Kebijakan ini ditetapkan sebagai suatu pedoman
dalam penyelenggaraan kepariwisataan. Kebijakan-kebijakan itu antara lain :

1. Menjadikan pariwisata sebagai penghasil devisa utama


2. Menjadikan pariwisata nusantara sebagai pendorong pembangunan
3. Meningkatkan ketangguhan kepariwisataan nasional
4. Peningkatan sumber daya manusia bidang kepariwisataan
5. Peningkatan kemitraan masyarakat, swasta, dan media massa

5
6. Peningkatan kerja sama lintas sektoral
Pengembangan suatu objek wisata menjadi daerah tujuan wisata yang dapat
diandalkan ditentukan oleh berbagai produk wisata yang harus dimiliki daerah
tersebut, faktor-faktor tersebut yaitu adanya objek yang disaksikan dan mempunyai
daya tarik khusus serta berbeda dengan daerah lainnya, ada atraksi wisata yang
disajikan untuk wisatawan, ada oleh-oleh khusus dari kawasan objek wisata yang
akan dibeli dan dibawa pulang, serta didukung oleh sarana dan prasarana yang
memadai seperti restoran, penginapan, transportasi, komunikasi dan lainnya.

3. Kepariwisataan
Pariwisata telah menjadi indutri terbesar dan memperlihatkan pertumbuhan yang
konsisten dari tahun ke tahun. Pariwisata modern saat ini juga dipercepat oleh
proses globalisasi dunia sehingga menyebabkan terjadinya interkoneksi antar
bidang, antar bangsa, dan antar individu yang hidup di dunia. Perkembangan
teknologi informasi juga mempercepat dinamika globalisasi dunia, termasuk juga
didalam perkembangan dunia hiduran rekreasi dan pariwisata.
Kepariwisataan adalah keseluruhan kegiatan yang terkait dengan pariwisata dan
bersifat multidimensi serta multidisiplin yang muncul sebagai wujud kebutuhan setiap
orang dan negara serta interaksi antara wisatawan dan masyarakat setempat, sesama
wisatawan, Pemerintah, Pemerintah Daerah, dan pengusaha (Pasal 1 ayat 4 Undang-
Undang Nomor 10 Tahun 2009 tentang Kepariwisataan)
W. Hunziker dan K. Krapf yang dikutip oleh H. Kodhyat merumuskan dua unsur
pokok yaitu pertama pariwisata adalah suatu bentuk interaksi sosial yang
ditimbulkan oleh kunjungan orang-orang asing/lokal dan bukan penduduk setempat.
Kedua kedatangan orang-orang asing itu tidak dengan tujuan untuk tinggal menetap
di suatu tempat yang mereka kunjungi dan bukan pula untuk melakukan pekerjaan
dengan mendapat penghasilan (Bakaruddin, 2009: 15).
Pariwisata mestinya dikembangkan oleh setiap negara dengan pertimbangan
bahwa:

6
a. Pariwisata dapat berperan sebagai faktor pemicu bagi
perkembangan ekonomi nasional maupun internasional,
b. Pemicu kemakmuran melalui perkembangan komunikasi,
transportasi, akomodasi, jasa-jasa pelayanan lainnya,
c. Perhatian khusus terhadap pelestarian budaya, nilai-nilai sosial
agar benilai ekonomi,
d. Pemerataan kesejahteraan yang diakibatkan oleh adanya
konsumsi wisatawan pada sebuah destinasi,
e. Penghasil devisa

f. Pemicu perdagangan internasional

g. Pemicu pertumbuhan dan perkembangan lembaga pendidikan profesi


pariwisata maupun lembaga khusus membentuk jiwa hospitaliti yang
handal.

h. Pangsa pasar bagi produk lokal agar ragam produk terus berkembang.

