Anda di halaman 1dari 10

LAPORAN LENGKAP

PERCOBAAN VII

KROMOTOGRAFI PENUKARAN ION

NAMA : Rai Windari

STAMBUK : A251 18 001

KELAS :C

ASISTEN : Wahyuni Wulandari

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA

JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN


ALAM

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS TADULAKO

TAHUN 2020
Lembar koreksi

PERCOBAAN VII

KROMOTOGRAFI PENUKARAN ION

NAMA : RAI WINDARI

STAMBUK : A251 18 001

KELAS :C

ASISTEN : WAHYUNI WULANDARI

No Hari dan tanggal koreksi paraf


PERCOBAAN I

DESTILASI 1

I. TUJUAN PERCOBAAN

Mempelajari prinsip pemisahan berdasarkan penukaran ion

II. ALAT DAN BAHAN


a. Alat
1. Kolom kromatografi
2. Statif dan klem
3. Erlenmeyer
4. Gelas kimia 600 ml
5. Buret
6. Pompa
7. Batang pengaduk
8. Botol semprot
9. Corong kaca
10. Tabung Reaksi
b. Bahan
1. Aquades
2. larutan KCl 0,1 M
3. larutan NaOH 0,1 M
4. serbuk resin penukaran kation
5. Kapas
6. Pasir
7. indicator pp
III. PROSEDUR KERJA
Prosedur kerja pada percobaan ini adalah sebagai berikut:
1. Menyiapkan alat dan bahan yang akan digunakan.
2. Memasukkan kapas ke dalam kolom kromatografi.
3. Memasang kolom kromatografi secara vertikal.
4. Menambahkan 0,5-2,0 cm pasir ke dalam kolom
5. Memasukkan aquades ke dalam gelas kimia yang berisi resim penukar
kation kemudian mengaduknya.
6. Memasukkan campuran ke dalam kolom .
7. Membuang pelarut sehingga tersisa resin penukar kation di dalam
kolom.
8. Menuangkan 25 ml KCl 0,1 M ke dalam kolom.
9. Elusi KCl dan ditampung di dalam tabung reaksi.
10. Memindahkan hasil elusi kedalam erlenmeyer
11. Menambahkan beberapa tetes indikator pp ke dalam erlenmeyer
12. Memasukkan NaOH 0,1 M ke dalam buret.
13. Mentitrasi larutan hasil elusi dengan NaOH 0,1 M hingga terbentuk
warna merah muda yang tidak hilang. Titrasi dilakukan duplo.
14. Mencatat volume NaOH yang digunakan pada tabel hasil pengamatan.
IV. HASIL PENGAMATAN

Erlenmeye V Titran (mL) Mol Ion K+


r (mmol)
1 22,1 2,21

2 22,5 2,25

Erlenme Mol Ion K+ Jumlah Partikel


yer (mmol)

1 2,21 1,331083 x 1021


partikel

2 2,25 1,355175 x 1021


partikel
V. PERHITUNGAN

Dik:

 V1 = 22,1 mL
 V2 = 22,5 mL

Jumlah ion K+
Mol K+ = Mol H+ = Mol NaOH
Mol K+ = (NaOH) x Vtitran
Mol K+ = (NaOH) x Vtitran1
= 0,1 M x 22,1 mL
= 2,21 mmol
= 2,21 x 10-3 mol

mol K2+ = (NaOH) x Vtitran2


= 0,1 M x 22,5
= 2,25 mmol
= 2,25 x 10-3 mol

Erlenmey V Titran Mol Ion K+


er (mL) (mmol)
1 22,1 2,21
2 22,5 2,25

Jumlah partikel ion Kalium = Mol K+ x 6,023 x 1023


partikel/mol
Jumlah partikel ion Kalium 1 = 2,21 x 10-3 mol x 6,023 x
1023 partikel/mol
= 13,31083 x 1020 partikel
= 1,331083 x 1021 partikel

Jumlah partikel ion Kalium 2 = 2,25 x 10-3 mol x 6,023 x


1023 partikel/mol
= 13,55175 x 1020 partikel
= 1,355175 x 1021 partikel
Erlenmey Mol Ion K+ Jumlah Partikel
er (mmol)
1 2,21 1,331083 x 1021
partikel
2 2,25 1,355175 x 1021
partikel