4. Pariwisata Dalam Geografi Sebagai Sebuah Ilmu


Geografi pariwisata adalah studi yang menganalisis dan mendiskripsikan
berbagai fenomena fisiogeografis dan fenomena sosiogeografis yang memiliki
keunikan, keindahan, dan nilai menarik untuk dikunjungi sehingga berkembang
menjadi destinasi wisata (Arjana:2016). Geografi Pariwisata adalah cabang dari
pada bidang ilmu geografi yang mengkaji berbagai hal yang terkait dengan
aktivitas perjalanan wisata, meliputi karakteristik destinasi (objek) wisata,
aktivitas dan berbagai fasilitas wisata serta aspek lain yang mendukung kegiatan
pariwisata di suatu daerah (wilayah).
Geografi Pariwisata merupakan bidang Ilmu terapan yang berusaha mengkaji
unsur - unsur geografis suatu daerah untuk kepentingan kepariwisataan. Unsur -
unsur geografis suatu daerah memiliki potensi dan karakteristik yang berbeda-
beda. Bentang alam pegunungan yang beriklim sejuk, pantai landai yang berpasir

7
putih, hutan dengan beraneka ragam tumbuhan yang langka, danau dengan air
yang bersih, merupakan potensi suatu daerah yang dapat dikembangkan untuk
usaha industri pariwisata. Unsur geografis yang lain seperti lokasi/letak, kondisi
morfologi, penduduk, berpengaruh terhadap kemungkinan pengembangan potensi
obyek wisata. Geografi pariwisata berasal dari luang lingkup geografi ekonomi,
selain geografi pariwisata masih ada lagi kajian-kajian geografi lain yang muncul
dari ruang lingkup geografi ekonomi, diantaranya:
1. Geografi pertanian
2. Geografi industri
3. Geografi transportasi
4. Geografi perdagangan
Peranan Mempelajari Geografi Pariwisata
1. Mengetahui dan Memahami karakteristik sumberdaya pariwisata yang ada
di setiap wilayah (daerah).
2. Mengetahui dan memahami karakteristik aktivitas para wisatawan
berdasarkan pada asal wisatawan dan tempat tujuan wisatanya
Analisis daerah (wilayah) Pariwisata yang dapat dilakukan oleh geografi
meliputi :
1. Analisis sistem perwilayahan
2. Analisis sosial kemasyarakatan
3. Analisis geografi
4. Analisis ekonomi
5. Analisis fisik/daya dukung lingkungan
6. Analisis kondisi sarana dan prasarana
7. Analisis struktur dan pola masyarakat
8. Analisis potensi dan sumberdaya alam, buatan manusia
Dalam melaksanakan kegiatan analisis dapat menerapkan rumus-rumus,
statistik, analisis peta dan hasil interpretasi citra serta pengolahan data spasial dengan
SIG. Kegiatan perumusan rencana pengembangan destinasi dapat dilakukan oleh ahli
geografi yang meliputi :

8
1. Perumusan arahan pemanfaatan ruang dan masalah pembangunan
pariwisata
2. Perumusan konsep dan strategi pengembangan destinasi pariwisata
3. Penjabaran konsep dan strategi pengembangan tata ruang wilayah
pariwisata
Penyajian informasi rencana tata ruang wilayah wilayah pariwisata dapat
diwujudkan dalam bentuk peta-peta hasil rumusan rencana yang diperoleh atas dasar
studi kompilasi data dan analisis data wilayah.

B. PENELITIAN RELEVAN
Bersumber dari penelitian sebelumnya yang dilakukan, penulis menemukan
beberapa yang membahas tentang masalah strategi pemerintah dalam pengembangan
pariwisata pantai, antara lain :
Irma Meriatul Hepi, Yusri Abdillah, Luchman Hakim dalam jurnal yang
berjudul Analisis Pengembangan Wisata Pantai Popoh sebagai Daerah Tujuan
Wisata Kabupaten Tulungagung, menjelaskan bahwa potensi Kabupaten
Tulungagung adalah memiliki banyak pantai. Sehingga hal ini membuat
pemerintah fokus untuk mengembangkan ekonomi dan pariwisata pada tahun 2016.
Pantai unggulan yang dibahas dalam jurnal ini adalah Pantai Popoh. Pengembangan
Popoh sebagai daerah tujuan wisata dikembangkan oleh Sutera Bina Samufera tahun
1986 dan sekarang dikembangkan oleh pemerintah. Masyarakat sebagai salah satu
pemangku kepentingan tekah mengetahui fungsinya sebagai masyaraka namun
belum mampu mengembangkannya. Dikarenakan pemahaman masyarakat masih
kurang dana perlu sosialisasi lebih. Masyarakat Popoh telah terlibat dalam industri
pariwisata sebagai pedagang dan karyawan dalam manajemen.

9
Syafta tentang “Pengembangan Objek Wisata Sarasah Sikayan Balumuik di
Kelurahan Limau Manis Selatan Kecamatan Pauh Kota Padang” menyimpulkan
bahwa keindahan, keunikan, alami dan tenang atau jauh dari keramaian yang
menjadi pendorong sebagian besar pengunjung datang ke lokasi ini. Sebagian
pengunjung juga berkeinginan agar objek wisata Sarasah Sikayan Balumuik di
Kelurahan Limau Manis Selatan Kota Padang dikembangkan dengan fasilitas wisata
yang memadai yaitu berupa jalan dan transportasi.
Marceillah Hidayat dalam jurnal paper yang berjudul Strategi Perencanaan dan
Pengembangan Objek Wisata (Studi Kasus Pantai Pangandaran Kabpaten Ciamis
Jawa Barat), mejelaskan bahwa proses pengembangan yang tidak baik akan
menyebabkan daerah wisata mencapai fase stagnasi dalam jangka waktu yang
pendek. Sebagai sebuah sistem, perencanaan dan penyelesaian masalah dalam
pariwisata harus diselesaikan secara komprehensif dan terintegrasi dengan
melibatkan berbagai sektor

10
BAB III
METODOLOGI PENELITIAN

A. Jenis Penelitian
Dalam penelitian ini penulis menggunakan metode kualitatif. Dengan
menggunakan pendekatan penelitian ruang yang digunakan untuk meneliti pada
kondisi obyek yang alamiah, dimana peneliti adalah sebagai instrumen kunci,
teknik pengumpulan data dilakukan secara triangulasi (gabungan), analisis data
bersifat induktif dan hasil penelitian lebih menekankan makna daaripada
generalisasi.

B. Lokasi Penelitian
Penelitian ini berlokasikan di Pantai Air Manis yang terletak di Kecamatan
Padang Selatan Kota Padang, yang mana memiliki potensi besar dalam
peningkatan pendapatan masyarakat.

C. Data dan Bahan Penelitian


Sumber data dalam penelitian ini adalah berupa data primer dan juga data
sekunder. Data primer diperoleh didapatkan langsung oleh peneliti dengan
cara mendatangi langsung sumbernya. Data sekunder diperoleh dari data
penelitian lain yang dilakukan oleh lembaga atau instansi yang berkaitan dengan
pengembangan objek wisata Pantai Air Manis, seperti Dinas Pariwisata Kota
Padang.
Dalam penelitian ini penulis tidak menggunakan istilah populasi, sampel,
tetapi penulis menggunakan informan, yaitu terdiri dari beberapa orang yang
merupkan bagian populasi yang dijadikan sebagai sampel. Dalam penelitian ini
informan sangatlah penting guna memperoleh data mengenai strategi
pengembangan pariwisata dan juga peningkatan perekonomian masyarakat
yang berada disekitar Pantai Air Manis.
Dalam penelitian ini besarnya sampel ditentukan oleh banyaknya informasi.
Jika sampel dianggap memadai dan data yang diperoleh telah jenuh dapat
dikatakan tidak lagi diperoleh tambahan informasi baru yang berarti. Dalam

11
penelitian ini peneliti ingin mengetahui besarnya peran pemerintah dalam
mengembangkan pariwisata Pantai Air Manis. Dengan harapan berkat peran
pemerintah ini, nantinya dapat membantu masyarakat untuk usaha dalam
peningkatan perekonomian masyarakat.

D. Teknik Pengumpulan Data


a. Observasi
Observasi yang dimaksud dalam penelitian ini adalah observasi terlibat
yang dilakukan dengan tiga tahapan, yaitu :
1. Pengamatan deskriptif yaitu pengamatan dimana saat memasuki
situasi sosial tertentu sebagai objek penelitian, pada tahap ini peneliti
belum membawa masalah yang akan diteliti. Yang dimaksud adalah
peneliti datang hanya meneliti secara umum tentang letak geografis
Pantai Air Manis, dan bagian-bagiannya serta pekerjaan mayoritas
masyarakat.
2. Pengamatan terfokus yaitu dimana peneliti sudah mempersempit
observasi menjadi fokus tertentu. Yaitu sudah mulai menarik
pengamatan umum menjadi lebih sempit. Antara lain strategi
pemerintah yang telah diterapkan dalam pengembangan masyarakat
pesisir Pantai Air Manis. Penelitian terhadap masyarakat Pantai Air
Manis dipersempit menjadi pekerjaan yang diteliti masyarakat
dengan pekerjaan yang tertentu.
3. Pengamatan selektif adalah peneliti telah menguraikan fokus yang
ditemukan sehingga datanya menjadi lebih rinci. Dalam observasi
kali ini peneliti telah benar-benar fokus meneliti strategi yang telah
dilakukan pemerintah di Pantai Air Manis.

b. Wawancara
Wawancara yang dilakukan yaitu dengan wawancara mendalam, yaitu
penggalian data secara mendalam terhadap satu pihak dengan pertanyaan terbuka.
Wawancara yang dilakukan peneliti, yaitu tentang penerapan strategi pemerintah
dalam pengembangan wisata Pantai Air Manis.