VI. PEMBAHASAN
Resin Penukar Kation Merupakan Suatu Polimer Berbobot
Molekul Tinggi Yang Terangkai Silang Yang Mengandung Gugus-Gugus
Sulfonat, Karboksilat, Fenolat, Dan Sebagainya Sebagai Suatu Bagian
Integral Dari Resin Itu Serta Sejumlah Kation Yang Ekuivalen. Resin
Penukar Kation Mengandung Kation-Kation Bebas Yang Dapat Ditukar
Dengan Kation-Kation Dalam Larutan. (Khopkar,1990)
Resin Penukar Kation Ini Terlebih Dahulu Harus Dibilas Dengan
Akuades Agar Nantinya Resin Tersebut Dapat Bertukaran Ion Dengan
Reagensia Yang Ditambahkan Yaitu KCL(Harjadi,1993).
Tujuan Percobaan Mempelajari Prinsip Pemisahan Berdasarkan
Penukaran Ion(Tim penyusun Kimia Analitik,2020).
Prinsip dari kromotografi penukaran ion adalah kecepatan migrasi
kation didalam kolom penukaran ion.Apabila Resin dimasukan kedalam
air, maka air akan terserap resin dan resin akan menggelembung,sedangka
gugus asamnya larut.(Svehla, 1985).
Perlakuan-perlakuan pada percobaan ini adalah sebagai berikut:
Percobaan ini menggunakan resin penukaran kation dimana
langkah awal yang dilakukan adalah Menyiapkan alat dan bahan yang
akan digunakan. Selanjutnya Memasukkan kapas ke dalam kolom
kromatografi. Tujuan dari memasukan kapas kedalam kolom kromotografi
adalah sebagai untuk mempermudah mendapatkan elusi padaproses
selanjutnya, setelah itu Memasang kolom kromatografi secara vertikal
pada statif dan klem .selanjutnya Menambahkan 0,5-2,0 cm pasir ke dalam
kolom, pasir berfungsi untuk melindungi kolom. selanjutnya Memasukkan
aquades ke dalam gelas kimia yang berisi resin penukar kation dan
mengaduknya, penambahan aquades berfungsi untuk memudahkan resin
bereaksi dengan larutan yang akan ditambahkan nantinya setelah itu
Memasukkan campuran ke dalam kolom dan Membuang pelarut sehingga
tersisa resin penukar kation di dalam kolom. Setelah itu Menuangkan 25
ml KCl 0,1 M ke dalam kolom. KCl berfungsi sebagai larutan yang akan
bereaksi dengan resin penukaran Kation, resin penukaran kation
mengandung ion H+ yang bersifat basa kuat yang akan bereaksi dengan ion
K+ pada KCl yang bersifat asam kuat, sehingga eulena yang akan terbentuk
yaitu HCl, selanjutnya hasil yang diperoleh ditampung di dalam tabung
reaksi. (Underwood,2001).
Setelah itu Memindahkan hasil elusi kedalam erlenmeyer,hal ini
bertujuan untuk mempermudah proses titrasi. Tahap selanjutnya
Menambahkan beberapa tetes indikator pp ke dalam erlenmeyer, indikator
PP bertujuan untuk menguji adanya asam atau basa ketika dilakukan titrasi
dengan menimbulkan perubahan warna merah muda pada larutan.
Selanjutnya Memasukkan NaOH 0,1 M ke dalam buret. NaOH Berfungsi
sebagai larutan basa yang akan digunakan untuk menitrasi hasil elusi pada
erlenmeyer, setelah itu Mentitrasi larutan hasil elusi dengan NaOH 0,1 M
hingga terbentuk warna merah muda yang tidak hilang. Titrasi dilakukan
duplo(Dilakukan pada erlenmeyer 1 dan 2 .hasil yang diperoleh adalah
timbulnya warna merah muda pada larutan, serta mengamati volume
NaOH Yang digunakan,volume NaOH Yang digunakan adalah pada
erlenmeyer sebanyak 22,1 ml ,pada erlenmeyer 2 sebanyak 22,5 ml.
Selanjutnya Mencatat volume NaOH yang digunakan pada tabel hasil
pengamatan(Tim Penyusun Praktikum Kimia Analitik,2020).
Dari hasil yang didapatkan dilakukan perhitungan ion K + dan
jumlah partikel Pada erlenmeyer 1 dan 2,dimana jumlah ion K + pada
erlenmeyer 1 Yaitu 2,21mmol , pada erlenmeyer 2 jumlah ion K +
sebanyak 2,25mmol.jumlah partikel pada erlenmeyer 1 yaitu1,331083 x
1021 partikel, pada erlenmeyer 2 yaitu1,355175 x 1021 partikel
(Tim Penyusun Praktikum Kimia Analitik),2020.

VI.   KESIMPULAN

Kesimpulan yang dapat diambil dari percobaan ini adalah:

1. Resin penukar ion merupakan polimer tinggi organik yang mengandung


gugus-gugus fungsional ionik dan merupakan salah satu metode
pemisahan zat di mana terjadi penggantian suatu ion yang terikat pada
resin dengan ion lain.
2. Kapasitas tukar ion akan bertambah seiring dengan banyaknya ion-ion
yang dipertukarkan.
3. Kapasitas kolom resin penukar kation sebesar 0,6261 mmol/cm3.
Besarnya nilai kapasitas tukar kation (KTK) dari suatu resin adalah
0,9583 mmol/gr resin.
DAFTAR PUSTAKA

Harjadi, W. 1993. Ilmu Kimia Analitik Dasar. Gramedia Pustaka Utama. Jakarta.


Khopkar. 1990. Konsep Dasar Kimia Analitik. UI Press. Jakarta.
Svehla. 1985. Analisis Kualitatif Anorganik Makro dan SemiMikro. Kalman
Media Pustaka. Jakarta.
Tim Penyusun Praktikum Kimia Analitik.2020.Penuntun Praktikum Kimia
Analitik.Universitas Tadulako.Palu
Underwood, A.L., dan Day R. A. 2001. Analisis Kimia Kuantitatif Edisi Keenam.
Erlangga. Jakarta.