12
c. Dokumentasi
Teknik ini digunakan untuk mengumpulkan data dari sumber-sumber non-
insani, yaitu berupa dokumen-dokumen yang terkait dengan fokus penelitian.
Data yang dibutuhkan adalah jurnal-jurnal yang mendukung penelitian yang
berhubungan dengan fokus penelitian.

E. Teknik Analisis Data dan Keabsahan Data


1. Teknik Analisis Data
Menurut Sugiono (2013: 243) dalam penelitian kualitatif data diperoleh
dari berbagai sumber dengan menggunakan teknik yang bermacam-macam dan
dilakukan secara terus menerus sampai datanya jenuh. Analisia data dalam
penelitian kualitatif dilakukan sejak sebelum memasuki lapangan, selama
lapangan dan setelah selesai lapangan.
Teknik analisa data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik
analisa data yang dilakukan pada saat pengumpulan data berlangsung, dan setelah
selesai pengumpulan data dalam periode tertentu.Pada saat wawancara, peneliti
sudah melakukan analisia terhadap jawaban yang diwawancarai. Bila jawaban
yang diwawancarai setelah dianalisia terasa belum memuaskan, maka peneliti
akan melanjutkan pertanyaan lagi, sampai tahap tertentu.
2. Keabsahan Data
Menurut Moleong (2010: 327) keabsahan data hasil penelitian kualitatif yang
diperoleh dilakukan dengan beberapa cara yaitu :
a. Perpanjangan Keikutsertaan
Dalam penelitian ini, peneliti adalah instrumen itu sendiri artinya
keikutsertaan peneliti pada objek penelitian sangat berarti sekali, dalam
pengumpulan data hal ini supaya data yang diperoleh betul-betul dapat
dipercaya karena sudah berulang kali diamati.
d. Ketekunan/ keajegan Pengamatan

13
Ketekunan pengamatan bertujuan menemukakan ciri-ciri dan unsur unsur
dalam situasi yang sangat relevan dengan persoalan atau isu sedang
dicari.

e. Triangulasi
Triangulasi adalah teknik pemeriksaan keabsahan data yang
memanfaatkan sesuatu yang lain di luar data itu untuk pengecekan atau
sebagai pembanding terhadap data yang diperoleh.
f. Pemeriksaan Sejawat Melalui Diskusi
Pemeriksaan teman sejawat bertujuan untuk melihat kekuatan dan
kelemahan tentang hasil akhir sementara yang diperoleh dari penelitian,
hal ini dapat dilakukan dalam bentuk analitik dengan teman, pembimbing,
dan penguji.

14
DAFTAR PUSTAKA

Bakaruddin. 2008. Perkembangan dan Permasalahan Kepariwisataan. UNP


PRESS. Padang
Moleong, lexy J. (2010). Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung : PT Remaja
Rosdakarya.
Sugiyono. (2013). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R & D.Bandung
:Alfabeta.
Arjana, I Gusti Bagus. 2016. Geografi Pariwisata Dan Ekonomi Kreatif. Jakarta :
PT Raja Grafindo Persada

Undang-Undang Nomor 10  Tahun 2009 Tentang Kepariwisataan.

Hepi, Irma Meriatul, dkk. 2015. Jurnal Sosial Budaya : Analisis


Pengembangan Wisata Pantai Popoh sebagai Daerah Tujuan Wisata Kabupaten
Tulungagung. Diakses pada 11 Februari 2020.
Hidayat, Marceillah. 2011. Tourism and Hospitality Essentials (THE) Journal :
Strategi Perencanaan dan Pengembangan Objek Wisata (Studi Kasus Pantai
Pangandaran Kabupaten Ciamis Jawa Barat). Diakses pada 10 Februari 2020.

15